P.M.M.

Nurama Nurmala©2010

Sci-fi, Adventure, Friendship with All Super Junior Member

Totally Reserved


.

.

.

~Pukul 08.14 di rumah~

"Kenapa dengan Eunhyuk, dia masih belum bangun?" tanya Donghae heran karena tidak melihat Eunhyuk di meja makan pagi ini.

"Ne, dia masih tidur di ranjangnya."

"Waeyo Yesung-ssi?" Ryeowook yang penasaran pun ikut bertanya.

"Ajik Mollayo~, dia terus mengurung diri di kamar setelah Hankyung bercerita tentang kembarannya itu."

"Aish! Dia ini benar-benar penakut sekali!" Kangin bangkit dari duduknya.

"Kau mau kemana Kangin-ssi?" tanya Donghae.

"Aku mau membangunkan Eunhyuk, sebentar lagi masuk sekolah." Kangin meneruskan langkahnya. Semua sepertinya setuju dengan tindakkan Kangin, buktinya tak seorangpun dari mereka yang melarangnya pergi.

"Hankyung-ah," panggil Ryeowook. "Bagaimana kondisi Hangeng sekarang?"

Hankyung tersenyum, "dia sudah tenang sekarang."

"Geurae?"

"Ne, geurae."

"Haaah, jotha.." Ryeowook menghembuskan napas lega.

"Bagaimana dengan belajar kalian Donghae-ya? Chulie-ya?" tanya Miss Lau kepada Donghae dan Heechul.

"Tentu saja lancar, iya 'kan Shindong-ssi?" lirik Heechul ke arah Shindong.

"Ne, mereka sudah ada kemajuan dari sebelumnya."

"Hoo, begitu? Baguslah..." Miss Lau terlihat senang sekali.

"Keundae Kyuhyunie," Donghae membuka mulutnya, Kyuhyun yang dipanggil Donghae tak menolehkan kepalanya barang sedetikpun, matanya terus tertuju pada PSP yang berada di genggaman tangannya. "Aku tak pernah melihatmu belajar, di sekolah pun kau hanya bermain game, kenapa kau bisa masuk 50 besar di sekolah?"

Semua sama penasarannya dengan Donghae ternyata, mereka menunggu jawaban dari Kyuhyun.

"Kangin-ssi yang memaksaku."

"Apa?"

"Kangin-ssi yang memaksaku." Ulangnya. "Tiap malam sebelum dia tidur, dia memaksaku mengulang pelajaran hari itu bersamanya. Katanya dia tak mengerti ini dan tak mengerti itu. Aku jadi terpaksa mengajarinya yang secara tak langsung juga malah mendalami materi hari itu. Setiap hari selalu seperti itu."

"Wah! Tumben kau mau melakukan keinginan orang lain!" Heechul bertanya heran, tanpa maksud menyindir dan sebagainya.

"Habis dia menyembunyikan PSP-ku," kata Kyuhyun datar.

"ME-NYEM-BU-NYI-KAN- P-S-P-MU?" tanya Donghae terbata-bata.

"Ne, biasanya aku punya waktu tertentu untuk ke kamar mandi. Pada saat ke kamar mandi, dia selalu menyembunyikan PSP-ku, lalu mengancamku. Katanya, kalau aku tak menemaninya belajar, maka aku takkan bisa melihat PSP-ku lagi."

"Apa setiap malam selalu terulang seperti itu?" Kyuhyun mengangguk. Lalu Shindong bertanya lagi, "Kalau sudah tahu akan ada kejadian itu, kenapa kau tidak menyembunyika PSP-mu sebelum ke kamar mandi?"

"Sudah, aku sudah menyembunyikannya di lemari, di bawah tempat tidur, di dalam tas, di sela-sela kursi, di balik vas bunga, di bawah bantal, di balik susunan gelas. Namun dia selalu dapat menemukannya." Semua menahan tawa mendengar sikap Kyuhyun dan Kangin di belakang mereka.

"Kenapa kau tidak membawanya ke kamar mandi?" Sungmin memberi saran sambil mengunyah roti bakarnya. Kyuhyun seketika terdiam. Sepertinya dia tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Semua kembali tertawa ketika melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti baru mendapatkan pencerahan itu.

"Kalau begitu, sebelum dia masuk ke kamar mandi, aku akan mencegatnya di pintu masuk dan dengan paksa mengambil benda itu dari tangannya!" ucap Kangin dari arah belakang mereka. Kyuhyun mendongak menatap Kangin, "memangnya kau mau adu tenaga denganku apa?" Kyuhyun terdiam dan meneruskan kembali permainannya. Ia sepertinya takluk di depan Kangin.

"Sudahlah, itu 'kan hal bagus. Kangin dan Kyuhyun bisa belajar bersama-sama. Iya 'kan?" tanya Miss Lau pada semua orang yang berada disana. "Kangin-ssi, mana Eunhyuk?"

"Oh, Eunhyuk?" Miss Lau mengangguk. "Ini." Kangin mengangkat sebuah kaki yang sedari tadi ia pegang. Semua terperanjat kaget melihatnya. Tetapi kaki itu ternyata masih mempunyai tuan, di bawah terlihat Eunhyuk yang tergeletak sambil meringkuk di atas lantai. "Dia tidak mau pergi dari ranjangnya, jadi aku sengaja menyeretnya ke sini."

Beberapa orang mengacungkan jempolnya ke arah Kangin sambil tertawa terpingkal-pingkal.

"Aish! Kau ini... Eunhyuk-ah! Ayo, bangun. Kau bisa terlambat nanti." Miss Lau menampar-nampar muka Eunhyuk. Tapi Eunhyuk tidak membuka matanya.

"Dia pura-pura tidur." Donghae mendekat ke tempat Eunhyuk. "Biar aku saja yang membangunkan putri tidur ini." Donghae jongkok di depan Eunhyuk. "Ah, salah. Kalau aku yang membangunkan, tidak akan ada hasilnya sama sekali. Karena itu..Hankyung-ah!" panggil Donghae.

"Ne?"

"Kau bisa memanggil Hangeng kesini untuk membangunkan Eunhyuk?"

"Aku bangun! Aku bangun!" mendengar nama Hangeng disebut, Eunhyuk langsung tersadar dari tidurnya.

"Tuh 'kan ampuh! Hahahaha, kalau menyangkut Hangeng kau langsung bereaksi ya?" canda Donghae, yang lain pun ikut tertawa.

"Kau ini, tidak boleh mempermainkan orang lain tahu?" Eunhyuk marah karena merasa telah dikerjai Donghae.

"Sepertinya Eunhyuk tidak hanya sensitif terhadap Hangeng saja, waktu itu ia juga tampak menghindar ketika kita hendak memasuki rumah yang telah terbakar itu." Yesung menghentikan kata-katanya. Tangannya menopang dagu yang tak mungkin jatuh. Matanya tiba-tiba melirik Eunhyuk dengan pandangan mencurigakan. Senyum aneh terlihat dari bibirnya. Begitupun yang lainnya, mereka memasang tampang yang mirip dengan Yesung. "Eunhyuk-ah, jangan-jangan sebenarnya kau ini sangat takut sekali dengan.."

"Ah," pekik Kyuhyun pelan. Semua menoleh kearah Kyuhyun. "Hari ini ada pembukaan untuk penjualan game terbaru di musim ini."

"Lalu?"

"Aku tidak bisa pulang bersama kalian. Aku mau ikut acara itu."

"Oh.."

"Karena itu," semua kembali memandang Kyuhyun. "Hankyung-ah, kau temani aku ya..."

Hankyung yang terkejut dengan ajakan Kyuhyun mengehentikan makannya. "Temani?"

"Ne, aku ingin mengajakmu."

Hankyung tampak berpikir sejenak.

"Ya! Kenapa kau tidak mengajakku? Bukankah aku yang selalu menemanimu main game? Dasar habis manis sepah dibuang!" tanya Kangin sewot.

"Kau 'kan sibuk bekerja."

"Memangnya Hankyung tidak sibuk kerja sambilan apa?" tanya Kangin sambil menunjuk-nunjuk Hankyung.

"Tidak apa-apa, aku akan membayar dia." Ucap Kyuhyun ringan.

"APA?" teriak Kangin dan Sungmin bersamaan.

"Kau juga bisa mengajakku lho!" Sungmin ikut serta dengan paksa ke dalam pembicaraan itu.

"Ani, tidak bisa. Yang bisa melakukannya hanya Hankyung." Kyuhyun beranjak dari kursinya dan melenggang pergi.

"Ya! Kyuhyunie! Kau mau kemana?" teriak Kangin, namun Kyuhyun tak mengehentikan langkahnya.

"Hari ini 'kan sekolah dimulai lebih awal karena mau ada tes kesehatan, kalian lupa ya?" tanya Kyuhyun sambil berlalu pergi. Beberapa detik kemudian, sosoknya telah menghilang di balik pintu.

"Ah, benar juga! " Miss Lau memukul dahinya. "Ayo semua, jangan sampai kita terlambat!" mendengar instruksi dari Miss Lau, mereka menyegerakan makan mereka hingga Donghae tersedak, mulut Shindong penuh dengan makanan, dan Heechul yang sibuk memeriksa riasannya di pagi itu. Sungmin terlihat memiliki pemikiran yang sedikit modern, makanan yang tak sempat dia makan dibungkus dan dimasukkan ke dalam tas agar bisa memakannya di perjalanan. Kangin, Miss Lau, Siwon dan Leeteuk membantu Eunhyuk menyiapkan perlengkapan sekolahnya sementara Eunhyuk sibuk dengan roti di mulutnya dan kaos kaki yang ia pasangkan dengan tangannya. Ryeowook sibuk membersihkan piring-piring yang kotor di bantu Hankyung, sementara Kibum dan Yesung pergi meninggalkan kegaduhan di pagi itu menyusul Kyuhyun.


.

.

.

~Pukul 16.46 di pusat perbelanjaan kota Seoul~

"Anu, Kyuhyun-ssi." Panggil Hankyung ragu. "Kenapa kau mengajakku? Kenapa bukan yang lain?"

"Kalau dijelaskan sekarang mungkin kau tidak akan mengerti, karena itu tunggu saja sampai kita sampai di sana"

"Um, ne."

Hankyung berjalan mengikuti Kyuhyun. Lalu, tak lama mereka sampai ke sebuah toko game terbesar di daerah itu. Antrian yang terlihat di depan toko itu sangat panjang, lebih dari 30 meter dari toko itu.

"Sudah sampai." Ucap Kyuhyun sambil memandang toko itu.

"Apakah kita juga akan ikut mengantri?" tanya Hankyung khawatir.

"Tidak perlu, kajja." Ajak Kyuhyun. Kyuhyun langsung berjalan ke depan pintu yang dijaga beberapa pria berseragam. Ia menunjukkan sebuah kartu pass, lalu penjaga itu mempersilahkan Kyuhyun masuk ke toko tanpa harus mengantri. Kyuhyun menoleh ke arah Hankyung, "Kau sedang apa di sana? Kajja!"

"Ne..." Dengan langkah kaku, Hankyung mengikuti gerak langkah Kyuhyun yang memasuki toko itu. Ketika ia menginjakkan kakinya ke dalam ruangan, angin langsung berhembus berbeda. Angin dingin yang membelai rambutnya berbau wangi, wangi bunga. Ia mengedarkan pandangannya ke ruangan itu, didapatinya berbagai macam tipe game yang sedang populer di pasaran, beribu-ribu kaset game yang tersusun rapi di pajangan, dan berpuluh-puluh orang yang memadati ruangan itu.

"Kau bukannya mau membeli game terbaru?"

"Ani," jawab Kyuhyun singkat.

"Ha? Lalu?"

"Kau tahu? Selalu ada event yang besar untuk launching game terbaru dari vendor raksasa di dunia game, toko ini selalu mengadakan pertandingan game untuk semua pengunjungnya. Dan hadiah bagi para pemenang itu adalah 5 kaset game terbaru yang dirilis hari ini."

"Mwo?"

"Hari ini di rilis sekitar 50 game, dan aku menginginkan 10 dari 50 game itu. Jadi aku membutuhkan bantuanmu untuk memenangkan pertandingan ini. Jika kau dan aku memenangkan tantangannya, maka 10 game terbaru sudah di tangan. Otokhe?"Kyuhyun memandang Hankyung dengan tatapan dingin.

"Keundae, aku tidak bisa bermain game..." ucap Hankyung sambil menundukkan kepalanya.

Kyuhyun tersenyum. "Jal dereseyo (dengarkan baik-baik). Kompetisi ini bukan seperti yang kau bayangkan. Game yang dijadikan sebagai bahan pertandingan bukan game yang sering aku mainkan. Tapi lebih kepada game dengan logika atau bahkan daya ingat. Karena itu aku mengajakmu kemari."

"Chega jom dowa derilkayo? (Jadi aku bisa membantu?)"

"Ne, otokhe?"

"Ye, gerokhe hagessemnida (baiklah, aku akan melakukannya)" Kyuhyun tersenyum memandang Hankyung.

"Ya! Siapa lagi yang ingin ikut tantangan?" salah seorang pria yang bertindak sebagai MC di panggung yang lumayan besar itu mengacungkan tangannya sambil berteriak-teriak. "Jika masih ada lagi yang berminat, silahkan mendaftar di meja pendaftaran di sebelah sana." MC itu menunjuk ke sebuah meja di pojok ruangan. Mendengar informasi itu Kyuhyun langsung beranjak dari sana mendekati meja pendaftaran itu.

Terlihat Kyuhyun berbicara sebentar dengan petugas di sana, tak lama petugas itu mencatat sesuatu dan Kyuhyun kembali menemui Hankyung. "Aku sudah mendaftarkan kita."

Hankyung sedikit gugup sore itu.

.

.

.

"Ya! Pertandingan ini akan dibagi kedalam dua jenis. Yang pertama adalah memasangkan puzzle, dan yang kedua adalah menyelesaikan 3 rubic cube!"

WWWUUUUUU..!

Semua penonton berteriak mendengarnya. "Peserta yang paling cepat menyelesaikan tantangan ini berhak memilih hadiahnya!"

WWWUUUUUU..!

Ruangan itu kembali di penuhi oleh sorak sorai penonton.

"Pertandingan pertama akan di mulai dengan tantangan puzzle. Silahkan kepada seluruh peserta yang mendaftar di tantangan puzzle untuk naik ke atas panggung. Tantangan akan diberikan disini!"

Penonton serentak bertepuk tangan, satu-persatu peserta dalam tantangan puzzle menaiki panggung. Kyuhyun mendorong Hankyung, Hankyung yang tekejut menoleh ke arah Kyuhyun, "Hwaiting!" bisik Kyuhyun pelan. Mendengar dukungan Kyuhyun, kekuatan Hankyung langsung terkumpul, Hankyung melangkahkan kakinya sendiri ke atas panggung.

"Ok! 26 peserta sudah naik ke atas panggung. Saya akan segera menjelaskan peraturan permainan ini." Sang MC berjalan ke sisi panggung dan mengambil sebuah benda dengan ukuran 1x1 meter dan membawanya kehadapan peserta dan penonton. Ia langsung membuka bungkusan yang menutupi benda tersebut.

.

.

SSRRAAAKK!

.

.

"Lihatlah! Ini adalah puzzle untuk tantangan kali ini!"

.

.

WWUUAAHH!

.

.

MC itu memperlihatkan sebuah gambar laut dan langit bak lukisan cat air yang sangat indah. Ternyata itu adalah puzzle yang menjadi soal tantangan kali ini.

"Apa itu? Yang ada di gambar itu hanya warna biru saja?" terdengar bisikan dari arah penonton.

"Iya, hanya warna biru saja."

MC itu tersenyum, ia lalu mengangkat puzzle raksasa yang berada di tangannya. "Puzzle ini tentu saja bukan puzzle biasa, puzzle ini berlatar langit dan laut. Warnanya hampir serupa, hingga para ahli puzzle menempatkan puzzle jenis ini sebagai puzzle tersulit!"

OOOHHHHH..

Mereka bergumam sesaat.

"Lalu, tugas peserta ini adalah menyusun puzzle ini agar bisa kembali dalam bentuk seperti ini," katanya sambil mengangkat puzzle itu tinggi-tinggi. "Setelah selesai menyusun puzzle itu, maka peserta harus menjawab pertanyaan yang saya ajukan." MC itu melirik sebuah kertas saku yang berada di tangannya. Pertanyaannya adalah, "apa makanan kesukaan pemilik toko ini?"

"Apa?" semua bertanya-tanya tak mengerti, mengapa mereka memberikan pertanyaan seperti itu? Jangankan makanan kesukaan sang pemilik toko, nama pemilik toko ini saja mereka tidak tahu.

"Don't worry.." MC tertawa terkekeh-kekeh. "Kalian tidak usah khawatir mengenai jawaban pertanyaan saya, jika kalian berhasil menyelesaikan puzzlenya, maka jawaban atas pertanyaan saya akan muncul di depan kalian. Kalian hanya tinggal membuka mata kalian."

"Oh.."

"Baiklah, tidak usah berlama-lama lagi."

CTAK!

Dia menjentikkan jarinya. Tak lama beberapa orang panitia pertandingan datang membagi-bagikan puzzle yang masih utuh, belum tersentuh sedikitpun.

"Baiklah, kalian sudah mendapatkan puzzle kalian, panitia! Acak-acak puzzle itu!" MC memberikan perintah kepada para panitia panggung. Panitia itupun mengacak-acak puzzle semua peserta, tanpa mencampurkannya dengan peserta lain tentunya.

"Ok! Pertandingan, dimulai!"

TENG!

Bel pertandingan terdengar sudah, para peserta tidak membuang-buang waktu dan segera menyusun potongan-potongan puzzle itu.

"Coba lihat, Kim Yong Jin!" bisik para penonton. "Dia 'kan penyusun puzzle tercepat di wilayah ini, peserta lain sepertinya akan sulit mengganggu posisinya."

"Ne, coba lihat gerakan tangannya! Ommo, cepat sekali. Ketika para peserta lain berpikir dan mencocokkan puzzle itu dengan tempatnya, lalu menaruhnya dan menggantinya dengan potongan yang lain, ia hanya perlu melihat sebentar lalu memasangkannya, kekeliruan yang dia buat pun langsung ia perbaiki dengan cepat tanpa membuang waktu sia-sia."

Semua penonton tampak kagum dengan cara Yong Jin memasang puzzle. Tapi ada saja segelintir penonton yang memperhatikan peserta lain.

"Coba lihat peserta yang memakai seragam SMU itu." Kyuhyun langsung menoleh ke arah orang yang berbicara itu. "Dia belum menyusun satu potongan pun, yang dilakukannya hanya membalikkan semua potongan puzzle yang terbalik ke posisi muka puzzle (warna biru berada di atas). Bukankah itu akan membuang banyak waktu?"

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki yang memakai seragam yang sama dengan yang ia kenakan, Kyuhyun tersenyum.

Ketika Yong Jin hampir menyelesaikan 1/6 bagian puzzlenya, Hankyung yang masih membalikkan potongan puzzle yang lain diam dan memandang salah satu potongan puzzle yang berada di tangannya. Alis matanya tertekuk.

"Wae? Kenapa Hankyung-ah? Apa ada masalah?" tanya Kyuhyun dalam hati. Namun tak lama, Hankyung kembali membalikkan potongan puzzle itu hingga semua potongan terlihat dalam warna yang senada : biru.

"Memang cukup sulit jika peserta harus menyusun 346 potongan puzzle ini menjadi sebuah gambar yang utuh, karena itu dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi dan ketenangan dalam melakukannya. Karena itu saya mohon kepada semua peserta untuk tenang dan melihat saja." Sang MC memberikan keterangan demi kelancaran pertandingan itu.

Hankyung langsung mengambil sebuah potongan yang dimulai dari kirinya, ia mulai menempatkan potongan-potongan itu ke atas tempat yang telah disediakan. Ia terus melakukkannya, bahkan semakin lama kecepatannya semakin meningkat. Ia tampak melakukannya tanpa berpikir sedikitpun.

Semua perhatian sekarang beralih kepada Hankyung.

"Bagaimana mungkin bisa secepat itu?"

"Dia menyusun puzzle itu seperti menyusun angka dari 0 samapi 9 saja."

Semua yang melihat terheran-heran dengan permainan Hankyung. Hankyung yang memang telah menyimpan ingatan tentang letak setiap potongan di kepalanya, ketika semua potongan itu di acak, ia hanya tinggal menyusunnya dalam 1 warna terlebih dahulu dengan membalikkan semua puzzle yang terbalik. Sambil melakukan proses itu, otaknya kembali bekerja dengan menyusun potongan-potongan puzzle yang ia pegang di otaknya, ketika setiap langkah telah terekam, ia hanya tinggal mengulangnya di dunia nyata.

Kyuhyun yang melihat permainan Hankyung kembali tersenyum. "Aku memang tidak salah membawanya kesini." Gumamnya pelan

"Selesai!"

Terdengar seruan dari salah satu peserta. Semua penonton tiba-tiba ramai membicarakannya. Bukan hanya MC yang menoleh ke arah sumber suara itu, melainkan para peserta yang lainnya, termasuk Yong Jin yang baru menyelesaikan ¼ puzzlenya.

"Kau, sudah menyelesaikan puzzle-nya?" tanya MC tak percaya. Hankyung mengangguk ketika ditanya oleh sang MC. MC itu melirik ke arah puzzle yang telah di susun Hankyung. Puzzle itu membentuk Laut dan langit berwarna biru, persis seperti gambar yang tengah ia perlihatkan sebelumnya.

Sang MC mendatangi Hankyung dan melihat hasil karyanya beserta beberapa orang yang mereka panggil juri. Setelah melihat karya Hankyung, mereka berdiskusi sebentar, dalam waktu beberapa menit saja, sang MC telah datang dengan membawa hasil.

"Baiklah, perlombaan menyusun puzzle ini, berakhir dengan waktu tercepat yang telah dipecahkan oleh saudara Hankyung, 15 menit!" teriak MC itu di atas panggung.

WWWWUUUUUUU!

Semua penonton kembali bersorak ketika mengetahui nama pemenang kompetisi puzzle. Mereka memberikan tepuk tangan yang hangat untuk Hankyung, Kyuhyun hanya berdiri diam.

"Baiklah." MC itu berdehem keras. "Kalau begitu, jawaban dari pertanyaan saya adalah.."

"Apel." Jawab Hankyung singkat.

"Jawabannya, apel?"

"Ne."

Sang MC kembali melihat kertas yang berada di tangannya. "Dan jawabannya adalah, APEL!"

WWWHHHOOOOAAAAA!

Penonton menjerit tak percaya.

"Katakan kepadaku, bagaimana kau tahu bahwa jawabannya adalah apel? Apa kau sudah mengetahui jawabannya sebelumnya?"

"Ani, seperti yang Anda katakan. Kita akan mengetahui jawaban dari pertanyaan Anda ketika kita telah menyusun semua puzzle."

"Begitu?" MC balik bertanya.

Hankyung mengambil puzzle yang ia susun dari tangan panitia, lalu membalikkannya.

BBRRRUUUKKK!

Semua potongan puzzle yang sudah susah-susah ia susun berhamburan di lantai karena ia sendiri yang membalikkannya.

Semua penonton, MC dan peserta lain melongo tak mengerti.

Kemudian, perlahan, Hankyung mengangkat kembali papan yang dijadikan pondasi untuk menyusun puzzle itu. Ternyata ada beberapa potong puzzle yang tidak jatuh ke lantai dan terus menempel disana.

Semua yang melihat terbelalak terkejut. Pasalnya, di atas papan yang dijadikan dasar untuk menyususun puzzle itu, ada beberapa pasang puzzle yang masih menempel dan membentuk sebuah kata.

"A-P-E-L" para penonton mengucapkannya bersamaan.

MC tersenyum, "Bagaimana kau bisa mengetahui jawabannya sebelum semua puzzle ini dibalik?"

"Itu," Hankyung mengambil satu potong puzzle yang terjatuh di tanah. "Potongan puzzle yang tidak bisa dibalik, dibaliknya tidak terasa apa-apa, tapi jika potongan puzzle yang tangah menempel ini mengandung suatu lem kertas, yang sedikit tidak terasa jika di setuh oleh tangan tetapi akan langsung merekat kuat jika ditempelkan dengan kertas lainnya." Hankyung membolak-balikkan potongan puzzle yang berada di tangan kanannya.

"Awalnya saya merasa aneh dengan perbedaan lapisan di balik potongan puzzle. Mengapa ada dua jenis yang berbeda? Namun ketika saya sadar bahwa jumlah potongan yang memiliki serat yang berbeda ini lebih sedikit dari yang lainnya, jadi timbul suatu pemikiran lain. Ketika saya membalikkan semua potongan ini menjadi warna yang sama, sebenarnya saat itu pula saya menyusun semua potongan puzzle itu di dalam kepala saya, lalu karena saya mengelompokkan potongan puzzle minoritas itu di tempat lain tanpa merubah posisinya sebagai kesatuan, saya akhirnya mendapatkan kata itu sebelum membalikkan semua puzzle-nya."

Semua yang mendengarkan penjelasan Hankyung berdiri melongo. Separuh dari mereka menekuk alisnya tanda mengerti, separuh dari mereka mengerutkan alisnya karena penjelasan Hankyung tampak remang-remang bagi mereka.

Sang MC yang tak mau berpusing-pusing lagi bertepuk tangan puas, "Ya! Akhirnya kita menemukan pemenang di tantangan menyusun puzzle!" semua penonton mengikuti sagn MC, mereka langsung bertepuk tangan secara serentak. Separuh dari mereka ada yang berteriak dan ada pula yang bersiul. Kondisi di ruangan itu tampak seperti di lapangan sepak bola.

Setelah dianugerahkan sebagai pemenang, Hankyung turun dari panggung dengan tenang menuju Kyuhyun. Yong jin memperhatikan Hankyung dengan seksama. Ia berusaha mengingat-ingat wajah Hankyung, sebagai seseorang yang tengah mengalahkannya dengan telak.

"Kau hebat!" Kyuhyun menepuk pundak Hankyung dan melemparkan senyum puas ke arah Hankyung. Hankyung yang merasa telah memuaskan Kyuhyun membalas Kyuhyun dengan senyum malu sebagai penghargaan bagi dirinya sendiri.

"Setelah barusan kita dikejutkan oleh seseorang yang bagaikan keajaiban, dengan rasa kagum yang masih membekas di hati kita, marilah kita beranjak ke tantangan selanjutnya. " MC itu membuka kertas kecil yang sedari tadi di pegangnya. "Kita akan melangkah ke pertandingan Rubic Cube! Para peserta Rubic Cube, silahkan naik ke atas panggung!"

PROK!

PROK

PROK!

PROK

Suara deru tepuk tangan menyambut kedatangan para peserta di tantangan kedua. Kyuhyun yang sudah siap dari tadi melenggang maju ke atas panggung beserta peserta yang lainnya.

"Seperti yang kalian lihat, di depan kalian terdapat masing-masing 3 Rubic Cube dengan warna yang telah tercampur. Kalian tahu apa yang akan terjadi selanjutnya bukan? Kalian harus menyelesaikan ke tiga Rubic ini, dan peserta yang menyelesaikannya dengan waktu tercepat, maka ialah pemenangnya!"

WWWUUUUU!

MC itu melihat jam tangannya, "tantangan kedua, dimulai!"

TENG!

Ke 18 peserta terlihat begitu sibuk menyelesaikan satu persatu sisi rubik, waktu telah berlangsung selama beberapa puluh detik.

"Selesai!" salah seorang penonton berteriak tak percaya.

Mendengar teriakan seorang penonton, perhatian MC teralih kepada seorang peserta yang sudah menyelesaikan salah satu rubic yang berada di depannya. Lalu beberapa detik kemudian ia berhasil meyelesaikan satu Rubic lagi. Ia menyelesaikan ke-3 Rubic itu dengan waktu kurang dari 2 menit!

MC itu mendekat ke arah Kyuhyun dan memeriksa ketiga Rubic yang telah di scrambel. Matanya membulat sempurna hingga mengangkat lengan Kyuhyun ke udara dan menobatkannya sebagai pemenang tantangan Rubic.


.

.

.

~Pukul 20.12 di sebuah jalan menuju rumah~

Dua orang namja yang masih memakai seragam sekolah berjalan berdampingan di jalanan malam itu. Salah seorang dari mereka memegang sebuah bungkusan yang cukup besar berisi berbagai macam kaset game, sedangkan seorang lagi sibuk menatap layar PSP-nya.

"Kyuhyun-ssi," panggil laki-laki yang membawa bungkusan berisi CD game itu. "Bagaimana kau bisa menyelesaikan Rubic itu dengan teramat sangat cepat?"

Kyuhyun menekan tombol pause di PSP-nya, menyimpannya sementara di saku celananya, lalu ia merogoh sebuah benda yang ia simpan di ranselnya. Ternyata ia mengeluarkan sebuah Rubic Cube.

"Kau tahu? Ada lebih dari 21 rumus untuk menyelesaikan penyusunan Rubic Cube, dan ada lebih dari 11 alogaritma yang harus kau kuasai." Kyuhyun mengutak-atik Rubic Cube-nya.

"Kau harus melihat polanya terlebih dahulu dan mengambil rumus yang menurutmu akan lebih cepat menyelesaikannya dengan rumus itu." Ia kembali mengutak-atik rubic-nya. "Di Rubic pertama aku menggunakan metode CFOP. Kau tahu itu?"

Hankyung menggelengkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum, "CFOP adalah singkatan dari Cross-F2L-OLL-PLL (yang mana semuanya adalah rumus lain yang sering digunakan. CFOP adalah gabungan dari beberapa rumus/metode itu). Nanti aku akan menjelaskannya padamu ketika sampai dirumah."

"Um"

Kyuhyun memandang Hankyung lagi. "Coba lihat," Kyuhyun memperlihatkan Rubic-nya kepada Hankyung. "Pertama-tama kau harus membuat tanda silang pada salah satu sisi warna Rubic Cube. Lebih baik lagi jika kau membuat cross di layer bawah, karena apa?"

Hankyung menggeleng.

"Karena ini akan mempercepat transisi ke tahap F2L, yaitu merupakan singkatan dari First two Layer atau tahap di mana kita menyelesaikan 2 layer pertama. Kita membentuk pasangan lalu memasukkannya ke 4 slot yang tersedia untuk menyelesaikan layer 1 dan 2 sekaligus." Kyuhyun memperlihatkan 3 sisi Rubic yang hampir selesai.

"Setelah itu tahap OLL, kau harus membetulkan seluruh edge dan disusul dengan membetulkan seluruh coner seperti ini. Lalu setelah itu PLL (Permutation Last Layer). Disini kita menukar posisi edge dan coner ke tempat semula, hingga menjadi seperti ini." Kyuhyun memperlihatkan Rubic Cube yang sudah memiliki warna yang sama di setiap sisinya.

Mata Hankyung membesar menatap Rubic itu, pandangan matanya menyiratkan kekaguman. Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Hankyung. "Ini,"

"Apa?"

"Rubic ini untukmu. Sebagai tanda terimakasih atas bantuanmu hari ini."

"Jeongmal?"

"Ne, aku akan mengajari metode yang lain padamu nanti."

Terlihat senyum bahagia mengembang di wajah Hankyung.


.

.

.

~Pukul 20.45 di rumah~

"Ya! Kalian kemana saja jam segini baru pulang?" Sungmin yang tengah menunggu kedatangan mereka dari tadi berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang.

"Ya Hankyung-ah, kemari!" Sungmin menarik tangan Hankyung dan menyeretnya ke ruangan lain.

"Kau kemana saja Kyuhyunie?" tanya Kangin dengan muka masam.

"Jalan-jalan." Muka Kangin kembali masam ketika mendapatkan jawaban seperti itu dari Kyuhyun. Leeteuk yang melihat tingkah mereka hanya tertawa lucu.


.

.

.

~Pukul 20.47 di dapur rumah~

"Ne, waeyo Sungmin-ssi?" tanya Hankyung penasaran dengan sikap Sungmin yang tiba-tiba.

"I need your help tomorrow."

"Apa?"

"Karena besok libur, kau mau menemaniku berjalan-jalan 'kan?"

"Menemanimu jalan-jalan?"

"Ne, sebenarnya ada event besar di sebuah pusat perbelanjaan besok. Asal kau bisa ingat semua kode, merk, harga dan model setiap baju di beberapa toko besar di sana, maka kita akan mendapatkan voucher berbelanja selama 1 bulan!"

"Jeongmal?"

"Ne. Bisa?"

"Boleh"

"YA! Jotha!" teriak Sungmin senang.


.

.

.

~Pukul 10.23 di sebuah toko di pusat perbelanjaan~

"Yang itu Callia-T2389, harganya 10.000 won, yang sebelahnya Thunder-C6745j, harganya 15.000 won. Lalu yang terakhir Shizukane-G8960, harganya 14.300 won."

"Ommo.." para pelanggan yang berkerumun di sana terheran-heran sendiri.

"Terimakasih karena telah menjadi pelanggan setia toko kami, ini voucher belanja dari kami. Sekali lagi terimakasih pelanggan." Manajer toko itu menunduk berterimakasih sambil memberikan voucher belanja kepada Hankyung. Sungmin yang melihat itu hanya tertawa-tawa senang.

.

.

.

"Hahahaha, gomawo. Karena bantuanmu hari ini kita jadi bisa mendapatkan banyak voucher belanja. Xixixixi." Sungmin terlihat senang sekali dengan lebih dari 10 voucher belanja ada di tangannya.

"Keundae Sungmin-ssi, apakah ini bukan penipuan? Aku bukanlah pelanggan tetap toko mereka."

"Aish! Kau ini, tentu saja ini bukan penipuan sama sekali! Kita tidak pernah mengatakan kalau kita pelanggan toko mereka 'kan? Mereka sendiri yang dengan seenaknya beranggapan seperti itu." Jawab Sungmin cuek.

"Ah, begitu?"

"Tentu saja begitu!" Sungmin memukul punggung Hankyung. "Ah! Ada obral besar-besaran disana! Aku harus melihatnya!" pekik Sungmin, "Kau pulang duluan saja, aku mau ke sana dulu sebentar!" setelah berbicara seperti itu, Sungmin langsung berlari meninggalkan Hankyung.

Hankyung yang tak melihat lagi sosok Sungmin oleh matanya memutuskan untuk pulang ke rumah. Lalu di tengah jalan..

BBRRUUGGHH!

Hankyung menubruk seseorang. "Ah, mianhamnida.."

"Gwenchana.." jawab orang yang ditubruk Hankyung itu, mata Hankyung terbelalak ketika melihat wajah orang yang dia tubruk barusan. "Leeteuk-ssi?"

"Ah, Hankyung-ah. Kau rupanya. Mau kemana?" tanya Leeteuk setelah sadar bahwa orang yang berada di hadapannya adalah Hankyung.

"Mau pulang."

"Pulang? Tapi sekarang masih pagi..."

"Ne, walau sekarang masih pagi, tapi aku sudah lelah sekali.."

"Hahahaha, gara-gara Sungmin-ah ya?" Hankyung tak menjawab. "Kau mau menemaniku ke suatu tempat?"

Hankyung memandang wajah Leeteuk. "Odi?"

"Kesuatu tempat. Kajja!" Leeteuk segera menggandeng lengan Hankyung.


.

.

.

Setelah 30 menit mereka berjalan..

"Kau merasa kewalahan karena membantu Kyuhyun dan Sungmin?"

"Ani."

"Hem? Tidak? Padahal kau sudah kelelahan seperti ini." Hankyung tersenyum mendengar perkataan Leeteuk. "Seharusnya kau menolak saja permintaan mereka jika membuatmu lelah."

"Aku hanya ingin membantu mereka jika aku mampu. Itu saja."

"Hem? Wae? Itu 'kan merepotkan. Lagi pula mereka bukan saudaramu." Tampak Leeteuk yang dengan terang-terangan menolak Kyuhyun dan Sungmin untuk melihat reaksi Hankyung atas kebersamaan mereka. Apakah Hankyung memang jengah? Atau senang ketika bersama dengan mereka? Itu hanya pancingan semata untuk mengetahui perasaan Hankyung.

Hankyung kembali tersenyum. Pandangan matanya melembut sekarang. "Mereka memang bukan saudara kandungku. Tapi aku sudah merasa dekat dengan mereka semua. Entah mengapa, aku tidak bisa dan tidak mau menolak permintaan mereka."

"Kau ini terlalu baik Hankyung-ah. Siapa tahu mereka hanya memanfaatkanmu, dan mereka dekat denganmu karena kau memiliki kelebihan itu."

"Ani, bukan seperti itu juga." Hankyung memandang lurus jalanan. Bunga-bunga berjatuhan di mana-mana. "Aku benar-benar ingin berguna untuk mereka. Tak masalah jika mereka memiliki perasaan itu padaku. Tapi sekarang, yang aku inginkan adalah bisa berada di sisi mereka lebih lama. Bisa tertawa bersama mereka, bisa bahagia bersama mereka. Hanya itulah yang aku inginkan saat ini. Dengan alasan itu, tak cukupkah mereka menjadi keluargaku?" Hankyung memandang Leeteuk haru. Mendengar perkataan Hankyung, Leeteuk tersenyum lembut.

"Di mana kita?" Hankyung mengedarkan pandangannya. Yang nampak hanyalah sekumpulan batu nisan.

"Yo! Leeeuk-ssi!" panggil seseorang dari jauh.

"Kangin-ssi!" Leeteuk membalas panggilan orang itu, ia melambai-lambaikan tangannya. "Ayo kita kesana juga. Kajja!" Leeteuk kembali menggandeng lengan Hankyung, mereka berlari-lari kecil menghampiri Kangin.

Oh, rupanya di sana tidak hanya ada Kangin saja, melainkan Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Shindong, Siwon, Ryeowook, Henry, Kibum, Kyuhyun, Heechul dan Yesung berkumpul di depan beberapa batu nisan.

"Kenapa semuanya bisa berada di sini?" tanya Hankyung tak mengerti.

"Kami tahu selama ini kau mencari kuburan orang tua dan kakak kembarmu, karena itu kami meminta Siwon untuk mencarinya." Ucap Eunhyuk dengan senyum yang lebar.

Hankyung hanya berdiri diam disana. "Aku tidak tahu apa makanan kesukaan keluargamu, karena itu aku beli saja semua makanan yang kulihat." Ucap Sungmin sambil memperlihatkan satu keranjang besar yang penuh dengan makanan.

"Itu tempat bersemayam keluargamu, tengoklah.." Leeteuk mendorong tubuh Hankyung lembut. Di sana terlihat 3 batu nisan berjajar rapi. 'Han jo', 'Ye rin', dan 'Hangeng' terpatri indah di atas nisan. Hankyung memandang lekat-lekat ke tiga batu nisan itu.

.

.

PLUK

.

.

Leeteuk menepuk pundak Hankyung pelan. "Kau tidak berada sendirian di dunia ini. Karena kau sudah berkata seperti itu barusan, jadi siap-siap saja menerima kami yang merepotkan ini sebagai keluargamu."

"Ya! Kau harus rela menerima Eunhyuk yang menyebalkan ini sebagai saudaramu!" tunjuk Donghae kepada Eunhyuk.

"Iss! Apa-apan sih kau!" Eunhyuk dengan sengaja menggigit jari telunjuk Donghae yang diarahkan kepadanya.

"UUWWOOO! SAKIITT!"

"Hahahahaha..."

Semua tertawa mendengar celotehan Eunhyuk dan Donghae, sementara itu Hankyung menghapus air matanya diam-diam sambil memandang nisan keluarganya.

"Eomma, appa, hyung. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi. Kalian tidak perlu setiap malam menemani tidurku lagi. Nan, gwenchanayo.. Aku tidak apa-apa sekarang. Aku punya banyak keluarga untuk berbagi kesedihan dan kebahagiaan sekarang. Kalian bisa pergi dengan tenang, selamat jalan..."

Angin kembali berhembus lembut siang itu, memainkan rambut yang menari digoda tarian angin. Desau dedaunan terdengar menyejukan jiwa di tengah kondisi mengharukan itu, seolah merapal janji tentang ketenangan yang menjalari hati mereka.

Semua yang berada di sana menunduk takzim, saling beradu harap dan saling mendo'akan satu sama lain. 14 namja berdiri mengelilingi tiga nisan yang berjajar rapi, berterimakasih pada peristiwa yang menimpa mereka selama ini karena sudah mengeratkan hubungan mereka yang kasat mata itu. Untuk beberapa menit, bayangan akan kompetisi itu lenyap dari pikiran mereka, lalu secara berangsur-angsur diganti dengan unggahan keinginan untuk hidup bersama—sebagai saudara, selamanya...

To be Continued..

M-I-N-T-A R-E-V-I-E-W-N-Y-A D-O-N-K