Title : Love between Devil & Angel
Cast : Kim Jongin, Oh Sehun, Others
Genre : Romance, Fantasy
Chapter: 11/?
- Author Point of View -
Taemin menancapkan pandangannya pada sepasang mata yang kini tengah menatapnya dengan tatapan tajam. Tidak ada kata yang keluar dari bibirnya atau dari bibir Sehun. Mereka hanya saling menatap dan diam tak bergerak.
Perlahan Taemin melangkah mundur meski tanpa melepaskan tatapannya pada Sehun. Iblis cantik itu membalikkan badannya dan melangkah keluar dari semak-semak meninggakan Sehun yang terus mengawasi setiap gerak-geriknya. Sehun menarik napas perlahan ketika bayangan Taemin sudah tak lagi tampak dan hawa pekatnya terasa semakin menghilang. Malaikat itu tertunduk menatap rumput dan mendesah pelan.
" Keluarlah Jonginnie. Kau tahu dia sudah pergi." Ujar Sehun pelan.
Seketika itu juga tampaklah sosok Jongin yang masih terbaring dengan posisi yang sama persis seperti saat Taemin masuk. Jongin mendesah
lega dan mengusap wajahnya perlahan.
" Kau tahu aku masih disini?" Tanya Jongin dengan napas sedikit tersengal karena tegang.
" Tentu saja. Kau pikir aku tidak merasa kau masih memeluk pinggangku sebelum aku terbangun tadi?" Sehun tersenyum kecil.
Jongin mengangguk kecil mendengar jawaban Sehun setelah itu mereka berdua terdiam. Berusaha menenangkan diri dari ketegangan tadi dan berusaha menghapus ketakutan saat iblis tadi menghampiri mereka. Jongin menolehkan wajahnya untuk menatap Sehun. Terlihat sorot kaget dan gugup dari matanya Jongin tahu bagaimana kagetnya Sehun tadi. Dia pasti sangat syok saat mendapati iblis di depan matanya terlebih iblis itu muncul saat mereka berdua sedang bermesraan. Jongin tahu Sehun takut iblis tadi menyadari kehadiran Jongin. Dia tahu Sehun takut hubungan mereka terkuak.
" Sekarang sudah tidak apa-apa." Ujar Jongin pelan seraya mengenggam tangan Sehun. Sehun menatap Jongin kaget tapi kemudian dia berusaha tersenyum dan kemudian mengangguk pelan. Sehun tersenyum lebih lebar berusaha mengusir rasa kaget yang masih hinggap dihatinya.
" Jonginie." Panggil Sehun
" Hmmm?"
" Kau kenal iblis yang tadi itu?"
Mata Jongin sedikit membulat mendengar pertanyaan Sehun. Hatinya sedikit bimbang antara memberitahu Sehun hal yang sebenarnya atau tidak.
" Jongin apa kau mengenalnya?" Ulang Sehun. Jongin mengangguk tanpa mengalihkan tatapannya dari hamparan langit biru yang memayungi mereka.
" Siapa dia? Iblis itu cantik dan seksi sekali." Puji Sehun polos. Jongin tercekat. Sekarang dia benar-benar memikirkan bagaimana reaksi Sehun jika Jongin memberitahunya bahwa iblis yang baru saja dia puji itu adalah mantan pacarnya. Sehun menoleh ke Jongin dan menatapnya dengan tatapan menuntut jawaban.
" Itu- itu Taemin." Jawab Jongin sok tenang.
" APA? YAG TADI ITU Taemin?" Sehun memekik kaget.
Jongin sudah menduga reaksi Sehun akan seperti ini jadi dia hanya diam dan menatap langit menghindari tatapan Sehun yang sudah ditutupi rasa cemburu. Sehun menatap Jongin dengan tatapan kesal seraya mencari sosok Taemin dalam memorinya.
Hidung mancung dengan dagu yang lancip, bibir tebal berwarna merah alami yang terlihat sangat seksi juga sepasang mata dengan sorot sensual. Tubuh yang mungil namun berisi. Pinggang yang ramping dengan sedikit daging dibokongnya. Sehun mendengus kesal saat mengingat betapa sempurnanya sosok Taemin. Sehun melirik tubuhnya sendiri. Bermodalkan pinggang ramping dan bokong montok saja, dia jelas kalah set dari Taemin dan entah kenapa itu membuatnya merasa sangat kesal terlebih lagi saat mengingat bahwa pria semenawan itu adalah mantan pacar Jongin yang dulunya sangat Jongin cintai. Tiba-tiba saja Sehun memukul lengan Jongin. Tidak cukup keras tapi cukup membuat Jongin terkaget.
" Aww. Apa sih?" Pekik Jongin kaget.
Sehun menatap Jongin dengan tatapan penuh cemburu. Menginggit bibir bawahnya sendiri untuk menahan gemas. Jongin bergidik sedikit melihat cara Sehun menatapnya seperti ingin menelannya hidup-hidup.
" Apa saja yang sudah kau lakukan dengannya?" Tanya Sehun cepat dan ketus. Mata Jongin membulat mendengar pertanyaan Sehun tapi cepat-cepat Jongin mengalihkan tatapannya dari kekasihnya.
" Hei." Sehun menarik kembali wajah Jongin sehingga Jongin kembali menatapnya.
" Apa saja yang kau lakukan dengannya? Apa kau berciuman dengannya? Akhhh! Sudah pasti kau berciuman dengannya." Repet Sehun penuh emosi sementara Jongin hanya bisa menatapnya kikuk.
" Apa kau tidur dengannya?" Sehun menyipitkan matanya menatap Jongin dengan tatapan menyelidik.
Jongin bingung. Bagaimana bisa dia menjawab pertanyaan ini? Tapi kalau Jongin tidak menjawabnya bisa-bisa Sehun mengamuk.
" Mmhh..." Jongin menggaruk kepalanya menghindari tatapan Sehun yang membuat bulu kuduknya berdiri. Jongin tahu kalau terkadang pasangan uke bisa sangat menyeramkan tapi dia tidak tahu kalau ternyata Sehunnya juga bisa semenyeramkan ini.
" Kim Jongin, aku bertanya padamu. Kau tidur dengannya atau tidak?" Ulang Sehun lebih tegas dari sebelumnya.
" Kadang-kadang." Jawab Jongin pelan sekali namun masih terdengar jelas ditelinga Sehun.
Sehun terbelalak menatap Jongin sebelum akhirnya meloncat ke atas tubuh Jongin dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan kecil di dadanya.
" Hun, hentikan. Itu sakit sayang." Jongin berusaha menghentikan pukulan-pukulan Sehun di dadanya.
" Biar. Biar kau tahu rasa. Dasar buaya." Sehun terus memukuli Jongin dan menghiraukan keluh kesakitan dari bibir kekasihnya.
" Kenapa kau panggil aku buaya? Waktu itu kan dia masih pacarku jadi apa salahnya tidur dengan pacar sendiri?" Bela Jongin berusaha menangkap tangan Sehun yang terus mendaratkan pukulan-pukulan kecil didadanya.
" Aku juga pacarmu tapi kau tidak tidur denganku." Protes Sehun tak sadar dengan apa yang dikatakannya tapi sebelum malaikat cantik itu menyadari perkataannya Jongin sudah lebih dulu menyadarinya. Jongin berhasil menangkap tangan Sehun dan menghentikan pukulan-pukulan kecil namun menyakitkan itu. Jongin menatap Sehun. Kaget dengan penuturan kekasihnya sementara Sehun membeku saat sadar akan perkataanya. Wajahnya memerah menahan malu. Malu karena akhirnya Jongin tahu kalau dia sebenarnya sangat ingin disentuh Jongin.
" Kalau kau mau kita tidur aku akan menidurimu sekarang juga sayang." Jongin menatap Sehun lekat-lekat.
Sehun merasakan keseriusan terpancar jelas dari suara beratnya. Wajahnya bersemu semakin merah dan terasa panas. Sementara Jongin menatap Sehun lembut dengan kedua matanya menunggu kata 'ya' meluncur keluar dari bibir merah Sehun.
- Sehun Point of View -
Ingin. Sebenarnya aku sangat ingin. Tapi nanti bagaimana resikonya kalau kami ketahuan? Tapi aku sangat menginginkannya. Aku tidak terima kalau Jongin melakukan itu dengan Taemin tapi tidak melakukannya denganku. Aku tidak mau. Aku tidak mau memikirkan bahwa Jongin pernah menyentuh tubuh Taemin dan bukan tubuhku. Lagipula apalagi yang harus kutakutkan? Toh aku tidak akan bisa hamil, toh kalaupun nanti hubungan kami ketahuan kami juga akan dihukum jadi kenapa tidak sekalian saja kami melakukannya?
Kutatap perlahan wajahnya yang sedang menatapku lembut dari balik bola matanya yang berwarna hitam pekat itu. Aku bisa melihat Jongin berharap aku mengatakan ya dari tatapan matanya.
" Lakukan apa yang kau mau Jonginie." ujarku seraya menatap matanya dalam-dalam. Jongin balas menatapku dengan tatapannya yang membuat tubuhku terasa semakin memanas.
" Kau yakin? Aku tidak akan berhenti sebelum aku puas meskipun kau memohon-mohon padaku." Ujar Jongin memastikan jawabanku. Aku merendahkan tubuhku dan kurebahkan kepalaku didadanya.
" Lakukanlah Jonginie." Jawabku. Aku tidak bohong saat aku bilang aku sudah siap.
- Jongin Point of View -
" Lakukanlah Jonginie." Jawabnya mantap membuat jantungku berdetak semakin cepat. Gairah menggebu-gebu dalam hatiku namun entah kenapa tanganku belum juga bergerak menyentuh tubuhya.
Ayolah Kim Jongin apalagi yang kau tunggu? Apalagi yang kau pikirkan? Sehun sudah menyetujuinya. Dia sudah menyerahkan diri sepenuhnya ke pelukanmu apalagi yang kau pikirkan? Bukankah ini yang selama ini kau inginkan? Bukankah saat-saat seperti ini yg selalu kau nantikan? Coba ingat seberapa sering kau menghayalkan kalau hal ini akan terjadi? Seberapa sering kau berharap bisa melakukannya dengan Sehun? Sentuh dia sekarang Jongin. Lihatlah betapa dia menginginkanmu menyentuh tubuh indahnya. Sentuh dia sekarang Jongin kalau tidak kau akan menyesal sepanjang hidupmu. Kau akan menyesal di kemudian hari karena mati tanpa pernah bisa bercinta dengannya.
Kutarik napas dalam-dalam dan Kutepis suara-suara kotor dalam hatiku jauh-jauh. Aku tahu aku sudah lama menginginkan ini. Aku tahu ini yang selama ini aku inginkan. Aku tahu gairahku sudah diatas puncak saat ini tapi...
" Aku tidak bisa Sehuna." Ujarku pelan. Sehun kontan mengangkat kepalanya dan menatapku kaget. Sebelum dia sempat bertanya aku sudah menyumpal bibirnya dengan bibirku. Lama aku menciumnya untuk meredam pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikannya padaku sampai akhirnya aku melepaskan ciuman kami untuk mengambil napas.
" aku tidak bisa sayang." Ujarku seraya menempelkan bibirku lagi sesaat kemudian aku melepasnya. " Aku tidak bisa melakukan lebih dari ini." Kukecup lagi bibir tipisnya yang lembut kemudian kutatap wajahnya yang masih menyiratkan pertanyaan. " Aku tidak mau kau menjalani hukuman yang lebih berat." Kukecup sekali lagi bibirnya dengan penuh kasih.
" Hanya ini yang boleh kulakukan." Bisikku seraya menatapnya dalam.
" Tapi Jonginie kau-"
" Aku bisa menahannya Sehun. Aku bisa menahannya untukmu." Jawabku.
" Tapi Taemin-" Sehun menatapku dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Kutarik kepalanya sebelum dia sempat menyelesaikan perkataannya dan kubenamkan dalam pelukanku.
" Taemin hanya masa laluku. Kau tidak perlu mengingatnya. Yang harus kau ingat adalah betapa besar rasa cintaku untukmu sampai-sampai aku tidak sanggup memikirkan apapun lagi selain kebahagianmu." Ujarku seraya mengusap kepalanya lembut.
Sehun terdiam tak menjawab pertanyaanku dan tak mengangkat wajahnya dari pelukanku. Tapi tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang hangat dan basah didadaku. Kuueratkan pelukanku di tubuhnya dan kukecup kepalanya. Meski tanpa suara aku tahu, kalau saat ini Sehun menangisi perbedaan kami untuk yang kesekian kalinya.
- Author Point of View -
Taeyong melangkah keluar dari lubang langit dan melangkahkan kakinya dengan terburu-buru ke arah gerbang neraka. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sosok malaikat berjubah sutra putih berdiri tak jauh dari tempatnya. Malaikat itu sedang berdiri membelakanginya. Kakinya berjinjit dan tangannya menggapai seperti ingin mengambil sesuatu dari pohon didepannya. Taeyong memerhatikan sosok itu dengan seksama. Sosok itu terasa tak asing baginya melihat cara malaikat itu berpakaian bak penghuni istana surga Taeyong mengira malaikat itu adalah kekasih hyungnya. Taeyong memperhatikan punggung sempit itu dan melihat apa yang sebenarnya malaikat itu lakukan. Taeyong tersenyum kecil kemudian menjulurkan tangannya dan mengambil buah pear yang sedari tadi ingin diincar malaikat cantik ini.
" Ini Se-" Taeyong menoleh menatap malaikat cantik didepannya namun kemudian matanya terbelalak sedikit karena ternyata malaikat ini bukan Sehun. Ternyata Taeyong salah duga. Iblis tampan itu berusaha mengingat wajah cantik yang kini tengah menatapnya bingung. Taeyong mendesah pelan saat berhasil menemukan sosok malaikat di hadapannya dalam memorinya. Malaikat ini yang waktu itu bersama Sehun. Yang waktu itu dia temui saat dia baru saja keluar dari lubang langit. Untung saja dia belum mengucapkan nama Sehun kalau tidak bisa habis dia di bantai Jongin. Taeyong menatap malaikat dihadapannya dengan ekspresi datar seperti biasa sebelum akhirnya membuka mulutnya.
" Untukmu." Ujarnya dingin seraya mengulurkan buah pear itu kemudian berlalu meninggalkan malaikat itu begitu saja.
Sementara Yuta terpana menatapi punggung Taeyong yang semakin menjauh. Rasanya dia masih tidak bisa percaya kalau tadi Taeyong membantunya mengambilkan pear. Malaikat muda itu tersenyum kecil memandangi pear ditangannya.
" Ternyata dia baik juga. Tapi tadi apa katanya? Se? Se apa? Sepertinya tadi dia ingin mengatakan sesuatu?" Gumam Yuta seraya mengingat apa yang tadi dikatakan changmin.
" Ahh, sudahlah yang penting aku sudah dapat pearnya. Lain kali kalau aku bertemu dengannya aku akan berterimakasih. " Gumam Yuta sebelum meninggalkan taman batas dengan senyum manis tersungging di bibirnya.
To Be Continue...
A/N : I'd like to reminding u again babies, that it's absolutely okay to call me Fi or Kak Fi. Don't be shy and for those who keep saying that chapternya krg panjang and bla bla bla sorry i cant satisfy u. Long chapter is not my speciality i tend to write short chapter but keep the up date stable. Sorry not sorry i guess. Anyway babies as always reviews, subscribes and followers are love .
Till next time, pai-pai^^
