~Pervert, but Why Is He Very Cool?~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : T+ (untuk bagian hentainya )
Author : Ivy-chan9 and Mari-chan(virdaus nurul/ Vira)
Pair: KaruFem!Nagi / Karma x Fem!Nagisa
Genre : Romance, Humor, etc.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam tokohnya saja.
Warning:
Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silakan lambaikan tangan ke kamera. Ralat, silahkan menekan tombol back. Memang tertulis bahwa genre fic ini Romance dan Humor, namun jika tidak berkenan di hati Anda, saya minta maaf. Jika anda tidak suka fic saya, sekali lagi silahkan menekan tombol back. Apalagi sepertinya Karma dan Nagisa disini udah kelewat OOC, apalagi Koro-sensei dan berbagai typo bertebaran~
Summary :
Nagisa Shiota adalah seorang pembunuh yang diakui disewa untuk membunuh Koro-sensei. Namun, misi pembunuhannya terganggu akibat perbuatan mesum dari Pangeran Hentai dari kelas 3-E. Kali ini bukan Okajima yang menjabat status tersebut, melainkan Akabane Karma. Nagisa bersumpah akan membunuh Koro-sensei bersama dengan Akabane Karma!
Chapter 11 : KaruNagi : Malam sebelum pulang
Karma hanya menyeruput jus strowberri untuk makan malamnya. Malam ini adalah malam terakhir dari karyawisata pembunuhan gurunya, walau sebenarnya gagal juga membunuh gurita tersebut. Karma hanya menghela napas dan melirik ke arah langit malam. Apa yang kelas 3-E dapat dari karyawisata ini?
'OTP baru' Njirr..
Karma hanya tersenyum tipis mengingat kejadian saat dia mati- hm, pura-pura mati,maksudnya. Padahal, dia dan gurita itu berniat mengerjai Nagisa. Dia tak menyangka bahwa dia akan mendapat pelukan dari gadis tersebut.
Pelukan...
Wajahnya sedikit merona. Jujur, dia ingin dipeluk Nagisa lagi ( :v ). Begitu hangat dan nyamannya pelukan tersebut membuat Karma bisa ketagihan memeluk Nagisa seperti ketergantungan pada narkoba.
"Karma-kun ... !"
Baru saja dipikirkan, dia sudah muncul. Yah, Nagisa memang selalu dipikirkan oleh Karma. Wajahnya, sifat-sifat serta sikapnya ... Hampir selalu terbayang olehnya. Ahh ... Apakah ini perasaan-perasaan saat jatuh cinta?
"Nagisa-chan, ada ap-" BUAK! Karma mendapat tonjokan di perutnya.
"Kau ini bodoh atau apaan?! Baru siap mati suri(?), sudah keliaran di luar. Sudah malam pula!"
Benar yang diucapkan oleh Koro-sensei, Nagisa sudah seperti emak-emak PMS karena mengetahui bahwa dirinya mati yang sebenarnya pura-pura mati(?)
Yah, memang benar jika Karma sedang duduk santai di halaman belakang hotel. Hari yang sudah gelap, wajar saja udara dingin. Namun, Karma lebih ingin jalan-jalan daripada merasakan kericuhan kelas 3-E di ruang makan. Berisik. Bukannya Karma tidak suka dengan itu, hanya saja perutnya tak ingin dimasukkan makanan berat dan kepalanya masih pusing akibat tadi.
"Hanya mencari udara segar juga salah?"
"Kau mengatakan seolah-olah udara di dalam tidak bersih."
Karma terkekeh. "Baiklah, baik ... Aku hanya ingin jalan-jalan."
"Kau baru sembuh,Baka. Kau bisa masuk angin jika duduk disini. Dasar kau ini ... Seperti anak kecil yang harus diurus saja." Nagisa yang memakai baju kaos dengan jaket berwarna biru tua serta celana pendek selutut itu melepas jaketnya sambil mendengus kesal.
"Aku bukan anak kecil. Lagipula, aku tidak memintamu untuk mengurusku. Urusan sakit atau apa, itu deritaku."
"Hmph, tapi kau menyuruhku untuk mengurusmu."
"Sudah malam. Pertaruhan kita hanya sampai pukul enam sore."
"Tak boleh seperti itu. Memangnya kau tak menderita saat sakit?" Nagisa mendekat ke arah Karma dan memakaikan jaketnya ke tubuh Karma.
Ekhm, kau kira Nagisa tak gugup mendekat ke arah Karma? Jantungnya sudah berdetak kencang karena takut Karma berpikiran yang macam-macam seperti *** dan *** (pikirkan sendiri )
"Hmm ... Tumben sekali kau baik, ada apa? Apa nanti akan ada hujan meteor?"
Karma pun sama. Walau jantungnya sedikit terpacu, yang ada di otaknya sekarang ini adalah ... Kenapa Nagisa bisa sebaik ini?! Bukannya Nagisa sedang PMS? Otak jahil Karma terpacu untuk memastikan maksud sebenarnya dari gadis muda yang berstatus sebagai pembunuh ini. Dia memegang kedua tangan Nagisa yang berada di atas bahunya dan menariknya. Nagisa -yang tentu saja- terkejut. Pemikirannya tentang Karma yang berpikiran macam-macam ternyata benar. Jika dilihat dari jauh, seolah-olah Nagisa yang modus karena dia tampak seperti memeluk leher Karma dari belakang.
"H-Hoiy,Karma! A-Apa yang - "
"Jawab pertanyaanku dulu..."
"M-Memangnya tak boleh? Aku kan hanya kasihan melihatmu! I-Itu saja kok!"
"Tidak … Aneh saja, tiba-tiba kau baik seperti ini..."
"T-Tidak aneh kok! Lepaskan aku!"
"Hm?"
Nagisa merutuk tubuhnya yang tak bergerak. Walau perkataannya seperti itu, tubuhnya bukannya memberontak. Malah seakan nyaman dengan posisi seperti itu. Karma pun heran. Entah terjadi apa dengan Nagisa...
"H-Hei, K-Karma-kun … Boleh aku minta sesuatu?"
Masih dengan posisi seperti itu, Karma menjawab, "Boleh. Ada apa?"
"Goda aku."
.
.
Hm … Karma tak salah dengar, 'kan?
"Maksudmu, Nagisa-chan?"
"Godain aku. Tak mengerti, ya? Maksudku, jahilin aku … seperti itulah, kira-kira!"
Ok, Karma mendapat kesimpulan. Nagisa aneh… Sangat aneh hari ini!
"Y-Yah, kalau kau memintaku, aku jadi bingung ingin melakukan apa denganmu." Kata-katanya, Mas. Tolong.
"Apa saja. Mau hentit kek, atau ectit kek. Sesukamu..."
(Bacaan di atas itu: Hen**i atau ecch* ya,Semuanya~)
Karma sweatdrop. Nagisa, kau kenapa?!
Lain halnya dengan hati Karma yang memikirkan betapa anehnya Nagisa hari ini, hati Nagisa malah mengumpat-umpat kalimat-kalimat yang seharusnya tak diucapkan olehnya(?). Kenapa dia meminta hal aneh seperti itu?! B-Bagaimana j-jika Karma minta melakukan hubungan— Tidak, tidak, tidak! Memikirkannya saja sudah membuat Nagisa memerah dan jika Karma meminta itu, dia pasti langsung menolaknya. Tak bisa! Jangan!
'Tapi, terserah...'
Nagisa menggelengkan kepalanya kuat. Astaga, apa sih yang dipikirkan olehnya? Ini karena Nakamura dan Fuwa! Pikirannya tak bersih lagi karena mereka. Jangan, jangan! Tapi, bagaimana jika Karma memang mau melakukan hal itu—
"Nagisa-chan?"
"H-Huaaa!"
Nagisa nyaris terjatuh saking kagetnya. Untunglah, Karma dapat menahan tubuh Nagisa. Nagisa tak sadar. Terlalu berpikiran yang macam-macam membuatnya tak bisa melihat ke arah sekitar(?)
"Kau kenapa hari ini? Tertular sakitku? Bagaimana kalau kau istirahat saja?"
Nagisa memerah. "T-Tidak apa-apa kok. T-Terimakasih..."
Karma menatap Nagisa heran. Tentu saja heran. Heran banget malah.
"Hmm... 'Godain'... Ah, aku jadi bingung..." Karma bergumam sendiri. Memikirkan hal untuk memenuhi sang tuan putri. Sementara Nagisa juga kebingungan.
"Ayo."
Nagisa menoleh ke arah Karma yang berdiri sambil merapatkan jaket yang dipakai olehnya. A-Ayo ... ? K-Kemana?
"A-Ayo, ngapain?" Gawat, wajah Nagisa sudah semakin memerah. Ayolah,kenapa ini?!
"Kau demam?" Tanya Karma sambil menarik pelan tangan Nagisa. "Kalau demam, tak jadi. Nanti kau malah kedinginan,"
K-Kedinginan karena t-t-t-te - ?! Argh, Nagisa! Apa yang kau pikir - ?!
"A-Aku tak apa-apa kok! He he..." Nagisa tertawa datar agar Karma tak berpikiran macam-macam seperti dirinya(?)
Karma tersenyum tipis, kemudian kembali menarik tangan Nagisa menuju suatu 'tempat'
"Kita ... " Nagisa berusaha untuk tenang. "Mau kemana?" Tanyanya sambil mengikuti gerak kaki Karma.
"Ada tempat menarik disini. Hum, sebenarnya aku sendiri bingung dengan 'permintaan aneh'mu itu. Jadi, kurasa kita jalan-jalan saja..."
Karma membuka pintu keluar hotel dan berjalan keluar menjauhi hotel dengan masih menarik tangan Nagisa. "Cho ... Chotto,Karma-kun! Keluar hotel? Ini dilarang saat malam!"
"Biarkan sajalah... Di hotel terus, apa yang mau dilihat?"
"Tapi, kita mau kemana ... ?!"
Hyuusshhh~~~~ (backsound dipaksakan )
Pantulan sinar rembulan dengan suara-suara air yang menabrak batu karang. Bau khas laut tercium kuat dengan desir-desir pasir di kaki. Dinginnya udara malam dan terangnya langit malam karena adanya bulan dan bintang-bintang bertebaran di atas langit dengan begitu indahnya.
Inilah di depan mata gadis tersebut.
'Laut',lebih tepatnya ... Dia berdiri di atas pantai.
"K-Karma-kun, kita berjalan kaki sejauh apa? Kenapa ... Kita bisa disini? Apa jangan-jangan kau mendapatkan kekuatan dari Koro-sensei?!" Iya,Nagisa. Karma mendapat The Power Of Hentit dari gurumu...
Nagisa menoleh ke arah Karma yang sudah dengan santainya berbaring di atas tumpukan pasir dengan kedua telapak tangan sebagai bantal.
"Di dekat hotel ini ada pantai," jawabnya datar tanpa menoleh ke arah Nagisa. "Kalian saja yang terlalu menikmati hotel," lanjutnya sambil menatap langit. "Padahal, pemandangan disini tak kalah bagus."
Nagisa memandang Karma dan mengikutinya. Berbaring di sebelah Karma sambil menatap langit. Benar ... Langit malam yang bertaburan bintang itu indah sekali. Setidaknya, ini bisa menyegarkan mata sejenak dan menjadikannya kenangan terindah baginya. (Author buka lagu "Samsons - Kenangan Terindah :'( /plak )
"Karasuma-sensei jahat. Masa tidak memberitahu bahwa disini ada pantai?"
"Aku juga heran. Aku menemukan tempat ini saat hari pertama dan aku juga bertanya padanya. Namun, dia mengatakan bahwa karyawisata ini bukan tujuan main-main, tapi membunuh. Hm, ya sudahlah..."
Karma bangun. Membersihkan pakaian dan jaketnya yang tertempel pasir dan melepas jaketnya. "Pakai itu. Disini dingin." Ujarnya sambil melempar jaketnya kepada Nagisa.
"Tapi, kau juga - Ittai!" Karma mencubit hidung Nagisa. "Diam dan pakai sajalah. Setidaknya, lindungi paha yang seksi itu."
Nagisa memerah. Memang sih, celananya pendek. Tapi, selutut. Astaga, Karma ini-
"Kau juga baru sembuh. Pakai ini!" Nagisa memaksa.
"Perempuan tak boleh membantah laki-laki. Nanti, kau sakit,tahu! Atau ..."
Atau..?
Doeng! (Backsound dipaksakan )
Karmalah yang memakai jaket Nagisa.
Namun, dengan posisi spektakuler sekali(?)
Karma duduk. Nagisa duduk. Dua-duanya duduk. Hanya saja ... Nagisa duduk di pangkuan Karma dan Karma memeluk pinggang Nagisa.
Mengapa terjadi seperti ini?
"Kalau kau sakit lagi, bagaimana? Bisa tampah parah, 'kan?!"
"Sebaliknya, kalau kau sakit, gimana? Kau ini ace 3-E,tau! Ini jaketnya siapa coba? Kaulah yang pakai! Jadi, mau kayak mana?!"
"Peluk!"
"H-Hah?"
Karma awalnya melongo, namun Nagisa sama sekali tak ragu. Yah, tentu saja Karma tak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam kesempitan itu untuk berbuat hal-hal tidak senonoh yang seharusnya tak tertulis disini.
Hatinya gugup. Memeluk tubuh Nagisa dengan erat membuat jiwanya serasa meleleh. Aroma khas Nagisa sangat terasa tercium. Menyenangkan, sekaligus membingungkan.
"Kau aneh hari ini ..."
"B-Begitukah?"
"Kau tampak seperti bukan Nagisa. Aku tak suka."
Nagisa tersentak mendengar ucapan Karma. Begitu ... Ya? Memang, dia aneh semenjak mengetahui bahwa dia sebenarnya menyukai Karma. 'Goda aku', seolah-olah tampak seperti dirinya murahan. Tidak,tidak,tidak! Nagisa tak mau jadi PSK! (NGGA ADA YANG NGOMONG NYAMPE SONO!)
"Kau tidak tahu,"
"Hm?"
"Betapa cemasnya aku dan paniknya aku saat mengetahui bahwa kau mati tadi. I-Ini aneh lho. Padahal aku ingin kau lenyap. Tapi,saat kau mati, aku malah takut kehilangan ..."
Karma sedikit terkejut mendengar ucapan Nagisa. Nagisa juga ingin menyatakan seluruh perasaannya dari awal kepada Karma.
Agar hubungan mereka semakin jelas.
Nagisa menggenggam erat tangan Karma yang melingkari tubuhnya dan melanjutkan curcolnya (?)
"S-Saat mengetahui bahwa kau mati, aku jadi takut kehilangan teman yang selalu jahil menjahiliku, yang selalu rajin menggodaku. Aku jadi takut kehilanganmu. Untuk sesaat, aku ... Ingin sekali kebersamaan itu datang lagi. Aku baru sadar bahwa kejahilan itu ciri khasmu. Dan, aku ... Yah, walaupun kesal, tapi kusadari bahwa ternyata saat-saat itu menyenangkan juga. Senyummu saat melakukan aksi jahil menghangatkanku ketika aku mengingatnya ..."
Karma terdiam dan menyandarkan kepalanya di atas bahu Nagisa. "Lanjutkan..."
"Yah, kira-kira seperti itu sih ... Lalu, aku dapat menarik kesimpulan kalau ..." Nagisa terdiam dan menghela napas. Mencoba mengumpulkan kekuatan... The Power of Love !
"Kalau ...?" Karma tak sabaran ternyata.
"K-Kalau aku juga ... Menyukaimu. He he..." Wajahnya memerah, namun dia berusaha tertawa walau terkesan garing. Jantungnya berdetak kencang saat mengatakannya. Tentu saja ... Karena semua orang juga merasakan itu saat menyatakannya.
"K-Karma-kun?" Nagisa semakin gugup ketika tak ada respon dari pemuda merah di belakangnya itu. Dia memiringkan kepala, melirik Karma dan menemukan Karma terdiam.
"E-Eh ... A-Ah.. Ya..." Karma segera menyembunyikan wajahnya di balik bahu Nagisa.
Hening ...
Suasananya menjadi hening ...
Nagisa diam. Dia harus berbicara apa lagi?
Sedangkan Karma? Wajahnya masih memerah. Senangnya bukan main. Akhirnya, cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu kini sudah bisa diberikan tepuk tangan. Apa kalian tak bahagia jika orang yang kalian suka menyatakan cinta pada kalian? Tentu saja bahagia ... Karma tak bisa menyembunyikan perasaan itu. Dia memeluk semakin erat tubuh gadis mungil di depannya tersebut.
"J-Jadi...!" Nagisa berusaha mencairkan suasana dengan melanjutkan lagi curcolnya. "A-Aku memintamu untuk menggodaiku b-bukan apa-apa, t-tapi, karena aku merindukan a-aksi jahilmu. J-Jadi, jangan ... Tidak suka denganku..."
Nagisa memerah. Karma? Entahlah. Mungkin juga memerah.
"T-Tunggu,Karma-kun!" Nagisa tiba-tiba digendong dan itu cukup membuat gadis biru itu panik. Apa ... Jangan-jangan Karma terlalu bergairah untuk ... Arrgghhh!
DUARRR!
"Uryyaa!"
"Huuaaa!"
"Hii!"
"Hiyaaa~~!" (?)
Nagisa sweatdrop dengan berbagai suara yang keluar entah darimana. Nagisa yang posisinya masih digendong dengan satu tangan di pundak Karma menatap heran. Karma hanya melempari bom peluru BB ke arah salah satu batu karang besar dan itu mengeluarkan suara-suara aneh.
"Keluarlah, para babi sekalian..." Gumam Karma. Untung nggak didengarkan sama yang lain, atau tidak ... Terjadilah pertumpahan darah di pantai tersebut.
Oh, mereka distalk toh... Banyak yah stalkernya...
"Karma! Masa kau tak ada bilang ada pantai disini! Masa ajak ceweknya saja ngga adil!"
Berbagai protes dikeluarkan oleh kelas 3-E. Kelas 3-E? Yah, dengan kekuatan bulan~ semuanya sudah berkumpul di belakang pasangan najesh tersebut. /authorditamparKaruNagi
"Akabane Karma ... Sudah kukatakan..." Karasuma -si tukang ngga mau kasih informasi ini- menghela napas. Ditambah lagi udah mendapat lirikan tajam dari Koro-sensei, kelas 3-E ditambah lagi dengan Irina dan juluran lidah dari Karma. Dasar murid kurang ajar ... Mohon ditiru yah anak-anak~
"Main yuukk!"
"Huuoo! Lautt!"
Sepertinya kelas 3-E tidak terlalu terfokus pada Karma dan Nagisa, namun terlalu senang pada pantainya. :v
"Karma-kun,turunkan aku!"
Karma yang baru saja sadar masih menggendong Nagisa menurunkannya.
"K-Karma-kun..." Nagisa memanggil Karma pelan. Karena dipanggil sukses Karma menatap Nagisa. "Ada ap- pa...?"
Karma terkejut. Nagisa ...
Nagisa ...
Fyuh.. Author perlu tarik napas.
Nagisa mencium pelan pipi Karma secara sekila yang sukses membuat Karma sedikit memerah. "N-Nagisa-chan...?"
Belum sembuh dari sadarnya, Nagisa tersenyum manis padanya. "Sekali lagi kukatakan ..." Dia menghela napas. "Aku menyukaimu, Karma-kun..." Ujarnya sambil tersenyum dengan rona merah di bagian bawah matanya. Manis ... Cantik ... Ah, Karma bisa meleleh karenanya.
"I-Iya..." Karma terlalu bahagia sehingga meresponnya seperti itu. Nagisa tertawa pelan, kemudian menyusul teman-temannya yang sedang bermain air. Karma tersenyum melihat kebersamaan kelas 3-E.
Menyenangkan? Tentu saja ... Jantungnya masih berdetak kencang sekarang.
Apalagi Nagisa ...
"Bagaimana,Nagisaa?!" Nakamura langsung mendekati Nagisa begitu juga disusul oleh teman-temannya yang lain.
"B-Berhasil...!"
"Uooo!"
Seluruh perempuan di kelas bersorak bahagia. Bahagia ... Semenjak kehadian sang target pembunuhan dan juga pembunuh yang dikirimkan.
"Minna-san, aku berhasil mengirim seluruh foto-foto dan video Karma dan Nagisa selama di pantai tadi ke seluruh orang..!"
.
.
.
"RITSUUUU!"
"H-Huuaa! K-Kalian!"
'Sangat menyenangkan mengerjai orang ~Ivy Adeline~'
~PBWIHVC~
"Kapan?"
"Entahlah ... Mungkin seminggu atau dua minggu lagi akan dikirimkan."
"Apa yang dilakukan oleh Nagisa Shiota?!"
Pria itu menghela napas mendengar keributan kecil yang terjadi pada beberapa teman-temannya tersebut...
"Kalau Nagisa tidak bisa, kita harus mengirimkan yang lain dan mengambil Nagisa. Dia terlalu bersantai, banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan,tau!"
"Sebenarnya pekerjaan apa yang dikerjakannya,Lovro?!"
"Rahasia Negara..." Jawabnya singkat.
"Argh, tak bisa! Kirimkan pembunuh lebih handal. Kita butuh dia disini! Jika dia bermain-main, bakatnya sebagai pembunuh bisa menipis dan hilang!"
Dia menghela napas. "Baiklah, besok aku akan kesana untuk 'mengambilnya pulang'"
~TBC~
Cie, yang Nagisa udah nembak Karma :v
Maaf yaa, chapter ini memang kubilang ingin romance, tapi ... Ngga berasa dan singkat yah? Mau bagaimana lagi...
Tepat setelah ngepost chapter sebelumnya, aku sakit xD sampai hari Senin kalau tak salah. Dan dari hari Senin sampai kemarin, aku selalu mengikuti latihan untuk persiapan tugas dan juga ada tryout.
Jujur saja, ini kukerjakan saat tryout IPA dan ulangan KWN :3
Kakiku sakit sekali...! Dasar kurang ajar! Temenku menginjak kakiku sampai membiru! Kan kurang ajar! Ok, author curhat...
Untuk chapter depan, misi baru~ Nagisa diambil lho~~ ayo,ayo, gimana nih si Karmaaa?
Balasan review :
Yuujin A : Manis? Bahaya, ntar diabetes :v
Iya, biar akrab gitu... Ah, ntar jadi otpku KoroKaru -"
Iyah, ga jadi END. Kayaknya gak berasa romancenya, jadi ... Maaf yah
Gery O Donut : Review Anda tak pernah telat di mata Ivy *nyibak poni* :v Arigatou~~
Fanny Lim : Sama? Sama? Sama?!
Sama nih...? Huaa! Anak mana nih? Jangan-jangan temanku yang namanya juga Fanni?:v
Alacrite : Oh, yang itu :3 ? Jujur saja, itu garing menurut saya xD
Iya, sudah mau ending :v
lydiasimatupang2301 : Iyaa~ Arigatouu repiewnyaa~~
Sampai jumpa kapan-kapan! (Kalian tahu maksud saya bukan~?)
Salam,
Ivy-chan9 dan Mari-chan
