CRAZY REMAKE KYUMIN VERSION

Cast:

Lee Sungmin as Yeoja
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Donghae as Namja
Lee Hyukjae as Yeoja
Choi Siwon as Namja

Summarry:

Karena tidak mau disebut sebagai gadis penakut, Lee Sungmin berani menyatakan cinta kepada seorang Cho Kyuhyun yang merupakan petarung no 1 di sekolahnya. Bagaimana kisah cinta mereka berdua selanjutnya? #summary kayak apa ini ga nyambung#plak

Warning:
Genderswith, typo (s), tidak sesuai EYD,

DON'T LIKE DON'T READ,,,

FF ini remake dari novel Crazy karya Emilicious. Terdapat pengurangan dan penambahan kata2 untuk menyesuaikan cerita.

Let's Enjoy

Chapter 11

Sungmin Pov

hari ini Kyuhyun bete sekali dan sedikit uring2an. aku bertanya2 kenapa dia begitu. mungkinkah Kyuhyun masih marah karena kejadian di bandara?

ah tidak mungkin.. kalau mengingat kejadian di bandara seharusnya akulah yang bagaimana tidak!

saat perjalanan pulang dari bandara, tiba2 Kyuhyun berhenti di toko buku dan membeli thinner. ternyata thinner itu dibeli Kyuhyun untukku! jelasnya untuk men-sterilkan pipiku dari ciuman Henry. tentu saja aku menolak. masa aku memakai thinner untuk wajah?!

seharian ini si Kyuhyun kelihatan bete terus. aku juga jadi ikut bete melihatnya. padahal aku cuma mau menggunakan jam istirahat ini untuk makan dengan tenang, tapi kenapa sih Kyuhyun mengekor terus dengan muka bete?! kalau dia sedang bete, kenapa dia tidak bete sendiri saja malah MENGEKORIKU?! mana pengikutnya juga ikut mengekor lagi! huh!

"apa sih maumu?! dari tadi kamu mengekor dengan muka bete begitu! setidaknya beri tahu alasanmu!"

"..."Kyuhyun diam saja.

"hei.. kau masih marah karena aku tak mau pakai thinner untuk membersihkan pipiku? tenang sajalah! aku sudah cuci muka 10 kali begitu sampai rumah!"

"kencan..."

"hah?"

"ayo kita kencan..." cicit Kyuhyun.

Apa aku salah dengar?!, "kamu sudah sinting?"

"sudahlah jangan banyak cing-cong. aku sedang tak mau bercanda.."

kh, sepertinya Kyuhyun tidak bercanda.. " kencan? maksudmu kamu dan aku? berdua?"

"tentu saja... memang apa definisi kencan menurutmu?"

dasar kepala kosong! dia memperlakukan aku sudah seperti orang idiot saja. tentu saja aku tahu kalau kencan itu berdua. tapi kemanapun kami pergi, biasanya pasti pengikut Kyuhyun ikut serta. makanya aku sedikit takjub waktu Kyuhyun mengajakku kencan.

"ih... mau kemana memangnya?"

"terserah kau saja. yang penting aku sedang ingin kencan." jawab Kyuhyun lesu.

terserah?! wuah... Kyuhyun sedang kesambet apa ya..? biasanya dia yang menentukan kemana kami akan pergi. bahkan kalau aku menolak dia akan memaksaku atau menarikku ke tempat tujuannya. wuah... ini benar2 aneh!

sebenarnya sih aku lagi malas pergi2... tapi kalau aku menolak Kyuhyun pasti akan bersikeras mengajakku kencan. daripada membuang tenaga melawan psikopat ini, lebih baik aku menurutinya dia lagi baik hari ini... hmm... rasanya aku ingin deh ke taman hiburan.. tapi aku lagi gak ada duit..

"kamu yang traktir nih?"

"terang sajalah! dimana2 kencan namja yang membayar! sudah ga usah banyak tanya deh! tentukan saja tujuannya!"

akhirnya dia teriak juga.. hehehe.. rasanya aku belum tenang kalau belum bikin dia marah ,"baiklah, aku ingin ke taman hiburan!"

"dari semua tempat di kota ini, kau memilih taman hiburan? dasar aneh.."

"apanya yang aneh! kau yang memintaku menentukan pilihannya kan? sudahlah jangan protes!"

"hhh..." Kyuhyun hanya menghela napas panjang.

aku bertanya2 kenapa dia tak membalas. mood-nya benar2 tidak bagus ya hari ini? dia kenapa sih?!

"tunggu di gerbang belakang sepulang sekolah." kata Kyuhyun.

"tapi aku ada hukuman membersihkan toilet hari ini."

"akan ku-urus. kau tunggu aku saja." setelah berkata begitu Kyuhyun dan pengikutnya pergi.

'akan ku-urus'? apakah bisa dipercaya...?'

yah.. tak ada salahnya mempercayai dia kali ini. aku juga malas sih membersihkan toilet hari ini.

Sungmin Pov End

.

.

.

Sepulang Sekolah

sudah 15 menit Sungmin menunggu Kyuhyun itu datang. tapi dia tak datang2 juga! akhhh! lihat saja kalau dia tak datang dalam 5 menit! akan kujambak dia sampai botak! Pikir Sungmin.

BROOOM BROOOOM! CIIIT

motor merah berhenti di depan Sungmin. motor ini adalah motor yang dipakai Kyuhyun waktu itu. walaupun ini kali kedua Sungmin melihat motor ini, tetap saja dia bergidik melihat motor super 'wow' ini.

Kyuhyun mengangkat kaca helm-nya ,"cepat naik."

"eh? kita pergi naik motor?"

"ya tentu saja-lah! kalau kau bertanya lagi akan kutarik kau!" Sungmin hanya mendelik tidak suka.

Akhirnya Sungmin naik ke motor super 'wow'nya Kyuhyun itu. wuih mantap kali. memang ada sensasi tersendiri kalau naik motor mahal..# kekek Abaikan. tetapi tetap saja motor ini membuat Sungmin bingung dimana dia harus berpegangan. -_-

"pegangan." kata Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin ke perutnya.

dulu Kyuhyun tak mau kalau Sungmin berpegangan dengan pose seperti ini. sekarang malah dia yang menyuruh Sungmin berpegangan dengan memeluknya.

Kyuhyun mulai mengendarai motornya dengan kecepatan yang kali ini membuat umur Sungmin hilang setengahnya dibawa angin. Speedmotor 150km/jam. oh may got... bisa Sungmin rasakan motor itu berjalan meliuk2, Kyuhyun mengendarainya dengan menyalip sana-sini . karena ngeri, akhirnya Sungmin memeluk perut Kyuhyun dengan erat dan menyandarkan kepalanya di punggung Kyuhyun. dan itu sukses membuat Sungmin tidak bisa konsentrasi ataupun mengalihkan perhatiannya pada jalan. sebaliknya Sungmin malah terlena dengan punggung lebar Kyuhyun.

semakin lama motor melaju, Sungmin makin jauh terlena dengan Kyuhyun. tubuh Kyuhyun sangat harum. belum pernah Sungmin mencium wangi yang membuatku setenang ini. dan Sungmin bahkan tidak bisa percaya Kyuhyun ada di dalam dekapannya sekarang.

CIKKIITTT

"sudah sampai." kata Kyuhyun. Sungmin langsung tersadar dari buaian punggung Kyuhyun dan meloncat kaget. ini sudah di parkiran, ternyata memang sudah sampai. dan Sungmin baru sadar akan hal itu.

"kau memelukku begitu erat. pasti kau senang sekali ya mengambil kesempatan memelukku dari belakang?"

"ap- apa- katamu?! cih, ha! e- enak saja!" Sungmin tak bisa menjawab apa-apa, secara tebakan Kyuhyun tepat di sasaran. dan Kyuhyun juga menyadari hal itu.

Kyuhyun terkekeh melihat Sungmin yang gugup sungguh manis pikirnya.

"kajja..." kata Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sungmin lalu mereka membeli tiket di loket dan masuk ke dalam.

"ayo! ayo naik ini cepat!" kata Sungmin sambil menarik tangan Kyuhyun ke roller coaster yang amat besar.

"ne! ne! Aigooo! sabar kenapa! kamu seperti tidak pernah naik beginian saja!" protes Kyuhyun.

Sungmin menarik Kyuhyun ke roller coaster. saat di roller coaster, Sungmin melirik ke arah Kyuhyun yang duduk di sebelahnya. wajahnya kelam dan menanamkan ekspresi ingin muntah. wuahhahahaha! jagoan seperti dia ciut naik beginian?! kekekeke!

setelah roller coaster, Sungmin menarik Kyuhyun ke sana kemari untuk menaiki wahana yang memacu adrenalin. Kyuhyun sama sekali tidak berontak. atau... dia tak punya kekuatan untuk berontak?

Sungmin benar2 puas setelah menaiki 10 wahana lebih. sebaliknya Kyuhyun?, sepertinya nyawanya sudah keluar dari mulutnya. Kyuhyun benar2 pucat. matanya setengah tertutup menerawang ke tanah dengan pandangan tidak fokus, dahinya keringatan , dan wajahnya pucat. Sungmin ingin tertawa sekaligus khawatir melihat petarung no 1 disekolahnya dalam keadaan mengenaskan.

Sungmin membawa Kyuhyun ke bangku di dekat air mancur. karena hari sudah malam, lampu warna-warni di dalam air mancur dinyalakan dan itu indah sekali. coba saja Kyuhyun tidak sedang dalam keadaan begini, ini bisa romantis sekali!

"neo gwenchana?" Tanya Sungmin sambil menyodorkan soda yang ia beli barusan.

"kau diam dulu lah.. aku mual sekali..." Sungmin menuruti perkataan Kyuhyun, lalu dia memutuskan untuk diam.

sudah sekitar 10 menit Sungmin hanya menerawang memandangi air mancur. lalu dia kembali sadar saat Kyuhyun tiba2 menidurkan kepalanya di pangkuan Sungmin.

deja vu...?

sepertinya ini pernah terjadi...

"biarkan aku istirahat sebentar." kata Kyuhyun.

"dasar kau.. masa naik begituan saja kamu tak tahan. padahal lagakmu seperti jagoan."

"diamlah... siapapun pasti mual kalau naik benda2 berputar seperti itu. hanya manusia tak normal seperti kamu saja yang bisa tahan."

"apa kata-"

"diamlah dulu, biarkan aku istirahat agar sedikit membaik."

"iya.. iya... oh ya, hei, bagaimana dengan tugasku membersihkan toilet? apa yang kau maksud dengan 'akan ku-urus'?"

"tenang sajalah... sudah kusuruh anak kelas 1 untuk menggantikanmu membersihkannya."

"apa?! kau menyuruh anak kelas 1?! mampus aku. pasti besok aku akan diomeli habis2an dan masa hukumanku ditambah atas tuduhan meneror adik kelas! akh! harusnya tak kupercayakan padamu!"

" ah, kamu terlalu berisik!" kata Kyuhyun lalu kembali dalam posisi duduk. Kyuhyun mengusap2 perutnya sambil menghembuskan napas beberapa kali.

Lalu Kyuhyun bangun dari tempat duduknya," ayo pulang."

"hei, kau sudah sembuh?!"

"tentu saja. mainan seperti itu hanya se-upil bagiku."

'upil kakiku. coba dia bisa melihat wajah pucatnya tadi... -_-' batin Sungmin.

Sungmin dan Kyuhyun mengarah ke pintu keluar saat sebelumnya Sungmin membeli beberapa souvenir. Lalau mereka menuju ke tempat parkir yang berada di lapangan sebelah patung besar.

"Gomawo! aku senang sekali hari ini!"

"pasti bagian yang paling kau senangi adalah bagian waktu naik motor." Sungmin langsung memandang Kyuhyun yang sedang tersenyum jail padanya.

"a-apa? cih.. mana mungkin!" kata Sungmin gugup.

"sudahlah mengaku saja..."

"ap-"

"aku akan menge-cat rambutku kembali ke warna asalnya." kata Kyuhyun tiba2.

"eoh? waeyo?"

"karena warna blonde sudah tak berarti lagi bagiku." Sungmin tak mengerti apa maksud Kyuhyun. tapi Sungmin tak mau bertanya dan berpura2 mengerti saja.

"hei! jangan! jangan di-cat ulang!"

"...? " Kyuhyun mengangkat alis kanannya. Dan ekspresinya itu seakan berkata 'apa sih maksudmu...?'

"iya, jangan di-cat ulang. karena aku suka sekali warna blonde!" kata Sungmin sambil tersenyum manis pada Kyuhyun. Kyuhyun menegang mendengar ucapan Sungmin. ekspresinya shock seperti melihat setan.

"Seo... Seohyun..." gumam Kyuhyun. Sungmin menerutkan dahi. Apa Kyuhyun bilang tadi?

Seohyun...? si rubah betina itu...?

Kyuhyun menyebut nama Seohyun?

Sungmin menggelengkan kepalanya. Menepis pikiran2 yang aneh di kepalanya! ah tidak, mungkin saja dia salah dengar. karena memang Kyuhyun bergumam dengan suara yang kecil sekali. 'ya, pasti aku salah dengar. tidak mungkin Kazuma menyebut2 nama rubah betina itu.. ' pikir Sungmin.

"apa katamu?" tanya Sungmin berusaha meyakinkan kalau Kyuhyun benar2 tidak menggumamkan nama Seohyun.

"tidak... tidak apa2..." kata Kyuhyun mengalihkan mukanya. Masih terlihat ekspresi syok di wajah Kyuhyun. Bagaimana tidak syok. Sungmin mengingatkan Kyuhyun kepada Seohyun.

Sungmin masih ingin bertanya tentang apa yang dikatakan Kyuhyun barusan, tetapi Sungmin mendengar nama Kyuhyun dipanggil.

"hyun...Kyuhyun!" suara itu makin jelas terdengar. Sungmin dan Kyuhyun menengok kearah suara itu.

"U... Umma...?" kata Kyuhyun melihat pemilik suara yang memanggilnya itu.

.

.

.

.

"U... Umma..?" kata Kyuhyun melihat pemilik suara yang memanggilnya itu. Cho Heechul, Umma Kyuhyun hanya memandang anaknya dengan geram. Wajahnya sudah memerah karena kesal pada anak satu2nya itu.

PLAAAAAKKK!

"KYAAAA!" teriak Sungmin kaget melihat Kyuhyun ditampar oleh Heechul dengan begitu keras.

"Kyuhyun! kamu tidak apa2?!"

"..." Kyuhyun diam saja sambil tetap memegang pipi kirinya yang memerah karena ditampar. Memang Heechul Ummanya adalah sebab kenapa Kyuhyun bete dan uring2an sejak tadi pagi.

"beraninya! bisa2nya kamu jalan2 sama yeoja ini, disaat seharusnya kamu pergi bersama Ummamu?! apa kau tidak tahu bahwa acara ini penting sekali?!" teriak Heechul.

Sungmin melongo saja, saking shock-nya ngeliat Heechul marah2. masalahnya, dia teriak2 disini. di depan Sungmin dan di depan beberapa orang yang sedang lalu lalang. sedikitpun Heechul tak merasa malu atau setidaknya kasihan kepada Kyuhyun karena kelakuannya itu.

"itu acara yang penting untukmu. bukan untukku." kata Kyuhyun dengan suara datar. walau Kyuhyun menjawabnya dengan nada biasa, namun ada yang berbeda dari sorot matanya. sorot mata Kyuhyun lebih terlihat seperti 'terluka'.

"beraninya kau bicara begitu pada Ummamu! tentu saja acara itu penting. sepenting apa sih yeoja ini sampai kau malah pergi bersama dia daripada ke acara yang begitu penting?! tak tahukah kau bahwa banyak sekali sponsor yang membatalkan dananya karena kau tak datang ke acara ini?! mereka merasa tidak dihargai atas ke-absenanmu hari ini!"

"aku sama sekali tidak peduli dengan sponsor-mu itu. karena kau-lah yang membutuhkan dana itu, bukan aku. dan kuingatkan, namanya 'Sungmin' bukan 'yeoja ini'. dia adalah yeojachinguku, dan tentu saja dia jauh lebih penting dari acara sampah yang kau anggap penting itu."

sungguh, Sungmin terharu mendengar Kyuhyun membelanya. Tapi tetap saja Sungmin tidak enak Kyuhyun berbicara seperti itu kepada Ummanya.

"kajja..." kata Kyuhyun sambil menggandeng Sungmin pergi.

"tunggu! dimana sopan santunmu itu?! aku ini Ummamu, dan kamu anakku! berani2nya kau bicara selancang itu kepadaku!" teriak Heechul .

Kyuhyun berhenti seakan tertegun oleh perkataan Ummanya . dia membalikkan badan menghadap ke Ummanya. "mungkin kau menganggapku sebagai anakmu, tapi aku sama sekali tidak menganggapmu sebagai Ummaku. kau saja memperlakukan anakmu seperti sampah, bukankah anak adalah cerminan dari orang tua?. jadi, tolong jangan bicara sopan santun denganku, ataupun coba2 untuk mengaturku." kata Kyuhyun yang lalu menarik Sungmin pergi dari sana meninggalkan Heechul yang terbengong tidak percaya.

.

.

.

.

Sungmin Pov

aku tidak percaya Kyuhyun bisa berkata seperti itu kepada Ummanya. bagaimana bisa kata2 seperti itu keluar dari mulut seorang anak..? sebegitu besarnyakah luka Kyuhyun terhadap Ummanya...?

Kyuhyun...

Kyuhyun terus menarikku berjalan menjauh dari Ummanya. dia menggenggam tanganku erat sekali, sampai perih rasanya. aku diam saja menahan rasa perih di tanganku. karena aku tahu, Kyuhyun pasti lebih sakit daripada ini.

setidaknya aku bersyukur dia bisa membagi sedikit kepedihannya 10 menit berlalu dengan berjalan tak tentu arah, Kyuhyun berhenti.

"bisa kau pulang naik bus saja? aku sedang ingin sendiri." kata Kyuhyun menyembunyikan berpikir apakah sebaiknya aku meninggalkan Kyuhyun sendiri atau tidak. tetapi jawabannya 'tidak'.

aku tahu Kyuhyun membutuhkanku sekarang. dia pasti akan lebih terluka lagi kalau kutinggalkan sendiri.

"aku tidak mau pulang." kataku.

"apa...?" tanya Kyuhyun bingung sekaligus kesal karena aku menolak permintaannya.

"aku ingin bersamamu. aku tak mau meninggalkanmu sendiri untuk saat ini."

"hhhh... terserah..." Kata Kyuhyun sebelum akhirnya dia berjalan dengan cepat meninggalkanku.

aku mengikuti Kyuhyun dengan memberi jarak 5 langkah diantara kami, untuk memberinya waktu sebentar untuk berpkir. punggung Kyuhyun terlihat begitu sedih dan terluka dari belakang sini. tak tahan rasanya melihat Kyuhyun seperti itu...

Appanya sudah punya keluarga lagi.. dan Ummanya memperlakukannya seperti itu... aku punya Appa dan Umma yang menyayangiku,jadi aku tidak betul2 tahu apa yang dirasakan Kyuhyun sekarang.

Maka, apapun yang kukatakan untuk menghiburnya pasti akan terdengar klise.. tapi aku ingin membantu Kyuhyun. aku ingin Kyuhyun membagi kepahitannya juga kepadaku. aku tak ingin dia melalui ini semua seorang diri lagi.

"Kyuhyun..." kataku.

"hm?" jawabnya masih terus berjalan 5 langkah di depanku.

"kamu... kamu tidak apa2?"

"tentu saja... memangnya kenapa...?"

selalu saja begini. kenapa sih dia suka sekali menjalani semuanya sendiri? kenapa dia selalu membuat semua hal seperti tidak terjadi apa2? bukankah dia hanya akan menyakiti dirinya sendiri dengan begini?!

aku dapat merasakan pedihnya hati Kyuhyun sampai terasa sakit. selama ini dia pasti kesepian dan jenuh dengan Ummanya yang memperlakukannya seperti itu. aku bahkan bisa percaya bahwa Kyuhyun bukan anaknya,bila dilihat dari perlakuannya yang begitu kejam pada Kyuhyun.

aku berlari menghampirinya, aku merasa dia terlalu jauh dan tidak terjangkau oleh tangan ini, aku harus segera mendekapnya dan menghilangkan lukanya. saat dia sudah mendekat dalam jamahanku, aku memeluknya erat2.

"mianhae... mianhae..."

"hei...? apa maksudmu? kenapa kamu minta maaf?"

"mianhae... huhuhu... hiks.. " aku merasa amat bodoh dan tak berguna. dimana aku membutuhkan Kyuhyun, dia selalu ada untukku. tapi disaat2 dia membutuhkanku, aku tak bisa melakukan apa2.

"sudah2..." kata Kyuhyun sambil memelukku dengan 1 tangan dan tangan 1nya lagi mengelus kepalaku.

"kenapa kau menyimpan semuanya sendiri? ada aku disini bersamamu. walaupun aku tak bisa membantumu, aku ingin kau membagi sedikit kepedihanmu padaku.. apa itu salah?" isakku masih dalam dekapan Kyuhyun.

"sudahlah... berhenti menangis.. aku tidak apa2 sungguh. Ummaku memang begitu, aku sudah terbiasa."

"mianhae... mianhae aku yang tak bisa membantumu.. mianhae aku yang tak bisa membelamu.. mianhae aku yang tak bisa berbuat apa2... hiks"

"hei.. sudah dong. ini bukan salahmu.. apa sih yang membuatmu menangis? aku tidak apa2 kok sungguh." kata Kyuhyun sambil melepas pelukannya.

"tapi aku tidak bisa berbuat apa2 saat kau diperlakukan begitu oleh Ummamu. aku bahkan tak bisa menghiburmu sekarang. hiks..."

"itu tidak benar. aku sangat berterimakasih kau masih disini bersamaku. kau sangat membantu. mungkin saja aku bisa lepas kendali kepada Ummaku kalau kau tidak ada disana. kau benar2 membantu." kata Kyuhyun sambil menghapus air mataku dari pipiku dengan ibu jarinya.

"hiks... hiks..."

"hei..." Kyuhyun mengangkat daguku keatas dan menghadapkan wajahku ke wajahnya.

"gomawo..." bisik Kyuhyun.

CUP~

tangisanku berhenti dalam sekejap begitu Kyuhyun mengecup bibirku. aku yang takjub sekaligus bahagia hanya bisa memandang Kyuhyun dengan heran. Kyuhyun tak menjawab apa2, dia hanya tersenyum kecil melihatku. lalu Kyuhyun memelukku lagi dengan amat erat. Aku pun membalas pelukannya.

"hei..." kata Kyuhyun.

entah kenapa hari ini sepertinya Kyuhyun romantis sekali, "hm...?" kataku sambil terus membenamkan wajahku di dada Kyuhyun.

"jangan peluk aku kuat2 begini.. nanti ingusmu nempel di bajuku."

dan... kata2nya itulah yang mengakhiri masa2 romantis kami.

TBC

" itu Han Bum dan Hyori... apa yang mereka lakukan?" kata Kazuma.

Nah loh ada yang nyadar ga di chapter 10 ada ada pengulangan kalimat tapi beda nama? Makash buat Kyuwie. Aku baru nyadar pas baca review darimu chingu keke.. dan pasti chingu semua sering nemu kata Kazuma.

Saya mau jelasin yang itu. 'Kazuma' nama tokoh utama laki2 di novel dan di ff ni udah pasti Daddy Cho Kyuhyun yang jadi Kazuma. Lantaran sama2 dari K jadi aku juga suka kecolongan. Mianhae chingu bikin agak bingung soal salah penulisan.

Chapter 11 ini moga chingu suka ne.. ^_^ eumm ini bisa di sebut konflik ga?

JONGMAL GOMAWO :

hyunMin, kyuminlovelovelove, Kezia, lele, min, Kyuwie, minoru, vey900128, lalala, Choleerann, nurganeffi, wonnie, fariny, keykyu, riesty137, ChoLee, babyyming, ayfiie1064, KyuMinalways89, .7, shawon20, tiaa, ParkHyoRi KMS-YJS, SSungMine, deviyanti137, Kim Ri Ha dan mungkin ada yang terlewat, mianhae