Chalice07 : wuhuu! Update, tapi masalahnya saya pusing nih soal ceritanya.

Raven : lalu? Ngapain nanya ke gua? Gua gak ada hubungannya. Elu kan authornya *sewot mode on(?)*

Chalice07 : lah,raven kau kenapa? Kok sewot?

Raven : ini gara gara elu... terlalu berisik...*death aura*

Chalice07 : eh? Segitu berisik kah aku? Sampai kau sewot?

Raven : *Naik darah* berisik! Yang pasti suara mu bikin telinga berdarah! (apa hubungannya?)

Chalice07 : jadi maksudmu suara ku cempreng?

Raven :*sigh* kira-kira begitu.

Chalice07 : *cry* jahat banget kan suaraku sudah gak cempreng lagi... *pergi*

Raven : *sendirian diruangan* lalu? Siapa discllaimernya?

Disclaimer : GC bukan milik chalice07, dibilangin gak ngerti-ngerti juga *sigh* ( semua juga udah ngerti kali...)

Warning : GaJe, makin hancur, makin kacau, makin abal, yang pasti kacau, abal, gaje, lebayness (?), dan aneh jadi ke update (readers : jangan di update ke burukannya baka!/chalice07 : kan gak sengaja...*sob*) emang karena authornya kepusingan jadi maaf sebesar-besarnaya.

Ready to start story, happy reading *happy smile* ( ini fic lama-lama jadi inggris *sweatdropped*).


"..." sesuana hening karena gak ada gerak gerik dari mizuki dan mizuna. Sedangkan luna eh salah raven sedang mengatur posisi guard (?).

"mizuna..."panggil mizuki.

"apa?" balasnya.

"bisakah kau yang lawan...*pucat*" ucap mizuki sambil bermuka pucat.

"emang kenapa?" tanya mizuna.

"*sambil megang tas (sejak kapan bawa?)* aku... lupa bawa shortwand ku... lagi..." jawab mizuki dengan muka pucat dan memegang tasnya.

Mari hening sejenak *plak*...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"MIZUKI! Kan mizuna sudah bilangin bawa shortwand mu!" omel mizuna kaya tante-tante ngoceh *di tebas*.

"hehehe... jadi kau yang lawan semuanya, Ok?" ucap mizuki sambil makan biskuit (sejak kapan dia bawa biscuit?) dengan santai.

"bagaimana bisa? *cry* nanti siapa yang support ku dari jauh? *cry*" ucap mizuna sambil menangis.

"apa *munch* boleh * munch* buat *munch* maaf ya *nyam*" ucap mizuki sambil memakan biskuit.

"*sigh* gak apa apa sih... tapi masalahnya terberat ada luna disini..." ucap mizuna sambil melihat raven yang hanya cengo *di gantung terbalik*.

" tenang aku yakin grandchase gampang di lawan, tapi masalahnya nih anak, kita gak mungkin segampang itu menang dari mereka (yang dimaksud luna, raven, reicy, dan envy)." Ucap mizuki yang menganggap rendah grandchase ( chalice07 : kualat! Nanti kualat elu! Karena memandang lemah grandchase! *teriak pakai toa curian hasil kemarin*.

"...jadi aku bunuh nih anak?" tanya mizuna sambil menunjuk ke arah muka raven yang masih cengo.

" jangan kita buat setengah mati saja, nanti bisa-bisa kita yang dibunuh death nee-san, kan kau tahu sendiri dia gak peduli siapa itu yang pasti dia gak ragu-ragu bunuh." Ucap mizuki sambil makan biskuit.

"baik lah..." ucap mizuna sambil mengambil posisi battle dan mengambil pedangnya.

"oh... sudah mulai toh" ucap raven sadar ketika lihat posisi battle mizuna.

"baiklah aku wasitnya~ (lu pikir ini apaan? Malah santai nih anak...)

"soul edge!" teriak raven sambil menarik solunanya ( ingat dia prime knight sama kaya sieghart, saya buat sama kaya sieghart karena, dia chara GC saya saat lagi main.) dan lompat dan langsung menyerang mizuna. Mizuna yang mengambil posisi attack ( emang main game apa?) langsung cepat-cepat menghindar. Dan hanya kena segores luka kecil di pipinya.

"giliran ku. ( ini mah lam-lama kaya main game /readers : berisik! Kita gak tenang nih kalau kau teriak teriak mulu! / chalice07 : *pundung di pojokan*)" ucap mizuna sambil menyerang raven dengan pedangnya. Dengan cekatan raven berganti dengan reicy dan dengan cepat menembaknya dengan dual gun ( ini mah bukan gunner tapi bounty *sweadropped*). Dengan cepat mizuna menahannya dengan pedangnya.

"change~" ucap reicy dan diganti envy.

" lighting storm (?)" ucap envy dengan cristal wandnya dia menghasilkan petir yang besar dari atas. Dengan sukses mengenai mizuna.

"kyaaaa!" teriak mizuna kena petir envy dan terjatuh dan terjadilah paralyzed ke mizuna ( readers : lo pikir main game apa? Ini GC woi! Bukan game yang ada paralzed nya!/ chalice07 :maaf *cry* biar sseru soalnya.)

"change!" teriak envy tenang dan diganti luna.

"sorry!" teriak luna dan menyerang mizuna dengan sabitnya dan dengan cepat-cepat mizuna menghindar tapi gagal dan terkena di badannya sehingga membuatnya banyak ngeluarin darah. Tapi hebatnya masih hidup ( mizuna : ya iyalah! *cry* gua juga mana mau mati muda! / chalice07 : iya, iya *sweatdropped*).

"KYAAAAAA!" (ini kesakitan atau kaget?)

"hiyaaa! Mizuki *cry* tolong!" teriak mizuna ( jah orang kesakitan kena sabetan sabit gede gitu, ini malah bilang "hiyaaaa" sok feminim amat * di tebas dan di cincang*). Sedangkan luna hanya cengo ngeliat dia hampir memubunuh kakaknya ( contoh adik yang buruk *di tebas*).

Tiba-tiba di semak semak (emang di GC mansion ada hutan ya? Bikin aja kaya gitu, pusing banget soalnya) ada seseorang eh segerombolan datang.

Bukan, ini bukan orang lain tapi... grandchase! Pahlawan kesiangan dan kemalaman (?) *di hajar massa dan GC*

"luna? Dan..." ucap ley terpotong...

"ah! Kau yang waktu itu!" teriak amy sambil menunjuk mizuki. "oh Grandchase (kecuali akito dan kazuna karena gak ada disitu) aku datang memenuhi janji ku waktu itu ( soal akan datang dan bunuh mereka)" ucap mizuki. "mizuna, bunuh mereka semua" perintah mizuki sambil makan biskuit. "apa? Aku lagi luka, bukannya di heal dan lagi gua mana bisa sendiri lawan mereka semua *cry*" ucap mizuna sambil berlinang air mata. ' kasihan...' pikir semuanya sama (kecuali mizuki).

"jadi, aku musti bantuin nih?"tanya mizuki dan dijawab anggukan mizuna. "kan kau sendiri aku gak bisa mencast magic ku kebentuk sempurna (terkuat),tanpa shortwandku" ucap mizuki "jadi kau...lupa... bawa... shortwand... lagi..." ucap arme sambil menahan tawa. Dengan dalam sekejap atmospher itu berubah menjadi berat. "tanpa itu aku hanya bisa magic dengan kekuatan paling lemah jadi effeknya gak begitu kuat" ucap mizuki membuat semuanya bingung. "seperti ini... fire bolt!" ucap mizuki mencast magic dan tiba-tiba listrik besar menyambar luna.

"LUNA!" teriak para chaser


Mari kita beralih tempat, kenapa akito dan kazuna gak ada di tempat (plus kazusa karena lagi pingsan. jadi gak mungkin ada di tempat para chaser.


-Flash back-


"kita harus makan ini?" tanya kazuna sambil menunjuk makanan masakan luna yang pasti ada aura iblisnya.

.

.

.

.

.

.

.

"*gulp* baiklah! Ayo makan ini! Mau gak mau, agar tidak membuat luna kecewa!" ucap akito dan kazuna hanya... "eeeeehhhh! Ogah, bisa-bisa aku mati! Kau tahu sendiri aku gak mau mati muda!" teriak kazuna. Dan plep...

Akito memasukin makanan masakan luna ke mulut kazuna 1piring bersamaan dengan piring nya(?) ( R: emang muat?/ A: Ah... buat aja begitu, biar gak repot *masa bodo* / R : contoh author yang buruk *sweatdropped*) dalam sekejap muka kazuna membiru dan pingsan dengan mulut berbusa (?). akito hanya sweatdropped dan diam memandang 1 piring punya dia.

Dan tentu saja dia makan, wong dia yang ngomong berati harus melakukan hal yang ia omongin dan dalam sekejap ya pasti pingsan.

Begitulah flashbacknya mereka pingsan di dapur dan nasib nya kita gak tahu. Dan saya gak peduli (contoh author buruk jangan ditiru).


-flash back- ~end~


Mari kita kembali lagi ke tempat GC berada.

"LUNA!" teriak para chaser. "tidak...mungkin... dia bisa mencast magic tanpa shortwand"ucap arme dengan muka pucat.

"hmm...sama saja effect serang nya kecil tanpa shortwand" ucap mizuki santai tidak peduliin keadaan luna (contoh kakak yang jahat jangan ditiru kecuali author *di hajar massa (?)*) luna yang kena thunder bolt nya mizuki sudah terluka parah, badannya banyak luka sengatan dan ada sedikit listrik yang tersisa nasibnya dia gak bergeming sedikitpun.

'apanya serangannya jadi kecil?' pikir semuanya sama 'tidak mungkin ada magecian bisa mencast magic tanpa shortwand? Apalagi serangannya sangat kuat! Gadis ini sangat berbahaya!' pikir arme dengan muka pucat.

"mizuki~ *cry*" teriak mizuna sambil memeluk mizuki, "apa yang kau lakukan? Diakan adik mu sendiri!" teriak elesis kesal. "hukuman atas melukai kembaran ku!" ucap mizuki kesal. "mizuki *cry*" tangis mizuna makin kencang dia terharu atas perkataan kakak kembarnya. "jika mizuna mati, nanti gak ada yang bisa kusuruh-suruh" lanjut mizuki. Semuanya hanya sweatdropped. "jahaaat!" teriak mizuna dan pergi dari situ dengan luka membesar gak sampai 5 langkah mizuna pingsan kehabisan darah.

"hmm... kerepotanku bertambah nih" ucap mizuki sambil menghela nafas. Dan berbalik mukanya ke para chaser. " kuhabisin kalian dulu sebelum kubawa ini anak " ucap mizuki sambil mengeluarkan aura membunuhnya. "thunder rain's ( R : emang ada?/ A : Buat aja begitu, biar seru / R : apanya?)" ucap mizuki dan mencast magic dan tiba-tiba hujan petir (?) maksudku banyak petir menyambar mereka. Dan para chaser berjuang menghindar dari serangan petir yang beruntun.

"KYAAAA!" teriak arme dia sebentar lagi kena petir itu.

"ARME!" teriak lass dan menolong arme, dan akhirnya kedua-duanya kena (?).

"lass! Arme!" panggil semua chaser , nasib lass dan arme sama seperti luna tapi gak separah luna. "hmm... keliatannya grandchase gak bisa dianggap remeh (chalice07 : akhirnya mengakuinya juga kualat sih elu / mizuki : *nendang author sampai ke gurun sahara*)" gumam mizuki melihat keadaan lass dan arme. "hmm... akan kuperkuat dikit ( A : lha? Katanya itu paling kecil kalau gak pakai shortwand? / mizuki : *membungkam mulut author pakai kulkas (What?))." Ucap mizuki dan dia mencast thunder rain dan kali ini lebih banyak.

"KYAAA!" teriak chaser yang cewe karena kena.

"GAH—" teriak chaser cowo kesakitan.

Dan semuanya terluka parah tapi hebatnya masih hidup dengan serangan tadi dan masih sadar cuman keadaanya sekarat semua.

"hmm... aku memang gak bisa menganggap remeh grandchase, musti kakak chain, kakak death , vaine dan xeina yang dalam 1 kali serangan membunuh mereka... (chalice07 : kualat sih! kualat! kual- *dibungkam dan dilempar ke laut china(?))" ucap mizuki " yah, yang penting membuat mereka setengah mati sudah cukup menghambat aksinya" ucap mizuki sambil mengangkat mizuna dengan skill nya (?) dan pergi dengan teleport (?). "ugh... kau baik-baik saja... elesis?" tanya ronan ke elesis yang sudah sekarat.

"aku.. baik...baik...saja..." ucapan elesis terputus-putus. "sepertinya, kita ada musuh yang lebih... susah keliahatannya" ucap zero dan ia tidak memegang grandark, ya grandarknya telempar jauh, itu tuh tertancap di batu (?) dan teriak-teriak minta tolong (hah?) 'tolong! Tolong!" semua yang ngelihat hanya sweatdropped.

"yang tadi dia...sebutin kan?" tanya jin. "iya.." balas zero.

Tiba-tiba ada yang datang... ya kazusa, kazuna dan akito datang (mereka baru bangun).

"*gasp* kalian baik-baik saja?" kazuna melihat teman-temannya terluka kaget dan buru-buru kesana. "kazusa! Kau ada HP potion tidak?" tanya kazuna ke kazusa. "hmm... Cuma ada 14 buah" jawab kazusa sambil bergaya sedang mengingat-ingat. "dimana?"tanya kazuna. "di rumah (bukan di mansion lho)" ucap kazusa santai sedangkan kazuna melotot saja. "*sigh* maksudku di kamarku" ucap kazusa menghela nafas. "ayo bawa mereka ke kamar mereka masing masing, akito dan kazusa" perintah kazuna.

"lebih baik... luna dahulu di rawat" ucap amy sambil menunjuk luna yang terluka parah ( dalam bentuk luna dan reicy defend nya kecil, sedangkan raven dan envy defendnya sama seperti para chaser) kazuna, kazusa dan akito melihatnya hanya kaget. Luka nya sangat parah, akito yang melihatnya buru-buru ke luna. 'masih hidup' pikir akito dan lega saat dia memeriksa urat nadinya (kaya dokter aja.) kazuna dan kazusa saling bertatapan dan kazuna mengeluarkan senyum nakalnya lagi sedangkan kazusa tidak tapi dia berpikir sama seperti kazuna. 'ayo kita jahilin akito!' pikir mereka sama. (tumben mereka akur biasanya langganan berantem *dihajar*)

"akito, kau bawa luna ke kamarnya dan ambil potionnya dikamarku, di laci bergambar monyet (?)" perintah kazusa dan akito menurutinnya dengan wajah khawatir. "rencana akan dimulai" bisik kazuna ke kazusa. "...akan keliatan seru menjahilin akito" ucap kazusa datar. Sedangkan kazuna cengo mendengar perkataan kazusa. "wuah, tumben kau berpikir sama dengan ku?" ucap kazuna. "aku bosan gak ngapain-ngapain ( lha? Itu ada kerjaan, rawat tuh semuanya *dihajar*) jadi aku hanya merekreasikan otakku." Balasnya. "benar akhir-akhir ini bosan, jadi kita butuh hal menghibur~"ucap kazuna.


-omake-

Raven : author sarap, oi! Author gila? *sigh* kemana tuh author gila itu?

Luna : kita sudah mencarinya, dia gak ada dimana pun.

Reicy : terus lanjutan ceritanya?

Envy : mana ku tahu, idiot.

Raven,luna,reicy(R,R,L) : *cengo*

R,R,L : bo,bohong, envy berkata idiot... du,dunia...kiamat

Envy : *sigh*

R,R,L : *masih cengo*

Envy : karena 3 mahluk ini masih bengong maka saya saja.

Envy : [tolong] reviewnya ya...*pergi*

R,R,L :*masih sama nasibnya*

-behind scene 1-

"tanpa itu aku hanya bisa magic dengan kekuatan paling lemah jadi effeknya gak begitu kuat" ucap mizuki membuat semuanya bingung. "seperti ini... thunder bolot! (hah?)" ucap mizuki mencast magic dan tiba-tiba listrik itu pun muncul tapi hasilnya gerakannya benar benar bolot dan effect serangnya juga kecil. 'benar-benar melemah tanpa shortwandnya toh, dan listriknya benar-benar bolot' pikir semuanya sambil sweatdropped.

Terimakasih bagi semua yang membaca cerita GaJe saya. Dan mengikutin ceritanya. *membungkuk 360 derajat (?).