TITLE : MAGICALLY IN LOVED

AUTHOR : LEE EUN SAN

GENRE : ROMANCE, ACTION (maybe ^^)

LENGTH : CHAPTERED

MAIN CAST :

*Choi Siwon

*Kim Kibum

*Lee Donghae

*Lee Hyukjae or Eunhyuk

Disclaimers

Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel karya karla m nazhar dengan judul hate, love and hocus pocus. Tapi epep ini milik aku. Thanks.

Sungmin lalu meneliti jas itu dan benar saja satu kancing di bagian lengan hilang dan saat ia cocokkan ternyata kancing itu sesuai dengan kancing yang hilang.

"jadi bisa kau jelaskan mengapa kancing ini bisa berada di sana tuan park?" kata sungmin sambil menatap jaebum tajam.

.

.

.

Wajah jaebum sontak memucat saat mata tajam inspektur bertubuh indah itu memandang curiga ke arahnya.

"mm,,mana aku tahu..? mungkin itu terlepas saat aku bertemu dengan tuan Nakayama semalam." Jawab jaebum gugup. Dia mulai bergerak gelisah dan buturan-butiran keringat mulai tampak di wajah stoicnya.

"apa menurutmu mungkin, sebuah kancing terlepas begitu saja tanpa ada sebabnya,eoh? Dan lagi pertemuan macam apa yang kau lakukan dengan Tuan Nakayama sampai-sampai membuat kancing bajumu lepas" cecar sungmin lagi.

Jaebum lagi-lagi hanya mampu menunduk gelisah.

"jawab aku tuan Park?"

Jaebum masih tak bergeming. Dia tetap kukuh menutup mulutnya.

"baiklah jika kau tak mau bicara. Panggilkan petugas untuk mencari sidik jari di jas ini. Pastikan semuanya selesai dengan cepat." Perintahnya pada anak seorang buahnya yang berdiri tak jauh darinya.

Petugas yang tadi diperintah mengangguk sekilas lalu berlalu pergi.

"sekali lagi aku bertanya padamu tuan Park Jaebum. Bisa kau jelaskan untuk apa kau mendatangi kamar tuan Nakayama kemarin malam?" Tanya sungmin sekali lagi.

Jaebum mendongak "sudah aku katakan aku kesini hanya untuk urusan bisnis, tak lebih?"

"Oh really? But actually I doubt that, sir!" Kata kibum tiba-tiba.

Jaebum menoleh kearah kibum sambil bersungut kesal. "what did you mean?" serunya tak suka.

"as I know you have been here since three days ago, and I thing it's too long for you if you just wanna do such a deal with Mr. Nakayama." Jawab kibum

Jaebum terlihat mendengus kesal kearah kibum "hhh,, in business sometime we need along time to make a deal with our client. Three days are not too much I think." Sanggah jaebum

"Yeah,, if you didn't stay in Mr. Nakayama place it might be, but you lived there!" cecar kibum lagi

"I never wanna live there, he begs to me to stay in his place." Kilah jaebum.

"justru itu semakin aneh, kenapa tuan Nakayama meminta anda untuk tinggal bersamanya. Setahu saya mendiang tuan Nakayama adalah sosok yang sulit akrab dengan seseorang, terlebih lagi orang asing yang baru saja ia temui." Kata siwon mulai ikut mencecar jaebum.

"kalau masalah itu kau bisa tanyakan sendiri padanya, kenapa dia begitu ingin aku di sana. Padahal aku sudah mengatakan padanya kalau aku tak mau." Jawab jaebum

"hahah,, kau lucu sekali tuan park."

Saat semua sedang sibuk mencecar jaebum dengan segudang pertanyaan, masuklah seorang petugas polisi sambil menenteng selembar kertas di tanganya.

"hasilnya sudah keluar inspektur, Lee." kata lelaki itu kemudian menyerahkan kertas itu pada atasannya.

Sungmin meraih kertas itu dan mulai tampak serius melihat hasil kerja anak buahnya. Tak berselang senyuman muncul di bibirnya M shape-nya yang menggoda.

"Well, dari hasil pemeriksaan sidik jari yang tertempel di jas tersebut, dapat dipastikan ada sidik jari tuan Nakayama. Sedangkan di lengan baju yang tuan Nakayama pakai juga ada sisik jari yang sama di sana." Kata sungmin.

Jaebum kembali terdiam kaku.

"apa lagi yang mau kau katakan pada kami, tuan park? Semua bukti ini mengarah seluruhnya padamu." Kata sungmin tajam.

"tapi aku bukan pembunuhnya, apa yang harus aku akui" teriak jaebum frustasi.

Kibum dan siwon memandang jaebum lagi. Mereka tak dapat menyangkal bahwa semua bukti memberatkan posisinya. Namun mereka masih belum yakin benar bahwa jaebumlah pembunuhnya.

"kita tidak boleh gegabah. meski semua bukti mengarah pada tuan park, masih ada beberapa hal yang masih janggal disini isnpektur." Kata siwon menyela.

Sungmin menoleh memandang siwon dengan wajah nyaris bingung "maksudmu?"

"seperti kita tahu tuan Nakayama di temukan meninggal di dalam sebuah kamar yang tertutup rapat. Kalau tuan park benar-benar membunuhnya maka seharusnya dia tak perlu repot-repot untuk menutup semuanya dia cukup keluar dari sana lalu kabur tapi kenapa dia lebih memilih kembali lagi ke resort padahal kejahatannyapasti akan terungkap jika dia kembali."

"dan lagi di tak mungkin dia sebodoh itu menunjukan secara terang-terangan bahwa di pembunuhnya mengingat nona yumeko akan segera tahu bahwa dialah orang yang terakhir bertemu dengan tuan Nakayama. Itu terlalu ceroboh." Sambung kibum

"mungkin awalnya dia tak berniat membunuh namun mereka terlibat adu mulut yang berujung dengan kematian tuan Nakayama." Jawab sungmin mencoba memberi jawaban atas dugaan ke dua jaksa itu.

"itu lebih aneh lagi. Bukankah seharusnya ada yang mendengar jika mereka berkelahi?" kata siwon.

"mungkin mereka tak dengar?"

"apa mungkin seorang yang sedang dalam keadaan darurat tidak berteriak minta tolong. Katamu tuan Nakayama sempat berontak?" Tanya kibum.

Sungmin mendadak pusing sendiri meladeni analisa kedua orang ini. "lalu menurut kalian siapa sebenarnya yang membunuh Tuan Nakayama?"

Kibum dan siwon mengendikan bahunya pelan "aku belum yakin" jawab keduanya kompak.

"tapi tak ada salahnya kalau kita mengamankan tuan park untuk sementara, sampai semuanya jauh lebih jelas." saran siwon yang kemudian di setujui kibum

"baiklah kalau begitu, bawa tuan park ke salah satu kamar yang ada disini. Jaga dia jangan sampai kabur." Perintahnya pada kedua anak buahnya yang berdiri di belakangnya.

Tunangan jaebum memandang sendu saat orang yang paling dicintainya itu diseret paksa meninggalkannya. Dia mendekati kibum dan siwon sambil berlinang air mata.

"kumohon, jangan tangkap dia tuan choi,, dia tidak bersalah. Dia mengatakan padaku bahwa dia tak membunuh tuan Nakayama.,kumohon percayalah padaku,,hiiks,,,hikks,," tangisnya pecah. Dia menunduk sambil terus memegang lengan kibum dan siwon erat.

Kibum nampak iba dengan wanita ini. Dengan lembut dia mengelus tangan wanita itu. "hukum tak pernah memihak, nona Nam,, jika memang jaebum-ssi tidak bersalah maka cepat atau lambat dia akan dibebaskan, namun jika benar ia terbukti membunuh, maaf kami tak bisa menolong" jelas kibum padanya.

"hiiks,, jaebum orang baik, jaksa choi,, kumohon percayalah padaku,, hikss,,," perempuan itu masih tak bergeming.

"seperti yang istriku katakan padamu barusan, kami tak punya wewenang untuk memutuskan masalah ini. Sejauh semua bukti memberatkan tuan Park, maka kami tak bisa apa-apa." Jelas siwon.

"sebaiknya kau istirahat. Makanlah yang cukup agar kau tak sakit." Pesan kibum.

"sekarang sudah malam, sebaiknya anda istirahat nona gyuri. Kami juga harus pulang. Besok kami akan kesini lagi untuk melanjutkan kasus ini" imbuh siwon.

"nona yumeko, tolong kau temani nona gyuri,ne kasihan jika dia harus tidur sendiri malam ini."

"baik, Choi-sama." Jawab yumeko.

Sekitar jam sepuluh malam kibum dan siwon baru keluar dari rumah itu. sepanjang jalan pulang mereka masih saja memikirkan kasus itu.

"menurutmu, apa benar jaebum yang membunuh tuan Nakayama?" Tanya kibum pada siwon yang berjalan di sampingnya

siwon menggelengkan kepalanya ragu "entahlah, bummie. Aku juga masih tak yakin soal itu. Memang benar semua bukti mengarah dan memberatkannya. Tapi jujur, instingku mengatakan bukan dia pembunuhnya."

Kibum mengangguk setuju "yang kau katakan benar, wonnie, banyak hal janggal yang melingkupi kasus ini. Terutama kenapa pembunuhnya harus repot-repot menutup semua jendela sedangkan dia bisa dengan mudah kabur dari sana. Menurutku apa ada orang dalam yang terlibat?"

Kening siwon mengerut "orang dalam? Maksudmu?"

"entahlah aku hanya berfikir seperti itu tapi aku juga belum yakin. Yang jelas, Ini bukan pembunuhan karena tak sengaja. Ini sudah direncanakan dengan rapi sebelumnya." Kata kibum

Saking asyiknya berdiskusi mereka sampai tak sadar bahwa mereka sudah sampai di cottage tempat mereka tinggal.

"ah,, sudah sampai rupanya." Siwon yang pertama menyadarinya.

"eh,, benarkah,,?" kibum menoleh kedepan lalu ia tersenyum kecil

"iya juga, aku sampai tak sadar. Ayo masuk udaranya sudah mulai dingin."

Lalu keduanaya masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu. Gurat kelelahan nampak jelas di wajah rupawan mereka. Saat suasana sedang sepi tiba-tiba terdengar bunyi aneh

"kkruuyyuukk….."

Kibum menoleh mencari asal suara.

"suara apa itu?" kata kibum sambil memandang siwon.

Siwon terlihat kikuk "eum,, sebenarnya itu suara perutku." Jawabnya jujur.

Melihar raut wajah siwon yang kikuk membuat kibum tak bisa mengehentikan tawanya. Sungguh wajahnya yang seperti ini terlihat sangat lucu dimatanya.

"hahahah,, jadi kau lapar,eoh?" kata kibum

Siwon menganguk kecil "aku kan belum makan dari tadi,bummie." Rengek siwon

Melihat wajah siwon, kibum mendadak merasa tak tega. Seolah ada sebagian dari dirinya yang memerintah otaknya untuk melayani siwon yang kini mau tak mau berstasus sebagai suaminya.

Kibum mendesah pelan "hhh,, baiklah,, mari kita lihat apa yang kita punya di kulkas."

Kibum beranjak menuju dapur mini yang disediakan di cottage ini. Di dalam kulkas hanya ada beberapa bahan makanan saja.

"hhh, kenapa hanya ada telur? Aku harus masak apa eoh?" setelah sedikit berfikir akhirnya ia memutuskan untuk membuat omelet saja. Selain mudah juga hanya itulah yang bisa ia buat dengan bahan yang ada.

Tak berselang lama kibum sudah selesai dengan omelet dan dua gelas coklat panas yang ia buat.

Kibum berjalan mendekati siwon yang sedang serius melihat laporan yang tadi mereka bawa dari TKP

"tsskk,, serius sekali! Berhentilah dulu," kata kibum lalu meraih kertas itu dan meletakkannya di meja.

Siwon mendongak "eh,, sudah matang, hhuumm,,, baunya kelihatan enak," kata siwon sambil tersenyum hangat,

"I hope so,, soalnya hanya ini yang ada di kulkas. Besok aku akan meminta petugas resort untuk mengisinya." Kata kibum lalu mengambil tempat di depan siwon.

Sambil makan mereka kembali berdiskusi sampai sampai mereka tak menyadari bahwa malam sudah semakin larut

"hhooaaamm,,," kibum menguap pelan sambil mengucek matanya yang mulai sayu karena mengantuk

"kau mengantuk ya,? Tidurlah, lagi pula ini sudah malam. Pakailah ranjang yang ada di kamar."kata siwon.

"lalu kau?"

Siwon tersenyum lembut "aku disofa saja."

"andwae, kau tidak boleh tidur di sofa. Apa kau lupa pinggangmu kan masih sakit." Tolak kibum. Ia ingat benar tiga hari yang lalu pinggang siwon sempat terkilir gara-gara menolongnya yang hampir jatuh dari pohon.

"jadi kau mau tidur seranjang denganku,eoh,,," goda siwon pada kibum. Sontak saja wajah kibum mendadak merona "ss,,ssiapa? Tidak.. aahh,, terserah kau sajalah. Mau di ranjang di sofa terserah…" kata kibum lalu buru-buru kabur sebelum ia ketahuan malu.

Siwon tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan kibum barusan "yak! Istri macam apa kau yang membiarkan suaminya sendirian tidur di sofa pula..." teriak siwon kencang

"BERHENTI BICARA NGAWUR KUDA JELEK!" teriak kibum dari dalam kamar.

Siwon kembali tertawa saat mendengar jawaban kibum. Setelah puas tertawa akhirnya siwon putuskan untuk istirahat. Awalnya ia memang akan tidur si sofa tapi mengingat kata-kata kibum barusan ia jadi berfikir lagi.

"kalau aku tidur di sofa punggungku bisa sakit, tapi kalau aku tidur di ranjang aaiasshh…" siwon jadi membayangkan hal yang iya-iya. Ingatan bagaimana ia menjamah tubuh indah kibum dalam kungkungannya mendadak membuat sesuatu di balik celananya mengeras.

"aiiggoo,, aku harus bagaimana sekarang?" keluhnya sendiri.

Lama siwon hanya bolak-balik kamar ruang tamu. Tapi akhirnya ia putuskan untuk tidur di ranjang dari pada besok pagi ia tak bisa bangun karena pungungnya sakit.

CKLEK,,,

Siwon membuka pintu pelan tak ingin membangunkan kibum yang sudah tertidur di bawah selimut hangat bercorak bunga tulip itu.

Dia berjalan mendekat kearah ranjang dan dengan perlahan menaikkan tubuhnya sendiri keatasnya. Meski ranjang sedikit bergoyang kibum nampak tak terganggu.

Siwon menatap intens wanita cantik yang sedang tertidur pulas di hadapanya ini dengan tatapan kagum sekaligus bingung.

"kau cantik jika kau tak berteriak-teriak, nona kim.." kata siwon. Lalu jemari siwon seakan berjalan sendiri membelai rambut hitam kibum. Ia merapikan rambut yang menutupi wajah cantik wanita yang secara ajaib berstatus sebagai istrinya ini.

Pandangannya kemudian beralih menatap mata, hidung dan yang terakhir bibir mungil semerah darah milik kibum yang terlihat begitu menggoda. Ia masih ingat benar rasa manis yang benda itu tawarkan saat ia menyesapnya.

Perlahan ia makin mempersempit jarak tubuhnya dengan kibum sampai akhirnya tanpa ia sadari bibirnya sudah menempel sempurna di atas bibir kibum. niat awal yang hanya ingin menegcup seolah sirna saat siwon merasakan benda kenyal itu diatas bibirnya. Alih-alih melepas kecupan, ia justru melumat bibir mungil itu intens. Mengulum kedua belahannya bergantian atas dan bawah. Seolah tak merasa puas, siwon lalu menindih tubuh mungil kibum. Persetan dengan akal, logika atau apalah namanya, kini yang ada di otaknya hanya merasakan kembali sensasi yang ia rasakan semalam.

Kibum menggeliat resah dalam tidurnya. Ia sebenarnya merasa ada sesuatu yang menekan-nekan bibirnya namun anehnya ia justru tak merasa terganggu. Justru ia merasa hangat dan ingin lebih.

"eeuunghhh,,," tanpa sadar kibum melenguh pelan. Tanganya tiba-tiba memeluk tubuh siwon tanpa siwon sadari.

Ciuman siwon makin lama makin intens dan sedikit brutal sehingga membuat kesadaran kibum akhirnya muncul. Bukannya marah kibum justru hanya diam dan menikmati permainan bibir siwon. Terdengar aneh menang tapi jujur ia sangat butuh dan rindu benda ini menjamahnya. Kibum malah menutup matanya dan mulai membalas ciuman siwon.

Ciuman mereka makin intens dan menuntut. Tangan siwon malah sudah bergerilya kesana kemari menjamahi setiap inci lekuk indah tubuh kibum.

"eeuunnghh,," lagi-lagi kibum mendesah pelan saat tangan siwon menekan dadanya.

Ciuman siwon beralih ke leher putih kibum. Dia mengendus, menjilat dan menggiit leher indah nan jenjang yang masih terhiasi hickey buatannya semalam. Perlakuan siwon yang lembut dan memabukkan membuat kibum mau tak mau mengeluarkan desahan nikmat dari mulutnya

"eeuungghh,, woonnhh,,, iihh,,,, aasshhh…eeuunghh"

Mendengar kibum memanggil namanya membuat siwon makin bersemangat dan kian gencar mengerjai bagian tubuh yang entah sejak kapan jadi lahan favoritnya itu.

Ciuman siwon makin lama makin turun kebawah. Ia mengecupi tulang selangka kibum yang mencuat indah. Kecupan kecil itu seakan mengalirkan jutaan volt listrik ketubuh kibum.

"aahh,, euunngghh,,,,," desah kibum sambil menekan lembut kepala siwon dan menjambak kecil rambut hitamnya.

Tangan siwon beralih ke balik pungung kibum berusaha mencari resleting gaun kibum. Saat tangan siwon sudah hampir berhasil membuka setengah gaunnya mendadak kibum kembali bisa berfikir normal. Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh kekar siwonyang menindihnya.

"hhh,,hhhh,, stophhh…" kata kibum susah payah sambil berusaha mengatur nafasnya yang memburu.

Melihat kibum yang terengah di bawahnya sebenarnya siwon enggan melepas wanita ini namun akal sehatnya masih bisa berjalan baik. Ia tahu mungkin benar kibum secara hukum dan agama adalah miliknya tapi mereka sama-sama tahu kalau mereka tak benar-benar saling suka sampai bisa melakukan hal sejauh ini.

Siwon memandang kibum lembut. Dia kembali mendekatkan wajahnya ke arah kibum. Ia mengecup pelan kening kibum. Respon tubuh kibum membuatnya kaget sendiri. Saat bibir indah itu menyentuh keningnya serasa ada lusinan kupu-kupu terbang dari perutnya, membawa sensai aneh namun indah. Dia bahkan tanpa sadar memejamkan matanya sembari menikmati sensasi aneh yang baru kali ini benar-benar ia rasakan.

"tidurlah,,," kata siwon lembut pada kibum. Ia lalu menggeser tubuhnya kesisi ranjang yang kosong. Sengaja ia menghadap arah sebaliknya karena takut jika ia kembali memandang kibum ia tak akan lagi bisa mengontrol dirinya.

Selepas siwon menjauhi tubuhnya, kibum juga melakukan hal yang sama. Tidur menyamping dan memandang arah yang berlainan.

Tanpa mereka sadari keduanya memegang dada mereka masing-masing yang sedang berdetak kencang dan tak beraturan.

"ada apa denganku?"

Batin keduanya bingung.

TBC

HAYO….SIBUM KOK UDAH MULAI SKINSHIP GITU?

Hahahah,, berhubung aku bikinya masih di bulan ramadhan jadi sengaja aku bikin mereka Cuma gini-gini aja skinshipnya. Entar abis lebaran aku janji bikini enceh deh tapi saratnya harus pada repiu ne.. awas kalo gak!

Bahkan mungkin entar aku bisa aja bikin ini epep naik rate? Gimana mau gag?

Ayo para yadongers tunjukan diri kalian…. ^^

Udah ah ngomongnya takut kepanjangan heheh,,

See ya,,,

Sign

LeeEunSan

EunhyukLegalWife