Title: INTERCEPTION : the unity of ability

Genre : Frienship; Brothership; Fantasy

Rating : Fiction T

Cast :

Main cast : Cho Kyuhyun

Support cast : Shim Changmin

Park Jungsoo aka leeteuk, Jung Yunho

Other cast : Super Junior, BAP, EXO, SNSD, BIGBANG

Cast yang lain mengikuti alur cerita

Disclaimer : All of them belong to themselves and GOD . here i am only an owner for plot of the story.

Warning : Typos, heavy language, OOC, alur berputar – putar... don't like it don't read it

Summary : kyuhyun dan ratusan pemuda remaja itu berbeda dengan manusia biasa. Bukan seperti cerita di film Harry potter atau twilight. Mereka ditempatkan pada suatu tempat bernama Sunmoon Village untuk dilatih secara rahasia dan dipersiapkan untuk menghadapi keadaan genting diluar nalar manusia biasa.

.

.

(P.s : pengumuman bagi reader setia ff ini, mulai dari sekarang alur ff ini akan sangat serius. Jadi bersiaplah! (gak penting ya?) hehe. Juga ingat ya ini FF fantasy jadi kalau tidak masuk akal, mohon diterima. So, Here We Go!)

.

.

^^INTERCEPTION : The Unity of Ability chapter 11^^

Semua orang berhamburan keluar, para advance abiliter bahkan sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Mereka berkumpul bersama di halaman asrama dengan tatapan cemas dan waspada. Suara alarm masih saja terus menggaung terdengar sampai keluar. Tapi anehnya gedung itu dalam kondisi baik-baik saja. Lalu jika sudah seperti itu karena apa alarm berbunyi?

Mereka saling bertukar pandang, berbagi rasa penasaran. Beberapa saat kemudian mereka tersadar bahwa kejadian itu hanya dialami oleh mereka dan hanya terjadi di asrama mereka, karena asrama yang lain nampak tenang. Tapi mengapa?Kenapa hanya mereka yang berkumpul di tempat ini? Kemana abiliter yang lain? Kenapa para senior juga tidak kunjung datang dan menjelaskan situasi tersebut. Berbagai pertanyaan melayang di benak pikiran mereka tapi tetap tidak ditemukan jawabannya.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke segala arah, perasaan asing mulai menghampirinya lagi. Rasa tidak nyaman yang terus mengganggu membuat konsentrasinya buyar seketika.

"Changmin ada apa sebenarnya? Aku tidak mengerti."

Changmin mencibir pertanyaan yang dilontarkan oleh Kyuhyun, "Kau kira aku mengerti?" Jawabnya mencoba peduli.

Tiba-tiba suara pecahan kaca dari lantai yang paling atas terdengar, mereka refleks menunduk dan melindungi kepala dengan lengan dari pecahan kaca yang berhamburan bak hujan. Beberapa mulai berteriak. Key mencoba memasang patronnya beberapa kali, tapi kemampuannya tidak berfungsi. Entah mengapa energinya tidak bisa mengalir dengan sempurna.

"Ada apa ini? aku tidak bisa mengendalikan patronku?" Keluhnya.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Key yang berada di ujung sana. Dia perlahan mencerna situasi yang sedang menimpa teman satu tingkatnya itu. Disekitar Kyuhyun tidak ada benda yang bisa ia gerakan sebagai bahan eksperimen. Tak ingin menghamburkan banyak waktu, dia menyuruh Changmin menggunakan kemampuannya. "Changmin berteleportasilah!"

"Hah? Apa? Aku tidak bisa mendengarmu." Perintah Kyuhyun tidak jelas terdengar olehnya, terendam oleh suara teriakan dari member advance yang lain. Gemas karena Changmin tidak bisa melakukan apa yang ia perintahkan, Kyuhyun mencobanya sendiri.

Dia mencoba tenang, lalu perlahan bola matanya mulai berubah menjadi biru terang. Kyuhyun mengaktifkan energinya, dia mencoba menggerakkan sebuah besi tua yang jauh di ujung sana tapi hasilnya nihil. Oh tidak, mengapa ini semua terjadi? Segera, Ia langsung menghampiri Changmin, memegang lengannya. Dia juga mencoba berbicara sedekat mungkin dengan Changmin. "Min, Aku tidak bisa mengontrol benda."

"Apa?"

"Ini aneh. Sepertinya ada yang salah."

"Ish, mengapa mereka selalu saja berteriak?" Changmin mendengus kesal karena reaksi teman satu angkatannya yang dari tadi tetap rusuh dan tak henti saling menyela satu sama lain.

"Teman-teman tenanglah!" Suho yang saat ini menjabat sebagai ketua advance abiliter menggantikan Yesung memberikan komando tepat di tengah kerumunan.

Mereka mulai berhenti berteriak, baru beberapa saat mereka tenang.

Bam!

Trang!

Kaca jendela di lantai dua pecah kembali disusul oleh asap tebal dan hawa panas. Kyuhyun dan yang lain bergerak menjauh dari asrama, mereka terus berjalan mundur sampai pada akhirnya rasa ganjil kembali terasa. Kyuhyun yang berada paling belakang berhenti ketika dia merasakan seperti ada dinding yang menghalangi. Changmin juga merasakannya, yang lain juga. Tapi ketika mereka berbalik kebelakang, tak ada bentuk fisik dari dinding itu. Karena bentuknya tak terlihat, kasat mata.

Asap tebal kini mulai menyelubungi mereka, hawa panas juga sudah mulai bergesekan dengan kulit. Rasa cemas membuat mereka mulai memukul atau menendang dinding transparan tersebut dan berharap akan ada yang merespon rasa panik yang kini tengah menguar di masing-masing orang.

Karena cuma harapan yang saat ini menjadi tumpuan. Entah mengapa selain kemampuan mereka yang tidak bisa di gunakan, senjata mereka juga ikut tak berfungsi. Dinding itu entah terbuat dari apa, dia tidak mengalirkan gelombang elektromagnetik seperti yang dimiliki oleh para Patroner.

"Ige Mwoji (ini apa)?" Changmin berseru ditengah kecemasan yang melandanya, sedang Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya sambil berpikir keras.

Lama kelamaan, satu persatu dari mereka mulai tumbang karena minimnya oksigen yang mereka hirup. Tempat itu seperti penjara tanpa ventilasi yang bercampur dengan asap dan hawa panas api. Diantara beberapa dari mereka yang mulai menutup mata, Kyuhyun masih mencoba bertahan dan mencari cara untuk bisa meloloskan diri dari tempat ini sambil berharap pertolongan datang.

Keadaannya jauh berbeda dengan Changmin yang mulai kehilangan kesadarannya.

"Changmin, kau baik-baik saja?" Kyuhyun mencoba menyadarkan Changmin yang terduduk lemas disampingnya dan bersandar pada dinding transparan itu.

"Akuh...Hh.." Dia tidak bisa melanjutkan kata-kata yang tertahan. Kepalanya mulai pening, untuk bernafas saja rasanya amat sakit.

"Sudah tidak usah bicara, simpan tenagamu."

Kyuhyun melangkah pelan menjauhi Changmin, dia memutari dari satu tempat ketempat yang lain mengikuti alur dari dinding transparan tersebut. Tapi langkahnya kembali terhenti ketika dentuman keras menggema. Bagian atap asramanya sudah habis dilalap api, beberapa gentengnya runtuh hampir saja menimpa dirinya kalau saja satu orang ini tidak menyelamatkannya.

"Kenapa kau begitu ceroboh Kyuhyun?" Suho bangun dari posisinya, setelah mendorong Kyuhyun ke arah berlawanan dari tempat dimana runtuhan atap itu jatuh berserakan.

"Aku sedang mencari celah."

Suho mengatur nafasnya yang memburu, dia harus menghemat oksigennya. "Aku tahu, tapi tindakan mu tadi berbahaya. Kau bisa saja mati! Kita sedang tidak bisa mengontrol apapun saat ini." Dia menarik Kyuhyun ke tempat asalnya dekat Changmin. Sebagai ketua, ia bertanggung jawab atas keselamatan member yang lain.

Karena Suho adalah seorang pengendali air, cairan dalam tubuhnya bisa teratur dengan baik, membuat tubuhnya tidak mudah mengeluarkan cairan berlebih akibat hawa panas. Setidaknya dia akan bertahan sedikit lebih lama dari gejala dehidrasi yang kini hampir menimpa semua orang ditempat itu.

"Kyungsoo, sadarlah!" Suara bass Chanyeol terdengar samar, beberapa orang yang telah lemas menengok kearahnya termasuk Kyuhyun. Satu persatu dari mereka tumbang seperti Kyungsoo yang kini sudah tidak sadarkan diri.

Disampingnya, sahabatnya juga sudah mulai memasuki tahap tersebut. "Changmin, bertahanlah." Kyuhyun memohon sambil menepuk-nepuk pipi Changmin yang kini sudah terkulai lemas di bahu kirinya, hanya beberapa kali kelopak mata itu membuka dan menutup dengan berat.

"Kyuh.." Cara dia memanggilnya, membuat hati Kyuhyun berdesir nyeri. Dia mulai membayangkan hal buruk akan menimpa mereka semua.

"Hm." Kyuhyun mengeratkan rangkulannya pada tubuh Changmin.

"Tolong sampaikan pada Yunho, aku menyayanginya." Disisa-sisa kesadarannya yang mulai menipis, Changmin masih saja sempat menitipkan sebuah pesan.

"Kau ini kenapa? Seperti orang yang sekarat." Kyuhyun menahan suaranya yang bergetar, dia mencoba melontarkan lelucon dan membuat Changmin terus berbicara. "Eoh, kau benar. Aku seperti orang yang sekarat." Changmin tersenyum lemah,

"Bertahanlah sebentar lagi, sunbae-nim pasti akan kesini."

"Hm."

Berhenti sudah percakapan itu seiring dengan Kyuhyun yang memejamkan matanya, tangan kanannya sudah terkulai sedangkan tangannya yang lain masih bertengger pada tubuh Changmin. Kepalanya pusing, di barengi sakit yang teramat sangat. Rasa sesak yang pada awal mendera dirinya, kini sudah tidak terasa karena tubuhnya yang mulai kebas. Dia mual setengah mati lama-kelamaan malah seolah mati rasa. Dinding transparan itu lah yang menjadi penyangga tubuhnya saat ini.

Bagian belakang asrama sudah habis terbakar, mungkin sebentar lagi gedung itu hanya menyisakan puing-puingnya saja. Kyuhyun hanya bisa berdoa semoga saja mereka masih bisa bertahan dan keluar dari situasi tak masuk akal ini. Sebelum alam bawah sadar mengambil jiwanya, Kyuhyun harus memastikan sesuatu.

Dengan sedikit paksaan, dia berhasil membuka matanya perlahan. Sekarang, setiap kali Kyuhyun menghirup napas dia akan terbatuk dan sulit untuk berhenti. Di pendarkannya, tatapan ke segala arah. Semua sudah tergeletak tak sadarkan diri. Hanya Suho yang sepertinya masih mencoba bertahan. Lembayung senja yang tertangkap oleh ekor matanya perlahan berubah warna. Sampai kapan mereka harus berada dalam situasi konyol ini?

"Min! Changmin!" Kyuhyun menyerukan namanya dengan lemah dan serak. Nafasnya mulai patah-patah. Sesuatu yang harus dia pastikan, sekarang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Sepertinya Sebentar lagi dia pun akan menyusulnya.

Dalam kesadaran yang timbul tenggelam, Kyuhyun merasa sangat membutuhkan orang itu. Dia memelas akan pertolongan dan sikap perlindungan yang selalu diberikan oleh kakaknya secara cuma-cuma. "Hyung." Sepenggal kata keluar dan sukses membuatnya menutup mata.

Walaupun begitu dia belum seratus persen memasuki alam bawah sadarnya karena telinganya masih berfungsi untuk bisa mendengar beberapa langkah kaki yang berat dan suara ribut-ribut yang saling bersautan, hanya saja matanya enggan untuk terbuka. Dalam hati dia berharap mudah-mudahan saja itu adalah abiliter yang lain.

"Aku yang akan membawanya!"

Perlahan Kyuhyun dapat merasakan tubuhnya terangkat, terpisahkan dari Changmin yang tadi bersandar pada dirinya.

Ini suara apa? Suara siapa? Dalam hati Kyuhyun bertanya-tanya.

"Totalnya ada berapa orang?"

"9 orang."

"Kau yakin?"

"Ya, ketua."

"Urus mereka, anak ini biar aku yang menanganinya."

"Baik, ketua."

Apa ini? mereka sedang melakukan apa? Penculikan?

Orang yang di panggil ketua oleh mereka tersebut mulai memerintahkan anak buah yang bersamanya dalam mobil ini untuk segera menjauh dari tempat kejadian. Ada beberapa orang di dalamnya, Kyuhyun tidak tahu pasti.

"Apa aku harus benar-benar melakukannya?" Seseorang itu nampak sekali ragu terhadap apa yang harus dia lakukan. "Aku takut." Jelasnya lanjut, memberi tahu orang yang berada dihadapannya mengenai alasan mengapa ia masih saja tidak berani bertindak.

"Kau harus melakukannya, akan beresiko jika tiba-tiba anak ini bangun. Dia adalah seorang mind controller." Perintahnya lagi sambil menepuk bahu anak yang mungkin usianya sama dengan Kyuhyun. Suntikan itu masih berada dalam genggaman anak itu. Terlihat sekali, raut menimbang-nimbang di wajahnya.

"Aku yang akan menanggung akibatnya nanti. Jadi lakukanlah, Jonghyun!" Putusnya final.

Seseorang yang bernama 'Jonghyun' itu pada akhirnya tidak bisa menolak, setengah terpaksa dia menyuntikan semacam obat bius yang mungkin dapat menidurkan Kyuhyun dalam waktu beberapa hari kedepan. Sebagai tindakan preventif, karena perjalanan mereka akan jauh dan memakan waktu, diharapkan Kyuhyun tidak sadarkan diri selama perjalanan itu berlangsung.

"Apakah harus kita melakukan ini?"

Laki-laki yang diajukan pertanyaan olehnya menengok, "Harus. Karena aku telah berjanji pada ibunya untuk melindungi anak ini hingga akhir. Kenapa? kau mulai berubah pikiran Jonghyun?"

"Kenapa kau selalu menyangka bahwa aku akan berubah pikiran? Walaupun aku adalah salah satu dari anak yang ayahnya kau buru saat ini dan terdengar seperti diriku adalah tokoh antagonis, aku tetap berada di pihakmu, Hyung!" Jonghyun berkeluh kesah dengan menggebu-gebu, orang dihadapannya saat ini selalu saja tidak bisa percaya padanya.

"Kau masih tidak bisa percaya padaku, TOP hyung?"

"Aku percaya padamu, bocah!" Dia memukul kepala Jonghyun pelan, tidak tega. Tentu saja karena dia 'Choi Seunghyun' orang yang dulu menyelamatkan Jonghyun dan lebih mengenal seluk beluk anak didepannya ini dibanding siapapun bahkan dari ayah Jonghyun sendiri yang tega melakukan percobaan gila pada darah dagingnya.

.

.

Semua tercengang ketika tersadar dari sebuah kenyataan yang sedang mempermainkan mereka. Tidak pernah terbesit sedikit pun akan ada kejadian seperti ini. Segalanya seperti telah dirancang oleh pihak tertentu yang mereka tidak tahu siapa. Kembali seperti sebuah momento, kejadian itu ternyata tidak hanya menimpa member advance abiliter saja tetapi juga abiliter yang lain dari berbagai tingkatan.

Seperti yang terjadi pada beginner, mereka mengalami sebuah keadaan dimana setiap orangnya berhalusinasi saat proses penyerangan di asrama advance abiliter sedangberlangsung. Tak jauh berbeda dari yang di alami oleh juniornya, para anggota dari tingkatan tertinggi sekelas Yunho dan Heechul pun tak luput dari serangan tersebut. Yang berbeda adalah metodenya. Alam bawah sadar mereka di kontrol dan di kendalikan entah oleh siapa.

Hanya saja serangan itu ternyata tidak efektif bagi beberapa orang. Mereka tetap tersadar, tidak mengalami halusinasi dan masih bergerak sesuai dengan akal pikirannya. Orang-orang itu adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan murni diturunkan secara gen bukan melalui sebuah percobaan penelitian. Salah satu dari orang itu adalah Leeteuk.

Dia sedang mengamati keadaan Kyuhyun di asramanya beberapa saat sebelum alarm diasrama Kyuhyun berbunyi, lalu tiba-tiba asrama yang di tempatinya mendadak gelap. Dia keluar untuk memastikan apa yang terjadi, karena seumur hidupnya tempat tersebut tak pernah mengalami hal seperti ini.

Leeteuk perlahan mengendap-endap sambil memasang posisi siaga, bola matanya berubah menjadi turqouise tanda aliran energi patron sedang menyatu dengan peredaran darahnya. Koridor itu nampak sunyi senyap, dia tidak menemukan member lain sepanjang koridor itu. Setelah bergelut dengan pikirannya sendiri, dia memutuskan untuk keluar dari asrama melalui tangga darurat. Pancaran dari warna mata dan telapak tangannya membantu memberikan cahaya untuk menerangi jalan.

Entah berada di lantai berapa ketika Leeteuk mendengar beberapa orang saling bertanya satu sama lain dan suaranya terdengar jelas. Dinding itu memantulkan gelombang bunyi dengan sangat baik ke telinganya. Dia menuruni satu persatu anak tangga dengan waspada sambil menyidik siapa pemilik suara tersebut. Setelah mengetahui bahwa orang-orang itu adalah teman seangkatannya, dia sepakat untuk keluar bersama dan memastikan apa yang sedang terjadi.

Tapi tiba-tiba Leeteuk terdiam di beberapa anak tangga terakhir, indera thermoceptionnya mulai merasakan sesuatu yang aneh, dingin dan janggal. Perasaan yang selalu ia rasakan ketika orang asing datang ke Sunmoon Village entah dengan niat baik atau sebaliknya. Dengan cepat ia menuruni anak tangga dan keluar dari tempat tersebut. Terbesit dalam pikirannya, bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi dan mungkin saja berhubungan dengan Kyuhyun. Dia berlari, fokusnya hanya satu yaitu memastikan Kyuhyun adiknya baik-baik saja.

Pemandangan buruk menyapa indera penglihatannya seketika sesaat setelah dia sampai di depan asrama adiknya. Dia bisa melihat dan merasakan bahwa semua member advance juga adiknya dalam keadaan panik didalam kungkungan dinding transparan tersebut. Hanya saja Leeteuk tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Suaranya teredam oleh dinding kasat mata yang tidak bisa ia tembus.

"KYUHYUN!" Leeteuk mulai memukul dan berteriak berulang kali dari luar dinding tapi lagi-lagi mereka tidak bisa mendengarnya, jangankan mendengar, merasakan keberadaannya saja mereka seperti buta. Apa mereka tidak bisa melihatku?

Beberapa kali Leeteuk berteriak hingga tenggorokannya sakit. Di akhir sebelum adiknya tak sadarkan diri dengan jelas Leeteuk melihat Kyuhyun menggumamkan kata 'Hyung' memanggil dirinya.

Dor!

Suara senjata api terdengar dari belakang tubuh Leeteuk, lama kelamaan punggungnya terasa begitu ngilu dan perih. Ketika dia menengok ke arah belakang, beberapa orang memakai penutup kepala serta seragam hitam lengkap dengan rompi pelindung telah menembak tepat di punggung kiri atas, beberapa senti dari letak jantungnya. Leeteuk mengerjap beberapa kali hingga kesadarannya menghilang.

.

.

Perlahan Kyuhyun bangun dari tidurnya dan menemukan dirinya berada di tempat asing. Tembok-tembok yang hanya di lapisi oleh semen dan puing-puing baja berdiri kokoh, lampu neon panjang yang bersinar putih terang menyilaukan pandangannya yang masih terlihat kabur. Dia merasa dingin dan sebersit rasa takut melingkupi perasaannya.

Dimana ini?

"Oh kau sudah sadar?" Kyuhyun tidak lantas menjawab, cahaya dari lampu itu menghalangi pandangannya untuk melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Hingga seseorang itu bergeser ke arah samping Kyuhyun dan melambaikan tangan, mencoba mengetes apakah Kyuhyun benar-benar sadar atau tidak.

"Kau tidak sedang mengaktivasi Mind Controller mu kan? Aku orang baik, jadi ayo berdamai."

Kyuhyun mengernyit tidak mengerti, apakah dia benar-benar orang baik atau sebaliknya? Kenapa orang ini tahu tentang kemampuannya. Sebenarnya dia ini siapa?

Jonghyun tersenyum mengejek, dia seperti tahu apa yang di pikirkan oleh Kyuhyun. "Aku Jonghyun. No offense. Aku benar-benar orang baik. Perlu kubuktikan?"

Kyuhyun hanya mengerjapkan pandangannya beberapa saat mencoba mencerna apa yang sedang terjadi, dia tak lantas menjawab. Setelah berpikir keras dan benar-benar tersadar seratus persen, Kyuhyun mendadak bangun dari tidurnya. Seketika itu juga kepalanya berdenyut amat nyeri. "Berbaringlah lagi. Maaf, aku menyuntikanmu obat bius dengan dosis tinggi. Jangan salahkan aku, aku hanya menjalankan perintah." Jelasnya.

Ya tuhan, prediksinya benar. Kyuhyun merasa dia telah mengalami tindak kriminal. Penculikan. Tapi untuk apa? Ini konyol, batinnya dalam hati.

Baru saja dia akan tertawa menertawai tindakan gila yang sedang menimpa dirinya, Kyuhyun malah teringat Changmin. Dia mengalihkan pandangannya ke arah sekitar. Jonghyun yang tidak mengerti mengapa tiba-tiba gelagat Kyuhyun menjadi aneh hanya bisa mengikuti setiap arah pandang yang ditunjukan oleh Kyuhyun.

"Changmin.. Changmin.." Kyuhyun berseru.

Aaa, Sekarang Jonghyun mengerti kenapa. Dia tersenyum tak jelas lalu menyandarkan setengah tubuhnya pada meja nakas samping ranjang besi. "Dia tidak ada di sini, dia berada di divisi lain. Aku tidak tahu mengenai keadaannya. Mungkin saat ini dia masih tidak sadarkan diri atau mungkin sudah tidak bisa bangun lagi." Jonghyun mengangkat bahunya tidak peduli.

Sebenarnya penjelasan itu adalah yang sesungguhnya terjadi, tapi cara Jonghyun menyampaikannya membuatnya geram.

Dengan cepat dan gesit, Kyuhyun mencengkeram kerah baju Jonghyun. Matanya mulai berwarna biru terang, kadang berubah menjadi merah. Dua warna yang muncul bergantian. Sedang Jonghyun yang baru pertama kali melihat dua warna dalam bola mata milik Kyuhyun terkejut bukan main.

"Kau, apa yang kau lakukan padanya?" Dia menatap Jonghyun yang masih diam tak berkutik. Merasa tak ada respon, benda-benda di sekitarnya tiba-tiba melayang dan saling berbenturan menjawab setiap amarah.

"Kenapa kau diam? APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?" Tatapan Kyuhyun menusuk dan mulai masuk kedalam pikiran Jonghyun. Tapi jauh di alam bawah sadarnya Jonghyun tidak merasakan apapun, dia biasa saja. Kyuhyun yang mencoba memanipulasi pikirannya malah terdiam di sana, karena Jonghyun bertahan dan tidak merasakan sakit.

"Hentikan Kyu." Seseorang yang lain memegang bahunya dan menyadarkan dari apa yang sedang ia lakukan. Matanya berangsur-angsur kembali menjadi Dark Brown, barang-barang yang tadi melayang juga mulai berjatuhan ke lantai.

"Ka..kau." Di tatapnya Jonghyun. Kyuhyun merasa aneh dengan orang yang berada di hadapannya ini.

"Aku bilang No Offense. Kau sih tidak mau menuruti kata-kataku." Dia lalu duduk pada kursi kayu seberang Kyuhyun.

"Hyung, jelaskan padanya. Dia masih tidak bisa percaya padaku. Ish, kenapa semua orang yang bertemu dengan ku selalu saja tidak bisa percaya?" Jonghyun menghela napas kecewa sambil merapikan poninya yang berantakan.

Pandangan Kyuhyun mulai teralihkan pada sosok satu lagi yang tadi memegang bahunya. "Kami tidak bermaksud jahat."

Kyuhyun kembali mengingat sahabatnya, "Dimana Changmin?" Tanyanya kembali resah.

Choi Seunghyun hanya tersenyum, "Jawabannya sama seperti yang anak itu jelaskan tadi." Dia menunjuk Jonghyun yang masih bersilang tangan sebal.

"Kalian menculik kami?"

Jonghyun mengangguk tapi lalu menggeleng kuat, "Well, bisa dikatakan seperti itu. Tapi Hey, Penculikan? Tidakkah itu terlalu kasar?" Tentu dia protes tindakannya di samakan dengan kelakuan para pengecut diluar sana.

Kyuhyun malah makin geram, orang yang bernama 'Jonghyun' ini sama sekali tidak bisa ia tebak.

"Diam Jonghyun! Biar aku yang menjelaskan." Seunghyun memberikan sebuah peringatan untuknya yang dijawab dengan gesture jari seolah-olah menarik sebuah resleting pada mulutnya, tanda dia akan tutup mulut.

"Aku Choi Seunghyun dan dia Jonghyun, adikku."

Mata Jonghyun terbelalak lebar, sejak kapan dia menjadi adik orang ini. Kyuhyun menatap keduanya mencari persamaan tapi tidak ditemukannya.

"Kami sedang menjalankan sebuah misi.", "Tunggu, dimana ini?" Kyuhyun langsung menyela ketika dia menyadari bahwa dia sedang berada ditempat asing. Seunghyun hanya bisa tersenyum, karena kembali mengingat Yura. Dia menemukan banyak kesamaan antara Kyuhyun dan ibunya itu. Sama-sama tidak sabaran dan penuh rasa ingin tahu.

"Aku baru saja akan menjelaskan, disini tempat yang sangat jauh dari tempat asalmu. Kami tidak menculikmu, hanya mengembalikan ketempatmu yang semula. Kau adalah misi kami, Park Kyuhyun."

Kyuhyun menautkan alisnya masih tidak bisa mengerti."Apakah hanya aku yang kalian bawa kesini?"

"Hmm.. Divisi yang lain yang bertanggung jawab. Misi dari divisi kami hanyalah membawa dirimu."

"Siapa saja abiliter yang dibawa oleh divisi lain?"

Jonghyun menghela napas menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan oleh Kyuhyun pada Sunbaenya itu, "Kenapa jadi dia yang menginterogasi kita? Seharusnya kita yang banyak bertanya padanya. Dia tidak tahu seberapa besar resiko yang harus kita tanggung untuk membawanya kemari."

"Diam Jonghyun!" Seunghyun berteriak.

"Apa maksud kalian?" Kyuhyun tidak mengerti pada setiap kata yang mereka bicarakan. Hah, kepalanya sakit setiap kali memikirkannya.

"Wae Hyung? Dia memang harus tahu, bahwa kita harus bekerja siang malam merancang konsep dan melakukan tindakan berbahaya hanya untuk membawanya kemari."

"Jonghyun diamlah!"

Kyuhyun yang notabene tidak sabaran mulai kesal karena rasa penasarannya tak kunjung terjawab. "Kalian tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" Benda-benda yang tadi berserakan dilantai mulai melayang kembali, sebuah vas bunga hancur berkeping-keping karena Kyuhyun walau tak di sentuhnya sama sekali.

Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan seorang pemuda yang lagi-lagi seumuran dengannya, "Wow..wow..wow.. Kalian sedang melakukan pertunjukan apa? Mengapa benda ini melayang-layang? Jonghyun apa ini ulahmu?"

Kyuhyun menatap pemuda itu lalu menggerakkan sebuah buku tebal ke arahnya yang langsung di tepis olehnya begitu saja, "Oh bukan kau Jonghyun ternyata, tetapi orang yang jadi misi kalian yang melakukannya." Pemuda itu mengangguk-angguk.

"Kim Kibum mengapa kau ada disini? Bukankah kau masih bersama divisi yang lain?" Jonghyun terkejut, dirinya tak pernah mengira bahwa Kibum rivalnya bisa masuk dan berlenggang bebas disini.

"Aku kesini untuk mengantarkan ini. Ketua dari divisiku menyuruhku untuk mengantarkannya. Soalnya pemiliknya sudah berubah menjadi mayat." Ucapnya sarkatis sambil mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul persegi panjang pipih, berbahan metal. Sebuah kalung identitas yang selalu dikenakan oleh para abiliter. "Disini tertulis Leeteuk?! Siapa dia? Mengapa kalian membunuhnya?" Jelas Kibum sambil mengayun-ayunkan kalung tersebut.

Mendengar itu, Kyuhyun terpaku. Tentu saja dia tahu siapa orang yang dimaksud oleh pemuda bernama 'Kim Kibum' tersebut. Walau nama asli dari kakaknya adalah Park Jungsoo, semua abiliter tak hanya dirinya juga tahu dan mengenal siapa itu Leeteuk. Tapi pemuda itu berlagak memainkan sebuah lelucon untuknya.

"Apa maksud kau? Jangan bercanda dengan nyawa orang."

Kibum menatap Kyuhyun, "Ngomong-ngomong siapa dirimu? Mengapa kau selalu dianggap istimewa?"

Kyuhyun melangkah selangkah demi selangkah mendekati Kibum, "Jangan mengalihkan topik pembicaraan, Kau bilang pemilik kalung itu sudah mati. Kau yang akan mati di tanganku."

Kibum mengendikkan bahunya, "Aku datang bukan untuk berkelahi, lagian aku tidak spesial dan bahan percobaan seperti kalian." Dengusnya, "Dan mengenai yang tadi, itu bukan lelucon, lihat saja sendiri." Dia menyerahkan kalung tersebut kepada Kyuhyun lalu menunjuk Seunghyun dan Jonghyun. "Mereka berdua yang bertanggung jawab karena mereka berdua yang menjadi ketua dari divisi ini. Aku tidak menyangka untuk membawamu kesini harus mengorbankan banyak nyawa."

Setelah kalung itu berpindah ke tangannya, Kyuhyun menyelidiki setiap inci kalung itu dengan cermat. Tubuhnya mulai bergetar kala dia mengetahui dengan pasti bahwa kalung itu benar milik kakaknya. "H.. ..ng."

"Jungsoo Hyung, tidak mungkin!"

"Ini bukan milik Jungsoo Hyung." Kyuhyun membuang kalung tersebut kelantai, tapi dia masih tetap menatap kalung itu tanpa hendak beralih sedikitpun.

Sebuah tangan tiba-tiba meremas bahu Kyuhyun erat, "Kau bilang siapa? Tadi kau bilang siapa? Jungsoo? Park Jungsoo? Katakan padaku siapa sebenarnya pemilik kalung tersebut? Leeteuk atau Park Jungsoo? Katakan padaku!" Kibum mengguncang bahu Kyuhyun dengan kuat.

Kyuhyun menarik dan mengeluarkan nafasnya dengan cepat, emosinya naik begitu saja, "Siapa yang berani menyentuhnya? Aku akan membunuh kalian semua!"

.

.

To Be Continue

.

.

Maaf telat update, semoga tidak kecewa. Sepertinya tidak jadi tamat 1 atau 2 chapter dari sekarang. Semoga tidak bosan ya. Maaf kalo jadi semakin penasaran. Fans Kibum? Fans Jonghyun? Ayo merapat.. cast baru disini.. hehe

Kyuline nya udah mulai terlihat belum?Changmin, Suho, Jonghyun, Minho udah muncul aku tambahin bareng Kibum ya biar rame.. hehe tinggal nyatuin mereka deh. Sama ngebuka si truly pemeran antagonisnya.

Terima kasih yang sudah menuangkan segala bentuk apresiasi untuk ff ini.

BIGHUG

ESH1608