Chapter 10 - Ku tak ingin kau pergi

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih.

Saat ini aku tengah berbelanja bersama Karin dan Suigetsu, aku harus berbelanja kebutuhan untuk bayiku kelak, sudah tidak ada waktu lagi mengingat kehamilanku sudah memasuki tujuh bulan, dua bulan lagi dia akan terlahir di dunia ini tepatnya di musim dingin kelak aku akan melahirkan.

"Nyonya, baju ini sangat lucu"ujar Karin menunjuk baju bayi berwarna merah muda di etalase toko. "Hei, kita tidak tahu jenis kelaminnya bagaimana kalau dia lelaki, ku tidak sudi melihat bayi lelaki memakai pakaian berenda dan berwarna merah muda di hadapanku"ujar Suigetsu, "Apa kau bilang?setidaknya dia mempunyai satu baju berwarna merah muda, itu tidak ada salahnya"ujar Karin tak ingin kalah dan menjitak kepala Suigetsu, Suigetsu tidak terima dan membalas jitakan Karin, mereka bertengkar di depan toko sehingga memicu keramaian.

"Hentikan Karin, Suigetsu"ujarku menarik baju mereka,"Kalian jangan bertengkar, ingat ini tempat umum"ujarku. Mereka menunduk menyesal, "Aku hanya akan membeli baju bayi berwarna biru muda, putih, maupun abu, warna-warna polos biasa yang bisa di pakai untuk anak lelaki maupun perempuan"ujarku menegaskan.

Di pertokoan peralatan bayi, banyak para ibu hamil yang di antar oleh pasangannya, mereka bercakap-cakap sesekali tertawa, bahkan sang suami sesekali mengecup perut istrinya. Hatiku sakit, apakah aku cemburu?. Tidak, aku tidak boleh cemburu, ingatlah tugasku hanya sampai melahirkan, dan setelahnya aku akan kembali menjadi pria.

"Nyonya sebaiknya anda beristirahat dahulu, bagaimana jika kita berhenti di kedai es itu, kelihatannya enak"ujar Suigetsu, Karin mengangguk setuju, "Baiklah, aku juga merasa lelah, setelah berbelanja seharian"ujarku.

Aku meminum es dengan perlahan, benar-benar enak rasa es ini, Suigetsu saja sudah menambah untuk ketiga kalinya. "aku harus mengetahui resep rahasia es serut ini"ujar Suigetsu, ya, dia adalah koki kecil di tim kami, beberapa kali dia memasak untuk kami, masakannya cukup enak, walaupun pada awalnya dia nyaris membakar dapur yang ku punya. Aku telah selesai meminum es, rasanya aku ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil, "Aku ingin ke kamar mandi, kalian tetaplah di sini, hingga aku kembali ya"ujarku, mereka mengangguk.

Ternyata kamar mandi terletak di luar kedai es, aku harus menyebrang kedai. Segera aku menyelesaikan hajatku untuk buang air kecil. Setelah selesai aku melihat anak kecil di tengah jalan tengah menangis, di belakangnya tampak kuda berlari kencang tanpa pengelana, kurasa kuda itu lepas.

Aku berlari, dan mendorong anak itu ke pinggir jalan, namun naas kuda itu menabrakku, sehingga aku terpental beberapa meter di pinggir jalan. Beberapa warga mengeruminiku, anak itu tampak telah bersama ibunya, aku berdiri. "Terimakasih, anda tidak apa-apa nyonya?"tanya Ibu anak itu. "Ya"jawabku namun sesungguhnya perutku sakit, aku terduduk, tak lama Karin dan Suigetsu menghampiriku "Nyonya apa yang terjadi?"tanyanya, "Kamisama, kaki anda mengalir darah"ujar Karin panik. Aku melihat kakiku tampak darah yang mengalir, tubuhku seketika limbung, aku takut , aku takut jika aku keguguran, aku tidak ingin kehilangan anak ini.

"Bertahanlah Nyonya, kita akan kembali ke markas"ujar Karin dan Suigetsu memapahku cepat ke markas. Di markas tepatnya di laboratoriumku, Kabuto segera menanganiku, Karin juga menyuruhku menggigit lengannya agar cakra tambahan mengalir di tubuhku.

"Nyonya, anda mengalami perdarahan yang cukup banyak"ujar Kabuto, "Aku tidak yakin kandunganmu dapat di selamatkan"ujarnya lagi. Hatiku bagai tersayat-sayat, Aku tidak ingin kau pergi nak, ucapku di dalan hati seraya mengelus perutku yang terasa sangat keram.

"Sebaiknya kita gugurkan saja bayi ini, Nyonya, anda mengalami perdarahan hebat, bisa saja nyawa anda taruhannya, mungkin ini sebuah pertanda bahwa anda tidak di takdirkan untuk melahirkan, karena anda akan menjadi pria kembali"ujar Kabuto, aku sempat terbuai oleh kata-katanya untuk menggugurkan kandunganku.

Namun hati kecilku seolah berkata aku harus mempertahankannya apapun yang terjadi, aku bangun dari posisi berbaring, dan memusatkan cakra ke perutku, hingga ku rasakan perutku mulai membaik, dan aku tidak merasakan darah mengalir lagi di kemaluanku lagi, namun aku terbatuk darah, karena terlalu banyak mengeluarkan cakra lalu kesadaranku menghilang. Nak jangan pergi dari Ibu, aku menyayangimu, ucapku dalan hati.

*** Bersambung***

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan Fav dan Review yang baik ya, terimakasih