By: 0312_luLuEXOticS

Cast: Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Joon Myun, Others

Pairing: HunHan, slight!HunKai, ninja!ChanBaek n SuDo

Genre: BL, Fluff, Romance, Hurt&Comfort

Rate: T

Lenght: 11 of ?

Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Saya hanya meminjam namanya saja. Cerita murni dari hasil imajinajis(?) saya ^^).

Warning: Boys Love, typo(s) bertebaran, abal, gaje

.

HAPPY READING^^

.

Preview Chapter:

Luhan mencium bibir Sehun dengan sangat kilat dan berlari ke dalam rumah. Wajahnya sudah benar-benar merah seperti kepiting rebus. Dia sendiri tidak percaya dengan apa yang dilakukannya. Dia mencium Sehun! Aaaahhhh, Luhan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.

~O.O~

Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian Natal yang lalu. Sehun dan Luhan benar-benar tak terpisahkan sekarang. Walaupun sampai saat ini Sehun sama sekali belum pernah mengucapkan kata 'cinta' untuk Luhan, tapi Luhan tidak pernah merasa lebih bahagia lagi dari ini. Sehun selalu berusaha membuatnya bahagia. Dengan semua perlakuan manisnya, bunga-bunga yang diberikannya setiap hari, semua 'little date' yang mereka lakukan hampir setiap hari, dan masih banyak hal-hal kecil yang membuat Luhan bahagia.

Baekhyun sering merasa iri dan memarahi Chanyeol karena tidak pernah melakukan hal-hal manis seperti yang Sehun lakukan untuk Luhan padanya. Bahkan Kyungsoo yang biasanya tidak suka ambil pusing dengan hal-hal seperti itu pun merasa sedikit iri.

Luhan bahagia, tentu saja. Namun jika mau menyelami hati dan perasaan Luhan saat itu, bahagia bukanlah satu-satunya hal yang dirasakannya. 'Setidaknya Chanyeol dan Suho mencintai Baekhyun dan Kyungsoo,' pikirnya. Sehun melakukan semuanya untuk Luhan, kecuali satu hal. Dia tidak pernah berkata 'aku mencintaimu' pada Luhan. Sehun tidak pernah menjawab 'nado saranghae' setiap Luhan mengatakannya. Tentu saja Luhan kecewa, tapi Luhan selalu berusaha untuk memahaminya.

Berbicara soal Natal, jangan ditanya bagaimana reaksi BaekSoo saat mereka tahu kalau Sehun ternyata bukan hanya membatalkan kepulangannya demi Luhan, tapi dia juga mengajak Luhan utuk bertemu dengan orang tuanya. Tentu saja seperti biasa, Baekhyun yang paling heboh. Namun bukan berarti Kyungsoo tidak heboh. Hanya saja, level kehebohan Baekhyun sedikit diatasnya. Well, it's Baekhyun that we're talking about.

"Omooo! Sehun melakukan itu untukmu Hyung? Kyaaaaaa! That was sooooo sweeettt!" pekik Baekhyun. 'Well, untuk seseorang yang mengatakan kalau dia belum bisa mencintai Luhan, hal itu bahkan terlalu manis,' lanjutnya dalam hati.

"Baekhyun Hyung benar. Aku tidak menyangka kalau Sehun akan melakukannya, Hyung. Well, membatalkan kepulangannya untukmu is something, tapi mempertemukan kau dengan orang tuanya! WOW. Bahkan Suho Hyung baru mengajakku untuk bertemu orang tuanya setelah hampir 4 bulan kami pacaran!" tambah Kyungsoo setuju.

"Eum," Luhan mengangguk. "It really was. Aku juga tidak menyangkanya. Sama sekali tidak berfikiran begitu. Bahkan malamnya dia masih mengatakan kalau dia akan pergi pagi-pagi sekali. Aku kira dia benar-benar akan pergi. Tapi ternyata..." Luhan tersenyum senang saat mengingat kejadian itu. Pipinya bahkan mulai terasa panas.

Malam itu, mereka akhirnya menggelar another 'pajama party' di kamar Luhan. Saling bercerita tentang Natalnya masing-masing, saling bercanda, dan tentunya tidak melupakan acara wajib mereka, yaitu membuat Luhan tersipu.

~O.O~

"Whoaaaaaa! Apartemenmu luas sekali, Sehun-ah!" ucap Luhan kagum saat dia mengunjungi apartemen Sehun hari itu. Sesuai dengan rencana awal, Sehun hanya tinggal di asrama untuk satu semester saja. Saat liburan semester kemarin, Sehun menggunakan waktunya untuk mencari apartement dan memindahkan semua barang-barangnya segera setelah dia menemukan tempat yang cocok. Jaraknya hanya 20 menit berjalan kaki dari rumah Luhan.

Luhan tidak bisa menemaninya mencari apartement saat itu, karena harus mengunjungi orang tua nya di Beijing. Walaupun hanya 2 minggu saja, tapi Sehun merasa kalau dia sangat merindukan Luhan seolah-olah mereka berpisah beberapa bulan. Setiap hari dia akan menghubungi Luhan berkali-kali. Sehun rasanya seperti benar-benar tidak bisa tanpa Luhan.

Luhan sendiri tidak jauh berbeda dengan Sehun. Bahkan mungkin rasa rindunya pada Sehun melebihi rasa rindu Sehun padanya. Dia baru tiba dari Beijing sore tadi. Setelah meletakkan semua barang-barangnya di rumah dan bertemu kangen sebentar dengan BaekSoo, dia langsung menuju apartemen Sehun. Awalnya Baekhyun melarangnya. Berkata kalau Luhan seharusnya istirahat terlebih dahulu. Atau biarkan Sehun yang datang ke rumah. Namun Luhan bersikeras. Dia tidak bisa menunggu lagi. Dia ingin bertemu dengan Sehun secepatnya.

"Begitukah? Hhhmmmm, kau mau tinggal denganku di sini, Lu?" tanya Sehun sambil memeluk Luhan dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu mungil Luhan. Luhan tersenyum dan menyandarkan punggungnya di dada Sehun. Dia memiringkan wajahnya yang merona untuk melihat wajah Sehun yang berada tepat di samping wajahnya.

"Kau yakin ingin tinggal bersamaku? Kau bahkan tidak tahu bagaimana keseharianku di rumah."

"Tentu saja aku yakin. Aku tidak perduli bagaimana keseharianmu di rumah, yang ku perdulikan adalah kau ada di sini bersamaku," jawab Sehun kemudian mencium bibir Luhan sekilas membuat Luhan semakin merona. Dia sangat merindukan Luhan. Bahkan saat Luhan berada di pelukannya seperti ini, rasa rindu itu masih terasa.

Luhan membalikkan badannya, meraih jemari Sehun dan menatapnya. Berapa kali dilihat pun, wajah Sehun memang sangat tampan menurutnya. "Bukannya aku tidak mau. Tapi Baekhyun, Kyungsoo dan aku, kami sudah berjanji untuk selalu bersama sampai lulus nanti. Baekhyun dan Kyungsoo juga menolak waktu Chanyeol dan Suho mengajak mereka tinggal bersama, jadi aku tidak mungkin menerima ajakanmu kan?" ucap Luhan sambil memainkan jari-jari Sehun di tangannya dan menundukkan kepalanya.

Sehun tersenyum mendengar jawaban Luhan. "Kau tahu, Lu? Terkadang aku merasa kalau kau lebih mencintai mereka berdua dari pada aku." Luhan segera mengangkat kepalanya menatap Sehun dan menggeleng berkali-kali.

"Kau tahu itu tidak benar, Sehun-ah. Aku menyayangi dan mencintai kalian bertiga dengan cinta yang berbeda." Luhan terlihat panik, dan itu membuat Sehun kembali tersenyum.

"I know. Aku tahu, tapi aku tidak bisa mencegah diriku untuk berfikir seperti itu," ucap Sehun membelai pipi Luhan dengan lembut. Entah mengapa dia suka sekali mengusap pipi lembut Luhan.

"Sehunnie, Sehunnie cemburu pada mereka?" tanya Luhan hati-hati. Tidak ingin merusak momen indah mereka.

"Well, aku akan berbohong kalau aku mengatakan aku tidak cemburu. Tapi aku tahu kalau Baekhyun Hyung dan Kyungsoo Eomma adalah keluarga untukmu, dan aku seharusnya tidak cemburu. Kekekeke," jawab Sehun membuat Luhan tersenyum. Namun dalam hatinya, Luhan bertanya-tanya.

'Kalau kau bahkan cemburu pada keluargaku, lalu, apakah aku salah jika aku cemburu pada Jongin yang bisa menempati hatimu, Sehun-ah?'

"Kau mau makan sesuatu, Lu? Kemarin Eomma datang dan membawa beberapa makanan. Eomma juga membawakan Kimchi dan menyuruhku untuk memberikannya padamu." Sehun kemudian menuntun Luhan menuju dapurnya.

"Eomma kemari?" tanya Luhan. "Eum," Sehun mengangguk sembari membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa makanan yang dibawakan Nyonya Oh untuknya dan Luhan kemarin kemudian menghangatkannya sebentar.

"Kau tahu? Eomma mencarimu, katanya dia merindukanmu. Cih, bahkan begitu tiba di sini, hal pertama yang ditanyakannya bukan kabarku, melainkan 'Dimana Lulu?' kekeke." Sehun bercerita sambil menata makanan di atas meja. Luhan hanya melihat semua pergerakan Sehun dari tempat dia duduk.

Saat Sehun sudah selesai menghangatkan semua makanan dan duduk di seberang Luhan, Luhan kemudian berjalan memutari meja makan, menuju tempat Sehun duduk dan duduk di pangkuannya. Sehun secara refleks melingkarkan tangannya di pinggang Luhan.

"Sepertinya Eomma lebih menyayangiku sekarang," ucap Luhan tersenyum. "Bukan sepertinya, tapi memang Eomma lebih menyayangimu," sahut Sehun dan mencium pipi Luhan. "Hhhh, Eomma melupakanku," ucapnya berpura-pura menghela nafas berat. "Aku tahu seharusnya aku mencari pacar yang tidak terlalu menarik perhatian seperti ini," lanjutnya.

"Yaaaaakkk!" Luhan memukul lengan Sehun saat mendengar ucapannya, membuat Sehun terkekeh. "Ya sudah, sana cari pacar yang baru saja!" Luhan mem-pout-kan bibirnya saat Sehun justru mentertawakannya.

"Kekekeke. Aniyaaaa. Aku hanya bercanda Xiao Lu." Sehun mengeratkan pelukannya di pinggang Luhan. "Aku bahkan tidak mungkin bisa mendapatkan yang lebih baik darimu." ujar Sehun.

'Lalu bagaimana dengan Jongin?' batin Luhan.

Setelah selesai makan, Sehun dan Luhan menghabiskan waktu mereka dengan menonton televisi. Lebih tepatnya, hanya Luhan yang menonton televisi. Sedangkan Sehun? Sedari tadi, matanya tidak pernah lepas dari sosok manis yang saat ini tengah membaringkan kepalanya di atas paha Sehun dengan mata yang terfokus pada kotak kubik bergambar di depan mereka. Memperhatikan semua ekspresi Luhan saat menyaksikan acara favoritnya yang sedang tayang saat itu.

Seulas senyum terukir di wajah Sehun saat melihat Luhan. Sehun tidak bisa membohongi perasaannya lagi. Mungkin di sisi hatinya, nama Jongin memang masih ada, tapi saat ini, dia mencintai Luhan. Sangat mencintainya.

"Beberapa hari lagi Valentine, Lu. Kau menginginkan sesuatu? Atau kau ingin melakukan sesuatu?" tanya Sehun sambil mengusap-usap helaian rambut Luhan dengan sayang.

Luhan mengganti posisi tubuhnya menjadi terlentang dan menatap wajah Sehun. Dia menggembungkan pipinya dan mengetuk-ketukkan jari telunjuknnya di dagunya, memikirkan sesuatu.

"Hmmmm, aniyo, aku tidak ingin apa-apa," ucapnya. "Benar tidak ada yang kau inginkan?" tanya nya lagi.

'Aku ingin kau mencintaiku, Sehun-ah'

"Eum," Luhan bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk dan mengahadap Sehun. "Aku rasa, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan Sehunnie. Seperti saat ini," jawab Luhan tersenyum kemudian kembali menatap televisi dan menyandarkan kepalanya di bahu Sehun.

"Okay, then." Sehun lalu berdiri dan beralih untuk duduk di atas karpet, menyandarkan punggungnya pada sofa. Kemudian dia menarik Luhan untuk mengikuti jejaknya. Sehun memposisikan Luhan di antara kedua kakinya dan menempelkan punggung Luhan dengan dadanya. Dia memeluk Luhan erat dari belakang.

"Kau ingin aku memelukmu seperti ini sepanjang hari?" tanya Sehun lagi. Luhan hanya tersenyum kemudian mengangguk. Dia menyamankan posisinya dan menyandarkan kepalanya di dada Sehun. Rambut Luhan terasa sedikit menggelitik ceruk lehernya, namun dia tidak perduli. Mereka pun melanjutkan acara menonton televisi dalam diam setelah itu.

Saat dirasanya kalau Luhan terlalu diam dan nafas Luhan yang terlalu teratur, Sehun melihat ke arah Luhan. Dia tersenyum kecil saat melihat Luhan yang sudah tertidur di pelukannya. Sehun kemudian bangun perlahan dan menggendong Luhan, membawanya menuju kamarnya dan membaringkan Luhan di atas kasurnya agar tidurnya lebih nyaman.

Setelah mengganti baju Luhan dengan piyama miliknya dengan sangat hati-hati agar Luhan tidak terbangun dan menghubungi Baekhyun untuk mengatakan kalau malam ini Luhan akan menginap di apartemennya, Sehun pun mengganti pakaiannya dan menyusul Luhan. Dia merebahkan tubuhnya di samping Luhan dan menarik bed cover hingga leher Luhan. Perlahan dia menarik bantal yang digunakan Luhan dan menggantinya dengan lengannya. Refleks, Luhan pun mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Sehun. Seolah mencari kehangatan dan kenyamanan di sana. Sehun memeluk pinggang ramping Luhan, menempelkan bibirnya dengan bibir Luhan sekilas, dan mencium puncak kepala Luhan.

"Jaljayo, Nae Sarang!" ucap Sehun mempererat pelukannya sebelum menyusul Luhan ke alam mimpi.

Malam itu, Luhan merasa kalau dia bermimpi Sehun mengatakan cinta padanya. Dan dia tersenyum dalam tidurnya.

Seandainya Luhan tahu kalau itu bukan mimpi. Sehun memang mengatakan hal itu. Ungkapan cinta pertama yang Sehun berikan pada Luhan, namun sayangnya tidak bisa didengar oleh Luhan.

~O.O~

Dua hari sebelum Valentine, dan Sehun masih belum mendapatkan ide tentang apa yang akan diberikannya untuk Luhan. Dia bertanya pada Kyungsoo dan Baekhyun. Namun jawaban keduanya justru membuat Sehun semakin bingung. Sehun bahkan memutuskan untuk bertanya pada Chanyeol dan Suho. Nihil. Jawaban yang didapatkannya sama persis dengan jawaban BaekSoo.

"Kau pasti tahu apa yang paling diinginkan Luhan Hyung darimu!"

What the Hell! Apa mereka janjian untuk memberikan jawaban yang sama padanya? Dan lagi, apa yang benar-benar Luhan inginkan darinya? Terakhir dia menanyakannya, Luhan hanya berkata kalau dia ingin menghabiskan harinya dengan Sehun seperti biasanya. Yang benar saja! Masa' Sehun akan melakukan itu? Lalu dimana letak spesialnya?

Sehun menjambak rambutnya frustasi. Bukankah biasanya dia selalu pintar dalam urusan memberikan kejutan-kejutan kecilnya untuk Luhan dan membuat Luhan tersenyum bahagia, namun mengapa kali ini otaknya terasa seperti kosong?

Sehun akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Eommanya. Biasanya, Eommanya paling pintar dalam hal-hal seperti ini.

"Jangan memberikan dia apapun. Lakukan sesuatu untuknya. Sesuatu yang menunjukkan seberapa besar Sehunnie mencintainya. Sesuatu yang akan membuatnya selalu tersenyum saat mengingatnya. Sesuatu yang belum pernah Sehunnie lakukan untuknya. Tunjukkan padanya seberapa penting arti dirinya bagimu."

Jawaban yang diberikan Eommanya memberikan pencerahan bagi Sehun tentang rencana Valentine nya. Dan Sehun yakin 100% kalau Luhan pasti akan menyukainya. 'Eomma memang yang tebaik!' pekiknya dalam hati. Sehun pun langsung menghubungi Baekhyun dan another Eomma yang dimilikinya setelah itu.

"Baekhyun Hyuuung! Aku butuh bantuanmu. For Luhan Hyung, pleaassee!" Sehun sengaja membawa nama Luhan, karena dia tahu kalau Baekhyun tidak akan bisa untuk menolaknya kalau sudah menyangkut kebahagiaan Luhan.

Baekhyun? Checked.

"Kyungsoo Eomma! Dowajuseyo!" ucap Sehun saat Kyungsoo mengangkat telfonnya. Dan dengan itu, rencana Sehun pun dimulai.

Kyungsoo? Checked.

Kini tinggal merencanakan bagiannya. 'Tunggu saja, Lu. Kau pasti akan menyukai kejutan dariku!' Sehun tersenyum sendiri membayangkan reaksi Luhan saat hari H nanti.

Sementara itu...

"Huwaaaaaaaaaaaa! Eottokhaeeee! Dua hari lagi sudah Valentine dan aku belum membeli apa-apa untuk Sehun!" Luhan berteriak frustasi saat keluar dari kamarnya dan mendudukkan tubuhnya di samping Baekhyun di ruang tamu. Kyungsoo yang saat itu sedang menerima panggilan dari Sehun langsung berlari ke dapur saat melihat Luhan datang.

"Aigoooo. Ada 'rusa' frustasi ternyata, ahahaha!" Baekhyun tertawa geli melihat wajah frustasi Luhan.

"Yaaaahh, kau seharusnya membantuku mencarikan solusinya Baekkie." Luhan mem-pout-kan bibirnya. Baekhyun lagi-lagi tertawa. Tadi pagi Sehun, sekarang Luhan.

"Hmmmm, aku dan Kyungsoo akan membuat coklat untuk Chanyeol dan Suho Hyung. Lulu Hyung mau ikut? Kalau buat sendiri kan, kita bisa membentuknya sesuai dengan keinginan kita," ucap Baekhyun memeluk Luhan manja.

Luhan menoleh pada Baekhyun dan mengerutkan keningnya. "Tapi kau kan tidak bisa memasak Baekkie. Goreng telur saja gosong. Kau yakin mau membuatkan coklat untuk Chanyeol? Nanti kalau dia keracunan bagaimana?" ucap Luhan sok polos.

"Mwoyaaaa!" Baekhyun melepaskan pelukannya dan memukul lengan Luhan. "Terima kasih untuk pujiannya dan karena telah mengingatkan Hyung. Tapi seperti yang aku bilang tadi, aku akan membuatnya dengan KYUNGSOO!" ujar Baekhyun sarkastik.

"Well, you're welcome. Sesama teman kan harus saling mengingatkan." Luhan tersenyum jahil. "Yaaaaakkk!"

"Ahahahaha," Luhan tertawa puas karena berhasil membuat Baekhyun frustasi. "Satu sama," ucap Luhan setelah menghentikan tawanya.

"Mwooo! Eommaaaaaa! Lulu Hyung mem-bully kuuuuuu." Baekhyun berpura-pura menghapus air matanya. Luhan memutar bola matanya malas melihat acting Baekhyun.

"Oke, oke. Kembali ke duduk perkara," ucap Luhan. "Jadi kalian akan membuat coklat?" Baekhyun mengangguk. "Yaaaahh, kenapa tidak mengajakku?" Luhan menjitak kepala Baekhyun.

"Hyuung, jangan menjitakku. Nanti aku tidak pintar lagi." Baekhyun mengusap-usap kepalanya yang mendapat hadiah dari Luhan barusan. "Lagian kan barusan aku mengajakmu, Hyung!" lanjutnya sewot.

"Oh iya, hehehehe." Luhan menggaruk tengkunya dan memberikan cengiran polos(?) andalannya pada Baekhyun. "Mianhae Baekkie-ya!" ucapnya dan mengusap kepala Baekhyun. "Lalu, dimana Kyungsoo?" tanya Luhan.

"Ada yang membicarakanku?" Belum sempat Baekhyun menjawab pertanyaan Luhan, suara Kyungsoo terdengar dari arah belakang.

"Loh? Kyungie mau kemana?" "Mengapa rapi sekali?" "Apa ada janji dengan Suho?" tanya Luhan dan Baekhyun saat melihat Kyungsoo yang sepertinya akan pergi.

"Aniyo, aku ingin membeli beberapa hal, Hyung. Sekalian membeli bahan-bahan untuk membuat coklat. Kalian mau ikut?" tawarnya. Luhan dan Baekhyun saling melempar pandangan. "TENTU SAJAAAA!" jawab mereka kompak kemudian beranjak dari sofa untuk bersiap-siap.

"Aku jangan ditinggal yaaaaa!" teriak Luhan sebelum memasuki kamarnya.

~O.O~

Valentine Day.

Ting Tong

Sehun segera berlari menuju pintu apartemennya saat mendengar suara bel berbunyi. Dia melihat dari intercom terlebih dahulu untuk melihat siapa pelaku pemencetan bel rumahnya. Sehun langsung tersenyum senang mengetahui siapa yang datang dan membuka apartemennya.

"Eommaaaaaa!" pekik Sehun senang saat melihat Kyungsoo. " Yaaakk, magnae! Kau tidak menyapaku?" tanya Baekhyun sewot karena merasa diabaikan.

"Eh? Ada Baekhyun Hyung juga ternyata, hehehehe," ucap Sehun sok polos. "Mwo? Apa maksudmu juga? Arasseo, aku pulang saja kalau begitu. Lupakan Hoodie mu yang ada padaku!" ancam Baekhyun.

"Andwaeeee! Hyung, kan aku hanya bercanda. Mana Hoodie nya?" ucap Sehun panik. Kalau tidak ada Hoodie, bisa berantakan acaranya. Sehun tersenyum saat melihat Hoodie yang dibawa Baekhyun. 'Masalah fashion, Baekhyun Hyung memang yang terbaik!' batinnya.

"Sudah selesai?" tanya Kyungsoo datar membuat HunBaek terdiam seketika dan mengangguk pelan. "Good!" ucap Kyungsoo. "Apa kau sudah membeli semua bahan-bahannya, Sehun-ah? Karena aku tidak punya waktu seharian di sini. Aku juga punya acara sendiri. Tapi karena ini untuk Luhan Hyung, aku akan membantumu," lanjutnya.

Sehun langsung menganggukkan kepalanya semangat dan mengajak mereka ke dapur. "Tentu saja, Hyung. Semua bahan sudah ada di dalam kulkas ku, tinggal membuatnya saja," jawabnya semangat.

"Baiklah, kalau begitu kita mulai sekarang saja!" ucap Kyungsoo yang diangguki oleh Sehun dan Baekhyun.

Di tempat lain...

Luhan terlihat uring-uringan di rumahnya. Dia terus bergumam sendirian sambil mengganti-ganti channel televisi dengan bosan tanpa memperhatikan acara yang ditayangkan sama sekali. Bagaimana tidak? Hari ini hari Valentine, dan Sehun sama sekali tidak mengatakan apapun padanya. Bahkan tidak ada 'morning greet' dari Sehun yang selalu bisa membuat hari-harinya ceria. Mengapa di antara semua hari, Sehun memilih untuk tidak mengiriminya 'morning greet' hari ini?

Belum lagi, saat ini dia sendirian di rumah. Baekhyun dan Kyungsoo meninggalkannya sejak jam 10 tadi. Ada urusan penting, kata mereka. Luhan yakin sekali kalau mereka menyembunyikan sesuatu darinya. Sikap keduanya mencurigakan. Bahkan Baekhyun mengabaikan puppy eyesnya saat dia meminta untuk ikut. Mengapa semua orang meninggalkannya di hari kasih sayang?

"Semuanya menyebalkaaaaaaannnnn!" teriak Luhan tiba-tiba. Untungnya saat itu rumah sepi, kalau tidak, Luhan bisa memastikan kalau kedua dongsaennya akan memberi hadiah Valentine berupa jitakan manis untuknya.

"Berani-beraninya mereka meninggalkanku begitu saja. Lihat saja nanti kalau pulang. Aku akan membuat perhitungan!" Luhan terus menggerutu sambil berjalan menuju kamarnya dan mengambil ponselnya. Dia menatap layar ponselnya dan menghela nafas kecewa. Pukul 1 siang, dan dia tidak menerima satu pesan pun dari Sehun.

'Apa Sehun belum bangun?' Luhan menggelengkan kepalanya. "Aniya, Sehun bukan tipe orang yang bangun siang. Lalu mengapa dia tidak menyapaku pagi ini? Bukankah dia bilang akan menghabiskan waktu memelukku seharian?'

Luhan bisa merasakan pipinya memanas hanya dengan memikirkannya. Dia lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya terus melayang-layang memikirkan ini itu. Luhan akhirnya memutuskan untuk mengirim SMS untuk Sehun. Dia terus menunggu balasan dari Sehun hingga tanpa sadar dia pun tertidur.

~O.O~

Luhan terbangun dari tidurnya beberapa jam kemudian. Menggeliatkan badannya dan mengucek-ngucek matanya imut. Luhan segera meraih ponselnya, kalau-kalau Sehun membalas pesannya atau bahkan menelfonnya. Namun lagi-lagi dia harus kecewa. Pukul 03.30 sore, dan tidak ada satupun kabar dari Sehun.

Luhan menghembus nafasnya kesal. Dia membuang ponselnya ke kasur dan beranjak ke kamar mandi. Kekesalannya sudah sampai ke ubun-ubun. Mungkin berendam di air hangat bisa sedikit menenangkan pikirannya.

Satu jam kemudian, Luhan baru keluar dari kamar mandi. Kekesalannya sedikit hilang sekarang. Dia kemudian berjalan ke arah almari untuk mengambil pakaian. Usai memakai pakaiannya, Luhan memandangi pantulan diri nya di cermin. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman manis saat pandangan manik matanya jatuh tepat pada benda yang melingkar manis di lehernya. Perlahan tangannya terangkat untuk memegang kalung tersebut. Kalung pemberian dari Sehun saat Natal kemarin. Dan hanya dengan itu, semua kekesalannya pada Sehun menguap begitu saja.

'Mungkin Sehun benar-benar sibuk hari ini dan lupa membawa ponselnya,' pikir Luhan.

Luhan berjalan keluar dari kamarnya. Keningnya berkerut saat menyadari kalau rumahnya masih sangat sepi. Apa Baekhyun dan Kyungsoo belum pulang? Atau jangan-jangan mereka sudah pulang namun pergi lagi?

Luhan melangkahkan kakinya menuju dapur, tiba-tiba dia merasa lapar. Dia baru ingat kalau tadi pagi dia belum makan. Pasti Kyungsoo meninggalkan sesuatu untuk dia makan. Namun saat Luhan membuka tudung saji yang terletak di atas meja makan, bukan makanan yang dia temukan, melainkan sebuah memo, dari BaekSoo.

Lulu Hyuuuuung...! Happy Valentine! Mianhae kami tidak bisa menemanimu hari ini. Oh ya, Hyung. Ada paket untukmu di atas meja ruang tamu ;)

Your Beloved Dongsaeng

Baekhyun n Kyungsoo ;)

'Cih, apa-apaan ini? Sudah meninggalkanku seharian, sekarang malah membiarkanku mati kelaparan di rumah. Dasar dongsaeng jelek!' gumamnya. Lalu dia teringat paket yang disebutkan oleh BaekSoo dalam memo tadi. Dia pun berjalan menuju ruang tamu.

Di atas meja ruang tamu, Luhan melihat sebuah paket mini. "Dari siapa ya?" tanya nya entah pada siapa. Luhan pun langsung membuka paket tersebut dengan semangat. Tidak ada apa-apa di dalamnya. Hanya sebuah kertas memo yang dilipat kecil. Luhan membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya.

Dinner at my place? 06.30 pm.

Sehunnie^^

Luhan tersenyum lebar saat membaca isi dari memo tersebut. Tanpa pikir panjang, dia langsung berlari ke kamarnya. Dia mulai berkutat di depan almari pakaiannya dan memilih baju yang akan dipakainya. 'Aiiisssshhh, kemana Baekhyun saat aku membutuhkannya?'

Akhirnya Luhan memutuskan untuk memakai kaos oblong dan jaket biru yang dibelikan Eomma nya Sehun saat Natal kemarin. Dia menata rambutnya sebentar dan meraih ponselnya. Tidak lupa dengan coklat yang dia buat tadi malam bersama Baekhyun dan Kyungsoo. Dia sudah mempersiapkan coklat itu dari tadi malam.

Luhan melirik jam pada Layar ponselnya. Pukul 05.45. Okay, Sehun memang menyuruhnya datang jam 06.30, dan jarak rumahnya dengan Sehun hanya 20 menit kalau berjalan kaki. Tapi dia benar-benar sudah tidak sabar ingin menemui Sehun. Cepat beberapa menit tidak masalah, kan? Lagipula, tidak mungkin Sehun akan memarahinya.

Luhan pun bergegas keluar dari rumahnya dan mengunci pintu. Saat dia baru selesai mengunci pagar rumahnya, seorang gadis kecil menghampirinya dengan setangkai Mawar kuning di tangannya. Gadis itu kemudian memberikan Mawar itu pada Luhan dan menyuruh Luhan sedikit merunduk agar sejajar dengannya. Sedikit bingung, namun Luhan tetap melakukan apa yang diminta olehnya. Gadis kecil itu lalu mencium pipi Luhan dan tersenyum. Dia memberikan sebuah kertas memo padanya dan berlari meninggalkan Luhan tanpa sempat Luhan bertanya dari siapa. Luhan mengedikkan bahunya dan membaca isi memo tersebut.

'O'

Orang-orang berkata kalau aku gila. Kalau aku berdosa karena menyalahi kodratku sebagai seorang lelaki. 'Namja tidak seharusnya menyukai sesama namja. 'Namja itu ditakdirkan untuk seorang yeoja!' itu yang mereka katakan padaku. Banyak yang mengucilkanku karena hal itu. Mereka mencibirku. Bahkan orang tuaku. Dan beberapa orang menerimaku. Namun bukan karena itu pilihanku, melainkan karena menurut mereka NamxNam couple itu terlihat imut. Untuk sesaat aku ragu pada diriku sendiri. Apakah jalan yang aku pilih ini benar? Lalu aku bertemu denganmu, Hyung. Kau menerimaku karena itu aku. Menawarkan persahabatan yang sangat tulus. Dan aku tersentuh. Gomawo, Luhan Hyung, karena bisa menerimaku yang seperti ini, dan tetap bersahabat denganku. Mawar kuning ini, lambang dari persahatan kita ^^

Luhan tersenyum saat membacanya. 'Tentu saja aku akan tetap menerimamu. Bukan karena aku jatuh cinta padamu. Bukan karena kita berada di kapal yang sama. Tapi karena kau adalah sahabatku,' batin Luhan. Dia kemudian kembali meneruskan perjalanannya sambil terus menciumi Mawar kuning di tangannya.

Setelah beberapa waktu berjalan, another little girl kembali menghampirinya dengan bunga dan memo di tangannya. Seperti gadis kecil sebelumnya, gadis kecil ini juga mencium pipi nya sebelum pergi. Luhan membuka memo tersebut dan membacanya.

'H'

Hari-hariku selalu terasa indah saat aku bersamamu. Saat kita masih menjadi teman chatting dulu, saat kita bertemu dan sering menghabiskan waktu bersama, dan saat ini, saat kita telah menjadi sepasang kekasih. Hanya dengan satu senyumanmu saja, rasanya semua rasa penat, rasa lelah, dan tekanan yang aku dapatkan dari tugas-tugas kuliahku hilang seketika. Setiap kali aku menghabiskan waktu denganmu, rasanya aku melupakan semua kesedihanku. Yang aku rasakan hanya kebahagiaan. Entah apa yang telah kau perbuat padaku. Tell me, Lu. Apakah kau menyihirku? Karena setiap kali aku berada di dekatmu dan melihat mata indahmu, aku seperti tenggelam di dalamnya. Dan itu terasa sangat nyaman. Mawar pink ini melambangkan rasa terima kasihku atas semua kebahagiaan yang ku dapatkan darimu selama ini. Aku sangat menyayangimu, Lu. Gomawo ^^

Lagi-lagi Luhan tersenyum saat membacanya. Pipinya sudah merona sejak membaca memo pertama dari Sehun. Luhan memegang erat kedua bunga yang berada di tangannya, seolah-olah itu adalah hal yang paling berharga dalam hidupnya, dan melanjutkan perjalanannya. Namun baru beberapa langkah, lagi-lagi dia mendapatkan memo dan bunga. Hanya saja kali ini bukan dari gadis kecil. Melainkan seorang remaja. Mungkin SMA, pikirnya.

'S'

Setiap hari, aku akan terbangun dengan memandang wajah manismu di layar ponselku. Tidak sabar untuk segera bertemu denganmu. Melihat tingkah manjamu, kepolosanmu, bahkan kedewasaanmu. Dan setiap aku melangkahkan kakiku keluar dari rumahku, aku akan berkata dan berjanji pada diriku sendiri kalau hari itu aku akan membuatmu selalu tersenyum lagi, dan lagi. Dan setiap malam, aku akan tertidur dengan mengingat senyuman manis yang kau berikan padaku hari itu. Mawar merah hati ini, melambangkan keindahann yang terpancar darimu saat kau tersenyum, Lu. Karena itu, tetaplah tersenyum Xiao Lu. You look so beautiful when you do.

'Oh Sehun pabbo! Kalau aku terus tersenyum, aku akan terlihat seperti orang gila!' ucapnya dalam hati. Namun dia tidak bisa menghentikan bibirnya untuk tersenyum. Tidak dengan semua kata-kata manis dari Sehun yang dituliskannya untuknya. 'Kau membuatku semakin mencintaimu, Sehun-ah!'

Setelah bunga ketiga, Luhan melanjutkan perjalanannya dengan tenang. Tidak ada yang tiba-tiba menghentikan langkahnya seperti sebelumnya. Baru saat Luhan berada di depan gedung apartemen Sehun, salah seorang Security Guard menghampirinya dan memberikan bunga dan memo untuknya. Luhan mengucapkan terima kasih dan membungkukkan badannya sebelum Security itu meninggalkannya.

'E'

Entah kau menyadarinya atau tidak, tapi setiap harinya, kau membuatku semakin menyukaimu, Lu. Semakin jatuh dalam pesonamu. Semakin jauh ke dalam, hingga rasanya aku tidak bisa kembali ke permukaan lagi. Jantung ini berdetak cepat tiap kali aku berada di dekatmu. Lebih cepat lagi saat aku menautkan jemari tangan kita dan menggenggamnya erat. Bertambah cepat saat aku memelukmu dan menenggelamkanmu di dalam pelukanku. Dan semakin cepat hingga rasanya dia akan segera keluar dari tempatnya saat aku mengecap rasa manis di bibir cherry mu. Dan Daisy putih ini melambangkan perasaanku padamu yang terus tumbuh dan berkembang setiap harinya. Kau membuatku gila, Little Deer ^^

Luhan tidak bisa menggambarkan perasaan bahagia yang dirasakannya saat membaca memo dengan bunga Daisy putih ini. Benarkah Sehun memiliki perasaan yang seperti itu untuknya? Luhan berlari dengan tergesa menuju lift yang akan membawanya menuju lantai kamar Sehun. Lantai 12.

Saat dia sampai di depan kamar Sehun, Luhan segera mememcet bel. Berharap Sehun akan segera keluar menghampirinya. Namun setelah berkali-kali dia memencetnya, pintu itu tidak kunjung terbuka. Luhan melirik jam di tangannya. Pukul 06.10. Karena itukah Sehun tidak membukakan pintu?

Tiba-tiba dia merasa seseorang menarik keliman jaketnya. Luhan menoleh ke arah pelaku dan melihat seorang anak kecil, sama seperti sebelum-sebelumnya, dengan bunga dan memo di tangannya.

'H'

Hanya karena kebodohan dan keegoisanku, aku membuatmu menunggu. Memintamu untuk menerima hatiku yang belum pasti. Hatiku yang masih goyah. Memintamu untuk selalu mencintaiku disaat aku sendiri belum bisa memberikan cintaku. Aku bisa merasakan kalau hatimu terluka karenaku, Lu. Hatimu sakit. Aku tahu kalau kau selalu meneguk kekecewaamu setiap kali aku tidak bisa membalas pertanyaan cintamu dengan jawaban yang seharusnya. Membuatmu harus menahan air matamu. Tapi kau tetap ada di sampingku dan menungguku dengan semangat dan cintamu. Kau memberikanku kekuatan dalam meyakinkan hatiku, Lu. Anggrek merah ini, melambangkan semangat dan kekuatan dari cintamu yang membuatku luluh. Dan hari ini aku ingin berhenti untuk bertindak bodoh dan egois, Lu. Aku ingin berhenti menjadi orang bodoh yang selalu menyakiti hatimu tanpa aku sadari :'(

Di balik memo itu, tertulis 6 digit angka. Apakah itu password apartemen Sehun? Well, apa salahnya mencoba kan? Luhan pun mencobanya dan berhasil pintu apartemen Sehun terbuka. Luhan tidak percaya dengan apa yang terjadi. 200490. Sehun menggunakan tanggal lahirnya.

Luhan memasuki apartemen Sehun dan menutup kembali pintunya. Dia segera mencari Sehun di setiap ruangan yang ada. Saat Luhan membuka pintu kamar Sehun, sebuah paket dengan bungkus kado yang sama dengan yang ada di rumahnya sebelumnya tergeletak rapi di atas kasur Sehun. Luhan segera meraihnya, membukanya dan melihat isi paket tersebut.

Sebuah Hoodie putih dengan printing I Love S yang menggunakan tinta hitam. Luhan mengambilnya dan sebuah memo terjatuh dari Hoodie tersebut.

Pakailah. Aku menunggumu di atap ^^

Luhan tidak membuang waktu lagi. Dia melepaskan jaketnya, memakai Hoodie tersebut dan segera berlari menuju atap gedung. Hampir saja melupakan coklat Valentine nya yang ada di paper bag yang diletakkan di meja ruang tamu tadi. Luhan meletakkan semua bunga dan memo yang didapatkannya tadi ke dalam paper bag yang dibawanya.

"Hyung!"

Saat dia berjalan menuju lift yang akan membawanya ke atap gedung, ada yang memanggilnya. Dan Luhan mengenal suara itu.

"Kalian? Sedang apa di sini?" tanya Luhan saat melihat Baekhyun dan Kyungsoo yang berlari menghampirinya.

"Hosh hosh. Kenapa kau sudah sampai Hyung? Kami hampir saja terlambat," ucap Kyungsoo membuat Luhan bingung. Apa maksudnya?

"Aigooooo. Hyungku imut sekali. Aku tahu kalau Hoodie ini akan terlihat manis padamu," ujar Baekhyun bangga. "Apa maksudmu?" tanya Luhan bingung.

Baekhyun dan Kyungsoo saling melempar senyum sebelum menjawabnya. "Aniya Hyung. Tidak usah dipikirkan. Kami kesini hanya ingin memberikan ini." Baekhyun lalu menyerahkan bunga dan memo yang ada di tangannya pada Luhan. Luhan terlihat ingin mengatakan sesuatu sebelum Kyungsoo menghentikannya.

"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, Hyung. Chanyeol Hyung dan Suho Hyung menunggu kami di bawah. Have fun Hyung!" ucap Kyungsoo kemudian berlalu meninggalkan Luhan. Kemudian disusul oleh Baekhyun, namun tidak sebelum mengerlingkan matanya pada Luhan.

Luhan segera membaca memo yang ada di tangannya saat dia berada di dalam lift.

'U'

Untuk semua kebodohan dan keegoisanku. Untuk setiap tetes airmata yang mengalir di pipimu karenaku. Aku benar-benar ingin meminta maaf padamu, Lu. Maafkan aku yang menyakiti perasaanmu, mungkin, hampir setiap hari. Maafkan aku yang terkadang tidak peka dengan kesedihan yang kau rasakan akibat perbuatanku. Maafkan aku yang membuatmu menunggu dalam ketidak pastian, di saat seharusnya kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku. Bunga Tulip putih ini menggambarkan seberapa besar aku ingin meminta maaf padamu :( Dan maafkan aku karena baru bisa mengatakannya sekarang, disaat seharusnya aku mengatakannya lebih awal.

Ting

Saat pintu lift terbuka, Luhan disambut dengan sebuket Mawar merah yang diletakkan di depan pintu lift. Luhan segera mengambilnya dan membaca memo yang berada di dalam buket Mawar tersebut.

'N'

NADO SARANGHAE, LUHAN!

Aku rasa aku tidak perlu menjelaskan arti dari Mawar merah, kan? ^_^

Luhan segera berlari menuju pintu yang menghubungkannya dengan atap gedung. Dia ingin segera menemui Sehun. Dia ingin memeluknya, meluahkan semua kebahagiaan yang dirasakannya sekarang. Saat berada di depan pintu, Luhan mengambil nafasnya dan membuka pintu tersebut.

Apa yang dilihatnya di balik pintu tersebut membuatnya membeku di tempatnya berdiri. Membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Lidahnya tiba-tiba terasa kelu walau hanya untuk menyebut nama Sehun. Bagaimana tidak? Atap gedung itu telah berubah menjadi tempat dinner paling romantis menurut Luhan.

Di sana terdapat sebuah meja dengan dua kursi yang terletak bersebrangan di tiap sisinya. Di atas meja telah tersedia makanan untuk dinner mereka, Strawberry Cake favoritnya dan dua gelas Bubble Tea. Tiga buah lilin diletakkan di antara semua makanan, di tengah-tengah meja. Lampu-lampu kecil yang becahaya di sepanjang pagar pembatasnya membuat suasana menjadi lebih romantis.

Alunan suara lagu favorit Luhan terdengar dari loud speaker yang terletak tak jauh dari meja makan. Dan jangan lupakan Sehun yang berdiri di samping meja dengan sangat tampan. Sehun mengenakan jeans abu-abu dan Hoodie yang hampir sama seperti miliknya. Bedanya, Hoodie Sehun berwarna hitam dengan printing I Love L yang menggunakan tinta putih. Luhan baru menyadarinya, mereka menggunakan couple Hoodie.

Sehun menatap lurus pada Luhan dengan senyuman termanis yang pernah Luhan lihat. Sebuah boneka berbentuk hati dengan tulisan HunHan bertengger manis di antara kedua tangannya. Membuat Luhan semakin membeku di tempatnya dan speechless dibuatnya.

Melihat Luhan yang sepertinya terpaku di tempatnya, Sehun tersenyum manis dan menghampiri Luhan. Dia meraih tangan Luhan dan membimbingnya menuju meja makan mereka. Meraih paper bag dan Mawar yang dibawa Luhan. Dia meletakkan paper bag dan boneka berbentuk hati yang dipegangnya di atas meja, kemudian meletakkan buket Mawar di atas boneka tersebut. Luhan masih terpaku.

Sehun kembali berdiri di depan Luhan dan menatap mata Luhan. "Kau menerima semua memoku?" tanya nya. Luhan mengangguk.

Perlahan Sehun meraih kedua tangan Luhan dan menggenggamnya erat dengan tangan kanannya dan mengusap pipi Luhan yang mulai dibanjiri air mata dengan tangan kirinya. "Aku tahu, kalau aku melakukan banyak kesalahan padamu selama dua bulan ini. Aku sering mengecewakanmu dan membuatmu bersedih walaupun aku telah berjanji untuk membuatmu bahagia. Mungkin juga, aku memang bukan kekasih terbaik untukmu selama dua bulan ini. Namun, mulai hari ini, aku benar-benar berjanji akan membahagiakanmu semampuku, Lu."

Sehun melepaskan genggamannya dari tangan Luhan dan membawanya pada pipi Luhan yang telah basah. Dia menangkup wajah Luhan dengan kedua tangannya dan mengusap air mata Luhan. Sehun menatap lurus pada mata indah Luhan sebelum melanjutkan kata-katanya.

"Aku mencintaimu, Luhan. Saranghae. Dan kali ini, aku ingin mengatakannya dengan layak." Sehun menarik nafasnya dalam-dalam, "Be My Valentine, Xiao Lu?" tanya Sehun membuat air mata Luhan terus mengalir dari mata indahnya. Luhan membuka mulutnya seperti ingin mengatakan sesuatu, namun dia menutupnya lagi saat dirasanya kalau dia tidak bisa mengatakan apa-apa saat itu.

Luhan segera melingkarkan tangannya pada leher Sehun dan memeluknya erat. Dia menganggukkan kepalanya berkali-kali, sebagai jawaban atas pertanyaan Sehun. Air matanya mengalir lebih deras lagi. Air mata bahagia. Luhan, tidak pernah merasa sebahagia ini dalam hidupnya. Oh Sehun membalas cintanya!

Sehun tersenyum manis dan membalas pelukan Luhan. Dia mengusap-usap punggung Luhan dengan sangat pelan agar Luhan berhenti menangis.

Setelah beberapa menit dengan posisi seperti itu, akhirnya tangisan Luhan mereda. Sehun melonggarkan pelukannya dan menghapus air mata Luhan dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya masih melingkar posesif di pinggang Luhan. Tangan Luhan juga masih melingkar di leher Sehun.

Perlahan namun pasti, Sehun menghapus jarak antara mereka dan mencium bibir Luhan. Melumatnya pelan. Saat dirasakannya kalau Luhan membalas ciumannya, Sehun menjilat bibir Luhan. Seolah meminta persetujuan dari Luhan untuk melanjutkan ciumannya menuju level berikutnya.

Luhan sedikit kaget saat Sehun menjilat bibir bawahnya. Pasalnya, selama ini, Sehun tidak pernah menciumnya dengan lidahnya. Hanya lumatan-lumatan kecil dan lembut di bibirnya. Namun dia tetap membuka mulutnya, mengundang lidah Sehun untuk mengeksplore 'wet cavern' nya. Luhan mendesah kecil saat lidah Sehun menjelajahi langit-langit mulutnya.

Sehun terlihat sangat menikmati ciumannya. Bibir Luhan benar-benar menjadi candu tersendiri baginya. Kalau bukan karena tangan Luhan yang berpindah dari lehernya dan beralih menepuk-nepuk pelan dadanya karena kurangnya asupan oksigen, Sehun yakin sekali kalau dia tidak akan mau melepaskan ciumannya.

Sehun menatap wajah Luhan yang sedikit tertunduk karena malu. Bibir plump nya yang sedikit membengkak, dan pipinya yang telah memerah sempurna. Luhan terlihat sangat manis saat ini. Sehun benar-benar jatuh cinta pada Luhan.

Sehun meraih dagu Luhan agar menatapnya. "Kita makan sekarang? Aku yakin kalau kau belum makan dari tadi, dan aku tidak ingin kau sakit," ucapnya. Luhan hanya mengangguk dan menuruti apa yang Sehun katakan.

Sehun menarikkan kursi untuk Luhan, kemudian berjalan menuju kursinya di depan Luhan dan menyalakan lilin yang ada di atas meja. "Cobalah! Aku jamin tidak ada racunnya," ucap Sehun membuat Luhan tersenyum.

"Kau membuat semua ini sendiri?" tanya Luhan tak percaya. "Tentu saja," jawab Sehun. "Tapi masakannya dibantu oleh Kyungsoo Eomma. Hehehehe," lanjutnya.

'Hmmmm, jadi tadi pagi Kyungsoo ke sini? Berarti Baekhyun juga ke sini," pikir Luhan.

"Jadi, bagaimana?" tanya Sehun tiba-tiba. Luhan memiringkan kepalanya bingung. "Kau menyukainya, Lu? Kejutanku?" tanya nya lagi.

Luhan tersenyum sangat manis mendengar pertanyaan Sehun dan menganggukkan kepalanya. "Absolutely!" jawabnya mantap.

Setelah acara dinner selesai, Sehun dan Luhan berdiam di atap cukup lama. Duduk bersebelahan dengan kepala Luhan di bahu Sehun, memandang langit dan bintang-bintang, meresapi momen indah mereka sambil memakan coklat yang dibuat Luhan. Saat malam semakin larut, Sehun membawa Luhan kembali ke apartemennya tanpa membereskan semua yang ada di atap terlebih dahulu. Saat Luhan bertanya mengapa, Sehun hanya tersenyum sebagai jawabannya.

Saat ini, mereka sedang berbaring di ranjang Sehun. Karena sudah larut, Luhan kembali menginap di apartemen Sehun. Seperti biasa, Luhan menjadikan tangan Sehun sebagai bantalnya, dan Sehun yang melingkarkan tangannya di pinggang Luhan.

"Sehun-ah," panggil Luhan dalam pelukan Sehun. "Hmm?"

"Say it again!" ucapnya. "Bisakah kau mengatakannya lagi?" pinta Luhan membuat Sehun bingung. Namun detik berikutnya, dia paham apa yang diminta Luhan. Sehun mendongakkan wajah Luhan dan melumat bibir Luhan lembut.

"Saranghae, Xiao Lu!" ucapnya saat melepaskan ciumannya. "Saranghae!" Sehun mengecup bibir Luhan sekilas. "Wo Ai Ni!" satu kecupan lagi. "I Love You!" dan satu kecupan lagi. "Aku Mencintaimu. Saaaaaaangat mencintaimu!" ucapnya kemudian mencium bibir Luhan lagi, namun kali ini agak lama. "Apa masih kurang?" tanya nya.

Luhan menggelengkan kepalannya dan menyembunyikan wajahnya yang merona di dada Sehun. Sesungguhnya dia bahkan mau kalau harus menghabiskan malamnya dengan Sehun yang mengucapkan kata itu terus menerus. Namun jantungnya tidak kuat. Jantungnya serasa akan segera melompat dari dadanya saat mendengar ungkapan cinta dari Sehun untuknya. Ditambah lagi, Sehun memberikan bonus satu ciuman di setiap pernyataan cintanya. Luhan merapatkan badannya lebih dekat lagi pada tubuh Sehun, menyamankan posisinya dan memejamkan matanya.

"Nado Saranghae, Sehun-ah!" ucapnya sebelum tertidur nyenyak dalam pelukan kekasihnya. Namun, dia masih sempat merasakan Sehun mencium puncak kepalanya dan mengucapkan selamat tidur padanya.

Jaljayo, My Love!

~O.O~

Seorang namja manis terlihat sedang menekan beberapa digit angka di ponselnya, sepertinya ingin menghubungi seseorang. Wajahnya terlihat senang saat orang di seberang menjawab panggilannya.

"Yeoboseyo? Minseok Hyung!" ujarnya senang. "..."

"Bagaimana kabarmu di Seoul? Kau tahu? Rencananya aku akan datang ke Seoul awal bulan nanti, Hyung." "..."

"Hmmm, hanya ingin bermain dan mengunjungi seorang teman." "..."

"Arrasseo. Kalau begitu, sampai jumpa nanti, Hyung!" ucapnya sebelum memutus sambungan telefon. Namja itu meraih sebuah figura yang diletakkannya di nakas tempat tidurnya. Dia menatap namja tampan yang berpose bersamanya di dalam foto itu dengan tatapan rindu.

"Sehunnie, aku akan datang ke Seoul. Kau pasti akan senang saat bertemu denganku, kan? Aku juga merasa sangat senang, Sehunnie!" ucapnya.

'Kau tahu? Aku telah melakukan kesalahan besar karena melepasmu saat itu. Karena itu, kali ini, aku tidak akan melepasmu lagi, Sehunnie. Aku, pasti akan mendapatkamu lagi!'

~O.O~

TeBeCe

A/N:

Allooohhhaaaaaaa!

#tebarvideoValentineHunHan

Liyya datang lagiiii. Well, ini chapter terpanjang sepanjang sejarah 'The One'. Mau bagaimana? Rasanya gak tega walau hanya menghilangkan satu kalimat -_-

Gimana Valentinenya HunHan? Kurang manis kah? Kurang panjang kah? Kurang banyak kah? Hehehehe :)

Tebak siapa yang muncul di akhir ceritaaaa! *winkwink*

Para HunKai Shipper, chapter depan mulai berjaya. Dan para HunHan Shipper, Liyya cuma bisa bilang, "Yang Sabar Yaaaa!" Liyya juga HunHan Shipper kok :'(

Thank you bangeeeetttt, buat readers sekalian yang sudah berkenan membaca apalagi yang berkenan RCL ff abal-abal saya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #bow90°

Balasan Review:

: sukur deh kalau g mengecewakan ^^ tuh Kai sudah ada penampakannya looohhh,, :)

gomawo udah review ^^

RirinSekarini: Asek aseeekkk, yang jodoooh ;) ini udah update, moga suka ya

Gomawo udah review ^^

Little Deer: HunBaekSoo emang persahabatan paling kereennn ;) Sehun udah jujur tuh di chap ini, semoga suka ya

Gomawo udah review ^^

Ferinaref: weeeiiittt,, mau gimana? Kkamjong udah minta untuk dimunculkan nooh. Ntar Liyya di-teleport ke kutub lagi -_-

Gomawo udah review ^^

Mitahunhan: Omoooo…! I Love you too, saeeeng ^_^

Gomawo udah review ^^

fieeloving13: Selamat yak arena tebakanmu benaarrr,, #ciumjauhdariSehun ^_^

Gomawo udah review ^^

dian deer: Luhan emang sedih, senang, sedih, senang terus hidupnya :'( hehehehe

gomawo udah review ^^

asroyasrii: gwaenchanna :) gomawo udah baca ya,, #ikutanASOLOLE

gomawo udah review ^^

Shizuluhan: gpp kok saeng :) tugas sekolah didahulukan deh,, Chapter ini Sehun sudah jujur loooh, SeKai vs KrisHan? Hhehehe

Gomawo udah review ^^

ChickenKID: kyaaaaaaa . eon suka banget komennyaaa :) moga chap ini saeng juga suka yaaa

Gomawo udah review ^^

ajib4ff: gpp eooon, hehehehe. Lulu genit? Ketularan Sehun tuuh, hehehe

gomawo udah review ^^

chyshinji0204: yaaah, eonnie juga mau kalo itu maah -_- Luhan ketemu cameeer ooyyy #teriakpaketoa

gomawo udah review ^^

KokkiBear: Annyeong new reader,, welcome yaa, semoga betah mantengin ff abal ini :)

Gomawo udah review ^^

Ryu Que: hwaatttss? #sodorinDiabetasol# HanBaekSoo emang true friendship ;)

Gomawo udah review ^^

Seperti biasa, boleh minta review nya lagi?

So, see U next chapter?

#Kiss N Hug readers satu-satu ^_^