Author's note:

So chand luph phlend, zangetsuichigo, Zheone Quin, Girlinlightblue, Ararancha, Ruki Yagami, Kuroi no Yuki, Magical Snow Nazuna, Jiya Mukherjee: makasih mau baca fict ini dan setia mereview...kamu-kamu semua yang bikin aku rela begadang tiap malam, padahal besok harus kerja lagi wkwkwkwkwkkk...

...

...

...

...

IN A VERGE OF A LOVE

Pairing: Ichiruki or byakuruki ..masih menimbang dan menimbang hehehehe..

Disclaimer: Bang Tite Kubo lah, siapa lagi. I only unleash my imagination.

Chapter 10

WHAT IS CONSIDERING?

Seireitei. Kantor Divisi 1.

Semua taicho berkumpul di meja pertemuan utama. Mereka datang tepat waktu, sesuai instruksi Soutaicho Yamamoto semalam. Tidak boleh ada yang terlambat—kecuali Kuchiki Byakuya. Taicho Divisi 6 itu adalah alasan mereka semua di sini. Jika tidak mau datang, itu adalah haknya. Mereka semua paham jika kondisi Kuchiki taicho tidak memungkinkan untuk datang ke pertemuan pagi ini.

Soi Fon, taicho Divisi 2 dan chief commander Onmisutkido—hadir.

Kira Izuru, fukutaicho Divisi 3, mewakili Divisi 3 yang belum memiliki kapten pengganti—hadir.

Unohana Retsu, taicho Divisi 4—hadir.

Hinamori Momo, fukutaicho Divisi 5, juga mewakili divisinya yang masih belum mendapatkan kapten pengganti—hadir.

Komamura Sajin, taicho Divisi 7—hadir.

Kyoraku Shunsui, taicho Divisi 8—hadir.

Hisagi Shuuhei, fukutaicho yang mewakili Divisi 9—hadir.

Hitsugaya Toshiro, taicho Divisi 10—hadir.

Zaraki Kenpachi, taicho Divisi 11—hadir.

Kurotsuchi Mayuri, taicho Divisi 12—hadir.

Ukitake Jushiro, taicho Divisi 13—hadir.

"Baiklah, aku rasa semuanya sudah hadir,"suara bijaksana Soutaicho Yamamoto akhirnya memecah keheningan yang sejak tadi membuat mereka semua yang di ruangan itu kurang nyaman.

"Kuchiki taicho belum hadir, Soutaicho,"tukas Soi Fon mengingatkan,"Tapi ada fukutaichonya di sini."

Abarai Renji yang sedari tadi diam di sudut ruangan yang tidak terlihat oleh orang lain perlahan beringsut mendekati meja pertemuan. Wajahnya terlihat kusut.

"Abarai fukutaicho, apakah ada kabar dari Kuchiki taicho?"tanya Soutaicho begitu Renji menempati salah satu kursi di sekeliling meja.

Renji menggeleng,"Maaf Soutaicho, belum ada kabar."

Ukitake mengangkat tangannya,"Aku sudah mengirim hell butterfly pada Kuchiki taicho, dia pasti tahu tentang pertemuan ini. Akan tetapi ia akan datang atau tidak, itu adalah keputusan pribadi Kuchiki taicho."

Soutaicho manggut-manggut untuk sesaat, kemudian ia memulai pembicaraannya.

"Kalian semua mungkin sedikit banyak bisa menebak kenapa kalian semua berkumpul di sini. Dua hari yang lalu terjadi hal mengejutkan di sini, di Soul Society. Hari yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bukan hanya bagi Kuchiki taicho, tapi juga bagi Soul Society berbalik menjadi hari yang tidak mengenakkan bagi kita semua. Kuchiki Rukia dibawa lari oleh subtitute shinigami, Kurosaki Ichigo. Sangat mengagetkan, mengingat penjagaan Soul Society yang cukup ketat. Oleh karena itu aku ingin minta saran kalian semua mengenai masalah ini."

Semuanya mengangguk-angguk. Sedikit banyak mereka tahu bahwa untuk alasan inilah mereka semua dikumpulkan.

"Apa yang menurut kalian harus Gotei 13 lakukan?"

"Apa maksud Soutaicho?"tanya Soi Fon bingung.

Soutaicho menghela nafas perlahan,"Jika ini menimpa orang lain, pastinya tidak akan menjadi masalah, tinggal kejar, tangkap dan hukum. Tapi ini terjadi antara Kuchiki taicho dan Kurosaki Ichigo. Yang satu adalah bangsawan terhormat di Soul society dan yang satunya lagi adalah pahlawan Soul Society."

Sekarang baru jelas sejelas-jelasnya mengapa Soutaicho Yamamoto terlihat sangat bingung.

"Aku mengerti. Seperti makan buah simalakama ya, Soutaicho?" Kyoraku seakan-akan memperjelas pernyataan Soutaicho tadi.

"Jika kita memihak Kuchiki taicho, pasti tidak enak dengan Kurosaki yang sudah banyak berjasa pada Soul Society, tapi jika kita memihak Kurosaki maka kita juga tidak enak pada Kuchiki taicho," ujar Unohana.

"Itu sebabnya kita berkumpul di sini."

Hening sesaat.

Hitsugaya mendehem, memecahkan keheningan.

"Bukankah ini masalah pribadi mereka, Soutaicho?"tanyanya.

"Tapi dengan kita semua jadi saksi, kita sudah terlibat Hitsugaya taicho,"timpal Izuru Kira.

"Ya sudah, kita kejar saja Kurosaki dan tangkap dia. Lalu kita kembalikan Rukia san pada Kuchiki taicho,"saran Komamura.

"Kau kira mudah menangkap Kurosaki? Kau lupa ya kemampuannya?"desis Soi Fon.

"Kau meragukan kemampuan Gotei 13?"tanya Zaraki.

"Tidak."

"Kau meragukanku?"desis Zaraki sambil menatap tajam.

"Tidak, tapi aku ragu kau menangkapnya tanpa kehilangan nyawamu, atau malah nyawa orang lain karena gaya bertarungmu yang brutal itu,"Soi Fon tidak mau kalah.

"Brutal?"

"Ya..brutal. aku jadi bertanya-tanya, apa kau sebegitu sukanya bertarung? Seperti tidak ada cara lain saja dalam menyelesaikan masalah. sangat khas dirimu, Zaraki taicho."

Zaraki menatap Soi Fon dengan tatapan bengis yang sulit digambarkan dan Soi Fon tidak mau kalah menatapnya dengan tatapan setajam kuku suzumebachi.

Zaraki tertawa senang,"Wow..Soi Fon taicho, tidak kusangka kau semenarik ini. Tidak bisa dibayangkan betapa menyenangkannya menaklukkan wanita sekeras dirimu. Akan kuingat itu..."

"Kau...!"

"Oke...target diriku yang berikutnya bukan Kurosaki Ichigo, tapi dirimu Soi Fon taicho. Di tempat tidur,"lalu ia tertawa lagi.

Wajah Soi Fon memerah mendengar perkataan Zaraki yang setengah merayunya barusan. Cepat-cepat ia membuang pandangan ke arah lain.

"Zaraki taicho, Soi Fon taicho...jaga sikap kalian,"Ukitake mengingatkan.

Soi Fon menghela nafas, senang ada yang membantu memutus percakapan yang memalukan ini. Lalu suara Ukitake terdengar lagi.

"Setidaknya...tunggulah sampai rapat ini selesai, lalu di luar kau bisa merayunya lagi, Zaraki taicho."

Zaraki dan Kyoraku tertawa mendengarnya.

"Aku bisa membantumu dengan ramuan cinta hasil eksperimenku yang terbaru, Zaraki taicho. Soi Fon taicho bisa jadi pembuktian yang bagus,"tiba-tiba Mayuri menimpai.

"APA..!"Soi Fon hampir mau terjatuh dari kursinya.

"Kau bisa minta tips dariku, Zaraki taicho. Bagaimana meluluhkan hati wanita, itu keahlianku,"Kyoraki melemparkan pandangan menggoda ke arah Soi Fon.

Mereka semua lalu tertawa, kecuali Soi Fon tentunya. Ia cemberut di kursinya dan memutuskan tidak akan berkata sepatah katapun sepanjang pertemuan ini.

"Bisa kita kembali ke persoalan utama kita?" Soutaicho mengingatkan.

Keriuhan itu mereda saat itu juga.

Hinamori mengangkat tangan dengan takut-takut, minta izin bicara. Ia biasanya hanya diam saja dalam rapat-rapat seperti ini, tapi sebagai orang muda ia merasa ia perlu bicara.

"Maaf, aku ingin menyatakan pendapatku,"katanya lirih.

"Silakan, Hinamori fukutaicho."

"Ini masalah perasaan, Soutaicho. Seharusnya Rukia chan sendiri yang memutuskan, mana yang dia cintai."

"Tentu saja ia mencintai Kuchiki taicho, kalau tidak buat apa ia menerima lamarannya,"tukas Hisagi cepat.

"Kurosaki itu biang onar, makanya hal ini terjadi,"timpal Mayuri.

"Sudah, biar aku saja yang bertarung dengannya,"Zaraki tak mau kalah.

"Menurutku Kurosaki pasti melakukannya karena dia memang cinta pada Rukia chan,"Unohana mengemukakan pendapatnya.

"Yare...yare...cinta, cinta...sangat menarik. Cinta mungkin bisa jadi bahan eksperimenku yang berikutnya,"Mayuri menyeringai aneh.

Kyoraku menggeleng,"Tidak ada orang yang mengerti cinta selain diriku, Mayuri. Kau harus banyak tanya padaku."

"Mengajukan diri menjadi bahan eksperimen Mayuri taicho, Shunsui?"tanya Ukitake setengah menyindir.

"Konsultan ya, kelinci percobaan tidak,"jawab Kyoraku cepat.

Mayuri mendengus,"Hampir saja aku dapat bahan eksperimen bagus. Kau kadang-kadang menyebalkan, Ukitake taicho."

Hitsugaya mengepalkan tangannya dengan kesal. Sepertinya pertemuan ini tidak akan menghasilkan kesepakatan apapun.

"Bisakah kita fokus?"tanyanya masih dengan nada kesal.

Seisi ruangan mengangguk,"Yaaa..."

"Jadi bagaimana? Aku tak punya pengalaman masalah percintaan, jadi aku takut salah langkah,"tanya Soutaicho lagi.

Renji yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara,"Tanyakan saja pada Rukia, mana yang ia suka. Siapa tahu dia tidak suka keduanya? Mungkin dia suka orang lain."

"Maksudmu, Renji?"tanya Hisagi.

"Mungkin saja kan Rukia malah tidak mencintai mereka berdua. Mungkin dia lebih menyukai orang yang dia kenal sudah sejak lama,"Renji mendadak tersenyum. Senyuman yang aneh. Dalam hatinya ia berharap apa yang dia katakan benar adanya. Toh Rukia memang tidak pernah bilang tidak mencintainya kan?

"Seseorang sepertimu?"Hinamori memastikan.

Wajah Renji memerah. Apa benar-benar kelihatan ya kalau dia mencintai Rukia?

"Woi Renji, kau juga suka Rukia?" Kira terlihat kaget.

"Apa salah? Aku kan mengenalnya sejak kecil,"Renji membela diri.

Hitsugaya tambah kesal,"Jangan menambah masalah, Abarai."

Renji mengalihkan pandangan ke arah shinigami berambut putih itu,"Sejak kapan jatuh cinta jadi masalah, Hitsugaya?"

"Hitsugaya taicho untukmu, Abarai!"desis Hitsugaya.

"Oh..jadi sekarang itu hal penting juga buatmu, Toshirooooo?"Renji tak mau kalah.

"That's it, Abarai. You and me, outside!"Hitsugaya berdiri dari kursinya dan siap menantang Renji.

"Shiro chan, sabarlah. Renji kan tidak bermaksud begitu,"tukas Hinamori.

"Hinamori, kau...jangan menyebutku dengan nama itu!"

"Shiro chan...duduk, atau kau akan mendengarku menyebutmu begitu selamanya,"ancam Hinamori.

Hitsugaya melemparkan tubuh mungilnya ke atas kursi. Diancam Hinamori jelas bukan hal yang menyenangkan untuknya. Bagaimanapun juga, Hinamori gadis yang penting di hatinya. Ia memutuskan mengikuti jejak Soi Fon. Diam seribu bahasa.

"Sepertinya pertemuan kita tidak akan berhasil kalau kalian semua tidak fokus pada satu permasalahan saja,"Soutaicho terdengar mulai tidak sabar.

Semuanya tertunduk.

Unohana akhirnya ikut bicara,"Sebaiknya kita tanyakan pada Kuchiki taicho apa yang akan ia lakukan, bagaimanapun juga ia orang yang paling menderita dalam permasalahan ini."

Semuanya mengangguk-angguk tanda setuju.

"Ide yang baik. Lalu siapa yang akan kita amanatkan bertanya pada Kuchiki taicho?"Soutaicho memandangi semua shinigami di depannya.

Semuanya tertunduk lagi. Berharap mereka tidak disebut namanya. Mereka tahu siapa itu Byakuya. Betapa dinginnya dia. Betapa angkuhnya dia. Betapa susahnya bicara dengannya.

"Firasatku mengatakan ini tidak akan berakhir dengan mudah,"ujar Kyoraku.

Ukitake langsung menimpali,"Maksudmu?"

"Ini masalah harga diri seorang pria bagi Kuchiki taicho dan bagi pemuda Kurosaki, ini masalah cinta. Tidak ada yang tidak penting."

Semuanya setuju. Tidak semuanya pernah jatuh cinta, tapi paling tidak mreka paham apa itu cinta. Yah, cinta adalah suatu perasaan bergelora yang membuat Kurosaki Ichigo mengacaukan pernikahan Kuchiki Byakuya hanya untuk menyatakan cinta pada Rukia, lalu melarikannya. Gosh, love is REALLY that big.

"Oke...Abarai Renji, aku amanatkan tugas ini padamu, kau fukutaiconya, pasti mengerti bagaimana baiknya,"akhirnya Soutaicho Yamomoto memutuskan.

Renji terpaku dalam keterkejutannya.

Cinta memang kadang tidak pandang bulu.

Cinta juga yang menjerumuskan Renji pada tugas itu.

...

...

...

...

...

...

Hehehehe, chapter ini khusus intermezzo, biar lebih gimanaaa gitu(boong padahal authornya bingung harus mihak Ichigo atau Byakuya wkwwkwkwkk)

Aku ingin bikin fict baru rasanya, karena fict ini kayanya susah tamat hehehehe...tp entarlah. Nunggu wangsit. Aku tiap malam dan tiap ada waktu luang tetap membaca fict2 lain dan fict adalah cara ngilangin stress selain karaoke xixixxixi...oleh karena itu wahai para author, mohon update dan tamatkan fict2 kalian di sana, karena aku selalu menunggu*lebay mode on*

Arigatou.