Let's go back to BangHim /


...::Sharing::...

Kim Himchan terlihat begitu kelelahan akhir-akhir ini, bukan hanya urusan sekolah tetapi juga urusan luar yang menguras habis waktu istirahatnya. Menjadi ketua OSIS tidaklah mudah karena harus terus mengawasi aktivitas murid-murid secara umum maupun khusus, usai sekolah ia langsung menuju Rumah Sakit dan merawat satu Maknaenya. Ia tetap tersenyum walaupun merasa lelah.
"Bagaimana kalau hari ini aku saja yang mengurus Junhong, kupikir satu orang saja cukup", Yongguk menawarkan
"Tidak, aku ingin tahu perkembangan kesehatannya dengan baik", ucap Himchan sambil menyusun beberapa dokumen
Yongguk menghela nafas, jelas sekali besar kekhawatiran Himchan melebihi kata-katanya, "Aku yakin dia tidak akan menghilang lagi, Himchan…"
Himchan berhenti, "Tidak, bagaimana kalau disaat aku tidak menjaganya ada yang membujuknya lagi!?"

Terkejut menyentak pacarnya, Himchan segera menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Ia jelas terlewat stress dan baru saja melemparkan kekesalannya ke kekasihnya.
Ke dua tangan Bang Yongguk melingkari tubuh Himchan dan memeluknya dengan erat, dengan tenaganya ia mengangkat Himchan untuk duduk diatas meja kerjanya. Dengan dagu saling bersandar dibahu, Yongguk bernafas dengan tenang seolah-olah mengalirkan energy positif ketubuh Himchan.
"Maafkan aku…", ucap Himchan menyesal
"Kau butuh istirahat, Channie", bisik Yongguk
"Tapi pekerjaanku…", Himchan hendak memprotes
"Kupikir istirahat untuk beberapa menit tidak akan membuat banyak perbedaan", kata Yongguk
"…Baiklah"

Himchan menganggukkan kepala dan setuju untuk beristirahat, mereka berdua berpindah ke Sofa panjang diruang OSIS dan Himchan membaringkan kepalanya dipangkuan paha Yongguk. Punggungnya menjadi rileks dan ia menikmati tangan Yongguk yang membelai kepalanya, ia pun segera tidur dengan pulas.

.

"….kau benar-benar..cantik Himchan, kau adalah makhluk tercantik dan terindah yang pernah kutemui", kata Yongguk sambil menyisir rambut Himchan kesisi samping.
"Selalu membebani semuanya pada dirimu, kuharap kau tidak memandangku sebagai sosok yang harus terus kau lindungi, aku sudah berubah, kau harus lebih percaya padaku lagi, Kim Himchan", ucap Yongguk mencium kening Himchan
"Aku akan melakukan apapun untukmu, untuk menjaga senyumanmu, karena kau adalah alasanku menantikan hari esok, alasanku tetap bernafas sampai saat ini"

.

.

.

Mata Himchan terbuka dengan pelan dan ia merasa kepalanya sangat ringan untuk melanjutkan aktivitas apapun, tapi ruang OSIS sangat gelap seolah-olah matahari sebentar lagi akan tenggelam. Ia segera melihat kearah jam dinding dan terkejut mengetahui ia tidur cukup lama, dan lagi apa pula yang Yongguk lakukan dimejanya, sejak kapan ia meninggalkan sisinya.
"Yongguk!? Kau seharusnya membangunkanku!", kata Himchan mendekati mejanya, "Apa yang kau lakukan?"
"Aku…aku membantumu memilah aktivitas klub yang bisa disetujui, kau hanya perlu menandatanganinya tanpa perlu membacanya lagi", ucap Yongguk, "Moon Jongup mengajariku karena aku memintanya, aku ingin meringankan pekerjaanmu"
Himchan melihat salah satu dokumen yang dipilih Yongguk dan sepertinya tidak ada yang aneh, tapi tetap saja dia sudah membuang terlalu banyak waktu karena tidur siang, "…ugh, kita harus ketempat Junhong….dan pekerjaanku…"
"Moon Jongup mengurusnya hari ini jadi kau bisa tetap melanjutkan pekerjaanmu", kata Yongguk sekali lagi

Himchan menghela nafas dan duduk dimejanya, mengerjakan pekerjaan yang hampir setengahnya sudah dikerjakan pacarnya – diluar dugaan sangat meringankan. Yongguk terus berusaha menawarkan diri untuk membantu dan Himchan memberikan apa yang bisa ia percayakan dan pekerjaannya pun akhirnya selesai.

"Kurasa kita merepotkan Jongup terlalu lama", ucap Himchan, berusaha secepat mungkin menyimpan berkas-berkas yang berserakkan.
"Nah…kurasa tidak ada salahnya ia mengurus Junhong satu hari ini, dia kan juga temannya Junhong", kata Yongguk
"Tetap saja Junhong itu tangung jawab kita"

Kedua pria itu keluar dari area sekolah paling terakhir dan kini mereka naik Bus arah menuju Rumah Sakit tempat Junhong dirawat.
Samar-samar Himchan mengingat kata-kata menyentuh yang dilontarkan padanya, ia kenal sekali dengan suara tersebut tetapi tidak yakin apakah Yongguk benar-benar mengucapkannya atau hanya imajinasinya saja, yang pasti kata-kata itu sangat berarti dan menghangatkan.
"Kau tahu….apapun yang terjadi, aku akan selalu melindungimu", bisik Himchan sambil menyandarkan kepalanya kebahu Yongguk, "Bukan karena kelemahan tetapi karena aku sangat mencintaimu….maka aku akan selalu melakukannya"
"Karena dirimu lah, aku bisa terus bersyukur setiap hari", kata Himchan lagi
Yongguk tetap menatap keluar jendela dan tersenyum, "…saranghae…"

Jari tangan Himchan masuk diantara sela-sela jari Yongguk dan menggenggamnya dengan erat, Yongguk membalas genggamannya dan bersumpah tidak akan pernah melepaskan Himchan seumur hidupnya.

.

.

.

"ASTAGA!", Himchan terkejut melihat ranjang pasien menganggur, sang pasien diujung ruangan bersama suster kirimannya bermesraan.
Yongguk tercengir melihat kelakuan Maknae-nya, "Seharusnya kau mendengarkanku saat kubilang biarkan mereka berdua saja hari ini, Himchan"

Ia menutup kedua mata Himchan dan menyeretnya keluar dari ruangan, jelas sekali tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi pikiran Himchan malah lain.
"Haruskah aku menolongnya? Jonguppie?! Dia tersudut…matanya memelas…yah, dia seperti minta tolong!", kata Himchan panik
"Nah, Jongup cukup kuat untuk melepaskan diri dari Junhong kalau dia memang mau", kata Yongguk tapi jelas sekali ia tahu Jongup sudah lemas bersama Junhong.
"Tapi…!", Himchan disambut bibir Yongguk dan ia tidak melawan, ia tahu ia harus menolong seseorang tetapi ia terlanjur terbuai ciuman pacarnya. "Uh…Gukkie…kau yakin mereka akan baik-baik saja?"
"Yup", kata Yongguk yang lalu kembali melumat bibir Himchan.

.

END