Tetsuya menatap pantulan dirinya yang memakai kemeja berwarna biru navy serta dasi berwarna hitam juga memakai jas dan celana khaki berwarna hitam, Rambutnya yang biasa dibiarkan berantakan kini diberi gel dan disisir kebelakang menyisakan sedikit pony disebelah kanan, sedang ponynya yang disisi kiri ditahan oleh jepitan kecil berbentuk silang.
Secara keseluruhan, harusnya Tetsuya terlihat sangat tampan tapi kesan manis dari sosoknya yang ramping dan mungil tidak dapat dipungkiri membuat beberapa wanita juga pria mendesah iri jika melihatnya.
"Tetsuya…" panggil ibunya dari balik pintu
"Ha'i, Okaa-san. Aku sudah siap"
Tanpa melihat lagi penampilannya yang memang tidak ada cela tersebut, Kuroko siap untuk pergi bertemu keluarga Akashi
.
.
.
DISCLAIMER::
Tadatoshi Fujimaki — fudan terselubung *Plak!*
Story:: Sagitarius Red - Hirani
Genre:: sho-ai/ BL, Drama, Romance, Fantasy
Rated:: T+
Pair:: AkaKuro,
Warning:: Cerita ini mengandung unsur shonen ai a.k.a boy love, jadi jika anda bukan seorang Fujo dan Fudan saya harap jangan membacanya, saya tidak menerima flame mengenai 'ke sho-ai' cerita ini. Dan saya selalu cinta AkaKuro! The best pairing ever!
.
.
.
Game 10 (No Subject)
.
Tetsuya tampak gugup dalam duduknya, walaupun ekspresinya yang datar tampak menutupi hal tersebut dari pandangan orang-orang disekitarnya.
Mereka baru sampai didalam ruang VVIP didalam restaurant berbintang lima dan langsung duduk dibangku tepat didepan keluarga Akashi — sangat canggung dan atmosfirnya terasa aneh?
Baik dari kubu Aomine maupun Akashi tidak ada yang membuka pembicaraann, Mereka saling menatap orang didepan mereka
Aomine Daichi, ayah Tetsuya berhadap-hadapan dengan Akashi Seichirou — Ayah Seijuurou. Mereka saling menatap dingin satu sama lain, Menilai lawan didepannya (A/N:: tolong jangan melenceng kejalur yaoi, untuk kedua ayah ini mereka masih straight dan masih cinta istri masing-masing — walau pada akhirnya anak mereka entah kenapa jadi yaoian *sweatdrop*)
Lalu Aomine Tetsuya tampak sedikit menunduk dan merona karena ditatap penuh intimidasi dengan intenitas yang membuat semua tulangnya terasa meleleh oleh Akashi Seijuurou — apakah tatapan Seijuurou bisa membakarnya seperti lilin?
Sedangkan Aomine Tetsuna, Ibu Tetsuya duduk sambil mendelik tajam kesisi meja. Menatap wanita cantik bernama Akashi Yuuna, Ibu Seijuurou yang sedang tersenyum culas
Mereka terus seperti itu hingga kedua wanita yang berada diruangan itu berdiri sambil melemparkan tatapan tajam
"Kau…/ Kau…" kata kedua wanita itu bersamaan sambil berdiri dari bangkunya dan mengacungkan jari mereka kedepan
"Yuuna!" ucap wanita bersurai baby blue tersebut
"Tetsuna!" ucap wanita bersurai hitam
"KYAA!/KYAA!" Teriak fangirlsan mereka bersamaan, lalu mereka berdua saling berpelukan dengan amat OOC sekali, bahkan Tetsuya dan Seijuurou sampe sweatdrop sendiri melihatnya.
Seijuurou membatin ibunya amat sangat tak Akashi sekali sedangkan Tetsuya membatin Ibunya butuh psikiater secepatnya, dan kedua suami dari kedua Fujo tersebut hanya bisa menghela nafas 'inilah yang menakutkan jika kami berbesanan' batin Seichirou dan Daichi bersamaan — terjawablah sudah kenapa anaknya bisa 'yaoian', ternyata kedua ibunya Fujoshi yang meracuni pikiran anak cowok mereka…
"Aku tidak menyangka, aku akan berbesanan denganmu!" ucap Tetsuna
"Akupun begitu!" ucap Yuuna "sebenarnya aku ingin sekali dari dulu berbesanan denganmu, tapi membayangkan Daiki mu itu yang bersanding dengan Seijuurou… hah, tak mungkinkan kalo Sei-kun yang di peruke. Hahahahhhhaha"
Ucapan yang dilontarkan tersebut membuat Seichirou dan Daichi terselak ludah mereka dan terbatuk-batuk hebat, Tetsuya memasang ekspresi horror — ya, buatlah Seijuurou menjadi uke dan kau akan dimutilasi menjadi potongan kecil. Oke cukup Tetsuya tidak ingin membuat fict ini menjadi gendre gore
Sedangkan Seijuurou menggeram kesal. Sial, dia tak mungkin di per-uke siapapun pasangannya dia selalu dan harus menjadi seorang seme karena itu mutlak! — hn, kurasa Seijuurou kau harus memutilasi pengarang fanfict ini karena dia pernah membantu menulis fict dimana kau yang diperuke *peace*
"kau kenapa tidak bilang masih memiliki seorang putera yang begitu manis sekali. Kya! Dia cocok sekali menjadi ukenya Sei-kun"
"hahahahha… aku saja lupa kalo memiliki seorang putera lagi" jawab Tetsuna dengan polos. Dan sebuah pisau menancap dengan indah di kokoro Tetsuya
'Please, Okaa-san! Aku ini emang tipis hawa keberadaannya tapi gak setipis itu juga keless sampai kau tak sadar aku lahir kedunia ini. Jangan bilang kau juga tak sadar jika kau pernah sedang hamil diriku ini?' batin Tetsuya ngelangsa dan super alay
Ah, Seijuurou jadi ingin menghampiri Tetsuya dan memeluk kekasihnya tersebut yang sedang diselimuti kabut mendung karena ucapan tak berperi ketetsuyaan dari ibunya sendiri
Yuuna sendiri bersweatdrop mendengar ucapan sahabat SMA-nya tersebut. 'yah bisa dimaklumilah kadang polos dan bodohnya Tetsuna berbanding tipis' batin Yuuna
.
.
.
.
Yuuna dan Tetsuna sudah kembali duduk dibangku mereka walau masih sibuk berbicara sambil menunggu makanan pesanan mereka
"Kau tahu, Tetsuna" ucap Yuuna "aku tak percaya saat Seijuurou berkata didepan keluarga besar Aka dan orang tua Ryouta lalu berkata ingin membatalkan pertunangan! Aku merasa terkena serangan jantung!"
"oh, aku mengerti perasaanmu" ucap Tetsuna prihatin "akupun akan seperti itu jika Tsheyka kecilku berkata akan menikahi Ogiwara sekarang juga"
"benarkan Tsuna-chan. Dan siapa itu Ogiwara?"
"ah, hanya calon menantu masa depan…" Tetsuna berkedip misterius membuat Yuuna mengangkat sebelah alisnya penuh minat
"lalu aku benar-benar hampir gagal jantung saat dia bilang bahwa dia tertarik pada seorang Aomine…"lanjut Yuuna dramatis
Tetsuna menatap iba temannya dan Seijuurou memutar kedua bola matanya, sedang sang anak tengah Aomine meminum tehnya dengan pelan— menguping? penuh minat
"aku hampir saja pingsan sebelum Yuki-chan mengambil alih situasi dan menjelaskan padaku dan semua keluarga Aka tentang siapa Aomine yang ditaksir oleh putera-ku ini" ucap Yuuna sekali lagi dengan senyum sumringah "dan saat melihat foto Tetsuya-chan dipajang dalam ukuran 8x8 meter diaula besar kediaman Aka…" hell, apa Yuki-chan gila memajang foto Tetsuya sebesar itu disana! — mungkin tidak, karena yang lebih gila Seijuurou yang meminta foto itu dan memasangnya langsung dilangit-langit !
"…jiwa Fujo ku langsung bergejolak hebat! Ini dia, akhirnya! Uke impianku untuk puteraku tercinta. uke yang melebihi kadar manisnya Mira Munakata(Papa kiss in the Dark), dan akan terlihat begitu 'kya!' saat pasrah diatas dominasi seperti Misaki Takahasi (Junjou Romantica), dan membuat semua seme ingin melahapnya buas saat mendengar desahannya yang melebihi desahan seksi Souichi Tatsumi (Koisuru Boukun)" Tetsuna memberikan Yuuna tissue saat temannya mulai mimisan karena omongannya sendiri
Disisi lain wajah Tetsuya sudah memerah seperti rambutnya Seijuurou mendengar ucapan frontal Akashi Yuuna tesebut — memang akan terlihat seperti apa saat dia pasrah diatas dominasi Seijuurou, dan seperti apa desahan yang akan dikeluarkannya?
Tetsuya langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat. tidak. dia tidak bisa membayangkan dirinya justru membayangkan wajah Seijuurou yang menatapnya dengan lapar sambil memaggil namanya dengan lirih. Oh my Heaven?! Tetsuya merasa dia yang butuh tissue sekarang!
"sedang memikirkan sesuatu yang menarik Tetsuya" ucap Seijuurou membuat Tetsuya mendongkakan kepalanya. kaget masih dengan wajah merona
Seijuurou menyeringai, matanya berkilat menggoda "aku berani membayar berapapun untuk tahu apa yang kau bayangkan Tetsuya"
Pipi Tetsuya makin panas mendengarnya "a-aku tak membayangkan apapun Akashi-kun"
"ckckck, kau pembohong yang buruk Tetsuya" Seijuurou menggoyang-goyangkan jari telunjuknya didepan wajah Tetsuya
"ah, tapi kau actor yang sangat baik" lanjut Seijuurou datar. Wajah Tetsuya yang tadi merona kini pias, rasa bersalah menghujatnya
sejak awal Tetsuya harusnya tahu berbohong dalam bentuk apapun tak pernah berakhir baik, dan lihatlah akhirnya Kakaknya merebut tunangan seseorang dan kini dia harus menjadi pengganti tunangan orang tersebut — dan dia jatuh pada orang yang hanya menganggapnya pengganti…
"Tetsuya, kau baik-baik saja" panggil Seijuurou yang melihat sang icy blue menunduk
"aku baik-baik saja Akashi-kun" ucap Tetsuya datar. Tapi, Seijuurou tahu Tetsuya tidak baik-baik saja. Sang scarlet tahu dia telah menekan tombol yang salah dan kini Tetsuyanya telah mundur dua langkah dari genggamannya
.
.
.
.
In Game
.
.
Tetsuya membuka kedua kelopak matanya, dia merasakan sensasi pusing dan bergoyang disekitarnya. Berusaha memfokuskan penglihatannya tapi hasilnya nihil, disekelilingnya semua masih terasa oleng dan terguncang.
Suara-suara berisik diluar berhasil mengalahkan focus Tetsuya ketempat lain, sekelilingnya terdengar berisik dan ribut. Mengedarkan pandangannya kesekitar ruangan dia merasa asing dengan tempat yang didominasi oleh kayu tersebut. Tunggu bukankah terakhir dia berada di penginapan Desa Alson?
Tempat Tetsuya berdiri tak berhentinya teguncang dan bergoyang seakan mengalami gempa bumi yang bertubi-tubi. Dengan rasa penasaran didekatkan dirinya pada sebuah kaca jendela bulat yang tertutup untuk memastikan pemikirannya sekarang. Bahwa dia berada di…
"Laut" gumam Tetsuya
Masih merasa bingung terhadap situasi yang ada, bagaimana dia bisa berada didalam sebuah kamar asing tanpa seorangpun yang dikenalnya. Apa dia diculik?
Menepis pemikiran tersebut karena tak melihat ada benda yang mengikatnya, Tetsuya melangkahkan kaki mendekati pintu keluar. Jika benda itu tak dikunci berarti dia tak diculik dan teman-temannya berada disekitar sini
Suara 'klik' membuat Tetsuya menghela nafas lega. Mengikuti intuisi-nya dia melangkahkan kaki mencari pintu keluar dan menemukan sebuah tangga yang membawanya keatas.
Terpaan angin beraroma asin dan lembab menyentuhnya membuat dia merasa nyaman sesaat sebelum suara berisik dan gaduh dia dengar, serta keramaian orang-orang yang tampak sibuk tertangkap lensanya.
Tak jauh dari sana dia melihat Ryouta berdiri menghadapnya, tampak berteriak-teriak kepada seseorang diatas. Beberapa NPC yang sepertinya merupakan pekerja kapal tampak sibuk membuang beberapa barang.
Melangkahkan kakinya lebih jauh, membiarkan dirinya basah oleh air hujan dan mendengar auman sang badai. Tetsuya berjalan mendekat Ryouta.
Menyadari kehadiran sang icy blue, Kise tersenyum tipis sebelum kembali berteriak
"Daikicchi, lepaskan layar tengah ssu!"
Mendengar nama sang kakak dipanggil, Tetsuya membalikan badan dan melihat Aomine sedang memanjati tiang dengan tali-tali tambang disekitarnya bergerak dengan kelincahan yang tak wajar untuk melepaskan layar utama sang kapal.
Fokusnya kembali teralih ketempat lain, berhenti saat melihat Atsushi mengemut sebuah permen lollipop sambil memegang kemudi dengan rahang yang dieratkan. Wajahnya tampak sedikit frustasi, tapi Tatsuya tampak memberi dorongan untuk sang kekasih disebelahnya
Tak jauh dari posisi Atsushi dan Tatsuya, ada Shintarou yang sedang memegang teropong, memantau keadaan sekitar tampaknya. Tak jauh berbeda dengan Shintarou, menggunakan pandangan hawk eyes-nya Takao menemani Shintarou mengawasi keadaan.
Tetsuya kembali menelusuri pandangan sekitarnya tapi tak dilihatnya sosok sang scarlet. Membalikan badannya untuk menatap kedepan, walau samar dan rabun karena terhalang oleh hujan dan kabut tipis Tetsuya melihat Seijuurou berada dibagian depan kapal. berdiri disana seorang diri tampak menenantang sang badai. Ahk, Seijuurou memang selalu tampak indah di matanya
Tak ingin terlarut lama dalam pesona warna merah yang terlarang, Tetsuya memalingkan wajah dan melihat sosok Yukiko sedang memejamkan mata dan merapalkan mantra-mantra. Tangan Gadis bersurai putih itu menadah menangkap tetes hujan. Disamping Yukiko juga tampak Satsuki berlutut sambil menautkan jari-jarinya dalam posisi berdoa, lantunan nada lagu malaikat terdengar samar-samar ditengah badai.
Mengerti dengan yang kedua perempuan itu lakukan, Tetsuya mengambil posisi yang sama dengan Yukiko. Dia akan berusaha mengendalikan beberapa angin untuk membantu mereka dalam menjaga keseimbangan dan arah kapal
Hampir satu jam mereka bertarung dengan alam, ombak tak lagi memberontak tapi langit tak juga mengembalikan cahaya mentari. Kabut disekitar mereka terasa makin tebal, udara mulai terasa dingin menggigit tulang-tulang.
Tetsuya ingin bertanya mengenai situasi yang ada, tapi tak satu kata-pun yang keluar. Dia masih memilih bungkam. Toh, semua temannya ada disini dan lengkap.
Tak berapa lama mereka masih berselimut hening, ketenangan alam tampak begitu ganjil, kabut-kabut tebal menyembunyikan tangan-tangan kegelapan lalu keheningan itu dipecahkan
Terdengar suara-suara yang terdengar begitu mistis, begitu indah dan memikat, menarik mereka dalam jaring-jaring pesona yang mematikan. Nafas Tetsuya tecekat, dia melangkahkan kakinya tanpa sadar menuju ujung kapal.
Menatap kepermukaan air yang berwarna biru gelap, dia melihat sosok yang indah menatapnya dengan kedua mata bagai pecahan cermin biru pucat yang tampak berkabut dengan surai sewarna laut membuat rambut panjangnya yang tercelup lembut didalam air seperti bagian dari air tersebut — indah.
Bidadari air itu mengulurkan tangannya yang bersisik, mengelus pipi Tetsuya lembut menarik sang aquamarine untuk terjatuh dalam pelukannya, sebelum hentakan kasar dari pergelangan tangan Tetsuya membuatnya tersadar dan jatuh bersandar pada sebuah dada bidang.
Mata bidadari lautan itu berkilat marah, menatap sang pelaku yang merebut mangsanya dengan murka lalu berteriak melengking sambil memamerkan gigi-gigi tajamnya. Sang Siren tahu diri, dia tak bisa meloncat masuk kedalam kapal untuk mengambil buruannya jika tak ingin mati disana, tugasnya hanya memikat para pelaut dan membuat mereka berada ditepian sebelum menarik mereka jatuh untuk disantap
"hampir saja kau mati dengan konyol Tetsuya" suara meskulin dari pemilik dada bidang tempat Tetsuya bersandar terdengar. mungkin kini pipi sang icy blue sudah merona, daripada merasa di sindir kini dia sedang berdebar-debar akan kedekatan mereka
"Kau mendengarku?" ucap suara seksi itu kembali. Ahk, Tetsuya rela menjadi pita suara pemuda tesebut yang akan bergetar lembut setiap pemuda itu membuka mulutnya yang begitu ingin dikecup — tunggu? Kenapa Tetsuya merasa pikirannya itu terasa sangat vulgar? Apa dia sudah menjadi mesum karena dia punya Kakak yang mesum. Sial, hubungan darah itu memang petaka!
"Tetsuya aku benar-benar akan memberikan seluruh harta-ku untuk mengetahui pikiran-mu sekarang" geram Seijuurou dengan nada sarat emosi asing yang terdengar sensual — shit! Tetsuya benar-benar ingin menjedukan kepalanya sekarang, kenapa pikirannya jadi begitu kotor!
"Pipi-mu merona merah sekali Tetsuya padahal aku hanya memeluk-mu, Aku tak bisa membayangkan jika aku melakukan hal yang jauh lebih dari ini…" Seijuurou tersenyum miring sambil menoel-noel pipi chubby sang icy blue dengan telunjuk
Jika wajahnya bisa mengeluarkan asap sekarang dia yakin hal itu benar-benar akan terjadi. Seijuurou tertawa melihat reaksi menggemaskan sang kekasih dengan gerakan cepat dia menarik dagu Tetsuya menghadapnya dan menyatukan bibir mereka
Pelan dan perlahan lidah Seijuurou menggoda bibir Tetsuya meminta izin untuk masuk dan menelusuri setiap sudut didalam mulut tersebut, mengerang pasrah diatas dominasi sang scarlet Tetsuya memberikan celah hingga membuat Seijuurou mencecap setiap rasa dan sudut dari kemanisan vanilla yang memabukan disana.
Menghentikan ciuman mereka dan saling memandang intens, Tetsuya sudah yakin jika dia bisa merona lebih dari ini mungkin dia akan gosong.
Dengan gerakan yang tiba-tiba sekali lagi Seijuurou menggendong Tetsuya dengan gaya bridal dan melangkah cepat tidak menggubris teriakan Daiki dan juga Shintarou.
"Hoy, Akashi! Mau kau apakan adik-ku!"
"Akashi, masalah di sini belum selesai, kau harus memimpin!"
Tetsuya merasa sedikit gamang dengan keadaan sekitar, dia rasa dia mabuk karena ciuman barusan karena dia tidak sadar telah dilempar keatas kasur tempat tadi dia terbangun. Kini dia menatap Seijuurou lekat-lekat dengan mata-nya yang melebar dengan polos membuat sang Scarlet menggeram frustasi
"Oh, Tetsuya kau tak sadar sudah membangunkan apa!" Seijuurou melepaskan kancing baju dari kemeja merah polosnya dan menatap Tetsuya lapar, Tetsuya masih memandang sang Scarlet bingung
"Aku sudah tak bisa menahannya lagi, masa bodoh jika ini hanya dunia virtual. Aku juga akan melakukannya nanti di dunia nyata" Tetsuya masih bingung dengan ucapan Seijuurou sampai sang Scarlet mendekatinya dan merangkak diatas tubuhnya layaknya macan kumbang.
"A-Akashi-kun.." gugup Tetsuya
"panggil Aku Seijuurou saat kau dibawah ku Tetsuya" ucap sang Scarlet sambil mengelus pipi sang icy blue dan menjilatinya dengan sensual
Dan hari ini adalah salah satu momen yang tak bisa dilupakan oleh sang icy blue dan selalu membuatnya merona sepanjang hidupnya, bagi Daiki sendiri setidaknya tubuh asli sang Adik masih perjaka — yah, mungkin tidak lama lagi berakhir sama.
'Akashi ternyata mesum juga' batin Daiki dan Shintarou tanpa sadar bersamaan, lalu menatap pasangan mereka yang tampak memandikan peluh karena membantu membereskan kekacauan di kapal sambil tersenyum cerah
Kelihatannya kedua Seme itu memiliki masalah yang sama sekarang, Mereka ingin sekali melakukan hal yang sedang dilakukan Seijuurou dikamar. Sekarang!
Ngomong-ngomong Atsushi dimana ya? Oh, dia udah lebih dulu mengambil inisiatif lebih cepat. Dia udah start lebih awal dari sang Kapten merah dan sedang — oke, di stop disini inget ratingnya T .hehehehehhe…
.
.
.
With vanilla salt
Burning love
If it's just sweet
Then put salt on it
[Vanilla Salt – Banira Saruto(Ost. Toradora )]
.
.
.
To be continued
.
.
Hey, minna! Tolong jangan gebukin saya!
Sagi tau bukannya lanjut BGL malah bikin fict multichapter yang lain tapi bener deh itu fict multi chapter idenya lebih lama daripada BGL jadi Sagi udah gatel kepingin ngetik
Feel BGL gak tau nih lari kemana. Jadi depresi sendiri Sagi-nya padahal ini bakal Sagi tamatin tapi hehehehhe… belum dapat moment-nya feelnya bener-bener ilang makanya chapter ini kayanya ketara banget ya dipaksain. Hahahahaha… maaf ya kalo mengecewakan readers semua. Sagi juga gak janji bakal publish cepat, bisa juga bakal lama dan ngaret kaya gini. Gomenne.
Buat Anon, maaf ya baru Sagi jawab habis bingung musti balas dimana jawabanmu. Papa Kiss in the Dark ada di You Tube cari aja dengan penelusuran 'Papa Kiss in the Dark full English sub'
Kalo nggak kunjungi aja / ^^
