Oh Sehun
Xi Luhan
Romance & Angst/Hurt
Teen
Warning : Boys Love, Typo, Newbie Author, NO Genderswitch!
Don't Like? Don't Read!
Read and Review!
Enjoy!
Ichie Kurosaki presents
My Miracle
Besok dia sudah kembali untuk masuk kuliah. Sekarang minggu sore dan Luhan menghabiskannya dengan melamun. Bagus sekali Xi Luhan!
Dia lirik bangku ayunan di sampingnya. Sebatang bunga berwarna kuning menempati tempat biasa Sehun duduk. Luhan meringis. Mengenang Sehun menyayat hatinya namun juga membaluti dan mengobati luka itu dengan Alkohol. Perih!
Tiba-tiba pandangannya menggelap. Seseorang menutup matanya membuatnya terdiam. Dia pikir dia mengenal harum orang ini. Tapi siapa?
ΩΩΩ
Menatapi lantai yang ada di ruang tamu, Sehun mendesah. Dia memukul kepalanya sendiri. Merasa dirinya begitu bodoh. Mana dirinya yang biasanya jenius!?
"Kau mau jadi benar-benar gila, Sehuna?" tanya ibunya yang datang sambil membawa segelas jus jeruk.
"Apa aku butuh seorang psikiater?" balas Sehun. "Apa Luhan benar-benar tidak mati? Tapi bagaimana mungkin!? Dan di mana ayah kandungku dimakamkan!?"
Yoona menghela napasnya. "Kau harus mendengar ini!"
Sehun mengambil jus dari tangan Yoona dan meminumnya. "Apa aku jadi gila sungguhan? Karena aku takut Luhan hanya bayangan di kepalaku saja."
"Astaga Sehun! Kau bisa memeluknya?"
"Ya! Dan dia hangat! Bahkan Xiumin, Kai dan Chanyeol bisa melihatnya juga. Dan Baekhyun bisa memeluknya!"
"Kalau begitu dia nyata!" bentak Yoona kesal. "Dengarkan cerita Eomma!"
ΩΩΩ
Flashback
Days 45
Luhan menatapi pigura-pigura di ruangan keluarga itu. Dia menoleh saat Yoona menyerahkan segelas coklat hangat padanya. Dia meminumnya dan menunjuk foto Sehun kecil yang berwajah datar sedang memegang piala menatap kamera.
"Astaga, jadi sudah sejak kecil dia berwajah begitu!?" Luhan tertawa bersama Yoona. Dia lihat Yoona memegang gelas yang berbentuk bulat lucu. "Lucu sekali gelasnyaa!"
"Ini gelas khusus milikku! Nah, kalau yang kau pegang itu mug yang baru eomma beli khusus untukmu. Lucu kan gambar rusanya?" Yoona tersenym lebar.
"Waah! Kalau punya Sehun?" tanya Luhan dengan wajah berbinar.
"Ah, aku membelikannya gelas berbentuk kotak dengan warna biru. Kaku. Itulah dia" cibir Yoona membuat Luhan tertawa.
"Gomawo, Eomma. (Terima kasih, ibu) Aku suka sekali! Apa lagi pegangannya!" ujar Luhan ceria. Dia lihat Sehun yang membuka pintu. Dia segera memeluk pemuda itu ketika sampai di ruangan yang sama dengannya. Membuat Sehun terkejut.
"Bajumu lucu sekali!" Sehun tertawa kecil melihat Luhan. Luhan mengenakan jaket dengan tudung yang memiliki tanduk rusa kecil berwarna coklat.
"Benarkah!? Eomma yang membelikannya untukku tadi! Dia menelepon Mama dan memintaku datang kemari" jelas Luhan dengan cengirannya lalu menunjukan Mug miliknya.
"Mug baru?" Sehun melirik Eommanya yang membuatkan satu coklat hangat lagi untuknya yang baru pulang latihan.
"Eomma memecahkan Mug milik Eomma. Jadi Eomma pergi berbelanja Mug baru. Lalu melihat jaket lucu itu. Jadi Eomma membelinya. Berhubung Eomma tidak punya anak gadis. Jadi untuk Luhan saja. Ternyata cocok sekali. Juga Mugnya!" jelas Eomma tampak tak acuh.
Namun Sehun yang mengerti sikap Eommanya hanya menyeringai. "Bilang saja untuk menantu baru Eomma! Eomma memang sengaja mencari Mugnya kan? Khusus untuk Luhan. Kalau tidak, kenapa harus bentuk Rusa?"
"Ehm, Eomma! Aku bukan gadis. Aku namja!" tukas Luhan dan menggelayuti lengan Sehun. Dia merasa hangat menempel pada Sehun.
"Yayaya! Terserah!" kesal Yoona. Dia lalu menarik Luhan menjauh dari Sehun. "Ayo bantu Eomma memasak. Biar Sehun berganti baju!" Yoona menyeret Luhan ke dapur dan membiarkan Sehun tertawa sambil melangkah ke lantai atas.
Flashback off
ΩΩΩ
Luhan berdiri dan berbalik untuk mengetahui siapa yang menutup matanya. Ketika dia lihat orang itu berdiri, mata rusanya melebar. Air matanya mengalir seketika. Saat itulah orang itu memeluknya.
'Not easy for accept the realize. But more hard for deny it.'
"Sehuna!" seru Luhan mengeratkan pelukan mereka.
Sehun melepaskan pelukan itu dan melihat Luhan menghapus air matanya. Luhan diam saja ketika Sehun melangkah pelan untuk memutar ke arah belakang Luhan berdiri. Luhan mengambil bunga kuning tadi agar Sehun bisa duduk.
Sehun diam saja ketika Luhan berbalik menatap matanya. Menatap dengan begitu polos seolah dia anak kecil yang ketakutan karena baru saja memecahkan barang. Namja cantik itu memegang erat bunga berwarna kuningnya.
Hening yang panjang membuat Luhan berdiri gelisah. Maka dia ingat tujuannya membeli bunga kuning yang indah itu. Dia sodorkan bunga itu ke arah Sehun.
"Ini bunga Daffodil, Sehun. Yang artinya kemalangan atau cinta bertepuk sebelah tangan. Dan aku memberikan ini untukmu"
Wajah Sehun yang dingin makin mendingin mendengar penuturan Luhan. Dia terima bunga itu dengan perlahan dari genggaman Luhan. Dia kemudian tersenyum sedih saat mencium harum bunga Daffodil itu.
"Ini bunga Daffodil, Luhan. Yang artinya kelahiran kembali. Dan aku kembalikan kepadamu."
Sehun memegang tangan Luhan dan membukanya agar memegang kembali bunga Daffodil itu. Dia tersenyum lembut dengan hati yang perlahan menghangat. Melihat mata Luhan membola, dia peluk namja itu kembali dengan tiba-tiba membuat Luhan terkejut.
"Aku mencintaimu. Saranghae! Ich liebe du. Te queiro. Wo Ai Ni. Aishiteru. Saranghae! Saranghae! Saranghaee!" Sehun mengeratkan pelukannya. Dia tidak dapat membendungnya lagi. Rasa rindu itu begitu besar. Dan dia takut Luhan menghilang kembali.
"Nado! Nado! Nado! Nadooo!" Luhan lebih erat lagi membalas pelukan Sehun.
"Omona! Kau benar-benar nyata! Aku hampir gila karena mencintaimu!" Sehun membuat jarak untuk menatap wajah Luhan. Namun tak lama karena detik berikutnya. You-know-what. Yeah, mereka berciuman.
Setelah beberapa lama dan Luhan merasa hampir mati karena ciuman Sehun, mereka melepasnya dan membuat benang-benang saliva itu putus. Kemudian Sehun mengeratkan genggaman tangan mereka. Dia kecup bibir Luhan sebentar dan membawa pemuda itu pergi dari tempat itu.
"Aku ingin menikahimu!" ujar Sehun dan tertawa saat mata Luhan membola.
ΩΩΩ
Luhan tersenyum gembira sambil meminum Bubble Tea rasa Taro miliknya. Sedangkan Sehun datang dan duduk di sampingnya. Tak lama, pesanan mereka datang dan mereka makan malam bersama dalam hening.
Setelah makan, mereka menyusuri jalan menuju taman Chun. Luhan sudah terlihat mengantuk setelah bermain sesorean ini bersama Sehun.
Dia dan Sehun jalan-jalan ke pasar Myeongdong seperti lima tahun lalu. Berfoto bersama, bermain-main di setiap stand yang ada. Membeli kalung dengan motif yang sama juga kaos yang mereka kenakan sekarang pun sama. Dengan tulisan, Yours berwarna hitam dan putih. (Ciyyee, kopelan)
Luhan senang sekali dan tidak bisa berhenti tersenyum. Dia terus bergelanyut di lengan Sehun dan Sehun sesekali mengacak rambut pirangnya sambil tertawa geli. Sampai mereka tiba di taman dan Luhan tersenyum sendiri memegang kalung couple miliknya.
Keduanya duduk dan meminum Bubble Tea mereka. Sehun mengunyah potato chipsnya dan membiarkan Luhan meminum Bubble Tea Tiramisunya karena milik Luhan sudah habis. Hening mengiringi kegiatan mereka di ayunan itu.
"Tidak mudah menerima kenyataan, tapi lebih sulit lagi menyangkalnya." Sehun menatap Luhan. "Kau tahu, aku mengalami halusinasi selama empat tahun dan berpikir kalau aku butuh seorang Psikiater," mulai Sehun membuat Luhan menoleh terkejut padanya.
"Apa yang kau bicarakan?" tanya Luhan ngeri. "Halusinasi apa?"
"Aku melihatmu! Kau selalu ada di setiap aku sendirian dan aku berpikir itu karena aku begitu merindukanmu! Kau! Sebagai! Arwah! Tapi karena kau tidak meninggal, aku rasa itu hanya halusinasiku atau khayalan," jawab Sehun dengan rahang mengeras. Dia menunduk dan merasa dirinya begitu menyedihkannya. Dia pikir dia tidak pantas untuk Luhan tapi apa yang dia rasakan begitu sepadan dengan cintanya untuk Luhan.
Luhan menelan kata-kata yang ingin diucapkannya. Dia hanya diam dan membiarkan Sehun melanjutkan ceritanya.
"Itu alasan aku tidak bisa menerimamu hidup kembali. Aku takut aku benar-benar jadi gila" Sehun menunduk dan menoleh saat Luhan menyentuh dagunya.
"Ceritakan saat terakhir kau berhalusinasi" pinta Luhan dengan tatapan serius.
"Saat itu aku baru pulang kuliah malam hari. Dan kau tiba-tiba ada di dalam kamarku. Menungguku. Itu sudah biasa kau lakukan" Sehun melirik Luhan dan melihat wajah Luhan yang begitu terkejut.
"Teruskan" pinta Luhan.
"Aku bertanya pertanyaan yang aku pendam karena takut kehilangan halusinasi itu. Karena hanya itu yang membuatku bertahan. Akhirnya aku bertanya, 'Lu, apa kau benar-benar sudah meninggal?' namun kau membalas dengan bertanya lagi-"
"Menurutmu? Kalau aku belum meninggal, lalu aku yang sekarang apa?" lanjut Luhan dan membalas tatapan terkejut Sehun. "Itu adalah mimpiku ketika aku koma selama empat tahun."
"Jadi maksudmu? Aku tidak berhalusinasi?" tanya Sehun terperangah.
"Aku tidak tahu," jawab Luhan. "Aku hanya sedang koma dan selama itu aku bermimpi selalu ada untukmu. Bahkan yang terakhir kalinya adalah, saat malam natal kau menyodorkan bunga Akasia pada udara kosong dan aku yang tak bisa menyentuhnya. Kau mengatakan-"
"Jeongmal Saranghae, hyung" ucap Sehun mengulangi apa yang dia ucapkan satu tahun lalu.
"Nado, Sehuna!" lanjut Luhan sambil tersenyum bahagia. "Nado saranghae!" lalu dia memeluk Sehun erat.
"Arti bunga Akasia adalah cinta yang terpendam, cinta suci atau simbol dari kecantikan seseorang. Dan Akasialah yang melambangkan kecantikanmu, cinta suci kita dan kepengecutanku akan cintaku yang terpendam," Sehun mengecup puncak kepala Luhan.
Luhan tersenyum dalam kehangatan pelukan Sehun. Ini terasa begitu benar, sempurna dan bagai mimpi. Luhan harap dia tak pernah bangun dari mimpi ini. Tidak pernah!
Mungkin akan ada lagi halangan takdir yang akan memisahkan mereka. Namun mereka berdua percaya, bahwa cinta mereka tidak akan pernah pudar. Sama seperti bunga-bunga yang selalu tumbuh dan berkembang. Mereka yakin meski dunia dan takdir membenci mereka, mereka akan selalu ada untuk satu sama lain.
ΩΩΩ
Seorang namja berpipi chubby sedang duduk di taman Universitasnya setelah tadi melarikan diri dari temannya. Dia lihat brosur lomba menari itu dan memiringkan kepalanya.
"Karena Sehun baru saja menggodaku dan mempermainkanku, aku tidak mau menawarkan kontes Dancer ini! Cih! Beraninya dia menyentuh butt seksiku ini! Dasar Hoobae (adik kelas) kurang ajar!"
Namja bernama Henry itu menggembungkan pipi chubbynya. Dia lirik biola kesayangannya dan mendengus kesal.
"Aku tidak mau mengajari Zhoumi main biola hari ini! Tapi aku rindu muka jeleknya!" namja itu melangkah pelan dan terkejut melihat seorang namja jatuh terduduk di hadapannya. Anehnya, namja itu meraba-raba rumput di sekitarnya dan pandangannya kosong.
"Hey! Apa kau tidak apa-apa?" Henry dekati namja itu yang berhenti bergerak. Seolah merasa bersyukur dapat mendengar suaranya.
"Aku buta! Dan aku terjatuh. Bisa kau tolong aku untuk menemui seseorang di ruang Laboratorium. Ada kekasihku. Namanya Yifan, bisakah?" tanya namja yang berambut pirang itu.
Henry tidak yakin namja berkulit putih ini sungguh-sungguh buta. Tapi bagaimana mungkin seorang namja buta bersekolah di Universitas umum!? Hell! Dari mana buku yang bisa dia baca!?
Namun Henry hanya mengangguk dan sadar kalau namja di hadapannya buta dan tak dapat melihat anggukannya. Maka dia bantu namja itu berdiri dan merangkulnya menuju Laboratorium.
Di sana dia menemukan namja tampan yang dia rindukan. Zhoumi yang sedang berbincang dengan seseorang.
"YIFAN!" seru namja buta di sebelahnya dan Henry baru sadar jika dia tidak tahu nama namja buta itu. "Ah, terima kasih. Oh, ya, siapa namamu?" tanya namja buta aneh itu.
"Aku Henry. Kau?"
"Ah. Aku Zitao" namja itu tersenyum dan matanya sudah fokus menatap Henry. Tatapan bingung tidak bisa Henry sembunyikan saat Zitao mengalami tangannya dan berlari memeluk Yifan.
"OMONA! Apa aku tertipu!?" Henry menatap Yifan dan Zitao yang berpelukan mesra. "Namja itu tidak buta!? Untuk apa dia menipuku!?"
ΩΩΩ
The End
Author's Note : YEAAAAYYYY! akhirnya fanfic gaje ini tamat pemirsah! /+_+/ maapkan author gaje ini! semua berkat dukungan tak terkira kalian! /YEAY?sound bocor/ ending yang terakhir akan jadi thriller buat ff yang lain. tapi ichie banyak banget pengen apdet ff dengan tema berbeda. berikutnya sih tentang..MMPPHH! /dibekep Author Tanashiku Yui. yaahh, tentang assasins gitu dah. /ditelen Yui/ pas dalem perut, yang pasti tentang HUnHAn. gak bakal ngecewain kok. /jiah!?/ nah, gomapta buat review kalian semuaaa!
Thanks To :
Mybabydeer , imeyyteukmin, Maple fujoshi2309, .58, ShinJiWoo920202 , PandaYehet88 , lulurara, SweetyChanbaek92, Mybabydeer, Lieya EL, Novey, Kim Sun Mii, NoonaLu, joldyck, HUNsayHAN, ApriLuhan, kimyori95, lulurara, , fanoy5, Oh SeRa Land, zoldyk, BLUEFIRE0805, Su Hoo, mr albino, SMKA, Oh HunHan Zelus, hanhyewon357, pinkupinku00, Tanashiko Yui, EXO Cumi, Nedera, meliarisky7
Reply :
elitahan : Tidaakk! andwae! Ichie juga gak mau ini sad ending. cuma sad story doang! wkwkwk. oh, ya, nexk FF bakal jadi sad FF dan action. ikutin juga nee! ^^b
Guest : Aniya! Sehun gak berkhayal ngeliat Luhan. itu adalah arwah luhan yang melayang-layang ~(-o-)~ itu karena dia terikat janji yang sehun tagih. makanya ketika sehun ngerelain luhan, luhan balik ke tubuhnya. begitu! keep follow ne. ikutin ff lainnya. ^O^b
DeerLU-BubbleHUN : SIIP! HUnhan dah bersatu nee! (^0^) gomapta dah review!
AF, hunhanforever, Wonhaesung Love, pandayehet88 : Gomapta! jeongmal gomaptaaa!
exo L : YOSH! semangat HUNHAN! The Best COUPLE EVER AFTER!
chan hyun : Lulu itu langsung opererasi di China dan di selametin sama Kris waktu jantungnya berhenti. tapi dia koma selama empat tahun. selama satu tahun dia jalanin terapi pasca koma. baru balik ke korea. orangtuanya yang netep di China selama lima tahun gak bisa balik ke korea karena mereka jadi warga tetap di China. makanya mereka ganti marga. begitu deh. Gomapta dah review nee! ^^b
babymu : mianhamnida! /nunduk plus bungkuk/ Ichie bakal lebih berusaha dan belajar lebih banyak lagi! mianhamnidaa! kalo Readerduel gak ngerti sama penulisan ichie. itu pasti karena Ichie masih banyak kurangnya! Gomapta atas reviewnya!
