Disclaimer: i own nothing but the plot. and several OC.
Letters: To Mr and Mrs Dursley
Dear Mum, Dad dan Jason,
Minggu pertama di Hogwarts benar-benar LUAR BIASA! Aku benar-benar senang di sini, jadi aku mulai dari mana ya?
Ah ya. Awalnya aku sempat takut aku tidak akan memiliki teman di asramaku, tapi James dan Lily meyakinkanku kalau apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu memiliki mereka. Juga keluarga Weasley dan Teddy Lupin, itu membuatku sedikit lega, setidaknya aku mengenal beberapa orang. Lalu James dan Lily mengenalkanku pada beberapa orang lagi. Ada Katherine Longbottom atau Kate, yang sekarang sudah memasuki tahun keduanya di Hogwarts, dia seorang Gryffindor dan ternyata Kate juga putri dari Professor Longbottom, salah satu guruku! Elizabeth Thomas, seorang Gryffindor kelas dua juga. Marcus Wood, kelas tiga, Gryffindor, dia pemain Quidditch, Chaser tepatnya. Lalu seorang lagi adalah Hubertus Zabini yang juga kelas satu sepertiku, tapi dia dengan yakin mengatakan bahwa dia akan masuk Slytherin, begitu juga dengan Scorpius.
Sebelum kami tiba di Stasiun Hogsmaede, Teddy, yang ternyata adalah seorang Ketua Murid, meminta kami semua untuk berganti pakaian. Tentu, hanya Lily yang tidak perlu berganti pakaian karena ia sudah mengenakan seragamnya dari rumah.
Hari sudah gelap ketika kami tiba di Hogsmaede, lalu seorang yang berubuh sangat besar dan tingginya hampir dua kali Dad meminta kami, anak-anak kelas satu, untuk berkumpul. Lily bilang namanya Rubeus Hagrid, ia mengajar Pemeliharaan Satwa Gaib dan katanya sih Hagrid ini senang sekali dengan berbagai hewan berbahaya seperti naga.
Hagrid membawa kami menaiki beberapa perahu. Itulah pertama kalinya aku melihat kastil Hogwarts. Besar dan megah sekali! Seperti gambar-gambar kastil yang sering aku lihat di buku cerita tapi lebih luas dan megah! Dan ternyata, di dalamnya pun sama megahnya seperti di luar. Agak menyeramkan menurutku, tapi tetap sangat bagus!
Professor Flitwick, seorang guru bertubuh sangat mungil, membawa kami memasuki Aula Besar untuk pertama kalinya.
Lilin-lilin melayang, langit Aula yang di sihir, empat meja panjang yang sudah diisi siswa-siswa kelas dua sampai tujuh dan satu meja panjang di depan yang diisi oleh para Professor dan staf. Aku sempat bingung ketika melihat satu kursi kosong dengan topi butut yang berada di depan meja staf. Sampai Lily bilang itu adalah Topi Seleksi yang akan menentukan dimana asrama kita.
Aku terkejut ketika mendengar topi itu berbicara, well, dia bernyanyi! Tidak setiap hari kita bisa melihat sebuah topi menyanyi bukan?
Anyway, setelah topi itu selesai bernyanyi. Professor Flitwick langsung mengeluarkan perkamen panjang dan mulai memanggil nama-nama siswa kelas satu. Proses seleksi ternyata lumayan cepat, kita tinggal duduk di kursi itu sementara Professor Flitwick (yang juga menaiki kursi) memasangkan topi di kepala kami dan topi itu akan meneriakkan asrama mana yang kita masuki.
Dan aku pun masuk Ravenclaw. Meja Ravenclaw langsung riuh begitu topi meneriakkan asrama Ravenlaw. Teddy dan Victoire menyambutku, memberiku selamat telah masuk Ravenclaw. Sayang, Lily dan Dominique masuk Gryffindor bersama James dan Zach. Lalu Scorpius dan Hubertus masuk Slytherin, seperti yang sudah mereka perkirakan.
Tapi aku menemukan teman-teman baru! Lucy Finnigan dan Anna Carol yang ternyata menjadi teman satu kamarku, lalu ada Andrew Derwert dan Orlando Charmichael. Mereka begitu baik dan menyenangkan, bahkan Orlando juga senang menjahili orang, sepertiku! Tapi jangan khawatir Mum dan Dad, aku tidak akan terlibat terlalu banyak keonaran. Whoops!
Setelah makan malam, kedua Prefek Ravenclaw, Victoire dan seorang murid kelas lima bernama Steven Fiennes, membawa kami ke menara Ravenclaw. Ternyata, kami bisa masuk ke menara, lukisan yang menjaga pintu masuk akan mengajukan pertanyaan pada kami dan kami baru bisa memasuki menara begitu kami menjawab pertanyaan itu dengan benar. Syukurlah aku belum pernah salah menjawab pertanyaan, jadi aku tidak perlu terkurung di luar sampai ada seseorang mengajakku untuk masuk bersama.
Semua pelajaranku menyenangkan. Aku menyukai Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Mantra, Transfigurasi dan Pelajaran Terbang. Well, aku menyukai hampir semuanya, kecuali Astronomi, aku tidak begitu menyukainya. Favoritku adalah Pelajaran Terbang, aku senang melayang di udara menggunakan sapu. Sekarang aku mengerti mengapa Paman Harry, Paman Ron, Paman Draco, James dan Zach sangat menyukai terbang, itu benar-benar menyenangkan. Bolehkah aku mendapatkan sapu untuk ulangtahunku yang selanjutnya? Aku ingin mencoba bermain Quidditch.
Di saat-saat bebas, biasanya James dan Zach akan membawaku menyusuri Hogwarts. Ke danau, gubug Hagrid, menara Astronomi, termasuk jalur-jalur rahasia dan sebuah ruangan yang hanya muncul di saat kita membutuhkannya. Namanya Kamar Kebutuhan. James dan Zach membawaku ke sana untuk mengadakan pertemuan rutin Marauder, setidaknya sampai Lily datang dan membubarkannya.
Secara keseluruhan, aku senang di sini. Ralat. Aku BENAR-BENAR SENANG di sini!
Aku harus pergi sekarang. Setelah ini aku ada kelas Herbologi, aku tidak ingin terlambat dan melewatkan pertanyaan-pertanyaan yang selalu Professor Longbottom ajukan di awal kelas. Lumayan, untuk membantu asramaku memperoleh angka dan memenangkan piala asrama. Sudah bertahun-tahun piala asrama jatuh ke tangan Gryffindor dan ini saatnya Ravenclaw mengambil alih kembali.
Sampai ketemu di liburan musim dingin Mum, Dad. Aku akan bawakan sesuatu untukmu ketika aku pulang nanti Jason. Apa toilet Hogwarts terdengar bagus untukmu?
Aku bercanda Mum, Dad, jangan pasang tampang serius begitu.
Kiss and hug,
Fiona.
Ps: bagaimana kalau pintu Aula Besar Hogwarts? (aku bercanda Mum!)
.
Mr dan Mrs Dursley,
Aku, Beth Moennig, guru Jason Dursley, putra anda. Aku tau ini terdengar gila, tapi salah satu guru mengatakan bahwa putra anda membuat rambutnya menjadi ungu. Aku sendiri tidak terlalu percaya padanya, tapi guru itu bersikeras mengatakan bahwa Jason-lah yang merubahnya menjadi ungu, dia ingin berbicara dengan anda dan aku tidak bisa membuatnya merubah keputusannya itu.
Untuk itu, aku meminta Mr dan Mrs Dursley untuk datang ke kantorku pada hari selasa pagi nanti. Aku harap anda berdua mengerti dan datang pada hari itu.
Beth Moennig,
Kepala Sekolah.
