"Hae, bisakah kau membujuk Hyukkie?"

Donghae sendiri hanya menggelengkan kepalanya tanda tak tau. "Memangnya ahju- appa dan eomma mau secepat itu?" tanyanya balik. Kangin dan Leeteuk mengangguk. "Setidaknya, dengan melakukan itu, eomma merasa lega karena bisa melepas Hyukkie, dan mempercayakannya kepadamu."

"Tapi seperti yang Hyukkie bilang tadi, aku namja mes-"

"Selama kalian sudah menjadi sebuah keluarga tak apa kan? Lagipula aku yakin kalau kau sebenarnya anak baik." sela Leeteuk, tersenyum. Dalam hati, Donghae mengiyakan kalimat pertama Leeteuk.

Donghae kemudian terdiam, berfikir. Tak lama kemudian, ia menjentikkan jarinya. Tanda mendapatkan ide. Ia kemudian membisikkannya kepada Leeteuk dan Kangin.

"MWO? Tapi-"

"Tenang dulu! Ini hanya rencana, bukan sungguhan kok. Masih rencana doang." ujar Donghae, menyela Kangin.

"Hah, baiklah." setuju Kangin. "Selamat berjuang, Hae-ah." Leeteuk menyemangatkan.

.

.

.

.

Searching for a Pure Love

By: CLA

Rated: T+

Genre: Romance, Friendship,

School life, club life(?), etc

Disclaimer: seluruh cast disini

milik Tuhan dan mereka sendiri

Cast: Super Junior 13 + 2, Nari. Possible for another cast

Warning: OOC, GS, EYD, Typos(possible), dll

.

.

.

.

"MWO?! Kau gila Hae?!"

"Aish! Kau bisa membuat gendang telingaku pecah, chagiya."

Sungmin menoleh kearah namjachingu-nya, yang belakangan ini mulai bisa mengontrol kata-kata tajamnya. Tangannya bergelayut manja di lengan Kyuhyun. "Mianhae chagiya... aku kan tidak bermaksud..."

Kyuhyun mengacak rambut Sungmin gemas, yang disambut dengan tatapan tajam Sungmin. "Rambutku jadi berantakan~"

"Meskipun berantakan kau tetap manis chagiya." gombal Kyuhyun, yang sepertinya belajar dari Donghae. Henry merinding mendengarnya.

"Eum... jadi kau benar-benar mau menjalankan rencana itu Hae?"

Donghae mengangguk. "Ya, liburan kenaikan kelas nanti. Eomma dan Appa Hyukkie juga sudah mengetahuinya."

Henry mengangguk-ngangguk. "Jadi, kita semua akan ikut? Bagaimana kalau kita mengajak Wookie juga biar Eunhyuk tak curiga?" usulnya.

Donghae terlihat berpikir, lalu kemudian mengangguk kecil. "Ide bagus."

Henry menyikut Yesung yang dari tadi sibuk asik menelpon. Entah sudah berapa lama handphone itu menempel ditelinganya. Maklum, istirahat, Yesung jadi lupa waktu.

"Sekalian bilang ke Wookie, untuk ikut melancarkan rencana gila Hae liburan akhir semester nanti." bisik Henry. Yesung mengangguk, lalu langsung menyampaikan apa yang Henry ucapkan kepada Ryeowook yang sedang di teleponnya.

"Oke, tidak usah di klub. Di apartemenku saja."

"Tapi appa-mu bagaimana?" tanya Sungmin.

"Kau lupa? Apartemen kan selalu kugunakan setiap appa sedang sibuk."

"Hmm, iya juga ya. Tapi bagaimana kalau Hyukkie membenci-mu? Kan kau yang memulainya." tanya Sungmin khawatir.

Donghae tersenyum manis. Sangat manis sampai-sampai Kyuhyun menatapnya tajam, takut-takut Sungmin berpindah hati.

"Aku yang akan menyelesaikan semuanya."

~Searching for a Pure Love~

"Huaaa Wookie! Tahun depan kita lulus! Tahun depan kita lulus!" heboh Eunhyuk, membuat Yesung menatapnya kesal. Semenjak Eunhyuk datang barusan, Ryeowook jauh lebih memilih untuk menelantarkannya dan bermain dengan Eunhyuk.

"Tapi kenapa kita ngerayain party-nya sekarang ya? Kita kan kelulusan tahun depan." lanjut Eunhyuk bingung. Ryeowook melirik Kibum, yang menatapnya seakan berkata 'Jangan beri tau.'

"Eung... mungkin jaga-jaga? Takutnya kau tidak lulus." canda Ryeowook. Eunhyuk menghentakkan kakinya kesal, lalu berjalan ke kamar Donghae dan menghampiri Nari dan Sungmin yang sedang saling berbincang.

"Kenapa?" tanya Nari melihat wajah Eunhyuk yang mendung. Eunhyuk mengerucutkan bibirnya sebal. "Wookie bilang dia takut aku tidak lulus."

Sungmin tertawa, lalu mendorong Eunhyuk hingga hampir terjatuh dari ranjang. Ketularan Donghae?

"Ahaha. Mian. Ahaha. Aduh ya ampun, perutku sakit. Ahaha. Dia kan bercanda Hyukkie, masa kamu marah karena hal seperti itu? Ahaha."

Tak lama setelahnya, Ryeowook memasuki kamar, menyusul Eunhyuk. "Hyukkie, kamu tidak bisa diajak bercanda ah."

Eunhyuk memukul lengan Ryeowook kencang, membuatnya meringis kesakitan. "Kau tuh! Bercandanya menyebalkan!"

"Sakit Hyuk! Tanganku sampai merah nih. Kalau sampai biru, kulaporkan pada Sungie!"

"Ya sudah, kalau begitu aku lapor sama Hae! Dia kan lebih hebat!" seru Eunhyuk tak mau kalah.

"Ehhhh! Begini-begini juga Sungie mantan gangster tau!" sahut Ryeowook tak terima.

"Tapi kan dia MANTAN. Sekarang kuasa Hae jauh lebih tinggi darinya!"

"EHEM. Maaf tante-tante sekalian. Lebih baik kita ke depan saja. Donghae baru saja membawa segudang makanan." sela Henry, yang baru saja memasuki kamar itu hanya sekedar untuk memberi pemberitahuan. Semuanya langsung beranjak menuju ruang tengah.

"Makanan!" seru Shindong dan Eunhyuk bersamaan.

"Wine!" seru Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, Yesung. Sisanya, hanya diam saja mengambil makanan dan minuman. Tak seheboh mereka.

"Bagaimana kalau kita tanding minum wine?" tantang Kyuhyun.

"Ayo!" sahut Ryeowook. "Yang paling banyak minum dan sanggup bertahan, menang!" lanjutnya.

"Dan semuanya harus minum, kecuali Hyukkie! Aku tidak mau menjadi korban keganasannya lagi." tegas Sungmin. Membuat Henry mendesah kecewa.

"Baiklah, sekarang, semuanya mulai! Hana dul set!"

GLUK GLUK GLUK

Mereka mulai minum, sementara Eunhyuk hanya bisa memperhatikan mereka saja. Agak kesal sih, soalnya dia kan juga mau coba.

Gelas pertama, Henry dan Nari tak sanggup.

Gelas kedua, Zhoumi dan Yesung gugur. Yesung tak mau minum terlalu banyak, bukannya tidak kuat. Zhoumi, Henry, dan Nari selalu mati-matian menghindari wine di klub, tak heran.

Gelas ketiga, Shindong menyerah. Dia biasanya hanya minum sedikit-sedikit.

Gelas keempat, Siwon mundur. Dia tak mau sampai mabuk. Sekarang saja kepalanya sudah pusing.

Gelas kelima, tak ada yang menyerah. Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook, Kibum, dan Donghae lah yang tersisa.

Gelas keenam, tak bisa dipungkiri Sungmin sudah memunculkan tanda-tanda orang mabuk, namun ia tetap memaksa untuk minum. Kibum, Kyuhyun, Ryeowook, dan Donghae sendiri masih memiliki kesadaran penuh.

Acara minum-minum itu terhenti di gelas keenam tadi, dikarenakan kejadian menistakan kembali terulang.

Kejadian menistakan?

Coba kita kembali ke beberapa menit sebelumnya.

Gelas keenam.

"Minnie, akuilah kau sudah memunculkan tanda-tanda mabuk."

Sungmin menggeleng. "Aku masih sanggup! Urusi dirimu sendiri!" kata Sungmin kepada Siwon.

"Aku haus..." gumam Eunhyuk. "Eh?"

Eunhyuk menoleh ke meja di belakangnya, begitu melihat ada segelas minuman. "Ini bukan wine kan? Soalnya terpisah sendiri."

Karena rasa haus yang menguasainya dan dia tidak tau dimana tempat Donghae menaruh minuman lain selain wine, ia memutuskan untuk meminumnya. Baru saja bibirnya menyentuh bibir gelas, Ryeowook yang tak sengaja melihat kearah Eunhyuk saat hendak meminum gelas ketujuh, langsung panik.

"HYUKKIE JANGAN!"

GLUK GLUK GLUK

Telat. Ryeowook telat satu detik. Eunhyuk keburu meminumnya. Ia kemudian terbatuk-batuk, karena merasa ada rasa yang mengganjal tenggorokannya. Eunhyuk menundukkan kepalanya, lalu menaruh gelas itu kembali ke sembarang tempat.

"Hyukkie, gwaenchanayo?" tanya Kibum, yang begitu mendengar pekikan Ryeowook, langsung menghampiri Eunhyuk dan berjongkok di sisi kanannya.

Eunhyuk menggeleng. Eunhyuk mengangkat kepalanya, dan menatap Kibum dengan wajah memerah melas-melas. "Bummie... hik... apah... minumanhh apa... ituhh~~~?"

Eunhyuk lalu mendekatkan tubuhnya kepada Kibum, membuat Kibum mundur, terus, sampai akhirnya Kibum tertindih Eunhyuk. Seluruh orang yang berada disana, bukannya membantu Kibum, malah terbengong-bengong. Tak heran sih, disuguhkan adegan yuri begitu, wajar saja.

"Hei! Bantu aku kek!" protes Kibum, menjauhkan wajah Eunhyuk darinya. Namun, tak ada satupun dari mereka yang beranjak, saking kagetnya.

Donghae, tiba-tiba menjadi pahlawan. Ia menarik Eunhyuk agar menjauh dari Kibum, lalu memikulnya seperti karung beras. Eunhyuk sendiri tak bisa melawan. Ia malah memeluk erat leher Donghae. Takut jatuh. Ternyata uri Hyukkie masih bisa takut jatuh meskipun mabuk. Padahal, kalau jatuh dan kepalanya mendarat duluan, paling berat resikonya HANYA geger otak.

"Terima kasih atas bantuannya." ujar Kibum. "Aku baru tau kalau Hyukkie mabuk ternyata sangat ganas. Pantas saja Sungmin melarangnya meminum."

"Hyukkie gemetaran tuh, takut jatuh." ujar Ryeowook, memberitahu. "Meski ganas, tapi lucu. Jadi seperti anak kucing kedinginan."

Yesung mencubit pipi yeojachingu-nya gemas. "Itu tidak lucu chagiya. Itu seram. Coba kau yang mendapat posisi Bummie tadi."

Ryeowook kemudian memasang pose berpikir, membayangkannya. Lalu kemudian ia mengangguk-ngangguk sendiri. "Hmm.. iya juga yah. Hyukkie ternyata tidak lucu, tapi seram."

"Lalu, apa yang akan kau lakukan Hae? Menciumnya sampai TIDUR seperti kemarin itu?" sindir Sungmin.

"Kau mau menggantikanku? Sini. Dengan senang hati." jawab Donghae, sambil menyodorkan Eunhyuk ke Sungmin, yang malah membuat Eunhyuk semakin mengeratkan pelukannya. Takut jatuh. Sungmin sendiri mengumpat di balik tubuh Kyuhyun. Takut tiba-tiba disambar Eunhyuk.

"Sahabat macam apa kau?" tanya Ryeowook, melihat Sungmin yang mati-matian menghindari Eunhyuk.

"Hei! Kau kira dia tidak mengerikan? Hae! Kasih Hyukkie ke dia saja!" sahut Sungmin tak terima. Begitu Donghae menyodorkan Eunhyuk kepada Ryeowook, yeoja itu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Sungmin. Mengumpat di balik Yesung.

"O-oke, kau menang Min! Aku pernah mendengar betapa mengerikannya Hyukkie dari Leeteuk ahjumma."

"Engh... Hyukkie! Aku tau kau takut tiba-tiba jatuh, tapi jangan reflek menggesekkan kepalamu di leherku chagiya! Geli!"

Zhoumi mulai merasakan hal-hal miring. Dengan segera, ia menarik Henry, keluar dari apartemen Donghae. Meskipun mereka sudah terbiasa di klub, tapi orang-orang yang biasa melakukan hal menyeleneh itu masih tau tempat, atau setidaknya mereka memesan satu ruang.

"Eum... kami pulang dulu ya? Henry katanya mau mengajariku main biola. Terima kasih atas hidangannya, annyeong." Henry menatap Zhoumi bingung. "Kapan aku mau mengajarimu main biola?" tanyanya, yang kemudian diabaikan Zhoumi.

BLAM

Pintu pun ditutup.

Kyuhyun dan Kibum yang mengerti maksud Zhoumi, terkekeh. "Ah, iya-iya. Aku mengerti maksud si koala merah itu."

Kyuhyun menarik tangan Sungmin, membantunya berdiri. "Peran kita sebagai pemeran pembantu disini sudah habis! Ayo pulang."

"T-tapi, Hae-"

"Sudahlah, kita pulang."

Kyuhyun dengan kurang ajarnya, keluar tanpa izin dari apartemen Donghae, sementara Sungmin masih sempatnya berterima kasih, berpamitan, dan juga memberi pesan kepada Donghae.

"Lebih baik kau turunkan Hyukkie sekarang, sebelum dia mengompol karena ketakutan."

Donghae hanya menanggapinya dengan tawa. Ia lalu menurunkan tubuh Eunhyuk, membuat yeoja itu bernapas lega. Donghae kemudian menjauhkan dirinya dari Eunhyuk, lalu duduk di pojokan bersama Kibum dan Nari, menghindari Eunhyuk.

"Sesuai dengan pesan Sungmin, kuturunkan Eunhyuk. Jangan salahkan aku ya." ujarnya santai, lalu memakan kacang dan membaginya dengan Kibum dan Nari.

Belum sempat Nari makan kacang, Ryeowook dan Yesung sudah menariknya keluar. Spontan Nari mengambil tasnya yang berada di sampingnya.

"Kurasa kau butuh diselamatkan." ucap Ryeowook. "Dan kurasa Bummie cukup pintar untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Tugas kita selesai. Selamat pesta poppo! Annyeong."

Shindong menengok kearah pintu. "YA! Itu tunanganku! Jangan dibawa kabur!"

Sama seperti yang lain, Shindong pun pergi keluar mengejar tunangannya yang dibawa lari. Sekarang, tinggal Donghae, Eunhyuk, Kibum, dan Siwon saja yang masih di tempat.

"Hae" panggil Siwon. Donghae menoleh. "Hm?"

"Aku prihatin. Semenjak semua orang menjauhinya, Hyukkie terus mencium-cium cermin. Kau tak kasihan?" tanyanya. Donghae sendiri mengendikkan bahunya tak peduli. "Kalau kau kasihan, mengapa kau malah ikut menyempil disini?" tanyanya balik

"Aku masih tau diri punya yeojachingu Hae. Lebih baik kau kesana, sebelum cermin itu berlendir Hae. Aku jadi merinding membayangkannya."

"Ya sudah, tidak usah dibayangkan."

"Hae! Peduli sedikit sama pacarmu sedikit kenapa sih?" ucap Siwon, yang semakin prihatin melihat cermin itu sudah mulai dipenuhi embun. Donghae yang sedang asik makan kacang, terpaksa menghentikkan kegiatannya, lalu menghampiri Eunhyuk dan menggendongnya seperti kucing. Lalu ia berputar-putar, membuat Eunhyuk benar-benar ketakutan kalau tiba-tiba saja ia terlempar keluar jendela apartemen.

"Kau mau menonton tayangan 18 tahun keatas secara live, Wonnie?" tanya Kibum cuek. Siwon mengernyitkan alisnya tak mengerti, namun 5 detik kemudian ia baru paham maksud kekasihnya.

"Ti-tidak! Kita masih 17 tahun, belum 18. Kita tidak boleh menonton yang seperti itu! Kalau begitu kita pulang?" ujarnya polos, meskipun tak bisa dipungkiri wajahnya agak memerah sekarang. Hmm... apa yang dipikirkan Siwon sekarang?

"Hah, ya sudahlah. Lebih baik kita ke rumah Kyuhyun. Lumayan, tanding catur. Lagipula urusan kita sebenarnya sudah selesai kan? Hae, jika aku psikopat, aku berani bersumpah aku akan membunuhmu jika sesuatu terjadi pada Hyukkie." ancam Kibum sambil menggunakan sepatunya.

"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa. MUNGKIN." ujar Donghae, yang hampir saja membuat Kibum melemparkan sepatu ke wajah tampannya.

BLAM

Donghae menatap Eunhyuk, yang terduduk di lantai, karena semakin pusing diajak putar-putar Donghae tadi. Apa yang dilakukan Donghae, malah membuatnya semakin mabuk. Gila saja. Apa Donghae menganggapnya sebagai kucing?

Donghae berjongkok, lalu mengetuk-ngetuk lantai, dan menjulurkan tangannya, sambil memanggil nama Eunhyuk, seperti ia memanggil seekor kucing. Gila. Donghae benar-benar menganggap Eunhyuk seperti seekor kucing. Dan lebih gilanya lagi, Eunhyuk menurut saja diperlakukan Donghae seperti itu.

'Ternyata kalau Hyukkie mabuk, bisa seperti ini juga. Kukira dia hanya minta poppo.'

Donghae lalu mengelus dagu Eunhyuk dan mengacak-ngacak rambutnya. Ia menyeringai begitu Eunhyuk memulai aksi mabuknya lagi seperti biasa. Minta poppo.

"Mau melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan daripada poppo chagiya?"

~Searching for a Pure Love~

Eunhyuk terbangun, begitu merasakan betapa silau dan hangatnya sinar mentari yang mengenai wajahnya. Ia mengucek-ngucek matanya tanpa mengubah posisinya tidur, membiasakan diri dengan cahaya. Ia dapat melihat, Donghae yang sedang mengikat gorden dan hanya menggunakan celananya saja.

"Pagi, chagiya."

Eunhyuk menjawab sapaan Donghae, dengan gumaman. Untuk mengeluarkan suara beberapa saat setelah bangun tidur itu rasanya berat sekali. Eunhyuk kemudian mengeratkan selimutnya, mencoba untuk kembali tertidur.

Tunggu, tunggu, tunggu...

Donghae hanya menggunakan bawahan, bajunya kemana?

Eunhyuk ada di kamar, dan ranjang siapa?

Kenapa Donghae bisa menyapanya pagi ini dan sekamar dengannya?

Mata Eunhyuk kemudian kembali terbuka. Ia lalu memberanikan diri mengintip ke dalam selimut, dan berharap ia baik-baik saja, dan...

"HUWAAAAAAAAAAAAA!"

.

.

.

.

.

Kehebohan di apartemen itu berhenti ketika tetangga Donghae, melempar gantungan baju melalui jendela belakang Donghae, tempatnya biasa menjemur baju.

Di kamar, Eunhyuk terus memaki Donghae, mengutuknya, dan juga membicarakan nasib masa depannya terus menerus, membuat telinga Donghae panas. Namun Donghae lebih memilih untuk diam.

"Huwaaa! Eomma eottokkhae? Hyukkie sudah tidak suci lagi eomma~" rancaunya.

Donghae mulai frustasi mendengar rancauan Eunhyuk yang semakin lama semakin melantur. Akhirnya, ia memutuskan untuk buka suara.

"Kau tau, tetanggaku melemparkan gantungan baju miliknya ke belakang. Anggap saja ini keberuntungan. Terima kasih kepada teriakanmu yang mungkin jauh lebih merdu dibandingkan Karl Mayer, chagiya."

Eunhyuk menunjuk kearah Donghae. "Kau! Apa yang kau lakukan padaku?"

Donghae mengendikkan bahunya. "Aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan, memang tidak boleh?"

Eunhyuk menggigit bibir bawahnya, menahan tangisannya agar tak meledak lagi, tapi usaha itu sepertinya gagal.

"HU- EUMPH!"

Sebelum Eunhyuk sempat melanjutkan tangisan yang memekakkan telinganya lagi, Donghae membekap mulut yeoja manis itu dengan tangannya.

"Jika kau tidak bisa diam, posisi tanganku akan berganti menjadi bibirku my sweetheart."

Mau tak mau, Eunhyuk pun terdiam. "T-telfon Sungmin atau Wookie?" tanyanya ragu. Donghae pun menyodorkan handphonenya.

.

.

.

.

.

.

.

Sungmin menghampiri Donghae, yang tengah menunggu di bawah pohon, di depan rumah Eunhyuk. Ia menepuk pundak Donghae, menyadarkannya dari lamunan.

"Pembicaraan-mu dengan appa-eomma Hyukkie hebat juga. Langsung ke intinya. Sampai-sampai telingaku rela berdengung karena jeritan frustasi Hyukkie." pujinya.

"Terima kasih. Aku bangga bisa membuat Teuki-eomma dan Kangin-appa merasa lega."

"Dan, keluarga kalian sudah menyepakatinya?" tanya Sungmin. Donghae mengangguk.

"Mungkin minggu depan undangan disebar untuk orang tertentu. Kau harus datang nanti. 3 minggu lagi."

Sungmin mengangguk. "Pasti. Kalau saja kusebarkan di internet, pasti akan jadi trending topic. Padahal kalian lulus tahun depan, tapi sudah menikah sebelum kelulusan."

"Kalau kau mau protes, jangan protes ke aku. Aku pun tidak tau kalau ternyata ide mereka jauh lebih gila daripada ide-ku."

Sungmin mengangguk meng-iya-kan, lalu terlihat berpikir. "Emm... Hae, menurutmu Hyukkie terlalu polos tidak? Dia tidak tau tanda-tanda orang yang baru saja melakukan 'begituan'."

Donghae menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Hmm... entahlah. Tapi bukankah bagus kalau seperti itu? Mempermudah segalanya."

~Searching for a Pure Love~

Acara pernikahan, telah selesai dijalankan. Sekarang sudah malam, dan mereka tengah mengadakan pesta kebun di belakang hotel. Eunhyuk terus mengekori kemanapun eommanya, Leeteuk, pergi. Ia masih kesal dengan Donghae, yang telah berani membohonginya.

Ia baru tau, kalau ternyata 3 minggu yang lalu, tidak terjadi apa-apa. Saat ia mabuk, Donghae memang menuruti kemauannya, untuk menciumnya yang sedang mabuk. Sebelum Donghae menuruti keinginannya itu, Donghae menantangnya lomba lari di pinggir kolam renang. Yang menang, boleh mendapatkan apa yang ia minta, sedangkan yang kalah harus bolak-balik berenang 10 kali, di malam hari.

Saat mereka berlomba, Eunhyuk yang tubuhnya memang ringan menyusul Donghae. Namun sialnya, ia terpeleset, hingga tercebur ke kolam renang. Beruntung Donghae menahannya, hingga hanya dari pinggang ke bawah saja Eunhyuk basah kuyup.

Karena tidak mau Eunhyuk masuk angin, ia menggendongnya kembali ke apartemennya. Tapi Eunhyuk yang mabuk, tetap saja tidak kapok. Dia merasa menang, karena itu mau tidak mau Donghae menuruti apa maunya.

Dan karena Donghae yang suka lepas kendali, lagi-lagi Eunhyuk pingsan kehabisan nafas. Donghae yang tersadar, mau tidak mau melepaskan ciumannya, sebelum Eunhyuk benar-benar mati karena ciuman. Dia mendecih kesal, begitu mengingat Eunhyuk yang BELUM GANTI PAKAIAN. Memang sih, Eunhyuk tidak bawa pakaian, tapi kan bisa memakai pakaian Donghae sementara.

Donghae dengan SANGAT TERPAKSA menggantikan pakaian Eunhyuk, meskipun bisa dibilang ia nyaris gila karena tidak kuat melihat pemandangan di depannya yang SANGAT mengganggu iman. Apalagi, setiap Donghae mencoba memakaikan Eunhyuk pakaian, yeoja itu terus bergerak dan tidak bisa diam. Dengan amat sangat terpaksa, Donghae membiarkan yeoja itu apa adanya, dan menyelimutinya agar tidak masuk angin. Ia sendiri, tidur di sofa yang berada di kamar itu.

Sejak selesai acara yang membuatnya dengan Donghae menjadi sekeluarga, Eunhyuk terus mati-matian menghindari Donghae, yang sekarang adalah suaminya. Donghae sendiri menjadi jengkel karenanya.

"Kyu. Apa yang harus kulakukan? Hyukkie sedari tadi menghindar~" rengeknya imut. Kyuhyun mengendikkan bahunya tak tau, namun ia berujar.

"Hae, seharusnya kau menikah denganku saja. Aku rela kok menikah denganmu, asal kau yang mengambil peran wanita."

Donghae menempeleng kepala Kyuhyun dengan tenaga maksimal. "Aku tidak terima. Dimana-mana, aku ini yang lebih pantas menjadi seme-nya!"

Sungmin yang mendengar percakapan Kyuhyun dan Donghae, geleng-geleng kepala. Ia kemudian membisikkan apa yang ia dengar ke Ryeowook, Kibum, Henry, dan Nari, yang spontan membuat mereka tertawa. Ryeowook yang berdiri paling dekat dengan Eunhyuk pun menyikutnya. Eunhyuk menoleh dengan tatapan tanda tanya.

"Sebaiknya kau mengurusi suamimu, sebelum dia berganti orientas seksual." canda Ryeowook. Eunhyuk menggembungkan pipinya kesal. "Habisnya aku sebal! Gara-gara dia, aku harus menikah sebelum waktunya!"

Kyuhyun yang mendengar, menyikut Donghae. Donghae mengangguk mengerti. Ia mengendap-ngendap di belakang Eunhyuk, dengan suara gesekan kaki yang hampir tak terdengar. Sungmin dan yang lainnya melihatnya, tapi Donghae memberi isyarat kepada mereka untuk diam. Leeteuk yang tak sengaja melihat pun, hanya bisa menahan tawanya.

"Hyukkie, semoga berbahagia!" ujar Henry, yang membuat Eunhyuk kebingungan.

"Maksudmu ap- HUWAAAA! Turunin! Turunin! Eomma! Ada monster!"

Donghae yang menggendong Eunhyuk, menggembungkan pipinya kesal, seperti anak kecil. Lucu sih, soalnya semua orang yang melihatnya sampai terperangah, kecuali Donghae dan Eunhyuk sendiri. Ia tak terima dikatai monster. Cowok keren begini disamain sama monster. Tunggu. Monster?

Sedetik kemudian, Donghae menyeringai. Eunhyuk yang melihatnya bergidik ngeri.

"Kau mau aku jadi monster kan chagiya? Kalau begitu, ayo kita melakukan ritualnya dan mengeluarkan monster di dalam diriku!" ucapnya, sebelum pada akhirnya ia berlari menuju kamar hotelnya dengan semangat. Eunhyuk merengek sementara yang lain geleng-geleng kepala dan hanya bisa berharap.

"Semoga Donghae tidak ganas." -Kibum

"Semoga Hyukkie bisa jalan." –Nari

"Semoga Hyukkie selamat." -Henry

"Semoga Hyukkie masih hidup besok." -Ryeowook

"Semoga Hyukkie tidak langsung hamil." -Sungmin

"Semoga Hyukkie dapat aegya secepatnya." –Leeteuk

Yang lain menengok ke arah Leeteuk, begitu ia mengucapkan harapannya. Terlebih lagi Sungmin, yang harapannya berkebalikan dari Leeteuk.

"Wae? Apa salah ahjumma ingin gendong cucu?" tanya Leeteuk polos. Yang lain hanya bisa mengangguk dan tidak membantah. Melawan orang yang lebih tua itu dosa~

.

.

.

"Se-alami mungkin buat Hyukkie mabuk, dan membuatnya berpikir kalau aku dan dia, sudah melakukan 'sesuatu'"

.

.

.

Epilogue

"Aish! Jinjja! Kenapa semua soalnya susah sekali? Harusnya aku tidak minta Kyuhyun dan Bummie yang membuatkan soal!"

Eunhyuk menghentak-hentakkan kakinya di kolong meja, dan tak jarang ia memukul meja karena kesal. Tinggal 2 bulan lagi, mereka akan menjalankan ujian nasional. Dan yang jadi masalahnya, masih ada beberapa materi pelajaran, yang dasarnya pun ia tak mengerti. Karena menurut semua orang, Kibum dan Kyuhyun adalah yang terpintar, Eunhyuk pun meminta bantuan mereka, untuk membuatkan latihan soal. Dan yang menyebalkan, latihan soal yang mereka buat benar-benar membutuhkan logika, dan bahkan jauh lebih sulit dibandingkan latihan ujian tahun-tahun sebelumnya.

"Kenapa Hyukkie-ah?"

Eunhyuk menoleh kearah kamar mandi, dimana Donghae baru saja selesai mandi. Namja itu tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia hanya menggunakan celana saja, atau bisa dibilang bertelanjang dada.

Donghae berjalan kearah Eunhyuk, lalu duduk di belakangnya dengan kaki mengangkang, dan menarik Eunhyuk mundur, agar besandar di dadanya. Wajah Eunhyuk merona, malu. Meskipun ia pernah melakukan 'itu' dengan Donghae, tapi ia hanya pernah melakukan sekali saja. Dan meskipun Donghae sering berkeliaran bertelanjang dada, tapi Eunhyuk tetap saja tak kuasa menahan rasa malunya.

"Hae! Pakai baju dulu!"

Donghae mengeratkan pelukannya terhadap Eunhyuk, lalu menempelkan wajahnya ke punggung Eunhyuk. "Tidak mau! Begini enak! Hangat!"

Lagi-lagi, sifat Donghae yang manja dan kekanakan keluar. Sifat ini, baru ditemukan Eunhyuk, semenjak mereka tinggal seatap.

Eunhyuk mencubit tangan Donghae, membuat namja itu melepaskan pelukannya. Namja itu ingin protes, namun Eunhyuk tak mempedulikannya.

"Aku mau belajar! Nanti kalau aku tidak lulus bagaimana?"

Donghae mengambil soal yang tercecer di meja, dan melihatnya. "Ah, pasti duo jenius itu yang membuatnya. Ini masih lumayan mudah."

Eunhyuk mempoutkan bibirnya kesal. Ucapan Donghae barusan membuatnya terlihat lebih bodoh daripada yang seharusnya.

"Aku tau kau pintar! Makanya aku mau belajar!" seru Eunhyuk kesal. Ia lalu mencoba untuk tidak memperdulikan Donghae, dan menyambar kertas soal yang dipegang Donghae. Apapun yang Donghae katakan, diabaikannya.

"Yah... Hyukkie marah? Jangan begitu dong, nanti cepat tua loh! Sini, kuajari yang tidak kau bisa! Kujamin, dalam sehari kau bisa menguasai satu materi pelajaran!"

Ucapan Donghae barusan, membuat Eunhyuk tergerak(?). Ia menatap Donghae dengan mata berbinar-binar. "Benarkah?"

Donghae mengangguk. "Dan kau harus mau kuajari chagiya~"

Eunhyuk memeluk Donghae erat saking senangnya. "Huwaa! Gomawo! I love you!"

Donghae memeluk Eunhyuk balik, lalu berbisik. "Kau sudah belajar kan? Kalau kau tidak bisa menjawab pertanyaanku, kau akan mendapatkan hukumannya, chagiya~"

Eunhyuk melepaskan pelukannya, lalu menatap Donghae bingung. "Hukuman? Hukuman apa?"

Donghae menyeringai, lalu mengecup bibir Eunhyuk kilat. "Hukuman yang sangat indah. Sekalian kita membuat aegya yang lucu chagiya~"

Wajah Eunhyuk sontak memerah. Ia berusaha melepaskan diri dari Donghae yang kembali memeluknya, sebelum ia terkena sial. Tapi tetap saja, tenaga Donghae yang jauh lebih kuat darinya, tak bisa membuatnya terlepas.

Donghae lalu membisikkan pertanyaan ke Eunhyuk, yang membuatnya terdiam. Eunhyuk kemudian berpikir, mencoba mencari jawaban yang tepat. Ia benar-benar tidak mau sampai salah menjawab. Bahaya.

"Eung... DNA?" jawabnya ragu. Donghae menggeleng. "Kuberi kau kesempatan menjawab dengan benar, 2 kali lagi."

Eunhyuk kemudian berpikir keras, lalu menjawab pertanyaan itu, bahkan lebih dari 5 kali. Donghae tetap menggeleng, tanda ia salah.

"Kau lucu chagiya. Kita sedang membicarakan materi kelas 10 tentang jamur, kau malah membicarakan genetika. Kau benar-benar tidak niat belajar, eoh? It's time for punishment!" seru Donghae girang, sambil menggendong yeoja itu ke kamar. Eunhyuk meronta-ronta minta dilepas.

"Huwaaa! Eommaaaa! Hyukkie masih belum mau punya baby~"

.

.

.

END

.

.

.

Author's Territory:

Ini ngetiknya nyuri-nyuri waktu. Endingnya kacau, tidak jelas, dan banyak adegan ke-skip, mianhae QAQ. Belakangan CLA diajak pergi terus, jadi gak bisa lanjutin ;A;

Seperti apa yang CLA tulis kemaren-maren, CLA kasih pilihan. Side story dipublish sebagai lanjutan chapter ini, 1/2S, dan berdasarkan vote.

1. Yewook

2. Kyumin

3. Sibum

Cuma ada 3 ya ._. tapi kalau yang minta mencukupi. Kalau tidak mencukupi, gak bakal dibuat~ Mian mengecewakan...

kimberly lavenders: makasih^^ ini udah lanjut loh, gomawo reviewnya :D

Cho Kyura: romantis kah? Nggak, nggak sampai ke situ kok :D hyuk cuma dikerjain xD Udah lanjut, gomawo reviewnya :D

nurul. p. putri: rencananya udah disebutin tuh ^^ gomawo reviewnya :D

nurwakhidah93: rencananya udah disebut diatas^^ gomawo reviewnya :D

myfishychovy: mian, romantisnya gak ada kali ini QAQ itu rencana sesatnya udah disebut~ Gomawo reviewnya :D

minmi arakida: udah tuh, tapi belum ada baby xD gomawo repiunya~^^

SSungMine: mian, kalau diceritain takut kepanjangan QAQ Udah lanjut, meski gak kilat-kilat amat hehe. Gomawo reviewnya :D

anchofishy: eomppa mereka rada sesat, jadi gitu deh haha. Gomawo reviewnya :D

Andhisa Joyers: rencana hae itu agak licik haha. Udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

raerimchoi: pas mau masuk kamar haehyuk n ngintip, pintunya langsung dikunci, jadi ga bisa liat proses pembuatannya ._. #plak# Udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

nvyptr: baby-nya belum muncul~ hyuk belum mau sih~ udah lanjut, meski gak kilat QvQ Gomawo reviewnya :D

love haehyuk: iya, chap ini abis QvQ Relain dong haha#slap# Gomawo reviewnya :D

nanalee: ide hae rada licik haha. Eh iya, makasih perbaikannya, udah CLA betulin tuh ^^ udah lanjut, gomawo reviewnya :D

viiaRyeosom: iya dong, mreka harus menikah, biar ada aegya unyuuu #slap# Udah dilanjut^^ gomawo reviewnya :D

Lee Eun In: ga bakal mungkin di END di chap kemarin, hae udah ngancem CLA buat nyatuin mereka kkk~ Gomawo reviewnya :D

raebum: rencananya itu terlalu licik haha. Udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

Lee Eun Jae: Udah lanjutttttttttt #huruf T jebol# Gomawo reviewnya :D

FeiLin: ini hampir semuanya haehyuk loh haha^^ udah lanjut :D gomawo reviewnya :D

LeelysLeelys: sequel? Adanya side story. *sama aja ya?* Gomawo reviewnyaaa :D

nanna: sudah tamat~~ Gomawo reviewnyaaa~ ^^

Lee Ah Ra: udah dilanjut loh :D Gomawo reviewnya :D

Terakhir, makasih buat yang ngefav, follow, review, dan read this story sampai akhir~ terima kasih untuk meluangkan waktu kalian untuk review dan baca FF ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya! *deep bow* *kejedot lantai*

See U all~