LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for AFED 2016 : ToD Surprise Drabble

.

.

.


Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.


ToD Surprise Drabble:

.

.

Rara

.

.

.

Warning: OOC, typo, AU, shounen-ai/Boys Love, Surprise genre and rating, Be Aware!


Dare Prompt : Lampu Lalu Lintas Dengan Genre Humor & Romance


"Lamphu lalu lintash ko walnanya melah-khunin-ijo ma, pa?"

Pertanyaan itu tiba tiba terlontar dari mulut mungil menggemaskan bocah berumur empat tahun, Furihata Kouki. Yang saat ini tengah berada di dalam mobil bersama kedua orangtua dan kakaknya.

"Karena i—"

"Pertama, karena merah mengartikan berani. Dalam arti disini bukan berani untuk terus jalan, karena arti warna merah di lampu lalu lintas adalah berhenti. Warna merah diidentikkan dengan darah. Karena pada zaman peperangan dulu, terjadi peperangan yang sangat mengerikan hingga menumpahkan da—"

"Hush, Naoki. Masa anak kecil dikasih pengertian begitu..."

Naoki, kakak Kouki yang memiliki selisih umur dua belas tahun itu hanya bisa nyengir.

Kouki tambah bingung, pipinya yang gembul bergerak naik turun seiring dengan berjalannya mobil yang melewati polisi tidur.

"Melah altinya ngga boyeh telush ya ma?"

"Iya sayang, kalau merah artinya harus berhenti. Kuning artinya siap-siap, dan kalau hijau artinya kita baru boleh jalan."

.

Dua puluh dua tahun berlalu, kini Furihata Kouki sudah menjadi lelaki dewasa. Sedang duduk di mobil sedan berwarna hitam yang berhenti di perempatan jalan karena lampu merah.

Melihat lampu lalu lintas, ia teringat kembali pertanyaannya waktu kecil dulu yang sampai sekarang belum juga terjawab.

"Ada apa, Kouki?" ucap kekasih yang sudah menjalin hubungan dengannya selama dua tahun itu—Akashi Seijuuro—memecah keheningan.

"Eh?"

"Sepertinya kau memikirkan sesuatu."

"Hm ... ngga penting juga kok, Sei."

"Ceritakan."

"Uh... Itu... aku teringat dulu pernah menanyakan ibuku soal mengapa lampu lalu lintas berwarna merah-kuning-hijau."

"Lalu?"

"Lalu kakakku menjawabnya dengan penjelasan yang tidak kumengerti, maklum bocah lima tahun"

Seijuuro tertawa kecil, lalu menurunkan tuas rem tangan, memindahkan persneling, menginjak gas, dan mengalihkan pandangannya ke jalan karena lampu lalu lintas sudah berganti menjadi warna hijau.

"Sekarang kau sudah menemukan jawabannya, Kouki?"

"Belum, makanya tadi aku kepikiran hal itu."

"Mau mengetahui jawabannya?"

"... Sei, sadar tidak sadar kamu sekarang sedang tersenyum penuh maksud yang aku tidak ketahui. Meragukan."

"Hei, aku tersenyum karena kamu, bukan karena hal lain," ujar Seijuuro dengan senyum yang melebar.

"Hh…. Oke, oke, jadi apa jawabannya?" balas Kouki dengan pasrah.

"Merah itu ... per—"

"Perlambang berani. Ya, ya aku sudah mendengar itu berulang kali setiap aku bertanya kenapa warna rambut dan matamu merah."

"Kouki jangan memotong perkataanku, yang ini berbeda."

"Hm?"

"Merah itu berhenti. Identik dengan warna darah, jaman dahulu peperangan yang menghasilkan banyak pertumpahan darah ingin dihentikan. Untuk itu, orang-orang berniat menghentikan peperangan dengan warna ini yang berarti berhenti, menghentikan pertumpahan darah yang terjadi. Namun, merah itu juga perlambang cinta. Di sini, Kouki harus berhenti melirik 'pengendara' hidup lainnya dan fokus mencintaiku selamanya."

"Hmm…. Hmm…. Eh—?"

"Kuning itu hati-hati. Jaman perang dahulu mereka mengisyaratkan datangnya musuh dengan api, dan api ini dilambangkan dengan warna kuning saat melihatnya mereka akan berhati-hati. Jadi, Kouki harus berhati-hati dengan para lelaki yang ingin meminangmu karena bara api cintakulah yang paling menyala."

"Sei, apa-ap—"

"Hijau artinya aman. Diidentikkan dengan warna tumbuhan, siapapun yang melihatnya menjadi tenang. Maka, diartikanlah hijau sebagai aman dan boleh berjalan. So, maukah Kouki memberi lampu hijau menuju pelaminan kepada diri dan cinta ini?"

Muka Kouki lantas merah padam, menyaingi warna merah yang ada di lampu lalu lintas.

"SEIJUUROU!"


~Fin~


Special thanks: Rara

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)