astilbe

[/n/: an old world plant of the saxifrage family]

a Naruto fanfiction, written by Rou

.

.

.

.


"Sasuke itu orangnya seperti apa, Naruto?"

Uzumaki Naruto berkhayal kalau ia tuli atau buta, atau anak-anak yang berseliweran di depan matanya tiba-tiba mengajaknya mengobrol supaya bisa menghindari pertanyaan itu. Atau mungkin, bel pulang sekolah berdering sekali lagi. Tetapi kemudian ia merasa sedikit tidak enak telah berpikir demikian, dan agak buruk karena bersikap cuek.

Naruto berdeham pendek sambil melirik Haruno Sakura, ia butuh berpikir sebentar. "Kenapa? Kau suka dia?" tanya Naruto, mengendikkan dagu ke area dalam gerbang. Sebenarnya ia tidak benar-benar ingin berkata begitu, tidak juga mau mendengar jawabannya. Tetapi mulutnya tiba-tiba saja menjelma keran bocor yang sulit di lem. Naruto merasa seperti ia baru saja kelepasan mengatakan sebuah rahasia konyol yang disimpan sendiri.

"Memang ada yang nggak suka dia?" sahut Sakura, "semua anak menyukai Sasuke. Kecuali kau, mungkin." Naruto mengambil napas lagi, Sakura menoleh kepadanya. "Bercanda."

Naruto tidak lagi menatap gadis itu. Ia melihat Uchiha Sasuke berjalan keluar melewati gerbang utama sekolah dengan secuil tawa di sudut bibir, sangat, sangat tipis, tetapi ia mengenalinya. Sesuatu yang hangat hinggap begitu saja di dadanya, dan Naruto jadi ikut tersenyum. Suigetsu dan Juugou terlihat berjalan di samping Sasuke bagai sepasang sayap yang melekat di punggung, yang kalau dilepaskan maka Sasuke tidak bisa terbang lagi.

Naruto ingin mencegat Sasuke sebelum anak itu mencapai tempatnya berdiri, tapi Naruto pikir Sakura pasti akan mengatakan hal-hal tidak enak didengar, atau gadis itu bakal cemberut dan tidak lagi mau mengobrol dengannya, memusuhinya. Naruto semakin khawatir itu akan benar-benar terjadi, karena dari yang ia lihat, Sakura begitu senang karena Sasuke, Suigetsu, dan Jugoou semakin mendekat ke arah mereka.

"Sasuke," seru Sakura. Gadis itu berlari kecil menghampiri Sasuke dengan tawa cerah dan menggamit lengannya, menggeser Suigetsu yang terkikik maklum. "Mau nggak, temani aku ke toko buku sebentar habis ini?"

Naruto merasa aneh dengan dirinya sendiri dan bingung. Karena sekarang ia merasakan matahari bersinar dua kali lebih dekat dengan kulitnya. Efek kalor berlebih itu merambat ke puncak kepalanya dan Naruto memutuskan berhenti berpikir. Ia menghampiri Sasuke dan Sakura yang berjalan beriringan, kemudian benar-benar mencuri tangan Sasuke yang lain untuk digeret dengan kecepatan angin, meninggalkan Sakura yang melongo.

"Ini sesuatu yang mendesak, dan harus aku katakan sekarang juga," jelas Naruto seolah tidak bisa berhenti bicara. Ia meninggalkan tiga anak di belakangnya dan tidak menoleh lagi ke belakang.

"Woaa, kau baru saja membangunkan rubah yang tertidur, Sakura-chan," bisik Suigetsu. Tawa anak itu terlihat mengejek tetapi tidak cukup menyakiti. Juugou mengangguk dan ikut tertawa tetapi tidak berkata apa-apa.

Sakura sama sekali tidak merasa tersinggung atau merasa buruk atas perkataan dua temannya. Ia masih terus memerhatikan Naruto dan Sasuke yang mulai menghilang masuk ke dalam bus sekolah yang melintas. Tak sampai sedetik kemudian, gadis itu menyeringai.

"Jadi harus dipancing dulu baru mau bergerak, ya? Aah, payah banget."


(end)