Preview: Ryuu-sensei terdiam, lalu mengangguk, "baiklah, kalau begitu keenam murid baru itu menjadi tanggung jawabmu, [Name]." [Name] hanya bisa mengangguk dan menyunggingkan senyum (terpaksa).
Dan sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang untuk [Name].
Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi.
Harem!Reader x GoM/ Reader x Kagami/Himuro
Warns: Typos everywhere, kemungkinan ooc, humor garing krenyes, romens (?) ga terlalu menarik
.
.
.
ENJOY THE STORIES MINNA
KRING
Para murid langsung merapikan bukunya, bersiap-siap untuk pulang. Sedangkan [Name] terlihat tidak bernyawa di tempat duduknya. Kenapa? Lebih baik kita flashback.
FLASHBACK
Pada saat jam istirahat, tentu saja itu menjadi waktu yang ditunggu para murid. Karena mereka bisa mengisi perut yang belum terisi atau mungkin mencoba melakukan PDKT dengan gebetan. Tidak jauh berbeda dengan [Name], biasanya [Name] selalu makan siang bersama Kagami di atap sekolah kini terganggu dengan keenam makhluk dengan rambut seperti pelangi. Baru saja [Name] ingin mengajak Kagami makan siang bersama, tapi pergelangan tangannya langsung di tahan oleh Akashi.
"Kau mau kemana, [Name]?"
[Name] hanya memutar bola matanya bosan lalu menghentakkan tangannya agar tangan Akashi terlepas dari pergelangan tangannya, "mau mengajak Kagami makan siang."
[Name] langsung saja berjalan ke arah Kagami yang notabene memang sedang menunggunya didepan pintu kelas sambil melambaikan tangannya ke [Name], bermaksud agar [Name] segera menghampirinya. Maklum perut Kagami yang seperti karet itu harus makan yang banyak, kalau kata Kagami, kalau tidak buru-buru ke kantin nanti bisa kehabisan jatah makan siang. Ckck sepertinya hanya makanan yang ada di pikiran Kagami.
"Tidak boleh, kau makan siang bersama kami, [Name]."
"Oi [Name] kau harus makan siang dengan kami! Masa kau makan siang dengan si alis bercabang itu."
"[Name] kau harus makan siang dengan kami nanodayo. Ta-tapi bukan berarti aku mau makan siang denganmu nanodayo!"
"[Name]cchi memang harus makan siang dengan kita ssu! Masa kau makan siang dengan dia yang memiliki alis bercabang ssu!? Nanti kalau kau diapa-apakan oleh si alis cabang itu bagaimana ssu!?"
"Kau, alis cabang biarkan kami makan siang bersama [Name]chin atau aku akan menghancurkanmu."
Jika kalian tanya kemana Kuroko, ia sudah berada di perpustakaan. Apa yang dilakukannya disana? Hanya ia, Kami-sama dan Author yang tahu.
Kagami yang mendengar ucapan (r: hinaan) dari Akashi dkk hanya mengepalkan tangannya, dan muncul beberapa perempatan siku di wajahnya. Baru saja Kagami ingin menonjok Akashi dan yang lainnya tapi tangannya langsung ditahan. Lantas Kagami langsung menundukkan kepalanya, melihat siapa yang menahan tangannya. Ternyata [Name], tersenyum manis kearahnya. Setidaknya melihat senyum [Name] membuat amarah Kagami mereda.
"Kau tidak usah berurusan dengan mereka, aku yang akan mengurus mereka. Kau langsung saja ke tempat biasa" Bisik [Name] ke Kagami, Kagami hanya menganggukkan kepalanya. Melihat Kagami yang sudah berjalan menuju kantin, [Name] hanya menghela napasnya lalu membalikkan badannya, sehingga ia menatap Akashi yang kebetulan berdiri di depannya.
"Seijuro, Daiki, Shintarou, Ryouta, Atsushi.. maaf kali ini aku tidak bisa makan siang bersama kalian. Emm.. mungkin bukan kali ini saja, soalnya aku selalu makan dengan Taiga. Jadi maaf sekali, mungkin kalian bisa makan siang tanpaku. Ah aku harus menyusul Taiga, jaa na minna."
Belum sempat Akashi mengeluarkan perintahnya, [Name] langsung berlari menuju kantin. Akashi hanya memasang muka datar saat melihat [Name] berlari menuju kantin padahal ia sudah merutuki Kagami dalam hati. Sedangkan Aomine mengucapkan beberapa kata "mutiara" yang oh sangat tidak bagus untuk didengar anak dibawah umur, Midorima terlihat sedikit sedih karena [Name] tidak makan siang bersama dengan dirinya (it-itu bukan berarti aku mau makan siang bersama [Name] nanodayo!), Kise malah nangis dipojokan seperti meratapi nasibnya kenapa [Name] lebih memilih Kagami daripada dirinya yang notabene lebih terkenal bahkan beberapa siswa menatap Kise dengan tatapan ini-orang-kerjaannya-kalo-ga-berisik-pasti-nangis, dan Murasakibara hanya mengeluarkan aura berwarna hitam pekat sambil menggumankan 'aku akan menghancurkan dia.. aku akan menghancurkan dia..' yang membuat beberapa siswa yang berada di dekatnya langsung menjauh ke radius 100 meter. Ckck auramu sangat menyeramkan Murasakibara, bahkan sensei yang berniat memanggil murid di kelas langsung buru-buru pergi begitu merasakan aura Murasakibara.
FLASHBACK OFF
[Name] menghela napasnya lalu mengambil tasnya, berjalan keluar kelas menuju gym, tempat Kagami berlatih basket. Sudah jadi rutinitas [Name] yang selalu menemani Kagami yang notabene seorang pemain basket, latihan basket bersama timnya. Bahkan Hyuuga Junpei dan anggota klub basket sempat mengira kalau [Name] dan Kagami sepasang kekasih, yang tentu saja dibantah secara tegas oleh [Name] dan Kagami berteriak bak binatang buas yang lepas dari kandangnya karena.. yah dia lelah karena selalu di anggap sebagai kekasih [Name] walaupun sebenarnya dia mau.
[Name] yang baru saja menginjakkan kakinya ke gym langsung menghampiri Aida Riko, coach tim basket Seirin. Aida memang pernah menawarkan [Name] untuk menjadi manager untuk tim basket Seirin tapi [Name] menolak. Kenapa? Alasannya hanya [Name], Kami-sama dan author saja yang tahu.
"Coach ~~"
Riko langsung menoleh ke asal suara yang sudah jelas ia kenal bahkan dengan sendirinya bibir Riko langsung membentuk senyuman, "ah [Name]-chan! Mou sudah kubilang berapa kali jangan panggil aku coach! Tapi panggil aku Riko!"
[Name] hanya tertawa kecil, "warui warui Riko, aku sudah terbiasa memanggilmu coach jadi kebiasaan."
Aida hanya mengerucutkan bibirnya lalu langsung menarik [Name] agar duduk disebelahnya, "eh kau tahu tidak, ada beberapa orang yang mendaftar ke klub basket loh. Kalau kau tanya orangnya aku tidak tahu yang mana, yang jelas mereka telah memberikan formulirnya kepadaku. Bahkan mereka semua secara kompak menulis bahwa kau harus menjadi manager di klub basket ini."
[Name] hanya terdiam, seperti sedang berpikir. 'Aku merasakan sesuatu yang tidak enak.' batin [Name] sambil menatap Aida, "kau yakin?"
"Sangat yakin, mereka sudah memberikan formulirnya kepadaku." Aida langsung saja memberikan beberapa lembar ketas formulir ke [Name].
[Name] langsung mengambil kertas formulir tersebut, membaca isinya dengan teliti dan seketika itu juga matanya terbelalak.
'Kenapa harus mereka yang masuk ke klub basket huh?' Batin [Name] sambil meremas kertas formulir yang tengah ia pegang sampai ia mendengar deheman singkat yang ternyata dari Aida, mengisyaratkan untuk memberikan kertas formulir yang ia pegang sebelum benar-benar diremas sampai menjadi tidak berbentuk.
"Kau mau merusak semua formulir itu hah, [Name]?"
"Ah tidak tidak Riko. Tadi tidak sengaja meremasnya kok." Ujar [Name] sambil mengibaskan tangannya. Aida yang melihat tingkah [Name] hanya mendengus sebal.
"Ah! Kau kenal dengan anak-anak yang akan masuk ke klub basket? Di formulir tertulis kalau mereka berenam dari kelasmu."
Mendengar ucapan Aida membuat [Name] menggigit bibirnya. Baru saja [Name] ingin mengatakan kalau ia memang mengenal keenam tapi sepertinya Dewi Fortuna ada di pihaknya. Buktinya Kagami memanggilnya untuk mengambilkan air minum, kalau bukan saja [Name] tidak sedang ditanyai oleh Aida mungkin ia akan menggambil botol minuman milik Kagami dan dengan senang hati melemparnya, tentu saja dengan kekuatan penuh. Tapi sepertinya kali ini [Name] harus berterima kasih kepada Kagami yang telah menyelamatkan nyawanya dari pertanyaan Aida.
"Maaf Riko, kau permisi dulu. Taiga memanggilku."
Belum sempat Aida berbicara, [Name] sudah beranjak dari tempat duduknya, menghampiri Kagami sambil membawa sebotol minuman isotonik.
"Kau lama sekali, [Name]. Aku sangat haus tahu!"
Kalau saja Kagami tidak menolongnya mungkin minuman yang di tangannya sudah menempel tepat di wajah Kagami. Dengan sedikit tidak berperikemanusiaan, [Name] langsung melempar minuman isotonik itu ke wajah Kagami yang membuat sang empu menggeram rendah menahan rasa sakit.
"Sudah untung kubawakan tapi masih mau protes huh!? Persiapkan nyawamu saat dirumah nanti, BAKAGAMI!"
BRAK
Pintu gym terbuka dengan tidak berperikemanusiaan. Bagaimana tidak berperikemanusiaan, yang buka pintu gym aja ada 5 orang... eh salah 6 deh karena yang satu lagi invisible. Yang sontak membuat seisi gym langsung menoleh ke arah pintu gym, sedangkan [Name] hanya bisa tercekat dan langsung bersembunyi di balik punggung Kagami.
TBC
Kepada readertachi maaf saya lama update. Dikarenakan saya sedang menghadapi UKK dan saya males update /dihajar
Saya tahu ini pendek, harap dimaklumi karena saya stress memikirkan UKK :")
Buat para viewer, silent reader dan para reader yang sudah mau membaca, saya ucapkan terima kasih.
Akhir kata
Review? :3
