Dering ponsel itu membuat laki-laki dengan kemeja hitam yang pas dengan tubuhnya itu mengerang kesal . Sudah 2 jam benda sialan itu berbunyi . Ia butuh berfikir saat ini .

Kris , laki-laki itu memutuskan untuk menaruh gelasnya yang berisikan cairan coklat pekat itu di atas meja dengan kasar , meraih ponselnya , lalu menempelkannya ke telinga kananya .

'' Hallo '' Kris membuka percakapan

'' Aku menghubungimu sedari tadi Kris '' Suara rendah itu terdengar menakutkan di ujung sambungan .

'' Aku sibuk '' . Kris menjawab santai .

'' Kau sudah bertemu dengan calon istrimu ? ''

'' Kami sudah berakhir setahun yang lalu '' Kris menghela nafas jengah .

'' AKu menyuruhmu kembali ke Korea untuk mengambil hatinya lagi . ''

'' Aku tidak bisa ''

'' ya , aku tahu kau . Kau mencari wanita yang pernah kau hamili itu ! . Lalu bagaimana ? kau juga tidak bisa mendapatkannya bukan ? '' .

Ada nada ejekan disana , dan Kris tidak bisa di remehkan .

'' Kris , dengarkan aku dengan baik . Aku tidak menyuruhmu untuk berlibur . Dapatkan seorang wanita dan nikahi dia secepat mungkin . Aku membutuhkan anakmu kelak ''.

'' Omong kosong dengan anak . Kau bahkan tak bisa mengurus anakmu dnegan becus '' .

'' Oh , ayolah Kris , kau adalah anakku satu-satunya . Sekali saja buat papa-mu ini bangga . Menikahi Huang Zitao bisa membuat kau mendapatkan setengah dari perusahaannya . Bukankah kalian juga terlihat akrab sejak dulu ?. Kalian slaing mencintai bukan ? ''

'' Tutup mulutmu tuan , karna aku membenci semua omong kosongmu .'' Kris mendecih

'' Oh , kau membuat hatiku sakit Kris . Bagaimanapun juga kau adalah anak kandungku . Anak dari Kim Suho .''

Kris mulai menghela nafasnya kesal . Orang tua ini tidak akan berhenti mengoceh sampai ia benar-benar mengatakan iya .

'' Aku tutup telfonnya . Dan jangan sekali-kali menelfon ku lagi '' Kris menutup telfon dan membanting ponselnya kasar ke atas sofa . Papa ? , laki-laki itu . Ia membencinya .

.

.

.

.

'' Ma… ma …ma '' Taeoh berceloteh setelah melihat sang eomma yang mulai mengerjapkan matanya pelan

Kyungsoo baru saja tersadar , ia mencoba membuka matanya dnegan pelan setelah mendengar suara bising yang sayup sayup masuk di indra pendengarannya .

'' Kyungsoo .. Kau dengar aku ? '' .

Suara rendah milik Jongin , ia benar-benar mengenal suara ini dengan baik .

'' Ma… ma …he he he '' Taeoh kembali menepuk-nepuk kecil sang ibu yang masih menatap ke sekeliling ruangan .

Taeoh duduk di atas ranjang dan tepat di sebelah Kyungsoo . Sementara Jongin dan seorang dokter berdiri di sebelahnya .

'' Kyungsoo-ssi , anda bisa mendnegar saya ? '' Zitao mencoba berbicara

'' a.. aku '' Kyungsoo masih memandang dengan bingung . Kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa lemas .

'' pelan-pelan saja , Tarik nafas dengan perlahan dan kau bisa berbicara '' sang dokter menyarankan .

''Aku .. di .. mana ? ''

Jongin tersenyum . Ia lega melihat keadaan Kyungsoo yang mulai membaik.

'' Kau berada di rumah sakit Kyung . beberapa hari yang lalu kau pingsan karena kelelahan '' Jongin menjawab lembut sambil mengusap ujung kepalanya sayang .

Kyungsoo tidak menjawab . Ia menatap kea rah sang anak yang masih asik memandangnya dan menepuk nepuk kasur , berharap jika dirinya bisa bergabung untuk bermain dneganya .

'' Jongin , kurasa semuanya sudah membaik . Kau tidak perlu khawatir . AKu kan menyuruh perawatku untuk membawakan makanan dan beberapa obat untuk Kyungsoo '' ZItao berbicara kepada Jongin dan mengaliihkan pandnagannya kea rah Kyungsoo yang masih memandang lega kearah anaknya . '' Kyungsoo-ssi , semoga cepat sembuh . Saya permisi dulu ''.

Zitao tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan mereka . Ada yang aneh . Wajah dokter itu , cara ia tersenyum benar-benar terasa familiar .

'' Kyung '' Jogin memanggilnya pelan . Mengambil Taeoh yang mulai menguap di sebelahnya . bayi kecil itu tiba-tiba mernegek ketika dijauhkan dnegan Kyungsoo .

'' Tidurkan saja di sebelahku Jongin . Tidak apa-apa .'' Kyungsoo menjawab pelan dan lemas . Suaranya juga terdengar serak .

Jongin mengangguk lalu kembali meletakan Taeoh di sampingnya .

'' Kau merasa baikan ? '' Jongin membuka pembicaraan setelah sekitar 2 menit terjadi keheningan .

Kyungso menggeleng kecil sambil terus mengelus punggung Taeoh .

'' Jongin-ah . Infus ini membuatku tak nyaman '' ucap Kyungsoo sambil memandang infusnya .

Jongin terkekeh kecil , wajah imut itu seakan ingin ia kecup habis .

'' Bersabarlah Kyung , dokter Huang akan melepaskannya besok ''.

Kyungsoo tersenyum dan mengangguk imut , sementara Jongin mendudukan dirinya di kursi yang berada tepat di sebelah ranjang Kyungsoo .

.

.

.

Huang zitao mengelus tengkuknya yang mulai mendingin karna cuaca Seoul dimalam hari . Ia merapatkan cardigan tebal yang dikenakan sambil berjalan cepat untuk masuk kedalam Apartementnya .

'' Kau sudah datang ? . '' Sebuah suara menyambutnya , ketika Zitao berniat berjalan kea rah kamarnya .

'' Kau disini ? . ''
Kris dengan santainya mengangguk . Sepertinya lelaki tinggi itu baru saja membaca majalah ,terbukti dengan ada beberapa majalah yang tercecer dan juga segelas kopi di atas meja .

''Oh , aku sedang bersantai . Kau sudah tidak pulang beberapa hari belakangan , ku kira kau kabur karna ada aku disini '' Kris tersenyum menatap Zitao yang saat ini tengan menyandarkan tubuhnya ke sebuah single sofa di sebelah Kris .

'' Ada beberapaa masalah di rumah sakit .'' Zitao mengehela nafas

'' Kau sellau mengatasi masalah kejiwaan seseorang , tetapi kejiwaanmu bermasalah .'' Kris terkekeh kecil .

'' Lucu … Kau fikir aku gila ? . '' ia memandang Kris dengan tatapan kesal .

'' Yah , satu fakta yang aku ketahui . Kau tergila-gila padaku '' Kris mmenjawabnya .

'' Ya , dan aku juga benar-benar membencimu '' . Zitao mendengus kesal dan berjalan kea rah kamarnya , meninggalkan Kris yang masih terus menggodanya .Laki-laki itu , bisa bahanya jika ia berada di sekitarnya .

.

.

.

TBC

hay, maaf ya kalau lama update .

semoga kalian suka .

.

yuk berteman di IG bareng aku