Chapter 11: Back To The Sky , With New Squadron And New Mission

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Summary: Bercerita tentang Namikaze naruto, bocah konyol yang selalu di bully teman-temannya sejak SMP, bahkan Saudara dan orang tuanya tidak menaruh kepercayaan kepadanya, sejauh ini hanya 2 orang yang di percayainya,memutuskan kabur dari rumah saat lulus SMA dan pergi ke amerika untuk bergabung menjadi pilot pesawat tempur militer UN, Bagaimanakah kisah hidup naruto ? Let's check this out

Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi

Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer

Setelah selesai bergumul selama hampir 1 jam di kamarnya Naruto dan Hinta Turun . Di sana ruang tengah mansion Namikaze sudah di sulap menjadi ruangan Khusus berpesta, tamu-tamu pun mulai hadir, mulai dari Keluarga, Kolega orang tua mereka, dan juga... "teman-teman" Naruto dan Hinata sewaktu SMA, di sana mulai ramai, dan bertambah ramai lagi saat Naruto dan Hinata turun menjajaki tangga dari lantai dua, Bak seorang Pangeran dan tuan Putrinya, mereka berdua terlihat begitu serasi dengan Jas resi dan gaun yang elegannya.

Dan dimulailah saat-saat yang paling menyebalkan bagi Naruto, Memberi salam bagi tamu, menahan diri, dan selalu "Tersenyum" membuat ia lelah mental, tetapi pandangannya mulai berubah sinis ketika ia mulai menyalami "Teman-teman"nya dulu. Wajah yang tersenyum berganti dengan wajah datar tanpa ekspresi, "Poker Face" , tetapi saat matanya mulai menjelajahi seluruh ruangan sahabat karib, dan kekasihnya tidak terlihat di mata birunya itu

"Are?, ino-chan? Teme dan Sakura-chan kok tidak keliatan?" tanya naruto pada ino

"Aku juga tidak tahu, Naruto ? Katanya sih mereka kuliah di Amerika , tapi ponselnya sama sekali tidak aktif ?" jawab ino

"oh.. Begitu ya? Ya sudahlah, aku mau tanya paman Fugaku saja? Hime kau tunggu sebentar di sini ya, Ino titip hinata sebentar" jawab naruto, sedangkan hinata hanya mengangguk pelan dan tersenyum manis, lalu naruto berjalan menuju arah kumpulan kolega orang tua mereka

"Roger, Pangeran" jawab ino menggoda

Setelah agak lama mencari akhirnya ketemu juga "Fugaku jii-san ?" panggil naruto

Orang yang di panggil menengok dan "Oh naruto ya, ada apa ?" jawab fugaku dingin

"Sasuke kok tidak datang?" tanya naruto pada Uchiha Fugaku ayah sasuke

"kenapa kau menanyakan kabar anak tak berguna itu, sekarang dia ada di Amerika, entah melakukan apa , aku tak mau tau" jawabnya lagi. Sontak mata Naruto terbelalak. Tak percaya apa yang di katakan orang tua sahabatnya itu. Tanpa berkata apa-apa Naruto langsung berbalik dan bertanya pada dirinya sendiri

'Sasuke kan ? anak kesayangan, apa yang di lakukan si Teme itu ya' pikir Naruto
'ah, akan aku urus nanti' ia mengakhiri pikirannya

Naruto berjalan menuju di mana istrinya tadi di tinggal, tetapi setelah istrinya mulai terlihat di pandangan matanya, ia mulai menghampirinya tapi , ia melihat orang lain , 3 orang sedang mengelilingi istrinya itu, sedikit memicingkan matanya, ternyata orang itu Deidara,Kiba, dan Shino, semua mantan Kekasih Hinata, ketiga orang itu tersenyum jahil dan mencoba menyentuh-nyentuh Hinata, tetapi Hinata mencoba menghindar sebisa mungkin. Naruto yang melihat itu menggeram kesal, berjalan dengan langkah yang panjang mendekati mereka

"Bisakah Kalian Sopan sedikit, dia ini sudah menjadi istri seseorang!" ucap Naruto tegas membuat 3 orang laki-laki itu terkejut

"N-naruto" ucap mereka bertiga bersamaan.

Naruto memandang tajam mereka bertiga,mengeluarkan aura "Binatang Buas"nya. Lalu meraih tubuh mungil hinata dan menariknya ke pelukan naruto. Mereka bertiga salah tingkah. Antara takut dan bingung, melihat Naruto yang memndang tajam dan mnyeramkan

"Aku penasaran siapa, yang mengundang orang-orang brengsek seperti kalian karena aku sendiri tak merasa mengundang kalian.. Cih..." ujar Naruto ketus

"Aku ingin kalian pergi, jangan sampai kalian terlihat di depan mataku lagi, atau akan kulubangi kepala kalian... 'Klek' " bersamaan dengan berakhirnya kata-kata Naruto. Tangannya memegang sesuatu dan menodongkan ke arah mereka bertiga , FN ES 5.7, di tangannya dan di todongkan ke arah mereka , dengan wajah kaget+takut benda itu mengarah mereka. Ke-3 orang itu mulai gemetar. Akhirnya dengan langkah yang masih bergetar mereka berjalan keluar dari mansion Namikaze, Naruto kembali memasukkan Pistolnya ke dalam saku di dalam Jas resminya

"N-naruto-kun" panggil Hinata pada Naruto

"hn.. apa hime?" jawab Sambil mengusap puncak mahkota surai indigo milik istrinya

"T-terima kasih " ucap Hinata lirih dengan wajah yang memerah

Pesta berjalan lancar, sudah 2 jam menikmati pesta. Saat Naruto berjalan ke balkon lantai 2 bersama Hinata. Ia memeluk istrinya dari belakang sambil memandang ke arah atas, Hinata menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas balkon. Dan mereka berdua merasakan angin semilir yang nyaman

"Hime..." ucap Naruto lirih

"hmm ? ada apa Naruto-kun ?" jawab hinata

"Kau cantik malam, ini " ucap Naruto lagi dan.. "CUP..." Mencium lembut bahu Hinata

"hmm,... Naruto-kun Jangan, Itu geli" Hinata mulai menggelinjang, Naruto menciumi bahu putihnya dengan lembut berulang kali. Tak sampai di situ saja Naruto mulai menaikkan ciumannya ke leher Hinata.

"ah..." Hinata melenguh lirih, membuat Semakin bernafsu, tetapi di saat ciumannya sampai di telinga Hinata. Naruto menghentikan aktifitasnya

"Eh..." lagi-lagi Hinata cukup kecewa

Melepaskan pelukannya dan berputar ke belakang , bagai naluri milik Naruto akan terjadi sesuatu di belakangnya. Akhirnya memang , seseorang memakai Tuxedo menghampirinya, umurnya sekitar 40 tahunan, ia mengenal orang itu, siapa yang tidak mengenalnya, Super Ace Kebanggaan UN. Col.William "Alex" Bishop. Sontak Memberi hormat kepadanya

"Istirahat Lt" ujar William

"aku tak ingat kalau , mengundang , anda Kolonel ?" ucap Naruto pada William

"aku hanya berkunjung Kidz, Selamat atas pernikahanmu" jawab William sambil memberi sebuah tatapan aneh yang Tak di mengerti Hinata

"Hime... Kembalilah ke dalam, nikamti pestanya, aku ingin berbicara dengannya sebentar" Ucap Kepada Hinata, ia hanya mengangguk dan dan berjalan menuju ke dalam dan turun menuju ke pesta. Hanya tinggal 2 orang lelaki dari militer yang ada di situ

"Ada perlu apa , Kolonel ? sampai datang jauh-jauh ke sini ?" tanya Naruto

Kemudian William mengeluarkan map coklat dari dalam saku jas Tuxedonya dan menyerahkannya pada Naruto dan ia mulai membuka map itu.

"Ini adalah hasil dari penyusupan dan pengintaian , dari pasukan gabungan UN " jawab William

Naruto terbelalak melihat apa isi map itu, sebuah Blue print, berbentuk seperti Meriam 88 Flak milik jerman semasa perang dunia 2 , lalau sebuah roket Apollo, Dan missil, lalu membuka halaman selanjutnya, beisi foto citra satelit berbentuk lingkaran seperti jam dinding tapi dengan satu jarum panjang

"apa ini , kolonel ?" tanya Penasaran

"Itu adalah Proyek dari UFW, mereka ingin membuat bumi ini kiamat lagi seperti peristiwa 50 tahun yang lalu, Kau lihat bentuk Meriam 88 Flak itu? Itu adalah tersangka utama insiden misterius yang kau alami Lt, "Heaven Root" (tangga surga) sebuah senjata yang menembak proyektil baja tungstein berongga dengan kecepatan 0.7C (0.7 kali kecepatan cahaya) ... " ucap William mulai menjelaskan kepada Naruto tapi sebelum meneruskan penjelasannya Naruto segera menyela

"Apabila sebuah benda memiliki tingkat kepadatan, dan kerapatan yang tinggi, serta memiliki bentuk tertentu, dan melaju dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka saat terbentur, meledak atau menghantam sebuah objek di depannya walaupun itu memiliki setengah dari ukurannya secara tiba-tiba. Akan terjadi hentakan energi kinetik yang tidak terkira," ucap Naruto meneruskannya

"jadi senjata laknat ini yang menghancurkan semuanya" Ujar Naruto sambil menatap tajam apa yang di lihatnya

"ya, dan kami membentuk sebuah tim untuk mencegah dan mengakhiri semuanya" William mulai berbicara maksud dari kedatangannya

"ini bernama Task Force 108, beranggotakan beberapa orang terpilih UN, dan kau adalah orang yang terpilih dari sekian banyak orang untuk terbang bersama squadron ku nak ?" William mulai meneruskan

"Memangnya ada apa dengan 1 orang di squadron anda , kolonel ? Tanya Naruto

"Dia pensiun dini, setelah keracunan oksigen, saat pesawatnya di tembak musuh dan asap beracun bocor dan masuk ke dalam tabung oksigennya. Bagaimana kau mengambilnya ?" ujar William lagi

"Tentu, Tugas Sudah Memanggil" jawab Naruto dengan pasti

"Tapi kau baru menikah, apa tak sebaiknya berpikir dulu ?" tanya William mengingatkan

"Tugas ini berhubungan dengan masa depan, aku tak ingin bercinta dengan istriku di temani longlongan tembakan, aku ingin bercinta dengannya dalam keadaan tenang kolonel ?" jawab Naruto dengan penuh keyakinan

"Baiklah kau berangkat besok lusa, akan ada yang menjemputmu, persiapkan perlengkapanmu, " ujar William

"Siap, Kolonel" ujar Naruto sambil memeberi hormat

-XX-

Sekarang Naruto berada di kamarnya bersama Hinata, ia duduk di ranjang sedangkan Hinata sedang menyisir rambut, dan bersiap untuk tidur. Saat Naruto dan Hinata terbaring saling berdekatan dan berpelukan, tiba-tiba ia berbicara

"Hime, lusa aku akan kembali bertugas" ucap Naruto membuka percakapan

"heh, bukannya cuti-mu masih panjang ? " sontak Hinata terkejut

"Tugas memanggil hime, Garis Depan semakin memburuk, Apakah kau tidak melihatnya di Berita TV , mereka semakin brutal " ucap Naruto memberi pengertian kepada istrinya,

Sontak Hinata mulai panik, bingung dan takut "Tapi Kenapa harus Naruto-kun, Kenapa bukan orang lain , Kenapa..., Kenapa...". kata-kata Hinata mulai terputus-putus air matanya tumpah, seakan tak rela suaminya yang baru sehari menikah harus kembali ke tempat berbahaya,

"Hime tolong dengarkan aku, mohon ijinkan aku hime, aku Berjanji akan Kembali Hidup-hidup, utuh seperti saat ini" ujar Naruto memohon

"Tidak aku tidak rela, Naruto-kun pergi ...Hiks..." Hinata mulai memeluk Naruto

"Ku mohon hime, ini demi masa depan , dunia dan kehidupan kita dan juga penduduk bumi kelak, Kumohon pengertianmua, aku juga tidak mau berpisah denganmu, tugas memanggil, kumohon pengertianmu, hime.. kumohon... aku aka..." sambil memeluk hinata yang menangis kata-katanya menggantung karena Hinata tiba-tiba menyela

"Tidak... Pokoknya...tidak.. Aku tak mau berpisah dengan Naruto-kun lagi, aku tau ini egois, ..." sebelum selesai mengatakan kata-katanya, Hinata kaget Naruto menggigit pelan daun telinganya.

"Ini Hukuman untukmu, untuk telinga yang tak mau mendengarkan . Hep..." Naruto mengulum daun telinga Hinata, lalu melepaskan daun telinganya yang memerah

"Dan...Hmmmmmmmmmmm" Naruto mengulum Bibir mungil Hinata. Sedangkan Hinata menerima apa yang Suaminya perlakukan

"Itu hukuman untuk bibirmu yang tajam karena kata-katamu, hime, dan satu lagi..."

"Hmmmmmmmmmmmm"Naruto kembali mencium hinata menyibak bibir mungilnya dan memasukkan lidahnya mengulum lidah Hinata, "Dan itu adalah hukuman untuk lidahmu , hime karena selalu saja berkata-kata egois" ujar Naruto pada Hinata yang Wajahnya sudah memerah

"Aku janji hime, aku akan tetap hidup, maka dari itu Kumohon, tunggulah kepulanganku ? ok .. Hora.. jangan menangis lagi, " ujar Naruto sambil menyandarkan hidungnya ke dahi Hinata

"Naruto-kun , Kumohon tepati janjimu ya ?" ujar Hinata lirih

"Aku janji hime, Aku janji, sebelum aku menepati janjiku aku tidak akan mati semudah itu" ujar Naruto pada Hinata

Mereka memulai aktifitas mereka sebagai suami istri pada malam itu, semua di lakukan dengan lembut dan penuh cinta, tanpa Hawa nafsu ataupun paksaan, akhirnya mereka tertidur lelap walau tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh mereka, dan mereka juga dalam keadaan masih "Bersatu".

-XX-

Keesokan paginya Naruto mulai mempersiapkan perlengkapannya, di bantu oleh isrinya, dia memasukkan baju seragam miiter Naruto, Kaus ganti, celana , DLL DSB ke dalam ransel milik Naruto. Saat Naruto sibuk mengecheck pakaiannya Hinata , yang sedari tadi menata bajunya di dalam ransel , bahunya bergetar, mengetahui itu Naruto menghampirinya, memeluk lembut punggung Hinata dari belakang. Kepala Naruto di sandarkan di bahu kanan Hinata, menempelkan kepalanya hingga menyentuh kepala Hinata dan berbisik

"Hime, Jangan seperti itu ? Bagaimanapun kamu harus siap, Kan dulu aku sudah bilang, resiko jadi seorang istri tentara ?" Ujar naruto lembut sambil mempertahankan posisinya

Angin musim Gugur yang mulai datang pun menyibak kedua wajah insan itu. Terasa dingin dan menyejukkan, air mata hinata mulai tumpah.

"T-tapi. Naruto-kun , aku tidak mengira kalau rasanya seperti ini , Hiks..." Hinata terisak

"Hora... Jangan menangis , Ok ? Doakan saja aku, hime, aku pasti pulang , dengan utuh tentunya" ujar Naruto kepada istrinya itu

"CUP..." Naruto mengecup pelan dan penuh kasih sayang pipi sang istri tercintanya. Lalu didirikannya tubuh mungil Hinata dan di rebahkannya di ranjang ukuran king sizenya,

"hime..." pandangan mata Naruto memandang lembut iriss Lavender milik Hinata

"Hmmm...baik Naruto-kun" seakan Hinata tau apa yang diinginkan suaminya. Mulaailah di sibaknya baju hinata, hingga Hinata polos tanpa mengenakan sehelai benang pun di susul dengan Naruto. Seharian mereka melakukannya, mereka hanya keluar kamar pada waktu sarapan, makan siang , dan makan malam. Selebihnya mereka berdua bergumul di dalam kamar mereka, desahan dan jeritan kecil mewarnai hari terakhir Naruto bersama Istri Lavendernya itu hingga malam yang mulai dingin tak bisa mendinginkan tubuh pasangan baru itu yang penuh dengan keringat dan cairan cintaa

Keesokan Paginya

"Jaga kesehatan, Naru, jangan makan sembarangan, jangan terlalu banyak makan ramen, jangan keluar malam, jangan telat tidur, jangan...bla..bla...bla" ibu Naruto, Kushina menceramahi anaknya dengan posesifnya

"Ma~ Ma~, sudah-sudah Kushi-chan , Naru itu sudah besar , sudah punya istri lho" ujar Minato menenangkan Kushina yang mulai berlinang air mata, semua keluarga besarnya menahan tangis atas kebrangkatan Naruto

"Kaa-san sudahlah jangan khawatirkan aku, semua sudah di jamin di sana" jawab Naruto Santai. Lalu menghampiri Hinata, istrinya dan mengecup dahinya.

"Hime, Tunggu kepulanganku ok ?" ujar Naruto kepada Hinata. Hinata mengangguk pelan , lalu meraih tangan kanan Naruto dengan tangan kanannya, di posisikan seperti salaman dan Tak disangka Hinata mencium punggung tangan Naruto, seperti menunjukkan bahwa ia adalah istri yang berbakti pada suaminya, lalu Naruto sedikit terkejut dan merangkul puncak Surai indigo Hinata dan membawanya ke pelukan Naruto

"Terbanglah wahai , Kesatria Langitku" ucap Hinata sambil melambaikan tangannya . ia dan seluruh keluarga besar Namikaze hanya bisa melihat Mobil Humvee Naruto keluar dari komplek mansion Namikaze

UN Air Base , Japan Branch

Setelah perjalanan 1 jam yang menurutnya lama, akhirnya sampai juga. Naruto turun dari mobil Humveenya sambil menggendong tas Ransel miliknya, berjalan menyusuri area landasan , mata Naruto terbelalak, Terhampang jelas sebuah Aerial Aircraft Carrier jenis XB-0 Hresvelgr, buatan Amerika dan Jerman, dengan panjang 477 meter, Lebar + bentang sayap 950 meter, dan tinggi 125 meter, dengan mesin jet saat ini berbahan bakar Foton Hidrogen alias Nuklir hidrogen. Pesawat ini merupakan benteng terbang sekaligus reaktor nuklir terbang , mampu membawa 35 pesawat jet lengkap dengan semua peralatan penunjang+1500 awak pesawat yang terdiri , teknisi pesawat, pilot, komandan, dan juga pasukan support, berbentuk mirip ikan pari, dan mampu terbang setinggi 30.000kaki serta batasan waktu terbang tidak terbatas, hanya mendarat saat mengisi kembali bahan makanan , dan perbaikan rutin

Mata biru Naruto melihat dengan kagum, pesawat di depannya

"Mangagumkan bukan, Kidz" kata seorang dari belakang Naruto yang Membuatnya tersentak

"Ah.. Kolonel... " jawabnya terkejut

"Bagaimana, kau siap ?" tanya William

"hah... aku siap kembali ke udara, ngomong-ngomong di mana squad kita, apa namanya" tanya Naruto penasaran

"Ayo ikut aku, akan kuperkenalkan kau kepada mereka, Nama Squadron Kita adalah WarWolf squadron " Ajak William

Lalu mereka berdua berjalan menuju sebuah ruangan kecil dengan meja bulat di tengahnya, ada dua orang yang satu sedang memainkan Smartphone-nya dan yang satunya membaca buku , bukan sembarang buku, lebih tepatnya "Majalah Dewasa" .

"Ok squad, kita kedatangan anggota baru, Perkenalkan Dirimu nak" ujar William

"Perkenalkan , Nama saya Liutenant Namikaze Naruto, Callsign Kidz, Tugas terakhir saya di Kairo, mesir sekitar 4 bulan lalu" dengan lantang Naruto memperkalkan namanya di depan anggota squad barunya, sontak kedua oragn tadi yang sempat sibuk sendiri menghentikan aktifitasnya, dan

"Hei Kolonel kau tidak bercanda kan , membawa Bocah yang lolos dari Neraka ini ke sini ?" tanya seorang yang bertampang cukup muda umurnya sekitar 30 tahunan , dan berambut coklat seperti Kolonel William, dan berpangkat Kapten

"Aku tak percaya Bertemu Kesatria Langit Di sini" ujar seorang yang mungkin 4 tahun dari umurnya berambut cepak seperti Naruto tapi berwarna Hitam Legam. Naruto hanya bisa Cengo. Lalu mereka berdua mendekati Naruto dengan tampang bersemangat

"Welcome in the Hell, Kidz, I'm Jack , Mj. George "Jack" Rindelhalt , Call Me "Jack" " seorang yang berpangkat Mayor tadi mengulurkan tangan kanannya dan mengajak salaman Naruto

"Nice to meet, you Mj. I'm really Happy, Right now" jawab Naruto

"I'm John "kreaken" Blackburn, Call me Kraken , Kidz" seorang yang berpangkat letnan ganti memeperkenalkan dirinya

"Nice to meet you, friend, OK let's Fly and Starts the party guys" ucap Naruto dengan senyuman semangatnya

"Hahahah, bocah ini tahu cara berpesta rupanya, " ucap William tersenyum melihat anggota squad barunya

Akhirnya keempat orang tadi saling bercengkrama , melingkari sebuah meja , tak lupa sebotol bir di masing-masing tangan mereka menemani obrolan santai mereka. Dari situ mereka tahu kalau Naruto baru saja Menikah, sontak semua Teman barunya itu, menyanyikan lagu, entah itu lagu apa, tapi sangat menyenangkan , dan menghangatkan. Lalu sifat Kraken yang mata Duitan, dan Jack yang masih Jomblo hingga saat ini. Serta kolonelnya, Boss-nya yang baru saja menerima kabar gembira kalau istrinya baru saja melahirkan anak pertamanya .

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 14.00. Naruto bejalan di sekitar Benteng terbang , melihat dan mengaguminya, ia saat ini juga menemani Kolonel William "Alex" Bishop, untuk briefing ke dalam Kambatan , Benteng terbangnya

"Ngomong-ngomong, kolonel, mana pesawat kita ?" tanya Naruto penasaran

"Tenaglah kidz, kau akan tahu nanti sore " jawab Kolonel William dengan nada merahasiakan, Naruto hanya berjalan mengikuti Kolonel-nya tanpa banyak tanya lagi

Setelah sampai di kambatan benteng terbang, tepatnya di Briefing Room , mereka berdua masuk ruangan yang tak begitu besar, hanya cukup di huni sekitar 25 orang saja, dan mendapati perwakilan dari beberapa squadron, ada 4 squadron tempur, 1 squadron Bomber, dan 1 Batalion Tempur Darat. Pertama 2 orang Berkebangsaan Rusia dari yang duduk di bangku paling depan , RedMoon Squadron dengan komandannya Kolonel Sergei Illich dan seorang tangan kanannya , lalu Wizard Squadron dari Inggris dengan Komandannya Kolonel Joshua Bristow, lalu Lancer Squadron dari Jerman dengan komandannya Gleminr Rakonzky, Squadron yang di tempatinya saat ini WarWolf Squadron dengan Komandannya Kolonel William "Alex" Bishop, dan komandan Pasukan Darat Arrow Blades, batalion yang dulu bersama dengan kelompok Naruto yang membebaskan Kairo, tak lupa juga AWACS mereka dengan callsign "Magic". Lalu ada squadron Bomber Milik UN Razor Squadron , dari sini Naruto terbelalak , Komandan Squadron ini paling muda di antara mereka semua , seumuran dengannya, memiliki Rambut Cepak seperti Naruto tapi berwarna Biru Donker, Mata Onyx yang tajam, "Teme ?" ujar Naruto Dalam Hati

Setelah itu mereka mengikuti Briefing, misi pertama mereka adalah membebaskan tawanan Perang UFW di sekitar pulau terpencil 450km tenggara pangkalan militer Rusia di China Vladivostock. Mereka akan berangkat dari jepang menggunakan benteng terbang lalu mengarahkan pesawat mereka ke tempat tersebut untuk membersihkan langit, dan memberi support udara ke pada batalion darat. Briefing berjalan lancar dan mereka bubar untuk meng-check pesawat mereka dan perlengkaapan mereka

"Oi... Teme, tunggu " teriak Naruto Yang memanggil Temannya

"hn..."dia hanya berbalik dan memberi jawaban hanya 2 huruf konsonan yang melegenda, sambil menunjuk-nunjuk sesuatu di kerah seragam pilotnya, Naruto memicingkan matanya, pangkat seperti bunga melati sebanyak satu buah, saat sadar dia langsung memberikan hormat kepada orang itu, dan berdiri tegak. Orang itu hanya terkikik geli melihat tingkah temannya yang sudah tak bertemu selama hampir 6 tahun itu

"Sudahlah, Dobe, aku hanya bercanda santai saja, " ucapnya mengibas-ngibaskan tangannya

"Kau ini , Teme, selalu saja, ah maaf maksudku Sasuke" ujar Naruto pada Sahabatnya sambil bersalaman dan berpelukan ala sahabat

"Lama tak jumpa, Dobe, kau berubah" ujar Sasuke

"hahahahah, Kau juga Teme, mana Model Rambut "Pantat Ayam"mu itu " ucap Naruto sambil menahan tawa

"kau juga, mana model rambut durianmu itu ?" Sasuke tak mau kalah

"hah, kau jadi banyak bicara ya, teme padahalkan kau dulu hanya berka 'hn' saja , wkwkwkwkwkkwk" tawa Lepas sambil menepuk-nepul bahu sahabat karibnya itu

"ngomong-ngomong, kenapa kau di sini ? Kata ayahmu kau kuliah ? di Amerika ?" tanya Naruto memastikan

"kenapa aku di sini yang pasti aku jadi pilot lah, kau ini Dobe-mu memang masih ada ya ? ini berawal dari aku menentang ayahku, dia mau aku mengambil perusahaannya , tapi aku menolak dan dia marah besar, dia sudah kecewa padaku, katanya 'terserah sekarang apa maumu' itu katanya, aku beralasan ingin kuliah di Amerika tapi , aku malah pergi ke UN Academi Asia Branch, dan jadilah aku seperti ini." Ucapnya

"Pluk'' Naruto meletakkan tangan kanannya di bahu sasuke, "Kita memang Sahabat Teme" .3 detik kemudian Lalu pecahlah Tawa mereka berdua , tiba-tiba

"oi... Sasuke-kun , aku perlu kau menandatangani ini lho, pesawat kita akan di angkut, Are... Naruto kah , ya lama tak jumpa, Kau berubah Naruto, makin gagah saja kau" ucap wanita berambut pink dan seumuran dengannya memakai baju pilot dan terbungkus jaket berbahan parasut, dengan emblem "Razor Squadron"

"Are...? Sakura-chan, jadi kamu juga jadi penerbang ya ?" Tanya Naruto penasaran

"hmm tidak juga aku Ko-pilot Sasuke-kun" jawab Sakura dengan senyuman yang manis

"wah.. Enaknya , Ko-pilot pacar sendiri, aku jadi iri teme, eh ngomong-ngomong, waktu terbang kau mengemudikan pesawat atau Sakura-chan , Teme ?" tanya Naruto Jahil

"Urusai..." jawan Sasuke Ketus

"hehehehehe... ngomong-ngomong Sakura kau tidak berubah ya?" tanya Naruto pada Sakura Tiba-tiba sambil memandangi tubuhnya mungil Sakura, meski tingginya menjuntai sekitar 170cm

"He ? Apa maksudnya Naruto ?" jawab sakura merasa aneh

"hmmm.. Dadamu masih saja RATA , Sakura ?" jawab Naruto sambil menekankan Kata Rata

Sakura yang sadar akan kata-kata Naruto wajahnya mulai memerah , Sasuke menahan tawa dan memalingkan wajahnya ke arah lain, sedangkan Naruto "Gemphhhh" tertawa Tapi di tahan membuat pipinya menggembung.

"Grrrr... Naruto.! SANNARO!" Sakura berteriak dan mengaitkan tangannya ke pada Leher Naruto bermaksud mencekiknya,

"Gemphhh... Lihat Teme , Aku di peluk papan Cucian" ucap Naruto yang tengah di cekik Sakura masih sempat berkata pada Sasuke

"Ah.. jangan Begitu Dobe. Jahat kamu itu" Ujar Sasuke terlihat membela Sakura

"Sasuke-kun..." Sakura yang tengah mencekik Naruto matanya mulai mengeluarkan bintang-bintang, kekasihnya Sasuke membelanya, tapi...

"Bukan papan cucian, tapi Papan Telenan " jawab Sasuke Cuek, Naruto tak kuasa menahan tawanya, di mulai meledak, dan Sasuke masih dengan ekspresi coolnya dengan pipi yang merah karena menahan tawa.

"hiks...hiks...hiks..." Sakura mulai menangis akibat perkataan kekasih dan sahabat kekasihnya, dan melepaskan cekikannya pada Naruto, lalu tersungkur di tanah dan mulai terisak

"Sudah Cherry, jangan menangis, kan aku Cuma bercanda" Ucap sasuke pada Sakura sambil memeluk lembut tubuh mungil nan berisi itu

"iya...saki .. jangan menangis, Ma'af mengatakan hal yang berlebihan, padahal kan kenyataan" ujar Naruto memelankan suara pada kalimat terkhirnya , sontak Sasuke Menghadiahi Death Glare-nya pada Naruto. Yang di beri death glare hanya bersiul-siul tak jelas

"Oh iya , aku baru saja menikah, lho ?" ucap Mencoba menghibut Sahabatnya

"oh ya, dengan siapa dobe ?" tanya Sasuke penasaran

"Hinata, Hyuuga Hinata, kalian ingat " jawab Naruto

"Hyuu...ga...hina..ta, ah aku ingat gadis Lavender yang agak kikuk itu kan , Naruto, yang selalu pingsan saat kau dekati" ujar Sakura langsung gembira seakan rasa sedihnya hilang

"yup, Benar Saki, yah walau baru sehari menikah, aku langsung bertugas kembali hehehehehe" Ujar Naruto sambil cengar-cengir

Sontak Sakura melotot dan mencengkram kerah baju Naruto, "Berjanjilah untuk Tidak Mati , Naru, karena jika Kau mati aku tidak akan memaafkanmu, aku akan membongkar kuburnmu jika kau mati, dan menghidupkanmu dengansegala cara" ucap Sakura tiba-tiba menajadi seram

"i..iya...iya.. aku juga tidak mau amti, jika kau perlakukan seperti itu, memangnya aku ini Frangkenstein apa ?" ujar Naruto dengan Mata yang setengah tertutup

"hooo, kalian akrab sekali ?" suara baritone yang di kenal Naruto , terdengar dari belakangnya, ternyata dia adalah bosnya, Kolonel William, sontak ketiganya memberi hormat pada William

"Istirahat, Ace" ucap William

"Senang anda bisa bergabung , Kolonel" Ucap Sasuke pada William

"Hah.. sama-sama Mj, Ngomong-ngomong, Kidz ayo ku perlihatkan Tungganganmu" Ajak William

"Siap , Kolonel, Teme , Sakura-chan, Sudah dulu ya, sampai ketemu di sana" ucap Naruto meninggalkan ke-2 sahabatnya itu,

Naruto dan William berjalan beriringan menuju sebuah hanggar, setelah sampai di hanggar Mata Naruto terbelalak , kaget

"Kolonel, ini kan?" tanya Naruto

"ini lah Tunggangan kita CFA-44" William menyadarkan keterkejutan Naruto

Pesawat tempur yang ada di depan mereka saat ini adalah kumpulan Pesawat Tempur Generasi selanjutnya di sebut Generasi 5.5++ , yang akan menjadi tunggangan sang Kesatria Langit saat ini adalah pesawat bertipe CFA-44 Nosferatu. Pesawat tempur hasil dari kerja sama Mikoyan dan Sukhoi dari Rusia untuk badan dan Lockheed Martin dari Amerika yang mengerjakan kulit sayap dan bagian dalam, Mitsubishi HI yang mengerjakan Mesinnya yaitu menggunakan mesin bertenaga listrik teknologi saat ini, pesawat bertipe sayap tertukar, yaitu sayap kecil yang biasanya ada di ekor, sekarang berada di depan, dan sayap utama berada di belakang, memiliki 2 mesin , kecepatan maksimum 2,9 Match hampir Menembus kecepatan Hypersonic(3.0 macth) walaupun mesinnya bertenaga listrik,pesawat itu memiliki reaktor mini di yang berada di belakang kokpit pilot, itu lah sumber energy dari peasawat ini,Lalu dilengkapi fitul STOVL (Short Take Off And Vertical landing) yang memungkinkan pesawat bisa tinggal landas dengan landasan yang pendek dan mendarat secara vertikal layaknya Helikopter, lalu nama CFA di ambil dari kegunaan pesawat ini yaitu "Carrier, Fighter, Attacker" dan angka 44 adalah angka yang di ambil dari proyek masa depan Mikoyan , Yaitu Project Mig 1.44. Pesawat itu mampu membawa 12 rudal AGM 64 maverick, 2 tabung Launcher Missile jarak dekat High Frequency Metal Detector dengan 70 unit per Launchernya, dan 8 AMRAAM yaitu missil udara-ke udara jarak Jauh Berpandu radar Hooming, secara bersamaan . Semua itu di simpan di Weapon Bay , yaitu ruangan khusus di tengah badan dan ke-dua sayap bagian bawah pesawat, untuk menambah Fitur Stealthnya. Dan senjata spesial Missile All Direction sebanyak 30 buah yang tersimpan di sekujur badan pesawat yang bisa di tembakan 10 unit secara bersamaan.

Naruto tak percaya apa yang ada di depan matanya, benar-bernar seperti mimpi. Selain itu ada juga pesawat sejenis yang ada di hanggar itu, yaitu ASF II Shinden, pesawat yang sama seperti milik Ridgeback, bedanya itu milik Squadron inggris, Wizard Squadron, lalu ada juga ADF-01 Falken, milik Lancer Squadron, yung terakhir R-45 Caliburn yang di cat merah, milik RedMoon squadron. Yang terakhir Bomber Tipe B-1 Lancer, Milik Razor, ya itu adalah pesawat milik Sasuke

"mau mencobanya, Kidz" ujar William pada Naruto

"Kenapa tidak Kolonel. Aku akan bersiap-siap" jawab Naruto Antusias

Naruto segera menuju ke ruang ganti, memakai OffRoll barunya, ber-emblem Serigala yang sedang mengaung, dengan nama WarWolf, setelah berganti pakaian ia segera keluar ruangan dan mendapati Bossnya juga sudah berganti pakaian OffRoll

"Kau siap, Kolonel ?" tanya Naruto

"Aku sudah Siap sejak kau belum lahir, nak " jawab William

Mereka berdua segera menuju pesawat mereka yang telah di beri nama mereka masing-masing. Naruto masuk ke Kokpit, Mengaitkan sabuk pengaman ke kursi Pilotnya, memakai helm dan mengancingkannya, lalu memakai masker oksigen, dan menutup kanopi kokpit, dan mengecheck gas oksigen tersebut berfungsi atau tidak. Lalu mengangkat 2 jempol tangannya ke arah depan memberi tanda kalau semua baik-baik saja. Mesin di nyalakan, berbeda dengan mesin jet konvensional yang berbahan bakar Avtur, yang satu ini hampir tidak ada suaranya, hanya terdengar desisan kecil karena aliran udara

Si pemandu pesawat mulai memutar-mutar tangannya memberi tanda agar berbelok dan meluruskan pesawat dengan garis pandu, Kolonel William tinggal landas terlebih dahulu, hanya butuh sekitar kurang dari 200 meter dari total landasan panjang pacu , dan pesawatnya pun mulai mengangkat dan mengudara, di ikuti Naruto yang menyusulnya 25 detik kemudian, segera ia mengaktifkan tombol khusus, agar bisa lepas landas sependek mungkin, pesawat melaju dengan kecepatan rata-rata, tak lama kemudian hidung pesawat mulai naik, dan perlahan mendaki ke udara, 15 detik kemudian, Ia sudah mengudara, melihat sensor sayapnya, di lihatnya sayap pesawat sudah memiliki Gaya Angkat, dia lalu mematikan fitur STOVL, dan terbang secara biasa,

Alex
"WarWolf 1 kepada WarWolf 2 radio check"

kidz
"WarWolf 2 kepada WarWolf 1 , Loud and Clear"

Setelah melakukan komunikasi singkat, mereka segera terbang dengan kecepatan 2,5 Macth, bermanuver berguling ke samping, Manuver Kobra yang biasa di lakukan dengan Sukhoi juga bisa di lakukan menggunakan CFA-44, lalu rolling ke atas 360 derajat, mereka juga mencoba manuver-manuver mengagumkan lainnya

Kidz
"Kolonel, mau mencoba Dogfight?"

Alex
"why not, yang pertama , mengunci menang"

kidz
"I Got it, satu botol bir saat kita mendarat"

Setelah mengatakan itu, mereka langsung menyebar ke segala arah, 10 detik kemudian mereka langsung mencari Posisi Doghfight, naas Naruto berada di depan dan sang Kolonek berada di belakangnya

Kidz
"Damn it"

Dia bermanuver agar tidak terkunci, meliukkan pesawatnya ke kanan, lalu ke kiri, tiba-tiba Naruto melakukan De-akselerasi, menggunakan Air Break selama tidak kurang ½ detik, membuat William kaget, dan "Wiiiiiing" suara dentingan kecil terdengar, pesawatnya meliuk bersalto dan langsung berada di belakang Pesawat William

Alex
"What the ..."

Sekarang giliran William yang di kunci Naruto, dia meliukkan pesawatnya ke arah kiri, berbelok tajam, membebankan gaya angkat pada sayap kiri, dan pesawat ber-rolling menghindar, karena kecepatannya menjadi turun seketika, pesawat Naruto kembali di depan, dan William kembali di belakang Naruto,

Kidz
"Sial, Tak buruk orang tua"

Naruto kembali bermanuver, kali ini dia mengangkat hidung pesawat, mengarahkan ke ketinggian, lalu meliukkan ke arah kiri, lalu seperti di pentalkan, pesawat Naruto seperti di lempar, berputar tak beraturan, matanya fokus, mengetahui dia sudah lolos dari William, di menstabilkan Pesawatnya lagi, di saat Naruto akan mengunci William yang berada di depannya, tiba-tiba William mengggunakan Manuver Salto,

Kidz
"kuh.. Sial.."

Alex
"terlalu cepat 100 tahun kidz"

Penguncian William Hampir sempurna dan, "Wiuhhhh!" pesawat milik Naruto berdiri 90 derajat membebankan gaya angkat ke sayap kecil di bagian depan dan seperti mundur ke belakang , dalam sekejap sudah berganti di belakang pesawat William

Alex
"Damn, He's Good"

5 detik kemudian, dan "TIIIIIIIIIIITTTT!" William terkunci, Naruto menang

Kidz
"hahahha, I got you, Kolonel"

Alex
"You are so Damn, Kidz"

Kidz
"Thanks, dont forget the Beer, Kolonel"

Alex
"Yes, Shit"

Naruto tertawa bangga. Tak terasa sudah 2 jam mereka terbang . saatnya mendarat

Lalu mereka menuju landasan dan segera mendarat secara Vertikal. Pertama , mereka melajukan pesawat dengan kecepatan rendah dan ketinggian sedang. Mereka menuju sebuah titik yang telah di tentukan,lalu membuka sebuah ventilasi dan mengaktifkan 2 buah baling-baling yang tersimpan di samping kanan dan kiri badan pesawat mereka, lalu 2 buah Nozzle (Lubang yang ada di belakang sebagai Aliran dan daya dorong mesin pesawat) di arahkan vertikal 90 derajat menghadap bawah, lalu mereka mengurangi Kelajuan pesawat sampai Gaya Angkat sayap mereka menjadi 0. Lalu setelah gaya angkat sayap Sudah 0, mereka menata posisi agar tepat mendarat di titik yang telah di tentukan. Lalu mereka pun diam , melayang di udara, dan secara perlahan mereka mulai turun, ketinggian mereka semakin berkurang. 10 detik kemudian mereka sudah mendarat selamat di tanah, Naruto membuka kokpitnya, melepas masker, helm, dan sabuk pengaman, ia segera turun dan memandang langit merah di ufuk barat.

"Wahai Langit, Aku kembali" Ucap Naruto dengan menenteng helm pilotnya, dan memandang matahari tenggelam, di sertai angin pantai yang menyejukkan menerpa tubuh tegapnya

TBC

Cat author

Semua pesawat tadi saya import dari Game Seri Ace Combat. Untuk lebih jelasnya agar googling aja dengan menulis nama pesawatnya ntar gambarnya juga muncul, ato kunjungi website Wiki-nya Ace Combat

Untuk STOVL(Shot Take Off and Vertical Landing) , bisa berwikipedia ria , ato bisa Nonton Yutub , dengan kata sandi STOVL System

Makasih Review Please, karena Review anda Adalah Pertamax saya(hehehehe, ganti pertamax aja, biar lebih Joss #Plak)

Macth: satuan kecepatan rambat suara di udara, 1 macth 340 m/s