From : Byun Baek Hyun
Soo, tolong angkat panggilan dariku
From : Byun Baek Hyun
Kyung Soo, kita harus bicara !
From : Byun Baek Hyun
Do Kyung Soo, aku tahu aku salah karena tak memberitahumu tentangku sejak awal. Namun sungguh, tidak ada sedikit pun ada niat untuk membohongimu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskannya. Kumohon jangan membenciku.
Aku menatap nanar beberapa pesan dari sekian banyak pesan yang dikirimkan oleh Baek selama tiga hari ini. Tidak ada satupun dari pesan itu yang aku balas. Panggilan dari Baek pun tidak ada yang aku jawab.
Sejujurnya aku sangat merindukan pemuda itu, ah salah, maksudnya gadis itu. Namun aku takut. Ini semua salah. Tidak seharusnya aku merindukan gadis itu.
Seharusnya dulu aku mendengarkan nasihat ibu
Seharusnya dulu aku mendengarkan kekhawatiran Chan Yeol sunbae
Dan seharusnya dulu aku juga mendengarkan pendapat Lu Han
.
.
.
Ini sudah hari kelima aku melihat Baek menunggu di depan gerbang sekolahku saat jam pulang. Hari ini dia terlihat lebih tampan dengan kacamata minus miliknya. Ingin rasanya aku menghampiri Baek. Memeluk tangannya dan dia akan membalas dengan cubitan kecil dipipiku.
Seandainya saja aku tidak tahu fakta tentang Baek, pasti aku masih bersikap manja pada Baek.
Ya Tuhan, bolehkah aku berpura-pura lupa ?
Aku tidak ingin menjadi orang munafik, tapi aku juga takut untuk melawan kodrat ini.
Dengan langkah terburu- buru, aku berjalan menuju gerbang sambil menundukkan wajahku, berharap Baek tidak melihatku.
Saat merasa Baek tidak melihatku, aku segera berlari cepat menuju halte yang terletak tidak jauh dari sekolah kemudian duduk di bangku halte paling ujung sambil tetap menundukkan kepalaku.
Drrtt..drrtt
Dengan tergesa aku mengambil ponsel yang ada di saku jas sekolahku. Ada pesan.
From : Byun Baek Hyun
Kau terlihat cantik dengan pita merah jambumu
Aku reflek mendongakkan kepalaku. Hatiku langsung mencelos saat melihat Baek melambaikan tangan ke arahku sambil tersenyum dari atas motor besarnya. Aku hanya mampu terdiam sampai tak menyadari kalau Baek sudah pergi.
oOo
Aku masih memakan sarapanku saat pagi itu aku mendengar suara lengkingan ibu dari ruang tamu yang memekakkan telinga. Aku hanya mengedikkan bahuku tanda tidak mau ambil pusing. Sampai akhirnya aku mendengar ibu tertawa dengan seorang pria.
Tunggu dulu, bukankah ayah sudah berangkat ke kantornya ?
"Sudah berapa lama kau tidak berkunjung ke rumah ini ? Ah, Bibi sangat merindukanmu" samar- samar bisa kudengar suara ibu. Sebenarnya ibu sedang bicara dengan siapa ?
"Ah, Bibi bisa saja. Aku kan beberapa bulan yang lalu baru saja berkunjung kesini"
Tunggu ! Suara bas itu tidak asing untukku ! itu suara Chan Yeol sunbae.
Tapi kenapa dia bisa ada disini ? Apa dia tidak kuliah ?
"Cepat habiskan sarapanmu, Sayang. Chan Yeol datang kesini untuk mengantarmu sekolah" aku hampir tersedak susu yang kuminum saat ibu dan Chan Yeol sunbae muncul dihadapanku dengan tiba-tiba.
Bisa kulihat ibu tersenyum lebar disamping Chan Yeol sunbae. Aku tahu, ibu sangat menyukai pemuda itu.
.
.
.
Selama perjalanan menuju sekolah, aku dan Chan Yeol sunbae lebih banyak diam. Sebenarnya tidak ada yang berubah dengan Chan Yeol sunbae, aku saja yang bersikap tidak seperti biasanya. Aku hanya bingung harus bersikap bagaimana dengan orang yang pernah aku sukai.
"Kenapa akhir-akhir ini kau susah dihubungi ?" Tiba- tiba saja Chan Yeol sunbae bertanya padaku, meski pandangannya masih fokus ke depan karena sedang menyetir mobil.
Aku bingung harus menjawab apa karena sebenarnya aku yang sengaja tidak membalas pesannya dan tidak menjawab panggilannya. Aku terlalu sibuk dengan Baek.
"Maaf. Akhir- akhir ini aku sedikit sibuk karena banyak ulangan" dustaku. Kulihat Chan Yeol sunbae menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
"Berhubung besok sabtu, bagaimana kalau kita keluar ?"
"Kemana ?"
"Ke lotte world mungkin. Sudah lama kita tidak kesana"
Aku terdiam sejenak sambil mencuri pandang pemuda disebelahku. Aku sedang malas keluar sebenarnya.
"Ayolah, hari minggu aku harus sudah kembali ke asrama"
Dadaku berdesir aneh mendengarnya. Baru kali ini Chan Yeol sunbae merengek. Tanpa kusadari, ku anggukkan kepalaku sambil tersenyum.
.
.
.
"Kyung Sooooooo !" Aku mendelik saat baru memasuki kelas mendengar teriakan yang sudah kuhapal. Teriakan Lu Han.
Ku putar tubuhku kebelakang. Benar saja, gadis itu baru saja datang dan berlari ke arahku.
"Kau harus menceritakan semua ini padaku, harus !" Aku terpekik tertahan saat Lu Han langsung menarik tanganku dengan cukup kasar dan langsung membawaku masuk ke kelas kemudian mendudukkanku di kursi kami.
"Kalau tidak salah, beberapa hari yang lalu kau mengatakan kalau kau sudah putus dengan Baek kan ?" Lu Han bertanya dengan pandangan menyelidik.
"Iya"
"Dan kalau tidak salah, orang yang mengantarmu tadi adalah Chan Yeol sunbae ?"
"Iya, kau benar"
Kulihat Lu Han melebarkan kedua matanya. Ck, dia kenapa sih ? Mau menyaingi mataku yang besar ini ya ?
"Jangan bilang kau putus dengan Baek Hyun karena kau masih mencintai Chan Yeol sunbae" kali ini mataku yang hampir keluar mendengarnya. Anak ini bisa- bisanya berbicara seperti itu.
"Tak kusangka kau begitu plin plan Kyung" kali ini Lu Han mendesis sambil menyipitkan matanya.
Sungguh Lu Han, kau tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
.
.
.
Aku berguling- guling dikasurku untuk menghilangkan rasa gelisah yang kian melanda hatiku. Kulirik jam kecil yang ada diatas meja nakas. Sudah jam sembilan. Setengah jam lagi Chan Yeol sunbae pasti akan datang untuk menjemputku.
Aku ragu. Haruskah aku pergi ? Tapi perasaanku tiba- tiba saja tidak enak.
Aku bangun dari tempat tidurku. Berjalan menuju meja belajar bermaksud untuk mengambil komik yang kemarin aku pinjam dari Lu Han.
Aku menghela nafas dengan berat saat melihat fotoku dan Baek masih terpajang manis dimeja belajarku. Aku ambil foto itu, kupandangi lekat. Rasa perih mulai menjalar lagi dihatiku. Kenapa harus seperti ini ?
Ingin kubuang foto itu, tapi berat rasanya. Akhirnya aku memasukkannya saja ke laci kecil.
Aku kembali tertegun melihat isi laci. Ada fotoku dan Chan Yeol sunbae. Ya, aku meletakkannya disana waktu aku yakin cintaku sudah sepenuhnya untuk Baek.
Duk duk duk
"Sayang, ada Chan Yeol di depan" itu suara ibu
"Iya Eomma" setelah itu kudengar suara langkah kaki yang mulai menjauh. Ibu sudah pergi.
Hah, ini masih kurang lima belas menit dari waktu yang dijanjikan Chan Yeol sunbae. Kenapa dia datang lebih awal ?
Dengan terburu- buru, aku membuka lemariku. Mengambil sebuah kaos berwarna putih dipadukan sweater pink dan jeans berwarna cream. Memang sangat sederhana, tapi mau bagaimana lagi ? Tidak ada alasan tampil istimewa dihadapan Chan Yeol sunbae.
Setelah menguncir rambutku, aku segera keluar kamar kemudian menuju ruang tamu. Bisa kulihat ayah nampak berbincang akrab dengan Chan Yeol sunbae. Hah, sepertinya keluargaku memang sudah jatuh hati dengan pemuda itu.
Kusempatkan diri bergabung sebentar dengan obrolan ayah dan Chan Yeol sunbae. Tak lama kemudian Chan Yeol sunbae meminta izin pada ayah untuk mengajakku keluar. Ayah tentu saja tersenyum mengizinkan. Ayah juga berpesan agar kami pulang sebelum jam makan malam.
.
.
.
Aku tersenyum kecil saat menginjakkan kakiku pintu masuk lotte world. Rasanya memang sudah lama aku tidak ke tempat ini. Kalau tidak salah, terakhir aku kesini ya setahun yang lalu saat aku mendapat nilai sempurna di ulangan matematikaku, Chan Yeol sunbae yang mengajakku. Mungkin sebagai ucapan selamat.
"Ayo Soo" aku tertegun sejenak melihat tangan Chan Yeol sunbae yang menggenggam tanganku. Rasanya begitu hangat. Pipiku sedikit merona karenanya, tapi sepertinya pemuda itu tidak menyadarinya karena dia langsung menarikku untuk memasuki arena lotte world.
"Bagaimana kalau kita mulai dengan ice skating ?" Tanya Chan Yeol sunbae
"Iya, aku mau !" Entah kemana perginya rasa malasku tadi pagi, aku malah begitu antusias sekarang.
Aku dan Chan Yeol sunbae berjalan sambil bergandengan tangan menuju arena ice skating setelah sebelumnya menyewa sepatu khusus untuk bermain ice skating.
"Kau ingat tidak kalau ini merupakan permainan yang pertama kali kita coba saat kita pertama kali kesini ?" Chan Yeol sunbae bertanya sambil mengajakku meluncur dengan pelan
"Tentu saja, karena saat itu aku yang terus merengek ingin bermain ice skating. Padahal saat itu aku belum pandai sama sekali" Chan Yeol sunbae tertawa kecil mendengarnya.
Kami terus meluncur sambil berpegangan tangan. Sesekali Chan Yeol sunbae memutar tubuhku, layaknya orang yang sedang berdansa.
Entah, aku yang salah lihat atau apa, wajah Chan Yeol sunbae lebih bersinar dari biasanya. Dia tampak sangat gembira.
Kalau diingat-ingat, ini adalah kali pertama aku menghabiskan waktu lagi bersama Chan Yeol sunbae setelah pemuda itu masuk universitas.
.
.
.
Setelah lelah mencoba beberapa permainan. Aku dan Chan Yeol sunbae, memutuskan untuk singgah dulu disebuah toko cake.
"Strawberry chessecake dan tiramisu cake. Minummya orange juice 2"
Aku tidak bisa menyembunyikan senyumku saat Chan Yeol sunbae menyebutkan pesanannya pada waiter didepan kami. Pemuda itu masih ingat cake kesukaanku. Entah kenapa, rasanya dia memang menganggapku ada. Ah, dia memang selalu mengaggapku ada, aku kan adiknya. Jangan terlalu berharap lebih Kyung Soo ! Ah, lagipula aku sudah tidak mencintai Chan Yeol sunbae. Eum, mungkin masih tapi sedikit.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Aku dengan mata berbinar langsung memakan strawberry chessecake dihadapanku. Chan Yeol sunbae hanya tersenyum melihatku.
"Kita duduk diujung sana saja ya"
"Terserah kau princess"
Deg !
Suara ini seperti suara Baek !
Dengan tergesa, aku mendongakkan kepalaku. Iya, itu memang Baek ! Dengan seorang gadis cantik yang memeluk lengannya dengan manja. Siapa gadis itu ?
Aku terus memandangi mereka. Baek terlihat terkejut saat melihatku dan dia malah mengajak gadis disampingnya untuk berjalan lebih cepat. Melewatiku begitu saja. Tanpa menyapaku.
Kenapa rasanya sakit sekali ? Seperti tak dianggap. Tanpa terasa aku mengeratkan pegangan tanganku pada sendok yang sedang aku pegang.
Sekuat mungkin kutahan airmataku agar tidak keluar ketika rasa sesak semakin menghimpit dadaku.
"Soo, kau kenapa ?"
"Sunbae, aku ingin pulang"
TBC
