Title : The Different of Like and Love /Chapter 7
Cast : Super Junior and other cast
Pairing : Main pair is Kyumin and other pairs
Genre : Romance/Friendship/Family
Rate : K+
Warning: Genderswitch! All uke as yeoja dan all seme as namja
Disclaimer: Super Junior sah milik SME, tapi Super Junior oppadeul adalah milik diri mereka masing-masing.
Jika kepercayaan itu sudah merasuk ke dalam hati…
Maka jarak dan waktu yang memisahkan pun…
Dapat dilewati dengan mudah…
Asal cintamu tetap ada dalam hatiku…
Aku tak akan pernah meninggalkanmu…
Author POV
Flashback on
Hari itu untuk kesekian kalinya Kyuhyun memutar otak untuk mencari cara agar Kangin, appa Sungmin, tidak ikut dalam Festival Kesenian SM High School.
"Kyuuu! Kau sedang apa?" suara seorang yeoja yang menjadi objek pikiran Kyuhyun pun kini menatap heran kepada sang namjachingu yang akhir-akhir ini sering melamun.
"Eh? Aku tidak sedang melakukan apapun, Minnie chagi. Ada apa kau pagi-pagi ke rumahku? Kau merindukanku ya?" goda Kyuhyun sambil memasang seringaiannya. Sungmin pun menundukkan kepalanya sambil memainkan ujung kaos pinknya.
"Mmm, sebenarnya aku mau minta bantuanmu. Itu, umma sedang pergi ke acara pernikahan temannya dan Wookie pergi ke rumahnya Taemin. Jadi aku harus menjaga rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian." Sungmin menjelaskan panjang lebar. Sedangkan Kyuhyun agak menyeringai merasakan ada kesempatan bagus untuk berduaan dengan Sungmin di rumah Sungmin.
"Lalu?" pancing Kyuhyun meskipun sebenarnya dia tahu bahwa Sungmin pasti ingin minta ditemani.
"Eng, itu, kau mau membantuku mengerjakan pekerjaan rumah tidak?" Sungmin masih menunduk dan tidak berani menatap Kyuhyun. Senyuman di wajah Kyuhyun pun melebar.
"Anything for you, my dear!" kata Kyuhyun sambil berbisik di telinga kiri Sungmin. Mereka pun berjalan berdampingan menuju rumah Sungmin.
Sungmin kemudian membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Kyuhyun masuk. Kyuhyun dengan gaya sopan yang dibuat-buat pun memasuki rumah sederhana tersebut dengan kegembiraan di hatinya. Entah rencana apa saja yang sudah tergambar di otak jeniusnya untuk menghabiskan waktu bersama Lee Sungmin, noona sekaligus kekasih tercintanya. Namun, sepertinya rencana itu harus ditunda untuk sementara. Sebab, ada orang lain selain Kyuhyun dan Sungmin yang berada di rumah itu. Siapakah dia? *readers: tanda-tanda si author mulai ngerusuh nih rupanya?*
"Appa! Aku pulang!" teriakan Sungmin menyadarkan Kyuhyun bahwa rencana-menghabiskan-waktu-dengan-Sungmin gagal total.
"Oh, sepertinya ada tamu ya? Kyuhyun-ah, ayo kesini temani ajusshi menonton TV." Ajak Kangin sambil mengirimkan deathglare jarak jauh pada Kyuhyun.
"Nde, ajusshi!" ucap Kyuhyun dengan wajah yang ditekuk dan dia pun melangkah ke tempat Kangin seperti orang yang tidak punya tenaga. Hahaha, poor Kyu!
Sementara Sungmin menuju ke dapur untuk mempersiapkan makan siang, Kyuhyun dan Kangin yang berada di ruang keluarga sambil menonton TV kembali memulai perang dinginnya. Kyuhyun merebut remote TV yang tergeletak di meja lalu mengganti saluran TV. Kangin yang merasa acara menonton TV-nya terganggu, merebut kembali remote TV yang ada di tangan Kyuhyun dan mengganti kembali saluran TV seperti semula. Kyuhyun tidak mau kalah, dia kembali merebut remote dari tangan Kangin. Kangin yang juga tidak mau mengalah berusaha mempertahankan remote TV yang ada ditangannya.
"Ya! Mengalahlah dengan yang lebih tua Kyu." Kata Kangin sambil mempertahankan remote TV dalam genggamannya.
"Ajusshi yang seharusnya mengalah dengan yang muda." Kata Kyuhyun tidak mau kalah.
"Kau benar-benar tidak mau kalah ya?" kata Kangin lagi
"Tentu saja. Aku akan buktikan pada ajusshi kalau aku bisa menjaga Minnie!" kata Kyuhyun sambil memasang seringainya. *Author: perasaan pada rebutan remote, kenapa tiba-tiba jadi Sungmin oppa? #author ditendang sama Kyu&Kangin oppa*
"Hah? Kau yakin sekali rupanya anak muda!" kata Kangin yang kemudian menghentikan perebutan remote TV tersebut. "Baiklah, kita hentikan perbuatan konyol ini dan kita mulai tes yang sebenarnya. Tantangan apa yang kau tawarkan padaku?" tanya Kangin serius.
"Bagaimana kalau bertaruh tentang siapa yang paling Minnie butuhkan bantuannya?" tawar Kyuhyun.
"Boleh. Tentu saja Minnie lebih membutuhkan bantuan appanya. Kau merugikan dirimu sendiri Kyu!" ucap Kangin sambil tertawa mengejek.
"Benarkah? Kita lihat saja nanti, Kangin appa!" ucap Kyuhyun sambil menyeringai.
Dan pertandingan pun dimulai.
"Kyuu, tolong bantu aku mencuci beras ya?" teriak Sungmin dari arah dapur.
"Oke, Minnie chagi!" teriak Kyuhyun. "1-0, ajusshi!" katanya pada Kangin sebelum pergi ke arah dapur. Kangin pun mengikuti dan memilih duduk di meja makan.
Setelah selesai mencuci beras, Kyuhyun pun memilih duduk di meja makan berhadapan dengan Kangin. Hingga, suara Sungmin menyela acara deathglare-mendeathglare di antara mereka.
"Kyuu, kau bisa bantu aku mengganti tabung gas?" tanya Sungmin lagi. Dan tentu saja Kyuhyun mengiyakan.
"Minnie?" sela Kangin sebelum Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya.
"Iya, appa! Ada apa?" tanya Sungmin sambil menatap appanya. Kyuhyun pun ikut menatap Kangin dan memberikan kode "jangan bermain curang ajusshi!"
"Tidak ada apa-apa." Ucap Kangin pasrah. Kyuhyun pun kembali membantu Sungmin.
Selama Sungmin menyiapkan makan siang, tidak pernah sekalipun dia meminta bantuan appanya. Sehingga otomatis Kyuhyun pun memenangkan taruhan mereka. Bahkan setelah selesai makan pun, Sungmin tetap meminta bantuan Kyuhyun untuk mencuci peralatan masak dan makan mereka. Kangin sempat mengintip putri sulungnya dan putra bungsu tetangganya itu. Dia melihat Sungmin dan Kyuhyun yang tertawa bersama sambil saling mencipratkan air ke wajah mereka satu sama lain. Wajah mereka benar-benar menunjukkan betapa bahagianya mereka dan juga bagaimana besarnya rasa cinta mereka satu sama lain.
"Ya! Cepat selesaikan cuci piringnya. Jangan malah main-main air seperti itu!" suara Kangin menyela kegiatan KyuMin yang saling mencolek-colekkan busa sabun ke pipi mereka satu sama lain.
"Eh? A-appa. Ne appa. Mianhae!" ucap Sungmin sambil menundukkan wajahnya malu. Dia malu ketahuan ayahnya sedang bermesraan dengan Kyuhyun.
"Yosh! Baiklah Kangin appa!" kali ini Kyuhyun yang mengucapkannya tanpa rasa malu. Bahkan di wajahnya terukir senyuman kemenangan.
"Huh! Dasar anak muda zaman sekarang." Kangin pun membalikkan badannya dan menuju ke kamarnya.
Setelah Kangin pergi, Kyuhyun tiba-tiba memeluk leher Sungmin dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Sungmin.
"Sepertinya, Kangin appa sudah merestui kita Min. Huft!" ucap Kyuhyun sambil menghela nafas lega dan tersenyum menatap arah perginya Kangin.
"Benarkah? Apa yang kau lakukan sampai appa merestui kita?" Sungmin menggenggam jemari Kyuhyun yang ada di lehernya dan menatap ke arah Kyuhyun.
"Mmm, rahasia! Ini urusan antar lelaki Min. Lebih baik kita selesaikan cucian piring ini sebelum appamu mencabut restunya lagi. CUP!" Kyuhyun mengecup pipi Sungmin sekilas lalu melepaskan pelukannya di leher Sungmin.
"Dasar mesum!" Sungmin mencipratkan air ke arah Kyuhyun. Dan kembalilah mereka bermain-main air. Ckckck, harusnya mereka membersihkan dapur bukan mengotorinya. Ya sudahlah, kita tinggalkan dulu pasangan KyuMin dan kita lihat apa yang dilakukan Kangin di kamarnya?
Di kamar KangTeuk
"Hmm, ternyata putri-putriku sudah besar. Aku sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah memiliki namja lain yang akan menjaga mereka selain aku. Sepertinya, aku sudah harus melepaskan mereka. Semoga kalian bahagia, Minnie, Wookie. Appa sangat mencintai kalian." Kangin bergumam sendiri sambil memandang album foto keluarga di tangannya. Terlihat foto Sungmin saat berumur 5 tahun dan Wookie saat berumur 4 tahun. Mereka berpose memeluk dan mencium pipi Kangin yang ada di tengah-tengah mereka. Benar-benar hubungan ayah dan putri-putrinya yang begitu bahagia.
Flashback off
.
.
.
Setelah mendapatkan telpon dari ummanya masing-masing, Kyuhyun dan Sungmin pun kembali ke rumah mereka masing-masing.
"Kyu, gomawo sudah mengantarku." Kata Sungmin sambil tersenyum manis ke arah Kyu.
"Nado, Min. Lebih baik kita cepat masuk sebelum ummaku dan appamu marah-marah lagi hehehe" ucap Kyuhyun sambil mengelus rambut Sungmin lembut.
GREPPP
Kyuhyun terkejut! Bagaimana tidak, ini pertama kalinya Sungmin berinisiatif memeluknya.
"Saranghae Kyu! Jeongmal saranghaeyo!" ucap Sungmin dalam pelukannya.
"Eh? Nado saranghae Minnie-ah! Ada apa denganmu hmm? Tidak biasanya kau memelukku seperti ini" tanya Kyuhyun agak heran. Biasanya Kyuhyun yang sering minta dipeluk Sungmin dan tak kadang Sungmin menolaknya. Tapi kenapa tiba-tiba Sungmin memeluk Kyuhyun tanpa disuruh?
"Aniyo, entah kenapa aku ingin memelukmu sekarang. Aku merasa sangat merindukanmu. Apa mungkin kita akan berpisah ya, Kyu?" ucap Sungmin tiba-tiba sehingga membuat Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya di tubuh Sungmin.
"Jangan pernah mengatakan hal buruk seperti itu, Minnie. Kau tahu kan kalau aku sangat mencintaimu. Dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu selamanya." Ucap Kyuhyun sambil mencium rambut Sungmin.
"Iya, aku tahu. Mungkin ini hanya perasaanku saja Kyu. Aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu." Sungmin tersenyum dalam dekapan Kyuhyun.
Mereka masih berpelukan agak lama sebelum sebuah suara membuat mereka melepaskan pelukannya.
"Omona! Bisakah kalian hentikan acara berpelukan kalian? Ini sudah malam." Kata suara itu menasehati KyuMin.
"Ya! Noona, kau mengganggu saja." Kata Kyuhyun pada suara yang mengganggu kemesraannya dengan Sungmin. Ternyata suara itu adalah suara Kibum yang baru saja datang bersama Siwon.
"Wah, sepertinya kita mengganggu sekali berada di sini, Kibummie." Kata Siwon menimpali.
"Nah, itu tahu!" Kyuhyun kembali memasang wajah kesalnya.
"Emm, ka-kalian sendiri darimana oppa?" setelah lama menundukkan wajah karena malu, Sungmin pun memberanikan diri bertanya.
"Eh? Ma-maksudmu kami?" tanya Kibum agak gugup.
"Siapa lagi, noona?" Kyuhyun ikut memandang curiga ke arah noonanya dan Siwon.
"Kami habis kencan!" kata Siwon sambil menaruh tangan kirinya ke bahu Kibum.
"EHHHH!" KyuMin memasang wajah terkejut.
"Ya! Jangan percaya namja bodoh ini. Kami hanya jalan-jalan di sekitar sini saja." Kata Kibum menjelaskan yang sebenarnya.
"Benarkah noona?" Kyuhyun masih menatap curiga ke arah SiBum.
"Tentu saja benar. Ayo masuk! Sudah malam." Ucap Kibum berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia menyeret Kyuhyun untuk masuk ke rumahnya.
"Annyeong Minnie-ah, Siwon-ah!" kata Kibum sambil menyeret Kyuhyun masuk ke dalam rumah mereka.
"Ya! Noona, lepaskan aku! Minnie, nanti malam aku akan meneleponmu. Arrgggh noona!" Kyuhyun berusaha melepaskan cengkraman Kibum dari lengannya.
Setelah duo kakak beradik Cho masuk ke dalam rumah mereka, Sungmin pun pamit pada Siwon untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Aku juga harus masuk. Annyeong oppa!" kata Sungmin sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Siwon pun kembali ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menjauhi kompleks perumahan itu menuju ke apartemennya.
.
.
.
Di sebuah rumah lain yang jauh dari kompleks perumahan itu, terlihat sepasang namja dan yeoja yang sedang diinterogasi oleh seorang namja muda yang terlihat sedikit lebih dewasa dari mereka pasangan namja dan yeoja tersebut.
"Jadi, sudah berapa lama kalian berhubungan?" kata sang namja yang berjidat lebar dan bernama Yoochun itu pada sepasang namja dan yeoja yang duduk di hadapannya.
"Sudah 2 tahun, hyung!" ucap si namja yang bernama Lee Donghae tanpa takut sedikit pun. Padahal yeoja di sebelahnya gugup setengah mati. Yeoja bernama Eunhyuk itu takut jika kejadian pada saat Yoochun, oppanya, memukul Donghae, namjachingunya, terulang lagi.
"O-oppa, Hae tidak salah. Kemarin aku hanya terlalu emosi saja. Dia namja yang baik kok oppa. Maafkan dia ya?" Eunhyuk berusaha menjelaskan akar permasalahan sebenarnya.
"Tapi, kau sampai menangis begitu. Pasti masalahnya berat sekali Hyukkie. Oppa, masih belum percaya dengan namja ini. Lihat dia! Seperti playboy begitu tingkahnya." Kata Yoochun pada Eunhyuk. Memang jika dilihat dari penampilannya, Donghae itu punya aura-aura playboy. Karena itulah Yoochun agak takut kalau dongsaeng kesayangannya malah dipermainkan oleh lelaki playboy.
"Mianhae hyung karena kemarin aku membuat Hyukkie menangis. Tapi mulai sekarang aku berjanji tidak akan membuat Hyukkie menangis lagi. Aku akan mulai serius menjaga hubungan kami. Karena itu mohon restui kami" Kata Donghae sambil membungkuk 900 ke arah Yoochun. Eunhyuk yang mendengar kata-kata Donghae terharu.
"Jadi, selama ini kau tidak serius menjalin hubungan dengan Hyukkie?" kata Yoochun lagi dan Eunhyuk langsung menatap oppanya.
"Oppa, Donghae tidak bermaksud begitu. Aku akui tampangnya memang playboy dan terkadang tanpa sadar dia tebar pesona di sekolah. Dia terlalu santai, pabbo, lambat berpikir, gaptek, terlalu childish, dan tidak peka." Eunhyuk mengungkapkan segala kejelekan Donghae dan Donghae hanya menatap kekasihnya dengan wajah bingung. Sedangkan Yoochun agak terkejut dengan kejujuran Eunhyuk. Dia tidak menyangka dongsaengnya bisa jatuh cinta dengan namja di depannya ini. "Tapi...aku benar-benar mencintainya oppa. Aku tahu kadang sifatnya itu sering menyakitiku tapi aku juga tahu kalau dia tidak pernah bermaksud untuk menyakitiku. Donghae punya caranya sendiri untuk membahagiakanku. Karena itu, restui hubungan kami oppa." Kali ini Eunhyuk yang membungkuk di depan Yoochun.
Yoochun tersenyum dan kemudian menarik Eunhyuk ke dalam pelukannya. Dia menepuk kepala Eunhyuk sementara Eunhyuk mulai meneteskan air matanya.
"Oppa mengerti! Kau tau Hyukkie oppa sangat ingin membuat Hyukkie bahagia. Kalau memang Hyukkie akan bahagia jika bersama namja itu..."
"Donghae, oppa, namanya Donghae" Eunhyuk menyela perkataan Yoochun
"Baiklah. Kalau Hyukkie memang akan bahagia jika bersama Donghae, oppa akan merestui kalian." Kata Yoochun masih memeluk Eunhyuk. Dan Donghae hanya tersenyum melihat kakak-beradik itu.
"Go-hiks-gomawo, Chunnie oppa! Saranghae!" ucap Eunhyuk di sela tangisannya.
Setelah melepas pelukannya pada Eunhyuk, Yoochun menatap Donghae.
"Kau! Aku percayakan Hyukkie padamu. Jika kau menyakitinya, kau akan berhadapan denganku. Ingat itu!" kata Yoochun pada Donghae sambil mengulurkan tangannya. Donghae membalas uluran tangan Yoochun dan tersenyum.
"Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan yang kau berikan, Yoochun hyung!" ucap Donghae. Dia pun menghampiri Eunhyuk dan menggantikan Yoochun memeluknya. "Sudah Hyukkie, jangan menangis lagi. Kau seperti monyet yang kehilangan pisang. Hehehe!" kata Donghae berusaha menghibur Eunhyuk.
"Kau berniat mengibur atau menghinaku, ikan cucut?" Eunhyuk memasang wajah kesal karena mendengar kata-kata Donghae. Tapi kemudian mereka tertawa bersama.
Yoochun pun memilih menuju kamar tempat dia beristirahat selama dia menginap di rumah Eunhyuk. Dia meninggalkan sepasang kekasih yang baru saja berbaikan itu.
.
.
.
Di rumah Keluarga Lee.
Author POV end
Sungmin POV
Setelah kejadian memalukan di depan rumah tadi, aku pun masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Hahaha, kau benar-benar lucu Jongwoon-ah. Bagaimana bisa kau memelihara hewan membosankan seperti kura-kura. Ckckck." Seperti suara appa. Kenapa apa menyebut nama Jongwoon? Bukannya itu namanya Yesung oppa ya? Lebih baik aku melihat mereka.
Ternyata benar! Aku melihat Yesung oppa duduk bersama Wookie di hadapan appa dan umma. Apa mungkin appa sudah tahu kalau Yesung oppa adalah namjachingunya Wookie? Hah, entahlah. Lebih baik aku langsung bergabung saja. Takutnya appa marah karena aku kelamaan.
"Ehm, appa, umma, aku pulang!" kataku menyela pembicaraan appa dengan Yesung oppa. Mereka semua melihatku kemudian umma tersenyum padaku dan memberikan kode agar aku duduk di samping Wookie. Aku pun menurut dan mendudukkan diriku perlahan di samping Wookie.
"Baiklah, kalau begitu saya pulang dulu, ajusshi, ahjumma. Maaf mengganggu malam-malam begini." Ucap Yesung oppa tiba-tiba. Sepertinya dia mau meminta izin untuk pulang. Hah? Mungkin Yesung oppa juga sudah mengetahui bahwa kami akan membicarakan hal penting yang berhubungan dengan keluarga kami makanya dia tidak ingin mengganggu. Aku senang Wookie mempunyai namjachingu pengertian seperti Yesung oppa.
"Eh? Kau sudah mau pulang Jongwoon-ah?" Appa sedikit memasang raut kecewa saat Yesung oppa meminta izin pulang. Sepertinya appa sangat menyukai Yesung oppa. Hehehe!
"Iya, ajusshi. Ini sudah malam untuk jam bertamu. Dan sepertinya ajusshi dan ahjumma juga ingin berbicara penting dengan Sungmin. Karena itu saya mohon diri dari sini." Kata Yesung oppa benar-benar sopan. Wah, aku jadi iri pada Wookie! Ternyata Yesung oppa dewasa sekali! *author:YeMin moment hahaha!* #dilempar bom sama Kyu
"Sepertinya Wookie tidak salah memilih namja. Aku sangat menyukaimu. Kau namja yang baik, aku percayakan Wookie padamu." Ucap appa dengan wajah yang bahagia dan sedikit terharu. Aneh sekali! Kenapa kalau dengan Kyu appa jadi galak banget eh saat Yesung oppa yang datang ke rumah appa bahagianya minta ampun. Ckckck, dasar appa!
"Wookie, kau antar Jongwoon ke depan pintu ya?" ucap umma lagi menambahkan. Dan Wookie tentu saja mengangguk setuju. Setidaknya Wookie bahagia karena pilihannya direstui appa. Cukhae nae Wookie!
Setelah Wookie dan Yesung oppa meninggalkan ruang keluarga, appa mulai mengarahkan pandangannya kepadaku. Suasana hangat yang baru saja tercipta tiba-tiba hilang dan berganti menjadi tegang. Aku tidak tahu apa yang akan appa sampaikan padaku. Tapi entah kenapa aku merasa ada hal buruk yang akan terjadi. Baiklah, aku harus menenangkan diriku. Tarik nafas Sungmin! 1 2 3 hembuskan perlahan. Huft! Apapun yang akan terjadi aku harus siap.
"Hmm, sebenarnya yang appa dan umma mau sampaikan ada hubungannya dengan Kyuhyun." Kata appa memulai. Heh? Ma-maksudnya? Apa jangan-jangan appa tidak merestui hubunganku dengan Kyu. Huwaa, bagaimana ini?
"Kau jangan terlalu tegang Minnie chagi, santai saja." Umma mulai menghampiriku dan membelai rambutku. Sekarang umma pindah duduk di sampingku.
"Ta-tapi umma" perasaanku makin tidak enak dengan arah pembicaraan ini.
"Saat kalian sedang tidak ada di rumah, appa, umma, dan orang tuanya Kyuhyun sudah berbicara serius." Appa menghentikan perkataannya sebentar untuk menarik nafas. Sepertinya appa sangat berat mengatakannya padaku. Entahlah, aku berharap ini bukan berita buruk. "Kami memutuskan untuk..." appa melihat ke arah umma dan umma tersenyum seakan menguatkan appa untuk menyampaikan hal penting itu kepadaku. "Hufft, baiklah. Kami memutuskan untuk segera mengadakan pesta pertunangan untukmu dan Kyuhyun"
EHHHHH? PERTUNANGANNNN!
"Apa? Apa? Minnie unnie dan Kyuhyun akan ditunangkan appa?" aku belum sempat berkata tiba-tiba Wookie datang dan memberondong appa dengan pertanyaan. Harusnya kan aku yang bertanya.
"Benar chagi. Kami akan melangsungkan pertunangan kalian lebih cepat." Kata umma menambahkan.
"Ta, tapi aku dan Kyuhyun kan belum lulus sekolah umma. Ke-kenapa cepat sekali?" tanyaku agak heran meskipun aku juga senang karena appa merestui hubunganku dengan Kyuhyun.
Umma menatap appa lagi seperti mengisyaratkan bahwa ada satu berita lagi yang harus disampaikan appa. Appa pun menghela nafas sekali lagi.
"Itu semua kami lakukan karena keluarga Cho akan pindah ke China hingga 5 tahun ke depan."
JLEBBB
Aku seperti kehabisan nafas saat mendengar alasan appa.
Kyuhyun akan pergi meninggalkanku selama 5 tahun? Yang benar saja! Aku sudah pernah ditinggalkan oleh Jungmo dan kini Kyuhyun juga mau meninggalkanku? Memang kami akan bertunangan sebelum mereka pindah tapi tetap saja. Aku harus menunggu selama 5 tahun untuk mendapatkan Kyuhyun lagi. 5 tahun! Aku takut, aku takut Kyuhyun tiba-tiba melupakanku dan pada saat dia kembali ke Korea, dia malah membawa wanita lain dan memperkenalkannya sebagai istrinya. Apa yang harus kulakukan? Aku, aku, aku tidak tahu.
Sungmin POV end
Author POV
"Min? Kau tidak apa-apa kan?" Leeteuk menggoyangkan tubuh Sungmin, berusaha menyadarkan putri sulungnya itu. Kalian tahu? Sungmin kini hanya terdiam seperti patung, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun tapi dalam pikirannya berkecamuk berbagai hal yang membuatnya tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Unnie? Unnie, sadarlah! Jangan buat kami khawatir" Wookie pun berusaha menyadarkan Sungmin.
"Maafkan appa Minnie-ah, appa tidak bisa membantumu. Tapi appa tahu kau kuat." Ucap Kangin yang kemudian berlalu menuju kamarnya.
Sungmin bingung, marah, takut, dan entah perasaan apa yang ada dalam hatinya. Semuanya campur aduk menjadi satu. Leeteuk dan Wookie pun jadi khawatir melihat Sungmin. Tapi, Sungmin adalah Sungmin. Dia tidak akan pernah bisa membuat orang lain bersedih karena dirinya. Dia adalah orang yang tegar dan tidak pernah mau dikasihani.
"Mmm, u-umma, Wookie, aku tidak apa-apa kok. Tenang saja." Sungmin memasang senyuman manis meskipun terlihat terpaksa. Dia pun bangkit berdiri dan menatap Leeteuk dan Wookie sekali lagi. "A-aku mau tidur dulu. Jaljayo!" ucap Sungmin lalu berlari menuju kamarnya di lantai 2. Leeteuk merasa bersalah karena membuat Sungmin harus berpisah dengan Kyuhyun tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi keputusan bersama. Setidaknya Leeteuk tahu Kyuhyun dan Sungmin pasti akan bisa melewati ini semua karena dia tahu di antara Kyuhyun dan Sungmin ada cinta murni yang dilindungi oleh tembok kepercayaan yang sangat kokoh.
"Umma, Minnie unnie tidak apa-apa kan?" Wookie membuyarkan lamunan Leeteuk. Dan Leeteuk pun menatap anak bungsunya itu sambil memeluknya.
"Tenang saja. Kau tahu sendiri kan kalau unnie-mu itu yeoja yang kuat?" kata Leeteuk yang dibalas anggukan oleh Wookie.
.
.
.
Sementara itu di rumah mewah yang berada di sebelah kediaman keluarga Lee pun tidak jauh berbeda suasananya. Kyuhyun awalnya sangat senang dan hampir saja mencium seluruh keluarganya saking senangnya karena ditunangkan dengan Sungmin, namun tiba-tiba setelah mengetahui alasan sebenarnya diadakan pertunangan itu Kyuhyun pun shock. Namun, dasarnya Kyuhyun adalah orang yang tidak bisa begitu saja menerima hal buruk terjadi padanya, maka dia pun memprotes hal tersebut pada appa dan ummanya.
"Ta-tapi, apakah aku harus ikut bersama appa dan umma ke China? Biasanya juga aku ditinggal sendirian di rumah dan aku baik-baik saja. Pokoknya aku tidak mau ikut pindah." Kata Kyuhyun kesal sambil membuang mukanya.
"Huft, anak ini keras kepala sekali. Baiklah kalau kau tidak mau ikut. Tapi jangan harap kau boleh tinggal di rumah ini saat kami pergi. Semua credit card dan gamemu akan dibakar sampai tak bersisa. Bagaimana? Masih tetap pada keputusanmu, Cho Kyuhyun?" Heechul, umma Kyuhyun yang memang sudah biasa menghadapi sikap keras kepala Kyuhyun mulai melancarkan ancaman yang tiada ampun.
"Ya! Umma kejam sekali padaku." Kyuhyun menatap ummanya kesal.
"Umma hanya memberikan pilihan." Ucap Heechul santai.
"Sudahlah Kyu. Lebih baik kau dengarkan kata-kata ummamu. Kau tahu sendiri, ummamu itu selalu serius kalau mengancam." Hangeng, appa Kyuhyun, memilih untuk menasehati Kyuhyun agar menurut pada Heechul.
"Ta-tapi appa!" Kyuhyun masih tidak rela mengalah pada Heechul.
"Keluarga kita membutuhkanmu Kyu untuk menjadi pewaris Cho Corp di masa depan. Dan ini saatnya kamu belajar untuk bertanggung jawab dan melatih diri sebagai suami Minnie. Kau tidak malu jika di masa depan saat kau menikah dengan Minnie, kau yang dinafkai oleh Minnie. Atau kau tega melihat anak-anakmu kelaparan karena kau tidak bisa menafkahi keluargamu?" Kibum yang juga berada di situ ikut menasehati Kyuhyun dan author yang menguping di balik pintu pun ikut mengangguk membenarkan perkataan Kibum *readers: kok loe pake ikut-ikutan masuk dalam cerita thor?* #author malah cengengesan gak jelas.
"Mmm, te-tentu saja tidak. Aku akan menjadi suami yang baik buat Minnie chagi. Baiklah, aku terima keputusan ini tapi dengan syarat." Kata Kyuhyun akhirnya. Dan Heechul hanya memandang putranya sambil menggelengkan kepala tanda lelah meladeni permintaan si bungsu Cho. Sedangkan Hangeng menatap Kibum, putri sulungnya, dengan tatapan terima kasih.
"Syarat apa Kyu?" tanya Hangeng lagi.
"Aku tetap diperbolehkan berkomunikasi dengan Minnie baik melalui telepon, internet, dan lain sebagainya. Dan sesibuk apapun aku di China nanti, aku tidak mau ada yang menghalangi ataupun melarang aku menghubungi Sungmin." Ucap Kyuhyun final. Dan Hangeng hanya menghela nafas mendengarkan anak bungsunya itu mengajukan syarat. Sepertinya perkataan Heechul benar selama ini. Jangan selalu memanjakan Kyuhyun ternyata adalah sikap yang harusnya dilakukan oleh Hangeng sejak dulu. Ckckck, sepertiny sekarang Hangeng menyesal.
Setelah debat dan tawar-menawar yang tiada akhir itu selesai, Kyuhyun pun pamit untuk beristirahat. Dia harus menemui Sungmin sekarang juga. "Meskipun ada terali besi yang menghalangi, aku harus berbicara dengan Minnie." Begitulah isi pikiran Kyuhyun sekarang.
Kyuhyun pun berlari menuju lantai 2 dan masuk ke dalam kamarnya. Dan ternyata Kangin sudah melepaskan terali besi yang ada di jendela kamar Sungmin. Melihat kesempatan itu, Kyuhyun pun melompat ke beranda kamar Sungmin. Setelah menyeberang ke kamar Sungmin, Kyuhyun pun mengetuk jendela Sungmin pelan.
TUK TUK TUK
"Min, kau belum tidur kan?" Kyuhyun mengetuk pintu Sungmin terus-menerus berharap si empunya kamar belum menyerah pada malam yang menyesakkan. "Min?"
TUK TUK TUK
Krieett
GREEPPPP
"Huweee! Hiks, jangan pergi Kyu. Jangan tinggalkan aku!" Saat jendela Sungmin terbuka tiba-tiba saja Sungmin menghambur ke pelukan Kyuhyun dan menangis. Kyuhyun agak terkejut awalnya namun dia segera menenangkan Sungmin dengan membalas pelukan Sungmin di tubuhnya. Dia pun membelai rambut Sungmin dan mencium dahinya berkali-kali.
"Min, aku tidak bisa membiarkan appa berusaha sendirian menjalankan perusahaan yang makin besar. Aku juga harus mulai belajar menggantikan appa. Ini juga untuk masa depanku dan kamu, Min. Masa depan keluarga kecil kita." Ucap Kyuhyun berusaha menenangkan Sungmin. Dia juga tidak mau pergi meninggalkan Sungmin tetapi seperti kata noonanya, Kibum. Ini semua untuk masa depan Kyuhyun dan juga Sungmin bahkan untuk anak-anak mereka kelak.
"Tapi, kau berjanji tidak akan meninggalkanku kan? Kau bohong!" Sungmin masih menangis dalam pelukan Kyuhyun dan kini ia mulai memukul-mukul punggung Kyuhyun.
"Aku tidak akan meninggalkanmu Min. Aku akan menghubungimu setiap hari. Aku tidak akan pergi tanpa kabar seperti Jungmo. Kau tahu kan kalau selama ini aku berjuang untuk mendapatkanmu, masa' hanya karena hal seperti ini aku meninggalkanmu. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu." Kyuhyun masih memeluk Sungmin dengan erat begitu pun Sungmin.
"Tapi, kita akan berpisah selama 5 tahun Kyu. Dan itu lama sekali. Aku, aku taku kau tiba-tiba melupakanku. Aku takut kau tiba-tiba datang dengan membawa yeoja lain dan kau memperkenalkannya sebagai istrimu. Aku, aku..." Sungmin mengeluarkan semua ketakutannya saat berpisah dengan Kyuhyun.
Kyuhyun tiba-tiba melepaskan pelukannya dari tubuh Sungmin. Dia menangkup wajah Sungmin yang sudah penuh dengan air mata dengan kedua tangannya. Wajahnya mendekat ke wajah Sungmin. Dan...
CUP
Kyuhyun mencium dahi Sungmin lembut lalu berkata"aku berjanji tidak akan menyukai yeoja manapun selain dirimu. Bahkan bila itu Miss Universe sekalipun."
CUP CUP
Kyuhyun mencium kedua kelopak mata Sungmin bergantian dan berkata lagi. "Aku berjanji akan menghubungimu setiap hari baik lewat telepon maupun email lewat internet."
CUP CUP CUP
Kyuhyun mencium berurutan pipi kanan, ujung hidung, dan pipi kiri Sungmin, lalu berkata lagi. "Aku berjanji tidak akan pernah melupakanmu bahkan dalam mimpiku pun aku hanya mengingatmu."
CHUUU
Kali ini Kyuhyun mencium lembut bibir mungil berwarna pink milik Sungmin. Dia menyalurkan semua rasa cinta, rindu, dan kehilangannya dalam ciuman itu. Sungmin yang sudah berhenti menangis pun ikut membalas gerakan bibir Kyuhyun pada bibirnya.
"Mmphh" desahan Sungmin lolos saat Kyuhyun menjilat bibir atas dan bawahnya bergantian. Namun setelah itu mereka pun berhenti. Mereka takut kalau diteruskan akan membuat mereka lupa diri.
"Dan janjiku yang terakhir. Aku berjanji aku akan mencintai Lee Sungmin selamanya bahkan hingga maut memisahkan kita, aku tetap akan mencintaimu sebagai seorang Cho Kyuhyun." Ucap Kyuhyun sambil menatap dalam pada mata Sungmin.
"K-Kyu! Aku, aku juga berjanji akan mencintai Cho Kyuhyun selamanya bahkan sampai maut memisahkan kita aku juga akan menjadi seorang Lee Sungmin yang hanya mencintai Cho Kyuhyun. Saranghaeyo, jeongmal saranghae Kyunie!" Sungmin tersenyum manis sekali dan kembali memeluk Kyuhyun erat.
"Nde, nado saranghae Minimi!" balas Kyuhyun juga sambil memeluk Sungmin.
Mereka berpelukan cukup lama hingga tidak menyadari bahwa ada orang lain yang menonton mereka.
"Kalian pasti berhasil melewati ini. Aku yakin Kyu, karena kau anakku. Aku akan menjaga Kyuhyun untukmu Minnie-ah. Kau tenang saja!" Heechul menatap pasangan KyuMin sambil tersenyum di balik pintu kamar Kyuhyun.
Sedangkan di balik pintu kamar Sungmin, Leeteuk juga melihat pasangan KyuMin yang saling berpelukan. Dia bergumam "aku tahu cinta kalian tidak akan terkalahkan oleh waktu sekalipun. Aku akan menjaga Sungmin, Kyu. Kau tenang saja!"
.
.
.
Beberapa hari kemudian, Kyuhyun dan Sungmin melangsungkan acara pertunangannya di kediaman keluarga Lee. Tidak banyak orang yang datang, hanya yang dekat dengan Kyuhyun dan Sungmin saja yang datang. Apakah aku harus menyebutkan nama mereka yang hadir? Hmm, baiklah! Pasangan HaeHyuk adalah yang pertama hadir. Mereka membawa sebotol wine dan juga sebuah kado untuk ucapan selamat atas pertunangan KyuMin. Mereka menggunakan pakaian yang sama yaitu Donghae dengan kemeja berwarna merah kecoklatan sedangkan Eunhyuk dengan gaun terusan sepanjang lutut yang juga berwarna merah kecoklatan. Yoochun, oppanya Eunhyuk juga datang bersama mereka. Dia menggunakan kemeja hitam dengan rompi merah. Sepertinya mereka bertiga sudah saling janjian menggunakan kostum apa. Hehehe. Lalu ada Yesung yang sedang duduk berdua bersama Wookie. Yesung menggunakan setelan jas hitam lengkap dengan dalaman kemeja berwarna putih dan dasi panjang berwarna hitam sedangkan Wookie menggunakan gaun terusan berwarna ungu mengkilap dengan bawahannya yang lebar dan setinggi lutut. Dan jika kalian mengarahkan pandangan ke arah halaman belakang, kalian akan melihat pasangan SiBum yang sedang bercengkrama dengan serius meskipun kadang-kadang Kibum memasang wajah kesal karena Siwon yang menggodanya. Siwon menggunakan setelan jas hitam lengkap sama seperti Yesung dengan kemeja berwarna putih namun yang membedakan adalah Siwon menggunakan dasi kupu-kupu berwarna hitam. Kibum sendiri menggunakan gaun yang bawahannya lebar dan sampai lutut, warnanya adalah krem. Selain pasangan-pasangan itu, Taemin juga hadir karena di undang oleh Wookie. Ya, Taemin sudah menyerah dan melepaskan Wookie dan sepertinya dia juga akan pindah sekolah ke Jepang mengikuti keluarganya. Dan sisanya adalah pasangan HanChul sebagai orang tua Kyuhyun dan pasangan KangTeuk sebagai orang tua Sungmin. Dan bagaimana penampilan pasangan KyuMin? Hahaha, tentu saja mereka tidak kalah dengan para tamu yang hadir. Kyuhyun menggunakan setelan jas putih dengan dalaman kemeja berwarna pink mengkilap dengan dasi kupu-kupu berwarna senada dengan warna kemejanya. Sedangkan Sungmin menggunakan gaun pink mengkilap yang pada bagian roknya melebar dan dihiasi pita-pita. Dan pada bagian atasnya tertutupi oleh bolero berwarna pink muda. Acara pertunangan sudah hampir dimulai. Semuanya berkumpul di ruang tengah dan menyaksikan pertukaran cincin antara Kyuhyun dan Sungmin.
"Ya! Kyu jangan gugup dong!" ucap Donghae jujur dan membuat Kyuhyun melemparkan deathglare kepadanya.
"Kapan ya Hae memakaikan cincin padaku seperti itu?" kali ini Eunhyuk yang sedang berkhayal dalam pikirannya.
"Setelah lulus, aku juga akan melamar Wookie" Yesung juga mulai menyusun rencana dalam pikirannya.
"Wah, aku ingin seperti Minnie unnie. Tapi kapan ya?" ini suara hati Wookie.
"Hiks, mungkin aku akan beradegan seperti Kyuhyun sunbae dan Sungmin sunbae dengan yeoja lain yang ditakdirkan untukku dan itu bukan Wookie noona." Taemin juga ikut berkhayal seperti yang lainnya.
"Melihat Minnie dan Kyu, aku juga jadi ingin. Tapi dengan siapa ya?" ini pikiran Kibum. Dan tidak sengaja dia melihat ke arah Siwon saat memikirkan hal itu tapi buru-buru disangkalnya. "Kenapa harus dengannya?"
"Kibummie, aku akan melamarmu secepatnya. Kalau perlu aku akan menyusulmu ke Amerika." Dan Siwon pun ikut memikirkan masa depannya.
Setelah acara pertukaran cincin selesai, Kyuhyun mencium dahi Sungmin lembut. Dan hal itu membuat iri pasangan lain yang berada di situ. Acara pun dilanjutkan dengan acara makan malam bersama.
Dan malam itu, semua pasangan saling menikmati momentnya masing-masing. Bahkan author pun berselingkuh dengan Taemin dan Yoochun oppa yang tidak memiliki pasangan *dibunuh SHAWOL+Cassie*
.
.
.
Hari itu, Kibum akan kembali ke Amerika. HaeHyuk, YeWook, dan KyuMin beserta HanChul dan KangTeuk mengantarkan Kibum ke bandara. Sesampainya di Bandara.
"Jadi, noona tidak ikut ke China?" tanya Kyuhyun dengan wajah kesal.
"Tentu saja tidak. Aku kan masih belum menyelesaikan kuliahku di Amerika. Kau jangan nakal di China dan jangan tebar pesona apalagi selingkuh. Aku tidak akan memaafkanmu kalau menyakiti Minnie. Ingat itu Kyu?" pesan Kibum pada dongsaeng satu-satunya.
"Ya! Perasaan dongsaengnya noona kan aku kenapa malah menasehati aku harusnya noona menasehati Minnie." Kata Kyuhyun protes.
"Minnie itu lebih bisa dipercaya dari kamu." Kata Kibum lagi tapi kemudian dia tersenyum dan memeluk Kyuhyun. "Sampai jumpa lagi ya?"
"Hehehe, nde noona. Aku pasti merindukanmu lagi." Kata Kyuhyun sambil membalas pelukan Kibum. Setelah lama berpelukan mereka pun melepas pelukannya.
Kibum memeluk Sungmin, Eunhyuk, dan Wookie bergantian.
"Aku pasti akan merindukan kalian. Aku banyak menghabiskan waktu dengan kalian selama di korea. Dan yang paling ku ingat saat kita membuat coklat valentine bersama. Aku ingin membuat coklat lagi bersama kalian tahun depan." Kata Kibum pada SungHyukWook.
"Kami menunggumu, Kibummie." Ucap Sungmin pada Kibum.
"Yosh dan aku pasti akan membuat coklat yang paling enak hehehe." Kata Eunhyuk sambil memamerkan gummy smilenya.
"Aku juga tidak akan kalah dari Kibum unnie." Kata Wookie sambil tersenyum.
"Terima kasih!"
Kibum lalu menatap Yesung. Dia mengulurkan tangannya ke arah Yesung tetapi Yesung malah mengarahkan tangannya ke kepala Kibum dan menepuk-nepuknya lembut.
"Oppa, akan merindukanmu Kibummie." Kata Yesung sambil tersenyum lembut. Kibum agak was-was takut Wookie salah paham lagi.
"Tenang unnie, aku mengerti kok." Kata Wookie menghilangkan rasa was-was Kibum.
"Nde, semoga kalian bahagia oppa, Wookie." Kata Kibum pada pasangan YeWook.
Kibum menatap Donghae, sahabat barunya.
"Aku senang bisa mengenalmu Hae. Jaga Hyukkie dengan baik ya?" kata Kibum pada Donghae.
"Sama-sama. Aku pasti akan menjaga Hyukkie dengan baik." Donghae tersenyum santai seperti biasanya.
Kibum berhenti sejenak dan menatap jauh ke arah pintu bandara. Ya, orang yang sangat diharapkannya malah tidak datang. Padahal hari ini mereka lagi-lagi akan berpisah.
"Siwon oppa bilang dia sedang sibuk mengurus sesuatu. Makanya dia hanya titip salam padamu." Ucapan Sungmin menjawab pikiran Kibum.
"Jadi dia tidak datang ya?" kata Kibum dalam hati. Dia berusaha tersenyum pada teman-temannya. "Aku gak peduli padanya kok. Hehehe, kalian jangan salah mengira." Lagi-lagi Kibum membohongi dirinya sendiri. Ya sudahlah. Kita kan tidak tahu takdir apa yang menunggu pasangan ini. Memang kini mereka berjauhan tapi siapa sangka suatu saat nanti mereka akan berdekatan? Jodoh tidak akan kemana, kata pepatah lama.
"Umma, appa, aku pergi ya?" kata Kibum yang mengucapkan perpisahan pada HanChul.
"Nde. Umma pasti akan merindukanmu. Main-mainlah ke China saat liburan." Heechul mencium dahi Kibum dan memeluknya sayang.
"Kau yakin tidak ada yang tertinggal lagi Kibummie?" tanya Hangeng pada Kibum.
"Tidak ada appa. Lagipula kalau pun ada yang tertinggal aku juga tidak akan menyesal meninggalkannya" Kibum mengucapkannya sambil memikirkan Siwon.
"Jaga diri baik-baik ya, Kibummie?" Leeteuk memeluk Kibum erat. "Kau harus percaya padanya." Leeteuk tersenyum sambil membelai rambut Kibum. Kibum hanya mengerutkan dahi mendengar kalimat terakhir Leeteuk.
"Iya, ahjumma." Kibum pun hanya membalas seadanya.
"Ajusshi akan merindukanmu!" kata Kangin juga memeluk Kibum. Dia sudah menganggap Kibum seperti anaknya sendiri.
"Nde, aku juga akan merindukan Kangin ajusshi." Kata Kibum.
Pemberitahuan dari pihak bandara bahwa pesawat yang akan Kibum tumpangi akan segera mendarat. Karena itu Kibum harus segera masuk ke ruang tunggu. Dia pun mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya dan masuk ke dalam ruang tunggu penumpang.
Setelah Kibum pergi, semua yang mengantarnya segera kembali ke rumah masing-masing. Namun sebelum itu, Sungmin sempat melihat Kibum dan bergumam sendiri.
"Hwaiting Siwon oppa!" gumam Sungmin lalu dia berbalik mengejar Kyuhyun dan teman-temannya yang sudah lebih dahulu meninggalkan tempat itu.
.
.
.
Sementara itu di dalam pesawat yang ditumpangi Kibum. Kibum mendapat tempat duduk di samping seorang namja yang sepertinya sedang terkena flu. Terlihat dari masker yang digunakan si namja. Namun anehnya, namja itu menggunakan sweater tebal dengan syal dari wool yang menutup hampir sebagian wajahnya. Padahal sekarang sudah musim semi.
"Aneh sekali!" gumam Kibum dalam hati. Namun dia tetap mendudukkan dirinya. Toh, dia tidak berhak menghakimi orang lain seenaknya hanya karena penampilan orang itu tidak biasa.
PLUK
"Mianhae. Uhuk uhuk." Si namja aneh tadi ternyata menjatuhkan kertas yang dipegangnya tepat di bawah kaki Kibum.
"Nde, tidak apa-apa." Kibum menunduk dan mengambil kertas itu dari bawah kakinya. Saat dia akan mengembalikannya pada si namja aneh itu. Si namja malah menyuruh Kibum membaca tulisan yang ada di kertas itu. Karena pikir Kibum namja itu tidak bisa membaca huruf hangul maka ia membacakannya. Namun apa yang dibacanya sangat mengejutkan. Tulisan di kertas itu berbunyi:
To: Cho Kibum
Aku tahu aku sangat bersalah padamu di masa lalu kita. Karena itu aku berjuang keras untuk mendapatkan maaf darimu. Setelah aku mendapatkan maafmu, aku tahu aku lancang karena meminta kau kembali padaku. Tapi, aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa dan tak akan pernah bisa melupakan perasaanku padamu. Baik sejak dulu, sekarang, bahkan nanti. Aku memang bodoh karena pernah menyia-nyiakanmu. Tapi, maukah kau memberikanku satu kesempatan lagi untuk membuat kenangan-kenangan bahagia yang kau impikan sejak dulu bersamaku? Bolehkah? Aku berjanji akan membuatmu kembali mencintaiku seperti dulu. Kibum-ah, percayalah padaku!
Love you forever,
Choi Siwon
"Apa jawabanmu Kibum-ah?" kata si namja aneh di samping Kibum tiba-tiba.
"Kau siapa? Apa kau suruhan si namja pabbo itu? Kenapa dia tidak datang sendiri untuk memintanya padaku. Kenapa harus lewat surat yang diantarkan oleh orang lain? Kenapa?" tanya Kibum pada namja aneh di sampingnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apakah jika orang yang menulis surat itu memintamu langsung kau akan menerimanya kembali?" tanya namja aneh itu.
"Apa pedulimu? Kalau dia memang serius seharusnya dia datang sendiri kepadaku dan memintaku untuk menerimanya." Kata Kibum sambil terus menggenggam kertas itu di tangannya.
Si namja aneh itu pun membuka syalnya dan juga maskernya. Ternyata namja aneh itu adalah Siwon.
GREEEPPP
Kibum tiba-tiba memeluk Siwon dengan erat. Tidak dipedulikannya beberapa pasang mata yang melihat aneh ke arahnya dan Siwon.
"Pabbo, aku menunggumu dari tadi. Aku pikir kau benar-benar tidak mau mengucapkan kata perpisahan padaku. Ternyata kau..." Kibum menangis di pelukan Siwon.
"Aku memang tidak akan mengucapkan kata perpisahan. Aku akan ikut denganmu ke Amerika." Kata Siwon sambil tersenyum di balik punggung Kibum.
"Kau mau meninggalkan kuliahmu? Dasar pabbo!" kata Kibum melepas pelukannya dan memukul dada Siwon.
"Aku dapat tawaran student exchange dari universitasmu. Selama 3 bulan aku akan menemanimu di Amerika. Bagaimana?" ucap Siwon sambil tersenyum. Membuat Kibum kembali memeluknya erat.
"Pabbo!" ucap Kibum lagi.
"Ngomong-ngomong, kau belum menjawabku. Apa kau menerimaku kembali." Tanya Siwon.
"Apakah aku perlu mengatakannya? Aku sudah menjawabnya dengan tindakan. Kau tidak mengerti?" kata Kibum masih berbisik dalam dekapan Siwon.
"Hmm, nde, aku mengerti nona Cho. Hoaam! Sepertinya aku mengantuk." Kata Siwon tiba-tiba.
"Ya tidur saja." Kibum tersenyum lagi.
"With my pleasure." Siwon mengeratkan pelukannya pada Kibum dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sedangkan Kibum menyandarkan diri pada dada Siwon. Mereka pun tertidur selama penerbangan.
.
.
.
Jeda sehari setelah Kibum kembali ke Amerika, keluarga Cho mulai disibukkan dengan acara beres-beres rumah. Mereka dibantu oleh keluarga Lee dan YeHaeHyuk untuk memisahkan barang apa saja yang harus dibawa.
"Bagaiamana ini? Kardusnya gak muat untuk menyimpan semua koleksi kaset gameku. Aku perlu kardus baru." Gumam Kyuhyun sambil menyusun kaset-kaset gamenya ke dalam kardus dan jumlahnya sudah 2 kardus yang sudah di packing dan sisanya masih berserakan di sekitarnya.
"Omona, Kyu! Kau mau membawa semua kaset gamemu?" Donghae menghampiri Kyuhyun dan melihat tumpukan kaset game yang berserakan. Bahkan Donghae harus hati-hati melangkah agar tidak menginjak salah satunya.
"Tentu saja. Aku berjuang keras mengumpulkan semua ini. Kalau aku buang ya sayang." Ucap Kyuhyun masih serius menyusun kaset gamenya yang entah sudah ke berapa.
Tiba-tiba Heechul masuk ke kamar Kyuhyun dan melihat kaset-kaset yang berserakan itu.
"Hannie, cepat ke kamar Kyuhyun! Ada barang yang harus dibakar lagi." Teriak Heechul dan membuat konsentrasi Kyuhyun pecah dan Kyuhyun menatap ngeri pada ummanya.
"U-umma tidak serius kan?" kata Kyuhyun shock.
"Iya Heenim-ah!" Hangeng datang dan siap membakar kaset-kaset game Kyuhyun.
"Umma, appa, jangan sentuh benda berhargaku." Kata Kyuhyun berusaha melindungi kaset gamenya.
"Kalau kau tidak mau itu semua dibakar, jangan pernah berpikir untuk membawanya ke rumah kita di China. Titik dan tidak ada protes." Kata Heechul final lalu berlalu dari kamar Kyuhyun.
"Hiks, game-game kesayanganku!" Kyuhyun nelangsa. Dan donghae hanya memandang takjub pada umma Kyuhyun.
"Kyu, sebaiknya kau titipkan saja game itu ke orang lain yang bisa kamu percaya. Setidaknya itu lebih baik daripada dibakar." Kata Donghae menyarankan.
TRINGGG
"Benar juga. Hae hyung, aku memberikan mandat padamu untuk menjaga semua harta berharga milik Cho Kyuhyun. Terimalah dengan penuh tanggung jawab!" kata Kyuhyun pada Donghae dan dibalas tatapan ngeri oleh Donghae.
"GAK HARUS AKU JUGA KALI KYU!" teriakan suara hati Donghae begitu menyayat hati.
.
.
.
SKIP TIME
5 TAHUN KEMUDIAN
Kyuhyun dan keluarganya telah pindah ke China. Kyuhyun menyelesaikan SMA dan kuliahnya di China. Ia mendapatkan predikat cumlaude pada saat wisuda. Dan kini dia pun telah menjabat menjadi Direktur di perusahaan appanya. Kyuhyun membuktikan pada appanya bahwa dia bisa membuat bisnis mereka sampai ke luar China. Mereka sekarang membuka cabang juga di Korea. Sudah 5 tahun berlalu dan seperti janjinya pada Sungmin, Kyuhyun akan kembali ke Korea. Hangeng mempercayakan cabang perusahaan mereka di Korea pada Kyuhyun.
Hari itu, Kyuhyun kembali menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya, Seoul. Kyuhyun langsung menyuruh supirnya untuk segera menuju ke rumah lamanya. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Sungminnya.
Tetapi di tengah perjalanan, Kyuhyun melewati sekolah lamanya SM High School. Sepertinya di sekolah itu sedang ada festival. Kyuhyun pun meminta supirnya berhenti. Tiba-tiba dia ingin sekali berjalan-jalan di sekolah lamanya yang penuh kenangan itu. Dia membaca spanduk yang dipasang di depan gerbang sekolah yang berbunyi "Selamat Datang di Festival Kesenian SM High School"
"Ternyata festival kesenian! Mungkin tidak apa kalau aku berjalan-jalan sebentar." Kata Kyuhyun lalu masuk ke dalam sekolah itu. Kyuhyun berjalan pelan dan memperhatikan sekelilingnya. "Tidak banyak berubah sepertinya" gumam Kyuhyun.
"Min, minnie! Tunggu kami!" sebuah suara membuyarkan acara jalan-jaln Kyuhyun. Dia melihat ke arah suara yang menyebut nama yang sangat dirindukannya. Dia melihat sepasang suami istri dengan seorang anak laki-laki yang masih kecil. Sang umma membersihkan coklat yang menempel di pipi sang anak. Sedangkan sang appa hanya menepuk-nepuk kepala anaknya itu.
"Yosh, Changminnie sudah bersih sekarang. Mau lihat apa lagi?" kata sang umma lagi. Kyuhyun hanya memandangi keluarga kecil itu. Dia sepertinya familiar dengan wajah mereka. Sang appa pun merasa ada orang yang memperhatikan anak dan istrinya. Saat sang appa bertemu mata dengan Kyuhyun, maka mereka pun saling menghampiri.
"Kyu, kau Cho Kyuhyun kan?" ucap si appa dari anak bernama Changminnie tadi. Kyuhyun pun mengangguk dan menatap baik-baik namja dewasa di depannya.
"Donghae hyung! Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabar?" kata Kyuhyun pada sosok yang ternyata Donghae, sahabat lamanya.
"Baik. Sebentar ya?" Donghae menoleh ke arah anak dan istrinya dan memanggil mereka. "Hyukkie, Changminnie, ayo kesini."
"Kyuhyun?" Eunhyuk menatap Kyuhyun kaget. "Sudah lama sekali. Kau akhirnya kembali."
"Tentu saja noona. Ini Changmin yang kau ceritakan di email itu kan hyung? Yang katamu suka sekali memainkan kaset-kaset gameku?" kata Kyuhyun sambil mensejajarkan tingginya dengan Changmin. "Annyeong Changmin-ah" sapa Kyuhyun.
"Annyeong ajusshi!" balas Changmin.
"Oya, Kyu. Kau sudah bertemu dengan Minnie?" tanya Eunhyuk.
"Belum. Aku tadi ingin langsung ke rumahnya tapi setelah melihat ada festival di sini aku jadi ingin lihat." Jelas Kyuhyun.
"Sayang sekali. Tapi Minnie tidak ada di sini. Dia ada di..." Eunhyuk baru saja ingin mengatakan pada Kyuhyun di mana Sungmin berada tapi Kyuhyun malah memotongnya.
"Aku tahu dia di mana noona. Pasti dia sangat merindukanku." Kata Kyuhyun percaya diri.
"Pede sekali kau. Ya, sudahlah. Semoga kau berhasil. Aku masih mau melihat-lihat festival." Kata Eunhyuk yang kemudian meninggalkan Kyuhyun sendiri.
Kyuhyun berlari menuju ke tempat di mana Sungmin berada. Dia yakin Sungmin ada di sana, ya tempat di mana Sungmin dapat merasakan kehadiran Kyuhyun bersamanya. Ya, tempat itu. Sebuah taman lavender di belakang SD mereka. Tempat mereka bertemu pertama kali dan menghabiskan masa kecil bersama.
Sementara Kyuhyun berlari menuju taman lavender di belakang SD mereka, Sungmin sedang santai bersandar di batu besar di tengah-tengah taman lavender itu. Dia memejamkan matanya menikmati semilir angin yang berhembus di wajahnya. Sebuah buku masih berada di tangannya namu dibiarkan dalam posisi menelungkup di depan dadanya. Dari kejauhan terlihat Kyuhyun berlari melewati taman lavender tersebut tanpa Sungmin sadari. Hingga Kyuhyun sampai di hadapan Sungmin, Sungmin pun tidak menyadari bahwa itu adalah Kyuhyunnya yang asli bukan lagi bayangan khayalan Sungmin belaka. Kyuhyun berjongkok di hadapan Sungmin.
"Kau tidak merindukanku eoh?" kata Kyuhyun berusaha menyadarkan Sungmin. Sungmin membuka matanya dan melihat sosok Kyuhyun. "Apa kau harus kucium dulu baru sadar bahwa Kyuhyun, pangeran tampanmu sudah kembali?" goda Kyuhyun dan kini Sungmin sadar bahwa di hadapannya kini adalah sosok Kyuhyun yang dirindukannya.
GREEEPPP
"Lama sekali kau meninggalkanku!" rajuk Sungmin dalam pelukannya.
"Mianhae. Mulai sekarang aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Appa membuka cabang perusahaan di sini dan aku dipercaya untuk menanganinya." Kyuhyun menjelaskan masih dengan memeluk Sungmin erat.
"Benarkah? Bogoshippo, Kyunie. Jeongmal bogoshippoyo!" Sungmin menyamankan kepalanya dalam dekapan Kyuhyun.
"Nado, Min." Ucap Kyuhyun sambil mengirup dalam-dalam wangi khas Sungmin. Mereka benar-benar saling merindukan.
Setelah beberapa lama Kyuhyun pun melepas pelukannya. Dia menatap Sungmin dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin. Sungmin tentu tahu maksud Kyuhyun. Dia pun mulai memejamkan mata dan menunggu saat-saat dua bibir itu saling menyatu.
CHUUU
Mereka pun berciuman untuk yang pertama kalinya setelah 5 tahun berpisah. Masih teringat di benak mereka saat-saat dulu di mana Sungmin belum menyadari perbedaan suka dan cinta. Dia mencintai Kyuhyun tapi malah menghindarinya. Namun, jerih payah Kyuhyun untuk menyadarkan Sungmin tentang cinta yang sesungguhnya akhirnya berhasil. Meskipun dalam keraguan, tetapi akhirnya Sungmin mengerti dan berjuang bersama Kyuhyun untuk mempertahankan cinta mereka. Tidak hanya mereka berdua, tetapi juga teman-teman serta saudara mereka pun mempelajari hal yang sama.
Di mana sebuah cinta tidak bisa disamakan dengan rasa suka. Cinta lebih tinggi dari rasa suka. Ia hinggap tanpa kita sadari dalam diri kita, mengambil separuh dari jiwa kita, di mana saat kita melepasnya maka separuh jiwa kita pun hilang dan kita tidak bisa hidup tanpanya. Rasa suka itu sama seperti keinginan kita, dia hanya menggambarkan nafsu dan ego sementara yang bisa hilang dan tergantikan. Tapi cinta lebih seperti kebutuhan kita. Kita tidak menyadarinya tetapi saat ia datang ia memberikan warna pada hidup kita. Dan saat dia hilang kita tak bisa hidup tanpanya, dia tidak bisa tergantikan. Jika cinta itu sudah didapatkan, maka kita pun harus mempertahankannya. Jangan menyia-nyiakannya atau kau akan dibenci oleh cinta. Cinta butuh kepercayaan. Kepercayaan akan membuat cinta kuat dan tidak terkalahkan. Asalkan ada cinta dan kepercayaan maka hidupmu akan memancarkan kebahagiaan.
OWARI dengan tidak elitnya hahahaha!
Cuap-cuap Author
Wah akhirnya saya comeback lagi setelah sekian lama. Saya akan berusaha melunasi ff saya sampai tamat. Doakan saya. Saya sangat berterimakasih pada siapa pun yang masih bersedia membaca ff ini.
Maaf jika agak mengecewakan endingnya. Saya harap komen dari yang membaca. Terima kasih.
000 KYUMIN IS REAL 000
balasan review:
Honey ann: ini lanjutannya, terima kasih udah mau baca selama ini.
farchanie01: baca z lanjutannya. maaf updatenya lama banget. soalnya sibuk sama tugas kuliah. terima kasih.
JiYoo861015: hehehe, amin. author juga doain kyumin nikah beneran. ini lanjutannya. makasih udah baca.
ressijewelll: ehmm, baca aja deh hehhe. makasih.
KamilahAyu: iya dong! kan author suka sisi romantisnya abang yeye. ini lanjutannya. makasih mau baca.
Cho Min Young: makasih banget udah mau baca. maaf lanjutannya lama banget. dan maaf jika chap ini mengecewakan.
DelvannyArw: thanks maaf lama updatenya.
Dminniekyunnie: ini lanjutannya. makasih udah baca
ameliaLia: iya, hehehe, mereka kan emang gak bisa berantem lama. makasih udah baca
Turtle: terima kasih udah baca. yang ini jangan lupa di baca ya?
DhinaayKMS1307: hehehe annyeong juga. author juga lama banger updatenya. maaf ya? terima kasih udah mau baca.
