Chapter 11
Shino pov
Hari ini seperti biasa lagi, tidak melakukan apa – apa.. hah~~ seharusnya sekarang aku sudah mendengar suara Taichi-senpai, tapi melihat kelakuanku beberapa minggu yang lalu membuatku malu untuk menatap muka para senpai. Liburan sebentar lagi selesai dan aku masih belum siap untuk bertemu mereka lagi terutama Yui-senpai dan Chihiro..
Aku melihat ke luar jendela, aku terkejut melihatnya.
"Yui-senpai?" aku bertanya – tanya, mau apa senpai datang ke rumahku? Dan sejak kapan senpai tau rumahku? tanpa sadar bel rumahku berbunyi.. apa aku harus membukanya? atau tidak? Aku yakin Yui-senpai ada maksud untuk datang kesini.
[Kyaa! Apa ini!? Apa ini!? Manisnya!]
hikh! Tiba – tiba saja Mirai Koe muncul! Tadi itu Yui-senpai kan? kenapa dia berteriak histeris seperti itu yah? Ah, berarti ini tandanya aku pasti akan mempersilahkannya masuk. Aku langsung turun ke bawah dan membuka pintu.
"Hi Shino, konnichiwa" Yui-senpai menyapaku seperti biasa, memang benar hanya aku yang berlebihan, aku pun menyuruhnya masuk dan mempersilahkannya duduk di ruang tamu.
"hee~ jadi ini rumahmu yah? Ternyata besar juga, tidak seperti rumahku" ujarnya.
"tidak kok"
"nee Shino, apa orang tuamu sedang pergi?" tanyanya.
"ya, hari ini mereka kerja" jawabku, langsung saja Yui-senpai langsung bermuka serius, aku sedikit merinding walau hanya melihatnya, memang benar Yui-senpai ada maksud untuk datang~
"nee Shino-chan~" 'Shino-chan?' sejak kapan Yui-senpai memanggilku dengan kata –chan di belakangnya? Gawat~ memang benar.
"Shino aku ingin ke kamarmu, boleh?" aku langsung tersadar dari khayalanku.
"hee, haa, ah, iya tentu saja" aku langsung membawanya ke kamarku, satu langkah memasuki kamarku dan melihatnya, Yui-senpai langsung membatu dan diam di tempat. Ada apa? Aku terus melihatnya dengan rasa penasaran, langsung saja bola mata yui langsung dipenuhi oleh bintang – bintang.
"Kyaa! Apa ini!? Apa ini!? Manisnya!" aku langsung tersontak kaget dengan reaksi senpai, itu Mirai Koe yang kudengar! Ternyata disini terjadinya, lalu apa yang membuatnya histeris seperti itu, memang ada yang salah dengan kamarku yah? Ah, kalau tidak salah Yui-senpai mempunyai ketertarikan dengan semua hal yang terlihat imut, mungkin ini maksudnya yah..
Yui pov
Apa maksudnya ini!? Kamar ini terlalu imut! Dindingnya yang berwarna kuning terang benar – benar membawa suasana nyaman, dan boneka – boneka ini, lucu sekali! Shino mempunyai boneka lebih banyak daripada punyaku, dan apa ini!? Kasurnya memakai seprai dengan latar beruang yang sangat lucu! Aku tidak bisa menahannya! Aku langsung melompat ke kasurnya dan memeluk dakimakura (guling) beruang dengan erat.
"Yui-senpai.. kau tidak apa – apa?" HA! Gawat! Apa yang aku lakukan!? Aku langsung tersadar dari mimpi indahku dan langsung melepas dakimakura yang kupeluk tadi, ya ampun.. aku selalu seperti ini jika melihat barang – barang yang terlihat imut, aku tidak bisa menahan nafsuku.. ternyata tanpa fenomena "Unleashing Desire", aku pun bisa seperti ini.
"ma-maaf, aku tidak sengaja hehe" aku menempatkan dakimakura tersebut ke tempatnya dan duduk di kasurnya.
Baiklah.. apa yang harus aku lakukan sekarang? Langsung to the point atau basa basi dulu?
"Yui-senpai? Sebenarnya maksud kedatangan senpai kesini untuk apa?" ternyata langsung to the point ya.. aku menatapnya dengan serius.
"aku.. aku merasa aku seperti melakukan kesalahan yang sangat dalam terhadapmu, walaupun aku tidak tau apa yang sudah aku lakukan kepadamu. Tapi, aku sangat ingin, ingin sekali untuk meminta maaf kepadamu. Jadi, tolong maafkan aku!" aku membungkuk kepadanya sambil memejamkan mataku menanti responnya.
Shino pov
Yui-senpai!? Kenapa dia yang meminta maaf kepadaku, seharusnya bukan dia yang harus meminta maaf, bukan senpai..
Tapi siapa? Aku benar – benar bingung~
Sekilas aku teringat dengan wajah seseorang yang sangat aku tidak ingin ingat.
"angkat badanmu Yui-senpai, senpai tidak pantas melakukan hal ini kepadaku, jadi tolong.." senpai mengangkat badannya dan melihatku dengan bingung.
"untuk semuanya.. bukan senpai yang harus meminta maaf kepadaku, aku pun tidak tau siapa yang salah disini, jadi tolong hentikan!" aku memperbesar suaraku di akhir, Yui-senpai langsung memasang ekspresi khawatir padaku.
"Shino.."
Normal pov
"kau kenapa Shino? apa ini karena kejadian aku dengan Chihiro? kalau kau ada masalah dengan hal itu, aku bisa menjelaskannya" Yui meraih bahu Shino akan tetapi tangannya langsung ditepisnya.
"tolong jangan sebut namanya!" Yui terbelalak kaget, sekaligus sadar akan teriakannya, namanya? Maksudnya Chihiro?
"maksudmu Chihiro? kenapa kau kesal sekali jika aku menyebut namanya? Apa semua ini adalah karena Chihiro?" tanyanya.
"tolong pergi Yui-senpai" ujarnya.
"tu-tunggu Shino, aku bisa menjelaskannya padamu kalau ini kesalahpahaman, jika kau marah karena Chihiro melakukan hal itu padaku, aku bisa membuatnya untuk meminta maaf kepadamu, jadi tolong biarkan aku mendengar keluhanmu disini dan sekarang..! onegai.." pinta Yui dengan memelas, Shino terus mengepal tangannya dan menundukkan kepalanya.
"keluarlah senpai.. biarkan aku sendiri dulu" dengan suara kecilnya namun itu bisa terdengar jelas oleh Yui, karena Yui tidak bisa membujuknya, akhirnya Yui menyerah dan keluar dari rumahnya dan memandang lurus ke jendela kamarnya, gagal.. itu yang dipikirkan Yui saat itu. karena khawatir akhirnya dia menelepon Aoki untuk melaporkan apa yang telah terjadi hari ini.
"jadi gagal yah.. hebat sekali Shino-chan bisa membuatmu menyerah dan pergi meninggalkannya. Tapi, apa ini yang terbaik? kupikir Shino-chan akan terus mengurung diri di kamarnya jika kita tidak melakukan sesuatu padanya.. katamu dia kesal ketika kau menyebutkan nama Chihiro yah? Mungkin biang dari semua masalah ini memang Chihiro. Tapi, apa yang membuatnya sekesal itu yah? Apa karena.." dengan panjang lebar Aoki menganalisis semua yang telah dilaporkan Yui kepadanya. Tidak sepertinya.. pikir Yui mendengar penjelasan pacarnya yang telah di cap bodoh oleh Inaba bisa memikirkan sejauh itu.
"karena..?" tanya Yui menunggu kelanjutannya.
"karena.. Shino-chan punya perasaan khusus kepada Chihiro..?"
"Uhuk! Kenapa kau berpikir seperti itu? aku sama sekali tidak menyadarinya" Yui langsung tersedak mendengar Shino punya perasaan khusus kepada Chihiro, tapi terlihat dari reaksi sebelumnya memang seperti itu.
"yah.. hanya firasatku saja, mungkin saja seperti itu, karena ketika dia melihat Chihiro menciummu, kau bilang dia menamparnya sambil menangis kan? mungkin salah satu kemungkinan ya seperti itu" jelasnya.
"ke-kenapa kau mengatakan secara detail!? Kau membuatku mengingatnya lagi!" seru Yui kepada orang yang dibalik HPnya.
"ma-maaf! Aku tidak sengaja, tapi aku juga sedikit marah dengan Chihiro ketika dia melakukan hal itu padamu, kalau dia masih disana pasti dia sudah babak belur olehku" serunya dengan nada yang semangat, Yui sedikit terhibur dengannya.
"dia itu pemain karate, kau akan pingsan di tempat kalau kau mengajaknya berkelahi" ledeknya.
"tenang saja, aku percaya diri dengan otot – ototku ini" serunya. Terdengar tawa kecil dari Yui, Aoki langsung tersenyum lega dengan lawan bicaranya.
"suki yo.. Yui no koto. Jadi jangan terlalu memikirkannya, dan jangan lupa untuk terus melapor padaku jika terjadi sesuatu, kau harus lebih banyak bergantung kepadaku, lagipula aku ini pacar tercintamu kan?" semburat merah menjalar di pipinya, Yui hanya tersenyum sambil tersipu malu lalu dia pun membisikkan sesuatu ke layar HPnya.
"atashi mou.. Aoki no koto suki.. dayo" terdengar pelan, tapi bagi Aoki itu adalah kalimat terindah yang pernah didengar olehnya.
"aku juga! Yui no koto Aishiteru Yo!" seru Aoki dengan girangnya sampai Yui pun menjaga jarak telinganya dari HPnya.
"hentikan! kau memalukan orang – orang di sekitarmu! Sekarang kau dimana!?" tanya Yui dengan malunya.
"tenang saja! Aku sedang menonton TV bersama keluargaku, jadi safe!" serunya.
"itu lebih buruk lagi! Kenapa kau bisa dengan mudahnya mengatakan A-Aishiteru di depan keluargamu terutama orang tuamu!?" seru Yui dengan gagap mengatakan aishiteru di tengah omongannya.
"tenang saja aku sudah mengatakan semua hubungan kita kepada mereka, dan mereka sudah menyetujui kita" serunya dengan bangga.
"aku tutup." Ujarnya dengan nada sinis.
"tu-tunggu Yui! tadi aku hanya bercanda! Aku tidak memberitahunya kepada orang tuaku, wa-walaupun hanya beberapa.. jadi jangan ditutup! YUI!"
Tuut Tuut ~~
"Dia mematikannya.." gumam Aoki dengan wajah murungnya, sepertinya dia membicarakan sesuatu yang sangat salah kepadanya. Yui menghela nafas panjang sambil mengusap telapak tangannya menahan dingin sambil duduk di halte menunggu kedatangan bis.
"dinginnya.." hari ini tidak berjalan mulus seperti yang dipikirkannya, dikiranya dia akan mudah untuk membujuk Shino untuk kembali seperti biasanya, tapi ternyata berakhir tidak seperti yang dibayangkan. Mungkin waktunya tidak tepat.
"lalu apa yang harus aku lakukan?" gumamnya, seseorang duduk di sebelahnya dengan membunyikan suara kerakan bangku kayu yang didudukinya, rasa dingin yang dirasakan oleh Yui berubah menjadi keringat dingin.
"selamat pagi Kiriyama-san.. ah~ sekarang sudah siang berarti selamat siang.. mungkin ini bukan sapaan yang menyenangkan untukmu yah?" tidak lain adalah Fuuzen Kazura.. dia selalu datang ketika dia tidak dibutuhkan, apa maunya datang menemuinya? Apa untuk mengancamnya kembali? Itu tidak akan berpengaruh kembali padaku! Pikir Yui menyemangati dirinya sendiri.
"kau mau apa?" tanyanya dengan nada bergetar.
"aku berpikir kalau anda sedang dalam masalah yang harus anda atasi sendiri, itu benar? Dan kau tidak mau bergantung dengan orang lain dan lebih baik menyelesaikan semuanya sendirian dan membuktikannya kalau anda bisa, bukankah itu terlihat sombong?" Deg.. semua yang dikatakannya benar – benar tepat sekali, Yui menelan ludahnya dan berusaha untuk tenang.
"jika benar lalu apa?"
"tidak.. aku berpikir fenomena kali ini berpusat kepadamu Kiriyama-san, mungkin karena ketertarikanku padamu meningkat dan reaksimu itu berada di luar dugaanku, apa ini karena Aoki-san?" sekali lagi dia berusaha untuk menaikan amarahnya. Karena Aoki? Benar juga.. alasan kenapa Aoki mau keluar dari CRC adalah ancaman Fuuzen Kazura kepadanya.
"karena kau.. kita semua mengalami hal seperti ini, dari dulu sampai sekarang.. sampai kapan kau akan terus mengganggu kehidupan kita? Kita sudah bosan denganmu" Fuuzen Kazura hanya diam dan sedikit memperlihatkan ekspresi terkejutnya.
"kalau itu, aku sama sekali tidak bisa menjawabnya" ujarnya.
"memang benar.. semuanya akan menjadi lebih mudah kalau kau memberitahu kita semua, tapi seperti yang kau tau.. aku tidak akan menjadi Yui yang dulu dan yang baru. Aku akan menjadi Yui yang lebih banyak bergantung kepada orang lain, menjadi berguna untuk yang lain, aku tidak akan membuat semua orang mengkhawatirkanku karena diriku yang bodoh ini, maka.. aku akan berusaha!" 'aku mengatakannya, aku mengatakannya! Aku berhasil mengatakannya! Aku tidak akan kalah dengannya!' pikir Yui.
"ah~ ternyata pandanganku terhadapmu salah, sekarang kau lebih susah untuk dipengaruhi seperti Aoki-san, apa karena ancamanku yang salah?" ujarnya sambil menatap kosong ke depan.
"memang benar.. alasanmu datang kesini untuk mengancamku untuk menyerah kan? itu tidak akan terjadi! aku pasti akan menyatukan CRC kembali menjadi semula bersama yang lain" seru Yui tanpa takut untuk memandangnya.
"aku sudah lelah.. untuk kali ini aku akan menyerah. Lain kali aku akan datang lagi" Fuuzen Kazura langsung pergi meninggalkan Yui yang sendirian di sana, Yui menghela napas lega dan duduk kembali, dia menutup mukanya dengan kedua tangannya dan sedikit menarik napas dalam.
"aku tidak akan menyerah.." bisiknya.
Yui pov
Hari ini pulang saja.. "Kiriyama-san.." aku sangat terkejut, di depanku sekarang berdiri Chihiro dengan ekspresi yang seperti biasa, diam..
"kau sedang apa disini?"
"aku mendengarmu berbicara dengannya" ujarnya, aku hanya membalasnya dengan biasa.
"kau mendengarnya? Kenapa kau tidak membantuku? Aku benar – benar ketakutan tadi" ujarku dengan memelas.
"Kiriyama-san.. kau tidak merasa terganggu melihatku?" tanyanya, aku menaikkan alisku tidak mengerti.
"ayolah Kiriyama-san! Apa kau tidak merasa jijik jika melihatku?" oh itu maksudnya..
"untuk apa aku harus merasa jijik jika melihatmu, tidak ada yang buruk darimu" ujarku tersenyum kepadanya, dia terlihat terkejut sekali.
"tolong jangan berpura – pura! Kau pasti merasa seperti itu!" serunya.
"kenapa kau bilang seperti itu? aku tidak berpura – pura" ujarku berusaha untuk membuatnya tenang.
"hah?"
"daripada itu.. bukankah ada hal yang harus kau dahulukan sebelum berbicara denganku?" dia menaikkan alisnya lalu tidak lama dia langsung membulatkan matanya sadar akan sesuatu.
"ah.. itu.. anu.." dia melarak – lirik sekitar sambil menahan malu.
"bagaimana kalau kita ke café itu? kita bisa membicarakannya" ajakku menunjukkan restoran keluarga.
Kita masuk ke dalam restoran tersebut dan duduk di bangku dekat jendela, aku duduk bersebrangan dengan Chihiro. Chihiro masih diam saja, akhirnya aku yang memulai pembicaraan.
"kau tau Aoki benar – benar sangat marah ketika melihatmu melakukan hal itu denganku.." dia masih diam..
"baru saja aku berteleponan dengannya dan dia berkata kalau kau masih disana mungkin kau sudah babak belur tapi aku bilang hal itu tidak mungkin melihat dia berkelahi melawan pemain karate, aku berpikir Aoki akan langsung pingsan di tempat jika melakukannya, tapi.. dia juga bilang dengan semangat bahwa dia percaya diri dengan otot – ototnya. Pfft.. aku sama sekali tidak mengerti dengan pemikirannya" aku hampir melepas tawaku mengingat kata – kata Aoki tadi. Chihiro masih saja diam.
"Chihiro kau mendengarku?" tanyaku.
"iya aku mendengarmu Kiriyama-san.. sangat jelas. Jadi.. kau mau bilang apa lagi? Kau masih mau membicarakan Aoki-san? Kalau begitu aku mau keluar dari sini" tunggu.. dia marah.. padahal aku berusaha untuk membuatnya berbicara dengan tenang denganku! Kenapa jadi seperti ini!? Aku harus mengganti topicnya, nama Aoki dilarang disini.
"Chihiro.. kau masih ingat dengan Shino kan?"
"Enjouji? Ada apa dengannya?" tanyanya dengan malas.
"aku baru saja pulang dari rumahnya.. dia mengusirku kau tau, baru kali ini aku diperlakukan seperti itu" Chihiro menatapku, pembicaraanku berhasil.
"dia juga tidak mau kalau namamu disebutkan terang – terangan, sama sepertimu tadi. Mungkin kau dan dia mempunyai masalah yang sama?"
"aku dan dia berbeda. Enjouji adalah Enjouji, aku adalah aku. Tidak ada yang sama aku dengan dia" jelasnya dengan tenang.
"aku juga bertanya – tanya kenapa dia menamparmu saat itu?" Chihiro langsung diam seketika, dia pun mengangkat gelas berisi kopinya dan meminumnya.
"tanya saja kepada Enjouji, aku sama sekali tidak tau kenapa dia menamparku saat itu" ujarnya.
"kau.. sama sekali tidak peka yah?" tanyaku dengan tidak percaya.
"maksudmu apa?"
"aku merasa kita ini sama. Sama sekali tidak bisa peka dengan sesuatu, Aoki bilang begitu padaku. Kenapa Shino menamparmu? Mungkin karena dia tidak suka kalau kau mencium orang lain selain dia" ujarku.
"maksudmu Enjouji itu menyukaiku?" dia menurunkan kopinya.
"hemm, pikirku seperti itu, kenapa kau tidak berusaha untuk berbicara dengannya? Selama ini, kau tidak sempat untuk berbicara dengannya kan?" terlihat jeda darinya, apa aku tepat mengenai sasaran?
"aku akan mencobanya" aku menghela nafas lega. Akhirnya…
Setelah berbicara dengannya, Chihiro terlihat lebih senang dari sebelumnya, dia berterima kasih denganku karena sudah mentraktirnya secangkir kopi.
"Kiriyama-san? Sebelumnya aku minta maaf, karena sudah melakukan hal itu"
"tidak apa – apa, aku sudah melupakannya" aku tersenyum kepadanya.
"tapi.." aku melihatnya kembali.
"tetap saja aku masih menyukaimu Kiriyama-san" aku membulatkan mataku.
"aku akan berusaha untuk maju terus dan tidak melihat ke belakang, aku tidak akan mengulangi hal yang sama untuk yang kedua kalinya. Aku akan berjuang" aku tersenyum kembali kepadanya. Aku menghampirinya dan memberikan sebuah hadiah kepadanya.
"aku suka dengan keputusanmu itu, sebagai hadiah aku akan memberikanmu ini"
Cup~~
Aku mencium pipinya dengan lembut, terasa pipinya menjadi hangat dan terlihat merah sekali. Selang beberapa detik aku melepaskan bibirku. Apa ini tidak apa – apa yah? Mudah – mudahan saja tidak ada yang melihatku seperti ini.
"Kiriyama-san.." dia terus memegang pipinya.
"kau harus berjuang untuk terus maju. Dan jangan lupa untuk meminta maaf kepada Shino, dia membutuhkanmu. Oh ya, semangatlah untuk olimpiade karate selanjutnya, aku akan terus mendukungmu"aku tersenyum kepadanya.
"Kiriyama-san.. hemm, aku akan melakukannya. Aku tidak akan melupakan hadiah darimu" aku tersipu malu melihat Chihiro menunjukkan pipinya dengan terang – terangan. Aku pun melambaikan tanganku mengucapkan sampai jumpa kepadanya. Hari ini sepertinya aku berhasil untuk membuat Shino dan Chihiro untuk akur kembali. Aku merasa sangat senang sekali, tapi sedikit takut.. jika ada yang melihatku mencium pipinya saat itu. Tapi yang lebih penting, membuat mereka berdua berbaikan adalah hal yang penting. Aku berlari menerobos turunnya salju yang lebat dan akhirnya sampai di rumahku. aku masuk ke dalam dan langsung ke kamar lalu melompat ke kasur empukku. Aku membuka HPku kembali dan melihat 4 sms tidak terbaca.
From : Aoki
Subject : maafkan aku~~
isi : aku benar – benar minta maaf! Aku hanya bercanda! Jadi jangan lupa untuk membalasku yah Yui~
Aku tertawa geli membacanya, dia benar – benar ketakutan kalau aku tidak mau berbicara dengannya lagi. Selanjutnya Inaba..
From : Inaba
Subject : Maaf & pengumuman besok
Isi : untuk masalah kemarin aku benar – benar tidak bermaksud mengatakannya Yui. itu keluar secara tiba – tiba dari mulutku, aku benar – benar minta maaf.. Taichi sampai menegurku karena sudah mengatakan hal itu padamu. Oh ya.. besok kita ada meeting CRC di ruang klub, kau tau Gotou benar – benar menjengkelkan, dia terus mengingatkanku untuk tidak lupa membuat laporan bulan ini. Jadi semua wajib untuk datang besok. Tidak datang kau tau akibatnya~
Aku sedikit merinding membacanya, aku benar – benar lupa kalau kita tidak sempat membuat laporan dan Koran bulan ini, kita juga tidak bisa mendapatkan anggota baru, aku sedikit sedih mengingatnya. Tapi untuk keseluruhan teks darinya, aku tersenyum membacanya, Inaba benar – benar menyalahkan dirinya sendiri, padahal aku lah yang harus meminta maaf kepadanya karena tidak memperhatikannya. Selanjutnya Shino?
From : Shino
Subject : meeting besok & maaf
Isi : apa senpai mendapat sms dari Inaba-senpai? Kita besok ada meeting CRC, aku masih sedikit takut untuk datang ke ruang klub. Yui-senpai.. tadi pagi aku minta maaf, aku tidak memikirkan perasaan senpai dan hanya memikirkan diriku sendiri. Maka dari itu, apa kita bisa berbicara besok setelah meeting?
Aku terkejut mendapat sms darinya dan langsung membalasnya "baiklah, besok kita akan membicarakannya, dan tidak apa – apa.. aku tidak terlalu memikirkannya kok" setelah mengirimnya aku kembali membaca pesan berikutnya. Dari Chihiro.
From : Chihiro
Subject : terima kasih untuk hari ini
Isi : Kiriyama-san.. terima kasih untuk hari ini, aku benar – benar sangat senang berbicara denganmu setelah beberapa waktu tidak bisa melakukannya. Karena besok kita ada meeting, bagaimana kalau kita berbicara kembali masalah yang lalu? Aku juga ingin meminta maaf kepada Aoki-san, dan aku ingin berbicara kepada Enjouji. Hari ini terima kasih lagi, karena sudah memberikan hadiah kenangan yang tidak terlupakan olehku.
Aku langsung merasakan pipiku merah kembali dan langsung menutup HPku dan gulang – guling tidak jelas di kasurku. KYAA! Kenapa aku bisa melakukan hal itu? aku ingin melupakannya! Aku ingin melupakannya! Tidak sadar aku mendapatkan sms kembali, aku melihatnya tidak menyadari kalau rambutku sangat berantakan.
From : Aoki
Subject : aku mendengar Mirai Koe
Isi : Yui! aku mendengar Mirai Koe! Aku mendengar kau berbicara dengan senangnya dengan Chihiro. apa yang terjadi? padahal kau masih tidak berbicara dengannya. Kenapa!?
Apa? Mirai Koe? Dasar Fuuzen Kazura.. dia ingin aku mengatakannya langsung kepadanya sekarang juga. Aku membalasnya "aku akan memberitahumu besok, sekarang kau tidur saja untuk besok agar kau tidak kesiangan dan mendapatkan kutukan dari Inaba" sms lagi "yoo! Aku tidak sabar mendengar penjelasan darimu besok, dan baiklah aku akan tidur, kau juga tidurlah Yui.. hari ini pasti kau lelah.. aku mencintaimu Yui 3" ahh.. kalau dibilang.. aku memang sangat lelah, sebelum itu aku langsung mandi menghilangkan keringatku dan memakai baju kaosku lalu mematikan lampu dan langsung tidur untuk besok. Besok pasti akan melelahkan juga, aku memejamkan mataku dan tidur untuk besok.
To Be Continue In Chapter 12
Yess! Selesai juga, cepat yah? Yah karena Author mencari hari libur untuk menyelesaikannya karena tidak sabar untuk menguploadnya hehe, terima kasih atas reviewnya maklum Author masih pemula dan pasti masih banyak yang harus diperbaiki dari segi cerita atau penampilan.
