Card Capital mendadak ramai sore itu. Bukan karena ramai pengunjung. Bukan juga ada pembagian sembako gratis. Tapi karena Kourin ketahuan bawa game yang bikin para pejantan geger. Togayinu no Ciyeeee.
"Aku mana tau kalau itu game anuanu! Rekka yang kasih! Katanya game ini efektif untuk mengetahui sisi terdalam lelaki. Kali aja aku bisa belajar ketegaran dari sana untuk menghadapi Aichi di acara pesta nanti—! " sanggahnya cepat.
"Sisi terdalam lelaki palamu! Ya kali situ nyamain Aichi sama cowok-cowok yaoi-game gini!" sahut Naoki, tangannya masih bergetar ketika menyentuh game nista itu. Kourin maju menghantam Naoki, mencoba merebut game itu agar citranya sebagai idol alim tak ternodai. Naoki sigap, melempar game itu pada Shingo, tapi sayangnya game itu malah melayang ala bumerang dan jatuh menghantam kepala Aichi yang baru saja keluar dari toilet.
Mampus! Batin Kourin menjerit, ia merasa ingin lari ke atas tebing dan menghilang ke dalam jurang bishie.
"A-Aichi-! Bukan, aku bukannya seneng game gituan!"
"Eh, memang kenapa dengan game ini?" Aichi menimang-nimang game di genggaman tangannya. "game-nya baguskah? Adikku juga main ini di rumah."
EBUSET EMI-
Hari itu, para remaja dewasa itu bersumpah tak akan menilai seorang loli dari muka polosnya—terlebih Kamui yang langsung mangap, gak nyangka dewi fortunanya doyan game yaoi dengan adegan rating erdelapanbelas.
"A-anu—" Aichi mengangkat tangannya. "Ada apa, ya?"
"Nggak," didapatinya seluruh teman-teman menggeleng. "Nggak ada apa-apa, kok," sahut mereka satu suara. Jangan-jangan pas malam pertama, Emi akan menyusup ke dalam koper dan ikut kakaknya terbang bulan madu ke Bali.
Padahal gak mungkinlah.
Jadi Halo. Kemarin saya niatnya mau posting dua chapter sekaligus. Tapi gajadi gegara kepala saya pening huhuhu ;;; Maafkan saya D":
Togay Inu no Ciyeee itu plesetan dari Togainu no Chi, game Yaoi dengan adengan nganu, katanya nganu-nganu pake obeng loh *ditapok
Maaf juga kalo pendek, belakangan saya banyak kerjaan, sibuk nyiapin event pasutri VG juga buat tanggal 6 Juni nanti. Yuk ikutan maso-masoan kokoro bersama pasutri VG omoh kita; Kai dan Aichi :33
dan untuk kali ini ga ada balesan review dulu, ya ;;;A;;; soalnya ya gitu(?) #gimana Minggu depan akan saya bales semuanya ;;;;
OMAKE:
"Oh, Hai, Miwa-kun."
"Hai, Aichi," balas Miwa seraya menepuk-nepuk kepala Aichi. "Aku udah selesai ngomong sama Kai. Dia setuju kalau klub Cardfight Hitsue yang ambil alih untuk bagian dekor."
"Oh, syukurlah. Semalam Kai-kun ngotot nggak mau menyerahkan dekorasinya pada Miwa-kun."
"Iyalah," Miwa kibas-kibas poni. "Percaya, deh, dekorasi tempat pesta bakalan lebih meriah kalau sama kita."
Aichi mengangguk dan memberikan senyum manis, berbeda dengan Misaki yang ada di meja counter sana. Wanita itu menghela napas tanda sangsi.
"Ngomong-ngomong game apa itu? Oooh Togay Inu No Ciyee? Dulu aku pernah main itu bareng Kai di apartemennya. Susah banget mainnya."
"WHAT?" Semua mata serentak tertuju pada Taishi.
"Tapi Kai hebat banget. Sekali main tamat tiga rute."
MIAPA TIGA RUTE? YAOI-GAME GINI?
Ternyata Kai Toshiki benar-benar bukan lawan yang bisa kuanggap enteng. Batin Kourin berorasi, bersumpah akan begadang nanti malam untuk menamatkan empat rute Togay Inu no Ciyee sekaligus. Entah gadis satu ini tertantang karena apa—
RnR? C:
.
