LOCKED

Yoochun diam shock ditempat duduknya setelah membaca email dari kedua orangtuanya. Terlalu shock mungkin. Semua cerita kelam isi kedua file itu hampir sama namun ada berapa perbedaan didalamnya.
Yoochun masih tetap diam setelah 10 menit berlalu ia masih duduk diam atas kursinya, hingga suara dari smarphonenya membuatnya bergerak seketika. Ia mengeleng-gelengkan kepalanya, lalu meraih smartphonenya, menetakan satu kali pada layar smartphonenya, lalu bergerak menghapus emailnya, dan berjalan keluar dari dalam kantor menuju rumahnya yang nyaman untuk menenangkan diri.

.

Ketiga namja itu berjalan pelan keluar dari mobil hitam mengkilapnya, menuju sebuah rumah yang cukup mewah, sambil tertawa pelan. Ini hal yang biasa yang selalu mereka lakukan. Mereka berjalan sambil saling bercanda seakan tidak akan terjadi apa-apa.
"Lakukan dengan baik, dan bersih."

"Sudahlah, yoochun hyung. Kami mengerti."

"Dan lagi, ini hal yang biasa kita lakukan. Agak berbeda, sih! Sedikit!" Ucapnya. "Tapi hampir semuanya samakan."

"Lee Seungri, apa kau tau konsep tenang?"

Seungri menatap kearah kedua hyungnya. "Mianhae." Ucapnya lalu tersenyum lebar.

"Sudahlah. Top jangan terlalu menyiksanya. Kasihan magne kita yang satu ini." Ucap Yoochun. Lalu berjalan mendahului keduanya. "Lakukan dengan bersih."
Mereka bertiga berpisah didepan pintu rumah mewah terssebut. Saling memberikan tanda yang sangat baik. Yoochun menekan bell yang ada dipintu masuk menunggu beberapa saat sampai pintu itu terbuka dan menampakkan sosok seorang yeoja yang sudah cukup berumur.

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya yeoja itu.

Yoochun tersenyum lebar. Mmberikan kesan yang sangat baik pada pemilik rumah yang baru saja tiba di seoul beberapa hari yang lalu karena urusan bisnis yang harus dilakukannya. "Maaf, apakah Mrs. Han ada? "

Yaoja itu tersenyum lebar, sesekali mencuri pandang pada TOP yang sedang berdiri dibelakang yoochun. Mungkin terpaku menatap aura yang diberikan oleh TOP. "Ya, saya sendiri."

"Perkenalkan saya Park Yoochun, sekertaris dari perusahaan Choi. Maaf sebelumnya karena saya membuat anda kecewa tadi siang."

"Oh, tidak apa-apa." Ucap yeoja itu sambil mempersilahkan yoochun dan TOP untuk masuk kedalam rumahnya. Lalu ia duduk didepan yoochun dan TOP. "Jadi apakah perushaaan Choi benar-benar ingin berpather dengan perusahaan saya?" Tanyanya.

"Eh, sebelumnya saya perkenalkan lebih dahulu. Disamping saya adalah Choi Seunghyun. Ia adalah wakil direktur perusahaan kami."

"Ah, maafkan saya tidak tahu."

"Tidak apa-apa." Ucap TOP singkat. Ia memperhatikan gerak-gerik wanita yang ada didepannya. Mulai dari dandanan yang terlalu berlebih, pakaian yang terlalu terbuka untuk wanita seusia itu, dan rumah yang terlalu mewah jika untuk seorang wanita dengan status yang dikatakan tidak baik. "Jadi kita akan membahas lebih tentang prodak yang ada akan berikan kepada perusahaan saya." Ucap TOP dengan penuh kharismanya. "Saya sangat tertarik dengan produk yang anda tawarkan. Ya, jika anda benar-benar yakin dapat menyuplai semua barang-barang itu. Anda tahu sendiri perusahaan kami sangat menjaga kerahasiaan produknya. Walaupun kami berkerja didunia mafia. Anda harus termasuk kedalam golongan perfect."

"Maaf, mrs han bisa saya pinjam toilet anda sebentar?"

"Ya, tentu." Mrs. Han berdiri dari duduknya.

Yoochun ikut berdiri dengan Mrs. Han "Tidak perlu mengantar, tunjukkan saja arahnya."

"Lurus saja, toiletnya berada dibalik pintu itu."

"Terima kasih." Yoochun berjalan meninggalkan kedua orang itu. Hanya kurang dari 5 menit ia sudah kembali dari toilet.

"Ya, tentu saya tahu." Mrs. Han berusaha terlihat sangat serius akan apa yang ia sampaikan pada wakil Direktur Choi.

TOP berdiri dari duduknya. "Baiklah, besok anda bisa datang ke kantor saya pukul delapan malam. Kita akan menandai kontraknya." TOP berpura-pura menatap kearah arlojinya. "Kalau begitu kami harus pergi." TOP berjalan meninggal Mrs. Han bersama yoochun.

Yoochun berdiri dari duduknya mengikuti TOP, ia membungkuk 90 derajat. "Selamat malam Mrs. Han. Semoga bisnis kita berjalan lancar. Sampai jumpa lagi besok. Jika kita memiliki kesempatan."

"Ya, senang berkerja dengan anda Mr. Park." Ucap wanita itu.

Yoochun berjalan pelan dengan senyum yang sangat lebar. Esok hari akan ada berita yang sangat besar mengiasi koran korea. Ia berjalan pelan dibelakan TOP, lalu masuk ke dalam mobil hitam mereka. Duduk dengan santai dibelakang kemudi. TOP berada tepat disampingnya. Keduanya tersenyum lebar.
Yoochun mengetik sesuatu dilayar smarphonenya.

'Sudah seperti yang biasa... Aku dengan TOP dan seungri hari ini.' ^^
Kami memakai BOM tidak apa-apakan?
BOM tabung gas... dan alat pemicunya...'

Yoochun menekan tombol send mengirim ke nomor dua orang yang selalu mengajarinya cara hidup dengan cara yang berbeda. Cara dimana kau harus menghabisi orang yang berani mengganggu hidupmu. Menghilangkan siapa saja yang berani mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu.
Ia menghidupkan mesin mobilnya, lalu menekan gas. Tak jauh dari tempat itu, mereka bisa melihat seungri yang sedang tersenyum dengan lebar. Panda korea itu tersenyum lebar, lalu masuk ke dalam mobil duduk di kursi belakang. Ia mengeluarkan smartphonenya, membuka menu game lalu tenggelam dengan game tersebut.

^0^

"SEBUAH RUMAH TERBAKAR HEBAT PUKUL 8 PAGI, DISEBABKAN OLEH LEDAKKAN SEBUAH TABUNG GAS."

Itu rangkaian huruf yang tercetak dengan tebal disemua surat kabar korea sore hari ini. Yoochun meletakkan surat kabar yang baru saja dibacanya. Ia berada disebuah gelato sambil menikmati single coffenya yang hitam pekat. Kedua mata indahnya terus mengikuti objek yang selalu dilihatnya sejak ia menginjak SMA. Semuanya tetap sama tersenyum bahagia, ia bahkan bingung kapan objek yang selalu dipandangnya itu bersedih.

^0^

"Eomma...Appa..."

"Apa kalian sudah sampai di korea?" Tanya keduanya sok kompak sambil terseyum garing. Pdahala berada ditempat yang berbeda namun bisa menampakkan raut wajah yang mirip sekali.

"Jangan mengalihkan pembicaran eomma, dan appa jangan pura-pura tidak tahu akan hal ini."

"Memang kami melakukan hal apa jung yunho?" Tanya sang appa.

Yunho menatap dinding kamarnya. Untung saja boojaenya sedang berada di dapur mengambil minum dan cemilan untuknya. "Jangan bersikap sok polos. Seluruh suarat kabar korea penuh dengan berita itu."

Mrs. Jung menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. "Itu bukan ide eomma. Mungkin ide appamu." Mrs. Jung mencoba melimpahkan semua kesalahan pada suami tercintanya. "Eomma hanya menyuruh yoochun memberikan sedikit pelajaran."

"Appa juga." Jawab Mr. Jung mencoba membela diri.

Yunho menghembuskan napasnya panjang. "Kalian berdua sama saja. Yoochun mungkin akan tersenyum saja tapi yoohwan kan berbeda. Dia tidak mungkin membiarkan siapa saja hidup dengan tenang jika seperti itu." Lalu melihat kearah pintu, takut jika tiba-ttiba boojaenya mendengarkannya. "Ini yang terakhir kali. Lain kali biarkan aku saja yang menyelesaikan hal seperti ini."

"Iya." Jawab kedua orangtuanya kompak.

yunho mengelus pelipisnya tampak ada sebuah goresan disana, dibawah alisnya panjangnya hanya 2cm saja. "Baiklah. Sudah dulu. Jangan bertengkar. Jangan khawatirkan kami, kami akan baik-baik saja di korea." Yunho menasehati kedua orangtuanya. "Appa, jaga eomma baik-baik. Walaupun eomma itu sesuka hati tapi tanpa eomma aku tidak akan pernah berada didunia ini. Aku mencintai kalian berdua."

"Dasar anak tidak tahu diri. Bisanya kau berkata sperti itu. Eomma juga mencintaimu." Mrs. Jung tersenyum pelan, tanpa sadar ia merundukan lagi yunho kecilnya.

"Appa juga."

"Sudah dulu,ya." Yunho menekan tombol merah untuk menakhiri pembicaraannya. Ia berjalan kearah jendela kamarnya, berdiri didepannya. Menikmati hembusan angin malam yang sangat menyejukkan tanda jika musim panas akan segera datang.

Sepasang tangan melingkar dierat dipinggang yunho. "Kau semakin kurus." Ucapnya sambil terus memeluk yunho dari belakang. "Apa tuan mudaku juga mengalami penderitaan karenaku?"

Yunho melepaskan pelukkan itu, lalu memutar tubuh maidnya hingga menghadapnya dengan erat. "Kau bahkan lebih kurus dariku. Apakah maidku tidak bahagia hidupnya?" Tanya yunho. "Kalau begitu aku kan berusaha membuatnya hidup lebih bahagia lagi,mulai saat ini."' Yunho tersenyum hangat lalu mengecup bibir maidnya sekilas. "Kita akan hidup dengan bahagia, memiliki banyak anak, dan selalu tersenyum setiap saat mulai hari ini." Ia kemabali mengecup bibir cerry itu dengan lebih lama. Menikamati setiap rasa manis yang dapat memberikan rasa aman dan kekuatan didalamnya. Malam itu pun berakhir melebihi sebuah kecupan yang hangat bagi keduanya.

#Flashback

Bahkan ketika hanya menatapnya sekilas saja aku bisa merasakan hal yang lebih dari sebuah kebahagian. Sampai saat ini hanya dia yang dapat membuatku melakukan hal diluar akal sehat ku. Aku yang selama ini selalu menganggapnnya maidku, semuanya secara perlahan berubah. Aku bahkan masih ingat saat itu, aku mendapatinya diam sambil menyeka darah yang mentes dari sudut bibirnya, dan sebelah tangannya memegang bagian perutnya. Aku bisa melihat ada cairan yang mengalir turun di bagian belakanng kepalanya tapi itu bukan satu-satunya yang terparah, bagian tubuhnya yang lain juga tidak kalah parahnya. Nampak memar panjang pada bagian punggungnya, tidak lupa baju serangam sekolahnya yang sudah hancur penuh dengan sobekkan, lain bagian kaki kanannya sudah mengalirkan darah segar.
Tubuhku membeku seketika, aku diam memperhatikan tubunhnya yang penuh luka. Emosi ku tiba-tiba saja tidak terkontrol olehku.

Hanya sebuah kata "Tuan muda..." darinya aku kembali memperhatikannya. Disaat sperti itu, dia masih bisa terus berbicara. "Aku baik-baik saja tuan muda. Ini hanya luka kecil." Aku melihatnya terseyum seakan tidak terjadi apa-apa. "Jangan diam saja, tuan muda malah membuat ku khawatir." Dan yang membuatku terkejut, dia masih bisa mengkhawatirkanku.

"Apanya yang baik-baik saja. Kau bahkan nyaris mati." Tanpa sadar saat mengucapkan itu, air mataku mengalir. Dia orang kedua yang bisa membuatku menangis seketika. Ia satu-satunya orang yang bisa membuatku merasakan banyak hal. Menerima ku seperti apanya diriku, dan selalu ada untukku. Dan dari saat itu aku menyadari satu hal ia membuat dirinya menjadi spesial bagiku. Dia mengunciku dengan erat seperti sebuah gembok ia adalah kunci bagiku.

^0^

Yoochun menatap namja yang ada didepannya, tak lupa senyuman hangat diwajahnya yang tampan. Ia hanya tersenyum saja seperti tidak memperhatikan namja itu. Faktanya ia selalu mengikuti namja itu sejak ia masuk ke sekolah ternama di Seoul bersama yunho. Sejak pertama kali melihat namja itu, dia selalu merasa nyaman dan seperti sebuah kapas yang ringan hingga dapat tertiup angin.

"Heh, tunggu kau menjatuhkan sesuatu." Kata yoochun dengan sangat kuat, lalu mengejar namja itu. "Hey." Seru yoochun sambil menyentuh pundak namja yang telah berhasil dikejarnya. Namja itu memutar tubuhnya. "Apa?"

"Kau menjatuhkan sesuatu." Ucap yoochun. "Ini." Lalu menyerahkan sapu tangan bergambar beruang putih itu.

"Terima Kasih." Serunya lalu mengambil sapu tangan itu. "Kim Junsu imnida."

"Park Yoochun."

THE END

Epilog

Anak kecil berumur 5 tahun itu sambil tetap berlari mengejar bolanya yang telah berlari kearah lain. Anak kecil itu terus berlari sampai kaki kecilnya tersandung dan ia pun jatuh. "Eomma... appo...!" Ucapnya sambil memenganggi kakinya yang tergores.

"Anak eomma tidak boleh menangis." Sang eomma mengelus surai hitam anaknya. "Katanya jagoan eomma."

"Minnie... jagoan eomma dan appa." Ucapnya sambil menahan sakit, dan berdiri tidak laupa senyum evil diwajahnya.

"Itu baru anak eomma." Sang eomma menariknya dalam dekapannya. "Kita ketempat appa,ya." Ucap sang eomma sambil berjalan meninggalkan taman kecil disamping kantor pencakar langit. "Eomma akan belikan minnie, ice cream."

"Minne, sayang eomma." Dia memeluk eommanya dengan erat. "Minnie, mau ice cleam lasa coklat, stlobelly, dan banyak topingnya. Minnie mau makan ice cleam dengan appa juga di tempat suie~ eomma."

"Kajja. Kita jemput appa."

Keduanya berjalan memasuki gedung pencakar langit itu untuk menemui direkturnya. Meminta pada kepala direktur itu untuk menghabiskan sore harinya dengan keluarga kecilnya seperti bisasa.

Akhirnya taman juga ^^
Terima kasih buat semuanya ya chingudeull ^^
Saranghae \(^_^)/