Because Of Love

.

.

Main cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Sungmin.

Choi Siwon.

Kim Kibum.

.

Author : ChominJoy

Rate : T

Genre : Romance, Hurt/comfort.

Warning : Typo(s) dimana-mana, gaje, abal-abal, absurd, enggak sesuai EYD.

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, mereka milik Joyers!

Ff ini murni buatan saya. Don't bash my fic! Don't like don't read! No plagiat, okay!

Summary : Bahagia, hanya itu saja yang Sungmin mau, bahagia bersama orang yang ia cintai. Apa itu begitu sulit untuk mendapatkannya? "Aku hanya ingin bahagia bersamamu, Cho Kyuhyun.."

.

Chapter 11

.

Sungmin mengerjab tak percaya. Sosok itu tengah membantu seorang wanita paruh baya yang

memakai kursi roda untuk memasuki mobil. Sosok itu menganakan kemeja hitam yang sangat cocok dipadukan dengan kulit pucatnya.

Sungmin benar-benar syok sekaligus tak percaya. Sosok itu ada disini! Orang yang ia cintai, orang yang mencintainya, orang yang akhir-akhir ini membuat dirinya kacau karena berita dia pergi. Tapi dia ada disini!

"Kyuhyun.."

Tanpa basa-basi Sungmin berlari ke arah Kyuhyun sambil berteriak memanggil nama namja tampan itu. Kyuhyun yang mendengarnya refleks menoleh dan saat itu juga ia tersentak kaget. Matanya membelalak tak percaya pada seseorang yang tengah berlari ke arahnya itu.

"Kyu, kau tunggu apa lagi?" tanya Nyonya Cho dari dalam mobil membuat Kyuhyun menoleh.

"Mm.. Kyu akan menyusul, Eomma.." ucap Kyuhyun direspon anggukan oleh sang Eomma.

Nyonya Cho pun melambaikan tangannya sebelum menutup kaca jendela mobil pada Kyuhyun. Lalu mobil hitam itu pun melaju meninggalkan dirinya yang terpatung menatap sosok yang kini ada di hadapannya.

"Kyu.."

Kedua anak adam itu tampak diam menstabilkan detak jantungnya masing-masing. Sungmin menatap namja tinggi dihadapannya itu dengan perasaan tenang. Tenang, karena akhirnya ia tahu Kyuhyun baik-baik saja dan bahkan kini dia ada dihadapannya.

"Kau kemana saja Kyu?" Sungmin menahan tangisnya.

Kyuhyun diam. Kyuhyun merasa percuma jika ia tetap menjalankan niatnya untuk tinggal di Amerika. Percuma karena dirinya meninggalkan cintanya sendiri. Memang itu niatannya juga, meninggalkan Sungmin. Tapi dirinya merasa tak bisa meninggalkan sosok manis itu. Karena ia merasa bahwa Sungmin masih mencitainya. Buktinya dia ada di hadapannya kini. Bolehkah ia berharap kalau Sungmin menghawatirkannya? Bolehkah ia berharap kalau Sungmin ingin kembali padanya?

"Hiks.. jawab aku! Kau kemana saja huh!"

Kyuhyun tersentak melihat setetes cairan bening jatuh dari foxynya. Ingin rasanya ia memeluk tubuh mungil itu, menenangkannya agar berhenti menangis, menghapus air matanya dan menciumnya. Bolehkah?

"Kau hiks.. kau memintaku untuk kembali," Sungmin menghapus air matanya. "Tapi kenapa kau malah pergi disaat aku.." Sungmin menahan tangisnya. Ia menatap Kyuhyun dengan perasaan sedih dan kesal.

"Kenapa kau pergi disaat aku ingin kembali huh!" tangis Sungmin pecah saat itu juga.

"Kau jahat! Hiks.. hiks.. kenapa kau pergi! Hiks.. hiks.. kau jahat hiks.. kau jahat Kyu!"

'Apa? Apa aku salah paham?'

"Kenapa kau diam! Kenapa kau malah diam Kyu! Hiks.. hiks.."

Sungmin baru saja akan memukul dada Kyuhyun, tapi dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan memeluk tubuhnya. Sungmin menangis kencang dalam pelukan Kyuhyun, hal itu membuat Kyuhyun semakin kuat memeluk tubuh mungil itu.

"Aku membencimu Kyu!" Sungmin memukul-mukul dada bidang Kyuhyun.

"Maafkan aku.."

"Kenapa kau meminta maaf setelah aku membencimu! Kenapa kau minta maaf setelah kau membuatku khawatir padamu! Hiks.. hiks.."

"Maafkan aku Min.. kukira kau sangat membenciku." Kyuhyun mengelus rambut panjang Sungmin.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Sungmin. "Uljima, aku akan sangat kecewa pada diriku sendiri jika melihatmu menangis, apalagi itu karenaku.."

"Siwon bilang kau tinggal di Amerika, untuk apa!" tangan Sungmin mencoba untuk memukul dada Kyuhyun, tapi lagi-lagi Kyuhyun menahannya.

Kyuhyun menatap Sungmin lembut. "Lihat! Aku ada disini sekarang, kau tak perlu-"

"Sekarang? Tapi nanti?"

Kyuhyun diam. Benar, ia sudah bilang pada Eommanya untuk tinggal disana. Ia ke Korea hanya untuk melihat pemakaman Appanya dan besoknya ia kembali ke Amerika lagi.

"Kau akan meninggalkanku lagi 'kan! Kau! Kau-" Sungmin tak dapat melanjutkan kalimatnya. Rasanya sangat sakit jika ia terus bicara. Rasanya juga tak ada gunanya. Kyuhyun akan pergi, lalu semua ini hanya akan menjadi kenangan bukan?

"Untuk apa kau tinggal disana?"

"Merawat Eommaku." balas Kyuhyun akhirnya.

"Haruskah disana, Kyu?"

Kyuhyun diam lagi. Rasanya ingin sekali ia mengutuk dirinya sendiri yang telah seenaknya mengambil keputusan. Lalu ia harus apa setelah ini?

"Tinggal disana jauh lebih mudah untuk menjauhiku. Apa itu alasanmu?"

"Tidak," jawab Kyuhyun berbohong. Sungmin benar, ia ingin melupakannya, tapi saat itu ia benar-benar tidak tahu bahwa Sungmin tidak membencinya dan justru ingin kembali padanya. "Aku hanya mengira kau pergi karena membenciku, maka dari itu-"

"Kumohon tetaplah disini.." Sungmin menatap Kyuhyun sendu.

"Aku sudah mengatakannya pada Eomma."

"Kau bisa katakan lagi padanya untuk tetap tinggal disini.."

"Eomma bahkan menyutujuinya." balas Kyuhyun membuat Sungmin benar-benar kesal. Kenapa Kyuhyun-nya sekarang berubah? Kenapa ia menjadi keras kepala?

"Kau benar-benar kecewa padaku, maka dari itu kau memilih pergi?"

"Bukan seperti itu, aku-" alasan Kyuhyun terpotong

"Pergilah Kyu.."

Kyuhyun mematung setelah indera pendengarannya menangkap suara Sungmin yang begitu parau. Kyuhyun menelan salivanya, menatap foxy indah itu yang juga menatapnya dengan tatapan yang sendu.

"Min.. dengar-"

"Aku sudah mendengarnya, Kyu! Kau memang menginginkannya! Lalu aku bisa apa? Pergilah jika itu membuatmu bahagia! Hiks.." isakan keluar lagi dari bibir manis Sungmin.

"A-" Kyuhyun menghentikan ucapannya dan lebih memilih memejamkan matanya sambil mengambil nafas panjang.

'Selama ini aku memang salah. Aku mengerti, seharusnya aku memperbaiki masalah yang ada dari awal, bukan malah membuat semua ini semakin rumit. Lalu untuk apa aku pergi? Meninggalkan masalah ini? Aku merasa bukan seperti manusia jika seperti itu.'

Kyuhyun membuka matanya dan menatap foxy itu. Sakit rasanya saat melihat mata indah itu berkaca-kaca.

"Pergilah Kyu!"

Grep!

Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin setelah menarik tangan yeoja manis itu. Sungmin mengeluarkan semua isakan yang sedari tadi ia tahan. Yeoja mungil itu memukul dada Kyuhyun, mencoba membuat Kyuhyun tahu betapa sakitnya yang ia rasa.

"Hiks.. hiks.. per-

"Aku akan tetap disini." potong Kyuhyun membuat Sungmin diam dalam pelukan namja tampan itu. "Aku mana mungkin bisa bahagia disana sementara kau disini sendirian."

"Hiks.. Kyu.."

"Aku akan tetap disini. Bersamamu. Tak akan pergi lagi.."

Sungmin memeluk Kyuhyun erat, menangis keras dalam dekapan Kyuhyun. Kyuhyun mengelus punggung Sungmin, mencoba menenangkan yeoja manisnya itu. Kyuhyun tersenyum lega. Iya, ia sudah memutuskan untuk tetap tinggal di Korea, tak ada gunanya ia tinggal di Amerika jika hati dan pikirannya masih tersangkut pada Sungmin. Oh, dia akan kecewa besar pada dirinya sendiri.

"Terimakasih karena kau mau kembali padaku," ucap Kyuhyun tulus sambil membelai rambut panjang Sungmin.

"Hiks.. terimakasih juga karena kau mau tetap bersamaku, Kyu.. hiks.."

"Saranghae, Min.." Kyuhyun mencium kening Sungmin lama.

Sungmin membenamkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. Jas hitam Kyuhyun jadi sedikit basah karena air matanya. Oh, itu jas mahal Kyuhyun. Rasanya tak enak hati Sungmin merusak jas mahal miliknya. Tapi sebentar, mengapa Kyuhyun memakai kemaja dan jas hitam. Bahkan yang Kyuhyun pakai semua serba hitam. Wanita paruh baya yang sempat Kyuhyun bantu tadi juga. Apa itu Eomma Kyuhyun?

"Kyu.. apa tadi Eommamu?" tanya Sungmin akhirnya.

"Ne, nanti aku akan mengenalkanmu padanya." jawab Kyuhyun membuat Sungmin tersenyum, tapi masih ada sedikit perasaan yng mengganjal di hatinya. Itu Eomma Kyuhyun. Kyuhyun dan Eommanya sama-sama memakai baju serba hitam?

"Mengapa kau memakai pakaian ini?"

Elusan tangan Kyuhyun di rambut Sungmin berhenti. Kyuhyun mematung memeluk Sungmin. Hatinya berdenyut sakit lagi saat dirinya hanya bisa mengenang sosok tegas itu. Haruskah ia memberi tahu Sungmin. Ini sangat menyakitkan untuk dibahas.

"Kyu?"

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. "Aku mendatangi pemakaman Appa."

Kini Sungmin yang mematung. Benarkah? Appa Kyuhyun meninggal? Apa Kyuhyun pulang ke Korea karena mendatangi pemakaman Appanya. Oh, bahkan dirinya belum bertemu dengan sosok itu.

Sungmin melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun yang terlihat sangat kosong. Sungmin tahu rasanya pasti sangat menyakitkan, bahkan yang ia rasakan lebih sakit dari yang Kyuhyun alami. Setidaknya Kyuhyun pernah merengek, bermanja-manja, ataupun berlibur bersama Appanya bahkan bersama Eommanya juga. Sedang dirinya? Untuk bertemu sekali saja tak pernah, itu hanya saat dirinya bayi. Dan ia tak bisa mengetahui atau mengingat rupa sosok orangtuanya sampai sekarang.

"Kyu.. aku turut berduka cita atas hal itu.. aku tahu itu rasanya sangat menyakitkan. Tapi kau ingat, kau masih memiliki Eomma. Jangan bersedih lagi eoh.. aku ada disini.." Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun.

Kyuhyun mendongak dan menatap Sungmin. Membuang nafas beratnya dan mencoba tersenyum. Kyuhyun membalas genggaman Sungmin. Benar, ia masih punya seorang Eomma. Seorang wanita cantik yang begitu menyayanginya, sama seperti rasa sayang Appanya pada dirinya.

"Baiklah! Aku tidak mau ada tangisan lagi setelah ini. Aku tidak mau kau menangis dihadapanku, cukup hari ini ada tangisan, setelahnya berjanjilah kau tak akan melakukannya." ucap Kyuhyun tegar.

"Ne, aku berjanji." Sungmin tersenyum. "Maka dari itu buatlah aku selalu tersenyum!"

Kyuhyun tersenyum dan kembali membawa Sungmin dalam pelukannya. Mencium kening yeoja cantik itu dengan lembut. "Min.."

"Mm?"

"Kau benar-benar berubah, kau tidak lagi pendiam." ucap Kyuhyun membuat Sungmin tersenyum malu.

'Kau yang membuatku seperti ini..'

.

.

Kyuhyun dan Sungmin kini tengah duduk di sebuah halte. Kyuhyun sedang asik memainkan ponselnya, sedang Sungmin ia hanya diam di samping Kyuhyun, mencoba melirik apa yang tengah Kyuhyun lakukan pada ponselnya. Sepertinya mengasikkan sekali sampai ia dilupakan.

Kyuhyun mematikan ponselnya dan memasukannya ke dalam saku celananya. Tadi, ia sempat mengirim pesan pada supirnya untuk menjemputnya disini. Sebenarnya ia ingin sekali naik bus bersama Sungmin dan berjalan-jalan sebentar untuk menghilangkan rasa sedihnya. Tapi ia ingat kalau dirinya masih memakai pakaian hitam ini. Akan memalukan jika ia berkeliaran dengan pakaian untuk menghadiri pemakaman.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang terlihat begitu menggemaskan saat dirinya diam sambil memaju-mundurkan kedua kakinya. Aish! Berapa umur Sungmin yang sebenarnya?

"Hey!" panggil Kyuhyun.

Sungmin pun menoleh. "Mm?"

"Bolehkan aku meminjam dirimu sebentar?" tanya Kyuhyun ambigu.

Sungmin mengernyit heran. "Maksudmu?"

"Tak apakan kalau kau pulang nanti?"

Sungmin menatap Kyuhyun bingung dan kesal. "Kyu.. bicaralah yang jelas! Aku tidak mengerti.."

Kyuhyun malah terkekeh. Ia memaut kembali tangan Sungmin dengannya. Sungmin mengalihkan pandangannya kesal karena Kyuhyun tak menjelaskan ucapannya.

"Min, kenapa kau ada di luar, ini hari libur sekolah 'kan?"

Sungmin menoleh lagi. "Aku sedang mencari pekerjaan." ujar Sungmin sambil tersenyum.

Kyuhyun membelalakan matanya. "Huh? Mencari pekerjaan?" suara Kyuhyun terdengar kaget dan tak suka.

Sungmin mengerjab. Astaga! Ia kelepasan dan tak sadar! Ia tak ingin Kyuhyun tahu, karena ia tahu Kyuhyun pasti akan melarangnya. Aish! Lalu bagaimana?

'Aish! Sungmin!' batin Sungmin mengutuk dirinya sendiri.

"Min!"

Sungmin mendongak ragu. "Ah, iya Kyu?"

"Kau mencari pekerjaan? Apa kau berniat untuk bekerja?" tanya Kyuhyun santai. Tapi Sungmin sadar akan ketidaksukaan Kyuhyun dari ucapannya.

"A- eumm.. i-itu.."

"Jangan mencoba berbohong! Kau sudah mengucapkannya tadi!"

Sungmin menatap Kyuhyun bersalah. "A-aku tidak bisa terus menerima uang dari Park Ahjumma," Sungmin menunduk.

"Siapa Park Ahjumma?" tanya Kyuhyun kesal. Bagaimana tidak? Yeoja manisnya ini harus bekerja? Sungguh! Ia tidak rela jika harus membiarkannya kelelahan.

"Dia yang mengurusku sewaktu aku di panti asuhan. Ahjumma sudah kuanggap seperti Eommaku sendiri. Kau tahu, rumahku itu adalah pemberiannya, sekarang ia tinggal di sebuah rumah di panti asuhan, ia selalu memberiku cukup uang untuk kebutuhanku. Aku sungguh merasa tak enak hati jika harus terus menerima semua kebaikannya. Aku tak bisa memberinya apa-apa, aku hanya merepotkannya, maka dari itu aku berniat untuk mencoba bekerja paruh waktu." jelas Sungmin.

Kyuhyun mengerti. Tapi ia tetap tidak akan suka jika Sungmin membuat dirinya terus kelelahan setiap harinya. Dan Kyuhyun tak bisa membayangkan jika nanti murid-murid di sekolah memojokkan Sungmin lagi.

Kyuhyun memijit keningnya. "Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu bekerja, kau bisa menolak uang pemberian Ahjumma. Jika kau butuh sesuatu, kau bilang saja padaku, aku akan memberinya."

Sungmin diam sejenak lalu menggeleng. "Tidak Kyu! Aku tidak mau merepotkan orang lain-

"Aku tidak akan merasa direpotkan olehmu."

"Tapi aku tidak mau. Aku ingin mencobanya, Kyu. Biarkan aku bekerja, aku ingin sekali kuliah.."

"Aku tidak mau kau kelelahan!" tolak Kyuhyun.

"Aku hanya bekerja paruh waktu, aku berjanji tidak akan kelelahan, Kyu. Kumohon.." harap Sungmin. Ia menggenggam tangan Kyuhyun.

Kyuhyun diam. Lalu ia menggeleng lagi, membuat Sungmin sedih. "Tidak. Kau tetap tidak boleh bekerja!"

"Aku bahkan baru diterima, Kyu. Biarkan-

"Tidak Min! Kubilang tidak, ya tidak!"

"Kyu.. kumohon.." mata Sungmin berkaca-kaca.

"Tidak! Tidak! Dan tidak!"

Sungmin diam. Ia melepaskan genggamannya dengan kecewa. Sungguh, Sungmin tak tahu harus bagaimana melawan Kyuhyun. Kyuhyun selalu menang. Dan entah kenapa, Kyuhyun sekarang menjadi keras kepala.

Sungmin menunduk menahan dirinya untuk menangis. Ayolah, ini hanya masalah kecil, kenapa dirinya mudah sekali menangis. Menyebalkan!

"Min, berjanjilah.." Sungmin tetap diam. "Min.."

Sungmin menghela nafasnya lalu mengangguk pasrah. Ah, pasti Ahjussi itu akan mencarinya. Ia baru saja diterima, dan di hari pertama bekerja, ia akan tidak datang dan seterusnya seperti itu hingga Ahjussi itu memecatnya. Bagus..

"Ayo Min!"

Sungmin mengernyit saat Kyuhyun menariknya masuk ke dalam mobil. Kyuhyun ikut masuk ke dalam mobil hitam itu dan duduk di samping Sungmin.

"Tak apakan kau pulang sedikit sore, aku akan mengenalkanmu pada Eomma sekarang." tutur Kyuhyun membuat Sungmin kaget.

"A-

"Kau tak perlu takut, Eommaku wanita yang baik. Dia akan sangat suka padamu." ucap Kyuhyun semangat.

Sungmin hanya bisa diam saat mobil hitam mahal itu membawanya menuju mansion megah milik keluarga Cho. Ya tuhan, ia sangat bahagia hari ini, tapi di sisi lain ia juga sedih. Kyuhyun melarangnya untuk bekerja, dan sekarang Kyuhyun akan mengenalinya pada Eommanya. Oh, ia belum mempersiapkan dirinya, bagaimana jika nanti Eomma Kyuhyun memandangnya rendah dan tak menyukainya, mengingat dirinya ini hanya yeoja miskin yang bahkan tak punya keluarga.

.

.

Beruntung rumah sudah sepi. Tidak seperti pagi tadi yang begitu ramai dikunjungi banyak pelayat yang ingin melihat jasad Appanya dan mendoakannya.

"Nah, itu Eomma. Dia senang sekali dengan taman itu. Taman itu dia yang merawatnya, cantik bukan?" ucap Kyuhyun sambil berjalan menggandeng Sungmin kearah sebuah taman di dalam mansion keluarga Cho.

"Ne.." Sungmin mengangguk gugup. Di depan sana, seorang wanita yang memakai kursi roda membelakanginya sedang menyiram tanaman yang ada disana.

"Eomma!" panggil Kyuhyun. Sontak wanita paruh baya itu memutarkan kursi rodanya untuk menghadap putranya. Ia mengernyit heran pada seorang wanita yang bersama Kyuhyun.

"Eomma, kenapa Eomma malah disini? Eomma seharusnya istirahat di kamar. Eomma belum sembuh bukan?" ucap Kyuhyun sambil berjongkok dihadapan Eommanya.

"Eomma akan lebih merasa lelah jika terus berbaring."

Kyuhyun terkekeh kecil lalu menatap Sungmin. Sungmin pun memberi salam pada Nyonya Cho. "A-annyeong Ahjumma.." Sungmin membungkuk hormat pada Nyonya Cho.

"Eomma, ini yeojachinguku. Dia cantik bukan? Min, ayo kenalkan dirimu!" suruh Kyuhyun.

"L-Lee Sungmin imnida. S-senang bertemu dengan Ahjumma.." ucap Sungmin gugup.

"Nama yang cantik, seperti orangnya."

"Aku beruntung bukan, Eomma?" bangga Kyuhyun.

"Ne, Sungmin sangat cantik dan manis. Sudah berapa lama

hubunganmu dan Sungmin berjalan?" tanya Nonya Cho.

"Hmm.. mungkin baru-baru ini, tapi tidak begitu baru. Mungkin sebulan atau dua bulan yang lalu.." ucap Kyuhyun membingungkan. Nyonya Cho hanya menggeleng merespon ucapan putranya. Mengapa putranya tidak ingat seberapa lama hubungannya bersama yeojachingunya sendiri?

'Aish! Bahkan aku tidak ingat. Hah.. banyak masalah yang terjadi padaku dengan Sungmin hingga membuatku lupa sudah berapa lama aku bersamanya.'

"Eomma, aku memutuskan untuk tetap tinggal disini, aku tak mau meninggalkannya.." ujar Kyuhyun.

Nyonya Cho tersenyum. "Baiklah.. lagi pula Eomma sudah nyaman disini,"

Kyuhyun tersenyum senang akan ucapan sang Ibu. "Baiklah, Eomma. Aku akan ganti baju sebentar. Ajaklah Sungmin mengobrol, karena sebenarnya Sungmin itu sangat pendiam." bisik Kyuhyun membuat Sungmin menatapnya malu.

Kyuhyun beranjak pergi ke kamarnya, dan hasilnya.. tinggallah mereka berdua. Sungmin hanya bisa menunduk gugup, sedang Nyonya Cho tampak serius memperhatikan Sungmin.

"Eommamu pasti sangat cantik juga. Siapa nama Eommamu?" tanya Nyonya Cho sukses membuat Sungmin terkejut.

Sungmin diam tak dapat menjawab pertanyaan Nyonya Cho. Oh, bahkan dirinya tak tahu nama Eommanya. Eommanya meninggalkannya tanpa sebuah kenangan. Sedikit pun tak ada. Lalu ia harus jawab apa?

"Sungmin-ssi?"

"N-ne Ahjumma?"

"Siapa nama Eommamu?" tanya Nyonya Cho lagi.

"A-aku t-tidak tahu.." Sungmin menunduk sedih.

Wanita paruh baya itu terlihat terkejut. Bagaimana bisa ada aak yang tak tahu nama ibunya sendiri.

"Kalau Appamu?"

Sungmin memejamkan matanya. "A-aku tidak tahu juga.."

Nyonya Cho diam. Ia tak habis pikir pada Sungmin. Apa yang sebenarnya terjadi pada anak manis ini? Mengapa untuk nama orangtuanya saja dia tak tahu? Apa ada masalah antara dirinya dan orangtuanya?

"Mengapa kau tak mengetahuinya?"

Mata Sungmin bergerak resah. Haruskah ia menceritakannya? Ini menyakitkan jika dibahas lagi.

"Tak apa, ceritalah.."

Sungmin pun mendongak. Baiklah! Biarlah, ia akan mencoba untuk tetap tenang, lagi pula jika ia diam tak menjawab akan memberi kesan kurang sopan pada Nyonya besar ini.

"M-mereka meninggal saat pulang dari rumah sakit setelah Eomma melahirkanku. S-semua orang tidak tahu kalau aku ada bersama mereka, aku h-hilang dan ditemukan seseorang lalu aku dibesarkan di panti asuhan. M-mereka tidak tahu siapa orangtuaku, dan aku juga t-tidak tahu itu, k-karena kecelakan itu terjadi saat kami di Ilsan." jelas Sungmin menunduk sedih.

"Bagaimana dengan saudaramu?"

"A-aku juga tidak tahu aku punya saudara disini atau tidak.."

Nyonya Cho menggeleng kecil. "Lalu sekarang kau masih tinggal di panti asuhan?" tanya Nyonya Cho lagi.

"Tidak.."

"Lalu kau tinggal dimana?"

"T-tidak jauh dari rumah sakit KMS,"

Nyonya Cho mengernyit. "Kau membeli rumah?"

Sungmin menggeleng. "S-seorang wanita yang merawatku di panti asuhan memberikanku rumahnya."

Nyonya Cho diam memperhatikan Sungmin yang terlihat gugup. Tak sangka ternyata yeojachingu putranya ini mempunyai asal-usul seperti itu. Sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan tapi sepertinya yeoja cantik ini terlalu gugup dengannya.

"Kebutuhanmu tercukupi?" tanya Nyonya Cho lagi. Ia terlalu penasaran dengan kehidupan Sungmin.

"Eum.. aku-

"Ekhem.. kalian serius sekali mengobrolnya. Apa yang kalian bicarakan?" Kyuhyun berjalan kearah Sungmin dan mengelus pucuk kepala yeojachingunya itu.

"Kyu, ini sudah sore, sebaiknya kau antarkan Sungmin pulang." ujar Nyonya Cho. Kyuhyun mengangguk.

"Ne, ayo Min!"

Sungmin membungkuk sebentar. "A-aku pulang dulu Ahjumma, s-selamat sore.."

"Ne, hati-hati di jalan."

Kyuhyun pun membawa Sungmin keluar dari mansionnya. Lalu mengantarkan Sungmin pulang dengan mobil. Di dalam mobil Sungmin tampak diam terus menunduk.

Kyuhyun sesekali melirik Sungmin. Rasanya tak nyaman juga jika mereka saling diam. Kyuhyun terus menyetir sambil memikirkan topik apa yang bisa ia obrolkan bersama Sungmin.

"Bagaimana Eomma?" tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin menoleh sejenak lalu kembali lagi pada posisi semula. "Baik,"

Kyuhyun mengangguk lalu melirik Sungmin. "Lalu kenapa kau terlihat murung? Kau tidak senang bertemu dengan Eomma? Apa Eomma membuatmu-

"Tidak, dia sangat baik. Aku baik-baik saja." jawab Sungmin menyela ucapan Kyuhyun.

Suasana kembali seperti awal. Mereka kembali terdiam lagi. Sungguh, Kyuhyun tak suka suasana seperti ini. Sungmin juga terlihat berbeda semenjak di halte tadi. Apa yang sebenarnya Sungmin pikirkan hingga membuatnya murung seperti itu?

"Kyu.."

Kyuhyun melirik Sungmin sekilas. Hh.. akhirnya Sungmin mau bicara juga. "Mm?"

Kyuhyun diam sejenak. "K-kumohon Kyu.. i-izinkan aku b-bekerja.." ucap Sungmin takut. Takut saja jika nanti Kyuhyun membentaknya. Kyuhyun akan sangat menakutkan jika sedang marah.

Kyuhyun mendengus kesal. "Bukankah sudah kubilang-

"Kumohon Kyu.." Sungmin memegang lengan Kyuhyun.

"Jangan mencoba untuk membuatku marah Min!" sungut Kyuhyun.

"T-tapi Ahjussi itu pasti akan mencariku. Aku baru saja diterima di kedainya d-dan aku sama sekali belum bekerja padanya.."

"Jangan keras kepala Min! Aku tidak suka kau seperti ini! Kenapa kau-

"Ne, baiklah.." Sungmin melepaskan pegangannya di lengan Kyuhyun dengan perasaan amat-sangat kecewa.

'Aku benar-benar tak bisa melawanmu..'

Sungmin menunduk pasrah. Kyuhyun benar-benar keras kepala atau overprotective padanya? Ia hanya ingin tidak membuat orang lain repot. Rasanya sangat tidak nyaman jika terus menerima kebaikan seseorang tanpa balasan. Ia tak punya apa-apa untuk membalasnya.

Di satu sisi Kyuhyun benar-benar membuatnya lega dan bahagia karena akhirnya mereka bersatu kembali, tapi di sisi lain Kyuhyun membuatnya tertekan dan sedih. Tak tahukah Kyuhyun akan hal itu?

Selang beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan rumah kecil Sungmin.

"Min.."

Baru saja Sungmin akan membuka pintu mobilnya, tapi karena Kyuhyun memanggilnya ia harus menjeda niatannya itu.

"Mm?"

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin lalu menghadapkan tubuh yeoja mungil itu ke hadapannya.

"Aku tahu kau tak suka dengan keputusanku, aku hanya tak mau kau terlalu lelah, aku tak mau murid-murid di sekolah memojokkanmu lagi, aku tak mau kau sedih lagi Min. Maaf.. jika aku memaksamu, maafkan aku Min.."

Sungmin hanya diam. Dari ucapan Kyuhyun, Sungmin tahu kalau Kyuhyun sangatlah menghawatirkannya, tapi bagaimana pun juga itulah kehidupannya. Kyuhyun tak bisa mengatur kehidupannya, manusia punya alur hidup masing-masing walau tuhan menakdirkan hambanya bersama.

Sungmin bukan tak senang dengan keputusan Kyuhyun, hanya saja ia tak mau Kyuhyun memberinya sebuah kehawatiran yang malah menekankan dirinya sendiri. Sungmin punya keinginan, Kyuhyun punya keinginan, dan keinginan mereka berbeda. Dan seharusnya mereka juga saling mengerti dengan keinginan mereka masing-masing.

"Ne, aku mengerti.." ucap Sungmin pasrah. Ingin sekali melawan Kyuhyun, tapi ia tak bisa. Kyuhyun selalu menang.

Kyuhyun menarik Sungmin ke pelukannya. Ia mencium kening Sungmin lama, menghirup wangi shampo yang Sungmin gunakan. Sungmin hanya menutup matanya. Bersyukur, tuhan masih mau menyatukan mereka, tuhan mau memberinya kebahagiaan, walau kebahagiaan itu tak sempurna.

"Aku menyangimu Min. Jangan pernah lari lagi, jika kau lari aku akan menyusulmu dan berlari bersamamu. Jangan lepaskan genggamanku, jika kau jatuh aku juga akan ikut jatuh. Maka dari itu tetaplah bersamaku.."

Suara bass Kyuhyun mengalun dengan lembut di telinganya. Sungmin tersenyum mendengarnya. Sebuah kata sederhana tapi sangat istimewa untuk dirinya.

"Min.."

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Sungmin memandang Kyuhyun. Rasanya sangat nyaman dan menyenangkan bisa melihat wajah Kyuhyun sedekat ini lagi. Sungmin mencoba untuk melupakan masalah pekerjaannya. Biarlah untuk sekarang, tapi mungkin nanti. Mungkin ia akan mencobanya lagi.

"Terimakasih karena kau mau bersamaku kembali, maafkan atas kelakuanku sebelumnya. Maaf juga untuk tadi. Terimakasih kau telah menghapuskan rasa sedihku karena Appa, kau membuatku bahagia kembali. Aku menyayangimu Min.."

"Ne, aku juga Kyu.."

Kyuhyun tersenyum lalu membelai pipi gembul Sungmin. "Istirahatlah, kau benar-benar terlihat lelah. Nanti malam aku akan menelfonmu, jangan lupa angkat eoh.."

Sungmin mengangguk kecil. "Besok aku akan menjemputmu, kita pergi bersama ke sekolah. Arraseo?"

"Nde.."

Tangan Sungmin baru saja menyentuh pintu mobil dan akan membukanya tapi lagi-lagi Kyuhyun membuatnya menjeda niatnya.

"Min!"

"Apa?'

"Itu apa?" Kyuhyun menunjukkan jari telunjuknya sembarangan. Lantas Sungmin langsung menoleh ke arah yang Kyuhyun tunjuk.

Cup!

Blush!

Kyuhyun terseyum penuh bagga melihat rona merah di pipi Sungmin yang ia cium tadi. Sungmin benar-benar menggemaskan, ia jadi tidak tahan untuk menciumnya. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali memaut bibir Sungmin, tapi ia merasa kasihan pada Sungmin, Sungmin benar-benar terlihat sedang lelah, tak tega rasanya jika ia meraup bibir shape M itu. Biarlah, mungkin lain kali.

Sedang Sungmin, ia menunduk malu dan langsung membuka pintu mobil Kyuhyun dengan cepat lalu menutupnya. Sungmin berjalan menunduk ke arah pintu rumahnya. Kyuhyun terkekeh geli melihat Sungmin yang meliriknya sekilas sebelum menutup pintu rumahnya. Aih, Sungmin masih seperti dulu. Pemalu.

"Appa.. aku kehilanganmu, tapi aku bersyukur, seseorang bisa membuatku tak sedih lagi karenamu. Kuharap Appa menyukainya juga. Sama seperti Eomma.." gumam Kyuhyun.

Kyuhyun pun menjalankan kembali mobilnya, meninggalkan rumah sang kekasih manisnya dan menuju ke mansionnya kembali.

.

.

"Eomma, kenapa tidak istirahat?" tanya Kyuhyun kala memasuki kamar sang Eomma dan melihat Eommanya sedang memandang ke arah luar jendela kamarnya.

Nyonya Cho menoleh dan tersenyum. Kyuhyun melangkah ke arah sang ibu lalu mendorong kursi rodanya ke samping ranjang. Kyuhyun duduk di ranjang king size orangtuanya dan menghadapkan Eommanya ke hadapannya.

"Eomma mau makan tidak?"

"Ini masih sore, nanti saja Eomma makan malam," jawab Nyonya Cho.

"Tapi Eomma belum makan siang, Eomma ingat tadi pagi saat kita sudah sampai ke Korea kita langsung ke pemakaman Appa. Eomma hanya sarapan tadi, Eomma pasti lapar! Eomma makan eoh.." bujuk Kyuhyun sambil menggenggam tangan Nyonya Cho.

"Eomma tak lapar.."

"Tak lapar bukan berarti sudah kenyang bukan? Aku akan mencoba membuatkan bubur untuk Eomma," Kyuhyun bangun dari duduknya dan mengecup kening Nyonya Cho.

"Memangnya kau bisa masak?" tanya Nyonya Cho tak yakin.

"Aku akan mencobanya untuk Eommaku tercinta.."

Kyuhyun beranjak keluar dari kamar sang ibu. Nyonya Cho hanya terkekeh kecil atas perilaku Kyuhyun. Anaknya benar-benar sudah dewasa.

Bersyukurnya ia masih mempunyai putra yang sangat menyayanginya. Anaknya benar-benar menuruni sifat suaminya. Bertanggung jawab, tegas, penyayang, dan selalu bersikap sederhana.

Ya, keluarga Cho memang keluarga berada, tapi mereka tidak seperti para keluarga kaya raya yang selalu mementingkan harta. Keluarga Cho adalah keluarga yang selalu mencoba membuat kebahagiaan bersama, dan tidak terlalu mementingkan harta walau nyatanya harta menyelimuti mereka. Karena mereka tahu, tak ada kebahagiaan yang dapat dibayar dengan harta.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang membawa sebuah nampan. Di nampan itu terdapat semangkuk bubur putih yang terlihat masih sangat hangat dan segelas air putih.

"Tara!" Kyuhyun menunjukan hasil masakannya pada Eommanya.

Kyuhyun duduk di tepi ranjang dan memangkukan nampan itu. Kyuhyun tersenyum bangga melihat hasil masakannya. Sedang Nyonya Cho hanya terkekeh kecil.

"Apa benar ini buatanmu?" ejek Nyonya Cho.

"Ini hasil tangan Cho Kyuhyun, Eomma! Aku sudah mencicipinya tadi, dan rasanya lumayan." jelas Kyuhyun semangat.

"Kenapa buburnya terlihat seperti itu?"

"Eum.. ini.. tadi aku mencoba membuat garnishnya agar bisa membuat Eomma nafsu makan karena melihat tampilannya. Kupikir.. hasilnya bagus, tapi malah jadi seperti ini.." Kyuhyun menghela nafasnya.

"Tak apa.. kau sudah mencobanya.." Nyonya Cho membelai pucuk kepala Kyuhyun.

"Ah, sekarang ayo Eomma makan! Aaa.." Kyuhyun membuka mulutnya dan menyodorkan sesendok bubur pada mulut Eommanya. "Bagaimana? Enak bukan?"

Nyonya Cho menelan bubur yang ada dalam mulutnya. "Eomma harus jawab jujur apa tidak?"

"Bukankah Eomma tak pernah berbohong padaku?"

Nyonya Cho tersenyum. "Ne. Eomma hanya takut kau sakit hati mendengarnya.."

"Ah, pasti rasanya tidak enak. Aku tahu itu. Eomma tahu, memasak lebih menyulitkan daripada menyerang lawan di level terakhir!"

Nyonya Cho menggeleng maklum. Ia memakan suapan demi suapan yang Kyuhyun berikan. Rasanya memang sedikit berbeda dari bubur yang lain. Tapi tak apalah, kasihan putranya, ia sudah mencoba melakukan kegiatan yang tak pernah ia lakukan untuk dirinya.

Semangkuk bubur yang Kyuhyun buat pun habis. Kyuhyun memberikan segelas air pada Eommanya. Kyuhyun tersenyum senang melihat Eommanya yang sama sekali tak menolak suapannya.

"Kyu.." panggil Nyonya Cho saat Kyuhyun membereskan mangkuk dan gelas ke dalam nampan.

"Mm?"

"Kau menyayangi Sungmin?"

Kyuhyun menoleh dan menyamankan duduknya di hadapan sang Eomma. Mengapa Eommanya menatapnya seperti itu? Ada apa ini?

"Ne, aku sangat menyayanginya. Aku ingin sekali menikahinya nanti.."

"Menikahinya?"

"Ne, kenapa? Dia-

"Dia terlihat sangat baik, dia juga cantik dan manis. Tapi-

"Ada apa? Eomma tidak menyukainya?" ucap Kyuhyun khawatir.

"Bukan begitu Kyu, hanya saja.. Sungmin.."

"Kenapa? Eomma tidak suka karena faktor ekonomi Sungmin!" Kyuhyun takut. Takut sekali jika Eommanya melarangnya berhubungan dengan Sungmin.

"Bukan seperti itu. Eomma tak mempermasalahkan ekonomi Sungmin. Kau tahu, Kyu.. kau berhubungan dengan orang yang asal-usulnya tidak jelas, Kyu. Sungmin yatim piatu, dan dia tak tahu siapa nama orang tuanya sampai sekarang. Dia-

"Hanya karena itu Eomma tak suka Sungmin?" Kyuhyun menahan emosinya.

"Eomma bukannya tidak menyukai Sungmin. Eomma hanya sedikit merasa aneh jika kau berhubungan dengan yeoja yang entah orangtuanya siapa, dia sendirian tanpa sanak saudara, dia bisa hidup dalam kekurangan. Eomma sampai tak habis pikir Sungmin bisa hidup dengan sehat sendirian. Dia pasti-

"Yang Eomma katakan tadi menunjukan bahwa Eomma tak suka aku berhubungan dengan Sungmin! Eomma melarangku untuk bersama Sungmin! Itu maksud Eomma!" Kyuhyun hilang kendali.

"Kyu, dengar-

"Aku sudah mendengarnya Eomma! Eomma ingin aku putus dengan Sungmin?" Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat. "Tidak! Aku tidak akan melakukannya! Eomma tahu, ini menyakitkan untukku, Sungmin juga akan merasa sedih, Eomma. Sungmin percaya padaku, Sungmin tak punya siapa-siapa selain aku, dia ingin dirinya bahagia bersamaku. Dan Eomma tahu, saat aku mendengar Eomma mengatakan Sungmin adalah yeoja yang asal-usulnya tidak jelas, aku benar-benar merasa sakit Eomma, aku tak dapat membayangkan jika Sungmin yang mendengar itu! Aku akan sakit jika Sungmin juga sakit!"

"Kyu-

"Eomma tak tahu, Sungmin.. Sungmin sudah cukup merasakan sakit. Teman-teman di sekolah membully dia, dia disindir, dia dipojokkan. Dan Eomma juga seperti melakukan apa yang mereka lakukan terhadap Sungmin. Kyuhyun akan merasa menjadi manusia paling bersalah di dunia ini jika membuatnya sakit lagi. Eomma tahu, dulu aku melakukan kesalahan besar padanya, dia benar-benar membenciku Eomma. Dan sekarang aku bisa bersamanya kembali karena kita melewati rasa sakit itu bersama-sama. Aku benar-benar tak bisa memaafkan diriku sendiri jika hal itu terulang kembali!"

"Kau benar-benar menyayanginya.." ucap Nyonya Cho.

"Sangat menyayanginya hingga jika ada orang yang menghalangiku, aku akan tetap bersamanya!"

Kyuhyun melenggang keluar dari kamar sang Eomma dengan perasaan kesal. Untung saja ia masih bisa menahan emosinya, tak baik rasanya mengeluarkan emosi pada sang Ibu yang nyatanya sedang sakit.

'Kau seperti Appamu..'

.

.

To be continue..

Lagi dan lagi masih tbc, mian..

Perjalanannya masih panjang..

Hey.. hey.. gimana kabar kalian? Apa kangen sama ff abalku ini? Atau kangen sama kisah Kyumin-nya?

Maaf yh baru post sekarang, aku vakum buat UN dan alhamdulillah UN-nya udh selesai. Tuh.. pulang sekolah abis UN aku lngsung update.

Dan gimana nih hsilnya? Kena gak feelnya? Aku sih pling ngerasa pas scenenya Kyu ngelarang Ming kerja T_T

Huh.. sedihnya gak bisa nonton SS6.. aku mah apa atuh.. cuma bisa tengokkin hp, stalkerin mereka lewat media -,- mau nonton juga bingung yh.. soalnya yg pling utama tuh pengen bnget bisa liat kyumin moment langsung. Ah, kapan lagi? Atau gk akan pernah? Karena faktor umur dan keuangan aku gk bisa nonton. Adakah disini yg mau membagi kebahagiaanya untuk melihat kyumin moment padaku? Tpi nnti aja nunggu Min-nya ada. Cih! Ngarep nih..

Sedih deh liat Kyu sendirian.. biasanya ada yg dilirikin. Nasib.. nasib si Cho..

Ah ya, ada Yeye di Jakarta eoh? Dia makin cakep aja.. di bandara dia kayak anak ilang banget. Polos polos gimana gitu.. aish! Pengen ketemu jga, tpi gk bisa. Aish! Sialnya jdi fangirl remaja! Buat yg ketemu Yesung mohon beri kesan yang baik dong, Yesung kn abis wamil, dia juga pasti cape. Knpa pada bikin yesung mkin cape lagi? Yesung smpe bikin sindiran halus bgitu buat elf ina. Jangan ulangin lagi eoh..

Hey, tapi jangan lupa karungin Yecung buat aku ne ^_^ hehehe..

Sudahlah.. makasih yah yg udh mau nunggu ffku, maaf bnget bru update.. tpi jngan bosen ngasih reviewnya yah.. please..

Gomawo.. baybay...

Salam joyers!