Love Between Earth Girl & Sky Boy

Shingeki No Kyojin by Hajime Isayama

Pairing : Eren X Mikasa

Rating : T

Genre : Friendship, Adventure, Comedy, Fantasy, Mystery, Action, Romance

Warning : AR (Alternate Reality) & AU (Alternate Universe)

.

Chapter 11 : A Power Of Heart

.

Layaknya sebuah puncak cerita

Yang tidak diketahui akhirnya

Kini dua orang saling berhadapan

Merebutkan nasib sang gadis yang berada di ambang kematian

.

Tidak mungkin! Eren… adalah… malaikat cahaya?!

Eren berubah menjadi Angel Mode, sedangkan Keith berubah menjadi Devil Mode. Apa yang dikatakan sejarah adalah benar, di dunia langit, ada dua orang yang memiliki kekuatan maksimum. Salah satunya adalah Eren dan Keith.

Eren memiliki kekuatan cahaya. Meskipun dia datang dari dunia manusia, tapi dia tidak boleh dianggap remeh. Sihirnya sangat kuat. Dia mampu mempelajari sihir cahaya yang terkenal langka. Di lengan kanan bawahnya, ada sebuah tanda yang memanjang hingga ke punggung tangannya. Jika tanda itu diaktifkan, itu berarti, Eren akan mengeluarkan seluruh kekuatannya hingga dia berubah wujud seperti malaikat cahaya. Sihir Eren adalah cahaya harapan.

Kebalikannya dengan Eren. Keith juga memiliki kekuatan kegelapan. Meskipun dia adalah pemimpin serikat gelap terbesar, dia cukup menakutkan. Keith memiliki berbagai macam sihir-sihir kegelapan. Dia juga memiliki sihir penghancur, meskipun ia belum pernah memakainya sekali pun dalam pertarungan yang dihadapinya. Bisa saja, Keith akan menyelimuti dunia ini dengan sihir kegelapan abadinya. Keith juga bisa berubah menjadi pangeran kegelapan. Sihir Keith adalah keputusasaan.

"Ini menarik. Sangat menarik. Aku kurang puas menghadapi penyihir cahaya sepertimu." Kata Keith sinis.

Eren hanya terdiam mendengarnya.

"Baiklah kalau begitu. Mari kita akhiri sekarang!" seru Keith menyiapkan sihirnya.

Eren mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke lawannya. Mereka saling menatap tajam. Dan akhirnya, pertarungan puncak yang sengit terjadi.

Keith berkali-kali menembakkan sihirnya ke arah Eren, namun ia berhasil menghindarinya tanpa terluka. Setelah Eren berubah menjadi malaikat, kekuatan dan kecepatan tubuhnya berubah. Dia bertambah kuat dan sangat gesit menghadapi setiap serangan lawannya. Itulah mengapa, ramalan menjelaskan bahwa Eren akan melindungi dunia langit dan menjatuhkan kegelapan selamanya.

"Ho… kekuatanmu boleh juga. Tapi, bagaimana kalau kau bisa menghadapi seranganku ini?!" seru Keith sambil mengeluarkan bola raksasa itu lagi.

Kali ini, kekuatan Keith semakin memuncak. Dia mengeluarkan bola sihir hitam raksasa dan bersiap untuk menembakkannya ke arah Eren. Eren sedikit panik, namun, dia berusaha untuk tenang.

Devil Technique : Devil Law

Lalu muncullah roh-roh orang yang sudah dibunuh olehnya. Roh-roh yang tidak tenang itu langsung menyergap Eren dan kekuatannya. Eren langsung terkepung dalam sekejap. Roh-roh itu langsung melahap habis tubuhnya dan kekuatannya. Namun, Eren tidak tinggal diam.

Angel Technique : Angel Sphere

Sebuah bola sihir cahaya raksasa tiba-tiba bersinar. Sinarnya sangat menyilaukan, hingga Keith merasa silau melihatnya, sehingga titik kelemahannya terlihat jelas.

"Dan tibalah saatnya, ku basmi kegelapan ini!" seru Eren.

Eren mulai mengisi kekuatan pedangnya. Pedang itu mengeluarkan aura silver dan violet dan Eren bersiap untuk serangan terakhirnya. Eren mengepakkan sayapnya dan melesat kencang ke arah musuhnya.

Angel Technique : Purple Sakura Slash

Eren menebas Keith dengan pedangnya. Di saat ia mengeluarkan kekuatan maksimumnya, aura kekuatan itu muncullah kelopak-kelopak sakura ungu yang merupakan lambang dari ras Ackerman. Tidak disangka-sangka, Eren mampu menggunakan sihir itu.

"Ini demi Mikasa…" kata Eren setelah menyerang Keith.

Keith langsung jatuh tersungkur setelah terkena tebasannya. Eren berbalik dan mengangkat pedangnya, menandakan perang telah berakhir dan kegelapan telah memudar, seakan cahaya masa depan kembali bersinar di dunia ini.

.

"Hei Annie! Kau lihat? Para penyihir hitam sudah gugur semua! Itu berarti…" kata Christa bersemangat.

"Eren berhasil mengalahkan Keith!"

Sorakan dari seluruh penyihir cahaya bergemuruh, begitu juga dengan di dalam pesawat Rosetta. Para awak pesawat bersorak ria, ada juga yang bertepuk tangan dan tersenyum gembira. Master Irvin menghela napas lega dan tersenyum. Dia juga terheran dan tak habis pikir, bagaimana Eren bisa mengalahkan Keith dengan kekuatan maksimumnya.

'Bagaimana bisa…?' batinnya terheran.

.

Setelah peperangan selesai, Eren kembali menjadi penyihir biasa. Dia berjalan mendekati Levi dan Armin dan membantu mereka berdiri.

"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Eren.

Armin mengangguk dan Levi hanya terdiam.

"Eren. Aku tidak menyangka kalau kau akan mengalahkannya dengan kekuatanmu sendiri." Kata Levi tersenyum.

"Ah… iya. Itu juga berkat kekuatanmu yang kau berikan padaku. Setelah aku merasakannya, aku semakin bertambah kuat." Jawab Eren sedikit tersipu dan melihat sejenak telapak tangan kananya, lalu ia mengepalkannya.

"Oh iya. Eren! Mikasa…" kata Armin sambil mengingatkan Eren tentang nasib Mikasa.

Tiba-tiba, suara getaran dari dalam bangunan tua itu mereka rasakan. Itu berarti, bangunan itu akan segera runtuh dan pohon itu akan layu. Kalau pohon itu layu, Mikasa akan lebih cepat mati.

'Jangan-jangan…' batin Armin.

"Ini gawat! Bangunan tua ini akan rubuh karena kekuatannya perlahan-lahan menghilang. Tidak hanya bangunan ini, lihatlah pohonnya! Warna keemasannya perlahan redup. Aku yakin sekali kalau pohon itu layu, Mikasa akan lebih cepat mati di dalamnya!" kata Armin. Dia sudah memperkirakan kalau tempat itu akan rubuh.

Eren dan Levi terkejut mendengarnya, terutama Eren. Saat ini, mereka harus menyelamatkan Mikasa di saat kritis ini.

'Tidak! Mikasa…' batin Eren panik.

"Sial! Kalau begini, apa yang harus kita lakukan?!" kata Levi kesal.

Armin hanya terdiam.

"Kalian berdua cepat pergi dari sini."

Tiba-tiba, Armin dan Levi terkejut mendengar perkataan Eren. Eren sudah membulatkan tekadnya. Dia akan menyelamatkan Mikasa walaupun dia harus mati juga bersamanya.

"Eren! Apa kau sudah gila?! Jangan bilang, kau ingin menyelamatkannya?!" seru Armin panik.

Eren terdiam.

"Eren! Coba pikirkan sekali lagi! Lihatlah kekuatanmu sekarang! Mana mungkin kau bisa menyelamatkan Mikasa kalau kekuatanmu tinggal sedikit! Apa kau mau mati?!" seru Levi.

Eren kembali terdiam.

"Kekuatan hati yang mendasari kita."

"Kalau kita ingin membulatkan suatu tekad, kekuatan dari dalam hati kita akan mendukung dan menuntun kita. Begitu juga denganku, kalau aku ingin menyelamatkan Mikasa, akan aku penuhi kekuatan hatiku, lalu ku bulatkan tekadku. Sama seperti kita kalau ingin memperlajari suatu sihir,kan?" kata Eren.

Armin dan Levi hanya terdiam. Mereka memikirkan sejenak apa yang dikatakan oleh Eren. Dan akhirnya, mereka memutuskan suatu keputusan. Armin menghela napas.

"Baiklah. Kalau itu tekadmu, lakukanlah." Kata Armin tersenyum dan memberikan dukungan kepada Eren.

"Terima kasih, Armin!" kata Eren tersenyum.

"Aku juga sependapat dengan Armin. Lakukan saja. Yang penting, ikuti kata hatimu, Eren." Kata Levi tersenyum.

"Terima kasih juga, Levi!" kata Eren.

"Tapi, kami minta satu hal kepadamu."

"Apa itu?"

Levi mendekati Eren dan berbisik kepadanya.

"Kembalilah dengan selamat. Kalau bisa, bawa pulang Mikasa dalam keadaan hidup-hidup. Kami semua akan menunggumu di Rosetta." Bisik Levi kepada Eren. Eren mengangguk.

Setelah mereka membulatkan tekadnya, Armin dan Levi pergi meninggalkan Eren sendirian. Tapi, Armin berbalik arah dan ingin mengatakan sesuatu kepada Eren.

"Eren…"

Eren menatap Armin sejenak.

"Berhati-hatilah…"

Eren mengangguk.

Akhirnya, tinggal Eren sendirian di tempat itu. Suasana semakin kritis. Tembok-tembok bangunan itu mulai retak dan perlahan rubuh. Begitu juga dengan pohonnya. Pohon itu perlahan layu, dan kini, nasib Mikasa dipertaruhkan.

Take Over : Angel Mode

Eren kembali berubah menjadi malaikat cahaya. Lalu dia mengepakkan sayapnya dan melesat kencang ke atas, menuju kristal itu. Sesampainya disana, dia mengeluarkan pedang dua warna tadi dan memotong tumbuhan-tumbuhan merambat itu. Tumbuhan-tumbuhan itu sempat memberontak dan menyerang Eren. Eren tak peduli dan tetap memotongnya meskipun dia berkali-laki mengalami luka gores di wajah, lengan, dan kakinya. Setelah bersusah payah melewati itu, dia perlahan mendekati kristal itu. Dia melihat Mikasa yang tertidur di dalamnya dan masih membeku. Tapi, di bawah alam sadarnya, Mikasa masih bisa membuka matanya dan mendengar suara Eren dari dimensi lain, meskipun Mikasa mulai kehilangan seluruh kesadarannya dan merasa ingin mati saja karena dia tidak memiliki harapan lagi.

Mikasa… Bertahanlah!

Eren mengangkat pedangnya dan menghantam kristal itu dengan senjatanya. Dia mulai mengeluarkan seluruh kekuatannya yang masih tersisa untuk menyadarkan Mikasa dan mengeluarkannya.

Mikasa! Buka matamu! Apa kau mendengar suaraku?!

.

Di bawah alam sadarnya, Mikasa kembali membuka matanya. Dia kembali mendengar suaranya.

Siapa itu?

Tak jauh dari hadapannya, muncullah roh Eren. Eren mengerahkan tangan kirinya agar dia bisa mengenggam tangan Mikasa. Dia pun berhasil mengenggamnya.

Mikasa! Kau harus keluar dari sini! Cepat! Sadarkan dirimu!

Tapi sayangnya, Mikasa mulai kehilangan kesadarannya. Dia tidak bisa melihat Eren dengan jelas dan mendengar suaranya dengan jelas.

Apa yang kau katakan? Aku tidak bisa mendengarmu!

Eren tidak tinggal diam. Dia terus membujuk Mikasa untuk kembali sadar.

Sadarlah! Kau mulai kehilangan kesadaranmu! Kalau kau begini terus, kau akan mati!

Mendengar itu, Mikasa sedikit emosi.

Cukup! Sudahlah Eren! Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi! Aku sudah kehilangan harapan! Lebih baik aku mati saja!

Dan dia terus membujuknya…

Kalau kau ingin mati…

Maka, aku juga akan mati bersamamu!

Mikasa terkejut. Eren melihat air mata yang melayang dari pelupuk mata Mikasa. Mikasa tidak bisa berkata apa-apa. Eren mengenggam kedua tangannya.

Kita akan selalu bersama!

.

Akhirnya, bangunan tua itu rubuh dan sebuah keajaiban terjadi. Dari atas pohon emas itu, tiba-tiba keluarlah cahaya emas yang membentang ke langit yang mampu memecah awan. Teman-teman Eren melihatnya dari dalam pesawat. Mereka semua sangat terkejut. Lalu, setelah cahaya itu menghilang, pohon itu mati. Namun, mereka sangat khawatir, terutama Levi.

'Ini… sudah berakhir… apakah… mereka berdua mati…?' batinnya cemas sambil memejamkan matanya.

.

Rosetta's Main Room

.

"Ini sudah berakhir. Sayangnya, kita meninggalkan Eren dan Mikasa disana. Apakah mereka… benar-benar sudah mati?" kata master Irvin dengan wajah tertunduk.

Suasana sangat sunyi. Tak ada satu pun yang menjawab ataupun mengatakan sesuatu. Tiba-tiba, ada panggilan dari copilot.

"Pak! Kami mendapat panggilan telepati! Lagipula, ini tak salah lagi! Salah seorang dari Recon Guild!" kata copilot kepada master Irvin.

Mereka terkejut.

"Apa katamu?!"

Master Irvin kembali melangkah tegap menuju copilot. Dia ingin memastikan siapakah yang memberikan kiriman telepati itu.

"Coba kau hubungkan telepati itu." Perintahnya.

"Baik!"

Mereka akhirnya mencoba untuk menghubungkan telepati itu. Tak lama kemudian, ada suara yang terdengar samar-samar. Namun, tak salah lagi!

Mas…ter…Ir…vin! Ini… aku… Eren!

Mereka terkejut mendengarnya, terutama master Irvin. Kiriman telepati itu adalah suaranya Eren! Ini menandakan bahwa Eren dan Mikasa selamat dari ledakan itu!

"Eren! Apakah itu kau?! Kau tidak apa-apa?!"

Aku tidak apa-apa. Tapi, aku berhasil mengeluarkan Mikasa dari dalam kristal itu!

Mereka menghela napas lega.

"Syukurlah. Bagaimana keadaannya? Coba kamu raba denyut nadinya dulu."

Eren mengangguk lalu dia meletakkan tubuh Mikasa di atas pangkuannya. Dia melipat sedikit baju lengan kanan dari seragam Mikasa dan menyentuh depan pergelangan tangan kanannya dengan dua jari. Eren memejamkan mata sambil merasakannya. Dia merasakan denyut nadi yang terdengar namun masih melemah.

Sebenarnya, dia tidak apa-apa. Tapi, aku bisa merasakan denyut nadinya, namun masih lemah. Lagipula, dia belum siuman.

Master Irvin terdiam dan melirik ke arah Petra di belakang.

"Petra."

Petra mengangguk.

"Baiklah. Kami akan segera kesana."

Cepatlah.

Master Irvin memberikan perintah kepada pilot untuk pergi ke reruntuhan bangunan tua untuk menjemput Eren dan Mikasa. Sesampainya disana…

"Eren! Kau disana rupanya! Syukurlah!" kata Petra berlari mendekati Eren.

Petra dan Levi turun dari pesawat itu dan menghampiri mereka.

"Syukurlah. Kau berhasil membawa Mikasa keluar dari kristal itu. Apa dia masih hidup?" Tanya Levi.

Eren mengangguk.

"Tapi Levi, katanya, denyut nadi Mikasa masih melemah. Kita harus memberikannya perawatan secepatnya!" kata Petra.

"Ayo Eren! Gendong Mikasa pelan-pelan ya!" lanjutnya.

"Baik!"

Akhirnya, mereka kembali memasuki pesawat dan pergi ke serikat mereka. Setelah itu, Garrison Guild juga kembali ke serikatnya.

.

Tiga hari telah berlalu. Perang sudah berakhir. Dunia langit kembali merasakan ketenangan, tak ada kegelapan yang menghantui mereka. Keith sudah dikalahkan dan kabarnya, serikat gelap terbesar Black Dark Wings sudah resmi dibubarkan oleh pemerintah. Ini merupakan berita yang sangat melegakan umat manusia di dunia itu.

Lalu, bagaimana dengan sihir Mikasa?

Soal kekuatan warisan milik Mikasa, sudah sepenuhnya diwariskan oleh Recon Guild. Itu berarti, Master Irvin yang akan sepenuhnya menjaga sihir warisan itu. Pemerintah sudah menetapkannya berdasarkan keputusan rapat setelah perang besar yang mengubah sejarah itu. Dan, Mikasa sudah menjadi gadis biasa di dunia manusia.

.

Suasana di Recon Guild seperti biasa, sangat ramai. Sepertinya, mereka merayakan kemenangan mereka atas perang besar bersejarah itu. Namun di sisi lain…

"Master, bagaimana ini? Sudah tiga hari Mikasa belum siuman juga…" kata Hanji cemas. Master Irvin dan Hanji melihat Mikasa yang masih terbaring di tempat tidurnya, di kamarnya. Setelah Mikasa dijadikan sandera, kekuatannya terus diambil paksa oleh Keith dan dia tidak memiliki kekuatan lagi. Dampaknya sangat besar baginya. Pertahanan tubuhnya melemah waktu itu.

"Hanji. Coba kau panggilkan Eren kesini." Kata master Irvin.

"Eh? Buat apa?" Tanya Hanji terheran.

"Sudahlah. Yang penting, kau panggil saja dia kesini." Kata master Irvin.

"Baiklah…" jawab Hanji enteng. Hanji meninggalkan kamar Mikasa dan tinggal master sendirian di dalamnya.

Hanji menuruni tangga ke lantai bawah dan mencari Eren. Dia menemukannya. Kebetulan, Eren sedang asyik nongkrong dengan timnya. Sebenarnya, Eren mengalami luka berat diantara yang lainnya. Luka di kepalanya yang paling fatal, sehingga, kepalanya harus diperban dan dia harus memakai plester di kedua pipinya karena luka goresan dari tombak milik Erena waktu itu. Tapi kali ini, luka yang dialaminya semakin membaik. Dia melepas perban yang melilit dahinya dan plester di kedua pipinya. Hanji menghampirinya.

"Ternyata kau disini Eren." Kata Hanji menghampiri Eren.

"Ada apa kau memanggilku?" Tanya Eren.

"Kau dipanggil Master untuk pergi ke kamarnya Mikasa. Aku tak tahu dia ingin merencanakan apa padamu." Kata Hanji enteng.

Eren terdiam dan kembali melihat rekan satu timnya. Dia menatap Hanji kembali.

"Baiklah. Aku ikut denganmu." Jawab Eren.

"Teman-teman, aku pergi sebentar ya…" lanjutnya kepada timnya. Mereka mengangguk.

.

"Eren. Bolehkah aku bertanya padamu?" Tanya Hanji.

"Apa?"

"Apakah kau… Benar-benar menyukai Mikasa?"

Eren sedikit terkejut. Wajahnya memerah dan dia memalingkan pandangannya dari Hanji. Hanji tertawa kecil.

"Ternyata, hati tidak bisa berbohong ya…" kata Hanji.

Mereka sempat menghentikan langkah mereka di koridor menuju kamar Mikasa. Mereka sempat mengobrol tentang perasaan terdalam Eren. Dan Hanji juga menyampaikan hal yang penting ketika ingin menyatakan perasaannya kepada seseorang.

"Eren. Kutanya lagi padamu."

"Apa?"

"Kalau kau memiliki perasaan terdalam kepada Mikasa, mengapa kau tidak menyatakannya saja?" Tanya Hanji.

Eren terdiam. Kata 'Perasaan terdalam kepada Mikasa' membuat jantungnya berdegup kencang. Mukanya semakin memerah.

"I… itu… aku…"

"Tidak apa-apa kalau kau tidak bisa menyatakannya. Memang butuh waktu untuk mengeluarkan semua perasaanmu padanya." Sela Hanji sambil tersenyum.

Eren terdiam. Hanji tersenyum.

"Begini. Aku punya cara untuk menyatakan cintamu padanya. Kau bisa memakainya kok!" kata Hanji sambil memberikan ide pada Eren.

"Eh? Cara untuk menyatakan cintaku?"

"Saat ini, Mikasa masih belum siuman. Aku sudah berdiskusi dengan Master bahwa cara untuk membuatnya siuman adalah mengantarkannya pulang ke dunia manusia. Itu sebenarnya tugas terakhirmu kepada Mikasa, Eren. Kalau kau mengantarkannya pulang, request ini sudah selesai." Katanya.

"Mengantarkannya pulang? Bagaimana caranya?" tanyanya

"Kau bisa membahas itu dengan Master." Jawab Hanji

Mereka akhirnya sampai di depan pintu kamar Mikasa. Hanji mengetuknya.

Tok tok tok

"Master. Ini aku, Hanji. Aku sudah membawa Eren kesini." Kata Hanji setelah mengetuk pintu

Masuklah.

Hanji membuka pintu dan mereka memasuki kamar itu. Ada master Irvin dan Mikasa yang masih terbaring di atas tempat tidur. Eren mendekatinya.

Mikasa…

"Eren. Aku memanggilmu kesini karena aku akan memberikanmu tugas terakhir dari request ini." Kata master Irvin.

Eren mulai mendengarkannya.

"Tolong kau angkat Mikasa. Setelah itu, dengarkan perintahku baik-baik." Kata master Irvin.

Eren sempat menoleh ke arah Mikasa. Dia mengangkat tubuhnya pelan-pelan. Tangan kanannya menahan kedua lututnya dan tangan kirinya menahan punggungnya. Eren membiarkan kepala Mikasa bersandar di dadanya, agar dia bisa merasakan kehangatan dan detak jantung Eren.

"Kali ini, tugas terakhirmu adalah kau akan mengantarkan Mikasa pulang ke dunia asalnya. Cara ini kita lakukan agar dia cepat siuman. Setelah kau sampai di dunia manusia, kau pergi ke rumahnya dan masuk ke kamarnya dengan melewati jendela. Setelah itu, kau meletakkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Kau mengerti?" perintahnya

Eren mengangguk paham.

"Aku ingat letak kamarku, di rumahku, di dunia manusia."

Master Irvin dan Hanji sedikit terkejut.

"Waktu aku masih hidup di dunia manusia, terkadang aku suka menyendiri di kamarku. Aku suka melihat langit malam dimana ribuan bintang bersinar di langit dan bulan bersinar terang disana dari jendela. Aku sangat menyukai hal-hal yang seperti itu." Kata Eren.

Mereka tersenyum.

"Kalau ini adalah waktu kebersamaanku dengannya yang ke terakhir, aku dengan senang hati melakukannya." Kata Eren bersemangat.

Mereka takjub mendengarnya.

'Dia mulai mengingatnya kembali. Seluruh ingatannya tentang semasa ia hidup di dunia manusia. Ingatannya benar-benar sudah pulih semua.' Batin Hanji tersenyum lega.

"Eren. Ada hal lain yang ingin ku katakan padamu sebelum kau pergi. Ini berkaitan dengan menyatakan cintamu padanya." Kata Hanji.

"Eh?! Jangan keras-keras! Master mendengarnya tau!" kata Eren.

"Tidak apa-apa! Master sudah tahu kok!" kata Hanji meyakinkan.

Eren sempat menoleh ke arah master. Master tersenyum dan mengangguk.

"Setelah kau meletakkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, kau jangan tinggalkan dia dulu. Tunggu dia sampai benar-benar siuman. Setelah itu, langsung nyatakan saja." Saran Hanji.

Eren hanya melongo.

"Percayalah padaku. Dia pasti mengerti kok." Lanjutnya tersenyum.

Eren terdiam sebentar. Dia berpikir kembali apa yang dikatakan oleh Hanji untuk menyatakan perasaannya kepada Mikasa. Setelah itu, dia yakin atas keputusannya.

"Baik. Akan ku lakukan!" kata Eren tegap.

"Oke. Waktunya kau menjalankan tugasmu." Kata Hanji. Hanji mempersiapkan sihir teleportnya. Setelah menetapkan waktu dan tempat yang dituju, dia langsung mengirimkannya kepada Eren. Akhirnya, Eren pergi ke dunia manusia untuk mengantarkan Mikasa.

"Ittekimasu!"

.

Sebuah sabetan pedang menjatuhkan segalanya

Kegelapan yang dulunya menyelimuti kini hilang tak berbekas

Cahaya masa depan kembali bersinar

Namun, mereka harus menerima kenyataan pahit tentang kisah ini

.

To Be Continued

.

A/N: Konbawa minna-san! Ogenki desu ka?

Sumpah! Admin diantara malas dan tidak untuk menyelesaikan fic ini. Sebenarnya, admin malas banget. Tapi mau bagaimana lagi? Demi fic yang tinggal romance-nya saja belum kegarap. Makanya admin paksakan diri #heh.

About the fanfic…

PERSIAPKAN DIRI ANDA SEBELUM MEMBACA CHAPTER ROMANCE SELANJUTNYA!

Gak kerasa ya tinggal 2 chapter lagi! Hayo hayo, yang merasa single atau jomblo #samaaja bersiap-siaplah untuk membaca chapter romance selanjutnya, terutama yang ngaku ngefans banget sama Eren dan Mikasa, sampe kalian anggap boyfriend atau girlfriend kalian #plak karena di chapter selanjutnya, mereka bakal…. *drum diketuk-ketuk* #NGAWUR

Kita tunggu saja! (If You Know What I Mean) #HAH

Yang penting, think smart ya! ;)

Ups! Maaf kebanyakan ngomong! #dasaradmintukangcurhat

Comment, Tanya, Review, Saran, Kritik, DITERIMA

Yaudah, itu aja yang aku sampaikan!

Salam manis,

Shiyura Mirashi