King of Shinobi
By…Ksatria
Rate : M
Genre : Adventure, Family, Romance, Mysteri
Disclaimaer : Bukan punya saya
Pair :Naruto x ?
Warning : Masih pemula dan cerita abal, gaje dan banyak lagi….
Chapter 11:
Summary : Naruto adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya dan di anggap aib bagi seluruh desa Konoha sejak dia berumur kurang dari 4 tahun, setelah insiden terjadinya penyerangan pria bertopeng dengan mensumonkan kyubi ekor Sembilan pada Konoha dan disegel oleh Namikaze Minato kedalam tubuh Menma kakak dari Naruto dan mereka yang dipuji oleh warga desa dianggap sebagai keluarga pahlawan desa. Naruto yang berusaha mendapat perhatian mereka, kini merekalah yang menyesal atas perbuatan mereka dan ingin memulai kembali bersama Naruto untuk membuat keluarga yang bahagia.
^ Kediaman Naruto ^
KRINGG….KRINGG…KRINGG…
BRUAAKKK
Terdengan suara alaram yang berbunyi dari jam weker yang hancur dipukul oleh pemiliknya yaitu bocah berambut jabrik berwarna kuning bermata biru langit yang baru saja membuka kedua matanya karena tidurnya terganggu.
"Naruto kau menghancurkan jam wekermu lagi yang baru saja dibeli oleh Shizune Nee-san…" ucap bocah berambut hitam berkulit pucat itu yang pagi-pagi sudah bersiap dengan seragamnya yang yang hanya memakai baju ninja polos berwarna hitam dengan kerah yang dirapikan dan celana panjang selutu yang juga berwarna hitam dengan sandal ninja yang biasa juga tidak terlalu mencolok.
"mau bagaimana lagi….sangat sulit mengontrol kekuatanku…apalagi jika diganggu seperti itu setiap hari….Sai…jika ingin duluan…pergilah tanpa aku…." Ucap bocah berambut jabrik tak lain adalah Naruto yang pergi kekamar mandinya.
"bukannya kau akan mengantarku…kau tahu kan aku tidak begitu tahu tentang desa Konoha….jika tersesat siapa yang mau tanggung jawab…" ucap bocah yang berambut hitam berkulit pucat tak lain adalah Sai.
"ya..ya…aku tahu…tunggu sebentar…." Ucap Naruto.
TOKK…TOKK…TOKK…
"Sai…tolong buka kan pintunya…" ucap Naruto meminta tolong pada Sai yang masih setia pada cerminnya.
"ya..ya…sebentar…" ucap Sai lalu membuka pintunya.
CKLEK…
"Karin…." Ucap Sai yang melihat Karin menunggu didepan pintu lalu masuk karena dipersilahkan masuk oleh Sai.
"apa kalian sudah selesai…?" Tanya Karin pada Sai.
"masih belum…Naruto baru saja mandi…dia telat lagi bangunnya…bahkan ia juga menghancurkan jam wekernya lagi yang baru dibeli Shizune Nee-san…" jawab Sai mengeluh.
"tampaknya kau kerepotan bersama Naruto….." ucap Karin tersenyum.
"ya…mau bagaimana lagi….inilah nasibku…" ucap Sai agak tersenyum sedikit.
"tapi, bagiku cukup menyenangkan juga jika tinggal bersama kalian…" ucap Karin.
"menyenangkan dari mananya…." Ucap Sai dengan nada menghela nafasnya.
"apa sudah selesai mengobrolnya…" ucap Naruto yang berada dihadapan mereka berdua yang tengah asik mengobrol. Yang kini Naruto tengah memakai pakaian jaket berlengan pendek berwarna merah dengan lambang Uzumaki dipunggungnya yang pakaian dalamnya hanya kaos ninja warna hitam polos. Serta celana warna hitam yang panjangnya sebatas lutut dengan sandal ninja biasa.
"kau terlalu lama Naruto…ayo kita pergi…" ucap Sai mengeluh lalu diikuti Naruto dan Karin. Setelah itu mereka pergi menuju akademi bersama-sama hingga sampai dikelas mereka berpisah untuk sementara waktu karena Sai dan Karin harus bersama sensei Iruka.
Sai memang tinggal ditempat Naruto, yang pada awalnya Naruto tidak ingin ada tambahan orang di apartemennya, karena dibujuk oleh Sandaime dengan di diberikan uang tambahan setiap bulannya. Tentu saja membuat Naruto tergiur, sedangkan Karin tinggal di apertemen Tsunade dan Shizune karena tidak ingin merepotkan Naruto, menambah beban hidupnya.
^ Di Akademi Ninja ^
"ohayo Naruto-kun…" sapa Hinata yang tersipu malu melihat Naruto.
"ohayo juga Hinata…." Sapa balik Naruto datar yang langsung duduk ke tempat duduknya yang paling sudut ke belakang tanpa melihat ke arah Hinata.
Sedangkan suasana tetap meriah sekali dengan keramaian dan kesibukan mereka masing-masing.
"kyaa…..Sasuke-kun tampannya….Menma-kun juga sangat keren…." Ucap Sakura, Ino, dan para fansgirl lainnya.
"uoohhh….pagi-pagi sudah berisik sekali…" ucap Sikamaru yang menguap lalu tidur lagi.
Sedangkan Chouji masih setia pada keripiknya. "kraukkk….kraukkk…kraukk…" suara keripik yang Chouji makan.
"apa katamu Ino….Sasuke dan Menma itu adalah milikku…." Ucap Sakura yang kesal dengan Ino.
"tidak….Sasuke dan Menma adalah milikku…." Ucap Ino yang tidak mau mengalah.
Dan pada akhirnya tetap saja keributan itu terus berlanjut, begitu juga yang lainnya.
"cih….." Sasuke mendecih tidak suka diperebutkan. Sedangkan Menma hanya tersenyum tipis saja. "kyaa…sangat keren sekali…." Ucap para fansgirl yang berbinar-binar dengan mata yang berbentuk love-love.
SREKKK
Setelah pintu terbuka semua murid dikelas itu langsung duduk ketempat masing-masing, meninggalkan keramaian yang dibuat oleh mereka sendiri.
"ohayo mina…." Ucap Iruka yang membuka pintu lalu menyapa murid-muridnya.
"ohayo sensei…" dibalas murid-murid.
"hari ini kita kedatangan murid baru….silahkan masuk…" Ucap Iruka sensei mempersilahkan murid baru itu masuk.
Dihadapa para murid terlihat 2 orang murid baru, yang laki-laki dengan rambut hitam berkulit pucat dan yang satunya lagi seorang perempuan berambut merah berkacamata.
"silahkan perkenalkan nama kalian…." Ucap Iruka sensei yangmempersilahkan mereka untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"nama ku Sai…." Ucap murid laki-laki yang berambut hitam berkulit pucat itu yang bernama Sai memperkenalkan dirinya singkat dan santai dengan wajah datarnya.
"namaku Uzumaki Karin…" ucap murid perempuan yang berambut merah berkacamata yang bernama Karin dengan singkat dan santai disertai senyuman manisnya hingga membuat para laki-laki yang melihatnya terpesona kecuali Naruto dan Shikamaru yang asik dengan mimpi indah mereka.
"tampan juga Sai itu…meskipun pucat seperti zombie…." ucap Ino yang pipinya merona merah. Begitu juga perempuan yang lain merasa terpesona dengan Sai, kecuali Hinata yang terus memandang Naruto.
"manisnya..Karin itu…." Ucap beberapa anak laki-laki itu yang terpesona dengan Karin.
"dia mirip dengan Kaa-san…." Gumam Menma dalam pikirannya yang ikut terpesona.
"baiklah….silahkan duduk ditempat duduk yang kalian sukai…." Ucap Iruka sensei yang mempersilahkan mereka.
Setelah perkenalan selesai, pelajaran telah dimulai dengan beberapa kebisingan baik dari suara tumbuhan yang bergoyang dan angin berhembus maupun keramaian yang dari belakang pembicaraan yang dilakukan murid-murid untuk menghilangkan kebosanan. Hingga di akhiri dengan kepulangan para murid setelah selesai pelajarannya.
^ Di Keramaian Desa Konoha ^
Sore hari menjelang malam, terlihat seorang bocah laki-laki berambut jabrik berwarna kuning bermata biru langit tengah berjalan dikeramaian desa dengan mengenakan jaket merah berlambangkan Uzumaki di punggunya dengan dalaman kaos hitam polos dan celana hitam sebatas lutut dengan sandal ninja berwarna hitam sebatas melewati mata kaki yang tak lain adalah Naruto.
"hikss…hikss…" tangis seorang bocah perempuan yang berumur 5 tahun tengah menangis karena tersesat tidak tahu jalan pulang atau ingin menemui Kaa-san nya.
"kenapa kamu menangis….?" Tanya Naruto yang melihat bocah perempuan itu yang sedang menangis.
"Kaa-chan….aku tidak tahu kaa-chan…dimana…hikss..hikss.." ucap bocah itu menangis.
"tenang saja Nii-san akan membantumu….." ucap Naruto membujuk bocah perempuan itu.
"hmmm….Nii-san…Naruko ingin bertemu Kaa-chan…" ucap bocah itu yang ternyata bernama Naruko.
"baiklah….baiklah….Nii-san berjanji….." ucap Naruto datar, lalu pergi bersama Naruko mencari Kaa-sannya.
"Nii-san…Naruko lapar…." Ucap Naruko memandang Naruto.
"nanti saja dulu…yang penting kita bertemu dengan Kaa-san mu dulu…." Ucap Naruto.
"tapi…." Ucap Naruko memelas dengan wajah imutnya.
"ahhaaaa…." Hela nafas Naruto.
"baiklah…kita makan dulu…." Ucap Naruto lalu pergi mencari warung Ramen Ichiraku.
"Jii-san Ramen jumbonya 1…." Ucap Naruto memesan ramen diwarung Ichiraku.
"baik…akan segera datang…." Ucap paman Teuchi.
"jadi kau mau apa….?" Tanya Naruto pada Naruko.
"Ramen juga….." jawab Naruko dengan imutnya.
"Jii-san pesan ramen 1 lagi tapi yang biasa saja…." Ucap Naruto memesan.
"ok…." Ucap paman Teuchi tersenyum.
Beberapa menit kemudian.
"ahhh…..kenyangnya….." ucap Naruko memegang perut buncitnya.
"kita pergi…." Ucap Naruto pada Naruko yang dibalas anggukan.
"Jii-san…uangnya aku taruh dimeja…." Ucap Naruto lalu pergi.
"arigato…..lain kali datang lagi….Naruto…." ucap paman Teuchi.
Di keramaian warga desa. "baiklah….apa kau ingat dimana terakhir kali kau bersama Kaa-sanmu….?" Tanya Naruto pada Naruko yang hanya dibalas gelengan kepala.
"ahhaaa….." Naruto menghela nafasnya.
"Nii-chan…..Nii-chan…disini…." Panggil Naruko yang tampak begitu akrab bersama Naruto yang sudah berada di warung yang menjual barang aksesoris.
"apa yang kau lakukan….seharusnya kita mencari Kaa-sanmu…." Ucap Naruto yang mulai kesal.
"Nii-chan bolehkan…." Pinta Naruko memelas-melas dengan wajah imutnya. Yang terlihat sebuah anting-anting Kristal berwarna biru dengan bentuk persegi dengan ornamen seperti salju.
"terserah kau saja….." ucap Naruto yang menyerah.
"yeeyyeeyyee….arigato Nii-chan…." Ucap Naruko ber terima kasih kegirangan.
"baiklah…kita cari lagi…." Ucap Naruto.
"hmmm….." balas Naruko lalu mengikuti Naruto.
Beberapa saat setelah berkeliling mencari Kaa-sannya. "Nii-chan…arigato…." Ucap Naruko lalu pergi yang melihat Kaa-sannya yang juga berkeliling mencarinya.
"Kaa-chan…." Panggil Naruko pada Kaa-sannya yang langsung memeluk anaknya.
"Naruko…kemana saja kamu nak…." Ucap Kaa-sannya yang khawatir dengan anaknya.
Naruto yang melihat Naruko berlari ke arah Kaa-sannya dapat memahami situasinya. Hanya dapat melambaikan tangannya saja.
Dipagi hari yang cerah dengan waktu terus bergulir hingga tak terasa dengan waktu yang sudah berlalu.
^ Di Akademi Ninja ^
"tidak akan lama lagi kita akan mengadakan ujian kelulusan, mulai dari sekarang harap dipersiapkan…." Ucap Iruka sensei kepada murid-muridnya.
"ha'i sensei…." Ucap mereka serentak. Kecuali Naruto yang menjawab lemas karena masih dalam mimpinya. Sedangkan Shikamaru tertidur pulas tanpa menjawab sama sekali.
Melihat Naruto dan Shikamaru seperti itu, Iruka sensei menghampiri mereka.
"apa kau mendengar Naruto…..Shikamaru….." Tanya Iruka sensei dengan penekanan.
"ha'i…" ucap mereka serentak namun agak masih lemas karena baru bangun dari mimpi indah mereka.
"huh…mana mungkin…Naruto bisa lulus…." Ucap Menma keras sampai didengar semua orang dalam kelas. Sedangkan yang lain ikut menyetujui dengan mengangguk-anggukan kepala mereka. Kecuali Karin, Sai, Hinata, Shikamaru, Chouji, Shino, Iruka sensei, dan beberapa yang hanya diam saja.
"sebelum meremehkan orang lain maka asah dulu kamampuan kalian….kalian mengerti….." Ucap Iruka sensei pada para muridnya.
"ha'i sensei…." Ucap mereka serentak.
^ Di Warung Ramen Ichiraku ^
Terlihat 2 orang dengan beberapa pelanggan lainnya sedang makan ramen. Seorang bocah berambut jabrik bewarna kuning yang tak lain adalah Naruto. Dan seorang pria dewasa dengan luka melintang di hidungnya tak lain adalah Iruka sensei.
"Naruto….jika kamu lulus…akan kutraktir kamu sepuasnya….." ucap Iruka sensei.
"benarkah…..?" Tanya Naruto memastikan.
"tentu saja benar….seorang ninja akan memegang kata-katanya..itulah ninja sejati…" ucap Iruka dengan gaya kerennya.
"ternyata kamu bisa juga Iruka…." Ucap paman Teuchi.
"hahaha…hahaha…" Iruka sensei hanya tertawa-tawa dibilang seperti itu.
"baiklah…aku akan menunggu janji itu…." Ucap Naruto datar yang masih memakan ramennya.
"Jii-san dimana Ayame…..? Tanya Iruka sensei pada paman Teuchi.
"Ayame sedang berusaha membuat resep khusus, jadi untuk beberapa hari tidak masuk dulu…." Ucap paman Teuchi dengan sedikit berbisik kepada mereka berdua takut nanti ada yang mendengar.
"bukannya dari kemarin dia tidak masuk…." Ucap Iruka pada paman Teuchi.
"bukan dari kemarin tapi seminggu yang lalu…." Ucap paman Teuchi membenarkan.
Setelah mengobrol lama, hingga malam mulai larut mereka semua pulang termasuk Naruto.
"Iruka sensei….aku akan pasti lulus….." ucap Naruto yang hendak pergi.
"ya…aku percaya itu Naruto…." Ucap Iruka sensei lalu mereka berpisah.
Dengan Naruto yang sedikit tersenyum, ia pulang ke apartemennya yang sudah di tunggu oleh Sai.
^ Di Kediaman Naruto ^
"awas kau Naruto….kau terlambat lagi…" ucap Sai yang kesal dengan wajah suramnya.
"akan ku jitak itu kepala durennya itu…hahaha…hahaha…." Ucapnya dilanda dengan tawa iblisnya yang masih setia menunggu didepan pintu apartemen, sebab Naruto lupa memberikan kunci cadangannya.
To Be Continue…..
LOG OUT
