Cast :
Cho Sungmin
Cho Kyuhyun
Kim Ryeowook
Kim Jongwoon
Lee Donghae
Lee Hyuk Jae
Kim Kibum
and other
Warn : YAOI, BOYS LOVE, typo(s), alur ga jelas dan kecepetan, gak suka gak usah baca, saya tidak terima flame, tapi untuk kritik dan saran saya terima ;)
Disc : semua yang berperan disini milik tuhan, management, dan keluarga mereka masing masing, but for Yesung, He is mine *author so inggris
rated : T
buat yang maksain mau ngeflame di kotak review saya tidak akan tanggapi lagi karena saya sudah memperingati lebih baik tidak usah membaca ff ini jika tidak suka daripada memaksa membaca dan akhirnya malah war dengan saya.
Go to story
Author POV
Pagi ini Sungmin terbangun dengan keadaan polos tanpa sehelai benangpun dan bagian pinggulnya yang sangat pegal dikarenakan kegiatannya semalam.
Sungmin menyusuri wajah namja tampan yang masih terlelap di sampingnya dengan ibu jarinya. Terkadang dia terkekeh kecil mengingat apa yang baru saja mereka lakukan semalam. Kejadian yang tidak pernah dibayangkannya walaupun hanya dalam mimpi, Kyuhyun menyentuhnya dengan penuh cinta.
Mungkin ini bukan pertama kalinya Kyuhyun menidurinya, namun ini pertama kalinya Kyuhyun terus mengatakan 'saranghae' dalam kegiatan suci mereka.
"ngghh…" tubuh Kyuhyun menggeliat lemah menandakan bahwa dia akan terbangun sebentar lagi.
"Pagi chagi." Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin yang berada di pipinya, tersenyum lembut menatap wajah manis seorang Sungmin yang malam kemarin berhasil dia taklukan.
Sungmin hanya membalas sapaan Kyuhyun dengan senyum simpul yang sangat manis dan mengecup singkat bibir tebal sang suami.
"Kau tahu Min? Malam ini aku sangat bahagia, kau tahu kenapa?"
"Molla…" Sungmin menggeleng.
"Karena aku tahu kalau kau masih sangat mencintaiku, terima kasih mau menyadarkanku bahwa dirimulah yang terbaik untuk hidupku."
"Terima kasih telah mencintaiku Min." setetes krystal bening mengalir dari pelupuk mata Kyuhyun.
"Jangan menangis Kyu, harusnya aku yang berterima kasih karena kau telah mau belajar mencintai dan menerimaku." Sungmin menyeka air mata Kyuhyun dengan ibu jarinya.
"Saranghae.." Sungmin membungkam bibir Kyuhyun dengan bibir merah jambunya yang mampu memabukkan seorang Cho Kyuhyun.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan lumat melumat bibir antara Sungmin dan Kyuhyun.
Kyuhyun berdecak kesal, dengan memakai pakaian seadanya, dia membuka pintu yang semakin lama diketuk semakin keras.
"Kau menggangguku Hyung." Decak Kyuhyun ketika melihat orang yang mengetuk pintu itu tiada lain dan tiada bukan adalah kakak iparnya sendiri.
"Kau ada di sini Sungie Hyung? Sejak kapan?" Tanya Sungmin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap.
"Kau pikir siapa yang memberi ide kepada si bodoh ini atas malam romantis kalian." Yesung menaik turunkan alisnya, menatap Kyuhyun dengan tatapan mengejek.
"Kau mengganggu kesenanganku Hyung, tapi terima kasih atas idenya, tidak terlalu buruk." Kyuhyun merangkul pundak Yesung yang tidak lebih tinggi darinya, mengajak sang Hyung pergi menjauh dari kamar mereka tanpa peduli kepada Sungmin yang menatapnya penuh rasa kesal.
"Kau siapa?" Kyuhyun menatap namja yang kini duduk di sofa ruang tamu apartemennya.
"Aku mencari Sungmin Hyung, apakah dia ada?" namja itu balik bertanya kepada Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan dari Kyuhyun.
"Apa urusanmu dengan SungminKU." Kyuhyun menatap tidak suka kepada namja yang menatapnya dengan smirk yang tidak lepas dari bibirnya yang semerah apel, memberi penekanan kepada kata 'ku'.
"Bukan urusanmu." jawab sang namja santai tanpa peduli bahwa yang kini berhadapan dengannya adalah seorang Cho Kyuhyun.
"Kibummie!" teriak Sungmin yang baru saja keluar dari kamarnya, menerjang tubuh namja yang dia panggil 'Kibummie' yang dia anggap seperti dongsaengnya sendiri.
"Kau mengenal namja menyebalkan itu Min?" Kyuhyun menatap tidak suka kepada Sungmin yang masih memeluk Kibum sambil berkali kali menggumamkan kata 'bogossipo' sambil mengelus punggung namja yang memiliki kulit seputih salju itu.
"Oh iya Kyu, ini Kim Kibum temanku, dan Kibum, ini suamiku Kyuhyun." Sungmin melepas pelukannya dari Kibum, merangkul pundak Kibum sambil menatap Kyuhyun dan Kibum bergantian.
"Oh." Kibum ber'oh' ria tanpa berminat untuk mengenal namja yang terus memberikan deathglare kepadanya.
"Dimana Yesung Hyung, Kyu?"
"Dia mengantarkan Ryeowook Hyung ke rumah sakit, hari ini perban dimatanya akan dibuka." Kyuhyun menempatkan dirinya di single sofa yang berhadapan dengan Sungmin dan Kibum.
"Akhirnya Ryeowook bisa melihat lagi." Sungmin tersenyum tulus. Tanpa diketahui oleh siapapun, ternyata Sungmin telah menetapkan hati sejak beberapa hari yang lalu untuk memaafkan Ryeowook.
"Oh iya, ada apa kau kesini Kibummie?"
"Aku hanya mau melihat keadaan Hyung kok." Kibum tersenyum lebar menampilkan sederetan gigi yang putih yang terawat.
"Harusnya Hyung yang menjengukmu, bukankah kau yang sakit?" Sungmin mengacak rambut Kibum pelan membuat Kyuhyun berdecak kesal.
"Tidak apa-apa Hyung. Aku akan baik-baik saja."
"Bummie, Kyunnie, aku permisi dulu, sepertinya ada telepon masuk." Sungmin berjalan menjauh meninggalkan Kibum dan Kyuhyun berdua di sofa ruang tamu apartemennya.
"Hallo Hae?"
".."
"Benarkah Hyuk Jae sudah sadar?"
".."
"Baiklah aku akan kesana secepatnya."
".."
"Ne, annyeong Hae-ah." Sungmin menutup flip handphonenya dengan senyuman lebar, kembali menuju Kyuhyun dan Kibum yang dia tinggalkan beberapa saat.
"Bum, Kyu, aku mau ke rumah Donghae."
"Aku ikut!" jawab Kibum dan Kyuhyun bersamaan, kemudian saling melemparkan death glare paling mematikan yang pernah mereka keluarkan.
"Aiish.. Kalian berdua ini, ayo kalau begitu kita berangkat bertiga saja."
"Aniya, dia tidak boleh ikut chagi!" Kyuhyun menatap Kibum kesal.
"Jangan seperti itu, Kyu, Kibum itu kan temanku." Bujuk Sungmin.
"Pokoknya tidak boleh."
"Baiklah, Kibummie bisakah kau tidak ikut saja?" Sungmin menatap kibum memelas.
"Arraso Hyung, apapun asal kau yang bilang aku pasti menurutinya. Aku permisi dulu Hyung." Kibum beranjak dari duduknya dan pergi setelah sebelumnya melemparkan deathglare terindahnya kepada Kyuhyun.
"Hyuk Jae-yah! Akhirnya kau sadar!" Sungmin memeluk Hyuk Jae yang bersandar di tempat tidurnya, seolah Sungmin sudah mengenal Hyuk Jae sejak dulu.
Kini, Sungmin, Kyuhyun, Donghae, dan Hyuk Jae berada di kamar tempat peristirahatan Hyuk Jae selama dia koma. Alat alat medis yang beberapa bulan menempel di tubuhnya sudah dilepas, hanya sebuah selang infus yang masih setia berada di tubuhnya.
"Gomawo sudah mau mengunjungiku." bibir pucat Hyuk Jae membentuk sebuah senyum tulus.
"Ne, kau harus cepat sembuh Hyuk Jae-ah." Sungmin mengelus lembut surai Hyuk Jae, membuat Donghae, dan Kyuhyun tersenyum lembut melihat tingkah dua uke manis mereka.
"Panggil aku Hyukkie saja, terima kasih Sungmin Hyung. Aku sudah mendengar semuanya dari Hae." Hyuk Jae melepas pelukan Sungmin dan mengusap airmata yang mulai mengalir membasahi wajahnya.
"Sama sama Hyuk Jae, aku harap kamu tidak salah paham."
"Tidak Hyung, tadinya, aku ingin kau menjaga Hae untukku, tapi Hae bilang kau sangat mencintai suamimu."
"Menjaga? Maksudmu apa?" Sungmin menatap Hyuk Jae bingung.
"Jangan berkata aneh Hyukkie, harusnya kita bahagia karena kau telah kembali." Donghae yang mendengar ucapan sang istri mulai melantur segera angkat bicara.
"Bukankah aku sudah bilang Hae bila aku hanya ingin melihatmu bahagia sebelum aku benar benar pergi?" Hyuk Jae memejamkan matanya, tersenyum penuh kepedihan karena takdir yang tidak berpihak kepadanya.
"Apa maksudmu! Aku sudah bahagia dengan dirimu!" Donghae memeluk Hyuk Jae erat. Entah hanya perasaannya atau memang yang dirasakannya benar. Apapun itu, dia hanya tidak ingin kehilangan Hyukkienya lagi.
Ayolah..
Mana ada orang yang rela bila harus ditinggalkan orang yang sangat berarti dalam hidupnya?
Walaupun nanti kenyataan akan berkata lain, seseorang tetap mencoba menahan orang yang berarti bagi mereka?
Merubah takdir?
Tak akan bisa dilakukan, sama seperti halnya mencoba untuk merubah sebuah naskah dan alur drama.
Sekuat apapun mencoba, drama itu akan tetap berada dalam ending yang sama.
Entah berakhir bahagia atau tidak, kita sebagai pemain hanya perlu menerima dan menjalani naskah yang diberikan kepada kita.
YeWook SIDE
"bukalah matamu perlahan-lahan Ryeowook." himbau seorang dokter yang berperan menangani Ryeowook.
Dengan perlahan, Ryeowook membuka kedua kelopak matanya yang terpejam. Bias cahaya mulai memenuhi pandangan Ryeowook, samar samar, Ryeowook dapat menangkap bayangan beberapa orang yang berdiri di hadapannya, makin lama bayangan yang dilihatnya pun semakin jelas.
"Umma.. Appa.. Apakah itu kalian.." ujar Ryeowook ketika menangkap bayangan sepasang suami istri paruh baya yang menatapnya penuh harap.
Leeteuk menghambur ke pelukan sang anak yang seolah terlahir kembali untuk kedua kalinya untuk memulai sebuah hidup baru.
"Apa yang kau rasakan nak? Apa kau bahagia?" Leeteuk menangis di pelukan sang anak, sementara sang suami hanya mengelus rambut Ryeowook lembut dengan ekspresi bahagia yang tak mampu dijelaskan.
"Aku senang umma, aku sangat bahagia." Ryeowook tersenyum lebar.
"Baguslah sayang, umma juga sangat bahagia." Leeteuk melepas pelukannya dari Ryeowook dan menyeka airmatanya.
"Umma.. Itu.." Ryeowook menunjuk sesosok namja yang berdiri membelakanginya sambil menatap keluar jendela.
"Dia Hyungmu." Jawab sang appa sambil tersenyum lembut ketika mengetahui sosok yang ditunjuk anak tirinya.
Dengan senyum yang menghiasi wajah manisnya, Ryeowook beranjak menuju 'hyung'nya dan memeluknya dari belakang.
"Yesung Hyung.." Ryeowook menenggelamkan wajahnya di punggung Yesung dan menyesap aroma maskulin yang menguar dari tubuh Hyung tercintanya.
"Aku turut bahagia Wookie." Yesung melepas pelukan Ryeowook, membalik badannya hingga kini saling berhadapan dengan Ryeowook.
"Hyung.. Kau masih tampan seperti dulu." Ryeowook meraba wajah Yesung yang tersenyum lembut kepadanya.
"Benarkah? Gomawo Wookie." mengelus lembut punggung tangan Ryeowook yang berada di wajahnya menggunakan ibu jarinya.
"Hyung.." Ryeowook menarik wajah Yesung agar mendekat dengan wajahnya. Semakin lama hembusan hangat nafas Yesung makin terasa menerpa wajahnya. Ryeowook memejamkan matanya, mengetahui maksud sang adik, Yesung meletakkan jari telunjuknya di bibir pink Ryeowook tepat sebelum bibir mereka bertemu.
"Hyung, waeyo?" Ryeowook menatap Yesung memelas berharap Yesung mengizinkannya untuk menikmati bibir yang entah berapa lama tidak dia rasakan, namun Yesung hanya menggelengkan kepalanya dan menjauhnya tubuhnya dari tubuh Ryeowook.
"Gwenchana Wookie-ah. Kembalilah ke tempat tidurmu, keadaanmu belum begitu pulih."
"Ani, aku ingin bersama Hyung." Ryeowook menggelengkan kepalanya sesaat sebelum membawa tubuhnya kepelukan hangat Yesung.
"Istirahatlah, Hyung akan menemanimu." Yesung melepaskan dekapan Ryeowook dan membawa namja mungil di hadapannya kembali ke tempat yang seharusnya.
"Hyung saranghae." kata kata itu meluncur dengan tiba tiba dari bibir mungil Ryeowook membuat tubuh Yesung mengejang.
"Kau perlu istirahat Wookkie." Yesung tersenyum pahit, seolah dirinya tak mendengar apapun.
"Hyung dengarkan aku!" Ryeowook meraih tangan Yesung dan menggenggamnya erat.
"Aku baru sadar aku mencintaimu Hyung, hatiku begitu sakit ketika dirimu seolah tidak pernah mencintaiku dan mengganggapku hanya adik!" Ryeowook menangis, tetesan demi tetesan airmatanya jatuh membasahi tangan Yesung.
"Bukankah kau memang adikku, Wokkie-ah..."
Keadaan seketika menjadi hening, sang dokter, umma dan appa dari Kim bersaudara memutuskan untuk keluar dari ruangan, memberikan waktu agar Yesung dan Ryeowook bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Tapi Hyung, aku mencintaimu." Ryeowook menutup mulutnya, menahan isakan demi isakan yang terus keluar dari bibir mungilnya.
"Tapi Wookkie... Bukankah yang kau cintai itu Kyuhyun."
"Aniya Hyung, sekarang yang aku cintai adalah dirimu Hyung. Berikan aku kesempatan lagi Hyung, kau bisa membunuhku bila aku melakukan hal yang menyakiti hatimu lagi, Hyung."
Kedua pasang manik bening kini saling menatap. Mencari kejujuran dari pancaran mata yang ditatapnya. Sang namja yang lebih tua pun tersenyum, menarik kekasih mungilnya kedalam pelukan hangatnya. Terus membisikkan kata 'saranghae' di telinga namja yang kini terus terisak dalam pelukannya. Memeluknya erat seakan tidak akan pernah ada hari esok untuk memeluk namja tercintanya.
Dua pasangan yang dipermainkan oleh alur drama kini telah menemukan ending dari dramanya masing-masing. Happy ending, itulah yang mereka dapatkan dari hasil mereka menahan kepedihan dari alur yang mempermainkan mereka. Setimpal bukan? Mereka yang tersakiti di awal akan mendapat buah yang manis di akhir bila mereka terus bersabar.
Langit begitu gelap, daun daun kering berguguran mengikuti arah hembusan angin menambah suasana duka untuk tiga orang berpakaian hitam yang berkumpul mengitari sebuah gundukan tanah yang masih merah.
'Lee Hyuk Jae' nama yang tertera di sebuah batu nisan di ujung gundukan tanah merah.
"Hyukkie..." Namja berparas tampan mengelus batu nisan yang terukir nama sang istri tercinta. Air mata terus mengalir dari matanya yang telah membengkak karna terus terusan menangis.
"Hae-ah, Hyukkie sudah tenang di sana." Hibur namja manis bergigi kelinci, jejak air mata yang mulai mengering nampak di pipi chubbynya.
"Ini terlalu cepat, apakah Tuhan tidak pernah bisa mengizinkan aku bahagia, Hyung?" Menatap miris kepada makam sang istri yang sangat dicintainya.
"Sudahlah Hyung, Tuhan punya cerita lain untukmu, percayalah. Ini bukanlah akhir, tapi awal agar kau bangkit Hyung." Kyuhyun menepuk pundak Donghae, menarik lengan namja yang lebih tua beberapa tahun darinya agar bangun. Bangun dari posisinya sekarang dan bangun dari keterpurukannya.
"Gomawo kalian sudah mau menemaniku." Ucap Donghae tulus.
"Gwenchana Hae-ah, sudah menjadi kewajiban kami." Sungmin mengacak lembut rambut namja yang sudah dianggap sebagai dongsaengnya sendiri.
"Arraso Hyung! Aku akan memulai hidupku walaupun tanpa Hyukkie di sisiku!"
Ketiga namja tersebut mulai melangkah menjauhi gundukan tanah merah yang masih basah.
Tanpa diketahui mereka, sesosok namja berpakaian serba putih berdiri di belakang batu nisan, menatap lembut sosok yang mulai berjalan menjauhinya dan perlahan menghilang dari sudut pandangnya.
"Saranghae Hae-ah.. Jeongmal saranghaeyo."
Kata kata terakhir yang terdengar dari sosok misterius itu sebelum akhirnya sosok itu mulai menghilang bersama 2 sosok berjubah putih yang sedari tadi berada di sisinya.
Other Side
"Aku tidak menyangka ada yang berbaik hati mendonorkan jantungnya kepada Kibum." ujar namja tambun yang kini duduk di kursi tunggu rumah sakit.
"Iya, semoga operasi Kibum berjalan lancar chagi." Jawab yeoja mungil yang duduk di samping namja bertumbuh tambun.
"Tentu saja, semua akan baik baik saja sayang."
"Ngomong-ngomong, siapa nama orang yang berbaik hati memberikan jantungnya? Aku dengar dia masih hidup saat memutuskan untuk mendonorkan jantungnya."
"Nama orang itu, Lee Hyuk Jae..."
TAMAT
#Omake
"Permisi, apakah yang sedang kau lakukan di sini malam malam begini?" Tegur seorang namja berkulit seputih salju dan bibir semerah apel kepada namja yang sedang duduk di pinggir danau.
"Aku hanya sedang melamun, kau sendiri?"
"Aku sedang melakukan penelitian di sekitar sini, aku pikir kau akan bunuh diri di sini."
"Niatnya sih begitu, tapi sepertinya kau menggagalkan rencanaku."
"Yah bodoh! Aku hanya bercanda!" Mengambil posisi duduk di samping namja yang diajaknya berbicara.
"Hei, sepertinya aku pernah mengenalmu?" Lanjut namja itu lagi membuat namja di sebelah menoleh ke arahnya.
"Jinjja? Aku tidak pernah mengenalmu lho." balasnya sebelum mengalihkan pandangannya ke hamparan danau yang luas.
"Siapa namamu?"
"Aku Lee Donghae, kau?"
"Namaku Kibum, Kim Kibum. Hatiku mengatakan, aku mengenalmu."
Tanpa sadar, kedua namja yang kini sedang duduk di tepi danau telah memulai sebuah kisah drama baru. Kisah drama dengan alur dan ending yang baru.
TAMAAAAAATTTT!
Setelah beberapa FF gaje ini terbengkalai, akhirnya punya waktu buat ngelanjutinnya T.T
buat yang SMS atau PM fbnya ga saya bales, harap maklum karna pulsa yang tidak memadai menjadi alasan di balik itu semua u,u
Pasti udah pada lupa sama ff ini ya, saya maklum kok-"
maaf bila endingnya tidak memuaskan, saya hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan.
Makasih ya buat yang masih nunggu ff ini, makasih juga buat yang udah review :D mian ga bisa di rep ya karna kebanyakan u,u oh iya, ada sinopsis sebuah FF lagi nih, tentuin ding yang jadi chara buat ff ini siapa, soalnya belum nemu yang pas, ini cuplikannya.
"Sayang, kapan kamu mau menerima ajakanku untuk menikah?" | "Aku akan menikahimu bila aku sudah bisa melihat sayang, aku tidak mau kau malu mempunyai istri buta sepertiku" | "Hei, sekarang kau sudah bisa melihat, maukah kaum menikah denganku?" | "Aniya, aku tidak mau menikah dengan orang buta sepertimu" | "Benarkah? Mianhae bila aku tidak sesuai keinginanmu, aku akan pergi. Tapi, aku punya sebuah permintaan kepadamu." | "Apa itu?" | "Tolong jaga baik-baik mataku."
HUAAA...
Gimana FFnya?
Kira kira siapa yang cocok jadi charanya? Mohon bantuannya ya buat nyari chara, sebelumnya ada yang main RP gak di twitter? kalo ada follow ya C_TARASoyeon^^ kalo twitter asli saya itu PrincessZELO96^^
RnR please^^
