Disclaimer, Amano Akira
Bisa pulang dengan selamat setelah mendaki gunung melewati lembah /bukan!/ bisa pulang selamat menghadapi jalanan Namimori yang penuh dengan ke-absurd-an massa, tanpa harus kehilangan apa pun semisal keperjakaan saja sudah sujud syukur. Batin Tsuna, 'ini kota kok gini amat orang-orangnya." walau sudah pernah ia lontarkan protes tak berlisan tersebut sejak chapter awal-awal. Rumah yang sudah sepi Tsuna juga syukuri, serius deh. Rombongan anak-anak NamiHigh sudah tidak terlihat pucuknya. Hanya meninggalkan iblis tertua dari empat bersaudara Sawada dan bungsunya yang baru masuk. Chrome tadi pamit ketika mereka masih berada dua blok sebelum rumah Sawada.
Tsuna meletakkan katung plastik besar di meja makan dan membawa kantung kertas di pelukannya ke pantry. Alfonso masuk ke ruang makan dan duduk ala raja di kursi yang biasa. Sesekali menguap.
"Tadaima." salam Tsuna yang dibalas 'okaeri' malas-malas.
"Kau lama sekali pergi belanja." Alfonso mulai ngubek isi plastik yang ada di meja. Beberapa cup ramen instan dan lebih banyak bahan mentah dan sayuran untuk persediaan. Seribu yen untuk sebanyak ini, ditambah cemilan dan makanan kaleng yang di bawa Tsuna ke pantry? Sepertinya bakat tawar-menawar maman menurun semua ke Tsuna. "Mau masak apa nanti malam?"
"Hm, kare? Makarel? Sarden..." jawab Tsuna tak yakin, sementara Alfonso masih mengaduk isi plastik belanjaan.
"..." gerakan Alfonso terhenti mendadak. Tangannya meraih dua bungkusan plastik kemas. Lalu menghadap Tsuna yang masih memikirkan masakan apa untuk nanti malam, berhubung malam ini Tsuna yang masak.
"Hm? Ada apa?" Alfonso lalu mengangkat dua bungkusan yang ditemukannya di antara belanjaan Tsuna. Daging sapi dan udon kering. Tsuna terkekeh melihat Alfonso yang berwajah datar namun matanya berbinar.
"Pedas atau manis?" godanya.
"Dame-Tsuna, kau jelas tahu apa yang aku mau." Alfonso mayun ditanya masalah rasa. Muka seramnya berubah jadi macam anak SD nggak dibeliin mainan. Tsunderenya kalo sama Tsuna doang memang. Bahkan panggilan Tsuna berubah. Ah, ah, Alfonso minta dimanja! Manisnya~.
"Hai, hai! Spicey beef udon akan siap tersedia untuk makan malam hari ini. Mohon tunggu dengan tertib!" Tsuna mengumumkan menunya ala pelayan restoran berbintang, walau menurut Author lebih pantas kalau dipakein kostum maid *dor!*. Alfonso sendiri sudah girang dalam hati. Jangan tanya author kenapa Alfonso nampak OOC, itu sifat terpendap Alfonso yang selalu jaim kok. Betewe, Tuna-fish memang calon istri yang baik... *eh? /authorngumpetgegarapendekbanget/
TBC
sankyuu~ Cocoa2795, Natsu Yuuki, zhichaloveanime, Kuroshi Charlice, Remah-Remah Rengginang, Ssora0, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama
