Part 6 update! Maaf rada telat, tugas kuliah numpuk... dan lagi dalam dilema, satu sisi terguncyang gara2 Mangastream gak nge-scan One Piece lagi TT. Di sisi lain, ada kabar gembira dari developer game favoritku, jd aku terkena gelombang hype.
Ah, anyway mendekati akhir Chapter II, aku mengambil mini-arc "Welcoming Party" buat Marguerite, soalnya banyak yang tanya gimana nasibnya setelah join SH, kenapa dia nggak muncul lagi... jadi inilah jawabannya!
One Piece © Eiichiro Oda
Two Schools, Two Worlds
Chapter II
High School Life – Part 6
Welcome to the Team!
Marguerite masih nggak percaya kalau sekarang dia bukan bagian Kuja lagi. Memang, dia sudah dikeluarkan oleh "sang ratu" Boa Hancock, tapi sepertinya badannya nggak mau menerima kenyataan.
Tiap pulang sekolah, tanpa sadar kakinya selalu melangkah ke restoran 'Gorgonzola', base camp Kuja. Dan dia selalu menyadarinya setelah dia tinggal beberapa langkah lagi memasukinya, hanya untuk diusir anak-anak Kuja yang berjaga di sana. Setelah itu, dia biasanya langsung kembali ke asramanya 'Amazon Lily', di mana dia juga dijauhi karena hampir semua penghuninya adalah anggota Kuja...
Ya, dia kesepian sekarang, karena selama beberapa tahun ini kawannya cuma anggota Kuja...
xxx
"Bergabunglah denganku! Aku ketua Straw Hats, Monkey D. Luffy!"
"Bersama kami di Straw Hats, semua kekhawatiranmu akan terobati dalam sekejap."
Hari itu, entah kenapa pikiran Marguerite melayang pada perkataan kawan-kawan barunya – yang masih belum bisa akrab dengannya – saat dia "direkrut" ke SH, geng yang namanya cukup terkenal di wilayah Seifu.
"Kalau aku nggak buat masalah, aku takkan bisa bertemu dengan Marguerite…"
Dan dia teringat kata-kata aneh Monkey D. Luffy saat itu, yang bisa diartikan kalau dia senang bertemu dengan Marguerite. Anak aneh itu, sepertinya perkataannya lebih aneh lagi. Dia belum sempat mengetahui banyak tentangnya karena dia masih enggan berurusan dengan cowok setelah insiden di WC cewek waktu itu... tapi entah kenapa, dia selalu memikirkan anak itu. Segala isu dan berita miring tentangnya, sih.
"Apakah dia memang 'monster pengacau' seperti kata orang-orang? Apa yang membuat monster sepertinya bisa punya teman-teman yang setia di SH? Di balik wajah polos dan reputasi seramnya, seperti apa sifat anak itu sebenarnya?
Akhir-akhir ini pikiran itu selalu bergelayut di benak Marguerite. Sebenarnya dia ingin sekali mengenal lebih jauh Luffy dan kawan-kawannya, tapi kesempatan itu tak pernah ada...
xxx
"Jadi, apa yang harus kita lakukan?"
"Udah jelas, seret dia!"
"Baka! Emangnya kita penculik?"
"Sebagai unsur kejutan, aku rasa ini perlu..."
"Jangan berkomplot!"
Marguerite mulai merasa nggak enak. Sejak pulang sekolah tadi, kayaknya dia terus diikuti... dan anehnya, para penguntitnya itu malah diskusi keras-keras. Dan sekarang suara mereka terdengar dari balik tembok di depannya...
Buat jaga-jaga, Marguerite mengeluarkan peralatan panahannya dan mulai membidik sembari berjalan ke belokan itu... setiap anggota Kuja dibekali teknik pertahanan diri dengan panah, dan kalau perlu, pisau butterfly.
"Apa mau kalian?" teriak Marguerite begitu dia melangkah ke balik tembok sambil membidikkan anak panahnya.
"Gyaaa, ampuuun!"
"?" yang dia lihat adalah anak-anak SH, si hidung panjang dan anak berbadan kecil yang saling memeluk demi hidup mereka, cewek berambut orange itu, dan... Luffy.
"Gyahahahaha, kita ketahuan!" Luffy malah tertawa.
"Baka! Ini karena kalian terlalu ramai!" Nami menjitak ketiga temannya, lalu dia mengalihkan anak panah yang terarah padanya dengan telunjuk dan tersenyum ramah. "Halo, Marguerite-san."
"Kenapa... kalian mengikutiku?"
"Malam ini ada makan-makan di cafe Rip-off. Kami bermaksud mengajakmu tapi seharian tadi nggak ketemu..." kata Chopper.
"Pesta?" Marguerite menurunkan busurnya.
"Ya, sudah jadi tradisi SH, menyambut anggota baru dengan pesta kecil-kecilan."
"Thanks atas ajakan kalian, tapi aku sibuk-"
"Eits, kamu nggak boleh menolak. Ini pesta buatmu!"
"P-pesta... buatku?"
"Tentu aja. Kamu 'kan anggota barunya." kata Usopp.
"O-oh, begitu... kalian nggak usah repot-repot," kata Marguerite grogi sambil memasukkan peralatan panahnya. "Aku senang kalian memikirkan aku, tapi sungguh, aku nggak terta-"
"Cerewet! Ayo, ikut!" tanpa basa-basi Luffy menarik tangan Marguerite dan segera berlari dengan kecepatan luar biasa. Yang ditarik hanya bisa bengong.
"Eeeeeh?"
xxx
Sementara itu, di cafe Rip-off...
"Daaan, selesai!" Sanji meletakkan sepotong strawberry pada cake buatannya sebagai sentuhan akhir. Dia lalu memandanginya dengan perasaan bangga.
Cake besar berhiaskan tulisan 'Welcome to the Team' yang selalu dia buat ketika merayakan bergabungnya anggota baru ke SH. Karena anggota baru kali ini adalah cewek cantik, dia pun menggunakan resep yang sama dengan "cake penyambutan" buat Robin 2 tahun lalu.
"Dengan mahakarya ini, aku akan menyampaikan segenap cintaku buat Marguerite-chan... mwuhuhuhuhu," pikir Sanji dengan tampang mesum.
"Waaaiiii! Kayaknya enak!" Bon-chan tiba-tiba muncul di dekatnya dengan mata terbelalak. "Eike boleh colek ngga...?"
"Enak aja!" Sanji melayangkan 'tendangan tanpa bayangan' ke wajah Bon-chan, yang bisa dihindari dengan gerakan lentur ala balerina.
"Sanji-kyun jahaaat!" gerutu Bon-chan sambil ngeloyor pergi.
"Jangan lembeng-lembeng!" teriak Sanji dengan gigi setajam hiu. Dia sudah biasa berurusan dengan para okama di restoran Kamabakka tempatnya belajar dari Ivankov, tapi tetap aja nggak bisa menerima kelakuan ganjen mereka. Brrr!
"Ara, cantik sekali, Sanji-san," Robin yang baru masuk ke cafe berkomentar.
"Robin-chwan, selamat dataaang!" Sanji menyambutnya dengan love hurricane, tapi terhenti oleh tatapan eneg seseorang. "Ah?"
"Aku sengaja melewatkan latihan sore ini bukan untuk melihat tampang mesummu," komentar Zoro.
"Hah? Marimo?" Sanji menoleh bolak-balik ke Robin dan Zoro. "Kau... jalan bareng Robin-chan?"
"Koreksi: dia menyeretku kemari," Zoro menggaruk kepalanya.
"Robin-chan sudah bela-belain menemanimu dan kau masih saja menggerutu! Nih, katakan halo ke sepatuku!" Sanji menendangnya, tapi herannya Zoro nggak menghindar sehingga wajahnya bertemu sol sepatu Sanji. "Huh?"
"Etto, Sanji-san, Zoro masih terluka..." komentar Robin.
"Ups, aku lupa. Hahaha!" Sanji ngeloyor tanpa perasaan bersalah.
"Brengsek..." Zoro memegang perban di dahinya. Luka akibat tes dari Mihawk beberapa hari lalu masih berdenyut. Biasanya dia akrab dengan rasa sakit, tapi untuk sebuah serangan yang bisa membuatnya pusing sampai sekarang, Zoro berani bersumpah kalau pedang hitam Yoru milik Mihawk itu dikutuk.
"Aaaaaaw!" terdengar teriakan khas dari luar cafe. Orang itu lalu berkacak pinggang dengan pinggul dimiringkan... "Apa kabar sahabat superku? Aku bawa stok cola!"
"Yohohoho! Rupanya semua sudah di sini?" Brook menyusul dengan gitar tersampir di pundaknya.
"Kurang tim Luffy dan Marguerite-chan," jawab Robin.
Baru saja dibicarakan, cowok yg dimaksud datang dengan ribut seperti biasanya.
"Pertaaaaa-" teriakan Luffy terhenti begitu dia menyadari keberadaan kawan-kawannya. "Aah, gagal pertamax..."
"Hah, hah!" Marguerite menarik napas cepat demi hidupnya.
Bletakkk! Nami menjitak Luffy sekuat tenaga beberapa saat kemudian, lalu mengatur napas dan menyapa yang lain. Beberapa saat kemudian, Usopp dan Chopper datang.
"Se-sejak kapan Nami larinya jd secepat itu?" komentar Usopp.
xxx
Setelah meletakkan tas masing-masing, tim Luffy langsung bergabung dengan yang lainnya, sementara Marguerite memilih diam di dekat Nami. Usopp lalu naik ke atas meja dengan membawa sebuah toa.
"Eh-ehem!" dengan itu, semua mengalihkan perhatian padanya. "Oke... seperti biasa, kapten Usopp di sini akan menjadi pemandu acara sore hari ini!"
"Woooo!"
"'Kapten'?" tanya Marguerite.
"Yah, dia suka menganggap diri sebagai ketua SH," jawab Nami.
"Sore ini kita berkumpul di sini untuk merayakan bergabungnya anggota baru SH, Marguerite secara resmi! Acara ini disponsori oleh 'Sunny-go' Internet Cafe, Shakky's 'Rip-off Cafe', 'Mikan' Fruits & Vegetables, 'Baratie Restaurant', serta tentu saja 'SH Foundation'!"
"Aah, cepatlah, Usopp! Kita udah lapar nih!" protes Luffy.
"Luffy, kau ini..." Sanji geleng-geleng.
"Karena ketua sudah bilang begitu, maka segera kita mulai saja-" Usopp menghentikan ucapannya saat menyadari kalau para pria kelaparan sudah menyerbu makanan yang disediakan. "Hei, tunggu MC selesai bicara!"
Tapi dia malah bergabung dengan mereka.
"Aah, dasar cowok," Nami memegangi dahinya. "Cowok hidung panjang itu sie penanggungjawab acara SH, Usopp. Sedangkan si kecil bertopi pink itu Chopper. Dia anak jenius, sie kesehatan SH."
"Hee..."
"Jadi silakan menikmati pesta, Marguerite-san, nggak usah sungkan," lanjut Nami.
Tapi anak itu masih diam karena grogi. Jadi, Nami pun menariknya dan mengajaknya berkeliling tmp pesta untuk berbicara dengan anggota lain.
"Nami-saaan, Marguerite-chaaaan!" Sanji muncul dengan senampan minuman dingin. "Bisakah aku menyejukkan hati kalian dengan mocktail ini?"
"Thanks..."
"Melloriine!" Sanji hendak berputar dengan love hurricane, tapi membatalkannya. "Wah, betapa tidak sopannya aku. Aku belum memperkenalkan diri, kan? Sanji, kelas XI-4, klub masak, apprenti di Baratie, siap melayani Anda."
Sanji berlutut dan mengangkat tangan Marguerite, lalu menciumnya. Setelah itu dia terjatuh – sujud syukur.
Marguerite sweatdropped.
"Sanji-kun memang selalu begini, jangan terlalu dipikirkan," bisik Nami.
"Oi Sanji! Dagingnya habis, nih!" teriak Luffy dari arah meja prasmanan.
"Si rakus itu..." Sanji menghentikan ritualnya. "Maaf, aku tinggal dulu yah."
Baru beberapa langkah, Sanji berbalik.
"Oh ya, masakan khusus kalian ada di dekat kulkas, aman dari mulut rakus Luffy dan yang lain. Jadi nggak usah khawatir."
Nami lalu menyarankan Marguerite menemui Brook dan Bon-chan di dekat piano besar di ruangan itu, sementara dia mengamankan porsi mereka sebelum Luffy menemukannya. Dia tampak terkejut melihat 2 staf SMU Seifu di sana.
"B-Brook-sensei?" sapa Marguerite. "Dan Bon-chan?"
"Yohoho, sedang menikmati pesta, Marguerite-kun?" balas Brook. Jari-jari tangannya dengan cekatan menekan tuts-tuts piano, menghasilkan rangkaian nada lagu favoritnya, Sake Binks.
"Ahaaay, mari menari bersamaku, Marguerite-chaaan!" Bon-chan malah asyik berputar-putar.
"Kalian... juga anggota SH?"
"Yah, bisa dibilang begityu," Bon-chan menghentikan putarannya. "Walaupun kami terlalu tua untuk terlibat geng-gengan. Nahahaha."
"Kita sudah kenal Mugi-chan dari lama dan sekarang jadi teman nongkrong mereka..." kata Bon-chan.
"Franky-san di sana juga. Dia pemilik warnet 'Sunny-go' yang jadi langganan anggota SH," sambung Brook.
"F-Franky? Programmer handal yang 'menciptakan' artis anonymous 'Soul King' itu?"
'Soul King' adalah penyanyi fenomenal di dunia maya yang tak pernah menampakkan wajah aslinya. Dia adalah CG berwujud tengkorak afro bermahkota dan pakaian rockstar... yang selama beberapa tahun ini menjadi fenomena di Youtube.
"Aww!" merasa dibicarakan, Franky ikut bergabung dengan mereka. "Yo! Kulihat kau sudah lumayan akrab dengan para 'orang tua', nee-chan."
"Aiih, eike nggak setua Brook-chan, tau!"
"Anda... Franky?"
"Benar," jawab Franky sambil menenggak cola-nya. "Tapi aku lebih dikenal sebagai Cutty Flam di dunia nyata. Biar nggak diserbu penggemar..."
"Wah! Aku penggemar beratmu!"
"Hah?" Franky tampak bingung. "Ternyata ada juga yang nge-fans aku, kukira cuma Brook aja yang populer. Gyahahaha."
"Eh?"
"Lho, dia belum bilang ya? Dialah 'Soul King'."
"Eeeeh?" Marguerite tersentak.
"Ah, kau membocorkan identitasku. Yohohoho!" Brook malah tertawa.
"W-wow! Aku nggak nyangka klo selama ini 'Soul King' ada di dekatku! T-teman-teman pasti takkan percaya ini..."
"Yohohoho. Tapi tolong rahasiakan ini ya. Aku masih ingin mengajar di Seifu soalnya."
Sementara itu, di tempat lain...
"Kerja bagus, Nami-chan," kata Robin. "Dia sudah mulai membaur."
"Rupanya memang harus kuambil alih dari Luffy, ya!" kata Nami bangga.
"Hei, Nami," Zoro memanggilnya. Di tangannya ada 2 botol rum. "Mau?"
"Kau... mengambilnya dari gudang Shakky-obaasan?"
"Ara, Zoro, katanya masih pusing?"
"Sedikit saja nggak apa-apa kan..." Zoro menuangkan rum ke gelas Nami.
"Errr..." Marguerite menatap mereka sambil sweatdropped. "Apa itu... rum? Apa boleh kalian minum yang begituan?"
"Ahh? Ini kadar alkoholnya sedikit," kata Zoro. "Kau juga mau?"
"Uhh, nggak, terimakasih."
"Hrm. Nggak usah sungkan."
Marguerite menatap Zoro dan Nami yang menikmati minuman mereka dengan grogi.
"Kamu... Roronoa Zoro 'kan?"
"Yeah, kenapa?"
"Banyak anggota Kuja yang jadi penggemarmu."
Zoro tersedak. Nami dan Robin tertawa.
"A-apa maksudmu?" Zoro mengelap sisa rum di dagunya.
"Haha! Marimo punya penggemar? Resiko kapten klub kendo, eh?" goda Nami.
"Dan kebanyakan mereka nge-fans sama rambut hijaumu..."
Nami dan Robin tertawa lagi.
"Haha-!" Sanji entah muncul dari mana dan ikut tertawa, lalu dia pergi begitu saja.
"T-terserah..."
"Aah, Zoro, kamu malu?" Nami merangkul Zoro, menggodanya.
"Nami, kau sudah mabuk?" Zoro menampiknya.
"Masa sih...?" komentar Nami. Wajahnya memang sudah memerah dan gerakannya mulai sempoyongan.
"Yap, mabuk. Tumben..."
"Karena stres menghadapi kelakuan ketua dan yang lain, mungkin?" komentar Robin.
"Hmmm…? Entahlah, ya…" kata Nami dengan intonasi nggak jelas sambil terus berusaha menggelayut ke Zoro.
"Ngomong-ngomong, kamu... Robin-senpai?" tanya Marguerite, yang dijawab dengan anggukan Robin. "Anak-anak senior sering membicarakanmu, soalnya senpai yang membawa Seifu menang di 'Davy Back Fight' kategori cerdas cermat tahun kmaren..."
"Fufufu, rupanya aku juga terkenal," kata Robin sambil menatap Zoro. "Oh ya, Marguerite-chan, apa aku boleh bertanya?"
"Um, silahkan, senpai."
"Aku ingin tahu informasi tentang Kuja," kacamata Robin berkilau, menandakan dia sedang masuk 'mode informan (wati)'. Sebenarnya dia sudah mengetahui cukup banyak setelah hampir 3 tahun bersekolah di Seifu dan bahkan pernah jadi target perekrutan Kuja, tapi informasi langsung dari (mantan) anggotanya pasti lebih akurat dibanding hasil pemikirannya kan?
"Hm..." Marguerite memegang dagunya, berpikir. Sebagai mantan anggota Kuja, dia tahu semuanya. Dia ingin memberitahu kawan-kawan barunya ini, tapi, nggak apa-apakah memberitahu rahasia bekas gengnya seperti ini?
"Kuja adalah... geng yg dibentuk Boa Hancock waktu dia masih SMP. Geng ini eksklusif buat cewek, terutama mereka yang sering dijahili dan butuh perlindungan dan sebagainya. Kegiatan di Kuja nggak cuma gathering dan arisan saja, kita juga mengadakan latihan bela diri. Tentu saja hasilnya adalah 'pasukan' cewek tangguh bisa mengimbangi 3 kekuatan besar di Seifu," akhirnya Marguerite memutuskan hanya memberitahu rahasia umum tentang Kuja, membuat Robin sedikit kecewa walaupun wajahnya datar-datar saja.
"'Pasukan' cewek, huh... idenya boleh juga," komentar Zoro sambil nyengir.
"Yang jelas, mereka sangat tertutup buat cowok. Karena itulah aku dikeluarkan, setelah membela Luffy dari suatu masalah yang melibatkan Hancock-sama..."
"Jadi karena itu dia menarikmu ke SH..." kata Robin.
"Heh. Melihat sifat anak itu, kalau dia sudah menganggapmu menarik, kamu akan tetap ditariknya bergabung walaupun masih anggota Kuja," sambung Zoro.
Marguerite melongo.
"M-menarik? Apa maksudnya?"
"Hey!" tiba-tiba Luffy muncul dan menepuk pundak Marguerite, membuat cewek itu melompat kaget. "Ayo, ke panggung! Kami mau dengar kamu bicara!"
"E-eeeh?"
xxx
Jadi, di sinilah Marguerite sekarang, di atas panggung dg toa di tangan...
"Uh..." Marguerite tampak gugup.
"Ayolah, sepatah dua patah kata saja!" kata Luffy.
"Um, selamat... malam?"
"Woooh! Terima kasih, silahkan duduk," Luffy bangkit dan bertepuk tangan.
Bletakk!
"Biarkan dia bicara!"
"Nggak usah grogi, Marguerite-chan! Anggap saja kita ini kentang!" kata Sanji.
"Kentang berjenggot," Zoro nyengir.
"Dan kentang bertunas."
Bletakk!
"Kalian ini manusia beradab bukan, sih? Masa memperhatikan org yang mau bicara di depan saja nggak bisa?" komentar Nami dengan kepalan tangan berasap. "Jangan pedulikan mereka, Marguerite-san. Silahkan bicara."
"Aku nggak biasa bicara banyak, um..." Marguerite memandang orang-orang yang menanti kata-katanya, menghela napas panjang, lalu...
"Tapi pertama-tama aku ingin minta maaf karena telah menghindari kalian selama 2 bulan ini... aku masih shock setelah dikeluarkan dari Kuja. Dan... karena yang selama itu berusaha akrab denganku, Luffy, adalah cowok. Kalian tahu, kan, kalau Kuja sgt melarang anggotanya bergaul dengan cowok? Kurasa hal itu telah jadi kebiasaan, meskipun aku sudah bukan anggotanya lagi."
"Hee... jadi, selama ini Luffy sudah berusaha akrab dengannya?" pikir Nami.
"Dan kemudian... terimakasih karena sudah mengajakku bergabung dengan SH. Aku sudah dengar reputasi hebat kalian, jadi aku sangat senang bisa ada di sini," Marguerite lalu membungkukkan badan. "Jadi, mohon bantuannya ke depan, ya!"
"Woooooh!" Luffy dkk tepuk tangan dengan norak.
"Fufufu, setelah bicara, ternyata banyak yang ingin kamu katakan, bukan? Perasaanmu sudah tersampaikan dengan baik, Marguerite-san," pikir Robin.
"Sip!" Usopp mengambil alih. "Sekarang saatnya... menyanyikan lagu kebangsaan SH, 'We are Family' untuk menyambut bergabungnya Marguerite secara resmi!"
Luffy dan yang lain langsung bangkit, sementara Chopper memberikan sepucuk kertas berisikan lirik lagu itu pada Marguerite.
"Ikut nyanyi, yah!" kata Chopper.
"O-oke."
Brook segera beralih ke piano sedangkan cowok lain menyusun 'alat musik darurat' dari peralatan makan; yang diperbolehkan Sanji karena ini demi menghibur Marguerite.
An eye that sees real, huge dreams...
Only extraordinary dreamers... are allowed on our mother ship!
Forget about being sentimental... all you need is a smile!
The word family... doesn't have just one meaning!
For food and tears, you can count on our mother ship!
Ini adalah nyanyian gembira, pikir Marguerite. Bertemakan persahabatan seolah-olah SH adalah keluarga besar yang tinggal di atas sebuah kapal...
Kapal... lautan...
Marguerite tersenyum.
If you have strong comrades,
Then you'll be strong together!
We're not acquaintances.
We're not friends... we are family!
We're not relatives... we're not even siblings!
We are family!
Luffy beralih dari 'alat musik darurat' para cowok, untuk mengajak Nami menari. Tentu aja yang dia lakukan adalah 'Tarian Menangkap Ikan', lengkap dengan sumpit di hidung dan serokan, membuat Nami menghajarnya, mengundang tawa dari yang lain. Usopp dan Chopper yang berniat bergabung dengannya langsung saling memeluk ketakutan karena Nami kelihatannya sudah cukup mabuk. Tapi Luffy bangkit dengan cepat untuk mengajak Robin, yang kali ini berhadiah tendangan Sanji.
We're not acquaintances.
We're not friends... we are family!
We're not relatives... we're not even siblings!
We are family!
Akhirnya "Tarian Menangkap Ikan" itupun sukses dipentaskan, dengan tambahan personel Franky dan Bon-chan. Tingkah gila mereka membuat yang lain tertawa terpingkal-pingkal.
"Ramai sekali... inikah akibatnya kalau pria dan wanita berpesta bersama?" pikir Marguerite di tengah tawanya.
"Fufufu... beginilah SH," jawab Robin.
Setelah nyanyian itu selesai, Usopp kembali menaiki panggung sementara Franky menyalakan suatu alat.
"Setelah nyanyi, sekarang apaaaa?" Usopp meletakkan tangan di telinganya.
"Disco time!" teriak Luffy dan yang lain.
"Yap, benar!" Usopp berbalik dan mengenakan googles-nya. Di depannya sudah ada peralatan DJ. "Sekarang, DJ Sogeking akan menghibur kalian! Are you ready to rooooock?"
"Whooohoooo!"
"Three... two... one..." Usopp mengacungkan jempol pada Franky, dan pria besar itu pun menyalakan lampu disko. "Jango!"
Usopp memainkan lagu favorit anak SH, "We Are Electric", dan mereka semua pun bergoyang. Bahkan, anggota SH yang tampak paling tenang, Zoro dan Robin pun ikut turun ke lantai disko. Marguerite juga ikut bergoyang, tapi di pinggir.
"Hey, Marguerite! Kenapa kamu sendirian saja di sana?" Luffy menghampirinya. "Ayo ikut ke lantai disko!"
"Sebentar..."
"Aaah, kenapa lagi?"
"Aku ingin bilang terimakasih."
"Buat apa?" Luffy memiringkan kepalanya.
"Karena kamu telah merekrutku ke kelompok yang luar biasa," Marguerite memandang Luffy. "Dan untuk sebelumnya, usahamu selama 2 bulan ini."
"Shishishi! Tentu saja!"
"Aku... belum pernah merasa segembira ini sebelumnya..." Marguerite menatap Luffy, dan kemudian tersenyum manis. "Terimakasih."
"Selamat datang di SH," Luffy menjulurkan tangannya, mengajak Marguerite menari bersama yang lain dengan senyuman.
Marguerite menganggukkan kepalanya, lalu menerima tangan Luffy.
xxx
"Sepertinya, aku telah menemukan tempat bernaung yang baru, dan..."
Marguerite menatap Luffy yang sedang berjoget gila di depannya dengan senyuman manis dan sedikit rona merah di pipinya.
"Pria tak seburuk yang kalian kira, kawan-kawanku di Kuja. Mungkin... suatu hari aku bisa menceritakannya pada kalian?"
Chapter II Part 6 End!
Notes:
Setelah SanNa di part 5, sekarang LuMar… katanya ga bisa bikin romance? Dasar author ga konsisten…!
Tapi seperti sudah kubilang, romance di fic ini cm sekedar bumbu aja, jadi bukan fokus. Makanya dari awal aku sudah bilang klo pairing-nya harem.
Oke, ini part terakhir di Chapter II, jadi selanjutnya adalah epilog yang akan menyertakan Robin, sang informan (…wati?) dan Usopp si tukang gosip Straw Hats! Dan mulai Chapter III, aku akan mengubah sedikit tampilan fic ini agar lebih enak dibaca.
Spoiler for Chapter II Epilogue – Year Book Investigation
"Usopp-kun, bisa kita bicara?"
"Cerita kita? Oh, aku mengerti..."
"Yang diinginkan Robin adalah rahasia kita."
"From that day when our dreams began, we have always aimed for the same future." – One Piece Opening 15, We Go!
