Title [ Let Me Love You ]

Author [ Takii_Yuuki ]

Genre [Angst, Drama, Hurt/Comfort, Yaoi – Shounen-Ai, Friendship ]

Main Cast [ Lay EXO]

Other Cast : All EXO Member

Han Jae Kyung [ OC ]

Kim Moo Young [ OC ]

Rating [T to M]

Length [sequel /chaptered]

Disclaimer : Mereka milik orang tua mereka dan SMEnt, saya hanya pinjam nama tapi ide cerita ini milik saya pribadi.

Warning : Cerita ini ada unsur Boys x boys, jika tidak suka tidak usah dibaca. Bukan juga bermaksud menjelekan salah satu character tapi ini semata-mata hanya demi kepentingan cerita. Banyak typo bertebaran. Mohon maaf.

E

X

O

Orang-orang mengerubungi Tao yang tergeletak tak sadarkan diri. Tak lama kemudian ambulance datang lalu ia dibawa ke rumah sakit. Di dalam ambulance petugas berusaha menyadarkan Tao tapi tidak berhasil. Luka di kepalanya cukup parah. Petugas memasang masker oksigen pada Tao, tak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Tao langsung dibawa ke ICU dan segera melakukan tindakan operasi.

Kris dan Suho bergegas datang setelah mendapat telepon dari Rumah Sakit, mereka hanya berdua karena member lain masih ada acara. Setelah sampai rumah sakit mereka berdua segera mencarinya. Kris dan Suho tampak terpukul melihat Tao yang berbaring tak sadarkan diri kondisinya tampak memprihatinkan. Dokter mengatakan pada mereka saat Tao tertabrak mobil, hatinya luka parah. Tao hanya bisa bertahan kalau ia mendapatkan transplantasi hati. Rumah sakit sudah mencari donor untuk Tao tapi belum menemukan yang cocok, Jika Tao terus seperti ini, dia akan segera meninggal jadi Kris dan Suho berpacu dengan waktu untuk menemukan donor hati secepat mungkin.

" Kenapa bisa seperti ini, bukankah tadi dia bilang ingin keluar mencari ipod baru, kenapa sekarang kita disini?" ucap Suho frustasi.

" Jangan khawatir Tao pasti selamat, dokter sudah mencarikan donor hati untuk Tao." Kris menenangkan Suho. Suho menangis di depan Kris, Kris memeluk Suho untuk menenangkannya.

Kris dan Suho menunggui di kursi tunggu sambil menunggu member yang lain datang. Kris membeli minum untuk Suho.

" Ini semua karena Lay."

" Lay, maksudmu apa Kris?"

" Sebelum kecelakaan Tao sempat mengirim pesan padaku, ia bertemu Lay dan Moo Young, aku membalas pesannya tapi dia tidak membalas lagi."

" Tapi bukan berarti Lay penyebab kecelakaan Tao, Kris"

" Dia membohongi kita semua tentang perasaanya pada kita, ia menyimpan benci pada kita, terutama pada Tao. Dan dia memilih namja yang lebih kaya daripada aku yang sudah berkorban untuknya."

" Kris.."

" Jangan menghubungi dia apalagi bicara tentangnya di depanku, jangan beritahu keadaan Tao padanya."Suho tak bisa melawan omongan Kris, Kris sudah terlanjur sakit hati pada Lay, jadi percuma dia membela Lay, tetap saja Kris sudah membencinya. Mengenai pesan Tao, sebenarnya pesan itu terkirim sebelum selesai Tao mengetiknya. Kris mengira kalau Lay lah penyebab kecelakaan itu, oleh karena itu dia melarang semua member termasuk Luhan dan manajer untuk menghubungi Lay.

E

X

O

Jae Kyung mengajak Lay makan malam romantis di restaurant favorit Jae Kyung, restaurant itu sengaja di booking Jae Kyung hanya untuk mereka berdua. Alunan musik romantis mengiringi mereka candle light dinner.

" Bagaimana menurutmu? Restaurant ini sengaja aku booking untuk kita berdua."

" Sangat menarik hyung, tapi apa tidak berlebihan? Menurutku ini terlalu berlebihan."

" Tidak ada yang berlebihan untukmu Lay." /plok-plok/ Jae Kyung menepuk kedua tangannya memanggil pelayan. Seorang pelayan menghampiri mereka membawa nampan berisi sebuah kotak kecil berwarna hitam ke hadapan mereka.

" Eum terima kasih Youngie.."

" With pleasure hyung.." Pelayan itu tak lain dan tak bukan adalah Moo Young.

" Youngie, kau.. hyung apa ini?" Lay terkejut dengan semua yang terjadi, ia melihat Moo Young yang berdiri di belakang Jae Kyung dan beralih ke Jae Kyung yang sudah berada di depannya dengan posisi berjongkok.

" Lay mungkin ini terlalu cepat untukmu tapi maukah kau menikah denganku? Kita tidak akan menikah dalam waktu dekat ini tapi kita akan bertunangan dulu. Bagaimana apakah kau mau menerimaku?" Tanya Jae Kyung sambil menyodorkan kotak berisi cincin ke hadapan Lay. Lay menjadi salah tingkah, ia bingung dengan semua yang sedang terjadi. Ia melihat Moo Young dan Moo Young memberikan tatapan terima-saja-lamaran-JaeKyung-demi-kebaikanmu-hyung.

Lay tak punya pilihan lain, ia mengangguk menerima lamaran Jae Kyung. Jae Kyung tersenyum bahagia dan memasangkan cincin itu dijari manis Lay. Jae Kyung memeluk erat Lay, "Terima kasih Lay, aku berjanji akan membahagiakanmu." Lay melihat airmata Moo Young menetes dan Moo young segera menghapusnya. Jae Kyung beralih ke Moo Young dan memeluknya, "Lay menerimaku, Lay menerimaku Youngie, kau akan segera mendapat dapat kakak ipar."

" Iya hyung, aku juga bahagia dengan hal ini." Moo Young melepaskan pelukan Jae Kyung dan gantian memeluk Lay, " Akhirnya kau menjadi calon kakak iparku, aku sangat bahagia hyung." Ucap Moo Young dengan suara agak keras, "Terima kasih kau sudah menerimanya hyung." Ucapan Moo Young kali ini pelan, ia setengah berbisik agar Jae Kyung tidak mendengarnya. Setelah itu Moo Young melepaskan pelukannya. Sedangkan Lay, ia merasa tekanannya semakin kuat, entah berapa lama lagi ia akan bertahan. Ia tak bisa terus-terusan membohongi Jae Kyung yang sangat baik untuknya tapi ia juga tak tahu bagaimana cara membayar semua yang sudah Jae Kyung lakukan menangis dalam senyumannya.

Perkataan Moo Young tentang rencana Jae Kyung akan melamar Lay benar-benar menjadi kenyataan, Jae Kyung melamar Lay dan setelah lamaran di restaurant itu Jae Kyung meminta izin orang tua Lay. Lay tak bisa berbuat apa mengingat budi baik Jae Kyung kepadanya, ia pasrah menerima pertunangan itu.

" Lay kita ke rumah sakit sebentar ya, aku ada urusan dengan kepala bagian Kandungan. Setelah itu kita pergi ke butik memilih baju untuk pertunangan kita nanti."

" Iya hyung." Jae Kyung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Jae Kyung lebih dulu menemui kepala bagian kandungan dan Lay memilih jalan-jalan sekitar rumah sakit. Saat ia melewati lorong kamar yang dia tempati dulu,ia melihat Baekhyun keluar dari kamar no.208 samping kamarnya. Lay mencoba memanggilnya tapi di urungkan. Setelah Baekhyun tak kelihatan, ia berjalan menuju kamar 208 dan melihat pasien yang ada di dalam situ.

" OMO.." betapa terkejutnya Lay melihat namja yang terbaring tak sadarkan diri di bed itu adalah Tao. Airmata Lay tak kuasa mengalir, ia mendekati Tao yang masih terbaring tak sadarkan diri.

" T-Tao kau kenapa? Apa yang terjadi denganmu." Lay mengulurkan tangan ke wajah Tao. Kris masuk dan mengira Lay akan mencabut selang oksigen Tao.

" ZHANG YIXING..!" Lay kaget dan berbalik. Kris langsung menarik Lay dan melemparnya ke lantai. "Kau sudah gila! Kau ingin membunuh Tao? HAH?Kau ini manusia atau bukan?" Lay menangis, ia menggeleng, tubuhnya bergetar.

" A-aku t-t-tidak melakukan apa-apa Kris, sungguh.."

" Apa kau kira aku akan percaya padamu, setelah semua yang kau lakukan padaku dan member yang lain? HAH? PERGI! Atau aku yang akan membunuhmu." Kris mengusir Lay tapi tiba-tiba Baekhyun masuk.

" Hyung cukup.." Baekhyun berlari menghampiri Lay dan membantunya berdiri. "Kris hyung cukup, aku mohon, Tao sedang sakit, tidak bisakah kau menahan amarahmu."

" Dia ingin membunuh Tao,dia ingin mencabut selang oksigen Tao." Tunjuk Kris pada Lay. Lay menggeleng, Baekhyun menatap Lay dengan tatapan percaya tidak percaya tapi ia mencoba menyakinkan bahwa Lay tidak mungkin melakukan itu.

" A-aku tidak melakukannya Baek, sungguh aku bersumpah."

" Kau bilang kau membenci semua member, kau pasti senang kan melihat Tao terbaring di disini, KAU PUAS KAN ZHANG YIXING..!"

" Hyung jangan berteriak, ini rumah sakit."

" Aku tidak melakukan hal yang kau tuduhkan Kris.." Lay terisak, ia mencoba menjelaskan pada Kris tapi Kris sepertinya sudah menutup telinga dan hatinya.

" Cukup Lay, gara-gara kau Tao mengalami kecelakaan dan ia membutuhkan donor hati tapi sampai sekarang dia belum mendapatkannya, dan kau tahu jika Tao tidak mendapatkan donor hati ia akan meninggal, PUAS KAU..HAH.. aku malah berharap kau yang ada disini menggantikan Tao, kau yang lebih pantas menerimanya." Lay terbelalak begitu juga Baekhyun.

" Hyung, kau tidak boleh bicara seperti itu, Kalian ini kenapa? Dulu kita kompak, kita rukun, tapi kesalahapahaman memisahkan kita lalu setelah semua sudah diluruskan, kita kembali bermasalah, sebenarnya ada apa hyung?" Baekhyun mulai menangis.

" Tanyakan pada orang yang mengaku sebagai Umma kalian ini, si munafik yang berkedok malaikat."

" Ada apa ini?" Jae Kyung masuk setelah mendengar keributan di kamar Tao.

" Oh, kekasih Zhang Yixing datang rupanya, tanyakan pada kekasihmu ini apa yang dia lakukan pada Tao. JAWAB LAY...! Kau ingin membunuh Tao kan, iya kan Zhang Yixing.." Kris membentak Lay. Lay menggeleng ketakutan.

" Jangan ribut disini, kau lihat Tao belum sadar. Jangan membuat keributan di kamar pasien." Jae Kyung menarik Kris keluar dari kamar Tao menuju taman dan diikuti oleh Baekhyun juga Lay.

" Lepasss..!" Kris melepas cengkraman tangan Jae Kyung.

" Kau gila Kris, kenapa kau membentak Lay, ada apa denganmu? Kau tidak berhak membentaknya Kris. Lay tidak seperti yang kau katakan. Hati Lay begitu suci tidak mungkin dia melakukannya."

" Kau sudah jatuh dalam pesona seorang Zhang Yixing rupanya, apakah kalian sudah bercinta? Apakah dia dapat memuaskanmu?" Jae Kyung menarik kerah baju Kris dan mencengkramnya.

" Hyung.. hentikan.. Hyung...!" Lay berteriak pada mereka berdua (Kris-JaeKyung) tapi kali ini Jae Kyung mengacuhkannya.

" Jaga mulutmu Kris, aku sangat menghormati Lay, aku tidak akan menyentuhnya sebelum kami menikah nanti."

" Aku sudah pernah bercinta dengannya, dia sangat wow.. not bad untuk seorang bit**... pemula."

/ duaghh/

" Hyung..!" Jae Kyung menghajar Kris hingga Kris tersungkur, sudut bibirnya berdarah. Kris tersenyum remeh.

" Hanya itu kemampuanmu. Lawan aku, kita lihat seberapa besar kemampuanmu" Kris bangkit dan membalas Jae Kyung. Lay melepaskan diri dari Baekhyun dan berlari kearah JaeKyung dan Kris yang sedang berkelahi. " Hyung jangan pergi.." Baekhyun mencoba mengejar Lay tapi dia tersandung batu dan terjatuh. " Ouchhh kakiku.." Kaki Baekhyun terkilir. Lay mencoba memisahkan mereka berdua dengan memegang lengan Jae Kyung tapi tak sengaja Jae Kyung malah mendorong Lay hingga ia jatuh tersungkur dan kepalanya membentur batu yang cukup besar. /dug/ Lay langsung tak sadarkan diri setelah kepalanya membentur batu.

" Lay..!" Jae Kyung mendorong Kris dan menolong Lay. Jae Kyung membalikkan tubuh Lay, kepala Lay berlumuran darah. Jae Kyung menangis sambil memeluk Lay, ia mengguncang-guncang tubuh Lay tapi Lay tak juga sadar " Andwee..Lay..! Lay..!" Kris ingin sekali mendekat dan menolong Lay tapi entah kenapa egonya begitu tinggi hingga dia tak menolong Lay padahal jauh dalam lubuk hatinya ia ingin memeluk Lay erat, akhirnya Kris memutuskan untuk menolong Baekhyun.

Kepala Lay yang sudah penuh darah dengan cepat Jae Kyung membawa Lay ke dalam ruang operasi. Ia memberikan instruksi kepada para staf untuk melakukan operasi darurat. 1jam kemudian operasi Lay selesai,ia dipindahkan dari ruang operasi tapi ia belum sadarkan diri.

Moo Young bergegas ke rumah sakit setelah mendapat telepon dari Jae Kyung. Ia hanya bisa memandang sedih keadaan Lay," Kenapa Lay hyung belum sadar juga hyung?"

" Dia kehilangan banyak darah, beruntung darah hyung cocok dengan Lay, jadi Lay masih bisa diselamatkan, ia masih dalam pengaruh obat bius jadi ia belum sadar, andai saja hyung mendengar kata-katanya mungkin semua tidak akan seperti ini."

" Aku dengar Tao juga disini, ia kecelakaan seminggu yang lalu. Benarkah itu? Karena aku sudah cuti jadi aku tidak tahu keadaan disana."

" Heum.. dia mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor hati. Tapi belum ditemukan. Dokter sudah melakukan pemeriksaan pada semua member dan tidak ada yang cocok. Sepertinya hanya Lay yang belum di periksa oleh Yihan."

" Aku juga sudah periksa tapi tidak cocok. Tapi Hyung, dulu kan hyung pernah melakukan medical check up pada Lay hyung sebelum ia menjalani operasi Kankernya, hyung pasti tahu riwayat kesehatannya Lay hyung, apakah hati Lay hyung cocok dengan milik Tao?"

" Kalaupun milik Lay cocok, aku tidak akan mengizinkannya, Lay bisa mati jika dia mendonorkan hatinya."

" Jadi milik Lay hyung cocok dengan milik Tao?"

" Apakah aku harus mengatakannya padamu?"

" Tapi hyung.. Jika Tao tidak mendapat donor hati maka ia akan meninggal."

" Tapi jika Lay yang mendonorkan hatinya, maka Lay yang meninggal, aku tidak akan mengambil resiko itu."

" Tapi pilihannya hanya satu hyung."

" Aku akan memilih Lay tetap hidup. Mengenai Tao, mereka yang harus mengusahakannya sendiri, aku hanya ingin melindungi Lay." Jae Kyung meninggalkan ruang ICU diikuti Moo Young.

E

X

O

" Apa? Lay sekarang di ICU? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Luhan panik setelah mendengar dari Baekhyun kalau Lay ada di ICU.

" Tadi Lay hyung mencoba melerai Jae Kyung ssi dan Kris hyung berkelahi tapi malah tak sengaja terdorong oleh Jae Kyung ssi dan kepalanya membentur batu."

" Kris berkelahi dengan Jae Kyung ssi? Masalah apa lagi?"

" Kalau soal itu tanyakan pada Kris hyung sendiri." Luhan beralih pada Kris yang sedang diobati oleh Kyungsoo.

" Kris jelaskan padaku apa yang terjadi?"

" Lay ingin mencabut selang oksigen Tao, jadi aku cegah tapi kekasihnya itu datang dan kami berkelahi."

" Hanya itu? Lay ingin mencabut selang oksigen Tao? Huh..," Luhan tersenyum miris, " Ia akan mencabut selang oksigen Tao setelah ia mencabut jantungnya terlebih dahulu."

" Dia membenci kita, sudah pasti membenci Tao. Dia mencampakanku demi Jae Kyung, namja kaya itu."

" Kau percaya Lay melakukan itu? Berapa kali aku bilang pada kalian, Lay membohongi kita 2kali agar kita menjauhinya dan kita percaya. Pasti ada alasan kenapa dia melakukan itu, hanya saja aku belum menemukan jawaban atas alasan Lay melakuan semua ini." Luhan meninggalkan kamar Tao dan pergi ke ICU. Luhan hanya dapat melihat Lay dari luar.

" Bangun Lay, aku mohon." Pinta Luhan memelas. Tiba-tiba ia melihat tangan Lay bergerak, Lay membuka matanya tapi tidak bicara. "Lay kau sudah sadar.. Lay.." Luhan melambai-lambaikan tangannya mencoba membuat Lay sadar penuh. Lay tersenyum. Luhan segera memanggil Jae Kyung untuk memeriksa keadaan Lay.

Akhirnya Lay dipindahkan ke ruang inap biasa, ia sudah sadar. Jae Kyung dan Luhan berdiri disampingnya.

" Lay, kau mengenaliku?" tanya Luhan memastikan.

" Lulu, Jae Hyung,"

"Baguslah kau sudah sadar, kami sempat mencemaskanmu, darah di kepalamu belum berhenti tapi Yihan sudah memberikan obat untuk mengurangi pendarahanmu."

" Eum.. tapi bagaimana dengan Tao, apakah dia sudah menemukan donor hati?" Luhan menggeleng.

" Yihan sedang mengusahakannya Lay, kau tenang saja." Lay memikirkan kata-kata Kris,'aku malah berharap kau yang ada disini menggantikan Tao, kau yang lebih pantas menerimanya'. Lay menatap Jae Kyung dan Luhan sendu, ' Jika itu yang diinginkan Kris, maka akan aku lakukan.'

E

X

O

" Apa kau yakin akan melakukan ini? Ini sangat berbahaya untukmu. Kau bisa meninggal jika kau melakukannya. Riwayat kesehatanmu tidak memungkinkan untukmu melakukan transplantasi hati, hatimu yang sehat hanya beberapa persen dan jika kau donorkan kau sendiri yang akan menderita."

" Aku lebih memilih mati daripada Tao. Ini semua salahku, jadi aku harus membayarnya."

" Tapi jika Jae Kyung tahu, dia bisa marah besar padaku, aku tidak mungkin melakukan ini."

" Tolong dokter, bukankah ini suatu keajaiban aku cocok menjadi pendonor untuk Tao. Ambillah hatiku yang masih sehat untuk Tao, aku sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Jika terjadi apa-apa denganku tolong berikan ini pada Jae hyung."Lay menyerahkan amplop cokelat besar pada Yihan. Yihan menghela nafas kemudian menerima amplop itu. Lay tertunduk, ia menangis tapi ini adalah keputusannya. Ia sudah tak kuat lagi menahan semua ini.

E

X

O

" Eomma, ini aku, Yixing." Lay menelpon orang tuanya.

" Dimana kau adeul? Nomor siapa ini?"

" Eomma, apa Appa juga disitu?"

" Ya adeul, Appa ada disamping Eomma, teleponnya Eomma Loudspeak jadi Appa juga bisa mendengar."

" Aku mencintai kalian berdua, Eomma, Appa.."

" Ada apa denganmu?"

" Aku sedang di telepon aku takut ada yang mendengarku."

" Memangnya kenapa?"

" Aku sudah mengatakan 'Aku mencinta kalian berdua'. Hanya Appa dan Eomma yang perlu mendengarnya."

" Eomma tak mengerti apa maksudmu, tapi..."

" Terima kasih Eomma, sudah melahirkanku ke dunia ini dan menjadi ibu yang sangat penyayang untukku, terima kasih Appa, sudah menjadi Appa yang luar biasa untukku."

" Adeul.. Terima kasih sudah menjadi anak kami. Kami bangga memiliki putra sepertimu."

" Appa, Eomma.. Wo aini." Lay menahan airmatanya kemudian menutup teleponnya.

Lay berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar Tao, ia melihat Kris tertidur sangat pulas di kursi tunggu diluar kamar Tao. 'Bisakah kau mengingatku nanti? Bahwa aku pernah berada disisimu. Aku mencintaimu Kris' Lay mencium bibir Kris kemudian beralih menghampiri Tao di kamarnya dan menciumnya. 'Gege sangat mencintaimu Tao, berjuanglah.' Lay meninggalkan mereka berdua kemudian menemui Yihan.

" Aku siap dokter." Yihan menghela nafas, ia pun mengangguk.

Malam sebelumnya...

" Jae hyung, maukah kau tidur denganku malam ini? Temani aku.."

" Ada apa Lay kau memintaku tidur denganmu? Apakah kau merindukanku?"

" Heum, aku bosan dikamar sendirian, apalagi 2 hari kedepan kau akan pergi ke Jeju menghadiri seminar, jadi maukah kau menemaniku?"

" Tentu saja Lay. aku akan menemanimu hingga tertidur." Jae Kyung berbaring disamping Lay, ia mendekap erat Lay. 'Hyung, aku harap kau mendapat orang yang lebih baik dariku.'

" Hyung, jika kau bisa bertemu Moo Kyu, apa yang akan kau katakan?"

" Eum, apa ya? Aku merindukannya. Aku ingin dia menungguku di pintu surga, aku ingin pergi ke surga bersamanya."

" Jika aku bertemu dengannya, akan aku sampaikan."

" Eoh.. apa katamu, maaf aku tidak dengar."

" Tidak apa-apa hyung, hyung Moo Young dimana?"

" Dia menginap di rumah sahabatnya, katanya ada tugas yang belum dia selesaikan."

" Oh.. padahal aku juga ingin dia temani saat ini."

" Besok aku akan menyuruhnya untuk menemanimu." 'Mungkin tidak ada hari esok lagi untukku hyung.'

" Hyung.. terima kasih."

" Terima kasih untuk apa?"

" Terima kasih untuk semua yang kau berikan." Lay memberanikan diri mencium Jae Kyung di bibirnya. " Gomawo.."

" Saranghae Lay.." Lay hanya mengangguk dan tertidur tak lama setelahnya.

E

X

O

Lay menggenggam tangan Tao saat akan operasi. Sebuah selang pernafasan yang tersambung pada ventilator dimasukkan melalui tenggorokan ke paru-paru untuk membantunya selama operasi. Lampu operasi dinyalakan, Lay menutup matanya dan tanpa sengaja airmatanya lolos membasahi pipinya. Operasi pun dimulai dengan penorehan pada bagian atas tulang dada dan meluas kebawah sebelah kanan dan kiri bagian bawah tulang rusuk. Penorehan berbentuk seperti "Y" terbalik. Operasi memerlukan waktu penyelesaian enam hingga delapan jam, mulai dari pemotongan pertama hingga penutupan torehan. Tim bedah benar-benar berhati-hati untuk operasi kali ini. Mereka selalu memantau tekanan darah, jantung, tetesan dan selang transfusi darah milik Lay dan juga Tao.

E

X

O

Baekhyun membangunkan Kris yang masih tertidur pulas di kursi tunggu dekat kamar Tao, ia mengguncang-guncang tubuh Kris.

" Hyung ireona.. hyung.."

" Eunghh.. apa Baek, aku masih mengantuk."

" Tao sudah dioperasi dan operasinya berhasil. Hati yang dicangkokkan untuk Tao berhasil, tubuhnya tidak menolak."

" Apa?" Kris segera bangun dan mengumpulkan kesadarannya. Ia bersama Baekhyun segera mendatangi kamar Tao, Tao masih tidur tapi ia sudah dipindahkan dari kamar operasi ke kamarnya lagi.

" Siapa yang mendonorkan hati untuk Tao?"

" Dokter Yihan tidak bilang tapi dia hanya mengatakan kalau pendonor ini sangat baik dan tidak mau disebutkan namanya."

" Nanti aku akan memaksa dokter Yihan untuk memberitahu siapa pendonor yang sudah berbaik hati menolong Tao."

" Heum.. aku akan menelpon member lain kalau Tao sudah di operasi." Baekhyun dan Kris sangat senang melihat keadaan Tao yang sudah lebih baik dari sebelum dia mendapat donor hati,saat ini Tao belum sadar karena pengaruh obat bius.

E

X

O

Moo Young mengobrak-abrik kamarnya mencari flashdisknya tapi tidak ia temukan, kemudian ia beralih ke kamar Jae Kyung tapi juga tidak ada. Moo Young melihat tas Lay yang tergeletak di meja tamu, ia belum membereskannya setelah ia membawanya dari rumah sakit beberapa hari yang lalu. Moo Young beralih ke tas Lay dan memeriksanya, ia tak menemukan flashdisknya tapi menemukan kertas yang berisi tanda tangan Lay dan dokter Yihan. Tubuh Moo Young bergetar membaca kertas itu.

/Drtt..drtt..drtt/ ponsel Moo Young bergetar, ada telepon masuk. /Jae hyung calling..!/ Moo Young mengangkatnya.

" Yeobseo.. Youngie kau dimana? Apakah Lay bersamamu? Aku menghubunginya tapi tidak bisa, apakah dia ada denganmu?"

" H-hyung.. Lay hyung.."

" Ada apa dengan Lay? ada apa?"

" D-d-dia mendonorkan hatinya untuk Tao.."

" Apa? Darimana dia tahu kalau hatinya cocok untuk Tao?Bagaimana keadaannya sekarang?"

Flashback On

/tok..tok..tok/

" Masuk.." ucap Yihan sambil membacalaporan kesehatan pasiennya.

" Dokter Yihan.." sapa Lay sambil membungkuk.

" Lay, kenapa kau disini? Kau harus istirahat. Kau baru sadar dari terkejut dengan kedatangan Lay. Ia berdiri dan membantu Lay duduk.

" Dokter, aku ingin kau memeriksa hati ku, apakah bisa dijadikan donor untuk Tao?"

" Lay, kau tidak bisa mendonorkan hatimu."

" Apakah kau sudah memeriksanya? Tolong aku dokter, aku ingin Tao selamat." Yihan menghela nafas.

" Tidak perlu diperiksa, aku sudah mengetahui riwayat kesehatanmu dan.."

" Dan apa dokter?"

" Kau tidak cocok dengan Tao." Jawabnya sambil berjalan kembali ke kursi kerjanya.

" Jangan bohong, aku tahu kau sedang berbohong. Tolong aku dokter." Lay menjatuhkan dirinya di depan Yihan untuk memohon, Yihan terkejut dan segera berbalik membantu Lay duduk kembali.

" Kenapa kau keras kepala sekali Lay... Hah..! hatimu cocok dengan Tao, tapi Jae Kyung menyuruhku menyembunyikan hasilnya. Ia hanya ingin melindungimu."

" Aku ingin mendonorkan hatiku untuk Tao. Aku mohon."

" Apa kau yakin akan melakukan ini? Ini sangat berbahaya untukmu. Kau bisa meninggal jika kau melakukannya. Riwayat kesehatannmu tidak memungkinkan untukmu melakukan transplantasi hati, hatimu yang sehat hanya beberapa persen dan jika kau donorkan kau sendiri yang akan menderita."

" Aku lebih memilih mati daripada melihat Tao. Ini semua salahku, jadi aku harus membayarnya."

Flashback off

" Aku tidak tahu, aku belum ke rumah sakit hyung."

" Sekarang ke rumah sakit, cari tahu keadaan Lay. cepat Youngie.."

" I-Iya hyung.." Moo Young meremas kertas itu dan ia segera menuju rumah sakit. Begitu juga dengan Jae Kyung, ia meninggalkan seminar dan menuju bandara, membeli tiket penerbangan pertama menuju Seoul.

E

X

O

Moo Young berlari tanpa menghiraukan orang-orang yang berteriak marah karena dia tabrak, Moo Young langsung menemui dokter Yihan.

" Dokter Yihan, dimana Lay hyung.." Moo Young langsung masuk ke ruangan Yihan.

" Moo Young, ada apa?"Yihan terkejut dengan perbuatan Moo Young yang tiba-tiba saja masuk ke ruangannya.

" Dokter Yihan, dimana Lay hyung? Dimana dia? Katakan, Kalau kau tidak mengatakannya, aku akan menghancurkan ruanganmu." Ancam Moo Young dengan mata memerah.

" Ok, kau tenang, aku akan membawamu ke tempat Lay." Dokter Yihan membawa Moo Young ke ruang perawatan Hati.

" Lay di dalam si.. Dimana Lay?" Dokter menunjuk bed yang ditempati Lay tapi kosong. Selang infus berayun pelan terlihat kalau Lay mencabut selang infusnya belum lama.

" Apa yang dimana?" tanya Moo Youn panik.

" 15 menit yang lalu aku memeriksanya dia masih ada disini, sungguh." Moo Young berlari meninggalkan Yihan, ia berlari mencari keberadaan Lay, ia menggunakan bantuan CCTV tapi sial bagi Moo Young, hari itu adalah hari untuk perawatan, jadi selama 1 jam CCTV mati. Moo Young menjambak rambutnya kasar, ia berlari dan tak sengaja menabrak Chanyeol dan Moo Young menjatuhkan kertas itu.

" Youngie kau mau kemana?"

" Aku ada urusan, maaf hyung." Jawabnya sambil berlalu. Chanyeol memungut kertas milik Moo Young yang terjatuh, ia membaca surat itu dan /deg/ tubuh Chanyeol mendadak lemas, ia mencerna kalimat demi kalimat yang ada di surat itu dan juga tanda tangan yang dibubuhkan di kertas itu.

Moo Young terus berlari kemudian Ia menghentikan langkahnya sebentar karena tubuhnya sangat lelah. Saat menunduk ia melihat darah yang menetes membasahi lantai, meskipun hanya sedikit tapi Moo Young dapat melihat bahwa itu darah. Moo Young mengikuti tetesan itu, tetesan itu menuju rooftop access lantai 3. Moo young membuka pintu rooftop acces dan menaiki tangga menuju rooftop. Dari kaca pintu keluar rootfop,ia melihat Lay berdiri di pinggir gedung. Bawah gedung itu adalah sebuah danau kecil tapi cukup dalam.

" Hyung.. Lay hyung." Moo Young mencoba membukanya tapi tidak bisa, karena pintu keluar itu terkunci. "Hyung aku mohon jangan.." Lay menoleh ke arah Moo Young. Moo Young mendobrak pintu itu tapi tak berhasil.

"Apa yang kau katakan? Kau seperti memanggil namaku tapi air mataku membuatku tak jelas melihatmu. Kau tahu betapa sesaknya dada ini. Walapun kurobek jantungku dan mencungkil telingaku. Sekali saja, sekali saja. Kau tak akan mengerti keputusasaanku."

" Hyung aku minta maaf."

" Kris menginginkanku menggantikan posisi Tao, akan aku lakukan." Lay tersenyum sambil menahan airmatanya. Darah terus mengalir dari pergelangan tangannya, baju Lay juga terdapat noda darah di bagian yang baru saja di operasi, kepalanya juga. Wajahnya pucat.

" Hyung.. jangan hyung.. hyung.." Moo Young terus berteriak, tapi Lay tidak menghiraukan panggilan Moo Young,ia semakin berada di pinggir, satu langkah lagi Lay akan terjun bebas dan jatuh ke danau.

" Hyung.. andweeee.. hyung.." Lay tersenyum..

" Sampaikan salamku untuk Jae hyung, jika aku bertemu Moon Kyu, aku akan menyampaikan pesan Jae Kyung untuk Moon Kyu."

" Andwee.. andwee.." Moo Young mendobrak pintu itu tapi tetap tak bisa. Lay menutup matanya kemudian ia terjun bebas dan jatuh ke danau.

" Andweeeeeee...hyung... Andweeeeeeee..!" Moo Young menendang pintu itu tapi tak bisa , ia mencari alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan gagang pintu itu dan ia melihat alat pemadam kebakaran di pojok ruangan, ia mengambil alat pemadam kebakaran dan menghantamkannya di gagang pintu. /Crakk/ pintu pun terbuka, Moo Young berlari ke pinggir gedung, " Hyung.. Andwe...!" Ia melihat tubuh Lay yang hampir tenggelam di danau itu, Moo Young akhirnya menceburkan dirinya ke danau untuk menyelamatkan Lay.

Another Place

" LAY GE..!" ucap Tao tiba-tiba saat ia sadar. Keringatnya bercucuran, Kris dan beberapa member terkejut dengan teriakan Tao.

" Tao kau sudah sadar? Ada apa? Lay, kenapa dengan Lay?"

" Lay ge.."

/Brakk/ Chanyeol masuk ke kamar Tao dengan airmata bercucuran.

" Chanyeol ada apa?" tanya Suho tak kalah panik.

" Lay.. Lay hyung.."

" Ada apa? Kalian ini kenapa? Kertas apa yang kau bawa?" tanya Suho semakin bingung.

" Dia mendonorkan hatinya untuk Tao." Chanyeol menyerahkan kertas itu pada Suho. Suho terkejut dengan isi di dalamnya. Airmatanya tak kuasa mengalir, ia terduduk lemas. Luhan mengambil kertas itu dan membacanya, ia juga kuasa menahan airmatanya. " Lay.."

" Lay ge, ia mengorbankan dirinya untuk membalas budi pada Jae Kyung ssi. Lay hyung berhutang budi pada Jae Kyung ssi karena sudah menolongnya, pengobatan Lay hyung mencapai angka 150 juta won, Lay hyung tak punya uang untuk membayarnya dan cara lain untuk membayar budi baik Jae Kyung ssi dengan menjadi kekasih Jae Kyung ssi, bukan Jae Kyung ssi yang minta tapi Moo Young. Ia yang membuat semua ini terjadi, Jae Kyung sama sekali tidak tahu, bahkan mereka akan segera bertunangan." Ucapan Tao membuat semua member terkejut tak terkecuali Kris. Ia sangat syok dengan fakta ini, bahkan ia tak mampu berkata apa-apa." Lay ge dimana? Aku ingin bertemu dia, dimana Lay ge?"

" Lay.. tidak mungkin.." Kris meninggalkan Tao dan member lain. Kris masuk ke tangga darurat, dan menangis. Tubuhnya limbung karena tak mampu menahan rasa sakit dihatinya, ia sudah menuduh Lay berbuat jahat pada para member tapi sebenarnya ia lah yang berbuat jahat pada Lay.

E

X

O

Luhan berjalan keluar kamar Tao dengan lunglai, kepalanya sakit memikirkan Lay dan kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Dia merasa menjadi sahabat yang tidak berguna bagi Lay.

Flashback on

Luhan akhirnya mengajak Lay pergi ke Lotte World untuk merayakan ulangtahun Lay. Lay sudah lama ingin ke Lotte World berdua dengan Luhan tapi karena kesibukan Luhan, jadi mereka belum sempat pergi kesana. Keduanya berada di dalam mobil, Lay menyentuh dahi Luhan, " Apa kepalamu terbentur batu Lu sehingga kau mengajakku 'kencan'?"

" Beberapa hari ini aku sibuk jadi lupa kalau aku masih punya sahabat kecil yang merengek-rengek pergi ke Lotte World dihari ulangtahunnya"

" Aku terkejut kau akhirnya mau pergi denganku setelah beberapa hari ini kau sibuk dengan Sehunnie dan Tao. Aku kira kau sudah melupakanku." Luhan tertawa.

" Baiklah sebagai permintaan maafku, kau ingin melakukan apa saja, aku kabulkan." Lay langsung mengambil ponsel dan mengarahkan ke Luhan. Ia memotret sembarangan.

" Lay jangan sembarangan mengambil gambar. Bahaya, aku sedang menyetir."

" Kau bilang aku boleh melakukan apa saja, kalau begitu kau tersenyumlah sambil mengemudi aku akan ambil gambarmu. Palli..!" Luhan bergaya sesuai arahan Lay, mengemudi sambil tersenyum.

" Aku minta maaf karena beberapa hari ini sibuk dan jarang menemanimu."

" Aku tidak mau memaafkanmu."

" Maafkan aku Lay, aku janji setelah semua urusan selesai, aku akan menemanimu kemanapun kau mau, sahabat kecil dan manja."

" Aku tetap tidak mau memaafkanmu." Lay menjawabnya dengan cemberut tapi hal itu langsung diikuti dengan senyuman. " Asal kau mengikuti semua keinginanku hari ini, aku akan memaafkanmu."

" Baiklah Changsa Boy, kita ke Lotte World sekarang."

Setelah sampai di Lotte World Lay langsung menarik Luhan ke wahana permainan. Keduanya naik banyak wahana permainan. Salah satunya Merry Go Around. Luhan tak menyangka kalau di tempat ini ada wahana seperti ini. " Walapun ini sudah ketinggalan jaman tapi masih aktif dan aku sudah 10 kali datang ke sini." Ucap Lay. Luhan tak mau kalah dengan Lay, ia membanggakan diri kalau ia sudah 100 kali naik permainan yang seperti ini sebelum usia 15 tahun.

Selanjutnya Luhan dan Lay naik wahana kora-kora. Lay berteriak kegirangan sedangkan Luhan memejamkan matanya ketakutan dan berpegangan pada Lay. Tapi setelah itu Lay yang tak kuat, "Ahjussi sudah. Berhenti." Wajah Lay memelas. Giliran Luhan yang semangat, "Kenapa? Lebih lama lebih asyik. Kupikir aku akan jatuh naik ini tapi ternyata asyik sekali. Ahjussi seratus kali lagi!"

Lay dan Luhan keluar dari wahana kora-kora. Lay tak tahan lagi perutnya mulai mual.

" Kau baik-baik saja Lay, wajahmu pucat." Tanya Luhan khawatir, " Apa kita pulang saja?"

" Tidak mau, kita sudah terlanjur datang kesini, jadi wahananya semua harus dimainkan." Tolak Lay. Mereka melanjutkan perjalanan tapi Lay berjalan meringis menahan mualnya, Luhan mencegatnya dan langsung jongkok.

" Naik ke punggungku, aku akan menggendongmu."

" Tidak usah Lu, badanku berat."

" Kalau berat nanti kau akan kujatuhkan." Lay terharu dan menarik nafas dalam-dalam, ia langsung naik ke punggung Luhan. Luhan menggendong Lay tanpa kesulitan.

" Lu, terima kasih sudah menjadi sahabatku, maaf karena diriku kau sering kena masalah dengan Tao dan member yang lain."

" Aku kan malaikat pelindungmu jadi aku akan selalu melindungimu, apapun yang terjadi, aku akan selalu bersamamu."

" Tapi Tao akan semakin membuatmu dalam masalah jika kau terus bersamaku, aku tidak mau mereka memusuhimu karena aku."

" Lay, percaya padaku, aku akan baik-baik saja."

" Lu ge, saranghae.." Tak lama setelah itu Lay tertidur di gendongan Luhan, Luhan tersenyum. Ia berjanji akan terus menjaga sahabat kecilnya itu.

Flashback off

Tiba-tiba Luhan tersadar dari lamunannya, ia mendengar sura ribut-ribut dari arah melihat Moo Young beserta beberapa petugas medis tergesa-gesa menuju ICU.

" Moo Young, siapa yang sakit? Apa jangan-jangan Lay?" Luhan berlari menghampiri Moo Young. Moo Young berhenti di depan ruang ICU, tubuhnya sedikit menggigil kedinginan tapi seorang suster memberikan handuk tak lama setelah Lay masuk ke ICU.

" Moo Young.." panggil Luhan, Moo Young menoleh ia membungkuk memberi hormat pada Luhan.

" Siapa yang ada didalam? apakah itu Lay?" Moo Young hanya mengangguk,ia masih menggigil,

" Kenapa dengan Lay? ada apa dengannya, kenapa kau basah kuyup, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Luhan tak sabar.

" L-Lay hyung tercebur ke danau."

" Tercebur? Apa maksudmu? Lay jatuh ke danau? bagaimana mungkin?"

" I-i-ia jatuh ke danau hyung. Sungguh." Moo Young mencoba meyakinkan Luhan. Luhan berpikir sejenak bagaimana mungkin Lay bisa jatuh ke danau, ini sudah hampir pagi tidak mungkin ia berkeliaran di pagi buta apalagi ia baru saja operasi. Atau jangan, jangan...

" Andwee..! Lay tidak mungkin.. Tidak mungkin. Ia tak mungkin tak sengaja tercebur ke danau, tidak mungkin. Katakan dengan jujur, apa yang terjadi? Lay tidak mencoba untuk bunuh diri kan? Tidak mungkin ia mencoba bunuh diri, benar kan?" Moo Young menggeleng keras. Luhan tak percaya begitu saja, ia mencengkram kedua bahu Moo Young dan menatapnya. " JAWAB MOO YOUNG.. LAY SENGAJA MENCEBURKAN DIRINYA KE DANAU KAN? LAY INGIN BUNUH DIRI KAN?"

" Ma-ma-aaf h-hyung." Jawab Moo Young menghempaskan Moo Young hingga jatuh tersungkur, kemudian ia menghajarnya hingga sudut bibirnya terluka, saat Luhan akan menghajarnya lagi, sesuatu menahan lengannya.

" Luhan hentikan, kita tidak boleh melakukan hal seperti ini." Jae Kyung menjauhkan Luhan dari Moo Young.

" Dia membuat Lay jadi seperti ini, tanyakan padanya apa yang sebenarnya terjadi."

" Lebih baik kita ke ruanganku sekarang." Jae Kyung menarik Luhan dan Moo Young menuju ruangannya.

Jae Kyung menghempaskan Luhan dn Moo Young di sofa, sedangkan Jae Kyung sendiri duduk dihadapan mereka. " Sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi dengan Lay?"

" Tanyakan pada adikmu ini, dia yang membuat Lay menceburkan dirinya ke danau, Lay ingin bunuh diri karena depresi."

" Depresi, apa maksudmu? Tunggu sebenarnya apa yang terjadi? Apakah aku satu-satunya orang yang tidak tahu apa-apa dengan semua yang terjadi? Aku mengambil penerbangan pertama dari Jeju ke Seoul untuk mengetahui keadaan Lay setelah dia operasi bukan malah mendengar cerita yang tidak masuk akal ini."

" Adik kesayanganmu, Kim Moo Young, menyuruh Lay membalas budi baikmu dengan cara menjadi kekasihmu karena ia tidak memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit, perawatan dan semua hal yang telah kau berikan padanya. Moo Young memberian rincian biaya rumah sakit pada Lay dan ia memberikan pilihan itu untuk membayarnya. Lay masih mencintai Kris, tapi demi membalas budimu, ia meninggalkan Kris dan memilihmu. Dia tak punya pilihan lain, ia tahu kondisi keluarganya tidak mungkin membayar semua ini, kalaupun bisa itupun tidak ada setengahnya. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Lay, ia tertekan, ia tertekan berpura-pura mencintaimu, ia tertekan berpura-pura bahagia dihadapanmu, ia depresi Jae Kyung , tak bisakah kau melihatnya, HAH..! ditambah dengan kecelakaan yang dialami Tao, ia merasa bersalah karena ia merasa bahwa kecelakaan itu disebabkan olehnya, Tao mengetahui masalah ini dan dia ingin memberitahu kami tapi malah Tao mengalami kecelakaan, dan yang membuat Lay semakin depresi adalah keadaan Tao yang membutuhkan donor hati, sehingga di titik puncak rasa depresinya, Lay memutuskan untuk mendonorkan ginjalnya dan ia juga ingin mengakhiri hidupnya."

" Benarkah itu Youngie, semua yang Luhan katakan, benarkah itu?" Moo Young tak menjawab, ia hanya menggeleng ketakutan.

" Dia tak berani menjawab kan? Tahu kenapa? Karena memang dia bersalah dan menyebabkan semua inii terjadi. Lebih baik aku pergi dari sini, selesaikan urusan kalian, aku tidak ingin melihat wajah sok polos dari adikmu ini mendekati Lay." Luhan bangkit dan menendang meja di depannya, ia membanting pintu dan pergi dari ruangan Jae Kyung.

Jae Kyung menatap Moo Young dengan tatapan tajam, tak ingin pembicaraannya di dengar dari luar, Jae Kyung menarik Moo Young dan membawanya ke kamar pribadinya yang ada di ruang kerjanya, ruang itu dipakai olehnya saat dia sedang tak ingin pulang ke rumah atau apartemennya. Ruangan itu kedap suara jadi pembicaraan di dalam tak bisa di dengar dari luar.

/klik/ Jae Kyung mengunci pintu itu dan menghempaskan Moo Young ke bed nya.

" Hyung ampun..." pinta Moo Young memelas. Ia benar-benar ketakutan, belum pernah Jae Kyung semarah ini padanya. Matanya memerah menahan marah.

" Wae.. kenapa kau melakukan itu? Kenapa, HAH? Apakah aku menyuruhmu melakukan itu?Jawab Youngie jangan diam saja."

" M-maaf hyung, aku melakukan ini karena aku ingin kau bahagia dengan Lay hyung, kau mencintainya dan aku ingin kau bahagia dengannya, dengan cara apapun akan aku lakukan untuk menyatukanmu dengan Lay hyung meskipun aku sendiri juga sakit. Aku mencintaimu hyung, aku melakukan ini bukan untuk diriku tapi demi dirimu."

" Tapi bukan seperti ini caranya, lihat sekarang apa yang terjadi dengan Lay, ia semakin menderita, ia baru saja lepas dari kankernya, sekarang ia harus berjuang lagi melawan hidup dan matinya karena ia mendonorkan hati pada Tao. Apakah kau tahu, hati Lay juga mengalami kerusakan sebelum ia operasi kankernya, aku sedang mengusahakan mencari donor hati untuknya, selama ini ia bertahan dengan beberapa persen hatinya yang sehat dan sekarang beberapa persen hatinya yang sehat itu dia berikan pada Tao. Arrgghh... kenapa kau ini?" Jae Kyung menendang meja nakas hingga lampunya terjatuh. Moo Young meringkuk ketakutan. Jae Kyung mencengkram bahu Moo Young keras. "Kau harus dihukum Youngie, kau akan menerima hal yang seharusnya kau terima karena perbuatanmu ini."

" Jangan hyung.. aku mohon jangan." Jae Kyung menghempaskan Moo Young lagi, ia membuka kemejanya, "Kau akan menyesal karena sudah melakukan hal itu pada Lay." Moo Young menggeleng keras tapi sepertinya Jae Kyung tak menghiraukannya. Pagi itu menjadi hal yang tak bisa dilupakan oleh Moo Young, Jae Kyung merasukinya dengan kasar. Entah sedih atau senang, ia ingin suatu hari nanti jika bisa bersama Jae Kyung ia disentuh dengan halus bukan seperti saat ini. Moo Young hanya bisa pasrah, meskipun sakit tapi ia menerimanya.

/drrt..drrt/ Panggilan masuk di ponsel Jae Kyung, Jae Kyung melepaskan miliknya dari dalam Moo Young dan mengangkat teleponnya.

" Yeobseo.. Ada apa suster Minki?"

"..."

" Iya aku sudah pulang, eum masih di perjalanan."

"..."

" Apa? Lay mengalami kecelakaan? Bagaimana keadaannya sekarang?"

"..."

" Baiklah aku akan segera kesana. Tunggu aku 15 menit lagi, siapkan peralatan untukku."

"..."

" Heum..."/klik/ Jae Kyung mematikan ponselnya, ia melihat keadaan Moo Young yang berantakan, Moo Young masih terisak, ia mengambil selimut dan menyelimutinya. Jae Kyung mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai dan membersihkan dirinya. Setelah selesai Jae Kyung meninggalkan Moo Young tanpa sepatah katapun, sedangkan Moo Young, ia tak bergerak sedikitpun. Ia menangis, menahan sakit ditubuhnya juga sakit di hatinya.

' Hyung, taukah kau bahwa diriku memujamu, begitu dalam mencintaimu. Aku tahu semua tentangmu, tapi pernahkah kau melihat diriku, seperti aku melihatmu. Apakah aku bisa menjadi bagian dalam hidupmu?' Bathin Moo Young pilu. ' Baru aku sadar kalau hanya aku berharap, nyatanya kau hanya hidup di dalam anganku, mimpiku. Kau tidak akan pernah menjadikanku bagian dalam hidupmu.' Airmata Moo Young mengalir semakin deras, ia menenggelamkan kepalanya ke dalam bantal, mencoba meredam tangis yang semakin tak terhenti.

E

X

O

To be continued.. repost chapter yang kemarin bilang kependekan. Mian kalau masih kependekan, idenya udah gak ada lagi di chap ini, mau fokus di chap selanjutnya. Mind to review, koreksi jika ada yang salah. #deepbow

Bocoran next chapter :

" Lay mengalami pendarahan di kepalanya, hatinya juga sudah tak berfungsi lagi, hanya tinggal beberapa persen hatinya yang masih sehat dan mungkin hanya bertahan selama beberapa hari."

E

X

O

" Kondisinya semakin kritis dan jantungnya melemah. Tidak ada kesempatan lagi untuk Lay, relakan dia, sebenarnya Lay sudah meninggal jika bukan karena alat-alat itu. Jika dilepas, hal itu akan mengurangi beban penderitaan Lay."

E

X

O

" Jangan dilepas, jika ada yang berani melepasnya, kalian akan ku bunuh."

E

X

O

Moon Kyu berjalan lurus menuju posisi Kris dan menembus Kris begitu saja, bahkan menembus pintu. Kris panik dan mencoba membuka pintu tapi tak bisa, Moon Kyu sempat memandang Kris sesaat dan akhirnya meneruskan masuk. Kris tak kuasa menahan arwah Moon Kyu.

E

X

O

Ia menatap Lay yang masih koma dengan tatapan menyeramkan, ia terus menatap Lay dan entah apa yang dia rencanakan, ia hanya bergumam, " Hyung.. maafkan aku." Airmatanya menetes dipipinya.

E

X

O

Kris berjalan kaki menuju suatu tempat. Ia menuju ke tanah lapang dimana ada pohon besar yang terdapat rumah pohonnya. Disana pertama kali ia memadu kasih dengan Lay. Kris menatap rumah pohon itu. Ia melihat ke atas tapi tak menemukan siapapun. Ia menatap jam tangannya, ia tengah menunggu seseorang.

" Ku pikir kau tidak akan datang."

" Aku orang yang menepati janji."

E

X

O

Mau tahu kelanjutannya? Penasaran? Apakah Lay masih hidup atau death chara? Apa yang akan dilakukan Moon Kyu? Siapa yang ditemui Kris? Penasaran, tunggu chap terakhirnya. Mind to review?