.

.

.


Happiness is not something you find at the end of the road...

it is here...now

-Luhan-


triplet794 presents a new story

There's Nothing wrong in Love

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo

Genre : Romance, Friendship, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

.

.

.

"Lu, besok kau seminar?" Tanya Kyungsoo yang sedang menyuapi Kai

"Lusa Kyung" balas Luhan yang sibuk dengan slide nya

"Arrggghhh aku pusing" jerit Luhan

"Wae? Wae? Kenapa berteriak?" Tanya Sehun yang kaget dan terbangun dari tidurnya

"Mereka semua enam profesor Managemen bisnis dari enam universitas terkenal di Korea. Semua tesis dan jurnal mereka harus dijadikan satu dan dibuat kesimpulan. Aku bisa gila. Dah lihat profesor Park Jaewook. Dia menggunakan bahasa latin. Demi Tuhan" kesal Luhan menutup laptopnya kasar

"Kau mau kemana?" Tanya Sehun yang selalu ngeri jika kepala Luhan sudah panas

"Duduk disana. Jangan ikuti aku" ancam Luhan dan Sehun kembali duduk

BLAM!

Luhan menutup kasar pintunya

Ketiganya tahu kebiasaan rusa mereka jika sedang mengalami "death end" pada tugas yang dikerjakannya. Dia akan kesal, berteriak tak jelas, keluar, kemudian kurang dari lima menit akan kembali masuk dan fokus lagi. Luhan memang selalu seperti itu.

Ketiganya hanya bisa meneguk kasar air liur mereka dan terkekeh karena baru benar-benar melihat seorang Luhan seperti itu.

"Ini untuk kalian" Luhan telah kembali dalam lima menit dan membagi-bagikan es krim

"Gomawo Lu" balas Kai membuka eskrimnya

"Kyungie, es krim mu ada di Kai" Luhan memberitahu

"Hmm, gomawo Lu" balas Kyungsoo

"Sehunnie"

"Aniya punyaku untukmu saja. Agar kepalamu cepat dingin" kekeh Sehun

"Makan" perintah Luhan

"Araseo" Sehun gugup mengambil eskrimnya

"Hah! Kalian tidurlah. Aku tidak fokus jika banyak orang" Luhan kembali menggeram kesal

"Aku menemanimu" jawab Sehun santai

"Yasudah kami tidur. Kau seperti ahjumma dikantin, cerewet sekali" cibir Kai membawa Kyungsoo ke kamarnya

"Jongin!" Pekik Luhan kesal

"Lu, tenang. Jangan stres, kau harus tenang" Sehun mengelus takut punggung Luhan

"Gomawo Sehunnie. Maaf aku selalu begini kalau sedang pusing" lirih Luhan

"Tak apa. Kau hanya menyeramkan kalau sedang mengalami jalan buntu sayang" gemas Sehun mencubit pipi Luhan

"Sehunnie" Luhan memperingatkan

"Ah... Araseo araseo... Mianhae cantik. Kau kerjakan, aku akan tiduran disini" Sehun berbaring di sofa dan Luhan kembali mencari ide mengembangkan enam jurnal yang berbeda

..

..

..

Hari ini adalah hari dimana Luhan akan mempresentasikan tugas yang diberikan kepadanya di seminar tahunan beasiswa sepuluh kampus terbaik di Korea. Tiga peserta terbaik akan mendapatkan jaminan penuh atas pendidikan mereka di kampus masing-masing. Luhan telah kehilangan kesempatannya mendapatkan beasiswa semester ini. Jadi ini adalah satu-satunya kesempatan agar dia tidak perlu uring-uringan lagi masalah biaya. Kebetulan tahun ini , kampusnya menjadi tuan rumah, Luhan bertambah gugup karenanya.

"Kau tau Lu, Oh Hyujin dari kedokteran Hanyang university ikut seminar ini juga" Baekhyun memberitahu

"Benarkah? Sepertinya kita sudah mendapatkan pemenangnya" kekeh Luhan

"Kau adalah yang terbaik" bisik Baekhyun meyakinkan

"Dimana Sehun?" tanya Baekhyun

"Aku melarangnya menonton. Aku tidak fokus jika dia bertatapan dengannya" balas Luhan

"Kau tampil urutan ke berapa?" tanyanya lagi

"Keenam Baek" gugup Luhan

"Omo berarti setelah ini, sekarang Hyujin sedang tampil" kaget Baekhyun

"Ayolah Lu. Ini bukan pertama kalinya kau ikut seminar seperti ini, semua ide mu selalu memukau" gemas Baekhyun

"Aku tidak maksimal mengerjakannya" lirih Luhan

"Selanjutnya, peserta dari Kampus tuan rumah, Luhan" pembawa acara memanggil nama Luhan

Glup!

Luhan menelan kasar air liurnya, entah kenapa dia berkeringat gugup, padahal benar yang dikatakan Baekhyun, ini bukan pertama kalinya.

"Lu, Fighting!" Baekhyun menyemangati Luhan

"Gomawo Baek" Luhan tersenyum dan naik ke podium

"Anyeonghaseyo, Luhan Imnida perwakilan dari Seoul National Univesity" Luhan memperkenalkan diri sebelum memulai seminarnya

"Nama margamu?" tanya salah satu professor dari Hanbuk University

"Hanya Luhan" balas Luhan pahit

Jawaban Luhan membuat seseorang yang diam-diam duduk di belakang pojok tersenyum pahit. Dia tahu benar Luhan memang tidak akan pernah menggunakan nama marga ayahnya lagi. Dari dulu saat pertama kali mereka bertemu bahkan sampai saat Luhan menjadi kekasihnya. Ya, Sehun disana menyaksikan seminar yang selama dua hari belakangan ini membuat kekasihnya uring-uringan.

Flashback

Ting Tong!

Luha remaja yang saat itu berusia lima belas tahun datang ke kediaman pemilik panti asuhan tempatnya tinggal selama ini untuk mengajari putra bungsu keluarga Oh agar bisa mengikuti tes masuk SMA favorit pilihan ayahnya, Luhan sudah terikat janji yang dibuat langsung oleh Tuan Oh. Maka dari itu, sebagai pria yang menepati janji Luhan akan terus membantu Sehun sampai ujian negara dan ujian masuk SMA favorit selesai.

Cklek!

"Ah, kau pasti Luhan ya?" tebak seorang pria yang sangat canti seperti wanita, Luhan bahkan terus mengagumi kecantikan pria yang membukakan pintu untuknya ini

"Ah.. n-ne. Luhan imnida" Luhan membungkukan badan memperkenalkan diri

"Aku ibu Sehun, Heechul" Heechul memperkenalkan diri

"Ne, nyonya Oh" balas Luhan mengerti

"Aigoo, kenapa kau imut sekali" gemas Heechul

"Panggil aku eomma saja Luhan" Heechul yang sudah menyukai Luhan saat pandangan pertama pun menjadi sangat senang karena kedatangan pria cantik ini.

"Tapi…" jawab Luhan tidak enak

"Aku akan marah kalau kau memanggilku nyonya, lagipula kau teman anakku. Ayo masuk" Heechul membawa Luhan masuk

"Yeobo, Luhan sudah disini" teriak Heechul dan Kangin muncul dari ruang kerjanya

"Luhan? Ah syukurlah kau bersedia datang. Anak nakal itu sedang berada dikamarnya. Kau langsung saja naik" Kangin tersenyum pada Luhan

"Baik Tuan" balas Luhan

"Panggil dia appa juga" Heechul berbisik

Luhan benar-benar canggung dengan keluarga Oh ini. Bagaimana bisa Sehun mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan kedua orang tuanya, di sekolah Sehun sangat dingin dan menyebalkan, tapi ternyata dia mempunyai orang tua yang begitu hangat. Memikirkan hal itu membuat Luhan terkekeh dan merasa dirinya sangat konyol berdiri di tengah-tengah keluarga yang memiliki dua kepribadian seperti keluarga Oh

"Sehunna, Luhan sudah disini, kau turun nak" teriak Heechul namun hening. Sehun tidak menjawab

"Maafkan anakku ya Luhan, dia memang sangat dimanja oleh kami dan hyungnya makanya dia menjadi seenaknya seperti itu" kekeh Heechul

"Tidak apa eomonim" balas Luhan tersenyum

"Aku senang dipanggil eomonim" gemas Heechul

"Kau naiklah keatas, nanti eomma bawakan cemilan untuk kalian" Heechul mendorong Luhan untuk naik ke tangga.

"Dari tangga belok kanan, kamar Sehun berada paling pojok, cat warna biru" Heechul memberitahu

"Tapi eomonim" Luhan takut kalau Sehun akan marah dia masuk kedalam kamarnya

"Tak apa" heechul meyakinkan

"Ne, eomonim" balas Luhan mengangguk ragu dan naik ke tangga

Tok! Tok

Luhan mengetuk kamar paling pojok yang berwarna biru dengan tulisan didepan pintu kamarnya "OhSeh area's" membuat Luhan menahan tawa karena nya

Tok! Tok!

"Sehun ini aku Luhan" Luhan mengetuk dan tidak ada jawaban

"Masuk saja Lu" teriak Heechul dari bawah dan Luhan mengangguk pelan

Cklek!

Luhan perlahan membuka kamar Sehun dan mendapati Sehun sedang duduk di sofa bermain game dengan earphone yang bertengger di telinganya

"Pantas saja tidak dengar" gumam Luhan mendekati arah Sehun

Saat berada di belakang Sehun, Luhan menepuk bahu Sehun membuat Sehun menoleh

"Oh kau" hanya itu yang keluar dari mulut Sehun kemudian dia sibuk bermain sambil bernyanyi dengan keras

Luhan yang merasa kesal membuka earphone yang bertengger di telinga Sehun, membuat Sehun geram.

"Apa-apaan kau" kesal Sehun

"Aku disini untuk mengajarimu bukan untuk menemanimu bermain" Luhan memberitahu Sehun

"Kalau begitu pergilah. Aku tidak mau belajar" desis Sehun mengambil paksa earphone nya

"Kita tanding game. Jika aku menang kau belajar. Jika aku kalah aku pulang" tantang Luhan saat Sehun hendak memakai kembali earphone nya

"Menarik. Duduk" Sehun menerima tantangan Luhan

"Kau mau main game apa?" tanya Sehun

"Apa saja?" balas Luhan

"Kau yakin?" Sehun meremehkan

"Tentu" balas Luhan

"Baiklah" Sehun menyeringai dan memilih Need For Speed agar Luhan kalah telak

"3.2.1… Mulai" gumam Luhan dan bermain santai melawan Sehun.

Diluar dugaan, Luhan memenangkan delapan pertandingan dari sepuluh game yang mereka mainkan. Membuat Sehun benar-benar kesal karenannya

"Kenapa kau bisa menang? Kau kan hanya kutu buku" geram Sehun melempar stiknya

"Aku kutu buku? Ayolah aku namja sepertimu. Aku juga sering main game online" kesal Luhan

"Ayo cepat penuhi janjimu. Ini sudah malam, aku bisa tidak boleh masuk ke panti jika lewat dari jam duabelas" gerutu Luhan

"Baiklah,, baiklaah.. aku akan menepati janji. Kita belajar apa?" tanya Sehun

"Statistik" balas Luhan

"Hey Luhan, kau harus janji satu hal padaku" pinta Sehun

"Janji apa?" balas Luhan

"Ajari aku teknik bermain sepertimu" cengir Sehun

"Baiklah" Luhan menghela nafas malas

"Oh iya, apa kau tahu gosip yang sedang beredar tentangmu?" tanya Sehun saat membuka buku statistik miliknya

"Apa?" tanya Luhan

"Kau benar-benar tidak tahu?" tanya Sehun

"Tentang aku anak haram?" tanya Luhan

"Hey, kenapa kau mengatakannya begitu tenang?" tanya Sehun khawatir

"Aku berharap aku memang anak haram Sehunna. Aku tidak mau memakai nama marga ayahku, karena aku memang tidak mempunyai ayah" balas Luhan tenang

"Apa dia meninggalkanmu?" tanya Sehun

"Sudahlah" balas Luhan malas

"Hanya ingin tahu" jawab Sehun

"Lebih buruk, dia tidak pernah menganggapku anak dan dia pergi begitu saja. Jadi apakah aku harus menggunakan marga ayahku. Kenapa di Korea hal semacam itu sangat dipertanyakan?" tanya Luhan dengan nada yang sulit di gambarkan.

"Kau tahu kan, itu karena kau. Mereka sangat suka mengganggumu" Sehun tak habis pikir

"Kau juga?" tanya Luhan

"Aku kenapa?" tanya Sehun

"Apa kau juga suka menggangguku?" tanya Luhan langsung

"Yak! kenapa kau sangat tidak sopan menuduhku. Apa kau tidak sadar aku sangat menjagamu malahan" kesal Sehun

Luhan menatap Sehun kemudian tak lama tertawa.

"Menjaga apanya?" cibir Luhan tertawa

"Ish,baiklah. Untuk membuktikannya aku tidak akan membiarkan kau diganggu lagi mulai besok" Sehun bersungguh-sungguh

"Tidak perlu berjanji. Ayo kita belajar" Luhan mulai membuka buku catatanya

"Aku serius" Sehun menghentikan kegiatan Luhan membolak balik bukunya agar menatapnya

Luhan menatap mata Sehun dan tidak menemukan keraguan disana

"Baiklah aku percaya. Tolong jaga aku, karena aku sudah mulai merasa mereka keterlaluan" pinta Luhan tercekat

"Aku akan menjagamu" Sehun tersenyum meyakinkan

"Sebenarnya aku mengagumimu, kau sangat kuat untuk ukuran dirimu yang tak memiliki apa-apa. Aku tidak pernah melihatmu menangis, dan yang paling membuatku kagum kau mengalahkan aku di game yang satu orang pun tidak pernah berhasil mengalahkanku. Kau hebat" puji Sehun mengacak rambut Luhan

"Hmm" Luhan hanya bergumam

"Baiklah. Ayo kita belajar" teriak Sehun yang tiba-tiba bersemangat

Luhan mau tak mau tersenyum karena Sehun. Entah karena janjinya akan menjaganya atau karena jantungnya yang terus berdegup menatap Sehun yang perhatian padanya.

End Of Flashback

"Demikian presentasi yang saya sampaikan. Untuk kesempatan dan waktu yang diberikan saya ucapkan terimakasih" Luhan membungkuk mengakhiri presentasinya

Tak lama setelah ia menutup laptopnya terdengar tepuk tangan darip penonton seminar. Sehun sendiri bertepuk kagum melihat kekasihnya yang begitu cepat bangkit dari keterpurukan setelah rehabilitasi yang dia jalani.

"Apa menurutmu presentasimu bagus. Menurutku itu agak berantakan dan memalukan" sindir Profesor Jung Il Woo dari Sogang Universty yang terkenal dengan kritikan tajamnya

"Saya belum maksimal saya akui, saya minta maaf" balas Luhan

"Lihat dia mengakuinya" sindir Professor Jung

"Menurut saya, mahasiswa saya sudah menampilkan yang terbaik untuk ukuran seorang mahasiswa yang baru keluar dari rumah sakit. Saya bangga dan akan terus memuji karya mahasiswa saya" Profesor Han Dong Sup, dosen pembimbing seminar Luhan

Luhan menatap professor Han dengan tidak enak hati, karena beliau sudah dengan baik hati membela Luhan yang tidak tampil maksimal hari ini

"Ini tidak seperti Luhan yang biasanya. Kau biasanya menampilkan sesuatu yang sangat memukau. Tapi ini sudah cukup menarik untukku" puji Profesor Lee Hyun Woo dari Hanyang University

"Apa kau berniat meneruskan gelar professormu setelah ini?" tanya Park Ha Jin dari Konkuk University

"Saya ingin bekerja dan memulai hidup yang sebenarnya setelah ini prof, saya belum berminat melanjutkan sampai gelar Professor" Luhan menjawab dengan yakin

"Pasti pria tampan dan manis sepertimu ingin segera menikah ya" Professor Lee menggoda Luhan membuat Luhan mau tak mau tertawa

"Pastinya" gumam Sehun dari bangku penonton

"Baiklah Lu, kami rasa cukup. Kau bisa turun dari panggung" Professor Han memberi instruksi

Luhan membungkuk dan segera turun dari panggung seminar

..

..

..

"Presentasi apa itu. Dasar Luhan bodoh" gerutu Luhan yang merasa presentasinya sangat hancur.

"Luhan!" Baekhyun berteriak memanggil

"Iya aku tahu, aku jelek. Aku gagal" gumam Luhan terus berjalan

PLETAK!

"Arwhhh. Kenapa sih?" Kesal Luhan memegang dahinya yang dipukul Baekhyun

"Hasilnya sudah diumumkan" gemas Baekhyun

"Hasil apa? Seminar? Oh tidak jangan beritahu aku" lirih Luhan kembali berjalan menjauh

"Ish anak ini kenapa sih?" Gerutu Baekhyun menahan lengan Luhan

"Ada apa?" Tanya Luhan malas

"Kau juara dua. Presentasimu juara dua Lu" pekik Baekhyun senang

"Mwo? Benarkah?" Tanya Luhan tak percaya

"Hmmm.. Ini surat pengumumannya. Aku memintanya dari panitia" cengir Baekhyun

Luhan berkaca-kaca memandangi pengumuman tersebut, dia merasa sangat lega dan teramat lega sekarang ini.

"Selamat Luhannie" gemas Baekhyun memeluk Luhan

"Aku tidak percaya" lirih Luhan tersenyum haru

"Luhan-ssi" panggil seseorang mendekati Luhan

"Ah, Hyujin-ssi kan?" Tebak Luhan

"Lu dia juara satunya" Baekhyun berbisik memberitahu

"Selamat ya. Presentasimu sangat menarik. Kalau aku bukan dokter aku akan memakai idemu" Hyunji mengulurkan tangannya memberikan ucapan selamat pada Luhan

"Kau adalah pemenang disini. Selamat Hyujin-ssi" koreksi Luhan membalas jabatan tangan Hyujin

"Senang bersaing lagi denganmu" ucap Hyujin

"Aku kewalahan" kekeh Luhan

"Hahaaha.. Kau ini sangat jenius Lu, aku kagum" puji Hyujin

"Kau yang jenius" balas Luhan memuji

"Hyujina..ayo" panggil teman Hyujin

"Ah maaf. Aku harus pergi. Senang bertemu denganmu Luhan. Aku harap akan bertemu lagi di seminar berikutnya" cengir Hyujin

"Senang bertemu denganmu juga" balas Luhan tersenyum dan Hyuji meninggalkannya untuk pergi

"Dia cantik" gumam Luhan

"Kau tidak menyukainya kan. Awas saja" suara yang mendominasi datang dari belakang Luhan

"Sehunnie" Luhan menghambur memeluk Sehun

"Selamat ya Luhannie sayang" puji Sehun memeluk Luhan

"Eh? Kau tahu?" Tanya Luhan

"Aku menonton seminarmu cantik, setelah aku pikir-pikir kau akan aku jadikan wakil direktur kalau aku punya perusahaan sendiri" gumam Sehun

"Kenapa aku bukan direkturnya" protes Luhan

"Oh tidak bisa. Kalau kau direkturnya aku tidak akan bisa menggerayangimu" bisik Sehun membuat Luhan merona

"Sudahlah Lu, aku pergi. Menjijikan melihat kalian bermesraan" geram Baekhyun meninggalkan Sehun dan Luhan

"Dah bebek" cibir Sehun

"Hey.. Sekali lagi selamat ya" Sehun menangkup pipi Luhan dan melumat lembut bibir kekasihnya ini

"Gomawo Sehunnie" Luhan melumat balik bibir Sehun dengan lembut

"Ehem!" Interupsi sebuah suara

"Siapa lagi sih?" Gerutu Sehun

"Eh? Professor Han" sapa Sehun yang ketahuan melumat Luhan

"Mati aku" gumam Luhan yang menyesal membiarkan Sehun seenaknya menciumnya

"Apa kalian pacaran?" Tanya professor Han curiga

"N-ne professor" jawab Sehun gugup

"Awww" ringis Sehun karena Luhan menginjak kakinya

"Wae?" Protes Sehun

"Jangan cerewet" kesal Luhan

"Dasar anak muda!" Sindir professor Han

"Luhan, besok kau ambil formulirmu dikantorku" professor Han memberitahu

"Iya professor" balas Luhan merasa tak enak

"Oia. Selamat atas presentasimu. Itu sangat brilian" puji professor Han

"Terimakasih professor" Luhan membungkukan badan dan professor Han pergi mendului mereka

"Sayang" Sehun kembali merangkul pinggang Luhan

"Kau tidak boleh melumatku lagi dikampus" protes Luhan berlari meninggalkan Sehun

"Wae?" Tanya Sehun tak terima tapi diabaikan Luhan

..

..

..

"Kami pulang" teriak Luhan saat sampai rumah

"Luhannie.. Chukae.. Kau tetap yang terbaik" puji Kyungsoo menghampiri Luhan

"Kyungie" Luhan berlari memeluk Kyungsoo

"Bagaimana terapimu?" Tanya Luhan

"Aku sedang mengucapkan selamat" kesal Kyungsoo

"Gomawo" cengir Luhan

"Bagaimana terapimu?" Tanya Luhan lagi

"Aku sudah bisa berdiri, tapi masih sakit melangkah" Kyungsoo sedih

"Aigooo, itu sudah sangat bagus Kyungie sayang" gemas Luhan

"Dia kenapa?" Tanya Kai memperhatikan Sehun yang hanya cemberut dan memeluk Luhan

"Selamat ya rusaku" bisik Kai

"Gomawo Kamjongku" balas Luhan

"Dia sedang ngambek" kekeh Luhan menatap Sehun

"Cih kekanakan" cibir Kai

"Diam kau" balas Sehun yang naik kekamarnya dan menutup keras pintunya

"Harusnya kan aku yang marah" kekeh Luhan tak habis pikir

..

..

..

Hujan sedang mengguyur malam ini dengan derasnya di luar, membuat siapa saja yang sedang berada diluar atau dijalan, ingin cepat kembali sampai dirumah dan meringkuk di kasur mereka. Beruntung keempat sahabat ini telah berada dirumah semenjak sore hari, membuat mereka tak perlu merasakan dinginnya hujan diluar sana.

"Oia besok aku tidak ada jadwal kuliah" Luhan memberitahu Sehun Kai dan Kyungsoo saat sedang makan malam bersama

"Enak sekali. Lalu kau mau kemana?" Tanya Kai

"Aku mau ke kafe Minho hyung, dia sepertinya frustasi mencariku" kekeh Luhan yang mendapat delikan tajam dari Sehun

"Aku akan berhenti darisana" Luhan membenarkan kalimatnya

"Yasudah setelah itu langsung kembali" pesan Kyungsoo

"Umhh.. Pasti" balas Luhan

Besok Luhan memang tidak ada jadwal kuliah dia tidak berbohong pada kekasih dan teman-temannya. Tapi dia berbohong masalah kegiatannya esok hari, dia memang akan ke kafe Minho tapi nanti setelah urusannya selesai dikantor ayah Sehun.

Luhan sudah menghubungi Kangin dan mengatakan akan kembali aktif dikantor Kangin. Kangin tentu saja menyambut senang kabar dari Luhan, dia mengatakan pada Luhan bisa datang kapan saja.

Luhan sedang melamun memikirkan rencananya besok sampai suara Sehun mengalihkan perhatiannya

"Aku selesai" Sehun yang masih cemberut pada Luhan meninggalkan meja makan dan kembali naik kekamarnya.

"Eh?" Luhan bergumam bingung

"Lu, Sehun hanya mengacak makanannya" Kyungsoo memberitahu

"Umm benar" balas Luhan yang merasa keterlaluan pada Sehun

"Kai kita tukar kamar malam ini. Kau dengan Kyungsoo ya" pinta Luhan

"Lu" Kyungsoo membelalak ngeri

"Dengan senang hati Lu." Kai bersemangat menjawab

"Aku tahu yang ada dipikiran si albino itu. Aku tidak akan kalah" monolog Kai dalam hati

"Kyungie mian. Tapi kalau dibiarkan seperti itu terus Sehun akan sakit" balas Luhan

"Araseo. Cepat susul dia" Kyungsoo mengerti

"Gomawo Kyung" Luhan membalas dan segera menghampiri Sehun dikamar

"Taruhan padaku Luhan tidak akan selamat" seringai Kai

"Selamat kenapa?" Tanya Kyungsoo bingung

"Jangan pikirkan mereka. Pikirkan dirimu sendiri baby Kyung" balas Kai yang menurut Kyungsoo sangat menakutkan

..

..

..

Cklek!

"Sehunnie" panggil Luhan memasuki kamar Sehun

Saat tahu Luhan yang datang Sehun langsung bersembunyi di selimutnya membuat Luhan terkekeh

Luhan perlahan mendekati kasur Sehun dan berbaring disamping Sehun

"Hari ini aku menemani kekasihku yang sedang cemberut" Luhan memberitahu Sehun, tapi tak diacuhkan, Sehun tetap menghadap kearah tembok dan Luhan dengan keberaniannya memeluk Sehun, yah walaupun pelukannya tak dibalas setidaknya Sehun tidak menolak dipeluk Luhan, membuat Luhan tersenyum malu karenanya

DUAR!

Suara petir menyambar dengan kerasnya membuat Luhan mengejang kaget. Sehun yang merasakan tubuh Luhan mengejang pun tak sampai hati membiarkan kekasihnya ini ketakutan.

Sehun membalikan badannya menghadap Luhan dan tanpa kata-kata membawa Luhan ke pelukannya. Luhan sangat bahagia jika Sehunnya sedang memperhatikannya. Tanpa membuang kesempatan Luhan memeluk Sehun erat dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Sehun.

"Sehunnie" panggil Luhan bermain didada Sehun

"Hmm" jawab Sehun memjamkan matanya

"Saranghae" ujar Luhan merona

"Aku juga mencintaimu" balas Sehun masih menolak kontak matanya

"Sehunnie" Luhan mendongakan kepalanya

"Buka matamu" kesal Luhan

Sehun sebenarnya enggan membuka matanya, tapi dia tidak mau mencari penyakit karena takut Luhan berbalik ngambek padanya.

"Apa" Sehun membuka matanya menatap Luhan

Luhan tersenyum senang kemudian tanpa diduga ia menyambar bibir tipis Sehun, melumatnya lembut, dan menguasai permainan karena Sehun masih terkejut

Luhan sudah berada diatas Sehun, ia mengunci tangan Sehun agar tidak bergerak kemana mana sementara bibirnya menjilat, menghisap dan menggigit bibir Sehun

"Arhhh" desah Sehun saat Luhan menggigit bibir bawahnya dan langsung mengajak berperang lidah. Sehun menyeringai senang dalam ciuman Luhan

"Haahhh" Luhan kewalahan sendiri karena permainannya

"Jangan marah lagi" pinta Luhan yang duduk diperut Sehun

"Ya, jangan marah yaa" bujuk Luhan yang menciumi bibir Sehun bertubi-tubi

"Kau boleh menciumku kapanpun dan dimanapun kau mau" bisik Luhan

Sehun merasa tertarik dengan tawaran Luhan dan dalam sekejap mata dia membalikan keadaan, sekarang dia berada diatas menindih Luhan

"Sehun" pekik Luhan terkejut

"Aku sudah tak marah" katanya memberitahu Luhan, menyesap leher Luhan yang bebas

"Hmmhh..gomawohhmm" Luhan merasa sangat geli saat Sehun bermain dilehernya

"Lu" panggil Sehun suaranya memberat

"A-pa" tanya Luhan takut

"Berapa usiamu?" Tanya Sehun

"23" balas Luhan

"Ah... Berarti kau sudah bisa melakukan adegan dewasa kan?" Tanya Sehun menyeringai

"Apa maksudmu?" Luhan merasa sweatdrop dengan pertanyaan Sehun

"Aku ingin bermain denganmu" bisik Sehun erotis membuat Luhan mau tak mau terangsang karena ucapan kekasihnya

..

..

..

Sehun menyentuh setiap jengkal tubuh Luhan, tak ada yang terlewati, seakan tahu dimana bagian tubuh Luhan yang akan membuat Luhan menyebut namanya dengan suara yang begitu manis sekaligus menggoda, Sehun terus bermain dititik itu, jemari panjangnya melepas satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh Luhan, bibirnya menyapu seluruh bagian wajah, telinga, dan leher Luhan, membuat tanda-tanda cinta disana.

"Nnngggg….nnnhhhh" Luhan mendesah tertahan, suaranya teredam karena ia menggigit bibir bawahnya, matanya tepejam saat merasakan ada yang memaksa masuk dibagian tubuh bawahnya, tubuhnya berkedik saat Sehun terus menyapukan lidahnya dibagian dadanya. Tangannya menggenggam erat sepreinya.

"Aaaaasssshhh…mmmppphhhh…aaaahh" Luhan terus merancau saat jari-jari panjang milik Sehun terus bergerak semakin cepat didalam holenya. Seolah tak mampu menolak atau malah Luhan hanya mampu menikmati setiap perlakuan Sehun padanya.

"Aku mencintai mu" bisik Sehun tepat ditelinga Luhan sembari tetep menggerakan jarinya didalam tubuh Luhan.

"Ouuhhhh…aaahhhhh….Sehunnie" Luhan meremas kuat rambut hitam milik Sehun saat ia ada dipuncak kenikmatan.

Sehun mengeluarkan ketiga jarinya yang sedari tadi mengenai prostat Luhan, segera ia mencium bibir Luhan kembali saat Luhan kembali menstabilkan nafasnya.

Perlahan Sehun mengarahkan kejantanannya yang sudah menegang sempurna sedari tadi tepat dimulut hole Luhan, menggesekannya sebentar, lalu mencoba memasuki hole Luhan dengan sangat pelan.

"SSShhhhhh….." Luhan mencoba menahan teriakannya saat ia merasakan kejantanan Sehun mulai merasuki dirinya, terasa sangat perih, namun Luhan ingin segera mendapatkan kenikmatan juga dan dengan cepat Luhan menggerakan tubuhnya mencoba bangkit dari posisi tidurnya, mendorong tubuh Sehun menjadi terduduk sehingga seluruh batang kejantanan Sehun masuk kedalam holenya cepat.

"aaakkkkhhhhh…"pekik Luhan saat ujung kejantanan Sehun langsung menyentuh prostat, Sehun menatap Luhan tak tega dan membawa Luhan dalam ciuman kembali, lama dengan posisi berciuman dengan tubuh Luhan yang berpangku pada tubuh Sehun, Luhan pun mulai menggerakan tubuhnya naik turun sembai menahan perih yang begitu nyata ia rasakan.

"Aaaaahhh…..aaaahhh…aaahhhhhhhnnnn" desah Luhan tak beraturan saat ia merasakan milik Sehun terus keluar masuk didalam holenya, Sehun memegang pinggang Luhan, ikut membantu pergerakan tubuh Luhan, sembai mengecupi bibir Luhan

"Aahhh…sssshhh…..sayang…ooohhhhh…aaaahhhhh" Luhan terus saja mengerang nikmat menaik turunkan tubuhnya,

Bosan dengan posisi Luhan on top, Sehun membawa tubuh Luhan berbaring terlentang di kasur, Sehun kembali menggenjot tubuh Luhan, Kaki Luhan bertumpu pada bahunya membuat pergerakan Sehun semakin brutal.

"Aaaaahhh…sempit..Lu" tangan Sehun meraih kejantanan Luhan yang sedari tadi menyodok perutnya, hole Luhan seakan mengikat batang hingga membuat Sehun frustasi dan semakin cepat mengeluar masukan miliknya.

"Aaaaahhhhh….….faster Sehunn…aaaahhhh ...hhhmmphh"

Ranjang Sehun berderit semakin keras menyesuaikan irama sodokan kejantanan Sehun didalam hole Luhan.

"Sehunnie aku..." Racau Luhan mengenggam seprai erat

"Bersama Lu" dan dengan aba-aba Sehun tak lama keduanya mengerang nikmat

"Aaaarrrggghhhhh" Sehun dan Luhan mendapatkan orgasme bersamaan, Sehun segera mengeluarkan miliknya dari hole Luhan dan langsung berbaring disamping Luhan.

Kini hanya deru nafas Sehun dan Luhan bersahutan, perlahan Sehun membawa tubuh Luhan mendekat pada tubuhnya. Dan dengan senang hati pun, Luhan mengeratkan pelukannya di dada Sehun mencari posisi nyaman disana

"Kenapa diam saja?" Tanya Sehun membenarkan poni Luhan

"Aku malu Sehunna. Tadi itu pengalaman pertamaku" Luhan menyembunyikan wajahnya didada Sehun

"Itu juga yang pertama untukku Lu, hanya saja aku sudah tahu tekniknya" kekeh Sehun

"Kau juga hebat tadi" bisik Sehun menjilat telinga Luhan

"Sehunn" rengek Luhan

"Araseo hanya bercanda. Tidurlah sayang" Sehun mencium bibir Luhan dan menepuk punggung Luhan agar tidur

"Aku mencintai Sehunnie" gumam Luhan

"Aku juga mencintai Luhannie" balas Sehun dan tak lama keduanya tertidur.

..

..

..

Sementara dikamar bawah, Kai juga sedang berusaha mendapatkan "jatah" pertamanya dengan Kyungsoo

"Baby Kyung" katanya menjilat telinga Kyungsoo

"Kamjong geli" kesal Kyungsoo karena sedari tadi Kai menjilat dan mengendusnya

Dia juga kesal pada Kai, karena hanya memakaikannya kemeja kebesaran miliknya bukan kemeja tidur Kyungsoo, dan jangan lupakan kalo Kai tidak memakaikannya celana dalam membuat rasa dingin menyergap di bagian bawahnya. Kyungsoo sebal karena pahanya terekspos jelas membuat Kai bebas menjamahnya

"Kau tahu ingat kata dokter kan?" Tanya Kai mengelus paha Kyungsoo

"Ingat apa?" Balas Kyungsoo susah payah karena tangan Kai meraba sampai ke paha dalamnya

"Kau harus diberi hentakan yang kuat agar tulang punggung belakangmu terbiasa dan tak kaku" bisik Kai yang kini sudah mencapai adik Kyungsoo dan melewatinya sengaja tak menyentuh membuat Kyungsoo frustasi

"La-lu aku harus apa?" Tanya Kyungsoo mengerang kesal dikerjai Kai

"Kyung, apa begini sakit?" Tanya Kai yang tiba-tiba meletakkan kedua kaki Kyungsoo ke pundaknya

"Tidak" balas Kyungsoo

"wuhuuuu" Girang Kai

"Baby, kau kenapa si?" Tanya Kyungsoo bingung

"Wanna take you baby" balas Kai menyeringai dan Kyungsoo hanya bisa membebelalak saat bibirnya dikunci dengan bibir Kai

Kai berusaha agar Kyungsoo membalas ciumaanya, dan keinginannya berhasil saat Kyungsoo mulai membuka secara sukarela mulutnya dan memberikan akses bebas untuk Kai mengabsen dan menjilati serta menyesap lidah favorit milik kekasihnya ini.

"Arhhmmhhh" desah Kyungsoo saat ciuman Kai turun ke leher, menggigit dan menyesapnya kencang membuat tanda kepemilikan disetiap bagiannya

Tangan Kai membuka kancing kemeja kebesaran Kyungsoo dan mulai bermain di nipple Kyungsoo membuat Kyungsoo semakin kewalahan

"Shhhhsss" erang Kyungsoo saat ciuman Kai turun kebawah dan mulai melahap rakus nipple nya yang sudah menegang

"Ini enak Kyung" Kai berbicara sambil menggigit gemas nipple Kyungsoo membuat Kyungsoo kegelian. Tangan Kai terus turun kebawah, menyingkap kemeja kebesaran Kyungsoo dan memegang sesuatu yang sudah menegang dibawah sana

"Hmphhh" racau Kyungsoo saat Kai mengocok pelan juniornya

"Baby..hmmhh" Kyungsoo menekan lebih kuat kepala Kai agar menjilat nipple nya lebih dalam sementara Kyungsoo mulai menggila karena Kai sudah bermain liar dibawah sana.

Kai menghentikan kegiatannya mengocok junior Kyungsoo membuat Kyungsoo frustasi diatas sana

"My baby Kyungie…" Kai mencium Kyungsoo lagi, melumatnya, memainkan lidah mereka dan saling bertukar saliva hingga gila dalam permainan mereka sendiri. Sementara jari tengahnya telah masuk sempurna kedalam hole Kyungso.

"Baby...ahhhh" desah Kyungsoo yang mulai keenakan tapi merasa sedikit sakit

Kai mengeluar masukan jarinya yang seperti disedot oleh lubang Kyungsoo dengan cepat dan tepat mengenai sweet spot Kyungsoo membuat Kyungsoo meracau kenikmatan

"Baby...emmmhh..there baby...ahhhhh..Kai" desah Kyungsoo kenikmatan

Kai menyeringai dan terus menusukkan ketiga jarinya secara bergantian dengan cepat. Mulutnya juga tidak bisa diam dia sedang mengemut nipple Kyungsoo secara bergantian dengan liar, membuat Kyungsoo terbuai dengan sentuhan Kai

"Baby...aku..ak-annnnn...ahhhhhhhhhh" desahan nikmat keluar dari bibir Kyungsoo. Untuk kedua kalinya ia mencapai klimaksnya.

Kai membiarkan kekasihnya menikmati masa klimaksnya tetapi tidak menghentikan kegiatannya mencumbui leher Kyungsoo

"Baby, aku langsung ya" kata Kai meminta persetujuan

Kyungsoo hanya tersenyum lemah dan mengangguk

Kai mengangkat kaki Kyungsoo ke bahunya dan memposisikan juniornya ke lubang Kyungsoo yang sangat menggoda, perlahan tapi pasti Kai memasukkan juniornya. Rasanya sangat berbeda karena kali ini ia tidak menggunakan pengaman. Sensasi yang berbeda juga dirasakan Kyungsoo karena dari awal mereka bercinta. Kai selalu menggunakan pengaman.

Junior Kai sudah setengahnya berada di lubang Kyungsoo,

"Akkhhh…! Sa…sakit!" sentak Kyungsoo meremas lengan Kai kuat.

"Tenang babyi, sebentar lagi kau akan menyukainya…" kata Kai seraya mencium lagi bibir Kyungsoo untuk menenagkannya. Menelusuri lagi rongga-rongga yang terlupakan dan beraroma manis itu seperti candu untuknya.

"Sayang teruskan, sangat menyiksa jika begini" kata Kyungsoo dalam ciuman panas mereka

Kai tersenyum dan tanpa aba-aba memasukkan seluruh juniornya ke hole Kyungsoo

"Ahhhhh..." Pekik Kyungsoo

Kai tersenyum dan masih mencumbui leher Kyungsoo yang begitu menggoda

Akhirnya junior Kai telah masuk sempurna, dan ia membiarkan Kyungsoo beradaptasi sebentar lalu mulai menggerakkan pinggulnya perlahan membuat Kyungsoo meminta lebih darinya.

"Kai…baby...ahh…cepat…lebih…ahhh!" desah Kyungsoo dan Kai langsung menaikkan ritme permainannya.

Kai menggenjot Kyungsoo dengan cepat dan tepat, ia mengeluarkan juniornya hingga sebatas kepala lalu menghujamkannya dengan keras membuat Kyungsoo mendesah hebat.

"There ...baby...ahhhh...there" ucap Kyungsoo kenikmatan karena Kai menghujam sweet spotnya sangat dalam dan tepat

"Baby...ahhhh..aku...akan...sampai" kaya Kyungsoo kesusahan

Kai yang mengerti akan kebutuhan kekasihnya, menggenjot lebih dalam dan mengenai tepat di prostat Kyungsoo

Kai merasakan lubang Kyungsoo mengetat membuat juniornya keenakan karena dihimpit begitu nikmat. Kai memejamkan matanya menikmati sensasinya.

"Baby...aku..keluarmmmm..aaaahhhhh" Kai merasakan semburan cairan Kyungsoo di perutnya

dia masih sibuk menghujami hole Kyungsoo sampai akhirnya ia mendekati klimaks dengan satu kali tusukan yang dalam,

"Ahhhhhhh...hmmmmmm" desah Kai mengeluarkan semua cairannya di lubang Kyungsoo

"Ahhhhhh" Kyungsoo yang baru pertama kali merasakan bercinta sedang menikmati hangatnya cairan Kai yang menyembur deras di lubangnya.

Kai mengeluarkan juniornya dan berbaring disamping Kyungsoo

"Apa pinggangmu sakit?" Tanya Kai membawa Kyungsoo dipelukannya

"Lubangku yang sakit" kekeh Kyungsoo

"Itu aku sudah lembut baby" balas Kai mengelap keringat Kyungsoo

"Lembut? Lalu bagaimana saat kau ganas" tanya Kyungsoo ngeri

"Kau akan merasakannya saat nanti sudah berjalan" seringai Kai

"Ishhh, terserah" balas Kyungsoo merona

"Aigoo babyku merona" Kai menciumi bibir Kyungsoo

"Selamat malam sayang, aku mencintaimu" balas Kyungsoo cepat dan menyembunyikan wajahnya dipelukan Kai

"Selamat malam baby Kyung. Aku juga mencintaimu" balas Kai yang tak lama juga terlelap.

..

..

..

Keesokan harinya keempat sahabat ini makan dengan canggung. Mereka masih malu mengingat kegiatan yang semalam mereka lakukan. Untuk Kyungsoo dan Luhan mereka mati-matian menahan rasa sakit dibagian bawah. Sedangkan Kai dan Sehun masing-masing dari mereka menatapa intens kekasih mereka dan tersenyum bangga saat mengingat kekasih masing-masing begitu seksi dibawah mereka tadi malam.

"Umm... Lu kau ikut kekampus saja, kau pasti bosan sendirian dirumah" Sehun membuka suara

"Tidak perlu. Aku ingin istirahat" Luhan menatap sebal Sehun

"Araseo. Kalau begitu kami berangkat hmm.. Aku akan menjemputmu di kafe nanti malam" Sehun mencium kening Luhan dan bersiap berangkat kekampus

"Kami juga berangkat Lu, jangan terlalu lama disana" Kai memeluk Luhan sekilas

"Hmm..kalian hati-hati. Dah Kyungie" Luhan melambai pada ketiganya enggan bangun dari kursinya karena hanya akan merasa nyeri dibagian bawahnya.

Drrtt drrtt

"Ne abonim" jawab Luhan

"Tentu. Aku kesana sekarang" Luhan tersenyum dan bergegas kamarnya untuk berganti pakaian, dia bahkan memakai jas hitam yang ia gunakan kemarin saat seminarnya.

..

..

..

Tok! Tok!

"Masuk" Kangin mempersilahkan

"Direktur saya sudah disini" Luhan menyapa Kangin

"Duduklah nak. Jadi kenapa tiba-tiba kau ingin bicara denganku? Apa kau menemukan sesuatu" Tanya Kangin

"Aku belum menemukan sesuatu direktur. Tapi saya mencurigai seseorang" Luhan menatap Kangin

"Siapa Lu?" Tanya Kangin

Luhan membuka laptopnya dan menunjukkan sesuatu pada Kangin

"Bagaimana bisa?" Tanya Kangin tak percaya

"Ini baru dugaan sementara abonim, aku belum menemukan cukup bukti. Tapi bisakah aku dikenalkan dengan wakil direkturmu?" Tanya Luhan

"Jika kau mencurigainya apa tidak terlalu berbahaya jika kau menunjukan dirimu?" Tanya Kangin

"Dia sudah tahu aku melakukan sesuatu abonim. Lagipula akan lebih menyenangkan mengenal lawanmu dari dekat" Luhan tersenyum

Tok! Tok!

"Masuk" perintah Kangin

"Ah maaf direktur. Saya tidak tahu anda ada tamu" Jaewoon membungkuk bersiap pergi

"Ini aku sunbaenim" Luhan menyapa manager umum muda tersebut

"Ah Luhan. Lama tidak bertemu" Jaewoon menyapa balik Luhan

"Beberapa waktu yang lalu saya sakit, tapi sekarang sudah sehat" Luhan tersenyum

"Baiklah Lu, ayo kita kesana. Sepertinya wakil direkturku memiliki jadwal yang sibuk" Kangin membenarkan jasnya dan segera menuju ruangan wakil direktur.

"Ada apa?" Tanya Jaewoon bingung

"Nanti saya jelaskan sunbaenim" Luhan tersenyum

..

..

..

Cklek!

"Apa kau sibuk?" Tanya Kangin langsung membuka pintu Sooman tanpa mengetuknya

"Ah direktur. Suatu kehormatan anda mampir ke ruangan saya" balas Sooman tersenyum dipaksakan

"Ada apa?" Tanya Sooman

"Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu" Kangin menoleh kebelakang dan Luhan segera berdiri disampingnya

"Kenalkan dia Luhan. Staff high security level tertinggi yang baru" Kangin berbicara

"Whoa, jadi ini adalah anak jenius yang ramai dibicarakan. Senang bertemu denganmu" Sooman mengajak Luhan berjabat tangan

"Kehormatan untukku bertemu dengan jenius seperti anda juga" Luhan berbicara dengan nada yang sulit ditebak

"Apa anak ini bekerja setiap hari direktur?" Tanya Sooman

"Tidak dia pegawai freelance. Dia bekerja kapanpun dia bisa" Kangin memberitahu

"Anak ini terlihat sangat istimewa" sindir Sooman

"Dia memang istimewa. Kau sudah berkenalan dengannya. Aku rasa cukup. Ayo kita pergi Lu" Kangin keluar diikuti Jaewoon meninggalkan Luhan dan Sooman berdua di ruangan Luhan

"Aku mengawasi kinerjamu anak muda" sooman menatap tak suka pada Luhan

"Saya mengawasi anda wakil direktur" Luhan membalas kemudian membungkuk dan tak lama pergi dari ruangan Sooman

"Kurang ajar" geram Sooman mengepalkan tangan

..

"Bagaimana menurutmu?" Tanya Kangin saat sampai diruangan

"Jelas ada yang disembunyikan olehnya direktur" balas Luhan

"Apa rencanamu?" tanya Kangin

"Hanya memperhatikannya sementara waktu. Lagipula aku lebih suka mengawasinya lewat program yang dia buat direktur" balas Luhan

"Baiklah, kau berhati-hati Lu, jika ada sesuatu yang mencurigakan kau bisa langsung memberitahuku" Kangin menasihati Luhan

"Direktur, anda juga jangan percaya sepenuhnya pada saya. Saya ingin anda melihat disekitar anda" Luhan memberitahu

"Bahkan jika ini kesalahan, aku tidak akan menyalahkanmu. Aku percaya padamu" balas Kangin menepuk bahu Luhan

"Lagipula direktur benar, kau melihat semuanya dengan jeli Luhan. Kau tahu semenjak wakil direktur Lee naik jabatan. Semua pemegang saham kebanyakan menarik modal mereka. mereka beralasan anggaran yang digunakan direktur tidak masuk akal" Jaewoon memberitahu

"Kenapa aku tidak diberitahu?" kesal Kangin

"Itu bukan wewenang saya direktur. Mereka semua berkumpul tanpa melibatkan anda pada Rapat Umum Pemegang Saham minggu lalu" Jaewoon memberitahu

"Bukankah selama ini dia yang berkoordinasi dengan seluruh pemegang saham?" tanya Kangin

"Benar direktur" jawab Jaewoon

"Kenapa aku bisa lengah" Kangin memijat kepalanya yang pusing

"Direktur ini semua masih bisa diatasi" Luhan meyakinkan

"Aku mengandalkanmu Lu" Kangin menatap Luhan

"Aku akan membantu kau Lu. Katakan saja yang bisa aku lakukan" Jaewoon menawarkan diri

"Hmm.. terimakasih Manager" balas Luhan

"Kalau begitu kau bisa pergi, cukup untuk hari ini" Kangin mempersilahkan Luhan

"Saya pamit direktur" Luhan meninggalkan ruangan Kangin diikuti Jaewoon

"Aku antar" Jaewoon mengantar Luhan menuruni lift

"Kau benar-benar mengagumkan Lu" puji Jaewoon

"Hanya terlalu banyak yang aneh sunbaenim" balas Luhan

"Kau harus berhati-hati setelah ini" pesan Jaewoon

"Iya saya mengerti" balas Luhan

"Oia, apa kau sedang terburu-buru?" tanya Jaewoon

"Hmmh.. aku harus ke suatu tempat. Kenapa?" tanya Luhan

"Lain kali aku ingin mengajakmu makan siang. Apa kau mau?" tanya Jaewoon

"Baiklah. Lain kali sunbaenin" Luhan menerima tawaran Jaewonn

Jaewoon menyetop taksi untuk Luhan

"Sampai ketemu" Jaewoon menutup pintu taksi

"Hmm sampai jumpa sunbaenim" balas Luhan dan tak lama taksi yang ditumpangi Luhan pergi

..

..

Luhan memutuskan untuk kekampusnya dan meminta Sehun mengantarnya ke kafe Minho. Setelah dipikir-pikir, harusnya dia menerima ajakan Sehun untuk kekampus tadi pagi karena dia memang sangat bosan sendirian.

Luhan memasuki halaman kampusnya, ini sudah jam tiga sore jadi Luhan menebak kalau Sehun, Kai dan Kyungsoo sedang ada di ruang dance menemani latihan Kai

Cklek!

"Eh? Luhan?" Chanyeol melihat Luhan membuka pintu masuk ruang latihan

Sehun yang mendengar nama Luhan pun otomatis menoleh kebelakang

"Sayang" panggil Sehun menghampiri Luhan

"Ada apa? Kau bilang mau ke kafe" katanya memeluk Luhan saat Luhan berada didekatnya

"Aku minta antar kau saja" cengir Luhan

"Kalau begitu sebentar lagi hmm. Aku sedang ikut latihan, ini sangat menyenangkan" Sehun merangkul Luhan mendekat ke teman-temannya

"Kyungie mana?" tanya Luhan

"Dia terapi, nanti setelah ini Kai akan menjemputnya" Sehun memberitahu

"Oh begitu" balas Luhan

"Kau duduklah. Aku kesana sebentar" Sehun mengecup kening Luhan dan bergabung bersama Kai dan Chanyeol

Luhan kembali terkagum memperhatikan Sehun yang sedang menari bersama Kai dan Chanyeol. Dia tahu Sehun bisa menari, tapi dia tidak tahu kalau akan sebagus ini

"Hey Lu" Kai menghampiri Luhan duduk disampingnya

"Bosan ya dirumah?" sindir Kai bersandar di pundak Luhan

"Hmm bosan. Ini minumlah" Luhan memberikan minum untuk Kai

Kai mengambilnya dan langsung meminumnya

"Aku pergi dulu ya, Kyungsoo sepertinya sudah selesai latihan" Kai melirik arlojinya

"Aku ikut" pinta Luhan

"Nanti bertemu dirumah, dah Lulu" Kai mengusak rambut Luhan

"Aku pergi dulu" Teriak Kai pada Sehun dan Chanyeol

"Hati-hati Kai" teriak Luhan

"Lu, ayo pergi sekarang" Sehun tiduran di paha Luhan

"Keringatmu banyak sekali" gemas Luhan mengelap keringat Sehun

"Kau darimana?" tanya Sehun tiba-tiba

"Darimana apanya?" tanya Luhan bingung

"Kau pakai kemeja" balas Sehun bermain di kancing kemeja Luhan

"oh..ini.. tadi aku salah pakai baju" Luhan tertawa gugup

"Baiklah, aku percaya. Awas kalau bohong" Sehun bangun dan mengecup bibir Luhan

"Ayo pergi" katanya menggenggam Luhan pergi dari ruang latihan

Luhan meneguk air liurnya kasar saat Sehun bilang awas kalau bohong

..

..

..

"Kau tunggu disini saja ya?" pinta Luhan saat mereka sampai di depan kafe Minho

"Nanti kau bermesraan dengannya" protes Sehun

"Bagaimana bermesraan dia Minho hyung" kekeh Luhan

"Dua puluh menit" ujar Sehun

"Apanya?" tanya Luhan

"Waktumu didalam. Lewat dari dua puluh menit aku masuk dan menyeretmu darisana" ancam Sehun

"Aku rasa cukup" Luhan mengiyakan

"Aku masuk dulu" Luhan membuka pintu mobil Sehun dan Sehun kembali menariknya lagi

"Jangan terlalu lama. Dan jangan lupa kau mengundurkan diri" katanya melumat bibir Luhan sebentar

"Araseo" balas Luhan tersenyum mencium pipi Sehun

..

..

..

"Selamat datang" sapa Minho saat ada yang membuka pintu kafe

"Kau sendirian hyung?" tanya Luhan yang membuka pintu kafe

"Luhan?" Minho berjalan cepat menghampiri Luhan dan memeluknya erat

"Kau kemana saja Lu. Aku sangat khawatir padamu" lirih Minho memeluk Luhan

"Aku disini hyung" balas Luhan tersenyum memeluk Minho

"Kau tinggal dimana sekarang?" tanya Minho membawa Luhan duduk

"Dengan teman-temanku di dekat kampus" balas Luhan

"Kau sakit ya?" tanya Minho

"Hyung, aku sempat dirawat selama hampir sebulan. Tapi sekarang sudah baik-baik saja" Luhan memberitahu

"Apa tidak bisa aku yang menjagamu?" tanya Minho

"Hyung, kau sudah menjagaku" balas Luhan

"Aku kesini untuk pamit pergi padamu" lirih Luhan

"M-mwo? Kau mau kemana?" tanya Minho

"Aku tidak bisa kembali kesini lagi hyung, aku kelelahan dan aku banyak tugas, maaf" Luhan tak berani menatap Minho

"Tapi kau akan mengunjungiku kan?" tanya Minho

"Hmm.. pasti" Luhan tersenyum menatap Minho

"Kalau begitu aku pamit hyung" Luhan bangun dari kursinya

"Kenapa terburu-buru?" tanya Minho tak rela

"Ada yang menungguku" Luhan memeluk Minho sekilas dan berjalan keluar

Saat membuka pintu keluar. Luhan mendapati Sehun sedang menendang-nendang batu kerikil kecil sambil bersender di mobilnya.

"Hey" Sehun tersenyum menatap Luhan yang mendekat ke arahnya

"Pria ini. Apa benar sekarang dia kekasihku" Luhan membalas senyum Sehun

"Aku baru mau menyeretmu keluar darisana" Sehun memberitahu Luhan yang masih terus menatapnya.

"Ah benar, dia memang kekasihku. Kekasihku yang tampan yang akhirnya melihatku" Luhan menahan senyum harunya dan sedikit berlari ke arah Sehun

"Eh?" Sehun bingung saat Luhan tiba-tiba memeluknya erat

"Kau kenapa? Apa dia menyakitimu?" tanya Sehun khawatir karena Luhan memeluknya sangat erat

"Tidak ada yang menyakitiku, aku hanya mencintaimu" gumam Luhan

"Kalau begitu aku lebih mencintaimu" balas Sehun tersenyum mengecup pucuk kepala Luhan dan mengeratkan pelukannya.


tobecontinued


noh kan gw kasih dobel enceh kannn #engapnulisnya

kayanya warning menjelang end nih :p

ini kayanya ga m-preg ya... tar pada bose dikasi m-preg terus wkkwkwk

last...

Happy reading and review :*