Minna, gomen yyy harusnya udah dari kemaren-kemaren ni chap muncul tp karena kesalahan teknis, file nya kehapus
Oh ya ide reader untuk masukin fic ini ke arsip boleh bgt tuh, tp author ga tau caranya hehhehe, maklum author masih baru
Yang tau caranya massage yyy ke author.
Author juga akan menjelaskan 1 hal
Bayak yang bertanya tentang Naruto,
Itu sih rahasia author
Thanks yyy udah review, dan yang belom review yyy untuk kelanjutan chap selanjutnya
Sampai jumpa
+++++++++++++++++++++
Konoha, desa yang 12 tahun ini terlihat damai dan tenang, namun 12 tahun silam meraka harus tegar dan rela, karena telah kehilangan pahlawan mereka di pertarungan akhinya, entah apa yang terjadi terhadapnya, gugur atau hilang entah kemana
Gerbang Hijau ciri khas Konoha ini dari tahun-ketahun selalu sama, namun kali ini berdiri 2 orang Ninja desa tersebut
" Kau sudah bawa perlengkapanmu Minato "
" Tentu paman, semua sudah ku bawa, sampai baju daleman aku bawa hahahhahahhha "
" Kau bawa itu ? "
Mendengar perkataan Konohamaru Minato yang tadi riang dan penuh semangat, kini seperti orang bodoh karena tak tahu apa maksud Konohamaru dengan kata ITU
" Maksud paman apa ? "
Konohamaru hanya menghela nafas lemas, perkataannya ternyata tidak dimengerti Minato
" Baka!,maksudku apakah kau bawa uang, karena aku tak mau selalu mentraktirmu nanti "
" Uang, hey! kau ini kan pacar bibiku harusnya kau bertanggung jawab atas semuanya tentang aku "
" Iya! Tapi aku juga tak punya cukup uang kau tau baka! "
Pertengkaran klasikpun terjadi disana, hingga dipisahkan oleh penjaga gerbang Konoha, tapi itu sia-sia saja
Pertengkaran merekapun terhenti takkala ledakan kecil yang meninggalkan 2 sosok tubuh, Hanabi dan Rien anak didik Hanabi
" Kalian bertengkar saja, hentikan! "
Ternyata memang ampun teriakan Hanabi yang dapat menghentikan adu mulut jutsu mereka
" Ada apa sayang kau kesini "
Konohamaru yang ingin bermanja dengan Hanabi malah mendapat jitakan yang kuat dikepalanya ditambah raungan omelan dari putri Hyuga itu
" Jangan mempertontonkan kemesraan kita di depan umum, dasar Baka "
Konohamarupun hanya cemberut kesal sambil menahan sakitnya di kepala
" Minato, ini bekal dari kakek, jangan dihabiskan "
Ternyata Hiashi selalu mengalah kepada keputusan cucunya ini untuk belajar di gunung Myobokuzan, walaupun Hiashi tak ingin di keluarganya ada sannin katak lagi.
Konohamaru melirik ke arah kantung yang diberikan Hanabi, ternyata banyak sekali isinya
" Oh ya, satu lagi, ada yang ingin bertemu dengan mu Minato "
" Siapa "
" Ini dibelakangku "
Hanabi menunjuk dengan menggunakan gerakan mata saja,
" Ah... , sensei jangan begitu "
" Ayolah Rien, jangan seperti itu "
Seperti yang Kita ketahui Rien juga adalah keturunan Hyuga, Rien yang semenjak datangnya Minato selalu memperhatikan anak itu,baginya Minato adalah pujaannya, Rien memang bukan bangsawan Clan Hyuga tapi nama ayahnya juga diakui oleh ketua Clan Hyuga yaitu Hiashi, bahkan Rien selalu terlihat dengan Hanabi semenjak Hanabi menjadi mentor team 6
" Ano, ano, Minato-kun, ak, aaakkkuu cuma mau bilang hati-hati "
Hanabi yang melihat itu teringat akan seseorang yaitu kakanya Hinata.
" Yosh, sudah jangan lama-lama bermesraannya, mari kita berangkat Minato "
Konohamaru mendeklarasikan keberangkatan mereka,
" Jaga dia Konohamaru "
" Tentu saja sayang "
" Anak itu sudah keluar tuan "
" Bagus, inilah yang aku tunggu-tunggu, Naruto, uhukkkk, uhuuukk, uhuuuk, sialan ! "
Oranga yang dipanggil bos itu diakhir perkataannya Tiba-tiba batuk dengan keras sambil mengeluarkan darah, ketika nama Naruto di sebut, kemarahannya semakin memuncak tak terkendali, matanya yang memang sudah merah bertambah seperti merona darah
Pemikirannya kini teringat saat pertarungan terakhirnya melawan Naruto, ini lah hadiahnya saat berhadapan dengan Naruto
" Cepat ambil kotak harapan, keluarkan king bear sekarang "
Tanpa berkata apa-apa sang asisten itu mengeluarkan Kotak Besar berwarna Hitam, dan mengeluarkan sesosok beruang dengan sayap kelelawar yang di pinggangnya terselip Katana, bukan hanya satu melainkan 3 Katana sekaligus.
" Saya siap melayani Raja Tengu "
" Hehehhehhe bawa anak itu hidup atau mati, dan kau boleh membawa 50 pasukan gagak merahku untuk membantumu "
" Baik Tuan "
Dengan sekejapan mata King Bear dan 50 pasukan gagak merah menghilang, meninggalkan Raja Tengu dan asistennya
" Chidori ! "
Balmmmm! Decitan suara itu berakhir dengan ledakan kecil di gundukan tanah, tanah yang semula seperti mini gunung kini harus terpisan, terpen car entah kemana, debu-debu pun berterbangan mewarnai langit-langit
" Apakah sudah cukup sensei "
" Yah lumayan, lakukan lagi "
Hitachi mulai merapalkan segel tangan lagi, decitan itupun terdengar lagi, namun sesaat sebelum menghantamkan Chidori ke gundukan tangan, tiba-tiba perhatian mereka teralihkan oleh sesosok yang tiba-tiba datang dalam sekejapan mata
Baju Kimono yang melambai-lambai dan dipinggangnya terselip Katana dengan ikat pinggang menyerupai tambang,
" Bagaimana hasilnya "
Sasuke bertanya kepada Onizuka tentang hasil latihan anaknya itu
" Perkembangannya lumayan sensei "
Namun nampaknya raut muka dari Sasuke melukiskan ketidak puasan.
" Kau lupa apa yang kuajarkan padamu Onizuka, kata lumayan tidak cukup ! "
Sambil memicingkan matanya kepada Onizuka, nampaknya Sasuke agak marah, tanpa merapalkan segel tangan, di tangannya kini telah hadir cahaya yang decitannya lebih berisik dari decitan yang dibuat Hitachi
Sekejap mata tiba-tiba Sasuke sudah menghantam gundukan tanah di depan Hitachi, al hasil gundukan itu hancur lebur menyisakan debu-debu yang berterbangan, daya ledakannya pun berkali- kali lipat dari yang Hitachi lakukan
" Itulah Chidori Hitachi, aku memberikanmu nama Hitachi agar kau bisa seperti kakak ku, bukan menjadi lemah seperti ini "
Mendengar itu Hitachi hanya diam, namun terlihat jelas muka kekesalannya
" Dasar sombong "
Menggerutu dalam hati hanya itu yang ia bisa lakukan, mau berontak dengan ayahnya sama saja mencari mati.
" Dan kau Onizuka jangan jadi guru yang lembek "
" Baik sensei "
Kini Sasuke menghilang seperti tertiup angin, meninggalkan Onizuka dan Hitachi berduaan lagi
Tap, tap, tap suara derap langkah yang hampir tak terdengar itu berirama saat langah kaki kedua ninja itu beradu dengan batang pohon, berlari dari pohon ke pohon bukanlah hal yang sulit bagi seorang ninja,
Jarak mereka sudah sangat jauh dari tanah kelahiran mereka yaitu Konoha
" Apakah masih jauh paman, menuju gunung Myobokuzan "
" Sebenarnya, aku tak tahu Minato jalan menuju kesana "
" Apahhhhhh! "
Gubrak, Minato kehilangan konsentrasinya takkala mendengar jawaban dari Konohamaru, kini Minato harus menerima tubuhnya beradu di tanah terjatuh dari pohon-pohon besar
" Sial, kau ini main-main paman, sudah sejauh ini kau bilang tak tahu arah gunung Myobokuzan "
Sambil mengusap-usap kepalanya yang sepertinya agak sakit karena terbentur tanah tadi, Minato menggerutu dan memaki Konohamaru
" Aku kan belum selesai bicara dasar anak Baka, aku memang tidak tahu jalan menuju Gunung Myobokuzan, tp mungkin tempat itu tahu "
Minato sedikit kaget dan interest, dia ingin tahu apa yang dimaksud tempat itu
" Maksudmu paman "
" Tempat latihan kakek mu Yondaime bersana tuan Jiraiya "
Minato membayangkan tempat latihan Yondaime dan Jiraiya, namun tak sempat membayangkan tangan Minato sudah di tarik oleh Konohamaru
" Ayo cepat bangkit, perjalanan kita tinggal sedikit lagi "
Perjalanan pun dilanjutkan, dengan diiringi angin yang menggigil tak membuat langkah mereka terhenti, namun di balik angin yang berhembus terdapat beberapa sosok yang sedari tadi nampaknya menguntit mereka.
" Uhukkk, uhuukkk, uuhuuukkk, sial, darah ini mengganggugu, lumayan sakit juga ya rasanya "
" Jangan banyak bergerak bocah, Konsentrasilah, dan kalau kau ingin cepat jangan kau keluarkan cakra lagi dari tubuhmu "
" Hehheheh, aku hanya tak sabar "
" Dasar baka "
Mata merah itu selalu mengawasi pergerakan Minato dan Konohamaru, nampaknya mereka mencari titik lengah dari Minato dan Konohamaru.
Beberapa dari mereka mencoba untuk mendekat dan sudah memepersiapkan Katana mereka di genggaman masing-masing tangan mereka
Nampaknya ini lah saat yang tepat untuk menyerang, Katana itu mulai di ayunkan ke arah tubuh ke 2 Ninja itu, Konohamaru dan Minato
Tebasan itu nampaknya tak mengecewakan mereka, ayunan Katana itu tepat mengenai belakang tubuh dari Minato dan Konohamaru, blashhhhhh, Aaaaa, teriakan itu muncul dari mulut kedua Ninja itu, al hasil tubuh mereka terjatuh tersungkur ke tanah dengan bersimbah darah yang mulai keluar dari punggung kedua Ninja itu.
" Chidoriiiii "
Jegerrrrrrrr, gundukan tanah yang tadinya rapi kini hancur lebur dengan debu-debu yang berterbangan menutupi langit-langit, debu-debu itu kini menyisakan seseorang yang tengah betrdiri.
" Bagaimana sensei "
" Hmmmm ada kemajuan pesat "
Hitachi yang mendengar itu merasa bangga dengan apa yang ia lakukan tadi, Chidorinya hampir menyamai ayahnya
" Baiklah kalau begitu, kita latihan tanding sekarang, ingat aku tak akan menahan diri, bersiaplah Hitachi "
Bukan main kagetnya Hitachi, tiba-tiba Onizuka langsung menyerang dengan taijutsunya, bukan hanya satu tapi kini sudah ada satu lagi Onizuka yang ternyata satunya adalah Clon nya
Keduanya menyerang Hitachi dengan brutal, Hitachi yang hanya bisa menghindar kini mulai mencoba melakukan perlawanan, dengan melempar shurikennya besanya kearah Onizuka yang ia anggap clon saja, namun Onizuka yang ini dapat menghindar serangan shuriken Hiytachi, tidak sampai disitu saja, shuriken yang tadi berhasil dihindari kini mulai berbalik dan berhasil mengenai Onizuka yang ternyata bunshin,
Onizuka yang asli mulai perapalkan segel tangan dan berakhir pukulan ke tanah, dalam sekejap tanah tempat Hitachi berpijak kini mulai hancur, kalau saja Hitachi tidak menggunakan tali besi yang ia pegang, mungkin ia sudah terperangkap terkubur dalam tanah dalam-dalam
Daya tarikan dari tali besi yang ia tembakan ke batang pohon membuat Hitachi melayang terbang ke langit-langit, ia segera merapalkan segel tangan dan mengeluarkan Bola api khas Clan Uciha dari mulutnya, serangannya kali ini membuatnya puas seketika karena sukses mengenai Onizuka, kesenangannya hanya sesaat karena yang ia bakar hanya sepotong kayu besar
" Sial jurus pengganti "
Disaat kebingungan Hitachi itu, ia menengar ada suara dekat sekali dan ia pun tahu suara siapa itu, namun tak nampak se ujung kukupun Onizuka
" Genjutsu "
Ternyata selama ini Hitachi sudah terkena Genjutsu dari Onizuka, semenjak awal penyerangan yang membuat Hitachi terkejut,
Tanah tempat Hitachi berpijak kini mulai bergelombang layaknya air di laut, membuat keseimbangan Hitachi goyah, tanah-tanah itupun bertumpuk-tumpuk mencoba mengubur Hitachi, rasa sesak dan sakitpun dirasakan Hitachi, lebih parah lagi kejadian ini terus berulang-ulang
Setelah kurang lebih 50 kejadian yang berulang-ulang ini terus menerus, akhirnya Hitachi bisa meloloskan diri dari Genjutsu Onizuka, matanya pun terbuka yang ia lihat adalah sosok Onizuka yang sedang berdiri dihadapannya,
Napas Hitachi begitu terengah-engah, terputus-putus sesak yang terasa pada poernapasannya,
" Baiklah kita istirahat dulu Hitachi "
" Tidak sensei ini belum cukup, hyaaaaa! "
Dengan mata sharingan yang aktif kini keadaan sepertinya terbalik, kali ini Hitachi duluan yang menyerang Onizuka dengan semangat
oke continu lg yyy sampai jumpa, jangan lupa apresiasinya
