Chapter 10 : Friend

.

.

The Zombie

Main cast : Hunhan!

Support cast : muncul saat di butuhkan

Rating : 13+ (T/M)

Length : Chaptered

Genre : Action, Adventure, Gore, Horror,(minor)Romance

WARNING! YAOI

.

.

.

Previous Chapter

"Kris sudah kembali dan-... apa aku mengganggu?" Mark mengusap leher belakangnya yang tak gatal saat melihat Sehun yang sedikit berantakan. Sepertinya ia datang pada waktu yang kurang tepat.

"Cepat katakan ada apa?"

"Kris sudah kembali dan dia memanggilmu. Ia bilang ini sangat penting."

"Baiklah. Katakan padanya tunggu aku sebentar lagi." Ucap Sehun pada Mark yang mengangguk mengerti dan berlalu pergi meninggalkan tenda milik mereka.

"Kali ini aku tidak bisa memakanmu deer... Tapi Setelah ini selesai, aku pastikan kau akan segera mendesahkan namaku. Jadi bersiaplah babyLu~" Ucap Sehun tersenyum dan juga menggerling nakal sang adik. Setelah itu Sehun melangkah keluar dari tenda mereka. Sedangkan Luhan hanya terkekeh di tempatnya melihat sang hyung menggerling nakal padanya tadi.

.

.

.

.

.

Sehun menjalankan kakinya menuju pusat perkemahan tempat mereka biasa berkumpul setelah Mark memberitahunya bahwa Kris memanggilnya. Ia memperbesar langkah kakinya agar cepat sampai disana. Dan ternyata benar, teman-temannya sekarang sedang berkumpul.

Sehun mengerinyitkan dahinya saat sampai disana. Teman-temannya terlihat diam dengan ekspresi wajah yang cemas. Matanya mencoba menatap Kris dan ingin mencari tahu apa yang terjadi.

"Ada apa? Kenapa kalian terlihat cemas?" Tanya Sehun bingung.

"Ada mobil asing yang mengikuti mereka saat di perjalanan menuju kemari." Jawab Amber sambil menunjuk Kris, Jackson, dan One.

"Apa mobil itu mengetahui perkemahan ini?" Tanya Sehun lagi.

"Aku sudah membuat mobil asing itu terkepung dengan banyak walkers. Tapi aku tidak tahu apa mobil itu berhasil lolos atau tidak." Jawab Kris.

"Jika mobil itu berhasil lolos dan mengetahui perkemahan ini, itu benar-benar berbahaya. Pengemudi mobil asing itu mempunyai senjata Shotgun." Ucap One menambahkan. Sehun yang mendengar penjelasan itu terdiam dan terlihat berpikir.

"Kalau begitu kita harus memperketat penjagaan." Ucap Sehun santai menatap teman-temannya.

"Akan ada tiga orang yang berjaga termasuk aku. Kalian bertiga beristirahatlah." Sambung Sehun dan menatap ketiganya yang duduk di hadapannya.

"Tidak. Aku akan ikut berjaga." Ucap Kris menolak. Sedangkan One dan Jackson terlihat ragu-ragu untuk ikut berjaga karena disisi lain mereka juga butuh beristirahat.

"Kau yakin?" Tanya Sehun. Kris menjawabnya dengan mengangguk yakin.

"Baiklah. Siapa lagi yang ingin ikut berjaga malam ini?"

"Aku-... aku akan ikut berjaga." Ucap Mino yang baru saja datang. Sebenarnya ia tadi cuma lewat dan tak sengaja mendengar percakapan teman-temannya.

"Bagus. Sekarang yang tidak berjaga kembalilah ke tenda kalian dan jangan lupa matikan semua lampu yang masih menyala." Ucap Sehun sambil mengambil senjata rifle yang sebelumnya diletakkan Jackson dan One di atas meja. Sedangkan yang lain segera bergegas pergi menuju tenda masing-masing menuruti ucapan Sehun.

"Aku dan Kris akan berjaga di jalur masuk perkemahan sana, sedangkan kau akan berkeliling di sekitar sini." Ucap Sehun memberitahu sekaligus memberikan senjata pada Mino yang langsung menerimanya. Setelah itu mereka melangkah pergi secara bersamaan untuk melaksanakan tugas masing-masing.

.

.

.

.

.

Seorang namja cantik keluar dari tendanya dengan membawa beberapa buku komik di tangannya. Kemudian namja cantik itu berjalan menuju salah satu tenda baru yang tidak jauh dari tendanya berada.

"Baejin..." Panggil Luhan setelah sampai didepan tenda baru itu. Tak lama Suara resleting terdengar bersamaan dengan munculnya sosok Baejin di hadapan Luhan.

"Baejin?" Tanya Baejin memberikan tatapan bingungnya pada Luhan.

"Itu namamu, aku menggabungkan kata Bae dan Jin untuk Jinyoung." Jelas Luhan

"Terserah. Ada apa kau kesini?"

"Aku membawakanmu buku komik. Kau ingin membacanya?" Tanya Luhan sambil menyodorkan buku komik yang ada di tangannya pada Baejin.

"Baiklah aku akan membacanya." Jawab Baejin. Sudut bibir Luhan tertarik ke atas membentuk senyuman saat Baejin menerima buku komik yang ia sodorkan.

"Hehe~... Aku tahu kau pasti sangat bosan hanya berdiam diri didalam tenda. Ohh ya, kau bisa mengembalikannya padaku saat kau sudah selesai membaca semuanya." Setelah mengatakan itu Luhan berbalik dan baru saja ia ingin berjalan pergi, sebuah tangan menahannya.

Itu Baejin yang menggenggam pergelangan tangan Luhan, tidak terlalu kuat tapi dapat menghentikan gerakan Luhan yang ingin melangkah pergi. Luhan menatap heran pada Baejin yang menatap lama dirinya tanpa berbicara.

"Ada ap-..."

"k-Kau mau menemaniku membaca komik-komik ini?" Tanya Baejin memotong ucapan Luhan dan masih memegang pergelangan tangan namja cantik didepannya.

"Baiklah." Jawab Luhan. Baejin langsung tersenyum karena Luhan mau menemaninya dan tidak menolak. Kini Baejin menarik Luhan masuk kedalam tendanya dan mendudukkannya di atas kasur miliknya.

Dan sekarang mereka duduk bersampingan, Baejin yang sudah mulai membaca buku komik yang ada di tangannya, sedangkan Luhan menatap Baejin dalam diam sambil memikirkan kejadian saat ia pertama kali bertemu dengan namja di sampingnya ini.

Ia ingin mengetahui kenapa Baejin tidak mau menolong ibunya yang diserang oleh walkers, bahkan terlihat tak peduli sama sekali. Sehingga membuat Luhan ingin menanyakannya pada namja itu, tapi ia urungkan karena mungkin saja itu hal yang sensitive untuk ditanyakan.

"Kau ingin menanyakan sesuatu?" Tanya Baejin memecah keheningan, ia sebenarnya sudah menyadari bahwa Luhan sedari tadi terus menatapnya seolah-olah ingin bertanya.

"Tapi.. emm..."

"Aku tak akan marah." Ucap Baejin tak lagi fokus pada komik yang berada ditangannya, sekarang matanya menatap Luhan yang terlihat gugup dan ragu-ragu.

"Baiklah. Aku cuma ingin tahu, kenapa saat ibumu diserang oleh walkers kau tidak membantunya?" Luhan memberanikan dirinya untuk bertanya. Kemudian terdengar helaan nafas berat yang di keluarkan oleh Baejin.

"Kau benar-benar ingin mengetahuinya?" Tanya Baejin dengan wajah serius yang dijawab Luhan dengan anggukan.

"Aku membiarkannya karena wanita itu pernah hampir membunuhku beberapa hari sebelum kejadian ini terjadi, dia tak suka dengan keberadaanku yang dianggap pengganggu dalam hubungannya dengan ayahku. Dan lebih parah lagi ayahku lebih memilih dan selalu membela wanita jalang itu." Ucap Baejin menceritakan yang sebenarnya tanpa berekspresi. Luhan yang mendengar itu terkejut sekaligus merasa kasihan pada namja disampingnya ini.

"Sekarang kau tak perlu lagi mengingat hal itu karena saat ini kau bersama dengan kami." Ucap Luhan sambil tersenyum manis pada Baejin.

"Aku harus segera pergi Baejin. Hyungku mungkin sedang mencariku dan maaf tak bisa berlama-lama menemanimu." Ucap Luhan lagi dan mulai bangkit dari duduknya.

"Tak apa. Seharusnya aku yang berterima kasih karena kau sudah mau menemaniku."

Baejin tersenyum menatap Luhan yang mengangguk seperti anak kecil saat menjawab ucapannya tadi. Bahkan setelah kepergian Luhan pun, ia masih saja tetap tersenyum. Akhirnya ia bisa memiliki seorang teman yang bisa membuatnya nyaman.

.

.

.

.

.

Mino menjalankan tugasnya dengan baik yaitu berkeliling untuk mengecek setiap sudut perkemahan dan sekelilingnya. Setelah dirasa cukup aman dan tak ada apa-apa disana, ia mulai berjalan menuju tenda milik teman-temannya hanya untuk memastikan tidak ada yang berkeliaran. Saat sudah melewati beberapa tenda, matanya tak sengaja melihat seseorang yang ternyata Luhan sedang berjalan kearahnya dengan tersenyum.

"Mino hyung.. aku ingin meminta maaf padamu karena sudah menanyakan hal yang membuatmu marah." Ucap Luhan menundukkan kepalanya merasa bersalah. Sedangkan Mino tersenyum dalam hatinya melihat Luhan yang terlihat polos saat meminta maaf seperti itu.

"Aku memaafkanmu." Ucap Mino. Sebenarnya ia sama sekali tidak marah pada Luhan, hanya saja ia tidak mau membahas tentang kedua orang tuanya.

Luhan mendongakkan kepalanya sedikit ke atas saat Mino menerima permintaan maafnya. Ia langsung tersenyum manis yang membuat Mino tidak tahan untuk mengusak rambutnya lembut dan juga ikut tersenyum.

"Kenapa kau keluar malam-malam begini Lu?" Tanya Mino.

"Aku ingin menemui hyungku. Kau melihatnya hyung?" Balas Luhan bertanya.

"Hyungmu sedang berjaga."

"Baiklah. Kalau begitu aku kembali saja ke tenda, aku tidak mau mengganggunya. Dan selamat berjaga hyung~" Setelah mengatakan itu Luhan berbalik dan langsung berlari pergi meninggalkan Mino yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.

'Aku akan mendapatkanmu Lu.' Batin Mino.

.

.

.


Sementara itu...


.

.

.

.

.

.

"Kau yakin mobil itu sudah tidak mengikuti kalian lagi?" Tanya Sehun sambil memeriksa peluru yang ada di senjata rifle-nya.

"Sangat yakin. Mobil itu benar-benar terkepung oleh para walkers. Kemungkinan mobil itu berhasil lolos hanya sedikit."

"Sekarang kita tidak boleh lengah, bisa saja mobil itu berhasil lolos dan sempat mengikuti kalian kemari."

Sehun dan Kris mendudukkan diri mereka di kursi yang memang khusus disiapkan buat yang berjaga. Tak ada lagi yang berbicara setelah berakhirnya percakapan mereka, hanya terdengar suara hembusan angin dan suara-suara kecil yang berasal dari hutan yang tertangkap oleh telinga mereka.

Satu jam sudah terlewati, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan atau apapun mengenai mobil asing itu. Bahkan Sehun disana menguap dan mulai mengantuk, tidak dengan Kris yang masih terlihat cemas terbukti dari dirinya yang gelisah tak bisa diam ditempatnya.

Ia takut jika mobil itu mengetahui perkemahan ini dan menyerang mereka mengingat pengemudi mobil asing itu memiliki senjata. Terlebih lagi yang membuatnya sangat khawatir adalah bisa saja orang itu memiliki dan memanggil kawanannya untuk menuju kemari.

Tak tahu kah kau Kris, tebakanmu benar mengenai pengemudi mobil asing itu yang berhasil lolos dari kepungan para walkers, sekarang seseorang itu sedang memperhatikan Sehun dan Kris dari kejauhan dengan menggunakan teropong.

.

.

.

.

.

"Aku melihat dua orang yang berjaga didepan-.. mungkin sebuah perkemahan." Ucap seseorang itu pada talkie walkie yang ada di tangannya.

.

.

.

.

.

.


To be Continued


.

.

.

.

Haloo! apakah masih ada yang menunggu ff ini? wkwk...

Nih udh Update... tapi maafkan kalau chpater ini kependekan T-T.. D udh buntu ditengah wkwk..

jangan lupa Review juga biar authornya semangat untuk lanjutin. oh iya kalian juga boleh kasih saran, kritik atau apalah. nanti di bacain kok..

udh segitu aja... wkwk..

*Happy Reading and Review*