Cast : Park Jung Soo, Kim Heechul, Tan Hankyung, Kim Yong Woon, Kim Jong Woon, Lee Sungmin, Shin Donghee, Choi Siwon, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Kim Kibum dan Cho Kyuhyun.

Rated : K+

Disclaimers : Mine.

Genre : Family

Warning : Just Fanfic, Typo, No Plagiat, No Bash.

Happy Reading!

.

.

Waktu kebersamaan yang telah lalu tidak bisa di putar kembali. Tapi masih bisa untuk di kenang dan di ingat. Salah satu untuk mengenangnya dengan mengabadikan kenangan tersebut menjadi sebuah photo.

Leeteuk tersenyum melihat photo-photo yang terpajang manis di dinding dan lemari kaca. Terkadang ia tertawa mengingat kembali memori kebersamaan mereka. Sambil menunggu adik-adiknya berbenah, Leeteuk membuka lembar demi lembar album photo.

Senyum indah itu masih menghiasi bibirnya saat membuka lembaran terakhir. Photo mereka bertiga belas. "Tidak terasa, Kyunie sudah tiga kali ulang tahun di sini," gumam Leeteuk saat melihat photo Kyuhyun bersama kue ulang tahun yang terdapat angka empat.

"Hyung, cepat sekali selesainya?" tanya Shindong.

"Mungkin karena terlalu semangat masuk sekolah baru," jawab Leeteuk sambil mengembalikan album ke tempat asalnya.

Setelah di rasa yang lainnya siap, Leeteuk berjalan ke arah kamar Kyuhyun.

"Wahh…Kyunie benar-benar tampan," ucap Yoona setelah selesai memakaikan seragam Kyuhyun. Yoona menuntun Kyuhyun berjalan keluar kamar. Di ruang tengah, anak-anak yang lain juga telah siap dengan seragamnya.

"Adikku benar-benar tampan." Siwon tersenyum cerah melihat penampilan Kyuhyun. Begitu pula dengan yang lain. Mereka tersenyum melihat Kyuhyun yang terlihat sangat manis dengan seragam berwarna baby blue.

"Kenapa wajah Kyunie seperti ini?"tanya Sungmin yang menyadari adik kecilnya memasang wajah sedih. Untuk beberapa saat Kyuhyun tidak menjawab. Ia memandang hyung-nya satu persatu. Kening mereka saling bertaut saat Kyuhyun memajukan bibir bawahnya.

"Noona, kenapa celagam Kyu belbeda dengan hyung?" Kyuhyun membandingkan seragam yang ia pakai dengan yang lain. Seragam Kibum sama seperti yang Ryeowook, Siwon, Eunhyuk, Donghae, Shindong, Sungmin, Yesung dan Kangin kenakan. sedangkan Leeteuk, Heechul dan Hankyung memakai seragam yang berbeda dengan adik-adiknya. Hanya Kyuhyun sendiri yang seragamnya berbeda. Tidak ada yang memakai seragam sepertinya.

Yoona menyamakan tingginya dengan Kyuhyun. Ia tersenyum lembut sembari menarik pelan hidung Kyuhyun.

"Kyu harus memakai seragam ini dulu sebelum memakai seragam seperti Bummie. Setelah itu Kyu bisa memakai seragam seperti Leeteuk hyung."

"Tapi kenapa Kyu cendili?" Kyuhyun masih memperhatikan seragamnya dengan bibir yang tetap maju beberapa senti.

"Karena Kyunie yang paling kecil sayang." Yoona masih mencoba menjelaskan pada Kyuhyun. ia tidak ingin Kyuhyun merajuk di hari pertamanya sekolah.

"Kenapa Kyu haluc kecil? Kenapa Kyu tidak becal caja cupaya cama cepelti hyung?" Yoona terdiam. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan pada Kyuhyun. Pertanyaan Kyuhyun membuat kepalanya pusing.

"Noona." Yoona menoleh saat Donghae menyentuh pundaknya.

"Ada apa Hae-ya?" tanya Yoona.

"Aku mau seragam seperti Kyuhyun," ucap Donghae. Yoona menautkan kedua alisnya karena permintaan Donghae.

"Aku juga Noona. Seragam Kyunie sangat bagus. Aku ingin memakai seragam seperti itu lagi," sambung Yesung.

"Benar kata Yesung hyung, seragam Kyunie memang paling bagus di banding seragam kita." Senyum Yoona merekah saat mengerti arah pembicaraan anak-anak itu.

"Seragam Kyunie memang lebih bagus. Tapi kalian tidak boleh memakainya lagi. Hanya Kyunie yang boleh memakainya," jawab Yoona.

"Padahal aku juga mau seragam yang sama dengan Kyunie," keluh Sungmin sambil terus memperhatikan penampilan Kyuhyun.

"Kyunie jadi terlihat sangat tampan!" ucap Leeteuk dari kejauhan.

"Aku jadi iri."

Kyuhyun memperhatikan bajunya lalu beralih memandang seragam yang hyungdeul-nya kenakan. Beberapa detik kemudian, Kyuhyun berlari ke kamar. Batita menggemaskan itu berdiri di hadapan cermin sambil memperhatikan penampilannya. Kyuhyun menampilkan deretan gigi susunya karena merasa dirinya memang sudah tampan. Anak-anak yang lain mengintip dari pintu sembari menahan tawanya. Sedangkan Yoona langsung mendesah lega karena Kyuhyun tidak jadi merajuk.

"Noona, ayo kita belangkat!" ajak Kyuhyun pada Yoona yang berdiri di depan pintu.

"Cepat sekali mood Kyunie berubah," bisik Eunhyuk pada Donghae.

"Kyunie sudah siap?" tanya Yoona.

"Ciap," jawab Kyuhyun mantap.

"Ayo kita berangkat. Ahjussi sudah menunggu di luar." Yoona meraih tangan Kyuhyun dan mengajaknya melangkah bersama. Tapi, tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya. "Kenapa berhenti, Kyu?"

Bukan hanya Yoona, anak-anak yang lain jadi memperhatikan Kyuhyun dengan seksama. Mereka sedang memikirkan apa ada yang salah, apa ada yang kurang, apa adik kecil mereka akan melanjutkan aksi merajuknya.

"Noona, Kyu takut!" ucap Kyuhyun perlahan.

"Takut?" tanya mereka berbarengan.

"Apa yang membuat Kyunie takut?" Leeteuk mendekati Kyuhyun dan berjongkok di sisi kanannya.

"Kyu takut tidak boleh cekolah." Kyuhyun menunduk sambil memainkan dasinya.

"Kenapa tidak boleh? Tentu saja Kyunie boleh sekolah." Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin yang menjawab pertanyaannya.

"Tapi kata Hyung, Kyu tidak boleh cekolah kalau belum lancal belbicala." Serempak, semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah Hankyung. Tatapan mereka seolah meminta pertanggung jawaban pada Hankyung. Hankyung yang di perhatikan seperti itu jadi salah tingkah.

Hankyung mendesah saat melihat wajah cemberut Kyuhyun. Benar kata Eunhyuk, adik terkecil mereka sangat cepat berubah mood-nya. Hankyung menyamakan tingginya dengan Kyuhyun. Tangannya terangkat untuk menyentuh pundak Kyuhyun agar melihat ke arahnya.

"Kalau di Chodeunghakgyo seperti Sungmin dan yang lain,Kyunie memang tidak boleh sekolah. Tapi kalau di Youchiwon seperti sekolah Kyu sekarang, Kyu boleh sekolah."

"Benalkah?" tanya Kyuhyun dengan mata yang kembali berbinar. Hankyung mengangguk sebagai jawabannya.

Namun lagi-lagi wajah magnae mereka kembali murung. Bahkan Kyuhyun telah memajukan bibirnya beberapa senti. Tentu saja semua hyungdeul-nya di buat kebingungan.

"Tapi bagaimana kalau teman-teman di cekolah meneltawakan Kyu kalena Kyu belum bica mengucapkan huluf 'l' (r) dan 'ec' (s)."

Heechul menepuk keningnya sambil menggelengkan kepalanya. Adik mereka walau masih batita, tapi pikirannya sudah panjang.

"Tentu saja tidak Kyunie sayang. Di sana tempatnya anak-anak seusia Kyu. Jadi, di sana banyak anak-anak yang belum lancar berbicara." Yoona ketar ketir menunggu reaksi Kyuhyun. Ia sudah mencoba menjelaskan yang paling masuk akal, tapi Kyuhyun belum juga merubah ekspresi wajahnya.

"Jadi, Kyu tidak akan di teltawakan?" tanya Kyuhyun dengan wajah super polosnya. Karena gemas dengan berbagai macam ekspresi Kyuhyun, Siwon mencuri satu ciuman di pipi kanannya. "Noona, Kyu di cium. Nanti Kyu tidak tampan lagi," adu Kyuhyun.

"Aigoo…Kyunie masih tampan. Sangat tampan!"

.

.

"Kyunie ingat apa pesan hyungdeul?" tanya Yoona sebelum Kyuhyun memasuki kelasnya.

"Emm." Kyuhyun mengangguk lalu berkata, "Kyu tidak boleh nakal dan Kyu haluc patuhi pelintah concaengnim," ucap Kyuhyun mantap.

"Dan tidak boleh ribut—"

"Di dalam kelac," sambung Kyuhyun.

"Kyunie benar-benar pintar. Sekarang masuklah!"

Yoona tetap menunggu Kyuhyun di luar. Ia sengaja menunggu Kyuhyun di hari ingin melihat apakah Kyuhyun bisa berinteraksi dengan orang-orang baru. Selama ini Kyuhyun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama hyungdeul-nya.

Yoona terus memperhatikan kegiatan Kyuhyun selama pelajaran. Ia tersenyum melihat Kyuhyun yang begitu ceria. Seperti yang ia duga, Kyuhyun memang anak yang cerdas. Dengan teman-teman di kelasnya, Kyuhyun bisa berinteraksi dengan baik.

"Kyunie memang anak yang cerdas," gumam Yoona sembari tersenyum. Terkadang ia tertawa kecil melihat tingkah para batita di dalam kelas.

Namun senyum Yoona langsung pudar. Di hatinya terbersit rasa takut karena kecerdasan Kyuhyun. Yoona takut, kecerdasan Kyuhyun justru melukai hati bocah menggemaskan itu. Tapi Yoona juga tidak bisa berbuat banyak. Ia sadar, cepat atau lambat Kyuhyun akan mengetahui yang sebenarnya selalu mereka tutupi.

Senyum Yoona kembali terukir di bibirnya saat Kyuhyun tersenyum ke arahnya. Kyuhyun melambaikan tangan dengan senyum yang begitu ceria.

Beberapa saat kemudian, jam pelajaran berakhir. Yoona menunggu Kyuhyun tidak jauh dari kelasnya. Kyuhyun berlari ke arahnya sambil melompat-lompat kecil.

"Bagaimana hari ini? Apa Kyunie senang?" tanya Yoona.

"Emm." Kyuhyun mengangguk mantap. "Kyu cenang. Kyu jadi punya teman cekalang."

"Selama ini Kyu tidak punya teman?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Kalau di lumah, Kyu tidak punya teman," jawab Kyuhyun. Ia memanyunkan bibirnya.

"Hyungdeul bukan teman Kyunie?"

Lagi-lagi Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Noona, hyung itu belbeda dengan teman." Kyuhyun memainkan jari telunjuknya di hadapan Yoona yang membuat Yoona tertawa.

"Baiklah…baiklah…Noona mengerti sekarang! Ayo kita pulang!" Yoona menggenggam sebelah tangan Kyuhyun. Namun baru beberapa langkah, Kyuhyun menghentikan pergerakan kakinya. Otomatis Yoona ikut berhenti. Kyuhyun kembali menoleh ke belakang dan juga sekelilingnya. "Ada apa, Kyu?"

Kyuhyun tidak menjawab. Mata bulat dan beningnya hanya terus memperhatikan teman-temannya. Yoona ikut melihat arah pandang Kyuhyun. Namun ia tidak menemukan apa-apa. Hanya anak-anak yang juga mulai meninggalkan sekolah.

"Kyunie kenapa? Kyunie ingin naik mobil juga seperti teman-teman, Kyu? Bukannya tadi kita juga di antar mobil Jae ahjussi?" tanya Yoona sembari berjongkok. Namun Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Ia kira Kyuhyun ingin naik mobil seperti yang lain. Karena mereka berdua pulang dengan jalan kaki. Jarak rumah dan sekolah Kyuhyun hanya beberapa menit.

"Noona, kenapa Kyu belbeda lagi?" tanya Kyuhyun dengan lekat menatap Yoona.

"Berbeda? Apanya yang berbeda, Kyu?"

"Cemua teman Kyu di jemput dua olang. Kenapa Kyu hanya Noona cendili?" Yoona langsung bungkam. Hatinya seperti ada yang menghimpit. Ia melupakan satu hal. Di hari pertama sekolah, anak-anak biasanya di jemput ke dua orang tuanya. Setelah Yoona perhatikan, anak-anak yang lain di jemput dengan orang tua yang lengkap.

Yoona menundukkan pandangannya. Hatinya teluka saat menatap mata polos Kyuhyun. Ia tidak sanggup jika harus melukai hati bocah lucu itu. Baginya,Kyuhyun seperti adik kandungnya. Ia sudah sangat menyayangi Kyuhyun.

"Noona menangic? Apa Kyu nakal? Kyu tidak apa-apa di jemput Noona caja. Tapi Noona jangan menangic." Yoona langsung menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

"Noona tidak menangis Kyu."

"Tapi kenapa mata Noona melah?" lagi-lagi Yoona tersenyum. ia menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Kyunie tidak nakal. Kyu hanya di jemput Noona, karena ahjussi sedang bekerja. Sedangkan hyungdeul sedang sekolah. Ahjussi teman-teman Kyu mungkin saja hari ini sedang libur." Yoona memberi jeda pada kalimatnya. Ia ingin Kyuhyun memahami perkataannya. "Jadi, Kyu tidak berbeda dengan yang lain. Kyu dengan teman-teman Kyu sama saja. Apa sekarang Kyunie mengerti?" tanya Yoona.

"Kyu mengelti. Kalau ahjucci dan hyung libul, Kyu tidak di jemput Noona caja," jawab Kyuhyun ceria. Lagi-lagi ia menampilkan deretan gigi susunya yang membuat Yoona sekuat tenaga menahan air matanya.

"Ayo kita pulang! Kibummie sebentar lagi juga pulang."

.

.

Siang harinya, rumah Sapphire Blue masih terlihat sepi. Kibum duduk bersandar di sofa dengan tangan yang memainkan rubik. Sesekali Kibum melirik kegiatan Kyuhyun yang sedang menyusun puzzle. Kedua anak itu bermain dengan tenang. Terkadang, sebait lagu terdengar dari bibir mungil Kyuhyun sembari bermain. Kibum sama sekali tidak mengeluarkan suaranya. Hanya duduk dengan tenang dan memastikan Kyuhyun aman bersamanya.

Kibum melirik ke arah jam dinding. "Sebentar lagi hyung pulang," batinnya. Jari jemari Kibum akan bergerak memainkan rubik sebelum matanya melihat ke arah Kyuhyun. Kibum terus memperhatikan Kyuhyun yang mulai mengantuk. Ia tersenyum sendiri melihat adik kecilnya terkantuk-kantuk. Tidak ingin adiknya tidur di lantai, Kibum beranjak untuk memanggil Yoona, agar Kyuhyun bisa di pindahkan ke kamar. Namun baru beberapa langkah, ia langsung mendengus sebal mendengar teriakan dari luar.

"Kami pulaaaaaaang!"

"Bummie…Kyunie…kalian di manaaaaaaa?"

"Nonaaa…aku lapar!"

Seperti yang ia duga, Kyuhyun langsung membuka matanya. Bahkan batita lucu itu langsung tersenyum mendengar teriakan yang sangat ia kenal. "Hyungdeul mengganggu tidur Kyunie." Kibum kembali ke tempat semula. Karena Kyuhyun sudah di pastikan tidak akan tidur lagi, Kibum kembali memainkan rubiknya.

"Kyu tidak tidur?" tanya Donghae yang pertama memasuki rumah. Dari tempat duduknya, Kibum mendengus sebal. Sedangkan Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya. Matanya terus terarah ke pintu. Menunggu seseorang yang memiliki janji dengannya.

"Kyu menunggu siapa?" tanya Donghae yang mengikuti arah pandang Kyuhyun.

"Ciwon hyung," jawab Kyuhyun.

Kyuhyun langsung berlari saat melihat Siwon memasuki rumah. Dengan senyum cerah, Kyuhyun mendekati Siwon. "Ommo…hyung lupa Kyu!" senyum Kyuhyun langsung pudar. Tangan yang ia tadahkan ke arah Siwon langsung ia turunkan.

"Kenapa lupa? Hyung cudah janji tidak akan lupa." Bibir Kyuhyun mulai bergetar. Walau sekuat tenaga ia menahannya, tapi tetap saja matanya mulai memerah.

"Hyung benar-benar tidak ingat Kyu," sesal Siwon. "Aw!" Siwon memekik saat Heechul menarik telinganya.

"Jangan menunggu sampai Kyuhyunie menangis. Kau mau bertanggung jawab?" tanpa menunggu jawaban Siwon, Heechul langsung berlalu ke kamarnya.

"Dan kalau kau mau tambahan dariku juga Siwonie," sambung Kangin. Anak-anak yang lain menahan tawanya melihat ekspresi Siwon. Niatanya untuk menggoda Kyuhyun malah mendapat jeweran dan ancaman.

Tidak ingin Kyuhyun menangis dan dirinya terkena imbas, Siwon mengeluarkan permen lollipop dari dalam tasnya. "Hyung hanya becanda! Ini hyung bawakan untuk Kyunie." Mata Kyuhyun langsung berbinar melihat tiga permen lollipop di tangan Siwon.

"Kenapa pelmen untuk Kyu cuma catu?" protes Kyuhyun saat Siwon hanya menyerahkan satu permen. "Apa itu untuk Bummie hyung?" tanya Kyuhyun.

"Tidak! Permen ini semua untuk Kyunie." Semua permen itu memang untuk Kyuhyun, karena Kibum tidak suka yang manis-manis. Walau mengatakan permen itu untuk Kyuhyun, tapi Siwon tetap tidak menyerahkannya.

"Permen yang ini kalau Kyu sudah tidur dan makan siang. Dan yang ini kalau Kyu sudah belajar." Siwon menggoyangkan permen lollipop di tangan kanan dan kirinya.

"Hyung tidak akan bohong?"

"Tidak akan!" jawab Siwon dengan pasti.

Setelahnya, Kyuhyun duduk dengan tenang. Ia belum memakan permen lollipop miliknya. Masih memainkan dan menghitung warna pada permen yang masih dalam kemasan.

"Cepat ganti baju. Setelah itu kita makan bersama," komando Leeteuk dari anak tangga. "Hyukie-ya, Hae-ya, jangan kejar-kejaran terus. Cepat turun ke bawah!" teriak Leeteuk pada dua bocah hiperaktif.

"Hyuuung… ada yang mengunci pintu kamarku," teriak Ryeowook dengan suara melengkingnya.

"Yesung-ah, tolong bukakan pintunya!" Leeteuk tidak bergerak. Hanya terus berteriak dari tangga. "Kangin-ah, apa yang kau—" ucapan Leeteuk terhenti saat Kyuhyun menyodorkan segelas air mineral ke arahnya.

"Untuk apa, Kyu?" tanya Leeteuk keheranan.

"Hyung cudah belteliak-teliak cedali tadi. Pacti hauc." Leeteuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia jadi merasa seperti ahjumma di pasaran. Leeteuk menerima gelas yang Kyuhyun tawarkan. Setelahnya ia menggendong Kyuhyun ke meja makan.

"Bummie, hentikan bermain rubiknya!"

"Sebentar lagi Hyung!" karena hyungdeul-nya belum semua berkumpul, Kibum memilih duduk dengan rubik di tangannya.

Leeteuk duduk tepat di samping Kyuhyun. Tangannya terangkat untuk merapikan helaian rambut bocah manis itu. "Bagaimana sekolahnya tadi, Kyu?" sembari menunggu yang lainnya, Leeteuk ingin mengetahui pengalaman pertama adik terkecilnya.

"Di cekolah, Kyu punya banyak teman."

"Benarkah? Apa Kyu senang?"

"Emm. Kyu cenang! Tapi tadi hanya Kyu cendili yang di jemput Noona. Teman-teman Kyu di jemput Ahjucci-nya juga."

"Ahjussi?" ulang Leeteuk.

"Iya Ahjucci dan Noona teman-teman Kyu." Seolah mengerti apa yang Kyuhyun maksudkan, pergerakan jari Kibum terhenti. Kibum menatap Kyuhyun yang berbicara dengan wajah polosnya. "Kata Noona, kalau ahjucci tidak kelja, Kyu bica cepelti yang lain. Pulang cekolah tidak di jemput Noona caja."

Eunhyuk dan Donghae yang sedari tadi masih bercanda langsung terdiam. Bahkan Sungmin dan Hankyung menghentikan pergerakan tangannya menyusun makanan di meja.

"Hyung, apa teman-teman Kyu benar di jemput ahjussi-nya?" Yesung membekap mulut Ryeowook agar tidak melanjutkan ucapannya. Yesung tidak ingin, ucapan Ryeowook yang selalu polos membuat suasana semakin kelam.

"Kalau Hyung tidak cekolah, Hyung jemput Kyu cupaya Kyu bica cepelti teman-teman Kyu kan?"

Untuk beberapa saat, Leeteuk tidak menjawab. Ia masih mengatur suaranya yang terasa tercekat. "Tentu saja! Tentu saja Kyu." Hanya dua kalimat itu yang mampu Leeteuk ucapkan. Melihat mata bening Kyuhyun yang memancarkan harapan padanya, membuat hatinya serasa di himpit batu besar.

"Yeeaay!" Kyuhyun bertepuk tangan kegirangan. Reaksi Kyuhyun yang begitu ceria membuat Leeteuk dan lainnya kehilangan kara-kata. Leeteuk langsung mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun.

"Aku lapaaaarrrr…Ayo kita makaaaan!" Heechul tiba-tiba datang dan berteriak kelaparan. "Kalian, cepatlah duduk. Kalau tidak, aku habiskan jatah kalian." karena teriakan Heechul, Donghae, Eunhyuk, Kibum, Siwon dan juga lainnya langsung menduduki tempat masing-masing.

Dari bawah meja, Heechul menendang kaki Leeteuk. Setelah tersadar, Leeteuk memasang senyum malaikatnya dan balik berteriak, "Ayo kita makaaaan."

.

.

Tidak ada kata lelah dan bosan bermain bola. Seperti yang di lakukan Leeteuk dan ke dua belas adiknya. Mereka semua bermain bola di tempat biasa.

Di tengah lapangan, mereka semua bermain dengan semangat. Tidak mau ketinggalan dengan yang lainya, si kecil juga ikut berlari mengejar bola ke sana ke mari. Walau tidak pernah bisa mendapat bola, apalagi mencetak gol, tapi Kyuhyun tetap berlari dengan ceria.

Namun sepertinya keceriaan bocah berusia empat tahun itu tidak berlanjut. Kyuhyun berjongkok di tengah lapangan. Tangannya ia letakkan di kedua pipinya dengan siku tangan bertumpu pada lututnya.

Melihat adik kecilnya memanyunkan bibirnya dengan pose merajuk yang sangat kentara, membuat anak-anak yang lain menghentikan bermain bolanya.

"Kyu kenapa tidak bermain bola lagi?" tanya Hankyung yang paling dekat dengan Kyuhyun. Tapi sepertinya sang magnae tidak mau menjawab. Ia masih bertahan pada posisinya.

"Apa Kyu lelah?" tanya Donghae.

"Kyu kenapa?" sambung Shindong.

"Kaki Kyu sakit?" Sungmin mendekati Kyuhyun. Mencoba melihat keadaannya.

"Kyu tidak mau belmain lagi," jawab Kyuhyun ketus.

"Tapi kenapa? Bukannya tadi Kyunie bilang ingin main bola?" kali ini Leeteuk yang mengeluarkan suaranya.

"Kyu tidak bica menendang bola cepelti Hyung. Kyu tidak mau main lagi."

"Haahh." Mereka semua menghela nafas. Mereka sempat takut Kyuhyun cidera atau terjadi sesuatu. Tapi ternyata, magnae mereka merajuk karena tidak bisa menendang bola.

"Badan sebulat itu, tentu saja sulit berlari," celetuk Eunhyuk. Namun ia langsung bungkam saat mendapat glare dari Donghae dan Siwon. Namun Donghae dan Siwon bernafas lega karena sepertinya Kyuhyun tidak menengar celetukan Eunhyuk. "Kyunie kan memang bulat," gerutu Eunhyuk pelan.

Mereka semua sepakat untuk melanjutkan permainan agar Kyuhyun bisa mendapat bola. Namun karena Kyuhyun yang sangat susah membawa tubuh gempalnya berlari, mereka terpaksa hanya berjalan-jalan di sekitar lapangan.

"Kyunie, ayo tendang bolanya," teriak Heechul.

Mereka tetap berdiri di tempat masing-masing saat Kyuhyun menggiring bola ke gawang yang di jaga Siwon. Hanya Sungmin dan Yesung yang pura-pura berlari agar merebut bola dari Kyuhyun.

"Kyunie…tendaaaaang!"

Dengan menggunakan kaki kanannya, Kyuhyun menendang bola ke arah gawang. "Gooooollll," teriak hyungdeul bersamaan. Terang saja Kyuhyun mencetak gol begitu mudahnya. Pasalnya Kyuhyun menendang bola ke arah kiri, tapi Siwon melompat ke arah kanan.

"Yeeaayy Kyunie mencetak goooolll." Yang berteriak kali ini bukannya hyung yang satu kelompok dengan Kyuhyun. Tapi Siwon yang gawangnya baru saja di bobol. "Yeeaayy goooolll," teriak Siwon heboh sambil mengangkat tubuh Kyuhyun. "Horeeeee/Holeeeee," teriak mereka berdua sambil melakukan high five.

"Baru kali ini aku melihat penjaga gawang yang sangat senang saat saat gawangnya di bobol musuh," celetuk Heechul yang di sambut gelak tawa lainnya. Tapi jika mereka berada posisi Siwon saat ini, mereka juga akan melakukan hal yang sama.

Setelah lelah bermain bola, mereka memutuskan untuk pulang dan membersihkan badan. Kyuhyun berjalan paling depan. Sedangkan yang lain berjalan di belakangnya sambil berbincang-bincang.

"Kyuhyunie, jangan lari-lari nanti ja—"

"Brukkk."

Belum selesai Yesung memperingatkan Kyuhyun, tubuh gempal itu lebih dulu mendarat di tanah. Mata mereka membulat melihat Kyuhyun yang jatuh dengan posisi telungkup.

"Waahh itu burung. Burungnya banyak sekali," ucapLeeteuk sambil mengapit leher Donghae dan Eunhyuk. Leeteuk memaksa kedua adiknya mengikuti arah pandangnya ke langit. Donghae dan Eunhyuk di buat keheranan. Pasalnya sama sekali tidak ada burung yang terbang. Hanya ada langit yang tidak akan lama lagi mulai gelap.

"Wookie-ya, kau lihat itu ada anjing kecil berwarna hijau." Yesung juga langsung menarik Ryeowook menjauh. Jari-jari Yesung menunjuk segala arah yang membuat Ryeowook bingung.

"Waahh ada pesawat! Pesawaaaaat aku ikuut."

"Lihat! Itu ada layang-layangan putus."

"Wooaahh bulannya mulai terlihat."

Di saat yang lain berusaha menyibukkan diri, Siwon justru berjalan mendekati Kyuhyun. Namun ia langsung di tarik Heechul dan Hankyung.. "Hyung Kyunie." Heechul langsung membekap mulut Siwon dan membawanya menjauh.

"Pura-pura jangan lihat Kyuhyunie," bisik Heechul tepat di telinga Siwon. "Ingat pesan Noona!" Siwon langsung mengangguk paham. Kini ia tahu kenapa semuanya tiba-tiba berlaku aneh. Ternyata yang lain hanya pura-pura tidak melihat Kyuhyun dengan melakukan kegilaan masing-masing. Seperti pesan Yoona, jika Kyuhyun terjatuh sebaiknya jangan di tolong. Karena Kyuhyun akan semakin menangis jika ada yang menolongnya.

Kyuhyun menoleh ke arah hyungdeul dengan mata yang memerah. Karena yang lain tidak ada yang melihat ke arahnya, Kyuhyun mencoba berdiri sendiri. Walau matanya memerah dan bibirnya bergetar, tapi Kyuhyun sama sekali tidak menangis.

"Uuughhh…cakit," keluh Kyuhyun. Saat mendengar keluhan Kyuhyun, anak-anak yang lain mati-matian menahan untuk tidak melihat ke arah Kyuhyun. Karena bisa di pastikan tangisan Kyuhyun langsung pecah jika ada yang melihat dan bertanya. Tangan mungil Kyuhyun terangkat untuk membersihkan debu di pakaiannya. Sambil membersihkan debu, bibir mungilnya sesekali mengadu sakit yang lagi-lagi pura-pura hyungdeul-nya tidak tahu.

.

.

TBC

Terima kasih untuk kalian semua yang masih setia ngikuti ff ini :

Kim Reosunghyun / Sungmi / NandaGyu / kim ryeosunghyun / ilmah / zyzy za / Cho kyunhae/ kadek / namielf / Cho rai sa / kyuhae / restu tiana / angel sparkyu / Lily / Choding / Shofie Kim / jenny hzb / KLiieff19 / Arum Junnie / kyuzi4869 / ainkyu / dewidossantosleite / Shin Ririn1013 / Arum Junnie / anoncikiciw / Kuroi Ilna / chairun / phn19 / Arum Junnie / Kim Nayeon / Cho Rai Sa / oktalita1004 / araaaa / EkaOkta3424 / kyuli 99 / lydiasimatupang2301 / mmzzaa / Deushiikyungie / lianpangestu / Desviana407 / dewiangel / septiaNM13 / febrianiaulia / cho loekyu07 / liestie ajhah / Sparkyubum / Emon204 / MinGyuTae00 / dinacarisa / jihyunelf / Awaelfkyu13 / hyunnie02 / mifta cinya

Dan terima kasih juga untuk yang memfollow dan mem-favorite.^^

Untuk yang minta ff LATE di lanjut, sepertinya belum bisa waktu dekat. Tapi lagi di persiapkan. Sedikit frustasi lanjutan ff LATE. Kkkkk…. tapi ada baiknya jangan di tunggu. Kalau selesai pasti langsung di update.

Mengenai pertanyaan apa ff ini akan di lanjut sampai mereka dewasa? jawabannya masih sama. Ff ini berlanjut sampai mereka dewasa. Kalau masih ada yang review ^^

Sekali lagi terima kasih semuanya. Pai-Pai