CHAPTER 10

*

*

-:-:-:-

*

*

"Sehun apa kau gay" .

Ckittt...

Sehun menghentikan laju mobilnya begitu saja membuat ban mobilnya berdecit dengan nyaring . Beruntunglah tidak ada kendaraan lain di belakang mobil mereka , jadi tidak terjadi sesuatu yang membuat mereka berdua dalam masalah .

"astaga , apa yang kau lakukan sehun", desis baekhyun .

"kenapa kau bertanya seperti itu , baek" .

"aku hanya bertanya" .

"ah .. aku bisa menebaknya", lanjut baekhyun yang kini menatap manik sehun dengan jarak yang sangat dekat .

"jangan menatapku seperti itu", ucap sehun yang salah tingkah dan memalingkan wajahnya kearah lain .

"kau gay", ucap baekhyun dengan tawa nya . Sehun hanya melongo melihat baekhyun yang tengah tertawa .

.

.

.

Setelah kedua nya sampai ditempat tinggal nya . Baekhyun dan Sehun masuk kedalam kamar nya masing-masing dengan ucapan selamat malam . Baekhyun langsung mengganti pakaian nya dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang empuknya dengan selimut tebal yang membuat tubuh nya hangat dan nyaman . Tidak butuh waktu lama untuk laki-laki mungil ini terlelap dan bergelung dengan nyaman dibawah selimut tebalnya .

Sedangkan di kamar lain sehun tengah berbaring dengan tangan yang menutupi kening nya . Kedua matanya menatap kelangit-langit tengah memikirkan seorang laki-laki mungil , tidak lain itu adalah sahabat nya sendiri Baekhyun .

Flasback

"aku gay sehun" .

"A...apa" .

"Kenapa kau kaget seperti itu , kau pun sama bukan" .

"a..ak..aku..aku benar-benar terkejut" .

"mungkin hanya chanyeol yang straight" .

Flashback end

"Jadi kau sama seperti ku , baek", gumam sehun .

.

.

.

Pagi sudah menjelang ..

Namun matahari masih enggan muncul ke permukaaan bumi . Sedangkan bulan masih setia bertengger dilangit dengan cahaya nya . Seorang laki-laki mungil bergelung dibawah selimut tebal dengan tidur lelapnya . Namun sayang tidurnya terusik saat ia terisak didalam tidurnya .

"Hiks..hiks.." .

Baekhyun terbangun dari tidurnya . Jemari lentiknya menyentuh sudut matanya yang basah .

"apa aku menangis", gumam baekhyun .

"Kenapa aku mimpi seperti itu , kejadian tiga tahun lalu", lanjut baekhyun .

Baekhyun terbangun dari berbaring nya dan terduduk dengan lutut yang ia tekuk , kepala nya ia sembunyikan diantara kedua lututnya .

.

.

.

Cahaya matahari sudah bersinar dengan terang . Cahaya teriknya berlomba-lomba masuk kedalam kamar baekhyun , saat seseorang membuka tirai itu dengan lebar . Baekhyun yang masih bergelung dibawah selimut dengan tubuh yang ia tutupi hingga kepala membuatnya tak terusik sama sekali .

Sedangkan seseorang tengah berdiri di samping ranjang baekhyun dengan tangan terlipat di dada nya . Orang itu membangunkan baekhyun dengan memanggil nama si mungil . namun sayang baekhyun masih betah dialam tidurnya membuat orang yang tengah memperhatikan baekhyun berdecak .

"Baek , kau tidak akan bangun" .

"Lihatlah bahkan sinar matahari sudah sangat panas" .

"Baekhyun", teriaknya .

"kau tidak akan mengantar keberangkatan eommoni dan abeoji", sontak baekhyun langsung terbangun dan menyingkap selimut nya .

"ish .. kenapa kau tak bilang daritadi", baekhyun berlari kekamar mandi nya . namun langkah nya terhenti diambang pintu .

"Bereskan tempat tidurku", teriak baekhyun dan membanting pintunya .

"yakk .. kau pikir aku maid mu", teriak sehun namun tangan nya mulai merapihkan tempat tidur laki-laki mungil itu .

Tidak butuh waktu lama untuk baekhyun mandi . Setelah sekitar lima menit ia keluar dari kamar mandi nya . Lagi-lagi dengan tubuh basah dan handuk yang terlilit sempurna dipinggang nya . Sedangkan sehun masih sibuk dengan ranjang baekhyun .

"Kau masih belum selesai", baekhyun menggeleng-gelengkan kepala nya .

Sedangkan sehun hanya menelan ludah nya , tenggorokan nya tiba-tiba terasa kering . Sehun duduk ditepi ranjang menatap baekhyun yang sibuk berpakaian dengan membelakangi nya .

"ayo kita berangkat sekarang", ajak baekhyun . membuat sehun hanya mengerjapkan mata nya .

"Ada apa dengan mu" .

"Jangan bilang kau memandangi ku saat aku berpakaian , oh sehun", lanjut baekhyun dengan teriakan nya . Sehun hanya berdehem dengan ucapan baekhyun tanpa berniat menyahutnya .

.

.

.

.

.

"Kalian .. eommoni kira dua anak eommoni ini tidak akan mengantar keberangkatan eommoni dan abeoji", ucap nyonya park .

"Butuh usaha membangunkan baekhyun , eommoni", sahut sehun .

"kau mengadu", cibir baekhyun . membuat nyonya dan tuan park terkekeh .

"eomma dan appa harus berangkat sekarang" .

"Chanyeol hidup dengan baik dan jaga minah . Minah kau jaga anak eommoni , ok . eommoni selalu titip chanyeol pada kalian", lanjut nyonya park .

"Cepatlah kembali eomma , appa", ucap chanyeol dan memeluk sang eomma kemudian sang appa .

"Berhati-hatilah eommoni , abeoji dan cepat kembali ke korea membawa adik untuk chanyeol", ucap baekhyun . sontak nyonya park langsung menjitak kepala laki-laki mungil itu sedangkan baekhyun hanya terkekeh tak berdosa .

"kau ini . eommoni dan abeoji bekerja disana bukan sedang honeymoon baek", cibir nyonya park . Lagi-lagi baekhyun terkekeh sendiri .

Nyonya dan tuan park itu memeluk keempat anaknya sebelum mereka berdua beranjak pergi dengan menyeret koper dan melambaikan tangan nya dengan senyuman hangat .

Keempat anaknya pun melakukan hal yang sama sampai dua orangtua itu hilang dari pandangan nya .

"Hah .. aku sedih eommoni dan abeoji harus kembali", ucap minah dan langsung memeluk chanyeol dari samping . Baekhyun menatap nya dengan tanpa ekspresi .

"Setelah pekerjaan appa selesai disana , mereka akan kembali ke korea , jangan cemberut seperti itu kau terlihat jelek", ucap chanyeol . tangan besarnya mencubit gemas pipi minah . Minah hanya tersenyum dengan lebar , sedangkan tanpa semua orang ketahui dada baekhyun berdenyut nyeri .

Baekhyun rasa nya ingin berlari saat itu juga , keluar dari situasi dimana jantung nya serasa di cabut dengan paksa .

"Bagaimana kalau hari ini kita kesuatu tempat", ucap minah begitu saja .

"aku akan menunjukan nya", sahut sehun dengan alis yang ia naik turunkan menatap baekhyun . sedangkan baekhyun menaik kan sebelah alisnya tanda ia tak mengerti .

Minah dan chanyeol berjalan dengan berdampingan . wanita itu bergelayut manja dilengan chanyeol . Sedangkan sehun dan baekhyun mengekori nya dari belakang dengan jarak yang tidak dekat . saat ini pikiran baekhyun tampak tidak fokus , hingga ia menabrak seorang ahjussi didepan nya .

"Dimana mata mu , anak muda", teriak ahjussi itu membuat orang-orang disekitar nya menatap kearah nya . Chanyeol dan minah menengok kearah belakang dimana sehun tengah membantu baekhyun untuk berdiri .

"Maafkan saya tuan", ucap baekhyun .

"pakailah mata mu untuk berjalan kau tidak buta bukan", teriak ahjussi itu lagi .

Chanyeol dengan cepat melangkah kearah baekhyun dan merengkuh bahu si mungil .

"Dia sudah minta maaf . Bisakah anda pergi tuan dan jaga lah perkataan anda", ucap chanyeol dengan nada tinggi nya membuat ahjussi itu berdecak dan pergi tanpa permisi .

"Kau tidak apa , baek", tanya chanyeol .

"Bagaimana kau bisa menabrak orang itu . apa yang sedang kau pikirkan , baekhyun", sambung minah .

"kau baik-baik saja", lanjut sehun .

"Sebaiknya kita pergi dari tempat ini", bukan nya menjawab baekhyun malah mengalihkan pembicaraan .

.

.

.

Sehun dan baekhyun tengah di perjalanan dengan chanyeol dan minah mengekori nya dari belakang .

Hanya hening yang menemani kedua nya , tanpa baekhyun ataupun sehun yang membuka suara nya . Sehun yang fokus dengan kemudi nya sedangkan baekhyun tengah menatap jalanan dengan raut tak terbaca . Hingga suara sehun menyadarkan baekhyun dari lamunan nya .

"seperti nya kau tidak baik-baik saja baek . apa kau ingin pulang ke rumah", tanya sehun tanpa mengalihkan fokus nya yang tengah mengemudi .

"aku baik-baik saja , sehun", sahut baekhyun dengan senyuman lebarnya namun palsu .

"Jangan menyembunyikan sesuatu dengan senyuman palsu mu", cibir sehun .

"ish ..", hanya desisan yang keluar dari bibir cherry baekhyun .

.

.

Satu jam sudah perjalanan yang mereka tempuh . Disinilah mereka berempat sekarang di sebuah bukit yang pernah sehun dan baekhyun datangi .

"Bukit ini", ucap baekhyun .

"ya bukit yang pernah kita datangi waktu itu", sahut sehun .

"kalian pernah kesini", ucap chanyeol dengan menaikan sebelah alisnya . Sehun hanya mengangguk menjawab pertanyaan chanyeol .

Sedangkan minah tengah asik sendiri , ia merentangkan kedua tangan nya dan menghirup udara segar sebanyak-banyak nya . Ia berlari meninggalkan tiga laki-laki itu , membuat chanyeol menggeleng-gelengkan kepala nya sedangkan sehun berdecak melihat nya . Baekhyun , chanyeol dan sehun berjalan menyusul minah yang tengah duduk memandangi hamparan kota seoul dari bukit itu .

"Chanyeol kemarilah . ini sangat mengagumkan", pekik minah dengan melambaikan tangan nya . Dan chanyeol menghampiri minah tanpa kata-kata .

Baekhyun dan sehun mengikuti chanyeol . Saat baekhyun hendak duduk disamping minah tangan besar chanyeol menarik pergelangan tangan baekhyun dan menyuruhnya untuk duduk disamping nya dan sehun disamping baekhyun . Baekhyun tidak menolak ia menuruti permintaan chanyeol .

Keempat orang itu tengah memandang hamparan kota seoul ditemani dengan alunan nyanyian yang keluar dari mulut chanyeol yang di ikuti oleh baekhyun , sehun dan minah . Keempat nya tengah bernyanyi dengan senyuman lebar nya .

Dua jam terlewati bahkan langit biru sudah tidak secerah siang tadi . Sore sudah mulai menjemput dengan warna senja yang indah menemani mereka .

Keempat nya tengah berbaring diatas rumput hijau . Minah yang betah bersandar dibahu chanyeol dengan tangan chanyeol memeluk kepala minah . Sedangkan tangan kanan nya berdampingan dengan tangan kiri baekhyun , namun tidak saling menggenggam . Dan sehun yang berada disamping baekhyun tengah memejamkan mata nya dengan tangan kiri berada diatas tangan kanan baekhyun .

.

.

.

.

.

Hari-hari sudah berlalu ..

tengah malam hampir menjemput , namun baekhyun masih terduduk diatas sofa dengan televisi yang menyala . Baekhyun duduk sendirian tanpa ditemani oleh sahabatnya . Sehun yang sudah berangkat bekerja dan chanyeol yang sudah berhari-hari tidak pulang kerumah itu .

Baekhyun merindukan nya , merindukan tunangan sahabatnya . ia menjatuhkan kepalanya dibahu sofa dengan mata terpejam helaan nafasnya keluar dengan sangat pelan .

Saat wajah nya merasakan nafas hangat seseorang ia membuka mata nya dan tidak berkedip , apa ia tengah bermimpi atau berhalusinasi karena merindukan orang itu pikir baekhyun .

"Ada apa dengan mu , ini aku chanyeol bukan pangeran kerajaan", kekeh chanyeol dan baekhyun mengalihkan tatapan bodohnya .

"Kau pulang", tanya baekhyun .

"Hum .. aku merindukan rumah ini . Tadinya aku akan kembali besok tapi setelah dari rumah minah aku memutuskan untuk pulang sekarang . Ku kira kau sudah tidur" .

"Apa ada yang sedang kau pikirkan", tanya chanyeol kembali yang kini duduk disamping baekhyun .

"Tidak", sahut baekhyun .

Baekhyun kembali memfokuskan pandangan nya kearah televisi itu dengan film yang tengah ditayangkan .

Chanyeol pun ikut fokus menonton film yang baekhyun tonton .

awalnya semua nya normal-normal saja namun saat adegan dimana sesama jenis itu bercumbu dengan panas baekhyun mulai tidak nyaman dan begitupun dengan chanyeol .

"astaga .. kau menonton film seperti ini", ucap chanyeol dan menyambar botol air mineral yang berada dihadapan nya dengan rakus .

"aku tidak tahu kalau ini film tentang cinta sesama jenis", sahut baekhyun .

Dengan cepat baekhyun mengganti channel nya namun lagi-lagi dua laki-laki itu melihat adegan panas antara sepasang kekasih .

"mungkin karena ini sudah tengah malam", celetuk baekhyun . Chanyeol hanya menyahuti nya dengan deheman .

.

.

.

Hari-hari yang dilewati baekhyun mulai membuat laki-laki mungil ini frustasi . Minah yang sering berkunjung kerumah yang ditinggali nya dan selalu bermesraan dengan chanyeol membuat baekhyun ingin mencabut jantung nya saat itu juga . Seperti saat ini saat baekhyun keluar dari kamarnya dan hendak pergi ke Cafe nya , ia lagi-lagi melihat minah dan chanyeol tengah berciuman dengan mesra . Langkahnya hendak mundur namun terhenti saat wanita itu melepaskan pagutan nya .

"B..Baek", panggil minah dengan tergagap . Sedangkan chanyeol hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal .

"Ekhem .. aku tidak bermaksud mengganggu kalian", ucap baekhyun dengan suara yang ia buat senormal mungkin .

"kau melihatnya baek , itu memalukan", ucap minah dengan pipi merona nya .

"Aku hanya tidak sengaja", kekeh baekhyun . Namun rasanya airmata ingin menetes saat itu juga dari sudut matanya .

"aku harus pergi , lanjutkan saja", ucap baekhyun kembali dengan kekehan nya . Namun airmata nya saat itu benar-benar berontak ingin keluar dari tempatnya .

Dengan segera baekhyun masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan halaman rumahnya .

Baekhyun mengemudikan mobilnya dengan airmata yang terus menetes melewati pipi mulusnya . ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat kendaraan lain menyembunyikan klakson nya dengan nyaring .

Kini baekhyun sampai ditempat parkiran Cafe nya , namun ia tidak keluar dari mobilnya . kepalanya ia jatuhkan diatas setir dengan bahu yang bergetar dan isakan tangis yang hanya terdengar olehnya .

"Aku mencintai mu chanyeol , sangat mencintai mu", gumam baekhyun ditengah tangisan nya .

"Aku tersakiti dan sangat tersakiti tapi aku rela melewati nya , itu karena aku mencintai mu chanyeol . Aku ingin melepaskan perasaan ini namun aku tidak bisa , aku hanya bisa bertahan . aku menjadi bodoh karena mu", gumam baekhyun dengan isak tangis yang semakin keras .

.

.

Tangis baekhyun mulai mereda dan ia mulai merasa tenang . Setelah berjam-jam baekhyun berada didalam mobilnya ia keluar dan melangkah masuk kedalam Cafe nya .

Hari sudah sangat siang Cafe miliknya sudah ramai oleh pengunjung .

"Baek , kau baru ...", ucapan kris terhenti sangat maniknya melihat mata sipit baekhyun tampak sembab .

"kau habis menangis", bisik kris .

"tidak", hanya itu yang keluar dari bibir baekhyun dan pergi meninggalkan kris yang berdiri dengan seribu pertanyaan .

Baekhyun masuk keruang kerja nya dengan tidak semangat . ia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa . Lagi-lagi kejadian itu membuat airmata nya kembali menetes . Baekhyun menutupi kedua matanya dengan sebelah tangan nya .

Suara isakan itu terdengar lagi menggema diruangan kerja nya .

Seseorang mengetuk pintu ruang kerja baekhyun dan masuk begitu saja .

Orang itu langsung membola dan melangkah cepat menghampiri baekhyun yang tengah terisak .

"Baek , kau menangis", ucap kris dan melepaskan tangan baekhyun yang menutupi matanya .

"ada apa dengan mu", tanya kris dan baekhyun bangkit dari tidurnya langsung memeluk kris . Baekhyun hanya menggelengkan kepala nya dengan isakan yang semakin menggema .

"Kau tidak mau cerita", ucap kris dengan pelan dan baekhyun tidak menyahutinya .

"Baiklah .. aku akan menunggu sampai kau siap untuk menceritakan semuanya", ucap kris kembali . Baekhyun memeluk kris semakin erat dan tangan kris mengelus punggung baekhyun dengan lembut dan mengecup pucuk kepala baekhyun dengan sayang . .

.

.

Malam ini lagi-lagi baekhyun tidak pulang kerumahnya , ia tengah berada diruang pribadinya dengan kris yang setia menemani nya .

Baekhyun yang tengah tertidur dipelukan kris dan tangan kris yang setia mengelus kepala baekhyun .

Getaran ponsel diatas meja nakas terus bergetar sejak setengah jam yang lalu . Namun tidak ada yang menyadari nya .

Sedangkan ditempat lain ...

Chanyeol tengah sibuk dengan ponsel yang menempel ditelinga nya . Helaan nafas kasar lagi-lagi keluar dari sosok laki-laki tinggi itu .

"Kenapa kau tidak menjawab telpon ku , baek" .

"Apa terjadi sesuatu pada mu", lanjut chanyeol .

Dengan cepat chanyeol menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan halaman rumahnya . Jalanan tidak begitu ramai karena malam sudah sangat begitu larut . Dengan kecepatan tinggi chanyeol mengemudikan mobilnya . ia terus menghubungi baekhyun namun lagi-lagi tidak ada jawaban dari seberang sana .

Chanyeol hendak memparkirkan mobilnya , namun urung saat ia melihat moge milik seseorang terparkir disamping mobil baekhyun .

Chanyeol menatap bangunan Cafe itu , tapi lebih tepatnya mata bulat nya menatap ruangan pribadi baekhyun yang masih menyala .

"Kau mengabaikan telpon ku karena kris" .

.

.

.

.

.

TBC

Please mau nya Chanyeol tuh apa :D ..

Author : Puas kan lu diabaikan ma baekhyun yang sedang meluk-meluk manja kris diatas ranjang :D

Chap ini aku ketik ulang ragara kehapus , dan itu bener" bikin kesel banget dan beberapa ada yang berubah :( Jangan sampai kejadian lagi deh T.T

Gomawo ya buat yang follow dan fav .. buat siders juga . tapi minta pemanis dikit boleh dong ya :D

thanks :

ChalienBee04

udah kejawab ya sehun gay atau tidaknya . Aku juga ga rela chan ma yang laen :D tapi mau gimana ini ceritanya memang harus ke gini dan ke gittu . tenang masih ada kris yang siap siaga jadi tempat pelarian dibandrol dengan ikhlas :D . pertanyaan nya akan terjawab di chap-chap selanjutnya ya . gomawo selalu ngasih semangat :D

itsathenazi

Sabar ya sabar jangan rusuh apalagi nampol chanyeol ntar yang ada ditampol balik ma baekhyun :D

nanti ada porsi nya hunbaek ko .. walau sekarang porsi hunbaek masih sedikit ya , mohon sabar :D . Tadinya aku ga niat buat masukin lagu di chap ini .. :D

See you di chap depan ... pecinta chanbaek !!