KR : Maaf, ini bukan chapter utama, melainkan sebuah Side Story. Beberapa minggu terakhir ini saya lagi sibuk dan terkena Writer Block, sebagai menunggu waktu maka saya mengupload Side Story.

Summary : Terjadi sebelum Arch Kumagawa, sang The God of Destruction bertemu dengan Naruto Uzumaki. Disini di ceritakan dia ingin melakukan tugas nya untuk menghancurkan sebuah Planet bernama Novus (Rising Force Online Universe), yang di tempati 3 bangsa yang saling bertempur satu sama lain. Namun di halang oleh Soul Crafter sang pelindung planet Novus tersebut.

Harap Di nikmati... *bow*


Side Story-

Malam gelap mulai menyelimuti sebagian planet Novus, membuat para makhluk siang harus beristirahat.

Angin dingin mulai menerpa daratan Outcast, membuat rambut hitam Arch bergoyang-goyang. Dia hanya menatap kosong kearah langit gelap di atas nya.

"tidak ada guna nya lagi" ucap nya lirih, seketika itu juga kabut hitam mulai muncul dari badan nya, sebagian kabut hitam itu mulai 'menghapus' tanah di sekitar Arch berdiri..

Soul berdiri di pinggiran tebing... Dia mendengar.. banyak jeritan dan kesedihan... selalu seperti ini, setiap Chip aktif, dan Holy Stone lepas kendali. Sebagai 'kesadaran' Novus, dia mau tidak mau merasakan penderitaan dari tiap-tiap mahluk yang ada disana. Ratusan tahunn sudah dia jalani, harusnya dia sudah terbiasa... harusnya...

Ada sesuatu yang tidak biasa... Ada 'cerita' orang lain yang mengintervensi 'cerita' Novus...

Soul segera melayang untuk mencari 'cerita' siapa yang masuk dalam plot besar ini...

Terlihat... Terlihat olehnya seorang pemuda berambut hitam...

Telrihat juga olehnya, kekosongan dari pemuda itu, yang merenggut apapun disekitarnya...

"Hey kau!"

Soul mendarat didepan Arch. Dengan kewaspadaan maksimal, menghadapi unsur yang tidak diketahui ini.

"Apa yang kau lakukan? Kalau kau berniat membawa kerusakan, segera tinggalkan planet ini!" tegur Soul.

Dilihat dari penampakan tubuhnya, Soul menyadari bahwa mahluk itu adalah 'Manusia'... 'Former God of all Novus Being...'

Arch membuka kedua mata nya dan menatap kearah Corites yang baru saja datang di depan nya.

Pemuda itu hanya diam mendengar semua perkataan Corites itu.

JRATS!
Sekejap puluhan tombak muncul dari bawah Corites itu dan siap menusuk tubuh kecil Corites tersebut.

Namun Soul berhasil menghindari seluruh tombak itu tanpa tergores sedikit pun. Lalu dia mendarat dengan anggun disalah satu ujung tombaknya dengan keseimbangan sempurna dan tanpa menyakiti kakinya.

"Kuanggap tadi sebuah kecelakaan... Sekarang sebutkan siapa anda dan apa keperluan anda disini. Manusia?"

"..." Pemuda manusia tersebut tetap hanya menatap ke arah Soul dengan tatapan yang kosong.

"Menghancurkan dunia ini" ucap Arch dan menatap tajam kearah Soul. Sekejap kabut hitam Arch bertambah banyak dan bersiap 'menghapus' seluruh planet yang ia injak sekarang.

"Kuminta anda berhenti sekarang..." Ucap Soul yang mulai mewaspadai kabut hitam yang muncul dari tubuh Manusia di depan nya

Soul pun memasang kuda-kuda, lalu merapal force,

"Prism Beam..."

Tiga berlian api membetuk formasi segitiga yang luas disekitar Soul, bersamaan dengan ratusan kristal api termaterialisasi di udara. Sedetik kemudian semua kritsal itu meleleh dan melesat kearah si manusia.

Arch hanya diam dan tidak bergerak melihat ratusan Kristal api yang melaju cepat ke arah nya, Namun tiba-tiba Kristal-kristal itu pun berubah menjadi abu hitam sebelum mengenai Arch.

Arch tersenyum sinis, "kalau kau ingin menghentikan ku.. coba lah.."

"..."

"Sepertinya saya tidak punya pilihan..." Ucap Soul dengan perasaan tidak yakin.

"Tapi pertama.. saya tidak mau membuat kerusakan lagi di Novus..."
Lanjutnya sambil merapal mantra...

"Dimension of Non-existence..."

Mereka berdua lantas diteleport ke 'Tidak dimana-mana'


Arch pun memperhatikan sekitar nya setelah ia tiva-tiba di teleport oleh Corites tersebut, Tempat Arch berada hanya seperti lapangan yang ujung nya tidak terlihat dengan langit yang berwarna hitam menandakan tidak ada nya sinar yang masuk dari luar angkasa.

"Kekuatan yang menarik.." Puji Arch dengan santai, ia pun kembali menatap ke arah Soul yang berada tidak jauh di depan nya.

"Tunggu apa lagi ? Serang aku.." Tambah Arch seraya tersenyum.

Namun Soul sama sekali tidak menanggapi provokasi tersebut, "Saya lebih memilih tidak menggunakan kekerasan, Tuan Manusia... Ini peringatan terakhir... Tolong pergi dari planet ini" Kata Soul dengan nada memohon tapi tegas.

"Haha..haha..HAHAHAHAHA !" Arch mulai tertawa layak nya orang gila selama beberapa menit, Setelah itu ia pun menatap ke arah Soul dengan tatapan mengejek.

"Maaf, tapi tidak ada yang bisa memerintah ku.."

Dua portal berwarna hitam dengan lambang berwarna putih yang mengitari nya tiba-tiba muncul di sekitar Arch.

"Zero Mess"

Dua portal tersebut langsung saja menembakan laser putih dengan ukuran sedang dan kecepatan yang menakjubkan ke arah Soul.

"Ice shard..."

sepuluh bongkahan es berukuran besar bergerak kearah laser. Dua kekuatan itu bertubrukan diudara. Ledakan yang hebat terjadi hingga menggertarkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya.

Meski begitu, Soul sangat terkejut ketika melihat kedua laser tersebut menghancurkan barikade esnya. Dengan gerakan ringan yang cepat, si Corite menghindari tembakan itu...

"Orang ini... bukan orang sembarangan..." Batin Soul.

"Pentacle!"

Area sekitar manusia itu berubah menjadi ladang api yang saling silang. Panasnya bisa melelehkan adamantium dalam hitungan detik.

Soul memperhatikan api itu menjilat tubuh si manusia, dengan perasaan tidak tenang.

"Perasaan apa ini...?"

"Ayolah.. Kau kira api kacangan seperti ini mampu membunuh ku" ujar Arch dan berjalan santai keluar dari lingkaran api itu. Namun seluruh kulit Arch terbakar, darah keluar dari beberapa bagian tubuh Arch. Tetapi, dalam kedipan mata, semua luka Arch menghilang, keadaan nya kembali normal.

"Api yang sebenar nya itu seperti ini.."

"God's Flame"

Sekejap api hitam yang muncul entah darimana 'memakan' semua api berwarna merah yang di buat oleh Soul. Walaupun jarak nya cukup jauh, namun Soul dapat merasakan panas nya api hitam tersebut.

"...!"

'Benar-benar... siapa orang ini? Aku punya perasaan yang tidak baik...' Pikir Soul dan terus menatap tajam ke arah manusia aneh di depan nya itu.

Sementara api ini tidak mematikan, tapi tetap saja ini merupakan serangan yang cukup kuat. Soul sendiri heran bagaimana tubuh manusia itu tidak meleleh dalam neraka ini.

'Ah tidak.. dia meleleh, namun dia bisa kembali ke bentuk semula...'

"Frost Nova!"

Dengan satu force aqua itu, Soul merubah neraka membara itu jadi ladang es yang luas. Tidak usah ditanya bagaimana dinginnya disana. Kalau darah manusia itu tidak membeku karena serangan ini.. Berarti Soul benar-benar harus waspada...

Karena dia berhadapan dengan kehancuran.

"Aqua Blade!"

Stalagmite es yang mencuat dari tanah bergerak dan menyerang manusia itu dengan kekuatan penuh.

Arch hanya menatap Stalagmite es tersebut dengan tatapan tidak tertarik dan tidak terlihat ada keinginan untuk menghindar atau menahan serangan tersebut.

BLAR!
Stalagmite es itu berubah menjadi abu hitam sebelum mencapai Arch, sama seperti kristal Soul sebelum nya.

"Ayolah.. Hanya segini kekuatan mu?" ucap Arch santai dan meregangkan kedua tangan nya ke atas. Sekejap seluruh es di tempat itu menghilang, di gantikan oleh kabut hitam.

"Maaf...*cough*.. saya benci pertarungan. Kalau harus membunuh, saya lebih memilih menyegelmu... *cough*..." Ucapnya pelan sambil sesekali terbatuk,

Soul mengeluarkan pena dan kertas dari udara kosong, dan menuliskan sesuatu.

"Writer's Block... Suspended!"

Meski tidak terjadi sesuatu yang kasat mata, namun efek dari Storyteller milik Soul telah membuat manusia itu buntu dalam 'menuliskan' cerita yang bersifat menghancurkan.

"*cough*..."

"Semoga anda tidak merusak planet ini lagi..."

'Sebenarnya... 'alur'nya tidak sama dengan penghuni Novus.. Saya tidak yakin bisa mempengatuhi 'alur'nya..."

Karena SoulCrafter, meskipun dia yang memegang semua 'alur cerita' yang ada di Novus, ada kemungkinan besar kekuatannya tidak bisa mempengaruhi manusia ini. Kalau benar begitu, dia terpaksa menggunakan cara manual, yang sangat di bencinya...

"Hmm ? Writer's Block? Menarik.." ucap Arch santai seraya memperhatikan badan nya, ada sesuatu yang berusaha menyegel kekuatan Arch di dalam badan nya sendiri, namun dengan gerakan santai dari tangan kanan nya. Sesuatu tersebut menjadi tidak ada.

Arch kembali menatap santai ke arah Soul, "Ayolah, aku ingin sedikit tantangan. Apa aku harus 'sedikit' memaksa mu ?" Tanya Arch dan duduk di sofa yang entah dari mana muncul nya.

Arch pun kembali mengayunkan tangan kanan nya ke udara dan dalam Sekejap pemandangan langit tempat itu berubah, yang tadi nya hanya langit gelap semata namun sekarang menampilkan keadaan luar planet Novus.

Terlihat planet Novus berputar pelan di luar angkasa. Di kejauhan terlihat sebuah bola api yang terus membesar..

Dan akhir nya membentuk matahari hitam yang ukuran nya 100 kali lipat lebih besar dari planet Novus sendiri. Matahari itu melaju cepat kearah Novus.

"Dalam 10 menit, matahari itu akan menelan seluruh planet Novus.. Apa yang akan kau lakukan tuan Soul ?"

"Apa maksudmu, manusia?! Kenapa menyerang Novus?!" Geram Soul.

'Bagaimana dia bisa tahu alias ku?'

"*cough!" Soul kembali terbatuk, kali ini lebih parah. Disamping itu, manusia apa ini? Tidak ada manusia yang sekuat ini. Soul yakin kalau itu bukan ilusi semata.

"Cepat tarik kembali jurusmu itu, manusia... atau aku akan serius menghadapimu..." Ancam Soul seraya menatap tajam ke arah Arch, berharap tatapan nya bisa membunuh manusia di depan nya tersebut.

"Kenapa aku menyerang Novus ? Hanya 1 alasan nya, karena Novus ada.." jawab Arch dengan santai dan menyandarkan badan nya ke sofa yang ia duduki.

Senyuman sinis mulai terlihat jelas di bibir manusia tersebut, "Kau ingin aku menghentikan Matahari tersebut bukan ? Try me.."

"Terkutuk...!" Teriak Soul dan mempersiapkan Spell nya

"SOLAR BLADE!"

Ratusan pedang api serempak menuju manusia itu, disaat yang bersamaan, Soul bergerak mendekati si manusia, lalu...

"AIR BLAST!"

Manusia itu terpental jauh keutara, dan ratusan pedang api itu bergerak dengan cepat melewati Soul, dan menusuk si Manusia. Tapi Soul berpikir itu tidak akan jadi akhir dari si Manusia...

"Force Extract!"

Ditengah hiruk pikuk pedang api yang berjatuhan, Soul mengekstrak 'jiwa' manusia itu. Namun tatapan nya tidak pernah lepas dari asap yang di buat oleh Spell nya.

Tiba-tiba sebuah tombak hitam raksasa muncul dari asap tebal tersebut dan melaju cepat kearah Soul, Soul pun langsung melompat ke kanan untuk menghindari tombak raksasa tersebut.

"Ah, Tidak kena.." Ucap Arch yang berjalan santai keluar dari dalam asap yang menutupi nya, Namun walaupun ia sudah di bombardir oleh Spell milik Soul seperti itu, tidak ada tanda luka sama sekali di tubuh Arch.

Dengan muka bosan Arch berkata, "Kau sebut itu serangan tuan Soul ? itu bahkan tidak membuat pakaian ku kotor.."

"Aku tidak terkejut... *cough! cough!*"

Soul mengangkat tangan kanannya, dalam genggamannya, sepotong jiwa Arch melayang disitu... Jiwa yang sangat hitam, indeed.

"Anda tidak memberiku pilihan..."

Tangan kiri Soul masuk kegumpalan jiwa itu, lalu... Mulai menghapus ingatan, tekad, dan alasan dari manusia yang akhirnya Soul tau namanya adalah Arch. Bahkan satu-satunya yang berada disitu, seorang wanita bernama Ayusa...

"Tuan Manusia, aku akan membuatmu lupa terhadap wanita ini, membuatmu kelihangan alasan, dan menghilangkan fondasi tekadmu..."

Gadis bernama Ayusa ini... akan hilang dari ingatan Arch.

Dan Soul akan menulis kembali ingatannya dari awal.

Namun tiba-tiba raut wajah Arch yang tadi nya bosan sekarang menjadi wajah yang benar-benar marah. Arch pun langsung menghilang dari pandangan Soul.

*JDAK !*

Tiba-tiba Soul terpental jauh, Jiwa milik Arch pun lepas dari genggaman nya dan lalu di tangkap oleh Arch yang baru saja meninju muka Soul dengan keras.

Jiwa Arch pun langsung kembali memasuki kedalam tubuh nya, pandangan Arch pun kembali ke arah Soul yang masih terpental jauh dan lalu terseret beberapa meter sebelum kembali berdiri dan membersihkan bekas darah yang mengalir dari mulut nya.

"DON'T YOU DARE TO TOUCH HER, MORTAL !" Teriak Arch yang entah kenapa kehilangan control emosi nya.

Seringai langsung muncul di bibir Soul, "Ah.. apa aku mengenai soft spot ?" Ejek Soul, namun pikiran nya kembali teralih ke arah Matahari buatan manusia tersebut yang sudah mendekati planet Novus.

"Novus itu bukan planet yang lemah..." Lanjut nya

Setelah Soul berkata begitu, Holystone yang ada di perut novus mengeluarkan radiasi yang sangat kuat, dipancarkan melalui satelit Ether, dan membentuk life stream yang siap menghancurkan 'bintang' yang mendekat.

Setelah kembali menahan emosi nya, Arch kembali menatap ke arah Soul dengan wajah bosan, namun tatapan nya masih tajam.

"Dan aku tidak selemah kau bayangkan.." ujar Arch dengan nada dingin

Matahari buatan Arch pun langsung menabrak life stream barrier milik Novus, membuat beberapa ledakan besar terjadi di antariksa, namun Matahari buatan Arch masih terlihat terus memaksa untuk menghancurkan barrier tersebut.

Soul langsung menyipitkan mata nya melihat semua kejadian tersebut, namun senyuman samar-samar terlihat saat Soul mengetahui life-stream barrier Novus mampu menahan matahari tersebut. Ia pun kembali menghadap ke arah Arch.

"*cough! cough!* Ehem... maafkan saya, saya kurang sehat hari ini..." Ucap Soul yang tiba-tiba terbatuk.

"Ah, tidak apa-apa.. bintang itu sudah bukan ancaman lagi" lanjutnya, "Usahamu sia-sia saja kalau ingin mengacau 'alur' Novus... Aku tidak akan membiarkannya... *cough! cough!"

Kali ini Soul terbatuk agak keras. Dia menenangkan diri beberapa saat sebelum meneruskan dengan suara yang, sedikit mengejutkan, halus. Halus, bukan lembut, seperti bisikan angin.

"Bukankah sebelumnya kau pernah disegel di kuil Novajan? Bagaimana kau bisa kemari? Ah, no matter... Kita hanya perlu membawamu kesana lagi... *cough! *cough!"

[i]Holy Stone telah lepas kendali dan menyerang ketiga bangsa[/i]

'Ah... teriakan itu...'

"Sia-sia ? kau mungkin benar.." Ucap Arch dan memegang dagu nya. Namun seringai kembali terlihat di bibir nya.

"Mungkin kau benar-benar salah.."

Sekejap seluruh planet Novus di selubungi kabut hitam, kabut itu mulai 'memakan' pelan-pelan semua makhluk hidup di Novus, mulai dari kedua kutub dan menyebar ke penjuru arah.

Soul melihat kearah Novus yang perlahan di makan oleh kabut itu. Wajahnya diliputi horor, karena dia mulai merasakan satu persatu mahluk hidup yang ada disana di renggut oleh tangan kotor itu. Jeritan batin mereka, berlahan semakin kuat mendesak hati Soul.

Corite itu mulai terbatuk lagi. Dia sudah lemah karena menghadapi torment saat Chipwar. Sekarang ini? Soul tidak mau lepas kendali hanya karena manusia ini...

"Ini harus berhenti disini..."

Tanpa mengatakan apa-apa, ruang disekitar mereka berputar, dan mereka kembali ke 'Tidak Dimana-mana'.

Begitu kaki Arch menyentuh tanah, tanah itu membentuk taring-taring raksasa dan melahapnya kedalam bumi. Disusul lahar yang perlahan mendesak tanah dimana Arch dikurung...

Namun dome tersebut meledak dan menjadi abu hitam yang mulai beterbangan. Abu hitam tersebut tiba-tiba menjadi ribuan tombak berukuran medium dan melaju cepat ke arah Soul, berniat untuk menghancurkan badan kecil Corite tersebut.

Dash!

Soul berlari kencang ke arah Arch dan membuat tombak-tombak itu hanya menancap di tanah kosong. Soul tiba-tiba saja sudah berada di samping Arch, dan kanannya mengarah ke leher Arch, dengan cakar hitam solid dimasing-masing jarinya.

Duagh!

Arch di banting oleh Soul ke tanah, kelima jarinya sudah melesak di leher Arch yang nyaris putus.

"Aku sudah muak bersabar... Saatnya serius..."

Blar!

Air Blast yang di cast oleh Soul membuat tubuh Arch tercerai berai kesegala arah, menjadi serpihan daging kecil. Bahkan saking kuatnya tekanan, Arch 'tersebar' hampir merata dalam radius 100 meter. Membuat pola merah menjijikan di tanah.

Meteor yang diciptakan Arch mendekati atmosfer Novus. Dan seketika, Soul mengerahkan radiasi Holy Mental untuk kembali bereaksi, menahan meteor tepat di kulitnya. Benturan kosmos yang dahsyat terjadi. Bahkan langit berwarna merah mengerikan disini.

Permukaan batu meteor yang bersinggungan dengan pelindung Holy Mental itu terlihat membara. Seluruh Novus pasti menyadari ada sesuatu yang salah sedang terjadi. Dan planet mereka dalam bahaya.

Dan sebentar lagi penghuni Novus berada dalam chaotic state...

Namun itu bisa ditangani... Soul bisa menghapus bagian tertentu dari ingatan Novus... Dia hanya perlu me-roll back...

"... Meteor itu belum hancur, dan pelindung Holy Mental masih bertahan... Akan tetap begitu, sampai salah satu dari kita mati..." Ucap Soul pada gumpalan merah yang terselip di sela-sela jarinya.

"Nice Move Soul-san.."

*JDAK !*

Soul kembali terpental jauh kedepan setelah di roundhouse kick oleh Arch yang tiba-tiba muncul di belakang diri nya.

Namun Soul bersalto di udara dan mendarat sempurna di tanah dan langsung menghadap ke arah Arch yang berada jauh di depan nya.

Sebelum Soul melancarkan serangan nya, sebuah beam yang berbentuk Crescent melaju cepat ke arah Soul. Soul pun berguling kekanan untuk menghindari beam tersebut. Setelah berdiri sempurna Soul langsung mempersiapkan Spell milik nya.

"Tectonis Might..."

Tanah mencuat mementalkan Arch, membuat sebagian tubuhnya tergores parah. Belum sampai Arch menyentuh tanah lagi, tombak batu kembali mencuat, dan terus begitu sampai beberapa tombakan, entah bagaimana bentuk tubuh Arch yang sudah di 'tumbuk' oleh batuan keran. Diakhir force, bumi seperti terbelah dan menghujam Arch didalamnya.

Soul mengarahkan kedua tangannya pada gundukan batu besar yang mengurung Arch, dalam posisi seperti menggenggam sesuatu diudara, lalu...

"Pressure..."

Soul meremas sesuatu yang tidak terlihat, dan gundukan batu raksasa tadi langsung hancur, lebih tepatnya, memadat. Hingga sekeras besi baja.

Soul mengantisipasi Arch yang teremas didalam batu super solid itu..

*BLAR !*

Batu super solid tersebut langsung meledak menjadi debu hitam, Soul dapat melihat bayangan seseorang melaju cepat ke arah nya dari dalam batu tersebut.

Tanpa ragu Soul langsung melompat tinggi ke angkasa, menghindari sebuah sabetan horizontal dari Scythe raksasa yang di pegang oleh Arch. Namun Arch sudah menduga tindakan tersebut, ia pun mengarahkan telapak tangan kiri nya ke arah Soul yang masih di udara.

"God's Flame"

Api hitam langsung muncul dan membakar Soul hidup-hidup, namun Arch tahu itu masih belum cukup. Sesaat kaki Soul menyentuh tanah, Arch langsung menghentakan tangan kiri nya ke bawah, membuat sebuah petir hitam muncul dari langit dan menghantam Soul dengan keras.

"Hhh..."

Dalam kobaran api itu, Soul menghembuskan nafas pelan...

Seketika kobaran api itu berhenti, dan berputar mengitari tubuhnya, seperti sangkar besi cair yang melindungi burung didalamnya.

Sementara di tangan Soul petir yang ditembakan Arch berputar ganas, makin lama makin kecil, dan membentuk plasma petir.

DARR!

Soul melemparkan kondensasi petir itu kearah Arch, yang langsung berubah dua kali lipat lebih ganas. Petir yang membentuk figur naga itu segera menelan Arch hidup-hidup.

"Uh ?"

Arch berhasil menghindari serangan petir naga itu dengan mudah, Setelah menghindar, ia menyentuh dagu naga itu dengan tangan kiri nya.

Petir yang berbentuk naga itu langsung mengitari tubuh Arch, layak nya sebuah peliharaan yang melindungi tuan nya.

"Menggunakan kekuatan ku untuk menyerang ku ? pikiran yang menarik Tuan Soul"

Arch lalu menggerakan tangan kiri nya ke arah Soul, sekejap Naga petir itu langsung melaju cepat ke arah Soul.

Bentuk petir itu berubah, dari bentuk Naga menjadi sinar laser Railgun yang berukuran raksasa dan melaju 10 kali lebih cepat dari kecepatan cahaya sekali pun.

BLAR!

Serangan itu menghantam Soul dnegan telak. Selama beberapa detik laser itu menggilasnya, dan melaju ke sisi lain dunia.

Dan tiba-tiba gelap setelah cahaya membutakan...

"..."

Soul menegakan badannya yang terdorong kebelakang. Dia tidak terlihat luka serius. Hanya armor Crusadernya yang robek dan kucel di beberapa tempat, rambutnya yang jadi berantakan, dan sedikit kotor pada kulitnya.

Setelah Soul benar-benar berdiri tegak, dia memandang kearah Arch dengan tatapan murka. Matanya berubah menjadi emas dengan pupil garis, taring juga tumbuh mencuat keluar dari bibirnya.

Dengan gerakan cepat namun anggun, Soul memutar pergelangan tangannya. Dan ombak besar menggulung Arch didalamnya. Setelah itu Soul menghentakan telapak tangannya kedepan. Membuat gulungan ombak itu beku dalam sekejab.

Soul kembali memutar tangannya dan ombak beku itu pecah jadi serpihan kecil.

"Nice Skill.."

Arch pun mengayunkan Scythe yang masih di pegang tangan kanan nya secara vertical, menghasilkan beam berbentuk crescent yang melaju cepat ke arah Soul, beam tersebut menghancurkan seluruh serpihan es kecil tersebut.

"Tapi masih lemah.."

Crescent beam tersebut terus melaju dengan kencang ke arah Soul. Soul menerima serangan crescent beam tersebut tanpa melangkahkan kaki sedikit pun. Selain armornya yang semakin tidak karuan dan gosong ringan, Soul tidak menerima kerusakan berarti.

"Aku bisa mengatakan hal yang sama denganmu..." Ucap Soul sambil mengibaskan lengan armornya yang compang camping.

"Apa kau mau serius?"

Arch hanya menatap tajam ke arah Soul namun kemudian ia menyeringai, "Sudah kuduga Normal-Form ku tidak cukup untuk menghancurkan mu.. sudah lama aku tidak merasakan tantangan seperti ini.."

Sekejap mata Arch berubah menjadi berwarna kuning-emas, dan rambut nya menjadi putih. Black Scythe yang ia pegang tadi sekarang menjadi O-Katana berwarna hitam.

FLAP!

Di punggung Arch muncul 2 pasang sayap malaikat, namun sayap itu berwarna hitam.

"Akan kubuat kau menyesal karena berani menghadapi Kehancuran"

"I'm not sorry..." Ucap Soul pelan.

Sisik emas mulai muncul melapisi kulit Soul, taringnya semakin panjang dan cakarnya berubah wujud. Serangkaian perubah terjadi pada Soul membuatnya mirip separo reptil emas sekarang.

Dash!

Soul mendekat kearah Arch, dan mulai menyabetnya dengan cakar apinya. Namun Arch menahan cakar api Soul dengan Katana Arch yang masih di sarungkan. Dengan hentakan yang lumayan kuat, Arch mementalkan Soul jauh kebelakang.

"Gold dragon…" Ucap Arch pada diri nya sendiri.

Arch memegang gagang Katana nya dengan kuat, dan lalu menghilang dari pandangan Soul. Sedetik kemudian Arch muncul di belakang Soul dengan katana yang sudah tidak di sarungkan ia pegang dengan erat di tangan kanan nya.

*JRATS !*

Sekejap semua sisik emas, dan armor Crusader kebanggaan Soul sekarang hanya menjadi serpihan kecil di atas tanah.

Namun Soul membalikan badan nya dengan cepat dan memegang kedua sayap hitam milik Arch.

"...akan kuambil ini..."

Crash!

Kedua sayap Arch di robek dari punggungnya, menyisakan lubang menganga dari sebongkah daging dan sisa remahan tulang di punggungnya.

Soul lalu mengarahkan tangannya kekepala Arch, dan angin menyayat orang itu tanpa ampun, hanya terlihat serpihan merah ditengah keributan angin.

Sementara Soul melihat, sisik di tubuhnyakembali tumbuh, bahkan lebih solid lagi. Dia sudah separuh jalan dari bentuk cora ke bentuk naganya...

*JDAK !*

Tiba-tiba Soul terlempar jauh ke angkasa karena terkena pukulan keras di dagu nya, dalam sekejap Arch dengan kedua sayap hitam nya yang terbuka lebar dan utuh. Arch pun mengeluarkan Katana nya dari sarung nya kembali.

Dan beberapa detik kemudian merupakan momen yang menyakitkan bagi Soul, selama di udara. Arch bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata biasa, seraya ia bergerak setiap sabetan pula yang di terima oleh Soul.

Bila Soul Corite biasa, mungkin dia sekarang sudah menjadi daging cincang, namun berkat sisik emas nya, ia hanya menerima beberapa luka dalam dan luka kecil. Setelah beberapa detik, tubuh Soul pun terjatuh karena gravitasi. Sisik emas nya pun kembali pecah berkeping-keping karena tidak mampu menahan semua serangan Arch.

*Bruk !*

Tubuh Soul pun jatuh tidak berdaya di atas tanah, Arch pun mendarat dengan sempurna dan lalu menatap tajam ke arah Soul.

"Kau masih lemah, sangat lemah.. sadari itu.." Ucap Arch dengan dingin.

Soul pun menengokan kepala nya ke atas untuk melihat Arch, namun seluruh tubuh nya sudah berteriak kesakitan, ia bahkan tidak mampu menggerakan jari-jari nya.

"Meski begitu, aku tidak bisa membiarkan kau seenaknya... Aku harus melindungi planet ini..." Ucap Soul pelan. Dan entah dari mana, cahaya kuning emas menyelimuti tubuh Soul.

Zrak!

Dengan kecepatan yang menakjubkan Tangan Soul sudah menembus dada Arch, lalu cahaya merah perlahan muncul di tangannya, dan...

BLAR!

Arch kembali meledak.

Namun kabut hitam mulai bergerak ke atas, dan tentu saja itu tidak terlewatkan oleh Soul, ia pun langsung melihat ke atas dan mendapati Arch terbang dengan santai menggunakan kedua sayap nya.

"Ku akui kemauan mu untuk melindungi planet Novus memang kuat.. Tapi.." Arch pun kembali menghilang dari pandangan Soul.

*Jrats !*

Sebuah katana pun menembus perut Soul, Soul pun langsung terjatuh ke atas tanah dan berusaha melihat kebelakang.

Arch menatap Soul dengan tatapan dingin, bahkan bulu kuduk Soul merinding melihat kedua bola mata Arch tersebut, tatapan Arch seakan bisa menghanguskan jiwa milik Soul.

"Kau tetap lah lemah.." Ucap Arch dingin.

"... aku mungkin lemah secara fisik dan kekuatan*Cough*... tapi hatiku tidak selemah itu. Aku berdiri untuk melindungi Novus. Aku tidak mengharapkanmu untuk mengerti perasaan ini, karena kau telah membuangnya lama sekali..."

Soul berdiri tanpa menghiraukan katana yang menembus perut nya. Bahkan semua luka di tubuhnya menghilang.

Simbol force di tubuh Soul bersinar,

GENESIS ANIMA!

Simbol itu membentuk sangkar yang memblokir pandangan didalamnya. Setelah sinar itu menghilang, nampak Soul dalam bentuk separuh naga emas. Sayap nya terbuka lebar, aura ke emasan mulai terlihat di sekitar nya.

"Ayo kita adu, tekadmu itu dengan tekadku..."

Sementara mereka berdua berdiri berhadapan, di langit, meteor dan pelindung Novus semakin menekan satu sama lain...

Arch hanya memandang kosong ke arah Soul yang sudah menjadi naga emas. Dan tiba-tiba Soul terpental jauh kebelakang. Selama beberapa detik pun Soul terseret di atas tanah karena kuat nya apapun yang menyerang Soul tadi. Soul pun kembali berusaha bangkit.

'Apa itu, aku sama sekali tidak melihat nya menyerang..'

Namun betapa kaget nya saat ia melihat keadaan Arch yang sudah berubah, sayap nya yang tadi hanya dua sekarang sudah menjadi enam. Mata nya pun menjadi warna merah tanpa pupil, Aura hitam dengan jumlah yang besar terlihat di sekitar badan Arch, aura tersebut menjulang tinggi ke atas langit.

Sesaat perubahan Arch, tempat mereka berdiri.. Tidak.. Seluruh Galaksi yang ada berguncang dengan hebat..

Beberapa planet hancur berantakan, di angkasa luar mulai terlihat beberapa 'retakan', Black hole yang selalu menelan apapun sekarang menciut layak nya seorang pecundang, bintang yang paling terang sekalipun takut untuk mengeluarkan cahaya nya di hadapan sang 'Kehancuran'..

Dan entah kenapa rasa takut mulai membanjiri emosi Soul.

"See ? bahkan galaksi saja tidak mampu menahan kekuatan ku.." Ucap Arch dengan suara yang menggema.

Soul menghela nafas panjang, ia kembali mengontrol rasa takut dan emosi nya. Ia pun menyadari Karena dia adalah embodiment dari Novus, maka jika dia kalah dan mati, maka itu jugalah takdir Novus... Kemampuan Story Teller nya tidak bisa berbuat banyak menghadapi manusia dewa ini... tidak setelah begitu banyak penderitaan yang diserapnya sebelum dan selama pertarungan...

Novus telah lama sakit.. dirinya juga sakit... karena perang ini...

Dan sekarang, kemungkinan menang sangat tipis. Apakah orang ini yang ditakdirkan membawa akhir untuk Novus? Apakah Novus tidak memiliki harapan untuk membasuh diri dari darah ketiga bangsa sebelum hancur?

'DECEM... inikah kehancuran yang engkau inginkan?'

Tapi menyerah begitu saja, tentu akan jadi sia-sia... Paling tidak, untuk setitik harapan semu, 'Novus' akan berusaha bertahan...

"Sanctus esspiritus...!"Soul membuff dirinya dengan semua dark force yang dia miliki.

'Ini dia...'

"Hell Flame!"

Puluhan pilar api raksasa keluar dari tanah, membumbung tinggi keangkasa sebelum menghujam Arch.

Arch hanya mengayunkan katana nya secara vertical, membuat seluruh api tersebut berubah menjadi debu hitam.

*BLAR !*

Sebuah ledakan tiba-tiba terjadi di depan Soul dan membuat Soul terpental jauh kebelakang, Setelah Soul berdiri, betapa kaget nya dia melihat tanah di depan dia berdiri tadi sekarang hanya menjadi jurang yang lebar dan dasar yang tidak terlihat.

Seakan saat Arch mengayunkan katana nya tadi, ia memotong tanah tersebut sendiri.

Dari jurang tersebut muncul lah api hitam yang berkobar dengan liar, api hitam tersebut langsung mulai membakar tanah dan melaju ke arah Soul.

"Ugh..." Soul terbang lebih tinggi, menghindari lautan api hitam itu. Cukup panas juga...

Jika api di lawan oleh api...

Soul merapal mantra, lalu membuka telapak tangannya. Dari situ, percikan api kecil muncul, dan membesar, lalu bergerak mengitarinya dalam bentuk dual spiral. Makin lama makin besar... dan melesat kelangit, membelah awan hitam diatas.

"Ignis Divine!"

Langit menjadi merah terbakar, terdengar gemuruh dilangit...

Setetes api cair jatuh ke bumi, diikuti hujan api lainnya. Api cair yang berkobar-kobar itu, bersinar merah terang hingga nyaris putih, jatuh bagai hujan... Setiap tetesnya melubangi tanah hingga sedalam 30 cm. Menghanguskan apapun dibawahnya...

Namun Arch sama sekali tidak menghiraukan api cair yang melaju ke arah nya, karena setiap api cair yang mendekati nya hanya akan menjadi abu hitam.

Arch langsung menghilang dari pandangan Soul, meninggalkan jejak api cair yang menjadi debu hitam. Tiba-tiba Arch muncul di depan Soul dan menusukan katana nya ke sisi kiri perut Soul.

*BLAR !*

Sesaat katana Arch mengenai perut Soul, bukan nya menembus seperti biasa. Sisi kiri perut Soul malah meledak seperti balon, membuat beberapa organ dan darah keluar dari 'sarang' nya.

"Argh!" Soul mengerang sambil memegani perutnya yang setengah kosong. Dalam arti yang sebenarnya. Corite itu berusaha menyembuhkan diri secepat mungkin. Dia masih bisa bertahan...

"Dark Savior!"

Pedang hitam termaterialisasi dari berbagai arah, ujung pedangnya serantak berputar, dan menghadap Arch. Satu persatu dari mereka melincur kearah Arch dengan kecepatan suara.

"Shatter!"

Pedang yang sudah menancap tadi langsung pecah jadi serpihan pisau kecil yang sangat tajam.

Namun Arch mengayunkan Katana nya secara vertical dan membuat seluruh serpihan tajam tersebut berubah arah dan menancap ke seluruh tubuh Soul.

"Guahk!" Soul memegangi tubuhnya sendiri. Berusaha keras untuk menyembuhkan diri. Nampaknya ada sesuatu dari serangan itu yang menahan kemampuan regenerasinya.

Bersamaan dengan itu, barrier Novus mulai retak. Soul melemparkan pandangan cemas kearah langit.

"Ugh.. aku tidak akan menyerah... Novus... Planet ini masih memiliki harapan...!"

Soul berdiri, lalu menggerakan tangannya dengan cepat seperti mengukir sesuatu di udara.

"Loki's Wail!"

Awan diatas Arch berputar, lalu membentuk pusaran yang semakin lama semakin besar. Ujung kakinya mulai menyentuh tanah, dan sontak saja, berbagai material terseret oleh anging tersebut.

"Fimbulvtr!"

Udara ganas disekitar Arch seketika berhenti, berubah jadi partikel es, lalu, secepat angin berhenti, badai salju menerjang, meluluh lantakan tempat itu dalam skala masiv.

"Armageddon!"

Bongkahan batu raksasa jatuh dari langit, dan menimpa pusat badai salju itu, membuat kontras dan ledakan yang dahsyat.

"RAGNAROK!"

Tanah ditempat kejadian retak-retak, dan terangkat dari bumi, gempa yang tidak akan pernah muncul si Novus karena akan menghancurkan setengah dari planet itu terjadi di sini, di 'Tidak dimana-mana'. Struktur tanah itu membentuk batu mencuat yang mengerikan. Dari retakannya, muncul gas belerang yang membuat kulit melepuh.

Batu itu terus menjulang tinggi sambil meremukan apapun yang ada dibawahnya. Suara ribut bebatuan yang saling hantam memenuhi tempat itu.

Ketika sampai pada puncak tertinggi, bebatuan itu berjatuhan kebawah, menimbulkan kerusakan dan keributan yang jauh lebih besar lagi.

"Uhuk!" Soul menekan mulutnya. Rasanya dia akan memuntahkan sebagian organnya...

Akibat dari pertarungan ini, sesuatu sedang terjadi di Novus. Sekarang keadaan planet itu benar-benar seperti neraka, semua orang saling dorong untuk mencari tempat perlindungan, tenggang rasa dan pengasihan terlupakan. Semua sibuk menghindari meteor raksasa yang mulai mendesak melewati pelindung Novus.

Soul menjadi pusing akibat teriakan penghuni Novus itu. Ketakutan, kesedihan, kepanikan, amarah... Semua itu mendesak kepalanya yang berdenyut-denyut...

'Hentikan...'

*BLAR !*

Batu-batu yang tadi menimpa dan menahan Arch langsung meledak menjadi butir-butiran kecil, dan tiba-tiba saja Arch muncul di depan Soul dan mengayunkan Katana nya secara vertical.

*Blar !*

Tangan kanan Soul langsung terpo-tidak, meledak menjadi daging mentah yang beterbangan, tanpa memberi ampun Arch langsung menendang dada Soul, membuat sang separuh naga emas terpental kebawah dengan kencang.

*BLAAAAR !*

Sesaat tubuh Soul yang melaju kencang menyentuh tanah, ledakan dan gempa kecil pun langsung terjadi. Asap mulai mengebul dari tempat Soul mendarat.

Setelah beberapa menit asap tersebut mulai menipis dan memperlihat sebuah kawah besar dan dalam dengan Soul terbaring di tengah-tengah nya. Kondisi Soul sama sekali tidak bisa di bilang baik.

Darah mulai mengalir dari seluruh tubuh nya, tulang tangan kiri nya sudah menembus kulit nya sendiri. Kaki kanan nya benar-benar patah total dan sudah tidak berbentuk sedangkan kaki kiri nya masih bisa di bilang agak beruntung karena hanya beberapa tulang yang patah.

Sedangkan Arch masih terbang di udara, melihat ke arah Soul dengan tatapan dingin. "Seharus nya kau tidak menghalangi ku.. " Ucap Arch.

Soul memandangi Arch yang terbang di atas nya. Akhirnya dia paham sesuatu. Saat Soul menyebutya kehancuran diawal pertarungan mereka, Soul hanya menggunakannya sebagai kata konotatif... Soul baru sadar bahwa kata itu adalah kata sifat konkrit, dan dalam arti harafiah...

"Kau... mau apa kau kemari, Kehancuran? Waktumu belum bangkit.. berarti kau menyalahi alur Planet ini... Kenapa?" Tanya Soul.

'Kehancuran'... hanya akan datang ketika tidak ada lagi yang berarti di dunia itu. Saat itulah, semua dosa akan dibayar dalam ketiadaan...

"Kau tidak seharusnya berada disini sekarang... Novus masih bisa memperbaiki dirinya...!"

"Masih bisa memperbaiki diri nya ? jangan bercanda ! Selama 400 tahun banyak darah sudah di tumpahkan di atas Novus, tidak perduli itu bangsa apa atau bahkan monster apa.. mereka hanya mengikuti nafsu dan serakah mereka.." Ucap Arch dingin.

"Kau salah... Selama ratusan tahun aku menjadi bagian Novus... aku telah menemukan harapan itu... harapan kecil yang terselip diantara tangan-tangan kotor..." Soul memuntahkan darah lagi.

"Novus belum berakhir.. kau belum diterima disini, Arch..." Pandangan intens Soul bertemu dengan mata Arch...

Arch hanya bisa terdiam dan terus memandang ke arah mata Soul, berharap menemukan titik kesalahan dari pendapat nya. Setelah beberapa detik ia langsung mengalihkan ke arah pemandangan Novus di atas nya.

Matahari buatan nya dan life-stream barrier Novus masih saling beradu sedangkan kabut hitam milik nya sudah memakan hampir 70 % seluruh bagian Novus.

Namun ada yang menarik perhatian Arch, beberapa titik putih yang menyala terang walau pun di tengah-tengah kegelapan.

Arch hanya bisa mengelah nafas dan kembali menatap Soul yang berada di dalam kawah. Ia pun menyarungkan kembali Katana milik nya. "Fine.. Novus kuberi waktu beberapa ratus tahun lagi.. seandai nya tidak ada yang berubah.. aku akan menghancurkan nya dan siapapun yang menghalangi ku.." Ucap Arch dengan tegas.

Soul hanya bisa mengangguk karena suara nya sudah tidak bisa keluar. Tubuh Arch pun langsung di selimuti aura hitam dan lalu menghilang.

Matahari yang beradu dengan barrier Novus menghilang, kabut hitam yang hampir menutupi planet Novus mulai menghilang dan permukaan yang 'dimakan' oleh nya kembali seperti semula.

Soul hanya bisa tersenyum dan menutup mata nya, satu air mata terlihat mengalir dari mata kanan nya.

'Aku harus mengubah Novus menjadi lebih baik..'

Sesaat Soul membuka mata nya, betapa kaget diri nya saat ia mendapati diri nya bukan berada dalam kawah tadi. Melainkan di pinggiran tebing dimana sebelum ia menemui Arch pertama kali. Ia pun mulai merasakan seluruh ke adaan Novus.

Senyuman pun langsung terlihat begitu mengetahui bahwa seluruh keadaan Novus sama seperti sebelum Arch menyerang planet tersebut.

"Tenang saja Arch, aku akan mencucikan semua darah yang sudah di tumpahkan di atas Novus.."


AN :

KR : Cut ! semoga kalian menikmati selingan ini, untuk chapter utama berikut nya masih berjalan sekitar 40%, harap tunggu beberapa hari lagi. Dan mungkin ada yang bertanya siapa Ayusa.. well.. Dia cinta pertama Arch Kumagawa. :D

Sekali lagi.

Gomen Minna-san.

RnR kalau ada yang berminat.

Ja Ne ~