Ansatsu Kyoshitsu

Disclaimer : Matsui Yuusei

.

Warning : OOC, Typo(s), EyD tidak sempurna, ide pasaran, dll.

.

Happy reading!

..

.

AN : Ini fic request dari mirajane. Author sudah berusaha membuatnya, tapi jika tidak sesuai dengan yang diharapkan saya minta maaf.

Yang lain yang mau ikut request juga boleh kok, author tunggu ya.

.

Chapter 11 : Cokelat Tanggal 14

"Jadi kita semua di sini karena merasa dikhianati beberapa orang di kelas yang malah merayakan hari ini ya," ujar Kimura Justice sambil mengamati satu per satu teman-temannya yang duduk mengitari meja bulat besar di depan mereka.

"Ya, ya! Habisnya mereka itu curang! Padahal kita sudah sepakat tidak merayakan hari ini agar semuanya adil, tapi mereka malah menghianati kita," ucap Kurahashi Hinano dengan wajah cemberut.

"Penghianatan kecil seperti ini yang kadang aku benci dalam pertemanan," ujar Yada dengan senyum manisnya. Tentu saja ia tidak sungguh-sungguh membenci teman-temannya yang merayakan hari valentine.

"Tapi kita juga mendapatkan cokelat di hari ini kan. Untuk kita kurasa ini sudah cukup," ucap Takebayashi sambil membetulkan kaca matanya.

"Yah. Aku berterima kasih pada Takebayashi untuk ini," lanjut Sugaya yang diiyakan oleh Mimura.

"Dan lagi, cewek-cewek di sini cantik-cantik! Takebayashi lain kali kau harus mengajakku ke sini!" ujar Okajima semangat. Ia yang paling gembira di kelompok itu.

Teman-temannya hanya sweatdrop melihat hobinya muncul.

"Kurasa cokelat yang diberikan maid cafe memang tidak buruk juga. Lagi pula ini bonus untuk kunjungan kita di tanggal ini. Syukurlah kita mendapat cokelat," kata Fuwa. "Semuanya ayo kita bersulang. Kampai!"

"Kamapaiii!"

Anak-anak kelas E mengangkat gelas berisikan jus mereka dan saling membenturkannya. Mereka tertawa bersama.

"Cokelat yang diberikan pada kita berbeda. Punyaku rasanya sangat enak, aku jadi ingin membuatnya."

"Hara, jika kau membuatnya jangan lupa dibagi pada kami ya."

"Oke..."

"Uum! Cokelatku sangat enak," komentar Yada sambil memejamkan matanya. Ia melumat pelan cokelat di dalam mulutnya. Benar-benar sangat menikmatinya.

"Eh, benarkah? Cokelatku rasanya hanya seperti cokelat biasa yang mudah ditemui di supermarket. Ano, bolehkah aku mencobanya?" tanya Kimura dengan ragu-ragu.

"Tentu saja. Ini, aku bagi separuhnya untukmu." Yada memindahkan separuh potongan cokelatnya ke atas piring Kimura.

"Terima kasih," balas pemuda itu. Ia juga memberikan potongan cokelatnya pada Yada. "Sebagai pertukaran, mungkin tidak seenak punyamu sih."

"Terima kasih Kimura-kun."

Anak-anak yang lain memperhatikan interaksi keduanya dengan sedikit canggung. Bukankah itu sama saja dengan merayakan hari ini?

"Eh, kenapa kalian tidak saling tukar cokelat saja. Enak juga kok, kita jadi bisa merasakan dua macam cokelat," saran Yada setelah mengamati teman-temannya yang hanya diam.

"Boleh juga. Mimura, mau tukar cokelat denganku?" tawar Fuwa. Tapi sebelum pemuda itu memberi balasan persetujuan gadis itu sudah memindahkan sebagian cokelatnya ke piring Mimura, mau tidak mau pemuda berkepala jamur itu melakukan hal sama.

Begitu pula dengan beberapa yang lain. Hara bertukar dengan Sugaya dan Okajima bertukar dengan Kurahashi, sedang Takebayashi memakan cokelatnya sendiri.

"Tapi karena ini tanggal empat belas Februari jadi kita harus berpasangan untuk mendapatkan cokelat gratis ini ya."

"Syukurlah jumlah kita pas, jadinya kita bisa menikmati cokelat yang lezat ini." Kurahashi menyambung perkataan Fuwa.

"Tapi kenapa Takebayashi juga mendapatkan cokelat gratis padahal dia tidak berpasangan?" heran Yada.

"Karena aku sudah memenuhi syarat," jawab pemuda berkacamata itu.

"Syarat?"

Takebayashi mengeluarkan kupon dari sakunya. Di sana tertulis, Dapatkan cokelat gratis! Syaratnya kau harus datang bersama pasanganmu. Untuk pengunjung rombongan kalian hanya memerlukan tiga pasangan di kelompok kalian untuk mendapatkan cokelat gratis! Promo hanya berlaku tanggal 14 Februari.

Selain Takebayashi anak-anak itu memasang wajah kesal.

"Kau memanfaatkan kami ya Takebayashi?"

Aura mereka berubah gelap. Tapi Takebayashi hanya berwajah tenang. Ia tersenyum misterius.

"Aku juga datang bersama pasanganku, aku sudah menunjukkannya pada pelayan di sini."

Mereka mencari di seluruh isi cafe, sesosok gadis yang kira-kira sedang duduk sendirian menunggu seseorang.

"Tidak ada siapapun yang kelihatannya sedang menunggumu," ucap Sugaya.

"Tentu saja. Karena pasanganku ada di sini." Takebayashi memperlihatkan ponselnya dan di sana ada gambar Ritsu yang sedang duduk menghadap berbagai kue cokelat di hadapannya. Ia mengucapkan salam cerianya seperti biasa.

"Tidak ada tulisan pasanganmu harus makan bersamamu di kuponnya, jadi seperti ini juga sudah sah sebagai syaratnya."

"Itu sama saja! Kau membuat kami harus berpasang-pasangan! Takebayashi, kau menjebak kami!" seru mereka geram.

"Tunggu dulu!" ucap Okajima menyela aksi protes mereka. "Bukankah kita seperti sedang merayakan hari ini dengan berpasangan? Ini perayaan yang sebenarnya kan? Iya kan? Benar kan?"

Pasangan Yada dan Fuwa langsung memalingkan wajah, pipi mereka sedikit bersemu karena malu. Begitu juga dengan Kurahashi. Tapi tidak dengan Okajima, pemuda itu tampak senang karena impiannya memakan cokelat di hari itu terwujud. Di meja itu hanya dia yang menampilkan raut bahagia.

"Ini bukan seperti itu!" sanggah Fuwa.

"Ya."

"Lalu kalau begitu apa?" tanya Okajima yang masih kuat dengan pendapatnya.

"Ini hanya cokelat tanggal empat belas," ucap Yada.

"Dan ini gratis," sambung Kimura.

"Kita datang ke sini hanya untuk mendapat cokelat tanggal empat belas yang gratis. Tidak lebih," ujar Mimura.

"Benar!" seru Kurahashi.

Okajima langsung menjatuhkan tubuhnya di meja. "Aku tidak merayakannya lagi tahun ini. Kenapa nasibku begitu seperti ini..." keluhnya.

"Tenanglah Okajima, setidaknya kau mendapat cokelat tanggal empat belas dari pelayan cafe yang cantik dan imut. Bersyukurlah," hibur Takebayashi.

"Mungkin kau benar. Tapi..."

Keinginanku tidak pernah terkabul! Jahatnya dunia memperlakukanku!

.

.

.

Tbc.

.

.

.

Maaf jika kurang memuaskan atau tidak sesuai harapan. Maaf! Sengaja tidak pakai chara yang lebih populer, soalnya mereka sudah diceritakan di manga dan animenya.

Lanjut baca chapter depan ya, minna-san.