"Sumpah dah, kemaren itu chapter 12 bukan Side Chapter tapi kenapa lu tulis SC, Mea?" protes Magoichi. "Kayaknya, lu kalo nulis fic gak pernah bisa sempurna, ya. Mana itu Mitsunari mendadak muncul lagi 'kan aneh banget. Dia 'kan gak masuk terus tiba-tiba muncul. Untung gak ada yang komplain!"
Mea menabok Magoichi. "Namanya manusia juga punya salah, lah. Apalagi gue yang selalu aja bikin Readers kecewa gara-gara gue ingkarin janji terus."
"Makanya," jeda sebentar, Magoichi tertawa kecil, "kalo emang gak pasti, gak usah janji. Daripada malah diingkari terus dosa. Udah berapa kali lu ingkar janji ama Readers?"
Sarkastik amat, bos, batin Mea. "Ouch, my heart is bleeding."
"Menohok hati lu 'kan?" Magoichi tertawa lagi.
Mea terdiam sebentar, kemudian membetulkan posisi duduknya.
"Sudah pasti sekarang itu Mea sedang kicep," tawa Magoichi, bener-bener bikin Mea sangat badmood.
Padahal sekarang mereka itu akan jalan-jalan ke Bali.
IYA BROH. KE BALI.
Mea langsung jalan ke arah Masamune. Oh ya, betewe sekarang mereka semua gak lagi di bandara. Mereka masih di sekolah. Packing. Gila, temen-temen mereka tuh banyak yang iri sama liburan mereka. Iyalah, sekarang mereka ber-10 (para Author) jadi gak pada sekolah. 'Kan enak banget tuh. Dan Mea ngasih bonus buat mereka ber-10. Mereka gak usah ngerjain apapun tugas yang dikasih buat mereka selama mereka ada di Bali. Kecuali ulangan.
'Kan sayang kalau nilai ulangan kosong.
"'Sup?" tanya Masamune sambil menoleh. "Gue lagi makan."
"LU MIRIP VIKKSTAR123!" teriak Mea histeris. Perasaan Masmun kagak ada mirip-miripnya sama sekali sama Vikkstar, serius.
Masamune mengerlingkan kedua matanya.
"SUMPAH SUMPAH SUMPAH LU MIRIP BANGET SAMA VIKKRAM BARN. AAAAAAAAA JADI KANGEN SAMA H2M. KENAPA PRESTON HAR—"
"Tai lu. Berisik. Preston mulu. Gak ada yang lain?" tanya Masamune kesel.
—us keluar dari H2M dan Crazy Craft series.
Mea nyengir. "Gue 'kan masih ngarep bisa ketemu Preston. Atau seenggaknya bisa di-notice gitu. Paling enggak mention gue di Twuttar bisa dibales deh. Atau foto di Instigrum di-like. Gue udah bahagia. Paling ntar lagi demam langsung sembuh kek waktu itu."
Sekarang w dah move on dari Preston gara-gara dia punya pacar. HAHA.
"Tau dah. Lu cerewet banget. Gue tau lu ke sini tuh mau nyuruh gue buat ngomandoin semua anak-anak buat siap-siap. Ya 'kan?" tanya Masamune.
"Eh kampret, anak-anak lagi lu manggilnya, songong amat. Udah merasa tua ya lu? Merasa berkuasa? Di sini gue yang berkuasa CUK!" teriak Mea gak terima. "GUE AUTHOR-NYA!"
"Yes 'cuz I'm the leader here, Bocil," desis Masamune. "Maniak tulip."
Mea langsung meluk Masamune tanpa alasan. "KOK TAU SIH GUE SUKA BANGET SAMA BUNGA TULIP?!"
Mati aja deh gue, batin Masamune gregeten. Cuma, dia gak nunjukkin emosinya lagi di depan Mea karena dia udah capek dengerin mewekan si Mea kalo dia bentak tu cewe.
Dan Mea itu gak kuat bentakan.
Jadi, ceritanya begini. Kemaren, Yukimura cerita ke Masamune kalau dia kasihan sama Mea yang udah beberapa kali dibentak sama Masamune. Gak tau beberapa kali sih, soalnya dia gak ngitungin. Jadi, Yukimura minta ke Masamune buat berhenti bentakin Mea. Yukimura takut Mea kepikiran aja terus ujung-ujungnya stress.
Soalnya, Yukimura tau kalau Mea itu juga cinta mati sama Masamune.
Aw Yuki.
Masmun langsung ngedorong Mea. "Oke, semuanya, ngumpul. Jangan hirauin Bocil ini, ntar lu pada jadi bego. Jadi, kita bakal berangkat ke bandara sekarang. Ayo cuk, kita naek ke mobil gue dan mobilnya Mo."
"Mea, gue semobil sama elu ya. Soalnya ntar gue bakal jadi cewek sendiri kalo kagak," pinta Magoichi. "Lu mau naik mobilnya siapa?"
"Ya pasti mobilnya Masmun lah," jawab Mea santai.
"Lu gak boleh duduk di depan," celetuk sekaligus ancam Masamune. "Harus Yuki yang duduk di samping gue."
Mea ngangguk. "Iya tuh gue ngalah."
"Yaudah, ayo Yuki," ajak Masamune. Yukimura mengangguk kemudian mengikuti Masamune menuju mobil.
"MO, GUE MAU SAMA ELU," teriak Ieyasu lebay.
"Yaudah buruan!" omel Motochika sambil membuka pintu mobilnya.
"Lalu, aku sama siapa?" tanya Motonari. "Aku tidak mau bersama Chousokabe, namun aku juga tidak mau bersama Mea yang banyak omong itu."
"Ya nggak usah ikut," canda Sasuke. "Mending, di mobilnya Mo aja, paling berisiknya cuma Mo sama Ieyasu doang ngerusuh. Kalo di mobilnya Masmun. Mea yang bacot kebangetan. Lu 'kan tau sendiri Mea kalo kesenengan udah kayak orang kesurupan."
"Iya sih. Kemarin saja, waktu mengerjakan UTS Prakarya, dia tahu-tahu ngakak sendiri. Dan, teman sebangkunya hanya melihati Mea dengan bingung sambil bertanya 'lu kenapa?'." Motonari mengangkat bahunya. "Padahal, saat itu, dia sedang berkhayal soal Pre, ah, siapa namanya?"
"Preston," koreksi Sasuke. "Gue gak nyangka lu bisa cerewet juga. Udah sono masuk, gue mau ikut mobilnya Masmun."
Kemudian, mereka berduabelas masuk ke mobil. Masamune, Yukimura, Kojuurou, Sasuke, Magoichi, dan Mea berada di mobil Masamune. Sementara Motochika, Ieyasu, Motonari, Mitsunari, Hanbei, dan Keiji berada di mobil Motochika atau Mo.
Perjalanan pun dimulai.
.pif.
"AAAAAAAAAAAAIA! Akhirnya sampe boiii!" teriak Mea sambil loncat-loncatan. Masamune mengunci pintu mobilnya, kemudian menghampiri Mea.
"Koper kita cuk," ucap Masmun.
"GUE SUKA LO MENYEBUT GUE DENGAN LO DENGAN KATA 'KITA'!" Mea nyengir. Masamune cuma manggut-manggut, pasrah aja dengan apa yang Mea katakan.
Yukimura ikut menghampiri Mea. "Mea-dono, koper kita yang bawa siapa? Kalau sampai gak ada yang bawain, berabe nih!"
Mea mengacungkan jempol. "Liat aja entar!"
Tak lama kemudian, ada satu mobil lagi yang datang di depan Mea dan nyaris nabrak Mea yang lagi muter-muter di tengah jalan. Itu anak nyari mati, serius. Padahal, dia gak kuat ngeliat gore. Dan ini enggak nyambung.
Seorang wanita berambut hitam keluar dari mobil. Nouhime-sensei, guru Matematika dari SenBasa High School yang sangat cantik, membawakan koper-koper mereka berduabelas.
"Sssssurprise buat Readers! Gue bawa Nouhime-sensei yang OOC-nya kebangetan. Gue cukup kangen SenBasa High School dan, ya GUE UDAHAN KOK CURHATNYA UDAH TOLONG MASMUN JANGAN CEKEK GUE! A!" teriak Mea bengek begitu Masamune mencekiknya mulai dari tulisan yang di-capslock. "Iya dah tuh gue diem! Udah! Readers gak perlu risih sama kehadiran gue lagi! Soalnya, chapter ini yang nge-host si Nouhime-sensei! Dah! Babai!"
Setelah itu, Mea pergi entah kemana.
Btw, SBHS udah update. (PROMOSIIIII)
"Yeh bocah ...," komentar Ieyasu sambil geleng-geleng kepala.
Akhirnya, Nouhime-sensei ngeberesin soal koper segala macem. Btw gue gak ngerti kalo sampe bandara harus ngapain soalnya terakhir kali naik pesawat itu kelas 2 SD dan cuma iya-iya aja, gak ngerti harus ngapain.
Mereka pun nungguin take off bareng.
"Eh, gue sebenarnya pengen banget ngajak si Kasuga. Tapi gak enak," celetuk Sasuke.
"Gak, gak ada ngajak-ngajak. Ini cuma buat para Author aja, gak boleh ada orang luar. Pokoknya gak boleh!" seru Ieyasu. "Tapi dengan gobloknya Mea ninggalin kita dan nge-replace dirinya sendiri dengan Nouhime-sensei! KESELLLLLLLLLLLLLLLL!"
Magoichi menaikkan satu alisnya. "Buset, ngegas amat."
"Iya dong! Gue gitu loh. Keren banget kan?" cengir Ieyasu.
Semuanya melakukan whale face alias "-_-".
"Eh, gue mau makan. Yuki, temenin," pinta Masamune.
"Yah, Yuki baru aja duduk ...," keluh Yukimura.
"Semua juga baru aja duduk. Ayo dong temenin. Yuki kawaii deh." Masamune tersenyum kepada Yukimura, membuat Yukimura luluh dan akhirnya menemani Masamune mencari makanan.
"Eh, gue mau pipis. Brb ya," celetuk Kojuurou sambil ngacir. Tapi, Mitsunari nggak mikir kalo Koju bakal pipis. Kayaknya, dia mau nguntit Masmun ama Yuki.
Jadi, kesisa Mitsunari, Hanbei, Sasuke, Motochika, Ieyasu, Magoichi, Motonari, dan Keiji. Mereka bertujuh pun main Truth or Dare sambil nungguin mereka semua balik. Tapi, karena pada duduk di kursi, nggak memungkinkan buat muter botol gitu. Jadi, beralih ke sebelah kanan saja.
"Jadi, kapan terakhir kali lu cepirit?" tanya Ieyasu kepada Mitsunari.
"Gila lo. Ya kali! Palingan waktu gue TK." Mitsunari melotot. "Motonari, truth or dare?"
"Dare. Aku tidak suka membocorkan rahasia pribadi."
Mitsunari manggut-manggut. "Coba lu ngomong pake bahasa alay. Lu dari dulu ngomongnya pake bahasa baku mulu soalnya."
Motonari terlihat terkejut. "A—alay?"
"Gitu doang lebay. Tinggal ngomong doang," timpal Magoichi. Dia ini emang partner in crime paling sempurna yang pernah ada.
"Gue ... kesel bingit sama lo? Gara-gara lo sampis d—dan ... ngebetein tingkat dewa ...?" Motonari mengucapkannya dengan ragu. Semuanya langsung ngakak.
"Logatnya, woi. Logatnya!" Ieyasu tertawa keras.
"Lanjut saja ke Chousokabe," ucap Motonari menahan malu. Mukanya sangat merah sekarang. "Kejujuran atau tantangan?"
"Truth ae. Males gue kalo disuruh yang aneh-aneh. Eh, tapi lu mah gak bakal nyuruh gue yang aneh-aneh ya? Lu kan anak baik-baik gitu. Tapi 'kan lu rada gedek sama gue, ah palingan nyuruhnya aneh-aneh. Udah, gue truth aja," jawab Motochika.
Sasuke mendecak. "Ribet banget lu."
"Kayak gak tau gue aja. Di Shikoku, waktu gue mau bikin teh, buat dapetin gulanya doang harus nempuh sebuah got kecil depan rumah gue. Soalnya, gue keabisan stok gula mulu. Sekalinya ada, pasti disemutin. 'Kan aneh."
"Got kecil doang buset dah! Paling-paling kedalemannya cuma 15 cm." Sasuke geleng-geleng kepala.
"Kumulai saja ya." Motonari berdeham. "Apa yang membuatmu ingin menjadi Author?"
Semua langsung menatap Motonari aneh. Aturan, dia ngasih pertanyaan yang malu-maluin gitu. Lah ini.
"Karena gue ingin. Gimana sih lu?" tanya Motochika dengan pandangan yang gak banget. "Oke, Magoichi, truth or dare?"
"Truth."
"Kenapa lu benci banget sama Keiji?" tanya Motochika.
Magoichi memutar kedua bola matanya. "Dia itu vavi."
"HAH? VAVI? BABI KALI MAKSUD LU!" teriak Mitsunari.
"Ngegas amat lu … btw gue serius. Kenapa?" tanya Motochika sambil menyugar rambutnya yang sangat oh-keren-sekali itu.
"Dia itu tuh … alay, lebay, terlalu senang, sombong, pamer, nggak jelas."
Keiji langsung ngelongo. "Gue separah itu di mata lu?"
"Gak ngurus," tukas Magoichi. "Udah lu, truth or dare?"
"Truth," jawab Keiji.
"Sebenarnya gimana perasaan lu ke gue?"
BOM ATOM.
SKAK MAT.
TEPAT SASARAN.
Lebay amat dah. Keiji itu sebenarnya tau kalo Magoichi tau kalo dia suka Magoichi dari gosip-gosip yang beredar. Tapi, tu cewek tetep ae nanya. Tapi, sebenarnya bagi Keiji, itu adalah hal paling yang ia tunggu-tunggu karena ia bisa dengan gentle-nya nyatain suka ke orang yang dia suka secara langsung.
"Gue itu suka sama lu," tegas Keiji. "Tapi, gak tau obsesi atau nafsu atau emang tulus. Soalnya, gue seneng banget gangguin lu tapi gue amat sakit hati ngeliat lu ngejauh. Terus, rasanya bisa bikin lu ketawa … itu kebahagiaan sendiri buat gue, walau cuma sekali setahun. Dan gue selalu rela lu katain biar lu ngerasa seneng, walau gue tersakiti."
Krik
Magoichi memalingkan wajahnya. "Oh."
"CIEEEEEEEEEE!" teriak semuanya. "TEMBAK, KEIJI, TEMBAAAAAAAAAAAK!"
"Buset dah. Lanjut ae. Sasuke, truth or dare?"
"Dare."
"Prank call Kasuga," celetuk Keiji. "Bilang kalo lu benci banget sama dia. Teriak, ya."
"GOBLOG?" toa Sasuke.
Semua langsung pada noyor kepala Sasuke.
"Kenceng bat lu ngomong gitu! Ini bandara, woi!" seru Keiji. "Udah, cepetan."
"… Oke."
"Loudspeaker ya."
Kemudian, Sasuke mengambil HP-nya yang ada di kantong, hendak menelepon pacarnya. Untung saja ini jam istirahat di sekolahnya. Kalo enggak, ya nggak bakal diangkat.
"Moshi-moshi, Sasuke? Ada apa?"
Sasuke menggigit bibirnya. "Em …."
"Ada apa? Cepetan, aku mau makan. Oh ya, kamu lagi di bandara ya? Safe flight, ya."
"GUE BENCI BANGET SAMA LU!" teriak Sasuke.
"… Hah?" Kasuga terdengar syok.
HP Sasuke langsung diambil sama Keiji, kemudian dimatiin secara sepihak.
"Bego lu! Kalo gue diputusin, lu tanggung jawab!" geram Sasuke.
Keiji hanya tercengir.
"Hanbei, truth or dare?" tanya Sasuke.
"Truth."
"Lu lagi suka sama siapa?"
Hanbei menaikkan satu alisnya. "Gak ada."
"Boong," kata Keiji.
"Gue serius."
"Penerbangan dengan nomor penerbangan 0101-010 tujuan Denpasar akan segera diberangkatkan. Penumpang diharapkan segera masuk pesawat. Terima kasih sudah menggunakan Gembel Airlines."
"Hah, Gembel Airlines," komentar Mitsunari.
Sementara itu, MasmunYukiKoju pun cepet-cepet balik ke mereka bertujuh dan mereka semua pun langsung ke pesawat.
Perjalanan pun dimulai.
.pif.
A/N
Gak memuaskan banget ya, chapter ini.
Cuma gue suka Gembel Airlines-nya. Tadinya mau dinamain Baper Air tapi ga jadi.
Btw lama banget ya ini ff ditelantarin :') (ceritanya mulai sekarang Mea balik produktif lagi meski sebulan lagi UKK)
Balesan review:
Hananamo Hanajima: YOI GAAN, MASAYUKI UNTUKMUU. Yang cerita segitiga itu judulnya apa ya? Gue blom pernah liat perasaan :') BTW GUE MASIH BLOM BACA DAY DREAM. Mau dibaca abis ini kalo udah ada kuota (ini ae pake hp emak uploadnya XD). Makasih ya reviewnya.
Shakazaki-Rikou: Ih, fantasy emang ribed. Makanya Mea nggak pernah sanggup meski imajinasi liar banget. Karena arah imajinasi Mea bukan ke fantasy, sih… terima kasih banyak! Yha cliffhanger :v
DissaChavalliana: YE JP MENANG. (udah lama bat yak wkwkw) selow aja, aku juga beberapa nyolong kok XD gak papa ide sama, yang penting nggak plagiat kan? (Halah… Mea juga plagiat beberapa dari SenBa High Action-nya Purunyaa dan beberapa ff lain…) Makasih reviewnya.
Chacha Rokugatsu: Hehehe. Aku aja beberapa nyolong ff-ff di sini kerangkanya buat chapter 10 tu. *dikeroyok rame-rame* terima kasih banyakk!
Ren karin: Boleh kokk. Ah seneng rasanya bisa bantu author-author newbie X3 rasanya ada kebahagiaan sendiri gitu tapi gak kayak Masmun yang niatannya jahat loh ya. *ditampar* makasih!
Scarleet Rin: Terima kasih! Ahaha padahal awalnya bukan fokus dihumor. Tapi entah kenapa pengen dikasih selingan gitu biar greget dan gak bikin bosen dan gak bikin fic ini merasa menggurui para author… makasih reviewnyaa.
Filia Neish: Sama-sama! Senang bisa membantu,.
Diana032: OEMJEY tau gak Mea langsung berhenti nafas sejenak liat notif review email yang isinya review dari Kakak semua. Terus panjang-panjang pula. Rasanya… ASDFGHJKL OEMJIIII MAKASIH BANYAKKKKKK. Jadi nggak bisa bales satu-satu. Soal req-mu lagi dibikin yah! XD utang emang banyak dan lagi berusaha dikelarin satu-satu. Emailkuuu meazzaaila et gmail dot com. Aku pasti mau kok XD Makasih banyak reviewnya yaaa… maaf nggak bisa bales satu-satu (btw ini dah panjang banget XD)
Chapter 12: Tips Review. (req dari Io Aruka yang sekarang namanya Yamashita Aruka)
Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!
30 April 2016
