stardust
jongdae/kyungsoo, fem!kyungsoo; prostitution!AU
semestinya do kyungsoo mempelajari kembali bagaimana menerima seseorang ke dalam hatinya.
multichapter / 11/? / standard disclaimer applied
c-h-a-p-t-e-r 11
Kyungsoo disambut Yixing dengan ciuman di pipi kanan dan di pipi kiri bonus pelukan (seperti teman lama yang lama tidak bersua padahal baru saja bertemu kemarin malam). Sayangnya, kedua tangannya penuh jadi tidak bisa membalas pelukan hangat Yixing. Jadi dia hanya nyengir tipis dan berkata, "Kuharap kalian belum makan, aku bawa banyak dan sayang jika tidak dimakan. Ini dari restoran kesukaanmu, Yixing."
"Oh ya?" Mata sayu Yixing terlihat senang, "Kalau begitu aku akan segera menyiapkan piring dan gelas."
"Sehun di mana?" itu yang Kyungsoo langsung tanyakan saat melihat sofa sudah kosong.
"Di kamar Yifan."
Mau bagaimanapun, Kyungsoo sangat tidak suka saat Yixing menyebut nama laki-laki itu, bahkan untuk menunjukkan kamar mana yang ditempati Sehun pun dia membayangkan seseorang yang tidak akan kembali dengan pandangan lembut yang menunjukkan rindu yang amat sangat. Itu tidak seperti Kyungsoo akan bisa menahannya untuk menyebut nama terkutuk itu, jadi dia diam saja dan melangkah ke kamar yang disebut.
Barang-barang di kamar yang pernah ditempati orang itu (Kyungsoo tidak mau menyebut namanya) tidak bergeser sesenti pun, kecuali untuk seprai yang sudah ditiduri Sehun. Kalau anak itu tertidur, wajah tampannya yang menyesatkan orang seolah dia terlihat lebih tua tampak menjadi lebih lembut, seperti seharusnya umurnya. Garis wajahnya tegas dan bibirnya kecil berwarna merah muda, itu membuat Kyungsoo seperti ditusuk di dada saat melihat pipinya membiru dan matanya sedikit bengkak, sementara di ujung bibirnya terdapat luka.
Kyungsoo sudah belajar berdasarkan pengalaman dari dulu-dulu agar tidak menyentuh Sehun saat tertidur; dia sangat sensitif, sedikit pergerakan akan membuatnya sadar dan menyentuhnya itu fatal, dia selalu terlihat ketakutan dan sekujur tubuhnya gemetar. Sekarang ini pun, meski Sehun masih menutup mata, Kyungsoo tahu dia sekarang sudah sadar dan memilih untuk tidak membuka mata atau melakukan apa pun.
"Aku bawa makanan dan sekarang Yixing lagi menatanya." Kyungsoo berdeham, jalinan rambut ia lepas dan membuat rambut lurus sepantatnya jatuh, ia sedang memikirkan untuk memotong rambut. "Kalau kamu kuat, kutunggu di ruang makan Yixing. Kalau tidak, nanti aku bawakan. Aku beli krim buat pantatmu tadi, semoga sembuh."
Tuh, 'kan, ada suara kekehan.
Sehun menarik tangan Kyungsoo dan menggenggamnya erat. Tidak seperti Kim Jongdae yang tangannya membeku, telapak tangan Sehun yang sedikit tremor terasa sangat panas di kulitnya sampai ia curiga jika Sehun mengalami demam. Dia memang tidak kehujanan, tapi salah satu reaksi trauma itu demam. Sehun berkata dengan suara yang masih serak meski sudah sedikit membaik, "Jangan pergi dulu, Nuna."
Kyungsoo menurut.
"Kamu demam?"
"Ya, tapi Yixing-nuna sudah memberiku obat tadi."
"Makanlah dulu. Mau kupapah?"
"Kyungsoo-nuna."
"Hm?"
"Aku ini laki-laki." Sehun berkata begitu, namun Kyungsoo tidak mengartikan kalimat itu dengan tambahan tidak terucap di belakangnya dengan 'aku juga bisa terangsang' semacam itu sebab dia mengerti Sehun, karena itu Kyungsoo menunggu apa lanjutan kalimatnya, tampaknya Sehun pun bersyukur untuk itu. "Aku laki-laki, fisiknya jauh lebih kuat, tapi aku sangat lemah. Melawan laki-laki lain saja tidak bisa, sampai-sampai akhirnya aku harus ditolong Nuna untuk sekadar berjalan."
"Memangnya salah kalau lemah?" Kyungsoo memandangnya dingin.
"Kalau lemah, tidak ada yang bisa kaulindungi. Meskipun itu tubuhmu sendiri. Dan aku termasuk dalam spesies lemah itu, padahal seharusnya laki-laki tidak boleh lemah."
Sekarang giliran Kyungsoo yang memalingkan muka. "Lemah itu universal, kok, nggak hanya milik satu jenis kelamin tertentu. Siapa yang bilang laki-laki tidak boleh lemah, lagipula… dengan menjadi lemah, kamu bisa belajar bagaimana caranya jadi kuat." Terdiam sebentar, "Apa kamu sedang menyesali sesuatu?"
Sehun mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Kyungsoo yang sedikit lebih kecil, suara yang keluar hampir seperti sebuah isakan. "Kalau ada yang kusesali, Kyungsoo-nuna, itu mengapa aku tidak tertarik pada perempuan."
Kali ini Kyungsoo tidak bisa membalas apa pun.
"Kyungsoo-nuna, Yixing-nuna, semuanya adalah orang baik, tapi mengapa aku tidak bisa jatuh cinta pada orang seperti kalian…"
"Tinggalkan saja orang itu, Sehun."
Itu satu-satunya yang Kyungsoo dapat lontarkan setelah hening menggelap dan mengancam mencengkeram mereka berdua. Tentu saja Kyungsoo merasa kasihan, siapa yang tidak merasa begitu jika melihat orang kesayangannya terlihat seperti vas kaca yang ada di apartemen yang ia tinggali. Sehun tidak menjawab, kentara sekali jika dia menghindari topik semacam itu, sayang sekali Kyungsoo bukan orang yang sabar.
"Gendong aku, Nuna," dia terkekeh ringan.
Yang benar saja, bahkan tinggi badan Kyungsoo tidak sampai seratus enam puluh sentimeter. Ia menggenggam jemari yang sedikit lebih dingin dan menariknya, mengalungkannya di lehernya. "Kalau kamu masih berumur delapan tahun akan kugendong dengan senang hati, tapi kenyataannya kamu tidak jadi kamu harus jalan sendiri."
Sehun memajukan bibir, "Tapi bokongku sakit."
"Jangan manja," Kyungsoo mengernyitkan dahi, "Yixing sudah menunggu kita dari tadi."
x
Kyungsoo datang sembari memanggul Sehun yang menyeret kaki, terlihat jelas jika Sehun hanya berniat bermanja-manja di samping rasa sakit yang memang eksis di pantat dan ucapannya yang mengimplikasikan jika tidak ingin dilindungi atau apa tadi—Sehun memang orang seperti itu, tipikal anak kecil yang butuh kasih sayang namun tidak berani ngomong apa-apa. Untungnya meja makan di rumah Yixing tidak jauh dari kamar yang ditinggali Sehun sementara, jadi penderitaannya tidak berlangsung terlalu lama.
"Kalian lama," Yixing tersenyum, kontras dengan nada merajuknya. Makanan yang dibawa Kyungsoo sudah semuanya tertata rapi di atas piring dan mangkuk untuk tiga orang. Diam-diam Kyungsoo ikut takjub, sebab kapan dia terakhir makan dengan menu sebanyak ini dan bersama orang selain Sehun, dan memikirkan seperti apa rasanya untuk Yixing yang sudah lama makan sendirian. "Kyungsoo, kau bahkan membelikanku bahan makanan untuk tiga hari ke depan. Aku berterima kasih, tapi mengapa?"
"Kompensasi sebab Sehun masih akan bersembunyi di tempatmu," Kyungsoo ikut tersenyum kecil, dengan cekatan mengisi nasi ke dalam mangkuk masing-masing untuk Yixing dan Sehun (yang berusaha mencari posisi duduk senyaman mungkin agar tidak terlalu merasa sakit) baru untuk dirinya sendiri dengan porsi yang lebih kecil dari mereka berdua, lalu menambahkan dengan santai, "Kalau ada yang menemukannya sebelum sembuh telepon saja aku, aku siap menghancurkan mereka."
"Nuna, aku tidak perlu sampai sebegitunya dilindungi." Kali ini Sehun angkat bicara. "Aku baik-baik saja."
"Bilang begitu kalau kau sudah jalan tanpa bantuanku."
"Nuna…" Sehun berkata dengan nada merengek, Kyungsoo menemukan itu lucu sementara Yixing sudah tertawa geli. Setelah itu hanya sumpit beradu dengan lauk serta sendok-sendok sayur berdenting dengan pinggir-pinggir mangkuk berisi sayur. Kyungsoo menatap Sehun dan Yixing yang tampak menikmati makanannya, sesekali bercanda, itu entah mengapa membuatnya merasa senang, lagipula dia tidak merasa lapar jadi ia hanya melihat saja.
Saat Yixing menatap Sehun, itu sudah jelas jika tatapan yang ia gunakan adalah tatapan yang sama yang ia berikan saat ia membahas seseorang yang Kyungsoo menolak menyebut namanya, tatapan yang bercampur antara antusias, gembira, rindu, sekaligus keinginan yang tidak pernah tercapai. Kyungsoo ragu jika Yixing memang menatap Sehun dengan cara seperti itu, sebab dari dulu Yixing tidak pernah tertarik pada orang yang lebih muda. Ini hanya perasaannya saja, tetapi itu tampak seperti Yixing sedang mencari lelaki yang ia dambakan di dalam Sehun, sebab wajah mereka yang sedikit menyerupai satu sama lain dan cara tertawa mereka pun sama.
"Kamu tidak makan, Kyungsoo?" ia mendengar suara bertanya, itu Yixing. Tampaknya dia menyadari jika sedari tadi Kyungsoo hanya memerhatikan mereka, jadi dia menanyakan hal itu padanya. "Nanti kurus dan sakit loh, Sehun cerita jika kamu kemarin ternyata belum makan apa-apa." Yixing menakut-nakuti yang sayangnya tidak berhasil, seharusnya Yixing berkaca. Wajahnya sangat tirus dan lengannya sangat kurus, dia tidak terlihat sehat sama sekali, mungkin sekarang sudah mengembangkan maag kronis di perutnya saking jarangnya dia makan teratur.
Tetap saja, ia nyengir kecil untuk menerima rasa khawatir gadis di hadapannya. "Tadi aku sudah makan saat aku membelikan makanan ini untuk kalian, sepulang dari meminta izin untuk Sehun ke gurunya."
Sehun memotong, padahal mulutnya masih penuh dengan makanan, hampir saja ia tersedak jadi ia menyelesaikan kunyahannya dengan benar sebab tidak ingin mati konyol, lalu menenggak air. "Siapa yang bertemu denganmu, Nuna? Guru Jung? Guru Park? Kyungsoo-nuna tidak diganggu orang, 'kan?"
"Hei Sehun," tatapan Kyungsoo mengarah padanya dengan maksud menginterogasi, "Mengapa kamu tidak bilang jika Kim Jongdae adalah salah satu guru honorer yang sudah cukup lama mengajar di sekolahmu? Bukannya dia mengajar mata pelajaran di jurusanmu? Sosial, 'kan?"
Kali ini mulut Sehun menganga lebar, nada terkejut tidak dibuat-buat. "Jadi Nuna bertemu lagi dengannya?"
"Jadi kamu sudah tahu dia dari lama dan pura-pura tidak tahu?"
Yixing menyimak dengan antusias. Meski tidak tahu masalahnya, tapi dia suka mendengar gosip. Bukan untuk disebarkan, melainkan untuk kepuasan pribadi. Kyungsoo pernah bertanya soal kebiasaannya soal satu hal ini tapi dia hanya mendapat jawaban lirih dari Yixing, 'agar dia tidak merasa tertinggal dari dunia'.
Sehun meneguk ludah, buru-buru mengklarifikasi masalah. "Anu, Nuna, aku memang tidak pernah bilang apa-apa padamu, sebab masalahnya, aku tidak pernah tahu ada guru yang namanya Kim Jongdae."
A/N: akhirnya saya bisa apdet lagi HUHUHUHUHUHU senang banget, tugas-tugas keji yang saya bela-belain kerjain ternyata pengumpulannya ditunda sebab kelasnya dicancel semua yawla gatau harus senang atau sedih. lalu uts take home sudah dikumpulin hari ini dan besok kelas saya baru mulai siang, praise lords :') yap saya emang iseng masukin masalah yixing di sini, hanya saja mungkin nggak akan digali lebih dalam :') thank you reviewnya ya, aduh saya senang banget actually ada 500 orang yang lihat sebab nggak nyangka aja gitu masih ada yang perhatian pada kapal-kapal mini (bukan tulisan saya, sebab tulisan saya ampas, maapkeun)
lalu saya kena racun dan naksir berat sama kyungsoo/sehun (iya kyungsoo yang seme) pls send help dise itu lucu banget saya gakuat o)-(
