Chapter X
Love Me Not
.
.
.
Matahari mulai meninggi, Heechul tidak juga turun dari kamarnya. Hal itu membuat Yesung khawatir, semua teman-temannya pun khawatir, terlebih lagi Siwon tapi dia tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya dengan baik.
"Sepertinya…. Apa noona baik-baik saja?" tanya Siwon membuka pembicaraannya dengan Yesung.
"Kau begitu mengkhawatirkannya, sebenarnya kamu itu siapa?" tanya Yesung. Siwon diam saja. Kibum yang ada di dekatnya, menghampiri Yesung.
"Mungkin anaknya," kata Kibum membuat suasana jadi canggung. Siwon diam dan berusaha menghindari tatapan Yesung.
"Mungkin benar," kata Yesung dengan nada dinginnya.
"Oh, iya. Hampir aku lupa. Besok ulang tahunnya Kyuhyun. Jadi kalian punya acara besok malam?" tanya Sungmin.
"Bagaimana klo makan malam dirumah saja," kata Wookie.
"Ide yang bagus. Aku akan masak masakan yang enak," seru Sungmin.
"Bagus, aku akan membantu Unnie juga," kata Kibum setuju. "Bagaimana, oppa?" tanya Kibum pada Siwon.
"Terserah kalian sajalah," kata Siwon sambil berjalan keluar toko. Dia merasa tak begitu nyaman lagi berada disana bersama dengan teman-temannya.
Miaw!
Terdengar suara kucing, Siwon menatap sekelilingnya mencari sumber suara itu. Alangkah terkejutnya dia saat melihat Simba tengah berjalan diatap rumah dan tangan seseorang yang hendak meraihnya.
"Simba, kemarilah!" kata Heechul. Siwon tersenyum, namun dia sedikit khawatir bagaimana klo Heechul nanti jatuh. "Akh!" jerit Heechul saat kakinya terpeleset di beranda.
"Umma?!" teriak Siwon yang kaget saat Heechul melihatnya terjatuh. Sedangkan Simba segera melompat turun dan mengeong dekat kakinya.
Siwon mengambil Simba dan berlari keatas. Sedangkan yang lain hanya mematung dan terkejut mendengar teriakan Siwon. Melihat Siwon yang masuk ke dalam rumah dan langsung ke atas, Yesung segera mengikutinya.
"Noona, kau baik-baik saja?" tanya Yesung.
"Ukh! Hannya terpeleset saat hendak mengambil Simba," jelas Heechul pada Yesung. "Dimana anak kucingnya?" tanya Heechul.
"Kau lebih mengkhawatirkannya dari pada dirimu sendiri," kata Siwon yang ada di belakang Yesung. Dia mendekat dan memberikan Simba pada empunya.
"Jangan nakal, Simba. Kau hampir membunuhku tahu," kata Heechul sambil mengelus kepala anak kucingnya.
"Ayo, bangun. Wookie tadi sudah membuat sarapan," kata Yesung.
"Ya, Akh!" jerit Heechul saat mencoba berdiri. Siwon yang berada disampingnya kontan memeluk Heechul.
"Apa kakimu sakit noona?" tanya Yesung sambil memeriksa kaki Heechul.
"Pelan-pelan Sunggie," kata Heechul sambil meringis mencoba menahan sakit sedangkan tangannya tetap berpegang pada Siwon.
"Sepertinya aku perlu memanggil dokter," kata Yesung. "Bawalah noona ke kamarnya, Siwon" kata Yesung. "Dan kau kucing jelek turun dar pangkuan noonaku!" kata Yesung sambil menjauhkan Simba dari pangkuan Heechul. Dia pun segera menutup jendela keluar agar kucing itu tidak kabur lagi.
Siwon membantu Heechul berdiri dan memapahnya ke dalam kamar. Namun baru saja selangkah,
"Aww! Kakiku sakit," kata Heechul yang saat itu dipapah oleh Siwon.
"Pegangan, noona" kata Siwon sambil tiba-tiba memangku Heechul pada saat itu Kibum yang ada di tangga melihat kejadian tersebut dan dia mengepalkan tangannya.
"Waa!" kata Heechul saat tubuhnya terangkat. Yesung menatap Siwon.
"Jangan protes!" kata Siwon sambil menatap kedua orang tersebut.
"Baiklah, aku akan meminta Wookie membawa kompres dan akan ku panggil dokter," kata Yesung sambil meninggalkan keduanya. "Kibum?" tanya Yesung. Yang ditanya diam saja. Dia hanya menggerakkan kakinya ke samping. "Tolong ambilkan kompres untuk noona," kata Yesung.
"Bukankah Wookie akan mengambilkannya," kata Kibum dingin. Dia melangkahkan kakinya mendahului Yesung.
"Oppa, unnie baik-baik sajakan?" tanya Wookie.
"Ya, Siwon tengah menjaganya. Tolong kau bawakan kompres untuk noona," kata Yesung. Wookie mengangguk, Yesung menatap sekeliling.
"Mana Sungmin?" tanya Yesung.
"Maaf, tadi ada pesanan bunga mendadak jadi sekarang Sungmin sedang mengantarkannya," kata Wookie.
"Jaga toko baik-baik," kata Yesung.
"Ne, tak usah khawatir," kata Wookie. Dia melangkah ke dapur mengambil kompres untuk Heechul.
.
.
.
Di kamar Heechul
Siwon membaringkan Heechul di tempat tidur, dia melihat sekeliling ruangan tersebut. Tak ada yang berubah disana.
"Baiklah, jangan banyak bergerak" kata Siwon tak tahu harus berbicara apa. Dia menatap wajah Heechul yang bersemu merah. Dia mengalihkan pandangannya dan berbalik hendak keluar.
"Siwonnie!" panggil Heechul. Siwon terdiam.
"Apakah kau Siwonnie?" tanya Heechul.
"Apa yang noona katakan?" tanya Siwon menyembunyikan perasaannya.
"Apa kau Siwonku?" ulang Heechul. Siwon terdiam. Dia tidak berani menjawabnya.
"Bodoh, darimana saja kau selama ini?" tanya Heechul, "Dari mana saja kau? Apakah kau membenciku, hingga kau tidak mengatakan siapa dirimu?" tanya Heechul dengan suara yang bergetar. "Apakah kau membenci umma Siwonnie?" tanya Heechul. Siwon terdiam, rupanya suaranya terdengar oleh Heechul.
"Tidak, tidak begitu um…umma," kata Siwon.
"Lalu kenapa?" tanya Heechul.
"Aku tersesat, aku tidak bisa pulang sendirian. Hmmm, aku berharap umma akan menjemputku," kata Siwon. "Aku juga takut. Takut umma akan kembali pada orang itu. Aku tidak berani untuk mengatakannya," kata Siwon sambil menatap wajah Heechul yang penuh dengan air mata.
"Apa kau membenci umma yang tak menjemputmu?" tanya Heechul. Siwon diam saja, "Apa kau marah pada umma, Siwon?" tanya Heechul lagi.
"A…ani. Aku tidak membencimu. Aku juga tidak marah padamu, umma. Mi…mianne…. Harusnya ku katakan sejak awal aku adalah Siwonmu" kata Siwon sambil mendekat pada Heechul.
"Siwon… Siwonnie….." Heechul terus memanggilnya. Siwon mendekat dan berlutut didepan Heechul. "Siwonnie, mianne…. Mian umma tidak mengenalimu," kata Heechul, Siwon menggenggam tangannya erat.
"Tak apa." Gumam Siwon. "Sebenarnya aku berharap umma tidak akan mengenaliku," kata hati Siwon.
"Siwon… Siwonnie…" kata Heechul sambil memeluk Siwon. Tepat pada saat itu Wookie ada di depan pintu. Dia merasa malu dan bersembunyi.
"Apa yang terjadi?" tanya Wookie. "Kenapa unnie memeluk Siwon oppa? Bukankah Siwon oppa itu pacarnya Kibum?" tanya Wookie. Entah berapa lama dia berdiri di sana. Hingga sebuah suara membuyarkan lamunannya.
"Wookie… Wookie, apa ini kompres untuk noona?" tanya Siwon sambil melambaikan tangannya didepan wajah Wookie.
"Op… oppa… iya. Baiklah aku turun lagi," kata Wookie gugup.
"Aneh sekali, dia kenapa?" Tanya Siwon. Dia kembali masuk ke dalam kamar Heechul dan mengompres kaki Heechul.
"Aww!" Rintih Heechul. Siwon segera meniup-niup luka itu melihatnya Heechul tertawa kecil.
"Wae?" tanya Siwon.
"Itu bukanlah luka yang perlu kau tiup seperti itu," kata Heechul.
"Lalu apa harus seperti ini," kata Siwon sambil mencium kaki kanan Heechul yang terkilir. Kontan hal tersebut mengejutkan Heechul.
"Wonnie, a… apa yang kau lakukan?" tanya Heechul.
"Mengobati lukamu," kata Siwon. Dia tidak memanggilnya dengan panggilan umma.
"Ta…tapi…"
"Tapi apa?" kata Siwon sembari terus mengompres kaki Heechul. Siwon menatap lekat wajah cantik yang ada didepannya. Dia mengulurkan tanggannya dan menyentuh pipi Heechul, lalu rambutnya…
"Rambutnya," kata Siwon. Dia merasa sedikit aneh dan canggung.
"Kibum," kata Heechul. Melihat seorang yeoja yang tengah berdiri di sana dengan nampan berisi makanan.
"Aku hanya mengantarkan makanan ini," kata Kibum sambil meletakkannya di meja rias Heechul.
"Kibummie," kata Siwon gugup.
"Tak apa. Aku tahu hubungan kalian kok. Jadi aku tak akan cemburu melihatnya oppa, " kata Kibum sambil melangkah keluar.
"Kibum…" Siwon terdiam. Dia sedikit merasa bersalah pada yeoja itu.
"Waeyo, Wonnie?" tanya Heechul.
"Ani," jawab Siwon.
"KAu harus menjelaskan padanya. Meski dia tahu siapa umma, namun tak aka nada seorang yeoja yang suka klo kekasihnya berduaan dengan yeoja lain," kata Heechul pada Siwon.
"Tapi…"
"Noona, ini dokternya," kata Yesung sambil masuk ke dalam kamar Heechul.
"Ya, masuklah," kata Heechul mempersilahkan dokter dan Yesung untuk masuk ke dalam kamarnya. Siwon pun keluar di dapur dia bertemu dengan Kibum yang tengah duduk.
"Tidakkah kau merasa lelah?" tanya KIbum pada Siwon.
"Apa maksudmu?" tanya Siwon dingin.
"Tidakkah kau merasa lelah mencintainya?!" kata Kibum dengan nada yang tinggi. Membuat Yesung keluar dari kamar dan segera turun ke bawah. Wookie dan Sungmin yang bergegas ke dapur meninggalkan rangkaian bunga mereka.
"Ada apa ini?!" tanya Yesung. Dia paling benci ada keributan di sekelilingnya. Di tambah dengan keadaan Heechul yang sakit. "Jelaskan padaku atau selelsaikan masalah kalian diluar?!" kata Yesung menguisr kedua orang itu.
"Aku tidak bisa berhenti mencintainya. Seperti aku tak bisa menghentikanmu mencintaiku," kata Siwon datar.
"Oppa, lupakanlah dia. Lupakanlah ummamu?" kata Kibum. Dia memohon pada Siwon.
"Ani, aku tidakj akan melupakannya!" kata Siwon datar.
"Kumohon, lupakanlah Kim Heechul. Kau tidak mungkin memilikinya. Kau itu anaknya. Kalian itu ibu dan anak!" kata Kibum. Pernyataan tersebut membuat semuanya terkejut.
"Apa?!" Pekik Kyuhyun, Sungmin dan Wookie.
"Apa benar yang dikatakan Kibum, Siwon?" tanya Yesung.
"Ya, aku mencintainya. Aku mencintai ummaku. Aku mencintai Kim Heechul apa ada yang salah dengan hal itu," jawab Siwon.
"Oppa," kata Kibum. Kedua lututnya melemas Sungmin segera menghampirinya.
Bugh!
Yesung tiba-tiba memukul Siwon. Dia kalap mendengar pengakuan namja itu. Dia marah padanya.
"Kyaa!" Pekik Wookie yang ada di dekat Siwon.
"Hyung, hentikan!" kata Kyuhyun mencoba mencegah Yesung yang hendak memukul Siwon lagi.
"Keluar!" teriak Yesung.
"Yesung!" bentak seseorang yang kini tengah berdiri di tangga. "Sudahlah, jangan bertengkar lagi," kata Heechul. "Aww!" kata Heechul. Dokter yang ada di sampingnya segera membantunya berdiri. Yesung menghampiri noonanya. Bersamaan dengan Siwon.
"Lepaskan tanganmu dari noonaku, Choi Siwon!" kata Yesung. Siwon dengan berat hati melepaskan pegangan tangannya pada Heechul.
"Kalian, pulanglah!" kata Yesung.
"Sunggie!" kata Heechul tak suka.
"Pulang atau kalian ingin aku mengusir kalian satu persatu, hah!" katanya setengah berteriak. Heechul tahu Yesung saat ini sedang emosi.
"Kalian pulanglah dulu," kata Heechul dia menatap Siwon yang berdiri di sana. Heechul membiarkan dokter dan Yesung memapahnya.
"Hyung! Ayo, kita pulang!" ajak Kyuhyun. Sungmin dan Wookie tengah membantu KIbum untuk berdiri. Kibum terlalu lemah untuk bisa berjalan.
"Hyung!" panggil Kyuhyun.
Akhirnya Siwon mengalah, dia melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut. Dia menatap keatas, menatap jendela kamar Heechul yang terbuka.
"Apakah salah? Apakah salah jika aku sangat mencintai ummaku. Ani. Dia bukanlah ummaku. Dia adalah seorang yeoja yang kucintai. Aku mencintai Kim Heechul bukan ummaku"
.
.
.
TBC
.
.
.
Huh, akhirnya!
Baiklah, thor bukanlah seorang pujangga namun thro hanya mau bilang
Terkadang 'Cinta' itu indah untuk orang-orang yang bisa bersama dengan orang-orang terkasih mereka.
Namun, 'Cinta' itu terasa begitu pahit saat kita tidak bisa berada bersama dengan mereka.
Yang tersisa hanyalah sebuah kenangan yang tampak bagai ilusi.
Tidaklah salah mencari sebuah kebahagian bahkan bersikap egois untuk memperolehnya
Hal itu pernah kulakukan, dan 'I'm Sorry that I Hurt You'
