Chapter 10
Author POV
Setelah olahraga, kamu ganti baju dan berjalan bersama Murasakibara untuk membeli cemilan yang... astaga banyak banget! kayak persediaan sebulan! Lengan tangannya yang besar dengan mudahnya menampung dan membawa cemilan-cemilan itu.
"Kau...banyak banget yang kau beli, mau buat apa aja?" tanyamu sambil sweat drop
"Ng? Ya buatku lah, Hora, (name)-chin. Bagianmu." Katanya sambil menyerahkan bungkusan yang terisi oleh beberapa camilan.
"Hehe, Arigatou." Ucapmu singkat sambil tersenyum dan mengambilnya.
'M-Murasakibara membagi cemilannya! Ada apa ini?! Jangan-jangan mau gempa?!' pikir orang-orang yang melihat kalian, jadi panik. #aku juga neh. -_-"
Untuk mata pelajaran non akademis, masing-masing di beri 'jatah' 3 jam pelajaran dan hanya di hari Sabtu. Jam 1-3, olahraga. Jam 4-6, seni rupa. Jam 7-9, Seni musik. 10-12, Bimbingan Konseling.
"(Name)-chin." Panggilnya tiba-tiba
"Hng?" kamu menoleh sambil memakan camilan yang di berikan padamu.
"Lebih baik (name)-chin tidak sendirian untuk sementara."
"Doushite?"
"karena Zaki-chin itu menyebalkan."
"... Baiklah." Katamu ber sweat drop dan menaikkan sebelah alismu.
Reader POV
Saat kami kembali ke Gym, karena barang kami masih disana, Akashi menghampiri kami.
"Murasakibara, (name), aku punya permintaan. Bisa kalian bermain basket sebentar? Aku akan mengadakan pengujian bersama sensei untuk anak-anak yang tidak masuk Sabtu lalu."
"Eeh? Tapi Akashi-san, aku sudah ganti baju."
"Maaf jika ini mengganggumu, tapi jika tidak sekarang kapan lagi mereka bisa memperoleh nilai? Aku juga akan bermain."
Aku mendengus pelan, jarang-jarang dia berkata dengan penuh kesopanan seperti ini. Jaga image di depan guru? Kayak orang lain aja. Gimana ya? Kasihan juga sih. Muka mereka memelas gitu. Aah! jangan menatapku begitu! aku jadi nggak enak!
"Baiklah, aku ganti baju dulu."
"Terima kasih, maaf merepotkan."
Aku tersenyum lalu mengangguk, mengambil bajuku dan keluar dari sana. Ah, habis ini aku mau menjenguk Kuroko di UKS aah... Kuharap dia baik-baik saja.
Author POV
"Aka-chin, selain kita siapa saja yang ikut?" tanya Murasakibara sambi terus menghabiskan cemilannya.
"Midorima dan Kise. Makanlah sambil duduk, Murasakibara." Katanya berwajah datar.
"Haai.." Kata Murasakibara sambil berjalan ke arah dinding, lalu duduk.
"Terima kasih Akashi-san, mau mendampingi kami mengambil nilai. Rasanya kami jadi tidak enak. Maaf merepotkanmu." Kata salah satu murid yang menyusul.
"Tidak apa-apa, tak usah sungkan dan terlalu formal begitu." Katanya sambil tersenyum. #ceritanya tebar pesona nih? #di death glare. #maaf ._."
"Jangan terlalu keras pada mereka ya, Akashi-kun." Kata sensei sambil menyiapkan papan penilaian.
"Hai."
"Jadi Akashi-san, penilaiannya kayak gimana?" katamu sambil berjalan masuk.
"Kita akan bertanding." Ujar Akashi dengan tenang. Kamu termangu sejenak.
"B-Bertanding?! Dengan kalian?! Yang dalam setiap kejuaraan tak pernah kalah?!" Katamu kaget tak percaya.
"Jadi begini... Kau, Midorima dan Murasakibara akan berada dalam satu tim dengan Kosuke-san dan Kinjou-san. Sedangkan Aku dan Kise akan satu Tim dengan Ichinose-san, Nobunaga-san dan Saitama-san. Yang terpenting disini adalah melihat mereka bisa Dribbling dan Shooting dengan baik atau tidak. Mengingat mereka tidak masuk karena membolos, pertandingan ini adalah sedikit hukuman dari sensei untuk mereka." Jelas Akashi panjang-kali-lebar-kali-tinggi-sama-dengan-luas #bletak! (volume dodol) .
"Dengan Murasakibara katamu? Oi, Akashi!" kata Midorima sedikit tak suka.
"Kenapa? Dengan rekan satu tim seharusnya kalian bisa menunjukkan kerja sama yang baik, tapi akhir-akhir ini kalian bertengkar terus. Tunjukkan kedewasaanmu, Midorima." Kata Akashi dengan tenang. Dan Midorima hanya menghela nafas.
"Wakatta." Dan membenarkan posisi kacamatanya.
"(Name)-cchi~ aku sedih sekali karena tidak setim denganmu-tte, (name)-cchi? Kenapa tanganmu..." Kata Kise sambil posisi akan memeluk.
"Setiap kali kau dekat denganku kau selalu 'menyerang' dengan 'ganas', Kise. Jadi jangan terlalu dekat denganku." Katamu sambil menahan wajah Kise dengan tanganmu.
"Hidoii-ssu~!" Rengeknya.
"Lagipula, kata sensei yang mau membantu akan mendapat nilai tambahan. Lumayan bukan?" lanjut Akashi sambil melihatmu dengan senyumnya yang tenang.
"Kau menyindirku? Aku tau kalau nilaiku lebih rendah dari kalian, tapi tidak serendah itu sampai butuh nilai tambahan...chee..." Gerutumu sambil mengambil posisi. Melihat reaksimu Midorima, Murasakibara dan Akashi hanya tersenyum.
Prit!
Game pun dimulai.
.
.
.
"Midorima, Murasakibara, sikap kalian kekanakan sekali." Komentarmu sambil melihat keduanya bertengkar masalah posisi, tugas dan sebagainya. Soal pengambilan nilai, itu sudah selesai beberapa saat yang lalu. Dan Akashi sedang bersama guru kalian.
Sadar kamu tak di pedulikan, kamu mendengus kesal dan melempar bola Basket yang ada di tanganmu dan dengan kencang melewati jarak antara wajah kedua insan yang tengah berargumen itu. Keduanya menoleh padamu dengan wajah kesal.
"Na-?!"
"Jangan kekanakan Midorima, kukira kau orang yang cukup tenang dan dewasa. Kau terlalu menjunjung tinggi peraturan, Santai saja. Dan Murasakibara, kau terlalu egois dalam bermain. Kukira basket adalah permainan tim?" katamu dengan suara yang tenang.
Keduanya melonggarkan cengramannya pada kerah baju lawannya.
"Taku, apa kalian tidak malu pada diri kalian? Pada kami? Sedikitpun tidak?" Lanjutmu sambil melangkah mengambil bola yang tadi kalian pakai lalu menaruhnya ke gudang, setelah itu melangkah keluar sambil menenteng tasmu.
"Are? Doko iku desuka (name)-cchi?" (Kau mau kemana (Name)-cchi?)
"Menjenguk Kuroko. Mau ikut?" Katamu dengan senyum sambil menoleh ke belakang.
"Mochiron-ssu!" Ujar Kise bersemangat.
Setelah melihatmu pergi dari sana, Midorima menghela nafas, menenteng tasnya dan menyusul kalian. Disusul Murasakibara dan Akashi.
"Terima kasih, aku sadar kalau tadi perbuatanku memang bodoh-nodayo." ujarnya begitu menyusul kalian.
"Haha! Tidak apa-apa, malahan mungkin aku bakal lebih parah darimu saat menghadapi sikap Murasakibara yang seperti itu." katamu enteng.
Dia menoleh padamu.
"Mungkin aku akan mematahkan lehernya. Karena aku tak pandai menghadapi orang." Katamu dengan senyum penuh arti sambil Clutch Time.
Para pemuda yang mendengarkanmu pun hanya sweat drop
'untung aku/ Mido-chin /Midorima/Midorima-cchi yang jadi lawan Murasakibara /ku/Murasaki-cchi...'
Kalian telah sampai pada pintu UKS dan membukanya. Setelah menuju ke kasur yang harusnya jadi tempat berbaring teman sekelasmu. Kalian melihat ada makhluk manis bersurai biru cerah, secerah langit musim panas yang tertiup angin lembut dan menyapu kulit wajahnya yang putih bagai salju, menyajikan perpaduan warna yang lembut, dia terbaring tenang di sana. Wajahnya yang manis saat tidur mengalihkan duniamu sejenak.
'Makhluk moe dari planet mana nih?!' pikirmu sambil ber doki-doki ria.
Lalu makhluk itu membuka matanya, memamerkan manik biru cerahnya pada dunia dalam matanya yang bulat yang terlihat polos dan tak berdosa.
"Ohayou gozaimasu." Sapanya pada kalian seraya menegakkan diri.
"Apa kau sudah baikan Kuroko-cchi?" tanya Kise dengan ekspresi khawatir.
"Hai." Katanya sambil mengangguk.
"Taku, makanya jangan bertindak gegabah, Tetsu. Jika kau memaksakan diri, selanjutnya kau akan berada di rumah sakit." Kata Aomine sambil menepuk kepala si pemilik surai baby blue itu.
"Jangan memukul kepalaku, Aomine-kun, masih sakit."
"O, warui." Katanya sambil mengangkat tangannya.
"Gomen, Kuroko. Semua ini salahku, seandainya saja aku tidak..."
"Tidak apa-apa, (name)-san. Malah aku lebih tidak suka kalau kamu menuruti perkataan Haizaki-kun tanpa alasan yang kuat. Seperti bukan kamu sekali bukan?" katanya sambil tersenyum.
Kamu melebarkan mata, lalu tersenyum sambil menggaruk pipimu.
"Benar juga. Hehehe..."
"Syukurlah kau tidak apa-apa, Kuroko. Bukan berarti aku mengkhawatirkanmu, tapi Kau adalah pemain yang dibutuhkan di setiap pertandingan-nanodayo." Kata Midorima sambil membenarkan letak kacamatannya, tangannya menutupi wajahnya yang sedang memancarkan warna kemerahan yang tipis, dibalik wajahnya yang serius itu.
"Cepatlah sembuh, Kuroko." Kata Akashi singkat dengan senyum berwibawa. #uhuk
"Hai." Katanya sambil balas tersenyum.
(Cuma perasaanku apa kalo di bayangin adegan ini itu...*nosebleed #ups)
Sreeek
"Ooh... Kuroko-kun, kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" tanya perawat UKS seraya tersenyum lumayan lebar dan melangkah masuk. Memancarkan aura pink kemana-mana.
Reader POV
Whoa... orang ini... nadanya jelas sekali kalau dia lagi jatuh cinta. Aku pengen ketawa deh. Bahkan lagunya pun benar-benar ketara. Tertulis dengan jelas di sekitarnya. Temponya... biasa, nadanya... sulit untuk kujelaskan, tapi liriknya benar-benar jelas. Lirik? Semua itu telah tertulis dengan jelas di wajahnya. Kurasa Akashi, Midorima dan Kuroko sudah mengetahuinya, mereka tersenyum tuh. Mungkin lebih tepat menahan tawa. Is she a Virgin?
"Buuurp! Khihihihi..."
"Kenapa kau tiba-tiba tertawa? (name)-san?" dari mana dia tau namaku? Ah, paling juga dari daftar nama.
"Hihihi...Suster lagi jatuh cinta yaa? Cie... sama siapa yaa? Hehehe..."
"Na-?! Hentikan, Itu tak sopan! (full name)!" whaaa... mukanya langsung merah, kawaii!
Aah... Akashi dan Kuroko menyembunyikan tawa mereka dengan menundukkan muka dan mengangkat tangannya. Midorima sambil membelakangi. Kalau Kise, Murasakibara dan Aomine muncul tanda tanya di kepala mereka. Dasar tidak peka.
"Hahaha...Maa ii nda, sebaiknya anda sembunyikan kegembiraan anda dengan baik kalau malu... Kelihatan sekali lho... khihihihi... Ya udah, aku mau ganti baju dulu. Jaa na, minna! Cepat sembuh ya! Kuroko!" Kataku sambil berlari kecil ke arah pintu dan melambaikan tangan.
"Hai, terima kasih sudah menjengukku, (name)-san."
"Hehehe... Itu hal yang pasti bukan? Kau teman sekelasku!"
Author POV
Mereka saat ini bercengkrama sejenak sampai salah satu dari mereka menyadari sesuatu.
"... oi, tadi dia bilang ganti baju? Bukan, tadi dia pergi sendirian?" tanya Aomine menegang tapi sempat salah fokus.
"Sepertinya begitu." Balas Midorima yang mulai menangkap maksud Aomine.
Drap drap drap!
Kise dan Murasakibara langsung berlari keluar dengan wajah yang serius. Lalu disusul Aomine dan Kise. Kuroko langsung menyibak selimutnya, berdiri lalu berlari menyusul kalian. Dan Akashi menyusul setelah pamit ke perawat di sana.
'(Name)!/-chin!/-cchi!/-san!'
Dan disinilah kamu, di dalam kelas yang sepi. Terpenjara di antara lengan kuat lelaki yang tadi menyulut kemarahanmu.
"Kau pikir aku akan membiarkannya lewat begitu saja?" rambut abu-abunya tampak cocok dengan tampangnya yang sangar. Yang saat ini sedang menyeringai.
"Tidak juga." Balasmu sambil tetap memasang wajah serius.
Entah kenapa kamu bisa tenang saat ini, di situasi ini. Pikiranmu terfokus pada sosok di depanmu yang terkenal dan bereputasi buruk. Entah kenapa jantungmu masih berdetak normal. Kamu tak kehilangan ketenanganmu sedikitpun. Setidaknya untuk saat ini.
"Kau wanita yang menarik, (full mane). Kuakui kau cukup hebat, kau punya aura itu. Tapi..."
Dia menjegal kakimu tiba-tiba dan membuatmu terjatuh, lalu dia memegang bahumu dan membaringkanmu di atas lantai kelas yang dingin.
"Itte!" rintihmu
"Wanita di takdirkan untuk berada di bawah pria. Kau tak akan bisa lolos lagi." Seringainya makin terlihat jelas terpahat di wajahnya.
"Apakah aku sudah melukai harga dirimu, Haizaki-san? Jika dilihat-lihat, itu memang kesalahanku, tapi itu salahmu juga karena membawanya lebih jauh dan melukai Kuroko." Katamu sambil tetap berwajah serius lengkap dengan tatapan yang tajam. Kamu masih tak bisa memaafkannya yang telah melukai temanmu itu.
"Kau cerewet sekali. Aku sudah tak berniat untuk membuatmu jadi pacarku. Tapi aku lebih tertarik untuk merenggut kesucianmu, aku penasaran suara dan ekspresi apa yang akan kau keluarkan, wanita jalang. Bagaimana? Mau mencobanya denganku?" Katanya sambil mendekatkan wajahnya yang tengah menyeringai secara perlahan. Melebarkan kedua kakimu dan menahan kedua tanganmu.
Mendengar perkataannya tadi kamu langsung merasa direndahkan, kehilangan ketenanganmu, marah sekaligus takut, kamu meronta tapi percuma, Kamu menarik paksa tanganmu dan tanganmu berhasil menutupi wajahmu.
"L-Lepaskan aku!" Meskipun begitu, tenaganya terlalu kuat. Sasuga anggota reguler tim basket putra. Saat kamu mulai kehilangan harapanmu dan air mata mulai memenuhi kelopak matamu, kamu menutup mata dan nama seseorang langsung tercetak di kepalamu. Kamu berteriak sekuat-kuatnya...
"TAIGA! TATSUYA!"
BRAK!
"(Name)-cchi!" Teriak Kise sambil mendobrak pintu kelas dan berlari masuk.
"Cih, Jangan menggangguku, Ryouta!" Haizaki bangkit dan menarikmu dalam pelukannya.
"Haizaki! Teme... aitsu wa hanarero!" (Haizaki! Kau... lepaskan dia!) Teriak Aomine.
"Zaki-chin, aku akan menghancurkamu." Keluar aura mengerikan dari tubuh pemuda ungu itu.
"Haizaki! Apa yang kau lakukan padanya?! Lepaskan dia-nanodayo!"
"Lepaskan (Name)-san, Haizaki-kun!" teriak Kuroko penuh kemarahan.
Akashi tak berekspresi atau berkata apapun, tapi semuanya terlihat lewat aura membunuh yang dikeluarkannya. Haizaki terdiam, lalu tersenyum, memelukmu makin erat.
"Aduh, ketahuan ya, ayam kecil. Mereka mengganggu kita saja ya?" Mulutmu di bekap oleh lengannya yang kuat.
"Eh?" kata Ryouta sambil membulatkan mata. Dan Anggota Kisedai lain juga tampak terkejut, pupil mereka mengecil bebarengan dengan membesarnya rongga mata mereka, memperjelas warna mata mereka yang beraneka ragam warnanya.
Reader POV
APA YANG MONYET INI KATAKAN?! Jangan percaya apa katanya minna! Sialan! Aku tiba-tiba di bawa kesini olehnya beberapa saat setelah aku keluar dari UKS!
"Seperti kataku, kalian mengganggu kami di saat terpenting kami." Gila nih monyet, Sialan! Lepaskan aku! Monyet bangsat!
"Hhmpf! Hmpfff! GRRRHHH!"
"Oh? Apa? Kau ingin melanjutkannya lagi? Apa boleh buat, kau tidak sabaran yaa... ayam kecil. Ya sudah ya, kami pamit dulu." T-Tunggu! A-apa?! Apa kalian membiarkannya membawaku? Kumohon, jangan percaya begitu saja padanya!
…
Kumohon… jangan biarkan dia membawaku… S-siapa saja... tolong aku!
Tepp...
"Sepertinya dia tak ingin berada bersamamu, Haizaki. Kau membuatnya menangis." ...Akashi?
Author POV
Langkah kalian tertahan oleh genggaman tangan sang kapten pada tanganmu. Lalu Aomine menepuk pundak Haizaki dari belakang.
"Sebaiknya kau tidak cari gara-gara dengan kami, Haizaki brengsek. Atau aku akan membuatmu babak belur. Dengan begitu tak ada satu wanita pun yang sudi mendekatimu." Kata Aomine memasang tampang yang tak kalah sangar dibanding Haizaki.
"Zaki-chin, berbohong itu tak baik. Aku membencimu dan aku akan menghancurkanmu." Kata Murasakibara dengan aura yang lebih mengerikan dari pada tadi.
Saat Haizaki mengangkat tangannya, "Teme!"
Dengan cepat kamu memeluk siapapun yang ada di depanmu, dan itu tentu Akashi, dan meraih baju milik Kuroko di belakangnya, menariknya dan memeluk pemilik baju tersebut. Tentunya mereka berdua terkejut, tapi mereka langsung mengelus punggung dan kepalamu dengan lembut, mencoba menenangkanmu dengan balas memelukmu juga.
Kamu memeluk mereka dengan sangat erat , membenamkan wajahmu di bahu mereka, seluruh tubuhmu gemetar hebat, menarik nafas terasa sangat berat, kamu tak bisa mendengar apapun kecuali detak jantungmu yang sangat keras dan terngiang sampai di telingamu, seluruh tubuhmu terasa dingin, kamu seperti tak mampu berdiri lagi.
Saat kamu akan terjatuh Midorima dengan sigap menggendongmu. BRIDAL STYLE! _/ #abaikan emoticonnya.
'Ringan sekali' pikirnya. Kamu pun langsung menatapnya. Dan dia balik menatapmu setelah memberi death glare ke Hizaki. Pandangannya melembut.
"Tenanglah, (name), kau sudah aman sekarang-nanodayo." Katanya sambil tersenyum lembut.
"Haizaki. Kore wa meere da, jangan ganggu gadis ini lagi." Kata sang kapten memerintah pada Haizaki yang kini pipinya lebam gegara bogem Aomine sukses mendarat di wajahnya.
Tatapannya yang tajam dan sedingin es membungkam Cowok laknat itu dan membuatnya pergi. Dengan begini dia tak akan mengganggu ataupun mengancam keselamatanmu lagi.
Merasa sudah tenang, perlahan kamu pun kehilangan kesadaranmu, tubuhmu semakin lemas dan kamu menyandarkan kepalamu pada dada pria berambut hijau itu.
Yaah... update kilat lagi nih, tetap saja, aku terkejut dengan betapa cepatnya kalian, para readers memberi review di fanfic ini! Astaga... aku terharu... sangat! hiks...
ashidaakane7 : Ini Next nya~
sasamiajeng : Benih-benih cinta~ Ooh... Sampai manakah dikau tumbuh~ #plaak, malah nyanyi. #maaf. Himuro dan Kagami, mereka sedang di Amerika sekarang, jadi kemunculan mereka mungkin lewat telepon akau chat di sosmed. Nggak ketemu langsung. maa membuatmu kecewa.
Choutoru : Wha... makasih udah di masukin ke favorit! seneng deh ^_^ pembagian peran kuusahakan merata, silahkan~ ni next chapternya~
Haaa... ide di cerita ini muncul tiba-tiba... kuharap menarik dan memuaskan kalian... terima kasih atas dukungannya! ^_^/
Ditunggu Reviewnya~
