Double Trouble

.

.

Kim Yesung

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Dll

.

Selamat hari selasa..., ada yang protes karena Hae tak pernah muncul. Sejak awal dia kan memang nggak masuk pair inti. Dia muncul hanya untuk membumbui cerita masa lalu Yeppa aja. Dan emang sengaja hanya aku munculin dalam kenangan Yesung aja. Mianhae...

Oke, selanjutnya, selamat membaca part ini. mian jika menemukan typo di sana-sini. soalnya ngetiknya sambil ngantuk dan malas ngedit.

Met baca

.

.

"Yesungie! Gwaenchana?" Kim Ryeowook berlari mendekati mereka.

"Ya! Kim Ryeowook! Aku pikir kau juga memusuhiku!"

"Aku berusaha melakukannya tapi gagal. Berterima kasihlah padaku, karena menjadi satu-satunya pendukungmu!" jawab Ryeowook.

Yesung menunjuk pada Jonghun yang menunjuk pada dirinya sendiri, mengkoreksi ucapan Ryeowook barusan.

"Jadi bukan hanya aku?"

Yesung menerjang memeluk saahabatnya. "Saranghae, Kim Ryeowook! Kau memang sahabat terbaikku!"

Setidaknya, dia masih memiliki teman untuk berbagi. Satu sahabat, ah ani, tiga, sahabat, sudah lebih dari cukup untuk melawan seribu musuh. Choi Jonghun benar. Kim Yesung, adalah namja yang beruntung.

.

Chap 10

.

Sungmin menghela nafas berat. Dia terlibat lagi dalam scandal bersama Siwon dan Kyuhyun. Tapi kali ini bukan dirinya yang jadi sorotan utama. Melainkan Kim Yesung. Entahlah, dia harus merasa lega atau iri karenanya.

Hoobaenya itu benar-benar telah mengalihkan perhatian mereka. Bukan hanya Kyuhyun, tapi juga Siwon yang bahkan tak bisa Sungmin takhlukkan. Lalu apa kelebihan namja itu dibanding dirinya?

"Jadi benar kau dan Kyuhyun hanya pura-pura bertunangan?"

Langkah Sungmin terhenti mendengar suara itu. Dia mulai membenci dirinya sendiri yang entah sejak kapan menjadi penguntit. Ah, lebih tepatnya, dia tertarik untuk mendengarkan pembicaraan pribadi orang lain.

Dan entah apa yang ia pikirkan, ia tanpa sadar ia telah mengendap-endap mendekati Yesung dan Ryeowook serta Jonghun yang sedang bercakap-cakap, sambil menyalakan perekam di Hpnya.

"Nde...,"jawab Yesung lemah. "Tuan dan nyonya Cho berjanji padaku akan membiayaiku sekolah ke Eropa, jika aku bersedia membantu menepis gosip yang terjadi saat itu," jawab Yesung.

"Aigo..., kau memang terlalu naif, Kim Yesung!"

"Aku tahu. Dan tanpa sepengetahuan mereka, aku justru mengkhianati Cho Kyuhyun dan menduakannya dengan Siwon hyung. Aku memang bersalah."

Klik! Sungmin mematikan perekamnya saat melihat beberapa siswa berjalan ke arahnya, lalu meninggalkan tempat persembunyiannya.

"Lalu, apa yang sebenarnya kau rasakan, Kim Yesung?" tanya Wookkie.

"Ne?" ucap Yesung tak mengerti.

"Siapa yang kau sukai diantara mereka? Ani, lebih tepatnya, siapa yang kau cintai diantara mereka?"

Yesung tersentak. "Itu..., aku..."

Kim Ryeowook mendengus kesal. "Sudah aku duga. Sejak awal perasaanku mengatakan, kau akan merepotkanku. Dan terbukti kan? Sejak awal aku sudah mengatakan semua ini tak akan berakhir baik. Kau saja yang tak mau mendengar ucapanku kan?!" gerutunya.

"Mianhae...," sesal Yesung.

Jonghun tak menyahut. Hanya menatap mimik wajah Yesung yang tertunduk. Dia sudah bisa menebaknya. Tentang siapa yang lebih Yesung cintai. Hanya saja, siapapun mereka, sepertinya Yesung tak ingin mencoba meraih cinta itu.

"Kim Yesung, apa kau yakin, kau tidak akan memilih satu pun?" tanya Jonghun.

Yesung tersentak. Namun kemudian mengangguk meski sedikit ragu. Membuat si penanya menghela nafas pasrah.

Ketiga namja itu terdiam. Tenggelam dalam lamunan masing-masing. Dua diantaranya tengah mencari solusi apa yang hendak mereka usulkan. Sementara yang satu justru merasa keputusannya telah final.

"Wookkie'ah, bisakah aku minta tolong?" akhirnya sang sumber masalah buka suara.

"Soal?" dahi Wookkie berkerut.

"Aku mau kabur dari sekolah hari ini," jawab Yesung datar.

"Mwooo?!" sentak Wookkie tak percaya. Yesung yang selalu taat peraturan ingin membolos?

"Pakai ini," ucap Jonghun sambil melempar kunci mobilnya pada Yesung. Ia sudah menduga sebelumnya.

"Sunbae!" protes Wookkie.

"Jika dia keluar begitu saja, pasti akan ketahuan wartawan yang telah menunggu di depan gerbang," ucap Jonghun.

"Tapi bukan itu masalahnya!" ucap Wookkie super kesal.

"Aku tahu, tapi dia perlu waktu untuk sendiri, Kim Ryeowook!"

"Tapi kan..."

"Gomawo, Jonghun hyung. Aku pergi, ne!"

"Ya! Kim Ye-"

"Biarkan saja. Ia hanya perlu mengumpulkan keberaniannya saja."

Ryeowook menoleh menatap Jonghun. "Maksud sunbae?" tanyanya bingung.

"Dalam hatinya, dia telah memilih. Tapi dia tak ingin mengungkapkannya. Dia terlalu takut untuk bersikap egois."

Alis Ryeowook bertaut mendengar ucapan kakak kelasnya. "Maksudnya?"

"Dan jika kau mau, kau bisa membantunya dengan mencari tahu, siapa yang lebih mencintainya diantara kedua namja itu."

"Jeongmal? Apa sunbae juga akan membantuku?"

"Ani. Lakukan saja sendiri. Tugasku hanya membantu HongGi menjaga Kim Yesung. Bukan ikut campur untuk urusan itu," ucap Jonghun seraya beranjak meninggalkan Wookkie yang bengong mendengar ucapannya.

"Ya! Dasar sunbae plin-plan!" makinya.

Dan yang dimaki sama sekali tak peduli.

..

Siwon mengedarkan pandangannya mencari sosok Yesung. Tapi ia tak menemukannya di manapun. Bahkan ponselnya juga tidak aktif.

"Baby dimana kau sekarang, eoh?" ucapnya lirih. "Cho Kyuhyun! Jika terjadi sesuatu pada Yesungie, maka aku tidak akan memaafkanmu!" geramnya.

Ngiiiiinggg!

Kyuhyun menutup telinga kirinya yang berdenging. Kata orangtua, itu tanda seseorang tengah mengumpat di belakangnya.

"Cih! Apa Choi Kuda itu sedang memakiku?" ucapnya sambil terus mencoba mengirim pesan pada Yesungnya. "Kim Yesung! Apa kau sedang bermain-main denganku, eoh?" geramnya.

Dengan langkah cepat, Kyuhyun berjalan kembali ke kelasnya. Dia berharap akan menemukan Yesung di sana. Tapi baru beberapa langkah, ia justru menabrak seseorang.

"Argh!" erang namja yang ditabraknya.

"Minnie hyung? Mianhae, aku tidak sengaja. Apa kau terluka?" tanyanya cemas.

"Ani, hanya..., sepertinya kakiku keseleo," ucap Sungmin sambil meringis kesakitan.

"Benarkah? Apa sakit?"

Sungmin menggeleng. "Aku baik-baik sa-, arghh!" erangnya lagi saat mencoba berdiri.

"Biar aku bantu," ucap Kyuhyun seraya mengangkat tubuh Sungmin dan menggendongnya menuju ruang kesehatan.

Sungmin melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun, saat namja tampan itu menggendongnya. Sebuah senyum tipis tampak menghiasi bibirnya. Dia bahagia, Cho Kyuhyun masih mencemaskannya. Bukankah artinya ia masih punya kesempatan?

Tanpa keduanya sadari, seseorang mengabadikan momen itu dan mengunggahnya ke internet. Dan dalam hitungan menit, masalahpun bertambah. Sementara orang-orang yang tengah terlibat dalam masalah itu, justru tak menyadarinya sama sekali.

.

-double trouble-

.

Heechul meremas koran yang memuat berita tentang adik kesayangannya di halaman muka, dengan foto besar, dan judul yang besar pula, dengan kesal. Dia benar-benar marah pada dua namja pengacau yang telah melibatkan adik manisnya dalam perselisihan abadi mereka itu. Bagaimana mungkin mereka bisa diam saja saat Yesung menjadi bahan cacian publik?

"Dua Pangeran yang memperebutkan anak pelayan, eoh? Memangnya apa hebatnya jadi pangeran? Memangnya apa dosa jadi anak pelayan? Bahkan Yesung sudah berusaha menjadi kamuflase agar nama keluarga mereka tidak tercoreng, tapi ini apa? Cho Kyuhyun! Bukankah kau bilang kau akan melepaskan adikku sebelum terjadi masalah? Choi Siwon, bukankah kau berjanji akan melindungi senyum adikku? Apa kalian benar-benar bosan hidup?" gerammya bermonolog.

Lalu dengan menahan panas di hati dan kepalanya, Kim Heechul naik ke bus yang akan membawanya menuju ke sekolah adiknya. Dia berniat memberi pelajaran pada dua namja yang telah membuat nama adiknya begitu buruk di depan publik.

Sementara itu kembali kepada Kyuhyun yang tengah menunggui Sungmin yang diobati di ruang kesehatan.

"Dia baik-baik saja. Hanya sedikit memar. Kalian bisa kembali ke kelas sekarang," ucap dokter sekolah setelah memberikan obat anti memar di kaki Sungmin.

"Gamsahamnida," ucap Sungmin.

"Ayo, aku akan mengantarmu ke kelas," ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya pada Sungmin.

Dengan wajah sedikit merona, namja manis itu menyambut uluran tangan Kyuhyun, dan membiarkan namja tampan itu memapahnya keluar dari ruang kesehatan.

"Kyu...," ucap Sungmin lirih.

"Ne?"

"Mianhae."

"Soal apa?"

"Karena tak pernah membalas perasaanmu. Karena tak pernah menyadari betapa kau begitu berharga untukku. Mianhae..."

Kyuhyun menghentikan langkahnya, yang membuat langkah Sungmin pun terhenti karenanya.

Namja tampan itu tersenyum. "Itu bukan hal penting lagi sekarang," jawabnya.

"Ne?" ucap Sungmin tak mengerti.

"Aku senang hyung menyadarinya, aku cukup senang hyung mulai menyadari bahwa aku selalu ada untukmu. Tapi..., sekarang hal itu tak berpengaruh apa-apa lagi."

"A-apa? Maksudmu kau...? Bukankah pertunangan itu hanya pura-pura?"

Kyuhyun tersentak. "Apa?"

"Kim Yesung tak pernah mencintaimu kan? Aku tidak ingin kau terluka karena mencintainya."

"Apa yang sedang kau bicarakan, hyungie?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mengeluarkan ponselnya. Memutar pengakuan Yesung bahwa dia terpaksa menyetujui permintaan orangtua Kyuhyun untuk bertunangan dengannya hanya semata-mata untuk mendapatkan imbalan dari keluarga Cho.

"Dia tidak tulus padamu, Kyu. Dia hanya memanfaatkanmu. Aku tidak ingin kau terluka karena namja itu," ucap Sungmin sambil menangkup wajah Kyuhyun.

Sejenak si tampan tak bersuara. Namun kemudian ia mulai tersenyum.

"Hyung, apa kau memberitahuku tentang hal ini karena mencemaskanku sebagai sahabat, atau karena hyungie mulai mencintaiku?" tanyanya sambil menarik tangan Sungmin di wajahnya.

"Aku..."

"Apapun itu, aku sangat menghargainya. Tapi..., semua yang Yesung lakukan itu..., aku tidak peduli."

"M-mwo? Tapi dia memanfaatkanmu, Kyu! Dia juga telah mengkhianatimu!"

"Ani. Karena sebelumnya aku juga telah memanfaatkannya untuk membuatmu cemburu."

"Apa?"

"Dan aku juga tahu, dia menduakanku. Karena sebelumnya, aku berpikir untuk terus mengejarmu, jadi aku membiarkannya berkencan dengan Choi Siwon."

"Lalu..., soal kuliah di Eropa?"

Kyuhyun tersenyum. "Bahkan dari awal dia telah menegaskannya padaku, bahwa dia tidak tertarik padaku. Dia hanya ingin mendapatkan imbalan dari orangtuaku. Jadi aku juga tahu soal itu."

"Ja-jadi kau..."

"Ne, aku benar-benar mencintainya. Lebih dari rasa cintaku padamu, hyung. Aku tidak peduli bahkan jika sampai sekarang dia hanya memanfaatkanku, karena aku akan membuatnya menatap hanya padaku."

"Tapi..."

"Tenang saja, hyung. Aku tidak akan membiarkannya melukaiku. Karena dia tercipta untuk menyempurnakanku, bukan untuk melukaiku. Aku, pasti akan membuatnya menyadari, bahwa hanya Cho Kyuhyun yang tertakdir untuknya."

Sungmin terkesiap mendengar ucapan Kyuhyun. Ternyata dia salah. Perhatian Kyuhyun padanya, telah berubah.

"Ayo, aku akan mengantarmu sampai ke kelas," ucap Kyuhyun.

"Tidak perlu."

"Waeyo?"

"Kau jenius kan? Jadi kau pasti mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Jadi tinggalkan aku," ucap Sungmin tanpa menatap Kyuhyun.

"Kau yakin, hyung?"

"Ne. Pergilah. Jangan biarkan harga diriku jatuh lebih dalam lagi. Aku mohon," ucap Sungmin dengan mata berkaca-kaca.

"Arraseo. Mianhae, karena telah membuatmu terluka."

Kyuhyun berbalik meninggalkan Sungmin yang terpaku. Sesaat setelahnya, tubuh namja manis itu limbung dan jatuh terduduk di koridor kelas.

"Lagi-lagi...," ucapnya.

Lagi-lagi ia terluka. Dulu karena Choi Siwon, dan sekarang karena Cho Kyuhyun. Andai sejak awal ia menyadari betapa Kyuhyun begitu berharga, pasti dia tak akan memaksa untuk mengejar cinta Choi Siwon yang tak pernah nyata untuknya.

..

Baru saja Choi Siwon hendak kembali ke kelasnya setelah tak menemukan Yesung, saat melihat Sungmin yang terduduk di lantai. Namja tampan itu memutuskan untuk mendekatinya.

"Gwaenchana?" tanyanya.

Sungmin mendongak sebentar menatapnya, lalu kembali menunduk.

Siwon berjongkok di samping namja manis itu. Sedikit mengernyit saat melihat pergelangan kaki namja manis itu yang membengkak.

"Kau baik-baik saja? Kakimu kenapa?" tanyanya cemas.

"Luka di hatiku bahkan lebih parah, Choi Siwon. Apa kau tidak ingin tahu?" ucap Sungmin terkesan dingin.

"Mwo?" tanya Siwon tak mengerti.

"Wae? Kenapa aku terlalu bodoh mengharapkan cinta darimu dan menyiakan cinta Kyuhyun padaku? Dan sekarang tak satupun cinta itu yang bisa aku miliki? Apa salahku? Kenapa kalian berdua muncul di kehidupanku jika hanya untuk persinggahan saja? Pada akhirnya kalian justru memilih mengejar cinta lain? Wae?! Malhaebwa!" ucap Sungmin sambil mencengkram kemeja Siwon.

Namja tampan itu tak menjawab. Hanya menarik tubuh Sungmin ke dalam dekapannya.

"Mianhae. Maaf karena membuatmu terluka. Hanya bisa mengatakan itu. Karena perasaanku bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Aku mencintainya, entah sejak kapan aku tidak tahu. Tapi aku tak pernah bisa melupakannya, bahkan sejak pertemuan kami saat kecil dulu. Mianhae...," ucap Siwon.

Sungmin tak menyahut. Hatinya benar-benar terluka. Dan ia tak bisa menahannya.

"Aku menyerah. Aku tidak ingin lagi terlibat dalam kehidupan kalian. Ini terlalu sulit. Dan mungkin inipun sulit untuknya. Aku harap, salah satu dari kalian akan melepaskannya, agar dia tidak semakin terluka."

Siwon melepaskan dekapannya. "Aku tidak akan membiarkannya terluka. Tapi aku bukan orang yang akan menyerah. Dia adalah takdirku," ucap Siwon yakin.

Lee Sungmin tersenyum miris. "Kau tahu, aku pernah memiliki kebanggaan yang sama saat kalian berdua di sisiku. Dan aku menyesalinya."

"Itu karena kau salah menetapkan hatimu, Lee Sungmin. Jika dari awal kau memilih Kyuhyun, maka semua ini tidak akan terjadi."

"Arra! Aku tahu, jadi jangan menambah penyesalanku. Jika ini tak berakhir bahagia maka aku akan menertawai kebodohan kalian."

"Itu tidak akan terjadi. Lagipula kau bukan orang yang akan tega melakukannya."

Sungmin berdecih. "Cih! Kau berkata seolah sangat mengenalku."

"Aku memang mengenalmu. Kau sahabatku," ucap Siwon seraya berbalik pergi.

Sungmin tertawa lirih. Lalu menatap ponselnya. Dengan menahan rasa sesaknya, namja manis itu menghapus rekaman suara Yesung yang sempat ingin ia publikasikan. Tapi ternyata dia terlalu bodoh. Ia lebih memilih tersakiti dari pada kehilangan lebih banyak lagi. Kim Yesung tidak bersalah dalam hal ini. Jadi Sungmin tidak berhak untuk menambah bebannya lagi.

"Sunbae..., gwaenchana?"

Lee Sungmin menatap tangan yang terulur padanya, dan semakin naik ke wajah orang itu.

"Nan gwaenchana. Gomapta..."

"Kim Ryeowook, namaku Kim Ryeowook."

"Aku tahu. Kau teman sekelas 'mereka'. Gomawo, karena telah mencemaskanku," ucap Sungmin sambil mencoba berdiri, namun hampir saja ia terjatuh.

"Awas!" Wookkie menangkap tubuh itu. "Aku akan mengantarmu ke kelas."

"Tidak per-"

"Jangan sok kuat! Cukup Yesung saja yang bodoh dengan berpura-pura kuat di depan semua orang. Hingga akhirnya dia menderita sendiri. Sunbae tidak perlu malu mengatakan sakit jika memang sakit. Dan ju-"

Kalimat Wookkie terhenti saat tanpa terduga, sunbae yang bahkan tak pernah bicara padanya itu membungkamnya dengan sebuah ciuman mendadak dan tak terduga.

"Kau tahu, orang yang patah hati itu sangat berbahaya? Dan hari ini, aku bahkan dua kali patah hati. Itu membuatku lebih berbahaya. Kau salah memilih situasi Ryeowookkie," ucap Sungmin.

"A-apa?"

"Temanmu telah membuatku seperti ini, jadi jangan menyesal jika aku menjadikanmu pelampiasan kemarahanku pada mereka."

"Mwo?" sentak Wookkie seraya melepas rangkulannya di pinggang Sungmin saat membantunya berdiri tadi.

"Sudah terlambat untuk menyesal. Mulai sekarang, kau mainanku. Setidaknya aku lebih beruntung dari mereka," seringainya sambil menangkap lengan Ryeowook.

"A-ku tidak mau...!" teriak Wookkie histeris. Ia baru tahu, Lee Sungmin yang terkenal dengan sikap dan wajah manisnya, ternyata sangat mengerikan. Dia benar- benar salah memilih situasi.

..

Kyuhyun tergesa berlari ke tempat parkir sesaat setelah bel berbunyi. Kim Yesung tidak kembali ke kelas. Dan itu membuatnya sangat cemas. Terlebih lagi, foto-foto baru tentang Kyuhyun, Sungmin dan Siwon tiba-tiba menyebar di internet. Dia benar-benar mengutuk orang yang telah menciptakan kamera, handphone, internet dan sekutunya itu, yang ternyata sangat membuatnya susah. Kalau Kyuhyun bertemu mereka, pasti langsung akan dia hajar mereka.

Langkahnya ternyata bebarengan dengan kakak 'tercintanya' yang ternyata juga telah sampai di sana. Dan pasti memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari Kim Yesung.

"Menyingkir dari jalanku, Choi!"

"Sopan sekali sikapmu pada yang lebih tua, Cho?"

"Cih! Untuk apa aku bersikap sopan pada namja yang ingin merebut tunanganku?"

"Dia kekasihku, kau ingat?"

"Kau ini!"

"Apa?"

"Berhenti bertengkar tuan muda!"

Kyuhyun dan Siwon serempak menoleh mendengar ucapan itu.

"K-kim Heechul?" ucap mereka kaget.

"Dimana adikku?" tanya Heechul dengan tatapan yang seolah mengeluarkan sinar laser yang siap menguliti mereka.

"Mollayo. Aku baru saja akan mencarinya," ucap Kyuhyun.

"Aku yang akan mencarinya, Cho!"

"Apa hakmu mencari Kim Yesungku, eoh?" bentak Kyuhyun.

"Kau yang seharusnya berhenti menganggap dia milikmu, Kyu!" sahut Siwon.

"Mwo? Jangan membuatku tertawa!"

"Aku yang akan tertawa saat Yesungie menolakmu dan memilihku nanti!"

"Ya! Choi Siwon!"

"Diaaaammmm!" teriak Heechul yang diiringi jitakan mautnya ke kepala dua namja itu.

"Ya! Heenim! Aku ini tuan mudamu!" teriak dua namja di depannya bak paduan suara yang kompak.

"Cih! Kalian memang anak-anak manja! Bagaimana kalian bisa berpikir untuk menjadi pendamping adikku jika kalian masih saja bersikap kekanakan?"

"Itu..."

"Sekarang dimana Yesung? Jika sampai sore nanti dia tidak kembali, maka kalian akan mati di tanganku! Cepat cari Yesungku!" teriak Heechul dengan nada tertingginya.

"Dia milikku, Kim Heechul!" balas dua namja beda marga itu kompak.

"Apa maksud kalian? Sejak kapan Yesung jadi milik kalian, eoh? Yesung hanya milikku! Kalian mengerti?!"

"Mwo? Ap-"

Siwon membungkam mulut Kyuhyun sebelum namja itu menjawab ucapan Heechul, dan sebelum si raja iblis itu semakin murka.

"Ka-kami akan mencarinya segera, hyung. Kau tenang saja."

"Kalau begitu cepat lakukan! Baru seperti ini saja kalian sudah membuatnya menghilang. Bagaimana mungkin aku bisa mempercayakannya pada kalian? Yesungku lebih berharga dari pada harta atau ketenaran kalian. Mengerti?"

"Cih! Dasar Brother Complex!" decih Kyuhyun.

Siwon menyikut perut Kyuhyun. "Ne, aku tahu, hyung," ucapnya kemudian.

"Baiklah. Aku beri kalian kesempatan. Jika bukan karena ancaman appa, aku pasti akan menghajar kalian berdua. Dasar tidak berguna!"

Kyuhyun dan Siwon saling pandang mendengar namja cantik sekaligus tampan di depan mereka itu mengamuk pada mereka. Lalu segera kabur, masuk ke mobil masing-masing sebelum namja Kim itu menelan mereka mentah-mentah.

.

-double trouble-

.

Nada-nada lembut mengalun merdu di telinga Yesung melalui headphone yang terhubung dengan smartphonenya. Kepalanya sesekali bergerak seiring irama dengan tanpa membuka matanya.

Orang bilang musik bisa menenangkan jiwa yang sedang resah. Dan Yesung sedang mencoba untuk menenangkan pikirannya dengan mendengarkan lagu-lagu berirama pelan untuk menenangkan hati dan pikirannya itu.

.

Perpisahan memanglah menyakitkan

Namun kini tak lagi kita rasakan

Karena mungkin semua ini memang harus terjadi

Namun airmataku tetaplah saja bergulir

Hatiku merindukanmu meski pikiranku menepis rasa itu

.

Yesung tersentak karena alunan lagu di kupingnya terputus dan berganti menjadi dering panggilan. Nama sebuah foto namja tampan dengan nama pemanggil 'My Evil' terlihat di layar.

Bahkan Yesung tak menyadari kapan ia memakai foto Kyuhyun untuk foto kontak yang juga telah berganti nama itu. Seingatnya ia menyimpan nomor itu dengan nama 'Marga Cho' pun tanpa foto. Lalu bagaimana bisa sekarang...

Si manis tertawa lirih. "Dasar aneh!" ucapnya sambil menatap layar ponselnya tanpa berniat menjawab panggilan itu, sampai akhirnya panggilan itu berakhir.

Yesung berniat meletakan benda persegi panjang itu dan melanjutkan kegiatannya tadi. Tapi sekali lagi ponselnya berdering. Memperlihatkan nomor dan pemanggil yang lain. Dari Choi Siwon.

Yesung kembali mendesah. Bahkan saat ia memerlukan sedikit ruang untuk sekedar bernafas, kedua namja itu masih juga mengganggunya. Dan seperti sebelumnya, Yesung membiarkan ponselnya terus berdering sampai si penelpon memutuskan sambungannya.

Satu tarikan nafas yang dalam Yesung lakukan. Berharap sesak di dadanya akan ternetralisir oleh banyaknya udara bersih yang ia hirup. Tapi nihil. Ia tetap saja merasa tak nyaman.

"Ting tong!"

Sedikit tersentak, si manis menoleh ke arah pintu rumahnya yang tertutup. Rumah lama keluarga mereka ini jarang ia datangi. Jadi tak mungkin ada tamu kan? Atau itu salah satu dari tuan mudanya? Apa yang harus dia lkukan sekarang? Ia belum menyiapkan hati untuk bertemu mereka sekarang.

"Ting tong!" sekali lagi bel pintu berbunyi.

Yesung melepas Headphonenya. Lalu dengan penasaran ia berjalan menuju pintu. Meskipun ia ragu, namun harus ia akui, ia sedikit berharap, seseorang akan datang untuknya. Seseorang yang akan menjawab kebimbangan hatinya.

Dengan tangan bergetar, namja manis itu membuka pintu rumah mendiang ibunya. Dan ia tampak terkejut melihat namja yang muncul di balik pintu itu.

"H-hyung...?" ucapnya tak percaya.

Namja di depannya tersenyum.

"Aku datang untuk menculikmu, Kim Yesung!"

.

.

Tbc

.

Gomawo atas jawabannya dari chap sebelumnya. Karena banyak yang gak suka GS, akan aku buat Yaoi aja. Jadi harus di edit dulu nih. Hehehe...

Dan tengkyu untuk reviewnya.

KSfrvr – MeganLim – Dor4cloudELF – Cloud 246 – kimfida 62 – m2qs – Nakazawa Ryu – yesungie lover – kyusung

TrinCloudSparkyu – siti. Sisun – Almun – JungKimCaca – Ye'im clouds – Harpaairiry – SasaClouds – hyship – sweetyYeollie

Oneheartforsuju – Ayu – YeShaSparkClouds – AKUsukaYESUNG – Choi Kyu Woon – afifah. kulkasnyachangmin – reny. rhey – sukayesunguke

Deraelf – clouds – 0706 – ErmaClouds 13 – CloudSparkyuLove – DevilCute – lu – rikarika – rina afrida – cassandraelf – babykyusung

sisil. li24 - Fazar 648 – AIRINE 6158 – Jy – PurieCloudsYesungie –

Dan mungkin yang lupa nggak ketulis. Gomapta!

See ya next!