The Knight Of Black Thunder
Disclaimer : Masashi Kishimoto.
Pairing : [Naruto U. X OC (Amaterasu and Tsukuyomi) ]…[ Menma U. X Karin U.]
Genre : Adventure, Fantasy, Family, Romance. And little Bit Techo-Mo and Western (From Kira Brothers)
Summary : Susano'o, sang Dewa penguasa Laut dan Badai ini akhirnya mengangkat seorang Murid untuk menjalankan sebuah tugas. Mampukah sang Murid menjalankan tugasnya. (Bad Summary). [RnR]
Warning : OC, OOC, Abal, Gaje, Typo's, Godlike!Naru, HyperStrong!Menma, Smart!NaruMenma, etc..
Terima kasih untuk Review para Reader untuk Chapter kemarin. Nah, Sebelum membaca isi Chapter 11, kita terlebih dahulu masuk kedalam sesi Tanya-Jawab untuk beberapa Reader Yang tak memiliki Akun/Guest untuk chap 10 kemarin karena pertanyaan para Reader yang punya akun sudah Neon jawab melalui PM..
Q : Apa koneko dan akeno jadi pair naruto?
A : jawabannya ada di chapter ini.
Q : Akeno dan Koneko ikut naruto?
A : jawabannya juga ada di awal chapter ini.
Q : Apa naruto kaga maen bentar ke dimensi one piece?
A : tidak, nanti alurnya terlalu lambat.
Q : apa naruto akan balik ke konoha dan berjumpa dengan menma? terus apa kedua isteri naruto dan minato akan ikut sama?
A : tentu. Untuk pertanyaan kedua, kedua istrinya tidak ikut.
Yup. Sesi Tanya-Jawab berakhir sampai disini. Selamat membaca isi Chapter 11…
[:+:]
[:+:]
[:+:]
"Izinkan Hamba ikut dengan Naruto-kun." Ucap Koneko dan Akeno yang kembali bersamaan.
Semua orang yang mendengar ucapan kedua gadis manis itu kembali terkejut, begitu pula dengan Amaterasu dan juga Tsukuyomi yang sekarang sudah berada disamping Amaterasu.
"Apa?!"
Amaterasu dan Tsukuyomi tidak habis pikir dengan ucapan kedua gadis didepan mereka saat ini. Memang sih mereka berdua maklum kalau kedua gadis didepan mereka itu menyukai suami mereka, namun kalau sampai-sampai ingin ikut dengan Naruto kedunia mereka, itu tidak mungkin.
Karena sesuai dengan ucapan Tsukuyomi beberapa saat yang lalu, Makhluk dari dimensi lain tidak boleh bahkan tidak diizinkan berpindah dari dimensi satu kedimensi lain, karena itu sama saja dengan mengubah alur dimensi itu dari yang sudah ditetapkan, pengecualin untuk makhluk sekelas Dewa dan Malaikat.
Amaterasu dan Tsukuyomi kini saling berpandangan satu sama lain. Mereka sebenarnya tidak masalah jika suami mereka bisa mendapakan pendamping baru selain mereka, tapi itu tidak mungkin kalau pendamping itu berasal dari dimensi berbeda dengan dimensi suami mereka.
Amaterasu dan Tsukuyomi kembali memandang Koneko dan Akeno yang kini bersimpuh dihadapan mereka berdua. Amaterasu perlahan mendekati kedua gadis itu untuk berbicara dengan Koneko dan Akeno.
"Kalian berdua berdirilah." Ucap Amaterasu sambil menatap Koneko dan Akeno bergantian.
Sang gadis Nekomata dan gadis Iblis setengah Malaikat Jatuh itu pun berdiri setelah mendengar ucapan barusan, mereka berdua juga memandang Amaterasu dengan tatapan memohon.
"Aku dan adikku sebenarnya tak masalah jika Suami kami mendapatkan selir baru, namun seperti ucapan adikku beberapa saat yang lalu. makhluk dari Dimensi lain tidak diizinkan pergi dari dimensinya ke dimensi lain, seperti kalian berdua yang ingin menginggalkan dimensi kalian ini hanya untuk mengikuti Naruto kedimensinya, itu tidak diizinkan karena akan mengubah alur takdir dari kedua dimensi yang bersangkutan, itulah peraturan yang berlaku mulai dari terbentuknya dimensi-dimensi dari seluruh alam semesta. Kalau kalian tidak percaya dengan ucapanku ini, kalian bisa bertanya pada Michael dan Azazel." Jelas Amaterasu.
Koneko dan Akeno yang mendengar penjelasan Amaterasu perlahan mengeluarkan cairan bening dari kedua mata mereka. Mereka sangat sedih akan ucapan Amaterasu barusan.
"Tapi hamba mohon Megami-sama, hamba mohon untuk ikut dengan Naruto-kun. Hamba sangat mencintainya, hamba tidak ingin berpisah dengan dirinya, hamba tidak sanggup kehilangannya. Hamba mohon Megami-sama, hamba mohon hiks..hiks..hiks.."
Koneko bersujut didepan kaki Amaterasu dan berkata demikian sambil tersiak. Akeno yang melihat rekannya begitu ingin ikut dengan orang yang dicintainya itu pun memeluk Koneko dari samping. Semua makhluk yang ada di belakang kedua gadis itu tak ada satupun yang bersuara.
Amaterasu dan Tsukuyomi yang melihat gadis itu merasa sangat iba, mereka berdua berpandangan sesaat lalu Amaterasu kembali menatap gadis didepannya.
"Maafkan kami. Tapi kami tidak bisa mengikut sertakan kalian bersama kami. Kami juga ingin mengikut sertakan kalian berdua bersama kami, tapi peraturan tetap lah peraturan. Sekali lagi maafkan kami." Ucap Amaterasu lagi.
Kemudian sang dewi Matahari membalikkan badannya ke arah Tsukuyomi yang berada di belakangnya, sang dewi mulai melangkah meninggalkan Koneko dan Akeno yang masih tersiak-siak. Amaterasu hanya melewati Tsukuyomi sambil berkata 'Ayo pergi' pada adiknya. Amaterasu melangkah menuju Portal yang masih terbuka lebar tak jauh dari tempat Tsukuyomi berdiri.
Tsukuyomi pun mengikuti sang kakak dari belakang. Tak lama setelah itu Amaterasu pun masuk ke portal itu tanpa menoleh kebelakang. Dan saat Tsukuyomi sudah berada di bibir portal ciptaannya. Dia menoleh kebelakang untuk melihat makhluk-lakhluk berbagai golongan itu untuk terakhir kali, mungkin.
"Gomenne Koneko-chan, Akeno-chan. Dan, Sayonara Minna~."
Itulah ucapan sang dewi Bulan sebelum dirinya masuk kedalam Portal tersebut. Dan tiga detik kemudian, Portal tersebut mengecil lalu menghilang. Semua yang melihatnya hanya terdiam kecuali Koneko dan Akeno yang masih tersiak sambil memanggil nama Naruto berkali-kali.
[:+:][:+:][:+:]
[Istana Dewa Izanagi.]
Saat ini, Trio Mikoto, Naruto, serta Kira bersaudara sudah sampai diistana Dewa Izanagi. Naruto langsung dibaringkan dikamar miliknya dengan para istrinya, padahal Naruto bilang semua itu tidak perlu karena kondisi dan keadaannya sudah lebih baik. Namun apa daya dia dipaksa oleh kedua Istrinya untuk Istirahat Di kamar.
Dikamar itu sekarang hanya terlihat Naruto dan kedua Istrinya, Susano'o dan Kira bersaudara etah ada dimana sekarang. Juga terlihat sekarang mereka bertiga sedang membicarakan sesuatu yang penting.
Pembicaraan itu mengenai Invasi yang akan dilakukan desa Suna dan desa Oto terhadap desa Konoha pada saat Ujian Chuunin yang akan diadakan di konoha 2 minggu yang akan datang. Naruto yang mengetahui hal itu tentu saja sangat terkejut dan terlihat geram, terbukti dengan kedua tangannya yang terlihat mengepal dengan sangat erat.
"Kalau begitu, aku akan pergi ke Konoha secepatnya, aku harus memberitahukan hal ini pada Sandaime Hokage." Ucap Naruto yang kini dengan posisi duduk disisi ranjangnya.
"Itu tidak perlu dilakukan Anata, kalau kau melakukannya dan mereka percaya denganmu, mereka akan memasang keamanan yang sangat ketat, tentu saja pihak musuh akan curiga bahkan mengetahui kalau pihak Konoha sudah mengetahui hal tersebut." Kali ini Tsukuyomi yang berbicara.
"itu benar, Anata tidak perlu bertindak gegabah seperti itu. Lebih baik, jangan beritahukan hal ini kepada Hokage maupun Ninja-ninja Konoha yang lainnya, cukup kau, kedua bawahanmu, dan ayah saja yang mengetahui hal ini." Ucap Amaterasu membenarkan ucapan Tsukuyomi, dan memanggil Minato dengan panggilan Ayah.
Naruto hanya menghela Nafas, entah kenapa dia jadi semakin merindukan Menma kalau menyangkut masalah Konoha, entah apa yan dilakukan adiknya itu sekarang, apa Menma sekarang sudah menjadi kuat dan menguasai semua gulungan yang dia tinggalkan untuk adiknya atau belum, apa sekarang adiknya itu baik-baik saja atau tidak. Entahlah, Naruto jadi pusing memikirkannya.
"Oh iya, hari ini katanya kedua penjaga yang ditugaskan untuk menjaga Adikmu itu akan datang kesini." Ucap Tsukuyomi tiba-tiba.
Naruto yang mendengarnya sedikit terkejut, kemudian dia tersenyum. Perlahan dirinya turun dari tempat tidurnya dan berdiri didepan Amateasu dan Tsukuyomi yang masih duduk di pinggir ranjang. Naruto mengelus pipi kedua istrinya dengan kedua tangannya. Sehingga perbuatan Naruto itu di respon dengan rona merah yang mulai terlihat di pipi kedua istrinya.
"Begitukah, kalau begitu lebih biaik kita menungu mereka diluar, aku ingin berterima kasih pada mereka yang telah menjaga Menma untukku." Ucapnya lagi.
Amaterasu dan Tsukuyomi pun mengangguk dan tersenyum bersamaan, kemudian mereka berdiri dan menggandeng masing-masing tangan suaminya sambil melangkah keluar kamar tersebut.
Saat sampai di luar atau di ruang utama istana ini, mereka hanya melihat para Maid dan Bulter saja yang sedang melakukan pekerjaan mereka masing-masing, entah kemana sang pemilik istana sekarang hingga meninggalkan Singgasananya yang kosong melompong diruangan tersebut. Para pelayan yang ada disana dengan cepat membungkuk hormat dan menyapa Naruto beserta kedua Istrinya.
Naruto dan kedua istrinya pun kembali melangkah, kali ini tujuan mereka adalah ke luar istana, tepatnya mereka menuju ke taman yang ada didepan Istana tersebut.
Setelah beberapa saat, Naruto dan kedua istrinya sudah sampai ditaman yang ada di depan Istana tersebut. Naruto dan kedua Istrinya saat ini sedang duduk di bangku panjang yang tersedia di taman itu.
Mereka bertiga terlihat menikmati kebersamaan mereka saat ini, terbukti dengan Amaterasu dan Tsukuyomi yang saat ini duduk sambil merebahkan kepala mereka di masing-masing bahu Naruto sambil memeluk tubuh suami mereka dari samping, dan Naruto sendiri terlihat asik memainkan rambut Raven kedua istrinya.
"Ehem!"
Naruto, Amaterasu, dan Tsukuyomi terkejut dengan suara deheman yang tiba-tiba terdengar dari arah belakang mereka, dengan cepat Amaterasu dan Tsukuyomi mengangkat kepala mereka dari bahu Naruto sambil melepas pelukan masing-masing. Dan mereka bertiga menoleh kebelakang. Dan yang mereka lihat adalah, Susano'o yang sedang menyeringai kearah mereka bertiga.
"Apa aku mengganggu waktu kalian?" tanya Susano'o.
"Tentu saja Baka! Kau sangat mengganggu!" bentak Amaterasu kesal dengan kehadiran Susano'o di tengah-tengah acara bermesraannya dengan Suaminya.
Susano'o yang sudah kebal dengan segala jenis bentakan saudarinya itu hanya terkekeh tak jelas, namun raut wajahnya berubah menjadi raut wajah malas.
"Haahhh, sudahlah. Aku kesini bukan untuk mengganggu waktu kalian kok. Aku kesini Cuma ingin memberitahu kalian kalau kedua Prajurit yang kusuruh untuk menjaga Adik ipar kalian sudah kembali dan mereka saat ini ada di istanaku." Ucap Susano'o.
Naruto dan AmaTsuki yang tadinya agak kesal dengan kehadiran Susano'o langsung terdiam. Dan perlahan Naruto mendekat ke arah Susano'o.
"Kalau begitu apa yang kita tunggu. Ayo kita pergi menemui mereka." ucap Naruto tak sabar ingin menanyakan keadaan adiknya.
"Baiklah." Susano'o bekata demikian sebelum menghilang dengan Teleport Airnya.
"Ayo Tsuma." Ucap Naruto sambil melirik ke arah kedua istrinya.
AmaTsuki mengangguk bersamaan. Naruto pun memegang bahu kedua istrinya dan mereka bertiga pergi dengan teleport Petir Naruto.
[Istana Dewa Susano'o.]
Naruto beserta kedua istrinya muncul di depan Pintu utama Istana sang Dewa laut dan badai. Saat mereka ingin masuk kedalam istana tersebut, langkah mereka terhenti saat melihat Hyperion keluar dari istana tersebut sambil misuh-misuh tak jelas. Ketiga suami-istri tersebut heran dengan Naga satu itu.
"Hey Hyper! Kenapa kau keluar dari istana dengan berkata-kata tak jelas begitu?" tanya Naruto pada Hyperion yang kebetulan melihat mereka.
"Naruto, Megami-sama." Ucap Hyperion menundukkan kepalanya hormat. "Aku keluar dari sana karena aku sudah tidak tahan dengan Inang Kaisar Singa Api itu." Lanjutnya.
Naruto semakin bingung dengan apa yang diucapkan Naga Emas itu, Inang Kaisar Singa Api? Bukankah itu Takehiko. Lantas apa yang dilakukan si bungsu Kira itu sampai-sampai Hyperion sang Kaisar Naga Emas tidak tahan dengannya. Itulah yang dipikirkan oleh Naruto.
"Memang apa yang Takehiko lakukan didalam?" tanya Naruto lagi.
"Haahh, kau lihat saja sendiri." Ucap Hyperion sambil menghela nafas.
Naruto pun mengangguk, dia menarik kedua istrinya yang sedari tadi terdiam mendengar perakapan singkat antara dirinya dan Naga tersebut.
Dan, setelah sampai didalam, mereka bertiga melihat beberapa Orang. Diantaranya, ayahnya dan Susano'o yang sedang menampilkan raut Sweatdrop. Takayuki yang terlihat memijit keningnya Frustasi, seorang gadis berrambut Twintail dan Takehiko yang sepertinya sedang berdempetan plus si gadis mengeluarkan semburat merah pekat dikedua pipinya, dan seorang pemuda berrambut merah jabrik yang terlihat marah ke arah Takehiko.
"Oh Adinda Naruko sayang, senyum manismu sanggup mengalihkan dunia Kakanda. Kedua manik indahmu bagaikan Permata yang bersinar dikala senja. Dan surai indahmu bagaikan Mentari pagi yang menyinari luasnya Gurun Sahara." Ucap Takehiko dramatis sambil menggenggam seikat Bunga mawar di tangan kiri sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan kanan si gadis, dan dengan PDnya Takehiko mengecup punggung tangan si gadis. Si gadis aka Naruko sendiri terlihat semakin merah padam.
Naruto, Amaterasu, dan Tsukuyomi langsung Sweatdrop mendengar rayuan yang diucapkan si bungsu Kira barusan. Naruto semakin Sweatdrop saat mendengar ucapan batin orang-orang yang ada di ruangan itu.
'Uhh, Manisnya~, tapi aku belum pernah mendengar adanya Gurun Sahara sebelumnya.' (Naruko)
'Brengsek! Berani-beraninya dia merayu adik manisku, andai saja dia bukan Inang dari sang Kaisar Singa Api, sudah ku cincang tubuhnya itu.' (Si pemuda berrambut merah jabrik)
'Masa muda memang menyenangkan, tapi tidak sebegitunya kali bung.' (Minato)
'Ck, rayuan kacangan. Rayuanku jauh lebih baik darimu bung. Sekali berucap, 5 gadis aku dapat.' (Susano'o + Narsis)
'Tuhaaan! Kenapa aku mendapat adik seperti ini! Sungguh, Demi celana dalam Susano'o-sama aku yang mendengarnya saja malu bukan main!' (Takayuki + Menjerit histeris)
Naruto hanya bisa menganga saat mendengar ucapan batin mereka, terutama pembatinan si pemuda berrambut merah jabrik, Takayuki, dan Susano'o. 'Haahh, nista sekali dirimu Takehiko. Lagian apa hubungan rambut dengan Mentari dan Gurun Sahara coba?' batin Naruto.
"Ehem!"
Naruto berdehem cukup keras berupaya untuk mengalihkan perhatian semua yang ada diruangan tersebut untuk memperhatikannya. Dan berhasil, terbukti dengan semua yang ada disana sekarang mengalihkan pandangan mereka ke arahnya termasuk Takehiko dan Naruko.
"Ahh, Naruto. Kau sudah datang rupanya." Ucap Minato.
Naruto hanya mengangguk untuk membalas ucapan Ayahnya, dia dan kedua Istrinya melangkah ke arah mereka.
"Nah, apa kalian berdua yang menjadi penjaga Menma?" tanya Naruto sambil memandang pemuda berrambut merah dan Naruko bergantian.
Naruko dan pemuda berrambut merah itu membungkuk hormat dan mengangguk membenarkan ucapan Naruto.
"Boleh aku tau siapa nama kalian?" tanya Naruto lagi.
"Perkenalkan, Nama saya Uzumaki Satoru dan ini adik saya Uzumaki Naruko." Ucap si rambut merah aka Satoru sambil memperkenalkan adiknya.
Naruto yang mendengar Marga kedua orang didepannya itu sedikit terkejut, dia tidak menyangka kalau ada Uzumaki lain yang selamat selain Ibunya, lebih-lebih namanya hampir sama dengan nama Naruko.
"Mmm, baiklah. Aku ingin kalian menceritakan padaku apa saja yang terjadi dengan Menma dari awal kalian menjaganya sampai kalian kembali kesini." Ucap Naruto tegas.
Kedua Uzumaki bersaudara itu menganggukkan kepalanya bersamaan. Mereka semua pun duduk di tempat duduk yang tersedia diruangan tersebut.
"Sampai sekarang Menma-sama baik-baik saja di Konoha, dia tumbuh menjadi Ninja yang hebat dan Jenius untuk anak seumuran dirinya berkat kedua Gulungan yang anda berikan padanya. Namun, kami juga tak jarang mendapati dia menangis dikamarnya, dia menangis karena merindukan anda Naruto-sama." Ucap Satoru.
Naruto senang karena adiknya baik-baik saja, walaupun dia agak merasa bersalah karena meninggalkan Adiknya itu. Dia juga senang saat tau kalau adiknya sudah menjadi ninja yang hebat.
"Lalu?"
"Namun ada juga yang ingin menjadikan Menma-sama menjadi Senjata perang Konoha karena Kyuubi yang tersegel didalam tubuhnya." Lanjut Naruko.
"Siapa bajingan yang ingin menjadikan Adikku menjadi mesin tempur?" tanya Naruto geram.
"Danzou, namanya Shimura Danzou. Orang tua itu adalah pemimpin Anbu Root di konoha, sebenarnya Organisasi Root sudah lama dibubarkan oleh Sandaime Hokage, namun secara diam-diam Danzou masih tetap menjalankan Organisasi tersebut tanpa sepengetahuan Hokage dan ninja-ninja lainnya.
Selama tujuh tahun ini, Danzou tak jarang mengirim para Anbunya untuk membawa Menma-sama kehadapannya. Tapi kami tidak pernah membiarkan hal itu terjadi. Setiap kali Danzou mengirim Anbu-Anbunya untuk membawa menma-sama, Kami langsung membunuh Anbu-anbu tersebut tanpa sepengetahuan orang lain. Sehingga dalam tujuh tahun ini, kami sudah membunuh 974 Anbu Root yang dikirim oleh si tua bangka itu." Ucap Satoru lagi.
Semua yang ada di sana tercengang dengan penjelasan Satoru, 974 Anbu Root? Gila! Namun lain halnya dengan Naruto dan Minato, kedua orang itu semakin geram karena Menma menjadi buruan Danzou, terlebih Minato yang sudah tau betul dengan sifat dan karakteristik si tua bangka itu.
'Siapapun yang bernama Danzou itu, aku akan membunuhnya jika dia berani menyentuh adikku.' Batin Naruto geram.
'Danzou, Aku tidak segan-segan membunuhmu jika kau berani menjadikan Putraku sebagai mainanmu.' Desis Minato dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Dan kabar baik tentang Menma-sama, 3 munggu yang lalu dia mendapat seorang kekasih." Ucap Naruko dengan nada riang.
Seulas senyum perlahan mengembang di bibir Naruto dan Minato, pandangan yang tadinya menajam kini menjadi bersinar penuh rasa penasaran.
"Benarkah? Siapa nama kekasihnya itu." Tanya Minato antusias
Naruto memanyunkan bibirnya gara-gara tadi baru saja ingin ngomong tapi didahului oleh ayahnya sendiri, semua yang ada di situ Sweatdrop melihat Ekspresi Naruto.
"Namanya Uzumaki Karin, gadis itu berumur 14 tahun sama seperti Menma-sama, gadis itu adalah anak angkat Tsunade Senju." Jelas Satoru.
Pembicaraan mereka berlangsung terus-menerus hingga sampai 4 jam lebih, dan salah satu hasil pembicaraan itu adalah, Naruto beserta Kira bersaudara dan Minato akan terjun ke dunia Shinobi 5 hari lagi.
Pertama-tama mereka akan pergi ke desa Kirigakure untuk membantu pasukan Rebellion yang akan berperang melawan Yondaime Mizukage, Yagura. Sebenarnya info itu disampaikan oleh Satoru yang kebetulan melihat-lihat keadaan Kirigakure waktu Menma beserta Teamnya menjalankan misi ke Nami no Kuni. Secara kebetulan, pemuda Uzumaki itu datang saat Pasukan Rebellion dan Yagura serta Pasukannya bertempur di luar desa tersebut.
Dan informasi tersebut langsung direspon oleh Naruto. Dia berkata bahwa mereka akan membantu pasukan Rebellion untuk memenangkan peperangan tersebut, dan dengan begitu mereka bisa meminta pemimpin pasukan Rebellion aka Mei Terumi untuk mengirim mereka ke Konoha dengan alibi mengikuti Ujian Chuunin, dan dengan begitu tak ada yang akan mencurigai mereka kalau mereka sebenarnya adalah salah satu bagian dari Konoha (Naruto dan Minato) tentu saja dengan bantuan Henge agar mereka tidak dikenali oleh penduduk Konoha.
Yap itulah isi dari pembicaraan mereka, dan sekarang karena sudah malam, mereka pergi ketempat masing-masing untuk tidur dan Istirahat. Naruto dan kedua Istrinya kembali ke Istana Izanagi sedangkan Takayuki dan Takehiko disuruh tinggal di Istana Susano'o. dan Takehiko langsung sumringah karena kebetulan Naruko juga tinggal di Istana itu.
Dan disinilah Naruto beserta kedunia istrinya, mereka sekarang sedang ada dikamar mereka di salah satu kamar yang tersedia di Istana Izanagi. Mereka sedang..
Warning : Little Lemon (Bagi yang gak sanggup ngebaca silahkan di Skip.)
Mereka saat ini sedang melakukan hubungan intim. Ah, tepatnya Naruto dan Tsukuyomi saja yang sedang melakukannya karena Amaterasu saat ini sudah selesai dengan bagiannya. Dia saat ini terbaring disisi ranjang dengan Nafas memburu dalam keataan Full Naked, terlihat peluh membanjiri tubuhnya. Terlihat cukup banyak bercak-bercak merah di area leher serta kedua gunung kembarnya, dan terlihat juga aliran Sperma yang mengalir dari lubang sakralnya.
Dan dari sisi ranjang yang satunya, terlihatlah Naruto yang sedang menggenjot batangannya keluar masuk di lubang sakral milik Tsukuyomi.
Naruto melumat bibir manis Tsukuyomi dengan perasaan cinta dan Nafsu yang bercampur menjadi satu, kedua tangannya sibuk meremas kedua gunung milik istrinya tersebut. Genjotannya pada lubang sakral milik Tsukuyomi semakin lama semakin cepat, sehingga membuat Tsukuyomi terus-terusan mendesah nikmat di sela-sela ciumannya dengan Naruto. Tangannya terus meremas-remas surai pirang suaminya sedikit keras seolah menyalurkan kenikmatan yang dia rasakan.
"Fuah.. aahhh.. mmmhhhh.. uuhhhhh.. Lebih ce-ah! cepat Anata.." desah Tsukuyomi saat bibirnya dan bibir Naruto terlepas.
Naruto pun semakin mempercepat genjotannya kala mendengar permintaan Tsukuyomi. Dia juga mulai melumat leher Istrinya itu dengan sedikit keras.
"Ahh.. Nikmat Ah! Ah! Se-sekali Ah! Anata.. Ah! Ah! Ah! Uhhyyaa.. Ah!" Tsukuyomi semakin meracau saking cepat dan nikmatnya genjotan yang dilakukan Naruto.
"Uh! A-aku akan Ah! Ah! Ah! A-aku akan Ke-keluar A-anata.. Ah! Ah! Yah! Uhh!.." ucapan Tsukuyomi barusan membuat Naruto mempercepat genjotannya.
"T-tahan Tsuma Uhh! Tahan se-sebentar lagi Tsu-tsuma. Aku juga a-akan Ke-keluar Ahh!" ucap Naruto semakin mempercepat genjotannya.
"Ah! Ah! Ah! A-anata! Ah! Ah! Ah! Uh! Ya-ahh! Ah! Anata!" Tsukuyomi semakin menggeliat tak karuan karena tak sanggup menahan dirinya agar tidak keluar dengan cepat.
Genjotan Naruto semakin menggila. Diasekarang sudah menghentak-hentakkan batangannya dengan sedikit kasar karena dia juga tak lama lagi akan keluar. Naruto kembali melumat bibir Tsukuyomi dengan kali ini lebih ganas dari yang sebelumnya. Dan tak lama kemudian..
"HHMMMPPPHH! HMMMMMPPHHH!"
Teriakan Tsukuyomi tertahan akibat Naruto yangmasih mengunci bibir Istrinya. Badan mereka berdua bergetar hebat saat mereka Orgasme bersamaan dengan Naruto yang menyemprotkan benihnya ke rahim istrinya. Caitan putih itu keluar dan mengalir dari sela-sela lubang sakralnya yang masih membenam seluruh batangan milik suaminya.
"Fuah! Hah..hah.. hah.." akhirnya kedua bibir itu terlepas. Nafas mereka memburu, perlahan Naruto mencabut batangannya dari lubang sakral milik istrinya itu dan menggeser tubuhnya ke samping Istrinya sehingga Naruto sekarang berada di posisi tengah berdekatan dengan tubuh Amaterasu.
"Arigatou Anata hah..hah.."
Naruto mengalihkan pandangannya ke arah wajah istrinya sambil tersenyum karena mendengar ucapan Istrinya barusan.
"Sama-sama Tsuma." Balas Naruto.
Lemon : End..
Amaterasu yang sedari tadi terdiam perlahan merapatkan tubuhnya dengan tubuh Naruto, lalu dia memeluk suaminya itu dari samping, dia juga meletakkan kepalanya di lengan suaminya yang terbuka. Begitupun Tsukuyomi, dia merapatkan tubuhnya dengan tubuh suaminya lalu menyandarkan kepalanya dilengan Naruto dan memeluk Naruto dari samping.
Naruto hanya bisa tersenyum lembut melihat kelakuan kedua istrinya, dia pun memeluk tubuh kedua istrinya dengan lembut.
"Permainan malam ini sungguh melelahkan, ne Ama-chan, Tsuki-chan?" tanya Naruto sambil menggoda kedua istrinya.
AmaTsuki hanya menganggukkan kepala masing-masing sambil memerah dan perlahan mereka menarik selimut yang sudah acak-acakan karena menjadi korban permainan pasangan suami-istri tersebut.
"Nah, sekarang tidurlah Ama-chan, Tsuki-chan." Ucap Naruto lagi.
"Ha'i, Oyasumi Anata." Kata AmaTsuki bersamaan namun pelan.
"Oyasuminasai Tsuma." Ucap naruto kemudian.
Mereka bertiga pun memejamkan mata masing-masing. Tak butuh 2 menit, mereka bertiga sudah terbang ka alam mimpi dengan senyum menawan yang terlukis di bibir Amaterasu dan Tsukuyomi.
[:+:][:+:][:+:]
[Skip Time : Day Of Depature.]
Pagi yang indah di dunia Para Dewa. Hari ini adalah hari dimana Naruto dan Ayah serta kedua Bawahannya akan turun kedunia Shinobi.
Pertama-tama, tujuan mereka berempat adalah desa Kirigakure, dimana mereka akan membantu pasukan Rebellion yang menurut informasi dari Satoru akan menyerang Yondaime Mizukage Yagura beserta pasukannya.
Terlihat kini didepan Istana Izanagi terdapat beberapa orang yang sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing. Dimulai dari Naruto dan kedua istrinya yang sedang berbicara entah sesuatu yang penting, mungkin. Takayuki yang sedang bergelut dengan beberapa Senjata apinya, Takehiko yang sedang mempoles Pedang Twin Scorpion Swordnya, Izanagi sedang berbicara dengan Minato dan Susano'o. Tak lama kemudian, mereka berkumpul ke tempat Izanagi.
"Baiklah, sudah saatnya kita pergi." Ucap Naruto yang kini berdiri di tengah-tengah Amaterasu dan Tsukuyomi.
"Oke!" Ucap Kira bersamaan.
Lalu mereka berdua pergi ke arah Motor mereka yang ditaruh tak jauh dari sana. Didepan kedua Motor itu terdapat sebuah Portal yang cukup besar, portal itu adalah jalan mereka menuju dunia Shinobi.
Oh iya, pakaian yang dikenakan Takayuki dan Takehiko sekarang hampir sama, yaitu mereka berdua memakai T-shirt Replica Tee sebagai atasan, Blue Navy untuk Takayuki dan Varsity Red untuk Takehiko. Sebagai bawahan, Takehiko memakai Phat Farm Piece Maker sedangkan Takayuki memakai Baggy Disstresed Jeans plus Takayuki juga memakai rentelan peluru sebagai aksesoris dipinggangnya. Sebagai alas kaki, mereka berdua memakai sepatu Reebok Low-tops.
"Nah Tsuma, Tou-sama, Nii-sama, aku pergi dulu." Ucap Naruto sambil memandang kedua istri, mertua, dan iparnya.
"Ya, hati-hati disana Naruto, kalau ada masalah yang serius, kabari aku. Aku akan mengirimkan pasukanku untuk membantumu." Ucap Susano'o sambil menepuk bahu Naruto.
Naruto pun mengangguk sambil tersenyum. Dan tiba-tiba Naruto oleng kesamping karena Amaterasu menarik kepala Naruto ke arahnya..
Cup!
Bibir Naruto dan Amaterasu bersentuhan, Naruto yang awalnya terkejut karena tiba-tiba Amaterasu menciumnya perlahan tenang dan membalas ciuman tersebut. Yah, walaupun saat ini dia malu karena berciuman di tempat terbuka apa lagi didepan Mertuanya sendiri. Semua yang ada di sana mengeluarkan semburat tipis karena melihat adegan tersebut.
'Haahh, andai kau disini Nami-hime.' Batin Izanagi sambil tersenyum miris karena teringat Istrinya, Izanami.
Setelah 10 detik akhirnya NaruAma memisahkan bibir mereka. pipi Amaterasu terlihat memerah.
"Hati-hati disana nanti Anata." Ucap Amaterasu sambil tersenyum.
Naruto ikut tersenyum mendengar ucapan Istrinya itu, kemudian dia mengelus surai Raven istrinya sambil berkata, "Tentu Tsuma."
"Um Anata."
Naruto mengalihkan perhatiannya ke arah Tsukuyomi yang tiba-tiba berbicara barusan. Ketika dia melihat wajah Tsukuyomi, dia langsung tau apa maksud dari istrinya itu.
Cup!
Naruto mencium Tsukuyomi dengan lembut, terlihat pipi Tsukuyomi semakin memerah karena suaminya itu mengerti kemauannya. Selang beberapa detik, Naruto melepas ciumannya.
"Hati-hati disana nanti Anata." Ucapan Tsukuyomi barusan persis seperti ucapan Amaterasu barusan. Naruto pun mengangguk sambil berkata 'Iya Tsuma' pada istri termudanya itu.
"Nah Ayah. Mari kita pergi." Ucap Naruto yang kini memandang Minato.
Minato sendiri mengangguk. Dan setelah itu mereka berdua menghampiri Kira bersaudara yang tengah menunggu mereka di atas Motor Sport mereka.
Setelah sampai, Naruto dan Minato naik ke motor yang ditunggangi oleh Kira bersaudara, Naruto bersama Takayuki dan Minato bersama Takehiko. Kedua kira bersaudara itu pun menghidupkan motor masing-masing.
"Sayonara Anata!" teriak Amaterasu dan Tsukuyomi bersamaan sambil melambaikan tangan mereka.
Naruto pun menoleh ke arah kedua Istrinya, dia tersenyum sambil membalas lambaian kedua Istrinya. Perlahan, Kira bersaudara menjalankan Motor mereka ke arah Portal yang tak jauh didepan mereka.
Setelah kedua motor itu masuk sepenuhnya kedalam portal itu, Portal tersebut perlahan mengecil dan akhirnya menghilang.
[:+:][:+:][:+:]
[Shinobi World : Perbatasan Kirigakure.]
Sebuah portal muncul di dalam hutan perbatasan desa kirigakure, dan dari portal itu, muncul dua buah Motor Sport yang di kendarai oleh Kira bersaudara. Kedua motor itu melaju dengan cepat ke arah desa Kirigakure.
"Hey Takayuki, apa ini jalan yang benar menuju Kirigakure?" tanya Naruto pada si Sulung Kira yang berada didepannya.
"Kurasa benar Boss. Kan yang menuntun kita Ayah Boss sendiri yang ada didepan bersama Takehiko." Jawab Takayuki santai. Naruto pun ber Oh ria.
Memang benar, saat ini Motor Takehiko lah yang berada didepan. Itu karena Minato yang sudah tau seluk beluk jalan di sekitarnya. Minato sendiri sekarang ini terus berceloteh dengan Takehiko, entah apa yang dibicarakan.
[:+:]
[Kirigakure.]
Suasana didesa Kirigakure sekarang sangat menegangkan. Pertempuran antara pasukan Rebellion dan pasukan Yagura hampir mencapai puncaknya. Dimana banyak sekali mayat-mayat kedua kubu yang gugur berjejeran disekitaran desa tersebut.
Dan kita lihat pertempuran antara Pasukan kedua kubu kini masih saling menyerang satu sama lain. Terlihat kubu Rebellion yang pasukannya semakin lama semakin terkikis. Dan terlihat kubu Yagura yang mendomenasi pertempuran tersebut.
"Bagaimana ini Ao-sama, pasukan kita sudah terlalu banyak yang gugur." Ucap salah satu pasukan Rebellion pada seorang laki-laki yang memakai penutup mata ala bajak laut.
"Kita akan tetap bertempur sampai tetes darah penghabisan!" ucap Ao lantang.
Pasukan tersebut menganggukkan kepala dengan cepat. Dan dia langsung menuju ke garis depan untuk menyerang pasukan-pasukan Yagura.
"Katon : Gokkakyuu no Jutsu!"
"Katon : Gokkakyuu no Jutsu!"
"Katon : Gokkakyuu no Jutsu!"
"Fuuton : Kamikaze!"
"Fuuton : Kamikaze!"
"Fuuton : Kamikaze!"
Para pasukan Rebellion langsung membelalakkan mata mereka karena melihat kini tiga buah tornado yang diselimuti oleh api yang cukup besar. Mereka tidak sempat membuat Jutsu pertahanan karena Tornado tersebut sudah berada didepan mata para pasukan Rebellion.
Namun saat Tornado-tornado api itu akan mengenai para pasukan, muncul sebuah kubah yang terbuat dari Es yang mengelilingi dan melindungi para Pasukan.
DUUAAARRRR! DUUAAARRRR! DUUAAARRRR!
Ketiga Tornado api itu menabrak kubah Es tersebut hingga terjadi ledakan beruntun yang cukup besar, asap hitam mengempul dengan pekat di sekitaran ledakan.
Setelah asap tersebut menghilang, terlihatlah kubah Es yang melindungi para pasukan Rebellion yang masih berdiri tegak seolah-olah ketiga Tornado tadi bukan tandingannya.
Para pasukan Yagura bingung dengan kunah Es yang tiba-tiba muncul dan melindungi Pasukan Rebellion. Sama halnya dengan para pasukan Rebellion, mereka terlihat bingung dengan kubah Es yang melindungi mereka.
"Kubah Es?" tanya Ao entah pada siapa. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah salah satu pasukan yang ada dibalakangnya. "Momo, apa kau yang membuat Kubah Es ini?" tanyanya pada orang yang dipandanginya.
Momo, atau lebih tepatnya Yuki Momo, anggota Klan Yuki terakhir setelah kematian Yuki Haku ditangan Hatake Kakashi. Dia adalah seorang garis cantik berrambut ungu diikat Ponytail, memiliki manik Violet dan tubuh ramping, Gadis itu berusia 16 tahun (Bayangin aja Aoi Kiriya berrambut ungu dan bermata Violet).
Gadis yang dipanggil Momo itu menggeleng lemah karena kebhaisan tenaga saat melawan pasukan Yagura tadi. Ao semakin bingung, kalau bukan Momo, lantas siapa lagi?
Dor! Dor! Dor!
Para pasukan Rebellion langsung terkejut saat mendengar suara aneh –Menurut Mereka- yang berasal dari luar kubah tersebut, mereka tidak bisa melihat dengan jelas karena Kubah Es tersebut cukup tebal.
Crrraaassssshhhhh!
Crrraaassssshhhhh!
Crrraaassssshhhhh!
"AAARRRGHHHHHH!"
"AAARRRRGGGHHHHHH!"
Para pasukan semakin Bingung saat mendengar suara tebasan-tebasan dan teriakan-teriakan yang terdengar dari luar Kubah tersebut.
"Apa yang sedang terjadi diluar?" tanya salah satu pasukan yang ada di belakang Ao.
"Entahlah, aku juga tida—"
Krak! Krak! Praannkkk!
Ucapan Ao terhenti saat kubah yang melindungi mereka retak dan akhirnya pecah berkeping-keping. Dan saat mereka melihat keadaan diluar, para pasukan Rebellion dapat melihat mayat-mayat pasukan Yagura berserakan disana dengan keadaan yang cukup mengenaskan, dimana cukup banyak Pasukan yang tewas karena kepala mereka lepas dari tempatnya, tubuh mereka terpotong, bahkan terbelah menjadi dua.
Para pasukan yang melihat pemandangan itu bergidik ngeri dan memandang Horror pemandangan tersebut, beberapa diantara mereka juga menahan agar tidak memuntahkan makanan yang ada diperut mereka karena saking sadis dan mengerikannnya cara terbunuh para pasukan Yagura.
"Ayo! Kenapa kalian diam saja! Cepat lawan aku!"
Para pasukan Rebellion mengalihkan perhatian mereka ke arah seorang pemuda berrambut Orange kemerahan yang kini sedang memunggungi mereka dan berada didepan pasukan Yagura tak jauh dari mereka.
Mereka bisa melihat, digenggaman kedua tangan pemuda tersebut, kini terlihat dua buah pedang kembar yang cukup unik dan berlumuran darah.
"A-apakah dia y-yang membunuh pasukan Ya-yagura?" tanya salah satu Shinobi yang ada di samping Ao.
"Kelihatannya begitu." Jawab Ao tanpa mengalihkan pandangannya dari pemuda Orange tersebut.
"Hey!"
Para pasukan Rebellion langsung mengalihkan pandangannya ke asal suara yang tiba-tiba mereka dengar. Dan asal suara tersebut berasal dari seorang pemuda berrambut Biru Messy Style yang saat ini sedang berdiri didahan pohon yang cukup besar. Yap, pemuda itu adalah Takayuki, si Sulung Kira itu sekarang tengah berdiri sambil menatap Ao, dia sekarang terlihat memegang dua buah MAC1D ELITE tanpa peredam ditangannya serta menggendong sebuah senjata pembunuh masal dipungungnya, RPG.
"Sebaiknya kau membawa pasukanmu mundur, biar kami yang menghadapi Pasukan itu!" ucap Takayuki.
"Siapa kau! Dan kenapa kau membantu kami?" tanya Ao sedikit keras.
"Nanti kau akan tau, sekarang aku tidak punya waktu untuk menjawab petanyaanmu, dan sekarang cepat bawa pasukanmu mundur." Takayuki kembali berujar sambil tetap menatap Ao.
Ao merasa sedikit curiga terhadap Takayuki, dia menatap sepasang iris Turquoise milik Takayuki untuk mencari niat buruk disana, namun dia tidak menemukan niat lain dari kedua iris yang terlihat membeku tersebut.
"Baiklah, sekarang kita mundur!" ucap Ao pada seluruh pasukannya.
Dan langsung saja seluruh pasukan mematuhi perintah Ao, mereka semua mundur agak jauh dari tempat mereka berdiri sebelumnya. Takayuki yang melihatnya pun kembali menyiapkan senjatanya. Yah, memang beginilah Takayuki, dia lebih mengandalkan dan lebih suka memakai senjata api daripada senjata tajam, berbanding terbalik dari adiknya yang lebih suka menggunakan senjata tajam.
"Takehiko! Sekarang giliranku!" teriak Takayuki keras kepada adiknya yang kini sedang menari dengan kecepatan gilanya (Takehiko menggunakan Round Of Death.).
Para pasukan Rebellion tercekat dan menengguk ludah mereka dengan susah payah saat melihat bagaimana dengan sangat sadisnya Takehiko Menari sambil membunuh mangsanya, bagaimana tidak, setiap tubuh yang terkena tarian mematikan itu tubuh mereka langsung terpotong-potong dengan darah yang muncrat kemana-mana.
'Jutsu yang sangat mengerikan.'
'Gila! Tekhniknya sangat mematikan.'
Itulah isi setiap kepala para pasukan Rebellion yang melihat pembunuhan tersebut.
Takehiko yang sedang asik membabat musuh-musuhnya pun melesat mundur setelah mendengar ucapan kakaknya, dan Takehiko sekarang sudah berada di bawah pohon tempat Takayuki berdiri. Perlahan putaran tubuhnya mulai memelan dan tiga detik setelahnya putaran tubuh Takehiko akhirnya berhenti sepenuhnya, terlihat Takehiko sekarang tengah bermandian darah para musuh-musuhnya.
"Oke, sekarang cepat selesaikan sisanya Big Bro!" ucap Takehiko sambil menatap kakaknya.
"Ok! It's Show Time!" ucap Takayuki sambil menyeringai.
Lalu Takayuki mengeluarkan dua pasang sayap Esnya yang cukup besar, kemudian dia melesat ke arah para pasukan Yagura yang kini masih tersisa setengah dari banyak keseluruhannya. Para pasukan Rebellion terperangah dengan apa yang mereka lihat. Sungguh, seumur hidup mereka, baru kali ini mereka melihat seseorang yang bisa menciptakan sayap dipunggungnya. Namun tidak dengan gadis keturunan Yuki terakhir diantara pasukan Rebellion tersebut. Dia sangat terkejut melihat sayap Es yang dikeluarkan oleh Takayuki, dia mengira bahwa Takayuki adalah salah satu anggota Klan Yuki karena dua pasang sayap Es yang diciptakan oleh si sulung Kira itu.
"Ah, sepertinya aku harus mencari danau atau sungai disekitar sini." Ucap Takehiko sambil berjalan menjauh dari tempatnya berdiri, yah tujuannya saat ini tentu membersihkan tubuhnya dan pakaian yang dikenakannya.
Takayuki sekarang tengah mengambang tak jauh dari para pasukan Yagura yang sudah memasang posisi siaga mereka. Takayuki yang melihat itu pun tersenyum sambil mengarahkan kedua moncong senjatanya, sasaran peluru Esnya adalah kepala para pasukan tersebut.
Dor!
Tembakan pertama sudah dilepaskan oleh Takayuki, peluru Es tersebut melesat dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan cahaya, sehingga..
Crraassshh!
Peluru Es tersebut langsung mengenai kepala salah satu pasukan Rebellion. Dan dengan cepat, tubuh pasukan yang tadi terkena peluru tersebut langsung membeku sepenuhnya. Rekan-rekan pasukan malang itu melotot melihatnya yang kini sudah menjadi patung Es.
Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!
Tembakan beruntun yang sangat cepat dan teliti langsung dilepaskan Takayuki. Dia mengarahkan kedua senjatanya ke seluruh kepala seluruh pasukan Yagura.
Crraassshh! Crraassshh! Crraassshh! Crraassshh! Crraassshh!
Kini seluruh pasukan Yagura yang tersisa telah terkena peluru Es milik Takayuki, tak ada satu pun yang lolos dari peluru Es miliknya.
Para pasukan Rebellion lagi-lagi melotot saking Syoknya ketika mereka melihat bagaimana Takayuki membekukan semua musuh mereka dengan waktu yang sangat singkat dan Efisien.
"Hebat, senjatanya sangat hebat." Ucap Ao yang kagum dengan MAC1D ELITE milik Takayuki.
"Itu belum seberapa, dia masih belum menggunakan senjata yang ada di punggungnya itu." Ucap Takehiko yang entah sejak kapan sudah berada didekat Ao.
"Eh? Sejak kapan kau disini?" tanya Ao yang terkejut dengan kehadiran Takehiko.
"Entahlah, coba saja kau tanyakan pada batu yang ada disana." Ucap Takehiko ngawur sambil menunjuk batu besar yang ada didekat pohon ak jauh dari sana.
Semua yang mendengar ucapan barusan langsung Sweatdrop, tak terkecuali Ao sendiri.
Beralih ke Takayuki.
Takayuki yang sudah selesai dengan serangan pembukanya langsung menghilangkan kedua MAC1D ELITE nya, dia pun mengambil RPG yang ada di punggungnya.
Dia pun menaruh RPG itu di bahu kanannya sambil mulai membidik kemana arah yang akan dituju oleh Peluru Launchernya. Takayuki membidik tepat ditengah-tengah kumpulan pasukan Yagura yang sudah menjadi kumpulan patung Es. Dan tanpa aba-aba lagi.
Ctk!
Wuuuussssshhhhh!
Takayuki melesatkan Peluru Launcher itu tanpa aba-aba. Peluru Launcher itu pun melesat dengan kencang ke arah sasarannya.
DDUUUUAAAAAAARRRRRRR!
Peluru Launcher itu langsung meledak dengan keras setelah menghantam kepala salah satu pasukan yang ada ditengah-tengah para Pasukan Es tersebut. Asap hitam langsung mengelilingi dan menjulang tinggi ditempat ledakan barusan.
Para pasukan Rebellion lagi-lagi melotot melihat hasil peluru Launcher yang dilepaskan oleh Takayuki. Mereka juga menutup telinga mereka masing-masing karena ledakan itu cukup keras dan sanggup memekikkan telinga mereka.
Takayuki yang melihatnya pun tersenyum puas, dia kemudian menghilangkan RPG (Menaruh senjata itu kembali ke dimensi OutWorld). Setelah itu dia langsung melesat ke arah Adiknya yang saat ini sedang bersama para pasukan Rebellion.
Tap!
Takayuki mendarat tepat didepan Takehiko, Takayuki juga langsung menghilangkan sayap Esnya. Kemudian dia memandang satu persatu pasukan Rebellion.
"Mission Complete." Ucap Takayuki kembali menatap Takehiko.
Orang-orang disana Cengo karena mendenngar kata Asing yang diucapkan oleh Takayuki barusan.
"Ehem!"
Takehiko dan Takayuki langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Ao yang berdehem barusan.
"Sebenarnya kalian ini siapa? Dan kenapa kalian membantu kami?" tanya Ao menulang pertanyaannya yang sempat tertunda beberapa menit yang lalu.
"Hmm, perkenalkan. Namaku Takayuki Kira, dan ini adikku namanya Takehiko Kira. Kami kesini untuk membantu kalian untuk memenangkan pertempuran kalian dengan Yondaime Mizukage Yagura. Dan bukan hanya kami yang membantu kalian." Ucap Takayuki menggantung kalimatnya
"Tidak hanya kalian? Lalu dimana rekan kalian itu?" tanya Ao lagi.
"Kami datang kesini berempat, kami membagi tugas. Kami berdua bertugas untuk membantu Kalian, dan rekan kami sekaligus Boss kami bertugas membantu pemimpin kalian yang mungkin saat ini bertarung melawan Yagura." Kali ini Takehiko yang berbicara.
DDDUUUUUAAARRRRRRRRRRRRRR!
Kira bersaudara dan seluruh pasukan Rebellion langsung mengalihkan pandangan mereka saat mendengar ledakan yang sangat besar di arah selatan, ledakan itu menimbulkan gempa sekejap dan terlihat asap yang menjulang tinggi di tempat ledakan tersebut.
"Ah, sepertinya Boss sudah beraksi." Ucap Takehiko senang.
"Yaa sepertinya begitu. Sebaiknya kita semuapergi kesana." Ucap Takayuki pada semua pasukan Rebellion.
Para pasukan termasuk Ao mengangguk dengan cepat. Mereka mulai berlari ke arah pusat ledakan tadi kecuali Gadis Yuki terakhir, Yuki Momo. Gadis itu terlihat berjalan agak limbung, Takayuki yang melihatnya pun menghampiri gadis Tersebut.
"Hey, apa kau baik-baik saja?" tanya Takayuki pada Momo yang menundukkan kepalanya.
Momo yang merasa dirinya yang dimaksud oleh Pemuda Es tersebut langsung mengangkat kepalanya dan langsung menatap pemuda Es tersebut.
"Y-ya, aku baik-baik saja." Ucap Momo gugup dengan semburat tipis muncul di pipi mulusnya.
Namun baru satu langkah, Momo oleng kedepan. Takayuki dengan cepat bergerak kedepan Momo dan berjongkok memunggungi gadis Yuki tersebut.
Greb!
Tubuh Momo pun mendarat di punggung Takayuki, Momo yang tadinya menutup mata sekarang kembali membuka matanya, dan langsung saja kedua matanya membulat saat melihat apa yang terjadi dengannya. Perlahan, semburat merah yang tadinya menghilang kini kembali lagi, namun kali ini lebih pekat dari yang sebelumnya.
"Sepertinya tidak. Sekarang lingkarkan tanganmu dileherku." Ucap Takayuki sambil menoleh ke arah Momo sambil tersenyum.
"T-tapi—"
"Sudahlah, jangan gugup begitu, aku tidak akan mengapa-apakanmu kok." Ucapnya sambil kembali tersenyum tulus.
Momo pun terdiam mendengar ucapan Takayuki, perlahan kedua tangannya melingkari leher Takayuki. Si bungsu Kira itu pun kembali mengarahkan kepalanya kedepan sambil mulai berdiri. Dan Takayuki mulai melangkah menuju tempat ledakan tadi. Takayuki juga sedikit kesal karena ditinggal adiknya yang ikut berlari dengan gerombolan pasukan Rebellion.
"A-arigatou." Ucap Momo yang sukses membuat Takayuki menghentikan langkahnya.
"Sama-sama, err.."
"Momo, namaku Yuki Momo."
"Ah ya, sama-sama Momo-chan." Ucap Takayuki sambil mulai melangkah lagi.
Andai Takayuki menoleh kebelakang setelah ucapannya barusan, dia bisa melihat kedua pipi gadis Yuki tersebut tengah merah padam sekarang. Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu? Entah, hanya dia sendiri dan tuhan yang tau.
.
.
.
[To Be Continue.]
.
.
.
Profile Chara :
Name : Uzumaki Satoru (OC).
Age : 22 Year.
Ninja Rank : Low Kage Level.
Ability : Katon, Doton, Yoton, Sword Art.
Weapon : Silver Arrow, Silver Fang Blade.
…
Name : Uzumaki Naruko.
Age : 20 Year.
Ninja Rank : Low Kage level.
Ability : Katon, Fuuton, Chain Chakra.
Weapon : Golden Arrow, Duplicate Sword of Hades.
…
Name : Yuki Momo (OC).
Age : 16 Year.
Ninja Rank : Chuunin.
Ability : Fuuton, Suiton, and Hyoton.
Weapon : Kunai, Shuriken, Senbon.
.
.
Yo! Balik lagi dengan Neon. Gimana chap 11 ini? Jelekkah atau bagaimana? Semoga para pembaca sekalian tidak kecewa dengan hasil pemikiran Neon ini.
Oh iya, Koneko dan Akeno tidak ikut dengan Naruto dkk ke dunia Shinobi (Maaf bagi yang ngerequest ikutnya Koneko dan Akeno).
Ahh, lagi-lagi pertemuan Naruto dan Menma diundur lagi. Sorry yang udah gak tahan (Kalau ada sih, hehe), coz Neon perlu jalan atau alasan yang pas untuk memasukkan Naruto dkk ke Desa Konoha biar tidak dicurigai oleh pihak Konoha, yah walaupun caranya ini ucah pasaran sih, hehe. Tapi tenang, chap 12 Naruto akan bertemu dengan Menma, Suer!
Okeh beralih ke tokoh OC Yuki Momo, nah untuk Mas Bro Author Hole in Heart, nih OC ente udah tayang di fic ini, haha.
Oke, itu saja untuk penjelasan di chapter ini, kalaupun ada yang menurut para Reader yang kurang atau belum jelas, silahkan bertanya pada Neon melalui kolom Review. Nah, Neon juga minta pendapat para pembaca untuk chap 11 ini. So, Review ya!
Akhir kata.. Sayonara.
