SYMBOL OF REVENGE
Chapter#11
NARUTO VS ROSSwEISSe
Rate: M
.
.
.
Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], High School DxD [Ichie Ishibumi]
Genre: Fantasy, Adventure, Action, Romance, Drama, Martial Art
Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC
Pairing: ?
Summary:
Penyelamat? Pahlawan? Ksatria? Tidak… Aku tidak tertarik menjadi sesuatu semacam itu… Hanya dendam.. Dendam yang kubawa sejak perang besar antara Kerajaan Kerajaan besar.. Perang yang menghancurkan kebahagiaanku… Dendam ini berubah menjadi sumber kekuatan.. Dan dengan kekuatan ini, akan kutuliskan namaku di kepala para Raja itu.. diriku sebagai symbol pembalasan dendam..
Don't Like Don't Read
Ide ini muncul setelah author mendengarkan lagu opening No Game No Life.. Entah kenapa.. Padahal gak ada hubungannya sama cerita ini..
Jangan lupa review, favorite follow!
.
.
.
.
.
20 Oktober X672
"Sore kemarin, jasad Kakuzu yang sudah tidak bernyawa telah ditemukan di pinggiran kota tanpa adanya jejak seseorang telah meninggalkannya disana.."
Dulio mengucapkannya sebelum dia menyeruput teh yang ada di meja di hadapannya saat ini. Dia dan Azazel kini tengah berada di ruangan Kepala Sekolah dan tengah membicarakan kejadian janggal yang terjadi sore kemarin.
"Hmmm.."
Azazel hanya memejamkan matanya sebelum membalikkan kursi berputarnya menghadap ke jendela besar di belakangnya. Setelah itu, dia menatap keluar jendela melihat murid murid Akademi sudah banyak yang memasuki gerbang. Berita mengenai penangkapan Kakuzu ini telah disebarkan ke masyarakat luas agar masyarakat bisa secepatnya tenang dengan telah ditangkapnya Kakuzu yang merupakan seorang buronan kelas S namun sampai sekarang pihak Aincrad masih belum menjelaskan detail penangkapannya dikarenakan kejadian janggal tersebut.
"Kejadian kemarin bisa menjadi sebuah kode atau pertanda dari suatu bencana yang akan datang di masa depan," kata Dulio meletakkan cangkir tehnya di meja.
Azazel masih diam tak membalas kata kata Dulio.
"Menurut sensei sendiri… Siapa yang sanggup membawa Kakuzu saat pertarungan lalu pergi ke pinggiran kota bahkan tanpa kita sadari?"
Tanya Dulio yang membuat Azazel memutar kembali kursinya menghadap Dulio yang duduk di sofa tamu.
"Akatsuki… Old Maou Fraction… Qlippoth… Dark Research Tower… White Wolf… Entahlah, begitu banyak kelompok penyihir yang berisikan anggota anggota berkekuatan gila saat ini. Bahkan nama nama terkenal seperti Shalba Beelzebub yang merupakan anggota Fraksi Raja Iblis Lama kini sering terdengar di berita akan kebrutalannya serta rencana rencana jahatnya.."
Setelah Azazel menyebutkan nama nama organisasi tadi, ada satu nama yang membuat Dulio menjadi antusias karena dia pernah membacanya di sebuah surat kabar.
"White Wolf… Bukankah kelompok itu adalah kelompok berisikan tiga orang penyihir bertopeng tak dikenal yang menurut rumornya bahkan telah melakukan kejahatan brutal di kawasan perbatasan Kerajaan Aincrad dan Kerajaan Silver?"
Tanya Dulio sedikit mengernyitkan alisnya karena penasaran.
"Ya… Dari info yang kudapatkan, bahkan mereka bertiga pernah melawan 1 Great Class Wizard, 10 High Class Wizard beserta 400 pasukan dari Kerajaan Silver dan yang hebatnya mereka mampu membantai kesepuluh penyihir tingkat tinggi itu serta seluruh 400 pasukan berarmor dan bersenjata sihir. Namun beberapa bulan belakangan ini, nama mereka tak pernah terdengar lagi…"
Setelah mengatakan hal tersebut, Azazel menoleh ke arah Dulio yang sudah mengangkat kedua alisnya cukup terkejut saat mendengar cerita Azazel. "Hmm.. Mengerikan juga.. membunuh seorang Great Class Wizard dan bahkan 10 High Class Wizard yang katakanlah mungkin setara dengan satu atau dua Ultimate Class Wizard sekelas Azazel sensei bukan?"
Ya, fakta bahwa Azazel merupakan seorang Ultimate Class Wizard memang benar. Kekuatannya diakui oleh Kerajaan Aincrad. Di antara semua penyihir yang ada di Aincrad, mungkin Azazel merupakan salah satu dari 5 jajaran penyihir teratas di Kerajaan ini. Namun bahkan baginya yang merupakan seorang Ultimate Class Wizard tetap saja kesulitan untuk menghadapi 10 High Class Wizard sekaligus apalagi bila ditambah 400 pasukan berarmor dan bersenjata sihir yang mungkin selevel dengan Low Class Wizard atau mungkin ada sebagian yang setara Medium Class Wizard.
"Tidak salah lagi… Mereka bertiga memang pantas menyandang trio buronan SS Class,"
Tingkatan Kelas Penyihir:
Basic Class Wizard
Low Class Wizard
Medium Class Wizard
High Class Wizard
Great Class Wizard
Ultimate Class Wizard
Tingkat Bahaya Buronan:
C Class
B Class
A Class
S Class
SS Class
SSS Class
"Hmm… SS Class ya? Artinya mereka bertiga mungkin setara dengan satu atau dua Ultimate Class Wizard ya?"
Dulio kembali meminum tehnya yang ada di meja. Dia mencoba kembali mengembalikan ketenangannya setelah cukup terkejut dengan cerita Azazel.
"Tidak hanya itu… Menurut rumor, katanya mereka itu bahkan seumuran atau lebih mudah setahun dua tahun darimu, Dulio."
UHUKK
Dan kali ini pernyataan Azazel membuat Dulio nyaris menyemburkan teh yang barusan diminumnya.
"Lebih muda dariku… terlebih juga mereka buronan SS Class, hmm… mereka pasti sangat berbakat. Jika mereka bergabung dengan Kerajaan, masa depan mereka pasti cerah. Lalu apa yang mendasari mereka bertindak kejahatan?"
"Entahlah.. Pertanyaan itu juga masih merupakan pertanyaan yang tak bisa kujawab mengenai mereka,"
Jawaban Azazel nampaknya cukup menghentikan niat Dulio yang berniat bertanya lebih jauh.
"Bagus jika kau merasa tertarik dengan lawan lawan seusiamu yang memiliki bakat besar sama seperti dirimu, tapi lupakanlah untuk saat ini… Kurasa mereka tidak memiliki hubungan dengan Kakuzu,"
"Hmm.. Jadi menurut sensei sendiri, siapa dalang dibalik kejadian janggal kemarin?"
Pertanyaan Dulio langsung melintas di kepala Azazel. Dia terbayangkan satu wajah yang takkan pernah bisa dilupakannya. "Hidan dan Kakuzu… Menurut info yang kudapat, mereka sempat berhubungan dengan salah satu organisasi kehajatan Benua yang setara dengan Old Maou Fraction dan namanya juga sering kita dengar…, Akatsuki."
Dulio mengerutkan dahinya mendengar nama 'Akatsuki'. Dia langsung teringat mengenai dokumen dokumen lama yang pernah dia baca tahun lalu. Pada waktu itu, dia diberi kesempatan untuk masuk ke dalam perpustakaan Kerajaan di dalam Istana Pusat. Dia menemukan data data buronan yang nama nama nya disembunyikan sejujurnya dari Kerajaan. Dan salah satu dari sekian buronan itu mencatat seorang buronan yang berasal dari Kerajaan Aincrad dan merupakan mantan salah satu lulusan terbaik Aincrad Academy pada tiga tahun yang lalu.
"Kalau aku tidak salah… Akatsuki merupakan organisasi kejahatan yang diciptakan oleh mantan murid dari salah satu 3 Sannin Legendaris, seorang Ultimate Class Wizard yang menempati 5 teratas sama seperti Azazel-sensei, Jiraiya-sama. Dia kini merupakan salah satu tetua Aincrad yang tengah berkelana.. Tak hanya itu, pemimpin Akatsuki ini juga salah satu lulusan terbaik Aincrad Academy pada masa tiga tahun yang lalu atau katakanlah dia lulus tepat saat aku baru masuk ke Akademi ini.."
Ketika Dulio mengatakan semua informasi yang diketahuinya, Azazel hanya menarik nafas sambil mengingat ingat wajah pemimpin Akatsuki.
"…Yahiko."
Nama tersebut sejujurnya tidak begitu mengejutkan Azazel karena yang ditakutkan dirinya bukanlah pemimpin aslinya melainkan pemimpin yang ada di balik layar kepemimpinan Yahiko.
"Eye of Destiny… [Rinnegan], kau pasti tahu kan?"
Tanya Azazel sambil memejamkan matanya begitu menyebutkan kata Rinnegan.
"Ya… Aku tahu itu, kekuatan mata yang sama dengan milik Klan Bangsawan Uchiha, [Sharingan]. Rinnegan hanya bisa didapatkan ketika pemilik darah Uchiha juga memiliki darah atau sel dari Klan Bangsawan Senju. Dan dikatakan juga untuk memenuhinya juga terdapat syarat lain, dimana Uchiha tersebut harus sudah mampu mengaktifkan sihir bentuk kedua [Sharingan]…, yang disebut [Mangekyou Sharingan]. Akan tetapi dibutuhkan syarat juga untuk mengaktifkan [Mangekyou Sharingan] yaitu.. sang pengguna harus merasakan kesedihan yang teramat luar biasa sebagai pemicunya… Bahkan setahuku, Rinnegan dikatakan mampu menyerap semua sihir atau katakanlah membuat semua sihir tak berguna di hadapan mata tersebut,"
Penjelasan Dulio tersebut memang sudah cukup menjelaskan bagaimana cara mendapatkan [Rinnegan], akan tetapi masih ada kekurangan dari sedikit penjelasan Dulio tersebut. "[Mangekyou Sharingan] adalah sihir terkuat klan Uchiha yang bahkan bisa memutarbalikkan fakta hingga mengatur takdir dengan pengorbanan mata. Namun pemakaian yang berlebih juga dapat memberikan efek samping kebutaan.. Oleh karena itu diperlukan adanya pengorbanan mata dari Uchiha lainnya untuk mendapatkan [Eternal Mangekyou Sharingan] yang tak memberi efek. Setelahnya, dengan sel klan Senju… yang tercampur dalam tubuh pengguna [Mangekyou Sharingan], dia akan mampu mengaktfikan bentuk perubahan sempurna yaitu Eye of Destiny, [Rinnegan]. Dengan seorang pemilik [Mangekyou Sharingan], kuyakin dia bisa menjadi Great atau bahkan Ultimate Class Wizard lalu bayangkan jika orang tersebut juga memiliki [Rinnegan] yang dikatakan setara dengan artefak kuno [Longinus].."
Jelas Azazel panjang lebar.
"Dan saat ini setahuku Uchiha hanya memiliki tiga pengguna [Mangekyou Sharingan], pertama.. pemimpin klan mereka, Uchiha Fugaku… Lalu salah satu pemimpin SPKK (Satuan Penyihir Keamanan Kerajaan) yaitu Uchiha Shisui yang tiga tahun lalu merupakan Ketua Dewan Siswa Akademi sekaligus saingan dari Yahiko, dan terakhir salah satu murid tahun kedua saat ini, Uchiha Itachi."
Ucap Dulio menyebutkan semua nama nama pemilik [Mangekyou Sharingan]. Dia menghela nafas mengingat bahkan Itachi dengan [Mangekyou Sharingan] miliknya mampu setidaknya sedikit mengimbangi serangan serangan Tobio yang merupakan pemilik [Longinus]. Dulio kemudian melanjutkan,
"Bayangkan sensei.. Bila ada percobaan penggabungan sel sel Senju dengan darah Uchiha.. pasti mereka bisa menciptakan sekumpulan pemilik [Mangekyou Sharingan] dan [Rinnegan]. Bisa saja mereka menciptakan satu pasukan khusus berisikan 10 sampai 15 orang dengan kekuatan [Mangekyou Sharingan] dan [Rinnegan].. Hahhh~.. Bahkan kurasa satu hingga tiga pemilik [Longinus] sekaligus pun akan sekarat bila harus menghadapinya.."
Azazel menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin… Eksperimen itu pernah dilakukan tapi kemungkinan tertinggi dari keberhasilannya hanya 0,001 persen saja.."
Dulio mengangkat kedua alisnya cukup terkejut. Dia bahkan tak mengetahui informasi mengenai adanya eksperimen tersebut, yang artinya.. apa yang dikatakan Azazel barusan merupakan sebuah rahasia.
"Bagaimana dengan menikahkan seorang Uchiha dengan Senju?" tanya Dulio kepada Azazel.
"Kemungkinan itu bisa terjadi… tapi dari semua pernikahan yang terjadi antara Uchiha dan Senju. Entah kenapa anak yang lahir dari keduanya justru tak memiliki kekuatan Uchiha ataupun Senju sama sekali.."
Sangat aneh. Namun dari data yang ada, memang benar adanya kejadian tersebut. Anak yang lahir dari Senju dan Uchiha bahkan tak mewarisi kekuatan dari salah satunya atau tepatnya anak tersebut hanya akan menjadi anak biasa yang tak berbeda dengan anak anak lainnya.
"Hooh.. Hmm.. Jadi siapa pemilik Rinnegan yang merupakan pemimpin dibalik layar Akatsuki tersebut?"
Azazel membalikkan tubuhnya menghadap jendela sambil membayangkan wajah dari pemilik nama yang akan disebutkannya.., "Namanya adalah Nagato…"
"? Hmm.. Akan kuingat namanya.. Akan berbahaya bila suatu saat aku harus bertarung dengannya,"
Azazel tersenyum beberapa saat kemudian..
"Kau tidak perlu khawatir begitu… Memang [Rinnegan] mampu menyerap kekuatan sihir namun bahkan untuk sihir sekelas [Longinus] kurasa [Rinnegan] pun akan tetap kesulitan.. Semuanya kembali kepada kekuatan dasar penggunanya, apakah dia mampu memaksimalkan kekuatan [Rinnegan] hingga dapat menyerap serangan [Longinus] atau tidak…"
Dulio kembali mengangkat alisnya sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. Lalu tak lama kemudian, sebuah pertanyaan kembali melintas di kepalanya..
"Nagato… Bagaimana cara atau darimana dia mendapatkan [Rinnegan]? Dia bukan keturunan Uchiha.. Bahkan dia tak memiliki [Sharingan].."
"Entahlah.. Selama ini orang yang tercatat dalam sejarah yang mampu mengaktifkan [Rinnegan] hanyalah leluhur Uchiha dan salah satu pendiri Aincrad, Madara Uchiha.."
Dulio menghabiskan tehnya yang tersisa lalu menoleh ke arah jam dinding yang mengisyaratkan bahwa sebentar lagi kelas akan dimulai. "Hmm.. [Rinnegan]…"
"Yang jelas masalah ini secepatnya akan aku urus… mengenai Kakuzu yang tiba tiba hilang dan ditemukan di pinggiran kota,"
Kata Azazel. Sejujurnya kejadian ini merupakan pukulan telak baginya yang dianggap merupakan salah satu Ultimate Class Wizard yang dimiliki oleh Aincrad sekaligus pimpinan tertinggi organisasi besar, Grigori. Dia sedikit kesal karena bahkan dia tak mampu merasakan kehadiran yang mampu membuat dirinya kehilangan Kakuzu saat pertarungan.
"Sebaiknya kau kembali ke ruanganmu segera.. Aku juga masih harus menentukan murid murid yang akan kita bawa sebagai perwakilan Akademi di malam pesta Kerajaan di Istana pada 5 hari lagi," kata Azazel membuat Dulio teringat akan tugas tugasnya yang menumpuk menjelang malam pesta Kerajaan di Istana Pusat.
"Ughhh.. Aku hampir lupa.."
Azazel membalikkan tubuhnya kembali menghadap Dulio. "Hmm.. Lalu bagaimana dengan utusan Kuou? Kapan mereka kembali ke Kuou?"
"Hmm? Mereka akan kembali ke Kerajaan Kuou siang nanti.."
.
.
.
.
.
xxx0xxx
"Uwoooo..! Uwaaaaa!"
Terdengar berbagai macam suara teriakan sorak sorai di bangku penonton yang ada di gedung latihan. Pagi hari ini kelas A, B, C dan D tahun pertama akan mengadakan sesi uji tanding. Dimana akan dipilih beberapa perwakilan dari masing masing kelas yang akan maju untuk bertarung. Di pihak kelas A, Naruto yang sejujurnya tidak berkeinginan untuk dipilih justru terpilih sedangkan Sasuke yang ingin sekali terpilih hanya bisa menatap kesal kepada Naruto. Lalu di kelas B, bangsawan Hyuuga… Hyuuga Neji.. kemudian dari perwakilan kelas C.. Kyuubi yang terpilih sebagai perwakilan…
"Naruto-kun! Ganbatte!" kata Kaguya dengan sikap yang sok manis mencoba menyemangati Naruto yang hanya memberinya sebuah ekspresi dingin.
Naruto sejak kemarin masih menyimpan rasa kesal, amarah, dendam begitu mendapat cerita dari Kakuzu yang mungkin serupa dengan nasibnya meski dia dan kedua temannya harus berjuang untuk bertahan hidup sejak kecil. Tanpa disadarinya, Ultear dan Ulquiorra menatapnya dari kejauhan dengan ekspresi penuh kewaspadaan.
"Ulquiorra.. Bagaimana keadaannya?"
Ulquiorra memejamkan matanya sejenak sebelum kembali membukanya. "Buruk…"
"Seburuk apa?"
"Yang jelas… Jika dia mengikuti sesi uji tanding pagi ini, dia bisa saja lepas kendali dan melampiaskannya kepada lawannya di pertandingan,"
Jawab Ulquiorra yang masih sibuk mengamati Naruto. Sama seperti Ulquiorra yang cukup khawatir dengan kondisi Naruto sekarang, Ultear juga sama cemasnya.
"Lalu, siapa lawan uji tanding Naruto pada hari ini?"
Ulquiorra menanyakannya tepat saat sebuah pengumuman dari kelas C terdengar di telinganya dan Ultear.
"A-Aku..?"
Ulquiorra dan Ultear membulatkan mata mereka lebar lebar begitu melihat orang yang terpilih dari kelas mereka adalah orang yang paling tidak mereka inginkan untuk terpilih.
"Ganbatte ne, Rossweisse-san!"
"Kau pasti bisa mengalahkannya, Uchiha-san!"
Mendengar teman temannya sekelas memberinya semangat membuat Rossweisse menampakkan senyum di wajahnya. Dia seakan tak peduli siapa lawan yang akan dihadapinya pada saat ini. Di lain pihak, Kyuubi dan Neji sudah ditentukan akan bertemu dalam satu pertarungan namun pertandingan mereka baru akan terlaksana setelah pertarungan antara perwakilan kelas A melawan kelas C selesai.
'Naruto-kun akan bertarung!' kata Kyuubi dalam hati sangat senang. Dia benar benar menunggu saat dimana pujaan hatinya akan berdiri di atas arena dan mengalahkan lawannya.
Sama halnya dengan Kyuubi, Toneri juga mengamati lawan yang mungkin akan dilawan Neji nanti. Dia sedikit kesal juga karena bukan dia yang terpilih sebagai perwakilan kelas melainkan Neji sahabatnya.
"Kau sangat beruntung, Neji…"
Kata Toneri sambil tak melepaskan pandangannya dari Naruto yang sibuk dikerumuni gadis gadis dari kelas A.
Lalu kembali di kerumunan kelas C, Ulquiorra dan Ultear segera berlari ke arah Rossweisse untuk menyuruhnya mundur. Ultear langsung menggenggam tangan Rossweisse dan memaksa teman masa kecilnya itu untuk menghadap ke arahnya. "Rossweisse, lebih baik kau langsung menyerah saja!"
Ucap Ultear dengan wajahnya yang cukup panik. Rossweisse dan teman temannya di kelas C langsung memiringkan kepalanya.
"Ada apa, Ultear-san?" tanya para murid kelas C lainnya.
"Kalian tidak perlu takut begitu, kan… Ultear-san, Ulquiorra-san.. Uchiha-san merupakan salah satu penyihir unggulan di kelas kita meski mungkin dia belum sebanding dengan kalian. Tapi kami yakin dia bisa memenangkan pertanding-!"
Sebelum salah satu murid kelas C itu menyelesaikan kalimatnya, Ulquiorra sudah menutup mulut laki laki itu dengan tangan kanannya sambil masih memasang ekspresi datar. "Coba kalian lihat dulu lawannya dan baru katakan itu setelah kalian tahu!"
Kata Ulquiorra menunjuk ke salah satu murid di barisan kelas A. Orang yang ditunjuknya tak lain dan tak bukan adalah murid berambut pirang yang merupakan murid peringkat teratas di tahun pertama.. symbol kekuatan pada tahun pertama serta pemegang gelar pahlawan yang telah mengalahkan buronan kelas S.
"D-Dia… Naruto Sang Pahlawan yang membunuh buronan kelas S itu bukan?" tanya laki laki itu setelah Ulquiorra melepaskan tangannya dari mulut laki laki itu.
Rossweisse yang masih mengikuti arah tangan Ulquiorra menunjuk kemudian terkejut. Matanya terbuka lebar begitu Naruto menyadari bahwa dirinya tengah menjadi bahan perbincangan kelas C. Naruto dari jauh langsung memberikan sebuah lirikan mata yang begitu dingin kepada Rossweisse yang masih menatapnya terkejut. Seketika itu pula, tubuh Rossweisse langsung membeku ketakutan mendapat lirikan dingin dan tajam dari Naruto.
"Cepat cepatlah menyerah atau setidaknya mintalah orang lain menggantikanmu, Rossweisse!" kata Ultear mengguncang tubuh Rossweisse.
Rossweisse masih terdiam membeku namun begitu Ultear mengguncang tubuhnya untuk kesekian kalinya, dia tersadar dan langsung menatap Ultear dengan kedua mata yang ketakutan. Kemudian, matanya melirik ke bawah, dahinya mengerut dan dia teringat teman teman sekelasnya yang sebelumnya sudah memberinya semangat. Meski kini teman temannya tertunduk dengan perasaan sedih dan bersalah. Rossweisse membalikkan tubuhnya menghadap teman temannya sekelas yang masih memasang ekspresi bersalah.
"Rossweisse.." panggil Ultear.
"Teman teman! Terima kasih atas dukungan kalian… Aku sangat senang memiliki teman teman seperti kalian di kelas C! Meski aku adalah seorang pindahan pada semester kedua, tapi kalian menyambutku dengan sangat baik! Oleh karena itu, aku akan memenangkan pertandingan pada sesi uji tanding antar kelas pagi hari ini!"
Ulquiorra yang sudah menduganya ketika Rossweisse tersenyum kepada seisi kelas C kini hanya menunduk dengan ekspresi wajah yang tak berubah dari sebelumnya sedangkan Ultear semakin terkejut dan semakin panik dengan keputusan yang dipilih oleh Rossweisse. Ultear segera mengambil keputusan dan mencoba membujuk Rossweisse kembali namun sebelum ia sempat melakukannya, suara dari Baraqiel-sensei sudah terdengar..
"Perwakilan dari Kelas A dan Kelas C diharapkan segera naik ke atas arena!"
Dengan diawasi oleh tiga sensei dari Grigori.. Armaros-sensei, Penemue-sensei dan dipimpin oleh Baraqiel-sensei, sesi uji tanding antar kelas pada pagi hari ini akan segera dilaksanakan. Naruto yang berada di sudut berlawanan dengan Rossweisse segera berjalan menaiki tangga sambil menaruh tangan kanannya di saku celananya. Lalu disusul oleh Rossweisse yang memberikannya tatapan yang tak gentar kepada Naruto.
Sasuke yang terkejut melihat Rossweisse menjadi perwakilan kelas C langsung meraih tangan kiri Naruto untuk menghentikannya sebelum tepat berada di atas arena. Naruto yang merasakan dirinya dihentikan langsung menoleh ke arah Sasuke dengan ekspresi dingin yang masih sama.
"Ada apa, Uchiha?"
Sasuke terdiam menatap Naruto dengan mata yang sama tajamnya. "Jangan kau lukai dia, pirang…"
Mendengar perintah itu keluar dari mulut Sasuke, Naruto hanya menatap pemuda Uchiha itu dengan tatapan yang semakin tajam. Naruto langsung menepis tangan Sasuke dengan cukup kasar dan berjalan lagi menaiki tangga ke atas arena. Dan ketika keduanya sampai di atas arena, Baraqiel-sensei melirikkan matanya ke arah kedua sudut. Keduanya masih sibuk bertukar tatapan. Naruto memberikan sebuah tatapan dingin nan tajam sedangkan Rossweisse memberikan sebuah tatapan penuh percaya diri dan tak gentar seolah dia berada di dalam pertarungan yang terhormat.
"Sebelum pertandingan dimulai… Aku ingin kau berjanji, Naruto-kun!"
Naruto mengangkat satu alisnya mendengarkan apa yang akan dikatakan Rossweisse setelah ini. Ultear dan Ulquiorra juga mendengarkan. "Janji apa?" tanya Naruto kepada Rossweisse dengan nada yang sama dinginnya dengan ekspresinya.
Rossweisse mengambil nafas lalu membuangnya lagi sambil memejamkan mata. "Aku ingin kau berjanji.. Jika aku memenangkan pertandingan ini.. kau harus menghentikan tujuanmu itu!"
Naruto, Ulquiorra dan Ultear langsung membulatkan mata mereka terkejut mendengar permintaan Rossweisse. Sedangkan murid murid lain beserta tiga sensei yang akan mengawasi jalannya pertandingan mulai bertanya tanya. Terutama Sasuke, Kyuubi dan Kaguya yang langsung menaruh rasa penasaran mereka pada kata kata Rossweisse. Kaguya dan Sasuke yang berada di barisan kelas A langsung saling bertukar tatapan.
"Apa yang dimaksud adikmu itu?"
Tanya Kaguya kepada Sasuke yang mengerutkan dahinya turut tak paham dengan apa yang dikatakan Rossweisse.
"Aku.. Aku tak tahu…"
Kaguya yang memasang ekspresi curiga kini mulai berpikiran semakin jauh ke dalam.
"Hmm? Apakah sebelumnya adikmu itu sudah mengenal Naruto-kun?"
Pertanyaan itu juga tak bisa dijawab oleh Sasuke sejujurnya. "Tidak… kurasa.."
Kembali ke suasana yang semakin memanas antara Naruto dan Rossweisse karena permintaan Rossweisse yang bisa memicu terbongkarnya tujuan Naruto. Selama ini sebenarnya Rossweisse terus saja diam karena dia mengkhawatirkan ketiga teman masa kecilnya itu yang berniat bertarung melawan Aincrad. Dia berpikir pasti aka nada pertumpahan darah saat pertarungan, bisa saja Naruto tewas atau justru mungkin Sasuke akan tewas bersama Naruto jika dia membongkarnya. Dia mengira seperti itu tapi yang tidak diketahui Rossweisse adalah seberapa kuat Naruto saat ini? Yang bahkan sebenarnya dia dapat dengan mudah dapat melenyapkan Sasuke jika dia mau.
"Kenapa aku harus mau mendengarkan permintaanmu itu?"
Tanya Naruto langsung membungkam Rossweisse dalam sekejap. Rossweisse memang tidak bisa menjawab kenapa Naruto harus menuruti permintaannya. Namun entah kenapa melihat ekspresi wajah Rossweisse yang putus asa nampaknya memberi sebuah rasa bahagia tersendiri di hati Naruto.
'Akan kubuat kau lebih putus asa dan menderita…' batin Naruto dengan hati penuh kegelapan.
"Baiklah… Aku akan berjanji bila mana aku kalah dalam pertandingan ini. Aku tidak akan menggunakan pedang yang biasanya digunakan dalam uji tanding. Aku akan bertarung tangan kosong… Bagaimana?"
Mendengar Naruto menyetujui permintaannya membuat Rossweisse langsung tersenyum bahagia. Wajahnya yang sedih berubah seratus delapan puluh derajat penuh rasa bahagia dan penuh semangat. Bisa dikatakan dia kini benar benar memperjuangkannya dan tak berniat kalah dalam pertarungan ini karena pertarungan ini bisa mempengaruhi masa depan antara Naruto, Ultear, Ulquiorra dan dirinya. Sedangkan Naruto yang sudah lama tak melihat senyum bahagia Rossweisse entah kenapa merasa sakit. Tak disangka baginya, gadis yang dicarinya selama ini lebih memihak Uchiha dan menginginkan dirinya untuk tidak membalas dendam pada para bangsawan atas terbunuhnya seluruh warga desa, anak anak panti dan 'Bunda' mereka.
Naruto masih tertunduk tak menunjukkan ekspresi kepada orang orang disana karena wajahnya yang tertupi rambutnya. Beberapa saat kemudian dia mengangkat wajahnya menatap Rossweisse dan kali ini matanya benar benar tajam setajam pedang yang siap menghunus targetnya. Tentu saja Ulquiorra dan Ultear sudah memprediksi hal tersebut jika sampai Naruto menyetujuinya. Mereka berdua kembali melihat sosok Naruto yang penuh dengan dendam, amarah, sangat mirip dengan sosok Naruto beberapa tahun lalu yang mengalami semacam kebangkitan saat mereka bertiga dulu disiksa oleh orang orang dari rumah perbudakan.
"Sosok itu kembali lagi.."
Ultear menatap Naruto dengan penuh rasa cemas, matanya sekilas terlihat berkilat dan nyaris mengeluarkan air mata kesedihan karena sosok tersebut.
"Kalau begitu pertandingan antara wakil kelas A melawan wakil kelas C dimulai…"
Dengan cepat hawa berbeda dirasakan para penonton ketika Rossweisse menciptakan lingkaran sihir [Elemental Magic] tipe api. Naruto yang menyadari bahwa Rossweisse akan menggunakan elemen api, membuat dirinya menjadi semakin kesal. [Elemental Magic] terutama elemen api merupakan keahlian seorang Uchiha. Dia berpikir, apakah Rossweisse berniat mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Uchiha? Seorang bangsawan yang terhormat? Berbeda dengan dirinya, Ultear dan Ulquiorra?
"Uchiha…" kata Naruto pelan dengan nada yang cukup geram melihat gadis yang berdiri belasan meter jaraknya di hadapannya tengah menatapnya penuh senyum.
'Jangan tersenyum kepadaku, Uchiha!' kata Naruto dalam hati kesal.
'Naruto.. Aku akan berjuang dengan segala yang kupunya untuk mengembalikan keadaan seperti dulu lagi. Karena kali ini aku memiliki status, kedudukan yang lebih tinggi serta Sasuke-niisan dan Uchiha yang mendukungku penuh!'
Kata Rossweisse dalam hati sebelum akhirnya berlari ke arah Naruto dengan kecepatan normal seorang gadis penyihir atau ksatria penyihir sambil menyelimuti kedua tangannya dengan elemen api. Naruto yang melihat pergerakan Rossweisse yang terlalu terbuka, hanya menaikkan alisnya sebelah.
"Jangan salahkan aku bila aku menyakitinya, Uchiha Sasuke! Aku tidak ingin tujuanku dihentikan disini!" kata Naruto dengan volume yang cukup untuk didengar Sasuke yang berada tepat di bangku penonton di belakangnya.
Sasuke yang mendengar kata kata Naruto langsung membuka matanya lebar dengan ekspresi cukup panik. Naruto dalam sekejap menghilang dari pandangan Rossweisse ketika dia masih dalam posisi berlari ke arah Naruto. "Eh!?"
Rossweisse terhenti lalu menoleh ke samping kanan dan kirinya namun masih tak menemukan dimana Naruto. Sedetik kemudian, Naruto tiba tiba saja hadir di hadapannya sambil memberikan sebuah pukulan tangan kanannya tepat ke arah perut Rossweisse.
"Akkkhhh…" rintihan mungil Rossweisse terdengar. Gadis itu mengeluarkan sedikit air liurnya ketika mendapat pukulan dari Naruto. Tak hanya sampai disitu, Naruto kembali memberikan sebuah tendangan berputar kepada Rossweisse.
Rossweisse terlempar hingga kisaran delapan sampai dua belas meter jauhnya. Penonton yang ada melihatnya pasti terkejut melihat serangan Naruto yang tidak tanggung tanggung. Mereka pasti tentunya berpikir bahwa Naruto sangat rendah sampai bisa bisanya memberikan pukulan semacam itu ke seorang gadis bangsawan seperti Rossweisse. Namun sejujurnya Naruto tidak peduli dengan itu bahkan meski Sasuke yang duduk di bangku penonton yang ada di belakangnya sudah meneriakkan kata kata kotor dan kata kata ancaman untuk dirinya.
"Brengsek!" teriak Sasuke.
"N-Naruto-kun…" panggil Kaguya.
Rossweisse yang mencoba bangkit pun mengelap air liurnya sambil menatap Naruto dengan wajah kesakitan. Rintihan masih keluar dari mulutnya namun dia memaksa untuk bangkit demi bisa mengalahkan Naruto. Namun seolah tak memberikan sebuah ampunan, Naruto dengan cepat menghilang dan muncul lagi dalam satu detik tepat di hadapan Rossweisse. Rossweisse yang masih mencoba bangkit tiba tiba terkejut. Dan rasa terkejut itu pun turut dirasakan para penonton terutama Ulquiorra dan Ultear yang kini membuka mata mereka lebar lebar.
"Lebih baik kau hentikan saja…"
KRAAAKKK
"AAAKKKHHHHH…" suara rintihan mungil itu terdengar lagi.
Naruto langsung menginjak telapak tangan kanan Rossweisse dengan cukup keras hingga mungkin sulit baginya untuk menciptakan lingkaran sihir. Dalam keadaan terbaring dengan telapak tangan kanan yang diinjak injak oleh Naruto hingga menimbulkan suara adanya tulang yang patah, Rossweisse mencoba menahan air matanya… Air mata yang keluar karena rasa sakit yang dialaminya saat ini. Dia masih mencoba bertahan meski dia tahu dia bisa saja mendapat cedera dari pertandingan ini. Dia melirik ke arah Baraqiel-sensei yang siap siap menghentikan pertandingan karena sudah cukup jelas Naruto unggul dari dirinya. Para penonton juga semakin tersiksa melihat pemandangan tersebut. Perlakuan kejam Naruto kepada gadis yang menjadi lawannya. Di sudut lain, Sasuke juga sudah menunjukkan ekspresi dan aura yang cukup besar.. penuh amarah.. begitu melihat perlakuan Naruto kepada Rossweisse.
"Arrrrrggghhh!" teriak Rossweisse menggunakan tangan kirinya untuk mengeluarkan sebuah ledakan elemen api kepada Naruto meski kekuatannya tak seberapa.
BWOOOOOOSSSHHH
Naruto melompat dengan santai ke belakang membiarkan Rossweisse bangkit. Dia langsung melirik ke arah tangan kanan Rossweisse yang sudah membengkak dan penuh darah akibat perbuatan kejamnya. Meski begitu, ekspresinya pun masih sama seolah tak menunjukkan adanya rasa bersalah atau rasa puas. Namun sejujurnya jauh dalam hati, dia merasa itu tadi cukup menyenangkan juga bagi dirinya.
"Kau masih mau melanjutkannya?"
Tanya Naruto dengan posisi kedua tangan berada di saku celana seolah menunjukkan bahwa pertarungan ini terlalu mudah bagi dirinya.
"Ukhhh.. Hiks…"
Rossweisse merintih sambil terisak dalam tangisnya yang sudah dia coba untuk tahan.
"Hanya luka kecil semacam itu… Kau tidak tahu seberapa sakit yang kami bertiga alami, bahkan mungkin ratusan kali lebih menyakitkan setiap harinya.." kata Naruto pelan dan hanya mampu di dengar oleh Rossweisse yang berdiri di depannya.
Rossweisse terkejut mendengarnya. Dia menyipitkan matanya penuh kesedihan bila membayangkan nasib ketiga teman masa kecilnya. Dia semakin tak kuasa menahan air matanya. Apalagi begitu merasakan sendiri perlakuan Naruto kepada dirinya, dia jadi berpikir… Seberapa besar dendam yang dipikul Naruto?
"Untuk apa air matamu itu? Kami bertiga tak membutuhkan air matamu…!"
Naruto kembali menghilang secepat kilat dan muncul lagi di hadapan Rossweisse sambil memberikan kombinasi pukulan biasa.
BUKH BUKH BUKH BUKH
"Yang kau rasakan ini hanyalah sebagian kecil dari rasa sakit…"
Rossweisse memuntahkan darahnya. Gadis cantik yang bisa dikatakan seindah bidadari kini kembali terbaring lemah tak berdaya dengan penuh luka ditubuhnya akibat perlakuan atau serangan serangan dari Naruto… teman masa kecil… laki laki yang dulu disukainya sewaktu kecil. Kini rasa sayang tersebut bukannya menghilang justru semakin dalam… dia mencintai laki laki di hadapannya meski telah bertahun tahun berlalu… namun kini rasa tersebut bercampur satu dengan rasa bersalah dan belas kasihan. Dia merasa laki laki ini telah berada jauh… sangat jauh dari jangkauannya… dari dekapannya.
Sekali lagi dia melihat wajah laki laki itu… dia justru merasakan semacam rasa sakit yang mendalam. Namun meski begitu, dia tidak ingin laki laki ini mencapai tujuan balas dendamnya karena dia juga menyanyangi Uchiha… keluarga nya yang baru. Dia melirik ke arah bangku penonton melihat Ultear yang sudah menutup mulutnya sambil meneteskan air mata deras sedangkan Ulquiorra yang duduk di sebelah Ultear hanya menunduk sambil memalingkan wajahnya mengisyaratkan dia pun tak sanggup melihat pemandangan ini.
"Aku tidak akan menyerah disini…"
Rossweisse mengeluarkan semacam gelombang elemen api yang memaksa Naruto mundur. Naruto merasakan adanya perubahan pada frekuensi sihir Rossweisse seketika.. Elemen api itu menghalangi pandangan Naruto hingga menyebabkan dia tak bisa melihat apa yang dilakukan Rossweisse. Setelah api itu menghilang, Naruto mengernyitkan alisnya begitu tak menemukan Rossweisse disana. Lalu instingnya mengatakan bahwa dirinya harus mewaspadai bagian belakangnya. Dan benar saja, Rossweisse sudah ada di belakang Naruto sambil bersiap memberikan tendangan ke samping kanan Naruto.
Naruto segera menahannya dengan tangan kanannya tanpa membalikkan tubuhnya. Serangan Rossweisse tak berhenti sampai disitu. Dia mencengkram bahu kanan Naruto lalu menariknya membuat keseimbangan Naruto hampir jatuh namun dengan segera Naruto menggenggam tangan kanan Rossweisse yang mencengkeram bahu kanannya dengan tangan kiri. Naruto langsung melempar Rossweisse ke depan dengan sekuat tenaga. Namun ternyata justru itulah yang diinginkan oleh Rossweisse.
Dengan posisinya berada tepat di hadapan Naruto, dia mengeluarkan semacam lingkaran sihir dengan sebuah motif yang sangat unik. Terlebih tak hanya ada satu lingkaran sihir namun ada 7 lingkaran sihir dari berbagai arah.
'Lingkaran sihir ini!?' batin Naruto yang cukup terkejut dibuatnya.
Bahkan ketiga sensei yang mengawasi jalannya pertandingan juga terkejut melihat motif dari lingkaran sihir yang barusan dikeluarkan oleh Rossweisse. Sedangkan Sasuke justru tersenyum melihatnya.
"Sihir itu!?" kata Kaguya terkejut.
"Hnn… Itulah sihir spesialisasi nya"
Naruto membulatkan matanya lebar lebar begitu semacam tombak cahaya muncul dari dalam tujuh lingkaran sihir itu.
'Sihir para Valkryie!' batin Naruto terkejut.
"Terima ini!" teriak Rossweisse.
BLAARR BLAARR BLAARR BLAARR BLAARR BLAARR BLAARR
Ketujuh tombak cahaya itu menghantam Naruto dengan telak mengakibatkan kepulan asap disekitarnya. Sama sekali tidak ada yang menyangka bahwa Rossweisse adalah seorang penyihir yang dapat menggunakan sihir pasukan khusus Valkryie. Pasukan khusus berisikan ksatria penyihir wanita yang berasal dari Kekaisaran Asgard yang merupakan salah satu negara terbesar di benua barat. Sejujurnya meski terkenal, hanya sedikit orang saja yang bisa mengenali motif lingkaran sihir tersebut. Orang tersebut biasanya memiliki wawasan yang sangat luas mengenai dunia ini.
Dengan sihir barusan, seharusnya Naruto pun akan kesulitan untuk bangkit, itulah yang dipirkan oleh Rossweisse. Para penonton kebanyakan juga berpikir sama bahkan ada sebagian dari mereka yang mulai menampakkan senyum. "A-Apakah Uchiha-san menang?"
Tanya murid murid yang kebanyakan dari kelas C.
"Apa murid yang dikatakan murid terkuat di tahun pertama akhirnya kalah dari seroang gadis?" tanya Toneri kepada Neji yang sudah memasang mata [Byakugan] miliknya.
Neji mengerutkan dahinya ketika melihat pemandangan dari balik kepulan asap itu. Dari ekspresi yang ditunjukkan seolah mengatakan bahwa dia sedikit tidak percaya dengan apa yang dilihatnya menggunakan [Byakugan] miliknya. "Hmm… Sulit untuk dipercaya dia masih berdiri meski menerima serangan semacam itu dari jarak yang sangat dekat…" kata Neji membuat Toneri kembali teralihkan kepada Naruto.
Kembali ke arena utama, menunggu asap menghilang perlahan, nampak Rossweisse juga sudah cukup kelelahan harus bertarung seserius ini bahkan menunjukkan kemampuan spesialisasinya dalam penggunaan sihir pasukan khusus [Valkryie].
"Haah.. Haah… Haah.."
Sihir barusan benar benar cukup menguras energy Rossweisse apalagi dia mengaktifkannya hanya dengan satu tangan kiri. Sangat terlihat dari nafasnya yang menjadi sedikit tidak teratur. Kini dirinya berada dalam kesulitan bila Naruto masih sanggpu melanjutkan pertandingan karena sejujurnya dia hampir mengeluarkan semua yang ada di kepalanya demi satu serangan telak barusan.
TAP TAP TAP
Tiba tiba suara langkah tersebut mengejutkan Rossweisse dan semua penonton. Tak hanya itu, beberapa saat setelah langkah pertama terdengar…, asap yang mengelilingi arena tiba tiba menghilang tersapu angin dalam sekejap dan menunjukkan Naruto yang berjalan ke arah Rossweisse dengan mata tajam sambil menyibakkan rambutnya ke belakang.
"Aku cukup terkejut melihat dirimu ternyata menguasai sihir milik pasukan khusus [Valkryie] dari Kekaisaran Asgard yang berada di benua barat.. Tapi…, apa hanya sebatas itu kemampuanmu?"
"B-Bagaimana bisa? Serangan barusan… hosh.. hosh.., harusnya memberimu cukup luka untuk membuatmu tak dapat melanjutkan pertarungan…" kata Rossweisse yang kelelahan.
Sudut di bibir Naruto sedikit terangkat menampakkan semacam senyum… yang lebih mirip sebuah senyum jahat.
"Kau seharusnya sadar sejak tadi kalau aku hanya melawanmu dengan kekuatan fisikku semata.. kini aku gunakan beberapa sihirku untuk menangkis serangan tadi pun tak masalah bukan?"
Rossweisse yang mencoba untuk tidak putus asa kini kembali mengumpulkan energy nya. Dia langsung membentuk sebuah ketenangan luar biasa sambil berdiri. Perlahan tubuhnya sedikit terangkat hingga membuatnya seperti terbang di udara meski hanya terbang sekitar setengah meter dari lantai arena. Tak lama kemudian sebuah cahaya terang membentuk semacam area lingkar yang melindungi sekaligus membantu Rossweisse mengumpulkan energy sihir.
"Hmm.. Ternyata terdapat sihir semacam ini ya pada sihir pasukan [Valkryie]?"
Rossweisse menatap ke arah Naruto dengan ekspresi yang cukup panik.
"Jangan pikir aku tidak bisa menghancurkan pelindung itu.."
Rossweisse semakin panik dibuatnya. Sedangkan Naruto tiba tiba saja mendapatkan sebuah ide yang akan berguna baginya. "Hmm… Bagaimana kalau kali ini aku yang membuat sebuah perjanjian denganmu?"
"?"
Naruto mengisyaratkan angka satu dengan jari terlunjuknya. Lalu dia tersenyum licik tepat sebelum Rossweisse akan bertanya. "Kubiarkan kau mengumpulkan energy sebanyak mungkin lalu lepaskanlah serangan terkuatmu…" kata Naruto memutus kalimatnya.
Para penonton langsung antusias mendengarnya. Sebagian dari mereka juga penasaran.
"…Jika aku bisa menghentikannya… Kau harus berhenti mengganggu aktivitas ataupun tujuan kami serta bungkam akan segalanya.."
Perjanjian tersebut cukup menguntungkan Rossweisse sebenarnya. Dia bisa mengumpulkan energy dan melepaskan serangan terkuatnya namun bila serangannya bisa digagalkan…
'Aku sudah tidak punya pilihan lain..'
"Hmm.. Baiklah!"
Naruto tersenyum mendengar perjanjian ini telah disetujui Rossweisse. Sesuai dugaannya, Rossweisse tak tahu seberapa kuat Naruto saat ini. Dengan cepat Rossweisse segera mengumpulkan kembali semua energy nya meski pada akhirnya juga butuh sepuluh menit untuk mengumpulkan energy yang cukup untuk melepaskan sihir tingkat tinggi. Seluruh penonton bahkan ketiga sensei yang menyaksikannya turut terbawa suasana tegang dari serangan terakhir yang akan dilancarkan oleh Rossweisse.
BWOOOOOSSSSHHH
Hembusan api serta cahaya terang yang menghilang seketika menandakan bahwa saat ini Rossweisse telah siap dengan cukup energy untuk menghasilkan sebuah sihir tingkat tinggi yang akan dia gunakan sebagai serangan terakhir serta penentu masa depan.
"Kau sudah siap?" tanya Naruto masih dengan posisi yang terlalu santai.
Rossweisse turun perlahan ke arena hingga ketika dia telah menapaki lantai arena, dia menjawab, "Ya… Sudah lebih dari cukup kurasa.."
"Kalau begitu segera mulai saja…"
Rossweisse kemudian membuat semacam formasi lingkaran sihir. Dia menciptakan total sebelas lingkaran sihir berdiameter sekitar satu hingga dua meter dengan satu lingkaran sihir sebagai pusat dan sepuluh lingkaran sihir lainnya mengelilingi pusat lingkaran sihir. Perlahan cahaya bersinar dari kesebelas lingkaran sihir tersebut memperlihatkan betapa indahnya sihir yang digunakan oleh pasukan khusus [Valkryie] dari Kekaisaran Asgard.
"Si-Sihir macam apa ini!?" tanya Toneri terkejut.
Neji dengan [Byakugan] miliknya juga membulatkan mata tidak percaya melihat seorang gadis seumurannya dapat mengaktifkan sihir sekuat ini.
Sedangkan beberapa orang yang baru datang adalah utusan dari Kuou..
"Hmm… Nampaknya ada pertandingan disini," kata Sairaorg melihat ke arena pertandingan dan menemukan Naruto yang terlihat tenang meski lawannya tengah mengumpulkan energy yang luar biasa besar.
"Rias… Gadis itu menggunakan sihir pasukan khusus [Valkryie] dari Kekaisaran Asgard!" kata Sona Sitri memegang pundak Rias kemudian menunjuk ke arah Rossweisse.
"K-Kau benar… Sihir ini…"
Issei dan Kiba terfokus kepada laki laki yang berada di arena yang tak lain dan tak bukan adalah Naruto. "Itu Naruto-kun.." kata Kiba.
"Sihir yang dahsyat ini… Kenapa dia diam saja!?"
Mereka semua bereaksi seperti sangat khawatir seolah mustahil bagi Naruto untuk menerima serangan semacam itu namun bagi Sairaorg yang saat ini tengah menatap intens Naruto sambil tersenyum, dia justru menjadi semakin tertarik.
Perlahan terkumpul energy sihir dengan jumlah cukup besar dalam satu titik. Energy tersebut membentuk sebuah bola energy yang sangat terang bersamaan ketika Rossweisse menyebutkan nama sihir tingkat tinggi milik pasukan khusus [Valkryie] tersebut.
"[11 Asgardian Stars… Holy Nova]!"
BLAAAAAAAAAAARRRRRRR
Tidak main main, energy nya dapat dirasakan ke seluruh bagian gedung, bahkan beberapa orang yang baru saja datang ke bangku penonton terkejut melihat cahaya terang dari meriam laser yang dilepaskan oleh Rossweisse. Ketiga sensei yang mengawasi jalannya pertandingan terlihat panik melihat serangan sebesar itu. Mereka langsung menoleh ke arah Naruto yang kemungkinan bisa mendapat luka serius atau bahkan cacat seumur hidup akibat sihir yang dilepaskan Rossweisse barusan. Namun meski dirinya dikhawatirkan banyak orang…, Naruto dengan ekspresi dingin dan penuh percaya diri mengangkat tangan kanannya ke depan.
Lalu ketika serangan Rossweisse sampai ke telapak tangannya…
BWOOOOOOOOOOSSSHHH
BLAAAARRRR
Mereka semua terdiam…
Dengan mudahnya…
Bahkan tak disangka oleh satupun penonton…
Para utusan Kuou yang barusan datang pun sama terkejutnya…
Para sensei pun juga terkejut bahkan mereka tidak sadar bahwa kursi mereka terjatuh saat mereka tiba tiba berdiri…
Naruto menangkis dan membelokkan serangan tersebut dengan mudah menggunakan satu tangan kanannya.
Naruto membuat Rossweisse terdiam..., tidak…, dia membuat semua orang terdiam dengan kemampuannya. Rossweisse benar benar terkejut… Belum pernah ada dalam sejarah penggunaan sihir ini… salah satu sihir terkuat dari masing masing individu [Valkryie]… dapat dihentikan dengan satu tangan sebegitu mudahnya… Bahkan jika ada pun… setidaknya penyihir tersebut harus setingkat Great Class atau Ultimate Class. Ekspresi Rossweisse kali ini tak hanya menyiratkan semacam kesedihan namun juga rasa putus asa melihat laki laki yang dicintainya kini berdiri di hadapannya layaknya monster… layaknya pemangsa… makhluk teratas dalam rantai makanan… dan lebih menyerupai sosok sesungguhnya dari iblis sendiri… Bahkan jauh lebih mengerikan…
Rossweisse langsung terduduk tak berdaya masih dengan ekspresi yang penuh dengan keterkejutan…
"Hanya itu… Dan kau sudah berani berlagak ingin mengalahkanku?..."
Naruto kembali menyibakkan rambutnya ke belakang sambil melihat rendah ke arah Rossweisse.
"Jadi ini bangsawan?"
"Jadi ini yang dinamakan berbakat?"
"Jadi ini yang dikatakan orang spesial?"
"Jadi ini yang namanya pemilik kasta tinggi di Kerajaan?"
"Hanya sebatas ini kah?"
Perlahan Naruto mengeluarkan sebuah aura… Aura ungu kehitam hitaman.. Sangat gelap… Dirinya dikelilingi oleh energy kegelapan di sekitar tubuhnya dan perlahan membentuk semacam sosok mengerikan di mata Rossweisse… Sesosok monster sejati. Bahkan para penonton tak sanggup menelan salivanya sendiri… semuanya bahkan pasti setuju bila dikatakan bahwa Naruto adalah bakat luar biasa yang sesungguhnya…
"…Para bangsawan yang katanya berbakat seperti dirimu…"
"…Nyatanya hanya sampah!"
WUUUUUSSSSSSHHHH
Naruto dengan cepat menghilang dan memberikan gelombang super besar ke seluruh penjuru…
BWUUUUUSSSHH
"Sudah hentikan, nak.. Kau mau membunuhnya kah?"
Naruto tidak terkejut mendengar suara tersebut.. dia memang sudah menyadarinya. Tepat pada posisi mereka saat ini…
Kepala Naruto berada tepat di samping kiri kepala Rossweisse seperti berniat membisikkan sesuatu sedangkan tangan kanannya dengan posisi telapak tangan bersiap mencengkeram kepala Rossweisse meski gadis itu sudah tak dapat memikirkan apapun kecuali kematian. Beruntungnya tangan kanan Naruto berhasil dihentikan oleh genggaman Azazel sensei yang tiba tiba saja muncul.
"Tak kusangka… Azazel-sensei akan melihat latihan pada pagi hari ini,"
Kata Naruto dengan nada yang tiba tiba berubah menjadi normal seperti biasanya. Aura nya pun juga telah menghilang seketika. Di samping kanannya sambil bersiap mengeluarkan sihir, Baraqiel-sensei ternyata juga sudah ada untuk menghentikannya bersamaan dengan Azazel, lalu di belakang Rossweisse berdiri Penemue-sensei yang mengarahkan telapak tangannya menghadap kepala Naruto. Dan di belakang Naruto, menyentuh punggungnya adalah Armaros-sensei yang sigap sambil membetulkan posisi kacamatanya.
"Hmm.. kau dalam masalah, Naruto.." kata Azazel menghela nafas.
TBC
.
.
.
Yo, saya kembali… 6600 word bro! Maaf kalau update nya agak lama, karena kemaren saya harus persiapan buat menghadapi SBMPTN yang kurasa pasti akan buruk kemungkinan hasilnya. Yah tolong di doakan saja semoga saya bisa masuk Universitas yang saya inginkan.
Pertama saya akan membahas beberapa organisasi jahat yang disebutin Azazel di chap ini. Akatsuki, udah pada tahu.. Old Maou Fraction juga udah pada tahu kan… Qlippoth.. yang mimpin juga udah pada tahu klo kalian baca novelnya DxD.. nah disini Dark Research Tower ini adalah organisasi yang kuciptakan sendiri yang bakalan jadi hmm organisasi jahat utama.. anggotanya akan kuseleksi dari karakter beberapa anime. Trus White Wolf itu kelompoknya Naruto yang akan kuubah namanya jadi Night Crow nantinya. (Klo lu main Seven Knights pasti tahu nama nama itu wkwkwk).
Kedua, yak.. si Rossweisse pake sihir khusus punyanya pasukan khusus [Valkryie] dari Kekaisaran Asgard. Hmm -_- disini mitologi Nordik kubuat jadi Kekaisaran Asgard yang berletak di benua barat. Di fic ini bakal ada mungkin 4 Benua Besar..
Benua Utara : Kerajaan Aincrad, Silver, Kuou dan dua lainnya masih rahasia
Benua Barat : Kekaisaran Asgard, satu lagi Kekaisaran yang masih rahasia, dan beberapa negara kecil gak penting
Benua Timur : Masih rahasia
Benua Selatan : Masih rahasia
Ketiga.. Firasat gua aja atau emang banyak sekarang sekarang ini author author ffn yang pada pensiun?
Keempat, hmm.. gimana chapter ini? Apa udah kerasa dendamnya Naruto? Apa feelnya gk kerasa? Apa alurnya kecepetan? Apa ada typo yang luar biasa kebangetan? Tolong dijawab di review, soalnya saya juga terbantu klo ini pertanyaan dijawab.
Kelima, terus disimak dan dibaca baik baik, karena bagi yang mengharapkan dendam.. ini fic beberapa chap lagi jamin… totalitas dari balas dendam tapi gak asal balas dendam, pake otak juga… jangan asal bunuh -_-
Kemaren ada yang tanya ke gua. Apa ini fic author bikin buat pelampiasan balas dendam? Hmm? Kaga sih.. Cuma gua bikin ini karena kesel.. kebanyakan tema balas dendam.. endingnya tokoh utama jadi baik lagi.. entah itu anime atau manga.. Ada juga yang balas dendam beneran tapi update manga nya itu bikin jengkel.. sebulan sekali, itu kapan mau tamatnya?
Update selanjutnya mungkin update ini lagi.
Selebihnya silahkan tanyakan di review
See you in next chap
Jangan lupa tinggalkan review
