8-Cellent!
BOOK THREE : I'M THE MAIN ROLEPLAY! LOVE CRYSTAL and THE LEGEND OF SLEEPING HANDSOME PRINCE! (Part one)
main cast :
- Kim Jinwoo (Element Master)
- Byun Baekhyun (Weapon Man)
- Kwon Mina (Dangerous Fairy)
- Park Jimin (Beast Boy)
- Choi YoungJae (Kekkaishi / Priest guardian)
- Nam Woohyun (Telekinetics)
- Im JaeBum (Sparkle speed)
Main Supporting cast.
- Kim Namjoon (as guide teacher)
Villeinz :
- Lee Jihyun (Qri)
- Kwon Yuri
genre : FANTASY, SCHOOL LIFE, ROMANCE, YAOI AND STRAIGHT, HUMOR NGGA LUCU :")
AUTHOR'S CORNER : MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEWYEAR! /kasih kado sama anak anak SPECI-6 dan cast lainnya/ pertama tama /? saya selaku author dan para cast mengucapkan selamat natal bagi kamu yang ngerayainnya ^^ /bow/
kedua, mau ngucapin HAPPY 10 CHAPTER! ngga nyangka banget ini fanfiction bisa berlanjut sampai episode (?) 10 huhaa dan juga SELAMAT DATANG DI BOOK 3 dimana book ini sebagian besar mengambil scene di benua eropa, tapi bukan di yunani^^
next, chapter ini adalah chapter pertama pengambilan cast berdasarkan READERCHOICE, buat yang belom ikut sayembaranya boleh banget ikut caranya : review! sertakan cast yang ingin dimuat, lengkap dengan characternya beserta alasan kenapa dia harus masuk cast. yang paling menarik castnya bisa masuk sebagai supporting character!
oke sekian dari author, sekalian minta maaf dulu buat TYPO YANG BERTEBARAN! alur yang ngga nyambung dll. semua kesempurnaan hanya milik tuhaaaan~
terakhir, JANGAN LUPA REVIEW! terimakasih^^
A FAIRYTALE HAS BEEN AWAKE. BOOK THREE, OPEN!
...
ST. Eveyn, early autumn 2012.
Liburan musim panas baru saja usai. Para siswa ST Evelyn kembali ke kesibukan utamanya, belajar untuk menghadapi ujian akhir dan naik ke tingkat berikutnya.
Kita sampai di kelas 1-F, kelas Jimin, bagian dari speci-6. Kali ini mereka sedang mempelajari sastra bahasa.
"okay, anak anak. Sebelum kita menuju syair, ada yang mau ditanyakan masalah sajak ini?" guru tercantik di ST Evelyn, miss yoona tersenyum sambil menutup bukunya, pandangannya mengernyit ketika mendapati salah seorang murid tidak memperhatikan pelajarannya, malah memperhatikan lapangan olahraga,
Maksudnya kelas yang sedang olahraga.
Larat, siswa yang sedang berolahraga.
"park jimin?" panggil yoona songsaeng sambil meletakkan bukunya di meja dasom, siswa terpintar di kelas siswa sontak melihat ke arah jimin yang masih tidak sadar.
"park JIMIN?" yoona mulai emosi, sedangkan murid lain mulai mgenkhawatirkan nasib jimin nantinya, yaaa minimal masuk ruang BP lah. Taehyung, teman sebangkunya mencolek lengan jimin berkali-kali.
"ssstt.. jim." Panggil taehyung. Jimin masih belum menggubrisnya. "jiiiim, yoona songsaeng memanggilmu!" taehyung berbisik keras di telinga jimin, menjilati cuping telinganya hingga jimin menutup telinganya.
"YA! TAEHYUNG BISAKAH KAMU TIDAK BERTERIAK DI TELINGAKU? AKU SEDANG MEMPERHATIKAN BYUNBAEK CANTIKKU!"
"jadi, apakah si cantik akan bertemu denganmu di ruang konseling, PARK JIMIN, KIM TAEHYUNG? KELUAR DARI KELAS SAYA!"
Jimin berjanji untuk menahan amarahnya pada alien disampingnya lain kali.
…
Istirahat siang.
Sekali lagi… jimin berpergian bersama namja alien itu, yaa taehyung. Mereka sedang berjalan menuju kantin, mengisi perut. Taehyung Nampak cemberut, begitupun jimin. Keduanya menunduk, tanpa ada percakapan berarti.
"min, gara gara kamu nih… aku jadi kebawa sial." Taehyung berucap sambil menatap jimin sebal. Yang ditatap hanya menggendikkan bahunya sambil mendengus kesal.
"kok aku, sih? Udah hampir tuli gara-gara kamu berteriak di telingaku, kegelian juga soalnya kamu jilatin telinga aku, dimarahin yoona songsaengnim gara-gara kamu teriak ampe masuk konseling, menghancurkan konsentrasiku saat memperhatikan baekhyunku yang cantik, MASIH MAU BILANG AKU YANG SALAAAH? OOOH KURASA KAMU SUDAH GILA KIM TAEHYUNG!" jimin mengeluh sambil menjitak kepala taehyung keras. Enak saja menghancurkan daydream seseorang.
"a-aduh! Tapi tetap saja tanpa aku berteriakpun kamu akan tetap masuk ruang konseling karena melamunkan baekhyun!" taehyung emosi sambil mencubit pinggang jimin. "tunggu, baekhyun maksudmu… byun baekhyun? Teman satu dorm kamu itu? Yang anak klub kesenian itu? Yang pendek pendek itu?" lanjut taehyung sambil berbinar binar, sedangkan jimin menaikkan sebelah alisnya, memandang bingung taehyung.
"iya, kenapa memang…" kata kata jimin terpotong saat tiba tiba taehyung menggenggam tangannya dan mengangkatnya hingga sebatas dada, lalu mengedipkan matanya berpuluh puluh kali – imut maksudnya – [yang jimin anggap menjijikan].
"DIA ADALAH MURID FAVORITKU DISEKOLAH INI. KAU TAU BAHKAN AKU MENDIRIKAN BAEKHYUN LOVERS YANG SAAT INI ANGGOTANYA SUDAH 25 ORANG! BAHKAN SUNBAEPUN BANYAK YANG SUKA SAMA DIA!" ucap taehyung sembari melepaskan genggaman tangannya dan dengan mata berapi-api ia terlihat bersungguh sungguh.
'anak ini gila, kurasa. Aduh ada orang yang aku kenal ga ya, aku mau pergi aja' pikir jimin sambil celingukan mencari orang yang ia kenal dan segera pergi dari makhluk yang terus saja mengoceh ini.
Ia menengok ke arah jam 2, dan melihat Youngjae, Woohyun, Jaebum (yang selalu ada disamping kekasih blondenya saat istirahat dan di dorm) dan… baekhyun. Ia sedang membaca sebuah kertas berwarna ungu (yang sepertinya surat cinta) di tangannya sambil memakan roti isinya tanpa mempedulikan orang orang di sekitarnya. Jimin tersenyum.
"BAEKHYUN!" ia berteriak kemudian berlari menuju baekhyun meninggalkan Taehyung yang…
"… Jadi sebelum kamu mendapatkan baekhyun kamu harus registrasi dulu di baek.. YA! JIMIN! BERHENTI! TUHAN KENAPA KAMU MENINGGALKANKU!"
… mengacak rambutnya frustasi.
…
"park?" Tanya baekhyun begitu tiba tiba jimin menarik tangannya sambil menunjukkan senyumnya (yang menurut baekhyun lebih manis dari apapun. Sayangnya ego membuatnya harus memungkirinya) lalu menggigit roti isi milik baekhyun dan merebut kertas ungu ditangannya, kemudian baekhyun menatapnya garang.
"YA! PARK KEMBALIKAN!" teriak baekhyun sambil berusaha mengambil kertas itu kembali. Jimin menyeringai jahil sambil mengangkat kertasnya tinggi tinggi sampai baekhyun tidak bisa menggapainya.
"tidak! Kali ini katakan padaku ini surat dari siapa?" kata jimin sembari terus menjauhkan kertas dari baekhyun, yang menjauh dan mendekati woohyun…
"nam, bantu akuuuuu" kata woohyun merajuk sambil menarik narik lengan jas woohyun, yang hanya menatapnya dingin.
"kamu tidak membagi roti isimu. Apa aku mengenalmu?" katanya sambil lanjut memakan chobits rasa cokelat dan kembali mengabaikan tidak menyerah, kemudian menatap penuh harap jaebum yang notabene kakak kelasnya dan… youngjae memelototinya seolah berkata 'apa-kamu-liat-liat-pacar-aku?naksir?' yang langsung dibalas baekhyun dengan mengalihkan pandangannya ke jimin, yang masih tersenyum.
"aku menyerah park." Baekhyun terdengar lemas sedangkan jimin menyeringai puas sambil dalam hatinya berteriak 'YES!'
"oke.. jadi ini surat cinta dari…
Komunitas Teather Korea selatan mengundang anda untuk mengikuti audisi untuk pemeran utama teather musical yang berjudul "Sleeping beauty"pada hari ini, dibalai-kota depan gedung pemerintahan daerah. Dimohon hadir untuk tepat waktu, terimakasih.
APAAN BAEK?" kata jimin sambil mengembalikan surat dari komunitas teather kepada baekhyun, sekarang malah jimin yang tersenyum lesu, sedangkan baekhyun tertawa bangga.
"AKU. HARUS. IKUT. AUDISI. INI, PARK!" kali ini baekhyun dengan tatapan berapi api dan meninjukan tangannya ke udara (seperti yang taehyung lakukan beberapa saat lalu) sedangkan jaebum, youngjae dan woohyun… sudah menghilang sejak tadi.
"park, kau harus menemaniku."
…
Ini sudah pukul 14.30. sudah jam pulang sekolah. Mina masih mengobrol di depan kelasnya bersama choa dan Nicole dikejutkan dengan pemuda manis yang berlari menuju kelas F, yaaa sebut saja itu baekhyun, mau menyusul pemuda dengan mata yang sedikit sipit sebelah dan memiliki badan atletis yang tadi siang sudah berjanji untuk menemaninya audisi.
"Mina, itu temanmu kan?" Tanya Nicole sambil melihat kearah baekhyun berjalan. Mina menatap horror temannya itu sambil mengangguk.
"dia cantik ya? Pasti beruntung yeoja atau namja yang berpacaran dengan dia." Kata choa melanjutkan perkataan Nicole, kemudian mereka mengangguk bersamaan, sedangkan mina menghela nafasnya kasar.
"sebenarnya… dia di dorm sama saja dengan anak laki-laki namjachinguku juga datang ke dorm membawa 2 hadiah. Satu untukku dan satu untuk namja manja itu." Mina memutar bolamatanya malas, membuat choa dan Nicole membelalakkan matanya.
"jinjja?" kata mereka bersamaan, mina mengangguk dan melihat jinwoo yang berjalan kearahnya bersama pembimbing mereka, kim namjoon.
"iya. Kemudian mereka mengooobrol sepanjang hari masalah make up, perawatan wajah dan perawatan kulit. Uhh sebel." Mina mengeluh sambil mengerucutkan bibirnya imut, sementara Nicole dan choa menahan tawanya. "sudah ya teman teman! Aku mau pergi dulu…" kata katanya terhenti ketika mendengar suara dari kelas jimin.
"PARK AYO ANTARKAN AKU!"
"AKU TIDAK BERJANJI BYUN KAMU SAJA MEMAKSA! AKU MAU KE KAMAR TAEHYUNG MAU MAIN PS NIH AH"
Mina memperhatikan baekhyun dari tempatnya duduk sekarang. Terlihat ia (baekhyun) masuk ke kelas jimin lalu menarik lengan jimin keluar dan segera pergi menuju parkiran yang terletak tidak jauh dari gerbang sekolah. Dari kejauhan mina juga mendengar teriakan frustasi jimin seperti…
"AAAA LEPASKAN AKU BYUUUN" atau "AKAN KUADUKAN KAMU PADA KOMNAS ANAK" serta "YATUHAN SIAPAPUN TOLONG AKU!"
"mi-mina kami duluan ya…" kata Nicole dan choa sambil beranjak pergi karena takut. Mina menghela nafasnya sambil mengusap dadanya, lalu mulai berjalan menuju dorm.
"hey mina." Sebuah suara menginterupsi langkahnya, dan berhenti. Mina mencari sumber suara, dan menemukannya. Woohyun sedang duduk di jendela kelasnya, tersenyum menatap ke arah mina lalu melompat.
Hup
"ada apa woohyun? Dan MAU KEMANA KITA HEEEEYY ARAH DORM SEBELAH SANA!" Tanya mina bingung ketika woohyun menarik tangannya menuju ke gerbang. Woohyun hanya tersenyum tipis lalu menatap mina.
"kamu mau jimin terluka gara gara makhluk cantik tapi buas itu?" senyum woohyun semakin melebar. Mina terdiam sejenak. "ayolah. Guru namjoon tidak akan mau menunggu lama dengan Porsche nya yang mengkilap itu." Lanjutnya ketus sambil menarik tangannya ke parkiran ST Evelyn.
Sesampainya di parkiran, terlihat youngjae dan jaebum yang sudah berada di atas motor sport milik jaebum sedangkan namjoon dan jaebum sudah ada di mobil Porsche warna merah mengkilat kesayangannya.
"Yo! Masuklah kalian!" jinwoo berteriak sambil tersenyum, lalu mengambil remote dari dashboard mobil namjoon dan membuka pintunya. Mina dan woohyun segera masuk ke dalam mobil yang mulai melaju keluar sekolah, diikuti motor jaebum dan youngjae.
"jadi… mau kemana kita?" Tanya mina sambil menyembulkan kepalanya diantara jinwoo dan namjoon, yang berada didepan, woohyun Nampak sibuk dengan ponselnya. Namjoon tersenyum.
"kita punya beberapa agenda hari ini. Aku baru gajian jadi setelah kita menonton audisi baekhyun,kita akan menghabiskan waktu!" namjoon berkata senang sambil tertawa, diikuti jinwoo dan woohyun, dan mina.
"WOOOH NAMJOON SONGSAENG JUARA!"
…
Seoul cityhall, 15.15
Youngjae dan jaebum sudah memarkirkan motornya disamping motor CBR berwarna hitam, milik jimin lebih dkk sudah keluar dari mobilnya dan melihat motor jimin di parkiran.
"wooh, dia ngebut banget. Padahal sama kita Cuma selang 5 menit." Jinwoo berdecak kagum sambil berjalan menuju aula kesenian di cityhall.
Baru saja mereka akan masuk…
Krieeett..
Seseorang membuka pintu, itu jimin, ia masih memakai seragamnya berbanding terbalik dengan baekhyun yang menggunakan pakaian khas kerajaan dinasti joseon. Baekhyun dan jimin berhenti, kemudian menatap kearah mereka lalu tersenyum.
"um.. hai!" sapanya pada kawan kawannya plus songsaengnim yang masih menatap baekhyun dengan pandangan… errr okay lupakan.
"baek, kamu mau audisi atau pawai sih?" – Mina
"seingatku ini pemilihan pemeran untuk fairytale internasional klasik" – woohyun
"baekhyun selalu adorable, apapun yang ia pakai" – Jinwoo
"kostum yang ia pakai pasti milik sekolah" – Youngjae
"eyelinernya luber" – jaebum
"aduh tas baekhyun berat banget. Bantuin dong." – Jimin.
Namjoon menghela nafasnya pelan, melihat kelakuan murid manisnya itu, tapi sesaat kemudian ia tersenyum.
"baek, ceritakan semua mengenai audisimu saat makan malam di La Pẽtite hari ini, okay? Songsaeng yang bayarin, kok." Namjoon berucap sambil memperlihatkan dimplenya, yang dibalas tatapan tak percaya jimin dan baekhyun.
"La Pẽtite? RESTORAN SUPER DUPER MAHAL ITU? OKE HYUNG DENGAN SENANG HATI!" baekhyun mengambil tasnya dari pangkuan jimin (dan membuat jimin terhuyung kebelakang) dan segera berlari ke kamar mandi.
"KAMI TUNGGU DI PARKIRAN BAEKKIE!" teriak jinwoo sambil membantu jimin berdiri dan dibalas teriakan keras khas baekhyun, kemudian berjalan bersama menuju tempat parkir.
"menyerah, min?" Tanya jaebum sambil merangkul jimin yang terus saja menunduk, yang kemudian beralih menatap sunbaenya yang tersenyum miring.
"haft begitulah, jaebumhyung.." kata jimin, mencoba tersenyum. "dia sangat sangat tidak peka, haaah entahlah aku tidak mengerti jalur pikirannya." Lanjutnya, lalu kembali menunduk. "aku.. aku hanya senang dia ada disampingku, tertawa, dan bahagia bersamaku, hyung." Katanya kemudian lalu berjalan menuju motornya, dimana baekhyun sudah menunggunya sambil memegang helm berwarna ungu, warna kesukaan baekhyun. Jaebum hanya menatapnya sedih.
"cinta itu rumit, ya." Gumam woohyun dan youngjae yang ada dibelakang jaebum, entah sejak kapan, sambil memakan potato twist dan corndog. Jaebum kemudian tersenyum dan mendekati youngjae, lalu merangkulnya, sementara woohyun langsung menghampiri mobil namjoon dan masuk.
"yaaa begitulah chagi." Jaebum berucap sambil menghapus jejak saus corndog di bibir youngjae dengan jempolnya. "tapi percayalah, cinta jimin akan sekuat cintaku padamu, yang bertahan dan tak berubah walau sudah hampir 10 tahun. /Chu/ saranghae, Im Youngjae." Kata jaebum sambil mencuri sebuah ciuman kecil dari bibir youngjae, yang sekarang memerah malu.
"aku choi youngjae, hyung. Dan satu yang pasti, aku juga mencintai kekasih mesumku~" youngjae berlari menuju motor jaebum dan langsung mengenakan helm warna kuning lengkap dengan kacamata penerbangnya, terlihat imut di mata jaebum yang terus tersenyum dan mengenakan helmnya kemudian menstarter motornya.
…..
La Pẽtite, 18:30.
Sepertinya membawa anak anak, sebangsawan apapun mereka, ke restoran bintang 5, tetap saja mereka anak anak. Namjoon menghela nafasnya kasar. Jimin sedaritadi hanya mengaduk-aduk makanannya, seperti yang sedang putus cinta. Lalu baekhyun yang tidak berhenti mengoceh mengenai para penggemarnya di sekolah pada jinwoo, yang sepertinya tidak menanggapi karena pandangannya teralihkan pada… seekor lobster merah besar, dengan saus.. umhhh… dan memakannya tanpa mendengarkan baekhyun. Jaebum dan youngjae? Jangan ditanya, mereka pasti sedang bermesraan. Mina dan woohyun sepertinya paling normal, kecuali pada bagian woohyun menumpahkan sup di meja.
"Kids.. jebal." Namjoon meminta perhatian pada anak anak didiknya. Beruntung mereka segera berhenti melakukan kegiatannya dan menatap namjoon, lengkap dengan capit lobster (di mulut jinwoo).
"baekhyun, jadi… bagaimana tadi?" Tanya namjoon pada baekhyun yang mengernyit tak mengerti. Namjoon menghela nafasnya pelan "itu, audisi." Lanjut namjoon dan baekhyun hanya membulatkan mulutnya.
"ooh.. aku.. mendapatkan peran utama. Menjadi pangeran yang nantinya akan mencium puteri aurora."
BYUURRRRR
"JIMIN!"
Jimin kaget. Ia sedang minum ketika mendengar baekhyun akan mencium lawan mainnya di teather itu, dan mengenai wajah woohyun yang ada didepannya, menjadi basah.
"me-mencium katamu!" jimin setengah membentak, baekhyun menatapnya dengan pandangan menyelidik.
"kenapa? Iya, mencium. Dan tebak, siapa yang aku cium? LEE Qri! Bintang teather terkenal itu!" baekhyun bangga dan memamerkan senyum kotaknya.
BRAKKK!
"Woohyun, ayo pulang!" ajak jimin tiba tiba sambil menarik tangan woohyun keluar dari restoran, diselingi tatapan tidak mengerti dari semua orang, terutama baekhyun.
"e-ehh? Aku yaudah kami pulang duluan yaaa annyeong!" woohyun berpamitan sambil ditarik jimin keluar dari restaurant.
"a-ha… kurasa dia cemburu." Bisik youngjae pada jaebum yang hanya dibalas dengan anggukan kepala pacarnya, kemudian melanjutkan makannya. Baekhyun masih mengernyit tak mengerti, lalu menggendikkan bahunya.
"yaah.. padahal kabar baik lainnya teather itu akan dilaksanakan di paris, perancis."lanjut baekhyun yang membuat semua orang di meja itu jawdropped.
"PERANCIS?" teriak mereka bersamaan, kecuali namjoon. Baekhyun hanya mengangguk polos.
Iya. Emang kenapa? dan Kenapa sih si park itu?" monolog baekhyun.
'kamu ngga peka banget' pikir mina dan jinwoo.
…
Sementara itu, di motor…
"jim, gwaenchana?" Tanya woohyun sambil menepuk bahu jimin, meminta jawaban. Jimin hanya mengangguk sebagai jawaban. Woohyun tidak berani lagi bertanya, dan terdiam sepanjang perjalanan.
'sial! Kenapa dia tidak peka! Padahal kode yang aku kasih udah jelas banget. Apa kurang? Bahkan dia berani beraninya bilang mau cium orang. Emangnya bibirnya apa? Sial siaaaal!' pikir jimin sambil secara tidak sengaja memutar knopgasnya kencang sehingga motornya makin melaju cepat.
"WOOOOHOOO PARK KAU TIDAK SAYANG NYAWAMU HAAAAAAAA?"
"BERISIK NAM WOOHYUN ATAU KUTENDANG KAAAAAU!"
…
KEMUDIAN TO BE CONTINUED DENGAN SEKSINYA
...
AUTHORS NOTE! HAI! Maaf kemaren ngga update sama sekali, ada masalah di otak dan handphone, jadi dengan sangat terpaksa ngga update. Btw, ini part 1 dari book 3, semoga terhibur ^^.
SAYEMBARA MASIH DIBUKA! Buat yang belom ngirim saya tunggu paling telat besok siang yaa^^
Oke sekian dari author, maaf kalo pendek ini dikejar waktu :( sekali lagi, KEEP REVIEW! Ppyeong! ^^
Jinyoungieh || Maknaessi
©2014
