SUPER PSYCHO LOVE 11

PREVIEW..

"Apa dia tidur?" Sehun kembali ke meja dimana Kai dan Haowen berada. Ia melihat putranya sudah tertidur dibahu Kai, Sehun berniat mengambil Haowen untuk digendong tapi bocah itu terus memeluk leher Kai.

"Aishh bocah ini, sini biar kugendong. Aku akan menyuruh Woobin untuk menemaninya pulang"

"Tidak usah Sehun, acaranya kan belum selesai. Kasihan Haowen jika harus pulang sekarang dia akan mencarimu nanti"

"Tapi kau sudah kelelahan!" akhirnya Kai menuruti perkataan Sehun. Ia membiarkan Sehun menggendong Haowen yang tertidur dan memutuskan untuk menggendongnya sampai acara selesai.

"Terima kasih Sehun" ujar Kai saat pria itu menyodorkan minuman kepada Kai yang langsung tandas isi nya karena Kai benar-benar kehausan pasalnya ia tidak sempat minum karena Haowen tertidur dipundak nya.

"Ck Sehun..Sehun..dan Sehun..aku ini suamimu setidaknya panggil aku yeobo, suamiku atau sayang" Kai melotot horor menatap Sehun lewat ekor matanya.

"Jangan memaksa!" geram Kai yang hanya dibalas kekehan ringan dari pria itu.

Setidaknya mereka bisa bercanda dan melupakan sebentar tentang masalah pernikahan mereka yang tidak dilandasi cinta ah atau lebih tepatnya hanya Sehunlah yang merasakan.

.

.

.

Pukul 10 malam mereka semua kembali ke mansion minus Baekhyun. Sehun tengah menggendong Haowen yang tertidur menuju kamarnya, sedangkan Kai memasuki kamarnya sendiri untuk mandi dan berganti pakaian lalu tidur.

Kai keluar kamar mandi dengan bathrobe yang melekat pada tubuh tanpa busananya, ia berjalan menuju lemari nya dan betapa terkejutnya ia ketika tak menemukan semua pakaian nya di lemari. Ia berjalan mondar-mandir mencari pakaiannya yang tak kunjung ia temukan hingga ia memutuskan untuk bertanya pada salah satu maid.

Baru saja Kai membuka pintu kamar nya dan berjalan ia sudah menabrak dada bidang seorang pria didepannya. Dan ketika ia mendongak barulah ia tahu siapa pemilik dada bidang tersebut yang ternyata adalah Sehun. Pria itu menatap Kai dengan dahi mengernyit sambil bersedekap.

"Kenapa kau masih ada dikamar ini?"

"M-maksudmu?" Sehun berdecak kesal menatap Kai intens.

"Kau tidak lupa kan jika kita sekarang adalah sepasang suami istri dan tidak seharusnya kita tidur terpisah" dahi Kai mengernyit tak mengerti.

"Ma-maksudmu apa Sehun?" tanya Kai takut-takut, ia mulai mencerna perkataan Sehun dan ia mulai paham apa yang akan dikatakan Sehun selanjutnya.

"Kita akan tidur sekamar mulai malam ini" mata Kai melotot horor, tiba-tiba ia mulai gugup. Ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi setelah ini. Heol Kai kau ini sudah menjadi istri dari Oh Sehun dan sudah kewajibanmu untuk melayani suamimu apalagi ini adalah malam pertama kalian terlepas dari insiden di Jepang kemarin.

Kai menggelengkan kepala nya, ia menolak keras ucapan Sehun barusan. Ia sungguh tidak siap akan hal ini.

"Terserah jika kau memutuskan untuk tidur disini tanpa pakaian dan membuat seluruh penghuni rumah terutama Haowen bertanya-tanya tentang kau yang tidak tidur sekamar denganku" jelas Sehun yang mulai memunggungi tubuh Kai. Pria itu sudah mulai gerah dan ingin segera mandi dan ehem bercinta dengan istrinya tapi harapan nya sia-sia saat tak menemukan Kai dikamarnya alhasil ia mencari Kai yang benar sedang berada dikamarnya sendiri.

"T-tapi Sehun.." Sehun menghentikan langkah nya dan menatap Kai yang sedang menggigiti kuku jari nya. Oke Sehun sekarang mulai tahu kebiasaan buruk Kai saat gugup. Sehun ternsenyum sangat tipis sampai Kai tak dapat melihatnya.

"Kau ingat Kai saat aku memutuskan untuk menikahimu itu berarti aku sudah siap untuk bertanggung jawab atas hidupmu, aku sudah siap untuk menjadi suamimu, pendamping hidupmu. Tapi jika kau menganggap pernikahan ini hanya main-main-"

"Tidak! A-aku tidak bermaksud untuk.." Kai memotong ucapan Sehun. Ia menunduk sambil memegangi bathrobe nya didepan dada, menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya.

"Melakukan pernikahan adalah kewajiban setiap orang dan aku tidak pernah menganggap remeh sebuah pernikahan dan bagiku menikah hanya sekali seumur hidup. Kuharap kau benar-benar bisa menjadi panutanku dan keluarga ini." Sehun hanya mengangguk menanggapi ucapan Kai barusan. Gadis itu berbalik dan menatap datar lantai yang ia pijak.

"Kau tahu..impianku dalam sebuah pernikahan adalah hadir nya ibuku disana untuk memberi pelukan dan ciuman dengan rasa bangga karena aku sudah menemukan pendamping hidup yang baik tapi semua itu tidak bisa tercapai karena ibu... "

Grep..

Sehun tiba-tiba memeluk Kai dari belakang dan membuat Kai sedikit terkejut.

"Mianhae.." hanya kata maaf yang dapat Sehun ucapkan. Ia ingin sekali memberitahu Kai akan keberadaan ibunya tapi ia takut Kai akan bertindak gegabah dan memutuskan menemui ibunya saat Sehun sedang lengah karena itu akan membuat Kai dalam bahaya.

"Tolong temukan ibu.. Aku mohon.." Sehun mengangguk sambil menciumi bahu Kai berusaha untuk menenangkan istrinya.

...

"Aku akan mandi" ucapan Sehun membuat Kai yang tadinya melamun menatap ranjang milik Sehun yang sekarang menjadi ranjang miliknya juga.

"Ha..apa? T-tapi bolehkah aku memakai kamar mandinya dulu untuk berganti pakaian?" alis Sehun menukik tajam mendengarkan ucapan Kai barusan, ia kemudian berbalik menatap Kai tajam dan berjalan kearahnya. Kai baru sadar jika Sehun saat ini sudah topless dan hanya memakai boxer yang dibalut handuk dipinggang nya dan disana Kai melihat dengan jelas beberapa tatto yang Sehun miliki (ingat ch 3 sehun punya tatto banyak ya) , seketika wajah Kai merona.

"Lalu.. Kau ingin tidur begitu saja?" Kai hanya mengangguk, matanya bergerak gelisah saat tak sengaja menatap gundukan ehem diantara hmn selangkangan Sehun. Tiba-tiba Kai merasakan panas menjalari wajahnya.

"Ini malam pertama kita, apa kau tega membiarkan suamimu merana karena menahan sakit em disini?" mata Sehun bergulir menatap kejantanannya yang tertutupi, Kai mau tak mau mengikuti arah pandang Sehun dan wajahnya semakin memanas dan dengan spontan mengibaskan tangan nya didepan wajahnya untuk menghilangkan rasa panas yang menjalar diwajah. Dan Sehun melihatnya, melihat semua dari Kai yang merona dan gugup didepannya. Sehun menyeringai senang karena rencana untuk membuat Kai jatuh hati padanya dalam proses menuju sukses.

"S-sehun...a-apa yang ingin kau lakukan?" Kai perlahan berjalan mundur hingga menabrak pintu kamar saat Sehun terus berjalan menuju dirinya.

"Menurutmu apa yang akan dilakukan seorang suami kepada istrinya di malan pertama mereka hm?" Sehun memajukan wajahnya menuju leher Kai dan mengecupi nya.

"S-Sehunnh" Kai mendesah, Sehun menyeringai puas. Ia telah berhasil menggoda Kai, selanjutnya ia akan membuat ah ani maksudnya membawa Kai pada puncak kenikmatan bercinta.

Ciuman Sehun semakin naik menuju cuping telinga kiri Kai. Sambil merengkuh pinggang Kai, Sehun terus memberikan cumbuan pada leher dan telinga Kai hingga suara berat Sehun terdengar serak ditelinga nya yang membuat ia seketika menyadari bahwa pria itu tengah bergairah.

"I want you bae..I want burn with you tonight" Kai dapat merasakan deru nafas Sehun mulai memburu yang menandakan bahwa pria itu benar-benar sangat bergairah dan menginginkan Kai begitupun Kai saat menyadari jika tubuhnya mulai memanas saat tangan Sehun membelainya, membelai dada hingga belakang lehernya. Sehun dan Kai sama-sama membutuhkan satu sama lain.

Sehun membawa Kai dalam ciuman yang dalam dan memabukkan, Kai terbuai akan sentuhan-sentuhan kecil yang dilakukan Sehun. Ia semakin melenguh saat tangan kekar Sehun meremas dadanya pelan dan membuat ciuman mereka terlepas.

"S-Sehunnh"

"Yeah, desahkan namaku ketika kau merasakan nikmat itu love" Sehun melanjutkan ciumannya pada leher Kai dan kali ini ia sedikit menghisapnya sehingga menimbulkan bekas merah.

Tangan kiri Sehun terus bergerak mengelus punggung hingga tengkuk Kai sedangkan sebelah tangannya ia gunakan untuk meremas lagi kedua buah dada milik istrinya. Sehun tahu ketika Kai atau bahkan dirinya bergairah maka tidak ada kata berhenti sampai mereka bisa menuntaskan nya.

Tangan Sehun yang semula meremas pelan dada Kai mulai turun untuk mencari tali bathrobe yang Kai kenakan dan menariknya turun sehingga membuat tubuh depan Kai terekspos dan Sehun melihat itu, melihat keindahan tubuh Kai dengan kulit tan eksotisnya.

"Aku ingin membawamu menuju dunia kenikmatan yang sesungguhnya, tidak ada paksaan dan tidak ada obat perangsang. Kita akan melakukan nya atas dasar cinta dan keinginan kau tahu?" Kai hanya melenguh dan mengangguk sebagai jawaban, gadis itu sudah dikuasai oleh nafsu, jikapun ia berontak maka percuma saja karena mereka sekarang suami istri dan itu hak dan kewajiban mereka melakukan hubungan intim.

Sehun menyingkap bathrobe yang dikenakan Kai pada bagian dada, tangan nya mulai bermain pada puncak dada istrinya yang tidak tertutupi oleh apapun. Bibirnya yang semula mengobrak-abrik mulut Kai mulai turun pada buah dada yang sangat pas ditangan pria itu, mengecup dan melumatnya secara bergantian sehingga menimbulkan desahan dari kedua bibir sintal Kai yang ia gigit, Kai cukup waras untuk tidak bersuara keras apalagi ini tengah malam.

Lidah Sehun terus bermain pada puting milik Kai dan berakhir dengan Sehun yang menanggalkan bathrobe nya ke lantai.

Udara dingin ac mulai menyapa tubuh polos istrinya, dan dengan reflek kedua tangannya yang semula berada pada bisep dan dada Sehun berpindah menuju area kewanitaannya -yang mulai basah- dan pada kedua belahan dada nya.

Sehun menyeringai, tangan nya menarik tubuh Kai untuk merapat pada tubuhnya. Dan Kai bersumpah jika ia bisa merasakan kejantanan Sehun tengah mengeras saat tak sengaja kewanitaannya membentur kesejatian milik Sehun.

"Kau merasakannya kan? Pusat gairah ku tengah mengeras dan ini karenamu, jadi mari kita tuntaskan" ucap Sehun disertai seringaian mesumnya, Kai hanya diam tak menjawab sampai Sehun menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang King size miliknya.

Niat awal Sehun untuk mandi pupus, pikirnya mandi ataupun tidak ia akan tetap berkeringat saat bersama Kai dan dengan beginipun ia bisa membuat alasan untuk mandi bersama sang istri tercinta usai bercinta nanti pikirnya.

Sehun mulai membuka handuk yang melilit pinggang nya beserta boxer dan celana dalam yang ia kenakan. Seketika mata Kai menatap horor pada kejantanan Sehun, benar-benar besar dan panjang pikirnya. Oke waktu mereka melakukan 'itu' di Jepang Kai dalam pengaruh obat perangsang jadi ia tidak terlalu sadar akan apa saja yang mereka perbuat terutama seberapa besar Mr. P milik Oh Sehun.

Sehun menahan tawa nya saat melihat respon Kai yang berlebihan dengan cara menutup mata, benar-benar gadis yang polos untuk usia Kai yang jika Sehun tidak lupa adalah 23 tahun.

Dengan seringai dan nafsu yang mulai menggebu ia berjalan kearah Kai dan menindih tubuh polos milik istrinya itu.

"Bukalah..aku ingin kita berdua melakukannya dengan sadar, kau akan merasakan tiap inci tubuhku yang akan mengeksplorasi tubuhmu. Aku berjanji akan melakukannya dengan sangat romantis" ucap Sehun sembari menarik kedua tangan Kai yang tengah menutupi mata menuju keatas kepalanya.

Mereka berdua sejenak berpandangan, Sehun tersenyum dengan tulus. Senyuman yang mampu menghilangkan rasa takut akan bercinta pada diri Kai mengingat jika gadis itu pernah trauma dan Sehunlah alasan trauma itu datang dan Sehun pulalah yang akan menghilangkan trauma tersebut.

Sehun membawa Kai pada ciuman mesra nya, ciuman yang dalam dan memabukkan sehingga membuat Kai terbuai.

Sebelah tangan Sehun berada disamping kepala Kai sedangkan sebelahnya lagi mulai bermain-main lagi di kedua belah dada Kai. Rupanya Sehun mencoba merangsang Kai, terbukti ketika tangannya yang sengaja turun membelai kewanitaan Kai yang semakin basah.

"Kau sudah siap?" tanya Sehun. Kai menatap wajah Sehun, kedua tangannya berada di pundak pria itu. Matanya pun bergulir kearah dada sang suami saat mendapati sebuah tatto baru yang tercetak di dada kiri pria itu.

"Ini.." menyadari arah pandang Kai, Sehun tersenyum dan memberikan sebuah kecupan di dahinya.

"Ya..aku mentato nya sebelum hari pernikahan kita, aku ingin kau selalu ada disini selamanya" Sehun tersenyum sambil membawa telapak tangan kanan Kai menuju dada kirinya yang telah tersemat nama 'Oh Kai' disana.

"Kenapa?"

"Karena aku mencintaimu" bisik Sehun tepat berada di telinga Kai dan memberinya sebuah kecupan ringan di pelipisnya.

"Bisakah kita mulai? Kau tahu ini sangat menyiksa jika tidak segera dituntaskan" Kai mengangguk sambil memeluk leher Sehun.

"Lakukan dengan pelan, please.." mohonnya.

"As you wish love.." ciuman dibibir ia berikan untuk membuktikan bahwa ia akan menepati janjinya.

Sehun mempersiapkan dirinya pada Kai, sebelumnya ia sudah memberi treatmen kecil pada kejantanannya. Bagaimanapun mereka melakukannya untuk kedua kalinya dan Sehun tahu rasa sakit itu masih ada pada diri Kai, meskipun Sehun adalah pria yang pro dalam artian ia sangat berpengalaman dalam bercinta ia tidak pernah sekalipun memperdulikan partner tidur nya meskipun ia masih perawan atau tidak ketika ia sudah ditinggalkan oleh sang istri.

Dia laki-laki normal yang membutuhkan pelampiasan, jadi beberapa bulan setelah ia melewati masa kelam nya saat ditinggalkan sang istri pria itu haus akan sex bahkan ia rela membayar mahal asalkan mendapatkan partner sex yang benar-benar virgin. Tapi itu dulu sebelum akhirnya ia sadar akan kelakuan buruknya apalagi ia memiliki Haowen yang masih bayi, dan pula ketika ia bertemu dengan Kai untuk pertama kalinya pria itupun akhirnya mulai berubah.

Sehun memasukkan ujung kejantanannya dalam diri Kai dengan perlahan. Tiba-tiba rasa ngilu dan sakit mendera kewanitaan Kai membuat gadis itu menitihkan air matanya.

Sehun merasa miris menatap wajah kesakitan Kai, ia justru akan menyiksa Kai jika ia melakukannya dengan perlahan. Maka ia menarik wajah Kai yang tadinya bersembunyi di pundak untuk membawanya kepada ciuman hangat nya sebelum akhirnya melesakkan kejantanannya dalam sekali hentakan.

"Hmmhh hiks" Kai memutus ciuman mereka dan menutup mulutnya merasakan rasa sakit yang teramat itu.

"Sshhh relax..jangan tegang Kai. Maaf jika aku menyakitimu, tidak apa-apa menangislah jika kau ingin menangis" Sehun mengusap pelan punggung dan perut Kai berusaha menenangkan nya.

Sehun jadi tidak tega melihat Kai seperti ini, jika begini ia tak kuasa untuk melanjutkan. Ia rela kalau harus bermain solo demi menuntaskan hasratnya. Sehun tahu jika lubang kewanitaan Kai sangat sempit untuk menerima kejantanan Sehun yang ehem big size itu tapi ia mencoba meyakinkan diri agar Kai terbiasa dengan dirinya.

"Tidak apa-apa..kita hentikan saja jika kau tidak sanggup untuk melanjutkan" ucap Sehun sembari mengelus puncak kepala Kai. Pria itu akan mencabut kejantanan nya jika saja Kai tidak menghentikannya dengan memeluk pinggangnya erat.

"Tidak! Lanjutkan saja..aku tahu kau tersiksa. Tidak apa-apa lanjutkan saja, aku sudah mulai terbiasa meski sedikit ngilu"

"Apa kau yakin?" Kai mengangguk, Sehun membawa kedua lengan Kai untuk mengalung ke lehernya.

"Lakukan apa yang kau mau Sehun, jangan ditahan" Kai melanjutkan ucapannya, ia tersenyum menatap Sehun. Untuk kali ini biarkan Kai mengalah, Sehun sudah menepati janjinya untuk melakukan nya dengan perlahan tapi Kai tahu jika gaya bercinta Sehun tidak seperti ini, maka ia putuskan untuk mengalah demi menyenangkan hati Sehun. Kai cukup senang karena Sehun semakin baik memperlakukan dirinya dengan lembut dan tidak tergesa-gesa karena jika pria itu bermain kasar maka yang ada Kai akan semakin membenci Sehun.

Setelah mendapat persetujuan Kai, Sehun mulai bergerak dengan instingnya tanpa perlu melukai Kai. Ia memulai dengan tempo pelan dan sedikit demi sedikit menaikkan tempo in out nya saat mendengar Kai mendesah nikmat, dan barulah ia sadar bahwa ia telah menemukan titik kenikmatan sang istri.

"Janganh ditahan love..mendesahlah jika kau ingin mendesah" Sehun menarik wajah Kai dipundaknya dan membawa nya pada pergulatan lidah saat dirasa puncak klimaks nya akan datang.

"T-tapiih Haowenh dan..orang-orang akan mendengarnya" Sehun menggelengkan kepala.

"Tidak akannh karena kamar ini jauh dari kamar Haowen danhh keempat bodyguard kuhh"

"Angghh"

"Sebut namaku love" ujar Sehun yang semakin menaikkan tempo dorongan nya.

"Aannhh Se-hunnhh" desah Kai dengan nafas tersengal saat mereka berdua mencapai puncak nya. Nafas kedua nya memburu, bahkan tubuh Kai sempat melengkung keatas saat Sehun memberikan dorongan terakhirnya.

Jeda sejenak, Sehun terkekeh sambil mengecupi wajah berkeringat istrinya yang menampilkan rasa puasnya membuat Kai mengernyit bingung.

"Kau sangat hebat love.." Kai tak menanggapi, ia terus memeluk leher Sehun saat pria itu mulai mencumbu nya lagi, tangan-tangan nya terus bermain pada dada dan bokong nya. Kuluman singkat Sehun berikan pada dada Kai sesaat sebelum akhirnya ia membalik tubuh Kai untuk melakukan ronde berikutnya.

"Kau tidak berfikir ini sudah berakhir kan love..?"

"Hmn tidak!"

"Bagus, kau sudah siap rupanya" Sehun menyeringai lalu menciumi punggung polos Kai. Tak henti-henti nya Sehun mengumpat dan memuji betapa indahnya tubuh tan istrinya ini, sungguh menyenangkan hati.

Sehun mulai memasukkan kejantanan nya lagi pada diri Kai, ia menciumi punggung hingga pundak istrinya itu lalu mengajaknya untuk berperang lidah lagi. Meski agak kesusahan karena Kai harus memiringkan kepalanya kebelakang tapi percayalah ini sungguh menggairahkan bagi Kai.

Sehun terus meng in out kan kejantanan nya sesekali membuka lebar sebelah paha Kai agar mempermudahkan nya untuk terus mengeluar masukkan kejantanannya pada kewanitaan istrinya.

Kegiatan itu terus berlanjut hingga kedua nya mendesah hebat saat mencapai puncak untuk kedua kali nya. Sperma Sehun sungguh luar biasa banyak hingga meluber keluar membasahi kewanitaan nya dan sprei diranjang king size tersebut.

Tanpa bicara dan memberi jeda seperti tadi Sehun mulai membalik lagi tubuh Kai hingga terlentang lalu mengangkat nya kepangkuan dan langsung memasukkan kejantanannya kedalam diri Kai. Sempat terkejut atas tindakan buru-buru Sehun tapi beberapa detik kemudian Kai menikmati permainan Sehun. Pria itu benar-benar melakukan apa yang pria itu inginkan pada dirinya dan tanpa ditahan-tahan lagi.

"Ahh S-Sehunnhh"

"K-Kaiihh" dan desahan terakhir mereka menandakan bahwa mereka telah orgasme untuk ketiga kali nya.

"T-tungguh Sehunnh..sebelum kau melanjutkan nya biarkan aku bernafas sejenak, kau terlalu terburu-buru" Ucap Kai yang memegang lengan Sehun yang akan merebahkan tubuhnya lagi untuk melanjutkan sesi bercinta mereka selanjutnya.

"Maafkan aku love..kau pasti kelelahan karena ku" Kai mengangguk, jujur memang ia sangat lelah saat ini. Tiga kali orgasme membuat nya kelelahan, berbeda dengan Sehun yang seakan stamina nya tak pernah habis padahal dari tadi Sehun selalu aktif pada tubuh nya.

"Apa kau ingin berhenti?" Kai ingin sekali mengatakan iya tapi ia urungkan saat melihat titik gairah Sehun masih mengeras. Dan Kai tahu pasti Sehun masih membutuhkan nya.

"Tidak, kita bisa melanjutkan asal kau memberiku waktu tiap kali kita klimaks. Aku tahu aku sudah mulai terbiasa dengan kejantananmu tapi rasa lelah dan ngilu itu masih ada Sehun jadi please beri aku waktu" Sehun mengangguk dan mengecup ringan wajah Kai yang berkeringat lalu memeluknya.

Setelah dirasa Kai sudah mulai bersiap kembali Sehun membawa tubuh sang istri keatas tubuh nya yang terlentang. Rupanya pria itu ingin menjadikan Kai sebagai women on top.

"Anngh.." desah Kai saat Sehun membantunya memasukkan kejantanannya. Dalam posisi seperti ini Kai bisa merasakan kejantanan sang suami masuk dengan sempurna kedalam dirinya.

"Cobalah untuk bergerak, aku akan membantumu" Kai menganggukkan kepalanya patuh. Kedua telapak tangan Sehun sudah berada di pinggang nya dan membantu Kai untuk bergerak keatas dan kebawah. Desahan dan erangan kedua nya memenuhi seisi kamar yang semakin panas tersebut bahkan ac pun tak dapat mendinginkan hawa panas yang diciptakan oleh sepasang anak adam tersebut.

Kegiatan panas mereka terus berlanjut hingga jam digital yang berada di nakas kamar mereka menunjukkan pukul 02.55, hampir pukul 3 pagi mereka melakukan kegiatan seks mereka dan Kai memuji stamina Sehun yang luar biasa, tidak bisa disamakan dengan dirinya yang sudah kelelahan bahkan tubuhnya kini merasa seakan remuk ditimpa beton.

Kini mereka berbaring bersama dengan Sehun yang memeluk tubuh telanjang sang istri dari belakang, membiarkan Kai yang sudah mengarungi mimpi. Sehun lantas menyelimuti tubuh polos mereka agar tetap hangat meskipun bagi Sehun tanpa selimut ia masih bisa bertahan dari hawa dingin yang terpenting ada Kai disisi nya yang setia memeluk nya.

Sebelum menyusul Kai dalam dunia mimpi, Sehun menyempatkan diri untuk melihat jam dan seketika senyum nya mengembang tatkala memikirkan bahwa mereka telah melakukan sesi bercinta yang paling hebat dengan waktu kurang lebih 5 jam lamanya, betapa bangga nya Sehun memiliki Kai yang mampu mengimbangi permainan nya meski ia rela memberi jeda berapa lama pun untuk sang istri tercinta.

.

.

.

Morning..

06.45

Bias cahaya dari jendela yang gorden nya telah terbuka membuat mata Kai serasa ditusuk oleh ribuan cahaya yang membuatnya mau tak mau membuka mata lalu mengucek nya pelan.

"Morning.." sapa suara berat disamping nya. Kai menoleh dan mendapati Sehun yang tengah duduk disamping ranjang dengan secangkir teh hangat yang menenani nya.

"Hmm morning" jawab Kai dengan suara serak nya yang membuat Sehun terkekeh geli mengingat suara-suara dan desahan yang mereka buat semalam membuat suara Kai berubah menjadi serak.

"Uggh.." Kai baru akan bangun tapi tubuhnya seakan menolak, punggung nya terasa patah dan tidak bisa digerakkan.

Sehun menatap Kai khawatir, ia mengusap punggung Kai pelan sembari sesekali memijat nya.

"Tidurlah lagi..aku tahu kau masih lelah, tapi sebelum nya sarapanlah terlebih dahulu" Kai mengangguk patuh, ia berusaha bangkit dengan dibantu Sehun.

Tiba-tiba ia merasa jika dadanya terasa dingin ia segera menundukkan kepala nya dan melihat kebawah. Seketika wajah nya merona saat mengetahui jika selimutnya melorot, buru-buru ia naikkan selimut nya lalu menatap Sehun takut-takut.

"Tak perlu kau tutupi, kita suami istri dan semalam aku sudah mengeksplorasi tubuhmu jadi tidak ada tempat sama sekali yang terlewatkan dari setiap inci tubuhmu" Sehun menyeringai sambil menekan pelan leher Kai yang terdapat bercak merah disana.

Kai menggigit pelan bibir nya dan berusaha mengacuhkan Sehun yang menggoda nya dengan mengambil nampan yang berisi roti bakar dan susu lalu memakan nya.

Mata Kai melotot dan ia hampir tersedak saat menyadari bahwa Sehun masih telanjang dan hanya menggunakan selimut untuk menutupi 'itu' nya, bahkan Kai bersumpah jika ia bisa melihat sedikit kejantanan nya menyembul dari balik selimut.

"Ya tuhan Sehun celana dalammu! Kau tidak memakai nya! Kau menerima semua makanan ini dengan keadaan seperti itu?!" Sehun hanya tertawa melihat ekspresi yang ditunjukkan dari wajah Kai, ekspresi terkejut yang sangat Sehun sukai. Maka dari itu Sehun suka sekali menggoda Kai seperti ini.

"Tenang saja love..aku tadi memakai bathrobe, aku hanya gerah dan ingin sekali mandi tapi aku tidak ingin mandi sendirian jadi aku menunggumu bangun" wajah Kai bersemu merah, tiba-tiba ia teringat akan pergumulan mereka semalam. Kai akui jika semalam adalah malam bercina mereka yang paling dahsyat.

"Hei apa yang kau pikirkan? Aku hanya ingin mengajakmu mandi, mandi dalam hal yang sebenarnya jadi kau jangan takut jika aku melakukan itu denganmu di kamar mandi" ujar Sehun disertai senyum idiot nya atau lebih mirip seringaian.

"Sialan.." desis Kai. Yah jangan salahkan Kai juga dong jika ia berfikiran kalau Sehun akan melakukan nya lagi di kamar mandi mengingat pria di depan nya ini sungguh luar biasa mesum nya.

Sehun tertawa keras menatap wajah Kai yang semakin merona malu. Sialan Sehun ini, pikirnya.

Dan entah perasaan apa ini? Kenapa hati Kai sedikit demi sedikit merasa hangat dan nyaman disamping Sehun. Mengapa ia bahagia dan nyaman saat melihat tawa lepas Sehun seperti ini? Tanpa sadar Kai tersenyum senang, dan senyum itu seketika lenyap saat mendengar tawa Sehun semakin menjadi dan barulah Kai sadar jika pria itu mengejek nya.

"Sialan sekali kau.." Kai yang geram pun akirnya mengambil roti bekas gigitan nya lalu memasukkan roti itu kedalam mulut Sehun yang menganga lebar. Sehun yang menerima suapan atau sumpalan roti itu seketika terdiam lalu tertawa lagi bahkan tubuh nya berguling kesamping mengenai kaki Kai.

Kai yang merasa kesal terus ditertawai mulai memukul pelan tubuh Sehun dan berdoa supaya roti yang ada di mulut nya menyangkut di tenggorokan.

Dookk..

Dookk..

Dookkk..

"Daddyy... Mommyyyy.. Apa kalian masih tidur?"

"Dad..mom.. Ayo kita jalan-jalan.."

Suara teriakan Haowen diluar membuat sepasang suami istri itu membulatkan mata nya horor bahkan Sehun benar-benar tersedak. Ingin nya sih Kai menertawakan tapi ia urungkan ketika melihat pintu yang digedor itu akan terbuka atau tidak pasal nya Sehun lupa tadi setelah pelayan nya mengirim sarapan ke kamar mereka ia lupa telah mengunci nya atau belum..? Kai dan Sehun saling bertatapan, Sehun mengendikkan bahu saat mata Kai menatap mata nya dan seakan bertanya 'kau mengunci pintunya atau tidak?'

Cklek klek..

Mereka bernafas lega saat bocah bernama lengkap Oh Haowen itu mencoba membuka pintu tapi tidak berhasil. Berarti pintu nya dikunci, pintar kamu Oh Sehun!

"Daaaddd..Mooomm Haowen ingin jalan-jalan dengan kaliaaann.." suara Haowen nengalihkan perhatian kedua nya, Sehun dan Kai kalang kabut.

Kai buru-buru menyelimuti tubuhnya dengan selimut hingga batas kepala dan berpura-pura tidur sedangkan Sehun segera meminum teh nya dan beranjak menuju pintu tapi teriakan Kai menghentikan nya.

"Sehun pakai celana dalammu!"

"Ah ya..hampir saja" Sehun terkejut dan segera mengambil bathrobe yang ia buang kesembarang arah. Ingin nya sih mengambil handuk yang ia pakai semalam tapi handuk itu hilang entah kemana dan mungkin alangkah baik nya ia memakai bathrobe saja ya jaga-jaga jika Haowen mencium aroma tubuhnya misalnya.

Sehun membuka pintu dan segera berjongkok untuk menggendong Haowen. Mengajak nya untuk pergi dari kamar nya tapi bocah itu menolak ketika mata nya tak sengaja melihat gundukan di tempat tidur yang ia yakini mommy nya.

"No dad.. Aku ingin membangunkan mom agar kita bisa jalan-jalan bersama"

"Jangan hari ini ya Hao, karena mommy mu sedang tidak enak badan. Mommy mu kecapekan, kau tahu sendiri kan kalau mom sama dad baru dari Jepang dan besok nya mom sama dad menikah" seketika wajah Haowen berubah cemberut.

"Yahh..padahal hari ini Haowen ingin jalan-jalan sama mommy dan daddy" ujar nya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Hmm bagaimana kalau nanti sore saja, mungkin mom nanti agak baikan. Lagian Haowen apa kamu tega melihat mommy mu sakit, kalau dia sakit dia tidak bisa menemanimu bermain seperti biasa nya"

"Hmm baiklah dad, kalau begitu ayo ke dapur dan menbuat makanan yang enak buat mommy agar mommy cepat sembuh" Sehun mengangguk pelan lalu menurunkan Haowen di ruang tv.

"Haowen nonton tv dulu ya, daddy mau mandi sebentar"

"Ugh daddy belum mandi! Pantas bau nya aneh" Sehun tersenyum masam, jangan-jangan Haowen mencium bau tubuh nya yang sehabis bercinta ini. Batin nya.

Sehun segera pergi meninggalkan haowen menuju kamar nya, disana ia menemukan Kai yang tengah bersiap memasuki kamar mandi dengan tubuh lunglai yang dibalut bathrobe.

"Mandi bersama hum" Sehun menyeringai sambil mendekap bahu Kai disampingnya.

"Tidak..!"

"Kalau begitu aku mandi duluan" Sehun berlari memasuki kamar mandi mendahuli Kai.

"Yak! Sehun aku ingin mandi!" Sehun membuka sedikit pintu kamar mandi lalu menyembulkan kepala nya disana.

"Aku juga..kau tahu kan kalau dari kemarin aku tidak mandi, dan sekarang Haowen menungguku untuk memasak bersama" Kai menghela nafas pelan, kalau mendengar nama Haowen disebut mau tidak mau ia harus mengalah.

"Hm baiklah tapi cepatlah" Kai berbalik memunggungi Sehun bermaksud untuk menunggunya di sofa tapi Sehun menarik sebelah tangan nya.

"Apalagi?"

"Mandi bersama saja!" Sehun segera menggeret tubuh Kai memasuki kamar mandi. Dan mereka pun mandi bersama, ya mandi dalam artian sebenarnya, memang kalian memikirkan apa? Ugh ok Sehun memang sedikit menggoda Kai didalam dengan ciuman dan um sedikit cumbuan tapi tidak sampai kebagian inti karena Kai sudah lebih dulu meninggalkan Sehun dengan satu tinjuan diperutnya. Rasakan! Batin Kai.

.

.

.

.

.

Dan.. to be continue...

Nih nih.. FF nya apdet kan.. Cepet kaann..

Yo yo di review yang banyak biar fast update nyaa..