Hetalia – Axis Powers © Hidekaz Himaruya, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.


perceive

i always live in the moment
i stay
silent
behind the glass
with the world moving faster
and you still
looming in the background
ever since the medieval
we always move slower
together
behind the cities' dance

#

Gilbert mendengar pintu kamar mandinya dibuka, ia tak menyetel aliran airnya terlalu deras dan ia tak menutup penuh pintu kaca biliknya. Dari balik kabut uap, ia melihat siluet Erzsi.

"Lama juga tidak apa-apa," ucap Erzsi tanpa perlu Gilbert mengatakan sesuatu. "Sedang tidak ada hal khusus. Aku hanya perlu teman untuk minum kopi di kamar."

Gilbert hanya menyahut dengan kata hm yang dibiarkan bergema nyaring-nyaring.

Erzsi masih bersandar pada dinding dekat wastafel, tangannya bersilang di depan dada, terlihat begitu samar di balik uap. Gilbert sengaja membiarkan air hangat mengalir di tubuhnya tanpa melakukan apa-apa, hanya memandangi kaca yang berkabut, menonton dirinya dan Erzsi yang berlarian di padang rumput, lalu memanjat pohon bersama, bertemu di depan sebuah kereta kuda, menyelinap di kastil, membawa obor di hutan, berperang bersama, mengangkat senjata berdua, lalu bertengkar dan saling menyalahkan, lalu berada dalam satu mobil yang sama, berbicara di depan tank, semuanya bercampur tanpa peduli arah waktu.

Segalanya berjalan begitu lambat bagi mereka berdua, seolah hubungan mereka tak punya tujuan yang pasti. Tarik-ulur, tak tentu akhir, bermain-main dalam kedekatan dan tak jarang terbakar api yang memberangus.

Namun, Erzsi selalu ada.

Mungkin tak semua hubungan perlu tujuan.

Yang mereka perlukan hanyalah satu sama lain.

#