Disclaimer: all not mine, the name's not mine... some OC's is mine.
Chapter 11: Meet the Author & The Canceled Date
Harry, Ron, and Hermione's POV
Hermione kembali berpisah dengan Ron dan Harry. Dia harus ke kelas Biologi, Ron ke Drama dan Harry ke Music(bersama Brittany).
"ok, aku harus ke Art sekarang! Bye!" Abby meninggalkan Herrmione sendirian di koridor yang sudah mulai kosong.
Oke sekarang apa yang harus ku lakukan? Tanya Hermione dalam hati.
Hermione lalu pergi ke kelas Biologi sendirian, disana dia duduk di samping seorang cowok berambut pirang-coklat.
Ini tempat yang tersisa Hermione merasa tidak nyaman duduk dengan orang yang tidak dia kenal.
Sedangkan nasib Ron...
"Mr Grint!" seru guru yang mirip Slughorn(walau sebenarnya Ron masih tidak mengenal siapa slughorn itu) itu, namanya Mr Bowman.
"ya?" peran Ron adalah menjadi si pangeran jahat yang akan menculik puteri, dan si puteri jadi jatuh cinta padanya. Walau sebenarnya si puteri diculik untuk membalaskan dendam pada ayah si puteri.
Wajah Ron sudah pucat pasi, di hadapannya dia sedang berdialog dengan cewek pirang yang cantik sekali.
"bisakah kau mengulangi bagian yang tadi?" tanya Mr Bowman.
Mr Bowman sangat mengharapkan banyak kepercayaan pada Rupert, Emma dan Dan. Bukan hanya karena mereka Actor dan Actress berbakat, mereka juga sering memenangkan kompetisi Drama untuk sekolah.
"yang mana?" Ron berusaha mencari bagian yang di bicarakan.
"di bagian sesudah Princess Jessica berbicara" kata Gadis yang ada di depannya.
Ron pun megulangi bagian itu dan Mr Bowman menuruh mereka istirahat.
"aku Ro.. Rupert.." kata Ron berusaha berkenalan dengan cewek tadi.
Gadis itu tidak memakai pakaian yang ketat atau ribet. Dia hanya memakai blouse hijau, jeans, dan septu kets. Rambutnya pirang bergelombang dan di ikat kuda.
"aku tahu.." gadis itu tersenyum sebentar, dan meminum sebotol air mineral.
"yah... siapa yang tidak mengenalku?" tanya Ron sambil tertawa kecil.
"aku Stephanie, Stephanie Morgan" kata Gadis itu mengulurkan tangannya sesudah menaruh botol di tasnya lagi.
Ron sangat senang menerima jabatan tangannya...
Sementara Harry...
"Dan..." Brittany masih memeluk tangannya, mereka duduk berdua.
"Hi Dan... kau yakin kau tidak mau bertukar tempat, Dan?" bisik seseorang di belakang Harry, Matthew Lewis sedang berpura-pura memainkan gitarnya.
"I Know you fancy Her" Bisik Devon Murray dari sebelah Matthew.
"diam!" Matthew berbisik balik.
"and I know you want to watch her sleep..." bisik Alfred Enoch, dari sisi kiri Matthew.
"Shut it!" Matthew mulai memukul keduanya dengan keras sekali, sampai terdengar oleh Mrs Morgan.
"Mr Lewis!" serunya, dia mulai memukul Matthew dengan lebih keras lagi "jangan pernah membuat masalah di kelasku!"
"maaf Mrs Morgan" kata Matthew.
"Geez, Guys, kalian tahu dari dulu aku suka pada putrinya..." kata Devon "tapi dia sangat galak, bagaikan penjaga perpustakaan"
"sekarang aku ingin kalian memainkan Beethoven..." seketika Mrs Morgan berkata begitu seluruh kelas mulai mengeluh.
"tapi hanya Radcliffe yang bisa memaikan itu!" kata seorang anak peremuan berambut hitam di ujung ruangan.
"Mr Radcliffe?" kata Mrs Morgan "aku harap kau tidak keberatan menunjukan bakat mu di depan kami?"
"uh.." Harry memalingkan wajahnya ke Matthew. Tapi sudah ditarik oleh Mrs Morgan.
Dengan kesempatan itu Matthew menyempatkan dirinya duduk di samping Brittany.
Dengan asal-asalan Harry memainkan gitarnya.
"lihat, Dan tidak bisa memaikannya!" seru Devon kegirangan "itu artinya kita tidak jadi memainkannya!"
Dan... Hermione...
"kau tahu aku sangat suka melihatmu dan si rambut merah berduaan..." kata cowok rambut pirang itu.
"diam!" Hermione berteriak. jelas saja, cowok itu terus membicarakan Rupert dan Emma, atau bisa di bilang sekarang Hermione dan Ron.
"Ms Watson?" tanya Mr Loman lagi.
"dia tidak bisa diam dari tadi" Hermione menjauh dari tempat duduknya.
"Mr Alkins! Kalau aku mendengar kekacauan lagi, kau akan benar-benar di keluarkan!" kata Mr Loman "sekarang, Ms Watson boleh bertukar tempat dengan Ms Wright"
Bonnie Wright sedang duduk di sebelah Evanna Lynch.
Selesai pelajaran, Hermione berusaha mencari dimana Harry dan Ron.
"ok, kuakui aku suka Brittany, tapi itu tidak berarti aku harus jadian dengannya!" kata Matthew yang baru keluar dari kelas musik, bersama Harry, Alfred dan Devon.
"Harry!" tanpa disadari Hermione langsung berlari kearah Harry dan memeluknya.
"Emma?" Harry berusaha membuat itu, untuk tidak menimbulkan pusat perhatian.
Tiba-tiba cahaya blitz sebuah kamera, membuat perhatian mereka terahlikan. Anak laki-laki dari kelas biologi Hermione, sedang memotret mereka.
"aku akan megirim ini ke majalah!" anak itu kabur, tapi dia tanpa sengaja menabrak Ron.
Devon, Matthew dan Alfed lalu menertawai kejadian itu.
"itu pembalasan dendam kami!" kata Alfie(Alfred).
"sekarang kurasa kita berpisah disini!" kata Matthew, dia mulai mengambil isi kamera Alkins.
Ron datang kepada Harry dan Hermione, dia membawa Stephanie.
"Guys, ini Stephanie Morgan" kata Ron.
"jadi kau anak Mrs Morgan?" tanya Harry ternganga.
"kita sudah megenal kurang lebih 2 bulan kan?" tanya Stephanie "maksudku kita pernah kencan selama dua bulan, aku pergi dulu..." Stephanie meningalkan mereka.
"aku?" Harry masih memikirkan itu di perjalanan mereka pulang.
"aku harus ke toko buku!" seru Hermione, dan mereka berhenti di toko buku.
Mereka sedang akan masuk ke toko buku itu... sampai mereka melihat display toko itu, memamerkan buku Harry Potter.
"oke, ini aneh..." kata Ron.
"tidak, kenapa aku tidak memikirkan ini dari kemarin?" Hermione segera masuk ke toko itu, tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di toko itu.
Hermione mengambil satu buku bertuliskan: Harry Potter and the Philosopher Stone.
"aku beli ini!" Hermione berkata ke penjaga kasir, yang matanya sudah melotot.
setelah Hermione membeli buku itu, dia membukanya di mobil.
"oke, sekarang kita harus bertemu dengan orang ini" Hermione menunjuk label nama di cover buku, J.K ROWLING.
"kenapa? Kenapa kita tidak pulang saja?" Ron sangat ingin mandi sekarang ini.
"kalau kau ingin pulang..." tapi Hermione sedah di hentikan oleh Harry.
"BISAKAH KALIAN BERDUA BERHENTI BERTENGKAR!" Harry langsung membelokan mobilnya ke arah kiri.
"Harry, kau harus belok kanan..." Hermione sedang mengutak-atik iPad Emma.
"dari mana kau bisa mengunakan itu?" tanya Ron dari belakang.
"belajar..."
Dan mereka sampai di sebuah rumah yang amat besar.
"bisakah kami bertemu dengan J.K Rowling?" tanya Hermione tanpa ragu.
"Mrs Rowling sedang ada di ruang kerjanya... Ms Watson" kata seorang pembantu yang membukakan mereka pintu.
"mari saya tunjukan jalannya" kata Pembantu tadi.
Rumah itu memang bukan main besarnya. Pembantu itu membuka pintu yang sepertinya ruangan kerja.
J.K Rowling sedang merapikan berkas-berkas kertas.
"Mrs Rowling?" tanya Hermione.
"Emma!" dengan cepat sekali Mrs Rowling membereskan kertas-kertas itu.
"eh? Aku Hermione Granger..."
"oh.. ini tidak mungkin..." kata Mrs Rowling, matanya melotot seakan mau keluar.
Dan, Rupert, and Emma's POV:
"kau siap Dan?" tanya Rupert, mereka akan bertemu Ginny di Three Broom Stick.
"Dan, kau tidak boleh pergi dulu!" Emma berlari ke arah mereka, dia menarik mereka ke perpustakaan.
"tapi Emma! Aku ada kencan dengan Ginny!" kata Dan Histeris, dan waktu itu Luna Lovegood lewat.
"Luna! Bisakah kau memberitahu Ginny, kalau Harry tidak bisa kencan?" tanya Hermione.
"tentu..." Luna kembali ber skipping ala-nya lagi.
"Kenapa... itu satu.. satunya cara, agar aku mendapat pacar yang cocok!" kata Dan.
"diam basa-basinya! Kalian harus tahu apa yang aku dapat. Lagi pula di sekolah kau hampir di kira playboy!" kata Emma tidak sabar.
Mereka sedang ada di perpustakaan, Emma mencari buku yang dia temukan beberapa jam yang lalu.
"kita pasti terdampar disini karena ini..." Emma menunjukan gambar sebuah liontin, seperti pembalik waktu, namun berwarna merah dengan pasir yang juga berwarna merah.
"benda ini ada di ruang potions! Ada di sekitar sana... tapi harus menunggu waktu untuk beraksi..." kata Emma.
"maksudmu?" Rupert sedang memakan beberapa cup cakes.
"benda ini pecah di dekat kelas ramuan Snape dan Slughorn" jelas Emma "yang lebih jelas, di dekat kelas ramuan Snape.
"benda ini akan membawa kita ke dunia alternatif yang berbeda.. dan benda itu belum bisa di temukan karena ini tembus pandang, dan hanya akan memperlihatkan diri dalam beberapa hari lagi... aku tidak tahu" Emma mejelaskan degan panjang lebar.
"ok, sekarang bolehkah aku kembali ke kencan ku?" tanya Dan.
"kau sedang pacaran dengan Abby" canda Rupert.
"Shut up!" Dan berjalan ke Three Brom Stick dengan tenang, sementara Rupert mengikutinya dari belakang.
A/N: I hope you Like it! Thanks buat Jennie.F-101, yang sudah beri dukungan lewat SMS ;D.
bagi yang belum tahu:
Devon Murray adalah actor yang bermain Seamus Finnigan.
Alfred Enoch adalah actor yang bermain Dean Thomas.
;D Happy Reading...
